Bogor | Jurnal Bogor
Adanya dugaan pencemaran Sungai Ciparigi yang menyeret Hotel Santika dan Botani Square mendapat sorotan serius.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih menunggu laporan resmi dari aparat wilayah sebelum mengambil langkah tegas, di tengah keluhan warga terkait bau tak sedap dan perubahan kondisi air sungai.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengatakan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima laporan lengkap dari wilayah. Informasi awal, kata dia, akan segera disampaikan oleh Lurah Tegallega dan Camat Bogor Tengah.
“Saya masih menunggu laporan. Hari ini rencananya Pak Lurah Tegallega dan Pak Camat Bogor Tengah akan menyampaikan,” ujar Dedie kepada wartawan usai kegiatan deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana di Kantor BPBD Kota Bogor, Kecamatan Tanah Sareal, Kamis (30/4).
Menurut dia, Pemkot Bogor belum bisa memastikan bentuk maupun mekanisme dugaan pencemaran tersebut, dengan cara mengumpulkan data detail mulai dari cara membuang limbah, lokasi pembuangan sampai ke dampak.
“Kami belum tahu praktik pembuangannya seperti apa dan ke mana limbah itu dibuang. Nanti setelah ada informasi lebih detail, pihak terkait akan kami panggil,” ucapnya.
Sebelumnya, Lurah Tegallega, Hardi, mengungkap dugaan pembuangan limbah ke Sungai Ciparigi oleh Hotel Santika dan Botani Square. Temuan itu disampaikan setelah pihak kelurahan melakukan peninjauan langsung ke saluran limbah pada Rabu (29/4).
Menurut Hardi, pihaknya telah melayangkan teguran, baik secara lisan maupun tertulis, kepada manajemen kedua pihak. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut.
“Kami sudah memberikan teguran, baik tertulis maupun lisan. Tapi sampai hari ini belum ada tindakan. Limbah masih dibuang ke sungai,” kata Hardi.
Ia juga mengaku telah meminta hasil uji laboratorium terkait kualitas limbah dari pihak hotel. Namun permintaan tersebut belum dipenuhi.
“Kami sudah minta hasil uji laboratorium untuk memastikan limbah itu tidak berdampak. Tapi sampai sekarang belum ada hasil yang diberikan, baik dari Santika maupun Botani Square,” ujarnya.
Hardi menambahkan, dampak yang dirasakan warga antara lain bau tidak sedap serta perubahan kondisi air sungai.
Ia juga menyoroti ukuran pipa pembuangan milik Botani Square yang dinilai cukup besar dan diduga memengaruhi debit air.
“Dampaknya bau, dan kondisi air berubah. Pipa dari Botani juga besar sekali,” pungkasnya.
** Fredy Kristianto


