31.7 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 4

Sudah Lapuk, Rumah di Leuwisadeng Ambruk

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor
Sepanjang tahun 2025-2026 akibat hujan deras sebanyak 10 unit rumah di Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor mengalami kerusakan berat. ‎‎Kali ini, rumah milik Suhamah ambruk.

Menurut Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Desa Leuwisadeng Riansyah, kejadian ambruknya rumah tersebut ketika Suhamah sedang tidak di tempat. “Waktu itu, Suhamah tengah nginep di rumah anaknya, namun seketika rumahnya itu ambruk,” kata Riansyah kepada Jurnal Bogor, Senin (3/7/2026).

‎Ambruknya rumah Janda tua itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB  pagi. Pemerintah Desa Leuwisadeng  dibantu masyarakat berinisiatif  bergotong royong untuk membersihkan material  rumah Suhamah yang ambruk itu. ‎”Kondisi rumah memang lapuk termakanya usia,” paparnya.

Ke-‎10 rumah yang mengalami kerusakan berat akibat bencana alam tersebut tepatnya di Kampung  Kampung Leuwisadeng RW 03 dengan Kampung Pasir Karok di RW 04.

‎”Telah kami ajukan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKPP) Kabupaten Bogor. Sudah diajukan juga perbaikan ke DPKP, tetapi sampai saat ini belum ada realisasinya,” jelas Riansyah.

‎‎Sementara anggota BPBD Kabupaten Bogor bagian asesmen lapangan Agung ditemui setelah asesmen untuk mendata rumah Suhamah yang rata dengan tanah akibat bencana alam itu menerangkan, setelah asesmen keadaan rumah Sahimah yang ambruk telah dilaporkan ke pimpinan.

(Arip Ekon)

Sambut HUT RI ke-81, Warga Pasirgintung Batutulis Pasang Bendera Merah Putih di Lapangan Pemersatu

0

Nanggung | Jurnal Bogor
‎Masyarakat di lingkungan Kampung Pasirgintung di Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor antusias menyambut  HUT Kemerdekaan ke- 81 2026 dengan memasang bendera merah putih berukuran besar dan kecil di Lapangan Pemersatu.‎

‎‎Pemasangan bendera merah putih bersamaan digelarnya latihan pencak silat di Lapangan Pemersatu  untuk menyemarakkan HUT kemerdekaan merupakan kolaborasi antara PT Antam tbk, UBPE Pongkor dengan masyarakat di lingkup Batutulis.‎

‎”Puluhan bendera merah putih yang dipasang telah  menjadi agenda rutin di setiap datangnya  HUT kemerdekaan,” kata pegiat lingkungan warga setempat, Guntur kepada Jurnal Bogor, Senin (3/7/2026).‎

‎‎Guntur yang merupakan anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di Desa Batutulis menyatakan perlu bergerak bersama dalam menyemarakkan  kemerdekaan.‎

‎‎Terlihat pada awal Agustus, warga di lingkungan di RW 03 dengan RW  04 melakukan pemasangan puluhan  bendera merah putih berukuran 2x 1 meter hingga berukuran bendera 15x 3 meter.‎

‎Menurut Guntur, mengibarkan bendera Merah Putih bukan hanya tradisi atau sekedar menyemarakkan  acaranya rutin tahunan Agustusan, melain momentum kemerdekaan dijadikan wujud  rasa syukur atas  penghormatan jasa bagi para pahlawan.‎

‎”‎Untuk itu,  peran aktif masyarakat di lingkungan  sangat krusial  dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan,” tambah salah satu pegiat pencak silat, Bah Kudil.‎

‎‎Ia berharap pengibaran bendera Merah Putih sepanjang Agustus dapat menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air di tengah kehidupan masyarakat. 

(Arip Ekon)

Mobilitas Makin Tinggi, Service Malam Hari di Bengkel Zebua Motor jadi Solusi Warga Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Aktivitas di Bengkel Zebua Motor Jalan RE.Soemantadiredja No.103, RT.02/RW.02, Pamoyanan, Bogor Selatan, Kota Bogor berlangsung hingga malam. Seperti pada Senin (3/8/2026) malam, sejumlah mekanik tampak sibuk hilir mudik menangani kendaraan roda dua milik konsumen yang datang untuk perbaikan.

Pantauan di lokasi, suasana bengkel cukup padat. Lampu penerangan menyala terang, lantai dipenuhi perkakas, nampan oli bekas, dan beberapa komponen mesin yang sudah dilepas. Dari deretan motor yang antre, salah satu yang paling mencolok adalah Honda Blade warna biru-hitam yang sedang menjalani servis besar.

Motor tersebut tampak dibongkar di bagian body dan mesin. Jok motor ditutup sarung, sementara mesin sudah diturunkan dan diletakkan di atas tatakan.

“Ini lagi turun mesin. Penyebabnya bisa karena oli telat ganti atau pemakaian berat. Kalau udah kayak gini biasanya pengerjaannya bisa seharian, tergantung tingkat kerusakannya,” ujar Gandi, salah satu mekanik Bengkel Zebua Motor  Senin( 3/08/2026)

Menurutnya, keluhan yang paling sering datang dari konsumen adalah motor brebet, mesin kasar, dan oli rembes. Karena itu, banyak warga memilih datang malam hari setelah aktivitas kerja selesai agar kendaraan bisa langsung digunakan keesokan harinya.

Tak hanya motor bebek, Bengkel Zebua Motor juga melayani lainnya mulai dari motor matic hingga motor sport. Antrean konsumen silih berganti sejak sore hingga malam.

Ramainya aktivitas servis di malam hari ini mencerminkan tingginya ketergantungan warga Bogor terhadap kendaraan roda dua. Motor menjadi moda transportasi utama untuk bekerja, mengantar anak sekolah, hingga usaha kecil.

“Kami buka sampai malam karena banyak konsumen yang baru sempat bawa motornya setelah pulang kerja. Jadi mereka titip, besok pagi sudah bisa dipakai lagi,” kata mekanik lainnya.

Pemilik Bengkel Zebua Motor, Andreas, mengimbau kepada seluruh pengguna kendaraan agar tidak menunda perawatan rutin. Menurutnya, servis berkala jauh lebih hemat dibanding harus turun mesin.

“Rajin ganti oli, cek rantai, rem, dan busi itu penting. Kalau dibiarkan, kerusakan kecil bisa merembet jadi besar dan biayanya jadi lebih mahal. Kami di sini siap bantu, tapi lebih baik dicegah dari awal,” ujar Andreas.

Ia juga menambahkan bahwa tim mekanik di Bengkel Zebua Motor terus meningkatkan pelayanan, mulai dari kecepatan pengerjaan, transparansi harga, hingga memberikan edukasi kecil kepada konsumen tentang cara merawat motor harian.

Bagi warga Bogor yang ingin servis, Bengkel Zebua Motor menjadi salah satu pilihan karena buka hingga malam dan melayani berbagai keluhan kendaraan.

Dengan tingginya mobilitas masyarakat, keberadaan bengkel yang buka hingga malam hari memang sangat membantu. Warga pun berharap layanan seperti ini terus ada agar kendaraan mereka tetap prima dan aman di jalan.

(Wawan Hermawanto)

Perkuat SDM Pekebun, Kementan Gandeng BPDP Latih 119 Pekebun Jambi

0

Jambi | Jurnal Bogor
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) menggelar Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun Angkatan I hingga IV bagi 119 pekebun asal Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) ini dibuka pada 31 Juli 2026 di Swiss-Belhotel Jambi dan berlangsung hingga 5 Agustus 2026.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan sektor perkebunan nasional.

“Perkebunan Indonesia harus ditopang oleh SDM yang unggul, adaptif terhadap teknologi, dan mampu mengelola usaha secara profesional. Karena itu, pengembangan kapasitas pekebun harus terus diperkuat agar produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” ujar Amran.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi pekebun melalui penguatan kelembagaan, pengembangan kemitraan usaha, serta perluasan jejaring kerja sama. Melalui pelatihan ini, pekebun diharapkan mampu mengelola usaha secara lebih profesional, mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengapresiasi dukungan BPDP dalam pengembangan kompetensi SDM perkebunan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pertanian.

“Dinamika pengembangan kelapa sawit menuntut pekebun untuk terus meningkatkan kompetensi dalam mengelola usaha. Jambi memiliki posisi strategis dalam pembangunan industri sawit nasional. Potensi tersebut perlu didukung oleh SDM pekebun yang mampu menerapkan pengelolaan usaha secara profesional, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Idha.

Pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala BBPMKP, Sukim Supandi. Ia menyampaikan apresiasi kepada BPDP yang kembali memberikan kepercayaan kepada BBPMKP sebagai penyelenggara program
peningkatan kompetensi SDM perkebunan.

“Tahun 2026 merupakan tahun kelima pelaksanaan Program Pengembangan SDM Perkebunan yang telah memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas pekebun di Indonesia,” kata Sukim.

Menurut Sukim, sektor perkebunan merupakan salah satu pilar penting pembangunan pertanian Indonesia. Selain menjadi sumber penghidupan masyarakat, sektor ini juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, peningkatan devisa negara, dan pengembangan wilayah.

Namun, pembangunan perkebunan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, dinamika pasar global, perkembangan teknologi, hingga persaingan usaha yang semakin ketat. Karena itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

“Investasi terbaik dalam pembangunan perkebunan tidak hanya pada sarana dan prasarana, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya,” ujar Sukim.

Ia menambahkan, pelaksanaan pelatihan BPDP bersama BBPMKP sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pengembangan SDM, Penelitian dan Pengembangan, Peremajaan, serta Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit yang menempatkan pengembangan SDM sebagai fondasi penting pembangunan perkebunan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, sekaligus meningkatkan kapasitas kelembagaan dan jejaring usaha di sektor perkebunan,” katanya.

Ketua Kelompok Pelatihan Manajemen Non Aparatur dan Pengelolaan Kerja Sama Pelatihan sekaligus Ketua Penyelenggara, Renata Dayang Naguratta Damanik, mengatakan pelatihan tersebut merupakan wujud sinergi BPDP dan BBPMKP dalam meningkatkan kualitas SDM perkebunan.

“Tahun 2026 merupakan tahun kelima BPDP kembali mempercayakan BBPMKP untuk menyelenggarakan program peningkatan kompetensi dan kapabilitas SDM perkebunan,” ujar Renata.

Ia menjelaskan, pelatihan dirancang untuk meningkatkan kesadaran pentingnya kebersamaan dalam kelompok, memperkuat kelembagaan pekebun, membangun kemitraan usaha, serta mengembangkan jejaring kerja sama.

Materi pelatihan mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 40/Kpts/KB.020/E/05/2025 yang mencakup penguatan kelembagaan kelompok, kemitraan usaha pekebun, pengelolaan kelompok, pembangunan jejaring, dinamika kelompok, penumbuhan kebersamaan pekebun, serta overview dan integrasi.

Pelaksanaan pelatihan dibagi dalam empat angkatan dengan total 119 peserta. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan andragogi yang dipadukan dengan kegiatan mini outbound untuk mendorong partisipasi aktif, membangun kekompakan, dan memperkuat pengalaman belajar peserta.

Melalui kolaborasi BPDP dan Kementerian Pertanian, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan SDM pekebun yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menerapkan praktik perkebunan yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Setelah kembali ke daerah masing-masing, peserta diharapkan menjadi agen perubahan yang dapat menyebarluaskan pengetahuan dan praktik terbaik kepada pekebun lainnya. Dengan demikian, manfaat program dapat menjangkau lebih luas dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan pekebun serta kemajuan sektor perkebunan di Provinsi Jambi.

(Restu/BBPMKP)

Hadir Lebih Dekat, Aryati Tour dan Travel Buka Layanan Umrah dan Haji di Cigombong

0

Cigombong | Jurnal Bogor – Bagi sebagian besar umat Muslim, menunaikan ibadah haji dan umrah merupakan impian yang ingin diwujudkan setidaknya sekali seumur hidup. Kini, impian tersebut semakin mudah diraih masyarakat Cigombong dan sekitarnya dengan hadirnya Aryati Tour dan Travel Cabang Cigombong yang berlokasi di Villa Mutiara Lido Blok B4 No. 4, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Tak sekadar menjadi biro perjalanan, Aryati Tour dan Travel hadir sebagai pendamping bagi calon tamu Allah sejak proses pendaftaran hingga keberangkatan. Berbagai informasi mengenai persiapan ibadah, pilihan paket perjalanan, hingga layanan konsultasi diberikan untuk membantu masyarakat memilih program yang sesuai dengan kebutuhan.

Pengurus Aryati Tour dan Travel Cabang Cigombong, Abdul Holik, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang ingin menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

“Kami melayani perjalanan umrah dan haji, termasuk badal haji dan badal umrah. Masyarakat juga bisa memilih berbagai paket perjalanan sesuai keinginan dan kemampuan,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Beragam pilihan paket ditawarkan, mulai dari paket umrah 9 hari, 12 hari, hingga paket spesial pada bulan Ramadan. Bagi jamaah yang ingin menambah pengalaman spiritual sekaligus mengenal jejak sejarah Islam, tersedia pula program Umrah Plus Turki, Umrah Plus Mesir, serta Umrah Plus Aqsa dan Turki.

Setiap perjalanan dirancang agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan khusyuk. Untuk keberangkatan rombongan, Aryati Tour dan Travel menetapkan kuota minimal 20 jamaah sehingga pelaksanaan perjalanan dapat berlangsung dengan baik.

Hadirnya kantor cabang di Cigombong diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan perjalanan ibadah yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan terpercaya. Dengan pelayanan yang mengedepankan kenyamanan dan pendampingan, Aryati Tour dan Travel berupaya menjadi sahabat perjalanan menuju Baitullah bagi masyarakat Kabupaten Bogor dan sekitarnya. Sisca

Cigombong | Jurnalissatu – Bagi sebagian besar umat Muslim, menunaikan ibadah haji dan umrah merupakan impian yang ingin diwujudkan setidaknya sekali seumur hidup. Kini, impian tersebut semakin mudah diraih masyarakat Cigombong dan sekitarnya dengan hadirnya Aryati Tour dan Travel Cabang Cigombong yang berlokasi di Villa Mutiara Lido Blok B4 No. 4, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Tak sekadar menjadi biro perjalanan, Aryati Tour dan Travel hadir sebagai pendamping bagi calon tamu Allah sejak proses pendaftaran hingga keberangkatan. Berbagai informasi mengenai persiapan ibadah, pilihan paket perjalanan, hingga layanan konsultasi diberikan untuk membantu masyarakat memilih program yang sesuai dengan kebutuhan.

Pengurus Aryati Tour dan Travel Cabang Cigombong, Abdul Holik, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang ingin menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

“Kami melayani perjalanan umrah dan haji, termasuk badal haji dan badal umrah. Masyarakat juga bisa memilih berbagai paket perjalanan sesuai keinginan dan kemampuan,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Beragam pilihan paket ditawarkan, mulai dari paket umrah 9 hari, 12 hari, hingga paket spesial pada bulan Ramadan. Bagi jamaah yang ingin menambah pengalaman spiritual sekaligus mengenal jejak sejarah Islam, tersedia pula program Umrah Plus Turki, Umrah Plus Mesir, serta Umrah Plus Aqsa dan Turki.

Setiap perjalanan dirancang agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan khusyuk. Untuk keberangkatan rombongan, Aryati Tour dan Travel menetapkan kuota minimal 20 jamaah sehingga pelaksanaan perjalanan dapat berlangsung dengan baik.

Hadirnya kantor cabang di Cigombong diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan perjalanan ibadah yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan terpercaya. Dengan pelayanan yang mengedepankan kenyamanan dan pendampingan, Aryati Tour dan Travel berupaya menjadi sahabat perjalanan menuju Baitullah bagi masyarakat Kabupaten Bogor dan sekitarnya. Yudi

Pererat Kebersamaan, LPM dan RT/RW Mulyaharja Gelar Tadabur Alam

0

Bogor Selatan | Jurnal Bogor – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) bersama para Ketua RT dan RW se-Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, menggelar kegiatan tadabur alam ke kawasan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, sebagai upaya mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan.

Puluhan peserta mengikuti touring menggunakan sepeda motor menuju Pelabuhan Ratu pada Sabtu (2/8/2026). Kegiatan berlangsung selama dua hari satu malam dengan berbagai agenda kebersamaan, mulai dari makan bersama hingga malam keakraban yang diikuti seluruh peserta.

Ketua LPM Kelurahan Mulyaharja, Dicky, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiasi LPM sebagai wadah memperkuat hubungan antar Ketua RT dan RW di wilayah Kelurahan Mulyaharja.

“Kegiatan ini merupakan inisiasi LPM dengan mengadakan touring tadabur alam ke Pelabuhan Ratu. Tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kekompakan, serta membangun komunikasi yang lebih baik antar pengurus RT dan RW,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Mulyaharja, Muslim Yuliantono mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan di luar rutinitas dapat memperkuat sinergi antara pemerintah kelurahan dengan para Ketua RT dan RW.

“Melalui kegiatan seperti ini diharapkan silaturahmi semakin erat, kekompakan semakin terjaga, sehingga koordinasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat juga semakin baik,” kata Muslimin.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana membangun kebersamaan, menjaga kekompakan, serta meningkatkan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan di Kelurahan Mulyaharja. Yudi

Beri Pemahaman Hidup Sehat, RSUD R.Moh.Noh Nur Edukasi Hand Hygiene dan Pencegahan Demam Tifoid ke Pasien dan Keluarga

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam upaya meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai pencegahan penyakit infeksi, Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang bersama Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) serta Perawat Ruang Rawat Inap Alamanda melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan bertema “Pencegahan Demam Tifoid (Tipes)” pada Rabu, 22 Juli 2026, di Ruang Rawat Inap Alamanda.

Sebelum penyampaian materi utama, peserta terlebih dahulu diberikan edukasi mengenai hand hygiene atau kebersihan tangan melalui praktik 6 langkah cuci tangan yang benar sesuai rekomendasi WHO. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran pasien dan keluarga bahwa kebersihan tangan merupakan salah satu langkah paling efektif dalam mencegah penularan berbagai penyakit infeksi, termasuk demam tifoid. 

Kegiatan edukasi disampaikan oleh Agung Rahman Nugraha, Amd.Kep, Ulfah Eka Viani Agustin, Amd.Kep selaku Anggota Komite PPI, serta tim Promosi Kesehatan (Promkes). Materi yang diberikan meliputi pengertian demam tifoid, penyebab penyakit akibat infeksi bakteri Salmonella Typhi, faktor-faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan, seperti menjaga kebersihan diri, mencuci tangan sebelum makan, mengonsumsi makanan dan minuman yang bersih, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. 

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari pasien dan keluarga yang hadir. Pada sesi tanya jawab, salah satu peserta menanyakan apakah seseorang yang telah sembuh dari tifoid masih dapat kembali mengalami penyakit tersebut.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Agung Rahman Nugraha, Amd.Kep menjelaskan bahwa seseorang masih dapat kembali terkena demam tifoid, baik akibat infeksi baru maupun karena bakteri yang masih menetap di dalam tubuh pada kondisi tertentu. Oleh karena itu, pencegahan tetap menjadi langkah yang sangat penting, antara lain dengan menjaga kebersihan diri, membiasakan mencuci tangan sebelum makan, serta mengonsumsi antibiotik yang diresepkan dokter hingga tuntas sesuai anjuran tenaga kesehatan. 

Melalui kegiatan edukasi ini, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang berharap pasien dan keluarga semakin memahami pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya mencegah demam tifoid maupun penyakit infeksi lainnya, sehingga dapat mendukung terciptanya lingkungan rumah sakit yang aman serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

(yev/cc)

POCAFARM Jadi Inovasi Unggulan: Mahasiswa Kimia Universitas Pakuan Dorong Pemanfaatan Limbah Ternak di Desa Kota Batu

0

Ciomas | Jurnal Bogor
Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMASKA) Universitas Pakuan menghadirkan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 melalui POCATANI (Pupuk Organik Cair untuk Tani) di Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Program ini merupakan upaya pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pengolahan limbah kotoran kambing menjadi pupuk organik cair bernilai guna dan bernilai ekonomi sebagai solusi atas permasalahan limbah ternak di desa.

Pelaksanaan program mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, di antaranya Ketua RW 05, Ketua RT 04, perwakilan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN), Kelompok Wanita Tani (KWT), serta Tim Penggerak PKK Desa Kota Batu. Melalui POCATANI, masyarakat tidak hanya didorong untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah ternak, tetapi juga memperoleh keterampilan dalam menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian sekaligus berpotensi menjadi peluang usaha.

Desa Kota Batu memiliki potensi peternakan kambing. Namun, limbah kotoran kambing yang dihasilkan masih menjadi permasalahan karena belum diolah secara optimal. Sebagian besar limbah hanya ditumpuk di sekitar kandang sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, serta menjadi sumber berkembangnya berbagai mikroorganisme yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, Tim PPK Ormawa HIMASKA menghadirkan Program POCATANI sebagai solusi inovatif melalui pemanfaatan limbah kotoran kambing menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang dipasarkan dengan brand  POCAFARM. Produk ini dihasilkan melalui proses fermentasi menggunakan bahan-bahan pendukung yang ramah lingkungan sehingga menghasilkan pupuk organik cair yang kaya unsur hara dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanaman.

Selain memberikan manfaat bagi sektor pertanian, POCAFARM juga dirancang sebagai produk yang memiliki nilai ekonomis sehingga berpotensi menjadi peluang usaha bagi masyarakat, khususnya kelompok tani dan warga setempat, melalui pengolahan limbah menjadi produk yang bernilai jual. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan mengenai latar belakang program, manfaat pengolahan limbah kotoran kambing, tahapan pembuatan pupuk organik cair, hingga peluang pengembangan usaha berbasis produk POCAFARM. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah dari sektor peternakan.

Ketua Tim Program POCATANI (Muhamad Surya Awal Maulana), mengatakan bahwa POCATANI tidak hanya dirancang untuk membantu menyelesaikan permasalahan limbah peternakan, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi ekonomi dari hasil pengolahan limbah.

“Melalui POCATANI, kami ingin menunjukkan bahwa limbah kotoran kambing bukan lagi menjadi sumber permasalahan, melainkan dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Harapannya, masyarakat dapat mengelola limbah secara mandiri sekaligus memanfaatkan POCAFARM sebagai peluang usaha yang berkelanjutan,” ujarnya.

Selain memperkenalkan inovasi produk, program POCATANI juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam memandang limbah peternakan. Limbah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat melalui penerapan teknologi sederhana dan mudah diterapkan oleh masyarakat.

Dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitar, masyarakat diharapkan mampu menerapkan proses pembuatan pupuk organik cair secara mandiri dan berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab serta memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian dan perekonomian desa.

Program POCATANI memberikan pembekalan kepada masyarakat mengenai latar belakang program, manfaat pengolahan limbah kotoran kambing, tahapan pembuatan pupuk organik cair, hingga peluang pengembangan usaha berbasis produk POCAFARM.

Program POCATANI menjadi salah satu bentuk komitmen daripada Himpunan Mahasiswa Kimia Universitas Pakuan dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, mitra, dan masyarakat.

Program POCATANI diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan, menjadikan limbah sebagai sumber daya bernilai ekonomis, serta mewujudkan Desa Kota Batu sebagai desa yang mandiri, produktif, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.

**

Eryko Bhakti Irianto Terpilih Sebagai Ketua Forum LPM Kota Bogor Periode 2026-2031

0

Bogor | Jurnal Bogor
Forum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kota Bogor resmi dipimpin oleh sosok baru. Eryko Bhakti Irianto terpilih sebagai Ketua Forum LPM Kota Bogor periode 2026-2031.

Ucapan selamat dan sukses mengalir dari berbagai unsur, salah satunya dari Keluarga Besar FK-LPM Bogor Selatan yang menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Eryko Bhakti Irianto memimpin Forum LPM tingkat kota.

Riska Rahmawati Ridwan, Ketua LPM Kelurahan Pakuan dan Bendahara FK -LPM Bogor Selatan berpose bersama Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin. Foto: IST

Dengan terpilihnya kepengurusan baru, Forum LPM Kota Bogor akan menjalankan tugas selama periode 2026-2031. Sebagai mitra pemerintah, Forum LPM memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat, peningkatan partisipasi warga, dan penguatan program pembangunan di tingkat kelurahan se-Kota Bogor.

FK-LPM Bogor Selatan dalam pernyataannya berharap kepemimpinan baru dapat membawa sinergi yang lebih kuat antara LPM Kelurahan, Kecamatan, dan Pemerintah Kota Bogor.

“Selamat dan sukses kepada Bapak Eryko Bhakti Irianto atas terpilihnya sebagai Ketua Forum LPM Kota Bogor. Semoga dapat mengemban amanah dengan baik dan membawa LPM semakin maju, mandiri, serta berdaya guna untuk masyarakat,” demikian disampaikan Riska Rahmawati Ridwan  Ketua LPM Kelurahan Pakuan dan Bendahara FK -LPM Bogor Selatan serta bagian dari  Keluarga Besar FK-LPM Bogor Selatan, Sabtu ( 01/08/2026).

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat merupakan lembaga kemasyarakatan yang dibentuk untuk mewadahi partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Di Kota Bogor terdapat 68 LPM Kelurahan yang tergabung dalam Forum LPM Kota Bogor.

Dengan kepemimpinan baru, diharapkan Forum LPM Kota Bogor dapat lebih optimal dalam mengawal program pemerintah, menggerakkan swadaya masyarakat, serta menjadi jembatan aspirasi warga ke pemerintah.

(Wawan Hermawanto)

Atlet Panahan Muda Kota Bogor Sapu 6 Emas di Kejuaraan Junior

0

Bogor | Jurnal Bogor

Atlet panahan muda Kota Bogor, Saka Yusuf Rahmadani, mencatatkan prestasi membanggakan dengan memborong enam medali pada ajang MilkLife Archery Challenge Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 22-29 Juli 2026.
Dalam kejuaraan yang diikuti 906 atlet dari 29 provinsi tersebut, atlet binaan Bukit Cimanggu City Archery Club (BCC AC) itu tampil dominan di nomor Compound U-13 dengan meraih lima medali emas dan satu medali perak.

Ketua KONI Kota Bogor, Dedi Sumarna, mengapresiasi pencapaian Saka yang dinilainya menjadi bukti lahirnya atlet-atlet potensial dari Kota Bogor. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi modal penting untuk membangun regenerasi cabang olahraga panahan.

“Selamat kepada Saka yang berhasil meraih lima medali emas dan satu medali perak pada Kejurnas Panahan di Kudus. Kami bangga karena Saka merupakan putra asli Kota Bogor yang mampu mengharumkan nama daerah sebagai bagian dari Kontingen Jawa Barat di ajang nasional,” kata Dedi.

Ia menambahkan, usia Saka yang masih 12 tahun membuat peluang pengembangannya masih sangat terbuka. KONI Kota Bogor akan terus memantau dan mendukung pembinaan agar kemampuannya terus meningkat sehingga siap menghadapi berbagai kejuaraan yang lebih bergengsi di masa mendatang.

“Potensinya sangat besar. Kami berharap pembinaan yang berkelanjutan dapat mengantarkan Saka menjadi atlet panahan andalan Kota Bogor, Jawa Barat, bahkan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Saka mengungkapkan bahwa keberhasilannya meraih enam medali tidak lepas dari kedisiplinan menjalani latihan, mematuhi arahan pelatih, serta doa dan dukungan kedua orang tuanya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah SWT. Terima kasih kepada orang tua dan pelatih yang selalu mendukung saya hingga bisa meraih hasil ini. Ke depan saya ingin menjadi atlet panahan profesional dan membawa nama Indonesia berprestasi di tingkat internasional,” tutur Saka.

  • Fredy Kristianto