34.9 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 6

MBG Tidak Peduli Komoditi Lokal

0

Cisarua | Jurnal Bogor – Sebagian Dapur Makan Bergizi Gratis( MBG) yang ada di wilayah Kecamatan Cisarua, Megamendung dan Ciawi kebutuhan hingga kini masih banyak yang tidak mengakomodir terhadap hasil pertanian dan peternakan dari warga sekitar. Mereka membeli kebutuha mulai dari sayur, telor dan kebutuhan lainnya belanja dari luar wilayah. Hal ini menjadikan kecemburuan dari para petani dan peternakan.

Penelusuran Jurnal Bogor di Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, dimana di desa tersebut terdapat 3 dapur MBG, dua dapur masih membeli kebutuhannya dari luar wilayah. Bahkan, peternakan ayam telur yang ada di desa itu tidak bisa menjual hasil telurnya ke dua dapur MBG itu.

Seperti yat dikatakan Indra, pengelolaan program ketahanan pangan yang bergerak dipeternakan ayam petelur, mengeluhkan terhadap dua dapur MBG itu.

“Ada 3 dapur MBG di Desa Citeko, hanya satu dapur yang mau peduli terhadap hasil petani dan peternakan warga setempat. Sementara dus dapur nya lagi, disaat kami tawari telur mereka menolak. Hal ini sungguh disayangkan. Padahal peternakan ayam petelur kita ini merupakan ternak program ketahanan pangan di desa ini, ” tuturnya, Kamis (30/7/2026).

Hal serupa dialami sebagian petani yang ada di kecamatan Megamendung. Mereka menjual hasil pertaniannya tetap ke pasar tradisional. “Kita hanya mendengarnya saja, dapur MBG harus mengakomodir hasil dari petani setempat. Namun kenyataannya jauh panggang dari api. Saat kita tawarkan hasil pertanian kita, mereka cuek, ” imbuh Kardi.

Adanya hal tersebut, cukup mengundang reaksi dari para pengamat program presiden ini, Burhanudin ( 55) warga Cisarua mengatakan, setiap dapur MBG seharusnya membeli hasil pertanian atau peternakan dari warga sekitar.

“Dalam aturannya, setiap dapur MBG itu harus menggunakan hasil dari pertanian juga peternakan dari warga setempat. Ini bertujuan untuk mensejahterakan para petani sekitar. Jika ada dapur MBG menolak komoditi hasil warga setempat, itu sudah terjadi pelanggaran, ” pungkasnya. Dadang Supriatna.

Jasa Servis Meningkat, Handjaya Optimistis Tumbuh di Era Digital

0

Bogor | Jurnal Bogor
Di tengah pesatnya transformasi digital, sektor usaha di bidang jasa servis komputer, laptop, dan printer menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Salah satu pelaku usaha yang bergerak di bidang ini adalah Handjaya Computer yang mengusung tagline “Handal Jaminan terpercaya”.

Handjaya Computer di Plaza jambu 2 Bogor Lantai LG Blok B4 No.8 (Area Belakang) menjadi contoh UMKM lokal yang mampu menangkap peluang dari meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap perangkat teknologi. Baik pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran hingga pelaku UMKM kini menjadikan komputer dan laptop sebagai kebutuhan utama dalam bekerja dan belajar.

Handjaya menawarkan jasa perbaikan untuk komputer, laptop, dan printer dengan 4 nilai utama: Cepat dan Tepat, Berkualitas dan Terpercaya, Garansi Service, dan Puas di Hati. Keempat poin ini dinilai relevan dengan kebutuhan konsumen yang menginginkan solusi perbaikan cepat, hasil berkualitas, dan ada jaminan purnaservis.

“Kepercayaan adalah modal utama di bisnis jasa. Konsumen sekarang tidak hanya cari murah, tapi juga cari yang bergaransi dan hasilnya memuaskan. Kepuasan pelanggan yang utama,” ungkap Handi, pemilik Handjaya Computer, Kamis (30/072026).

Data dari Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa UMKM sektor jasa dan perdagangan masih mendominasi kontribusi terhadap PDB nasional. Di era digital, permintaan jasa perbaikan perangkat ikut naik seiring tingginya volume penjualan laptop dan printer dalam 3 tahun terakhir.

Analis ekonomi menyebut, bisnis servis memiliki daya tahan tinggi karena bersifat kebutuhan, bukan keinginan. Ketika perangkat rusak, konsumen pasti akan mencari jasa perbaikan.

“Usaha seperti Handjaya ini penting untuk ekosistem ekonomi digital di daerah. Selain membantu memperpanjang usia pakai perangkat, juga menyerap tenaga kerja teknisi lokal dan menekan pemborosan karena tidak harus selalu beli baru,” jelas pengamat UMKM Hermawan.

Salah satu pembeda Handjaya  dengan kompetitor adalah pemberian garansi servis. Kebijakan ini dinilai efektif untuk membangun loyalitas pelanggan. Konsumen merasa lebih aman karena ada jaminan jika kerusakan yang sama terulang dalam periode tertentu.

Selain itu, penekanan pada “Cepat dan Tepat” juga menjawab keluhan umum konsumen terhadap lama waktu perbaikan. Dengan efisiensi waktu, pelaku usaha dan pelajar tidak perlu menunggu lama untuk kembali beraktivitas.

Pertumbuhan UMKM jasa seperti Handjaya  sejalan dengan target pemerintah dalam memperkuat ekonomi digital dan ekonomi kreatif hingga 2027. Pemerintah terus mendorong UMKM naik kelas melalui pelatihan, akses pembiayaan, dan digitalisasi pemasaran.

Handjaya sendiri saat ini mulai memanfaatkan media sosial untuk promosi dan membangun komunikasi dengan pelanggan. Strategi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar hingga ke luar wilayah Bogor.

Dengan komitmen pada kualitas dan kepercayaan, Handjaya optimis dapat terus berkembang dan menjadi rujukan utama masyarakat untuk solusi perbaikan perangkat teknologi.

(Wawan Hermawanto)

Jadi Ancaman Non Militer, Juhana Sosialisasikan Perda Penyimpangan Seksual

0

Bogor | Jurnal Bogor

Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi Partai Golkar, Juhana, menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual di Aula Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Rabu (29/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga dari berbagai kelurahan di wilayah Kecamatan Bogor Utara.
Dalam kesempatan itu, Juhana menegaskan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap isi perda sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga dan melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang dinilai dapat mengancam kehidupan sosial.

Menurut Juhana, fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) merupakan persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Ia berpendapat bahwa LGBT merupakan ancaman nonmiliter yang berpotensi merusak generasi bangsa apabila tidak diantisipasi melalui edukasi dan penguatan nilai-nilai dalam keluarga serta masyarakat.

“Melalui sosialisasi perda ini, kami ingin masyarakat memahami pentingnya peran keluarga, lingkungan, dan pemerintah dalam mencegah perilaku penyimpangan seksual. Edukasi harus terus dilakukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang utuh mengenai dampak yang dapat ditimbulkan,” ujar Juhana.

Ia menambahkan, penyebarluasan informasi mengenai Perda Nomor 10 Tahun 2021 menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga moral dan karakter generasi muda.

Juhana berharap masyarakat tidak hanya memahami substansi perda, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak serta remaja.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdialog dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait implementasi Perda Nomor 10 Tahun 2021 di tengah kehidupan masyarakat.

** Fredy Kristianto

Kampoong Ecopreneur Buka Jalan Petani Leuwisadeng Tembus Pasar Ekspor

0

Bogor | Jurnal Bogor- Petani di Desa Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, mulai mengembangkan budidaya ubi ungu berorientasi ekspor melalui program pemberdayaan yang diinisiasi Kampoong Ecopreneur bersama DT Peduli dan IPB University. Program ini menargetkan pasar Malaysia dan Singapura serta diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui pendampingan terpadu dari hulu hingga hilir.

Program diawali dengan pembukaan lahan seluas 1,5 hektare yang melibatkan 10 petani binaan. Selain mendapat kepastian pasar melalui kontrak dengan pembeli luar negeri, petani juga memperoleh dukungan modal, pendampingan teknis sesuai standar ekspor, serta penguatan kelembagaan kelompok tani.

Ketua Kampoong Ecopreneur, Sofie Beatrix, mengatakan program ini dirancang untuk membantu petani menghasilkan komoditas bernilai tinggi yang memiliki daya saing di pasar internasional.

“Minggu ini kita mulai buka lahan, sejumlah petani kita libatkan untuk bersama-sama menanam ubi ungu ini. Hasilnya nanti kita ekspor ke Malaysia dan Singapura,” ujar Sofie di Leuwisadeng, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, program yang berlangsung sepanjang 2026–2027 ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, baik secara ekonomi maupun spiritual.

Untuk memastikan hasil panen memenuhi standar ekspor, Kampoong Ecopreneur menggandeng IPB University sebagai mitra pendamping teknis. Para petani akan dibimbing mulai dari proses budidaya, penanganan pascapanen, hingga persiapan pengiriman hasil panen ke luar negeri.

Selain itu, kegiatan assessment lahan dan petani yang dilakukan menjadi dasar penyusunan indikator keberhasilan program. Tahapan selanjutnya meliputi pelatihan budidaya, pendampingan pascapanen, hingga pengiriman panen perdana sesuai kontrak dengan buyer.

Salah seorang petani binaan, Saepuloh, mengaku optimistis mengikuti program tersebut.

“Alhamdulillah ternyata kita dibimbing, punya harapan dan penghasilan tambahan. Saya senang karena dapat ilmu untuk mengolah lahan,” ujarnya. Yudi

Disambut dengan Iket Adat, KTH Ciguha River Salurkan Sembako dan Uang untuk Korban Kebakaran Cisolok

0

Sukabumi | Jurnal Bogor
Rasa kepedulian terhadap sesama terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh Keluarga Besar Kelompok Tani Hutan (KTH) Ciguha River. Mereka menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako dan uang tunai kepada para korban kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (29/7/2026).

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua KTH Ciguha River, H. Willy Suhendi, bertolak dari Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 07.30 WIB. Misi kemanusiaan ini turut dihadiri Wakil Ketua KTH Ciguha River Pepeng Supendi, unsur Forkopimcam Nanggung, tokoh masyarakat, serta jajaran TNI dan Polri, di antaranya Danramil Nanggung Kapten Cba Syahril dan perwakilan Polsek Nanggung.

Setelah menempuh perjalanan lintas kabupaten selama beberapa jam, rombongan tiba di lokasi pengungsian sekitar pukul 15.00 WIB. Kedatangan mereka disambut hangat oleh masyarakat adat beserta Ketua Adat Kasepuhan Ciptamulya, E. Suhendri Wijaya yang akrab disapa Abah Hendrik. Sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu, rombongan KTH Ciguha River dikenakan iket adat secara simbolis sebelum memasuki kawasan kasepuhan.

Bantuan yang diserahkan secara langsung kepada Abah Hendrik tersebut akan didistribusikan oleh lembaga adat kepada warga yang membutuhkan. Tidak hanya menyerahkan bantuan, H. Willy Suhendi beserta rombongan juga menyempatkan diri meninjau kondisi para pengungsi di tenda-tenda darurat serta mengunjungi dapur umum yang menjadi pusat penyediaan makanan bagi para penyintas selama masa tanggap darurat. Di kawasan perbukitan tersebut, rombongan pun menyaksikan langsung puing-puing bangunan yang hangus terbakar, menggambarkan betapa dahsyatnya musibah yang menimpa warga adat setempat.

Wakil Ketua KTH Ciguha River, Pepeng Supendi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud bakti sosial dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi cobaan.

“Kami menyalurkan bantuan paket sembako dan lainnya. Semoga bantuan kami bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Pepeng.

Ia pun berharap agar masyarakat terdampak tetap tabah dan kuat menghadapi ujian ini. Menurutnya, sinergi dan dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.

“Semoga masyarakat Ciptamulya sabar dalam menghadapi musibah ini. Insyaallah akan ada solusi terbaik untuk masyarakat di sini,” pungkasnya.

(Rahman Amang)

Jelang Agustusan, Usaha Kaos Sablon Diminati Pemesan Custom

0

Nanggung | Jurnal Bogor
‎‎Menjelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81 2026  pengrajin kaos sablon mengalami lonjakan pesanan. Banyaknya permintaan kaos sablon dari berbagai kalangan untuk persiapan perayaan Agustusan dan sebagian besar pesanan custom.‎

‎Heru Rusdiana alias Agil, pengrajin kaos sablon asal Kampung Pasirgintung RT 03 RW 04 Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor yang sudah bertahun-tahun sebagai pelaku usaha rumahan sablon kaos  menyebut, bertambahnya omzet dirasakan mendekati perayaan Agustusan.‎

‎Semakin banyaknya permintaan konsumen akan kaos sablon, diakui Agil  ditambah adanya bantuan permodalan yang digulirkan dari Cabang  Bank BRI Cigudeg pada program Kredit Usaha Rakyat atau KUR, baginya kehadiran Bank BRI telah memberikan dampak positif dalam membantu kelancaran usaha yang telah  digelutinya.‎

‎”Kami sangat terbantu program KUR dari Bank BRI,” kata Agil kepada Jurnal Bogor, Rabu (29/7/2026).‎

‎Dia menjelaskan, permintaan kaos sablon jelang HUT RI ke- 81 seperti kaos tim futsal atau motif kaos lainnya yang didesain dan dikemas dengan tema HUT Kemerdekaan Indonesia.‎

‎”Untuk hari-hari  biasa pemesan kaos sablon ada saja, namun tak seramai di momen HUT RI,” tandasnya.‎

‎Tak hanya masyarakat biasa yang datang untuk memesan kaos sablon hasil buatannya, termasuk para pewarta atau wartawan banyak juga untuk dibuatkan kaos sablon tersebut.‎

‎Sementara pemesan kaos sablon di lingkup Pemerintah Desa Batutulis Idrus yang datang langsung ke tempat pengrajin dimana kaos sablon itu dibuat mengaku memesan kaos tersebut untuk mendukung dan mensupport hasil karya masyarakatnya.‎

‎Pengrajin kaos sablon yang ada di Batutulis, menurutnya, harus didukung agar usaha masyarakat bisa tumbuh dan berkembang.‎

‎”Semoga usaha ini bisa tumbuh besar hingga berkembang secara  mandiri,” pungkasnya.
(Arip Ekon)

Gudang Rongsok Terbakar, SMK Gumati Soroti Risiko Lingkungan dan Gangguan Belajar

0

Bogor | Jurnal Bogor
Sebuah gudang rongsokan di Jalan Pakuan Indah, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, terbakar pada Rabu (29/7/2026). Kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik dan menjadi sorotan karena lokasi kebakaran berdekatan dengan SMK Gumati Mulya Kota Bogor.

Kebakaran terjadi begitu cepat. Api langsung membesar karena material di lokasi didominasi barang bekas yang mudah terbakar. Selain itu, terdapat limbah yang diduga termasuk kategori bahan berbahaya dan beracun (B3), sehingga petugas berupaya mencegah api merembet ke bangunan di sekitarnya.

Gudang rongsokan berdekatan dengan sekolah SMK Gumati Mulya yang terganggu dengan bau tak sedap hingga mengganggu kenyamanan belajar.

Sebanyak 7 unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit ambulans dikerahkan ke lokasi. Seorang pekerja lapak rongsok dilaporkan menjadi korban dan telah mendapat penanganan dari petugas terkait.

Hingga berita ini ditulis, petugas Damkar Kota Bogor masih melakukan proses pendinginan dan pemadaman untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Peristiwa tersebut juga berdampak pada aktivitas belajar mengajar di SMK Gumati Mulya. Pasokan listrik sempat terganggu, sementara kepulan asap dari lokasi kebakaran mengganggu kegiatan sekolah.

Kepala SMK Gumati Mulya Kota Bogor, Siti Asih Wardhani, mengatakan kebakaran ini kembali mengingatkan adanya persoalan lingkungan yang selama ini dirasakan pihak sekolah.

“Selain musibah kebakaran, kami setiap hari juga merasakan dampak keberadaan lapak-lapak rongsok di sekitar sekolah. Bau tidak sedap kerap tercium saat proses belajar mengajar berlangsung sehingga mengganggu kenyamanan warga sekolah,” ujarnya.

Menurut Siti Asih, keberadaan lapak rongsok yang berdampingan dengan lingkungan pendidikan perlu menjadi perhatian pemerintah. Ia berharap instansi terkait melakukan penataan dan mencari solusi yang mengakomodasi kepentingan masyarakat sekaligus menjamin keamanan serta kenyamanan kegiatan pendidikan.

“Kami berharap ada penyelesaian yang baik dari dinas terkait. Sekolah dan lapak rongsok berdampingan, sehingga aspek keselamatan, kesehatan lingkungan, dan kenyamanan belajar perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.

(Zr/Wan)

Kolaborasi PT PMC dan Warga Sukajaya Bangun Agrowisata Berbasis Hortikultura

0

Tamansari – Membangun peningkatan ekonomi kelompok tani (Poktan) PT Prima Mustika Chandra (PMC) kolaborasi bersama warga Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor. guna sosialisasi program Holtikultura dan Desa Wisata menjadikan Desa maju sejaterah.

Pemanfaatan dalam program Holtikultura tersebut dihadiri oleh Jenderal Manejer Oprasional (JMO), Kasie Ekbang Kecamatan Tamansari, ratusan warga dan tokoh masyarakat yang digelar di Aula Desa Sukajaya, pada Rabu (29/7/2026).

Dalam agenda program Holtikultura, Yongky menjelaskan bahwa langkah ini diambil menyusul aturan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di wilayah Sukajaya yang menetapkannya sebagai zona hortikultura yang sudah disesuaikan dengan aturan.

“Kawasan ini dilarang untuk pengembangan properti atau bangunan komersial yang masif, seperti Desa Sukajaya dan Desa Sukaluyu ini murni non-komersial dalam bentuk perumahan masif karena wilayah ini masuk dalam zona hortikultura dan wisata,” kata Yongky Manejer Oprasionl PT PMC.

Berangkat dari aturan tata ruang. Yongky menyebut, perusahaan memutuskan untuk memberdayakan masyarakat yang sudah ada untuk membangun destinasi agrowisata berbasis hortikultura untuk mendukung keberlanjutan oprasional.

“Area tersebut akan dikembangkan menjadi destinasi wisata berbayar yang menarik kunjungan wisatawan. Pendapatan dari para pengunjung nantinya akan dialokasikan kembali untuk membiayai operasional kawasan penanaman hortikultura tersebut,” ujarnya

Melalui skema ini, lanjut Yongky, potensi pertanian warga yang sudah berjalan di lapangan akan dioptimalkan dan dikemas menjadi daya tarik wisata.

“Pihak manajemen PT PMC memastikan akan memprioritaskan warga dan petani lokal di semua level pekerjaan dalam operasional agrowisata ini, mulai dari petani penggarap, pemandu wisata, staf kantor, hingga sektor kuliner, sepanjang memenuhi kapasitas yang dibutuhkan,” tegasny.

Selain itu, Yongky mengatakan, dari kelompok-kelompok tani penggarap juga sudah mulai dibentuk untuk mematangkan konsep di lapangan.

“Mengimbau kepada warga sekitar, agar tidak terpengaruh oleh isu-isu miring yang beredar di luar, terkait pemanfaatan lahan ini,” tegasnya.

Program kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan ketenangan, kejelasan informasi, serta dampak ekonomi nyata bagi masyarakat di Kecamatan Tamansari. Yudi

Belum Diganti Rugi, Lahan Warga Terdampak R3 Dibuldoser

0

Bogor | Jurnal Bogor

Proses pembangunan lanjutan Jalan Regional Ring Road (R3) di Kota Bogor kembali menuai polemik. Kuasa hukum pemilik lahan, Dwi Arsywendo, menuding pelaksana proyek PT Ramajaya tetap melakukan pekerjaan cut and fill di atas lahan milik kliennya, Sopandi, meski telah diingatkan bahwa proses ganti kerugian atas bidang tanah tersebut belum pernah diselesaikan.

Dwi Arsywendo mengatakan, persoalan itu telah disampaikan kepada pemerintah dan pihak pelaksana proyek saat sosialisasi pembangunan yang digelar di Aula Kelurahan Katulampa pada Kamis (23/7/2026). Dalam forum tersebut, pihaknya telah menegaskan bahwa terdapat sebagian lahan milik Sopandi yang hingga kini belum memperoleh penyelesaian ganti kerugian.

“Pada saat sosialisasi kami sudah menyampaikan bahwa ada bagian lahan milik Pak Sopandi yang belum diselesaikan ganti kerugiannya. Namun, pelaksana proyek tetap melakukan proses cut and fill di atas lahan tersebut,” kata Dwi.

Ia mengaku memperoleh informasi bahwa pembayaran ganti kerugian atas bidang tanah tersebut justru telah dilakukan kepada pemilik tanah asal, H. Tamim. Padahal, menurut Dwi, kliennya telah membeli lahan tersebut dari H. Tamim jauh sebelum proses pembebasan lahan Jalan R3 berlangsung pada 2012.

Menurutnya, kondisi itu menunjukkan adanya kelalaian dalam pendataan administrasi lahan yang menjadi objek pengadaan tanah proyek Jalan R3.

“Seharusnya pemerintah memahami bahwa apabila sudah terjadi transaksi jual beli kepada pihak lain, data kepemilikan juga harus diperbarui. Kenapa masih didata atas nama pemilik asal? Kami mempertanyakan apakah ada oknum yang sengaja mempermainkan data tersebut,” ujarnya.

Dwi menegaskan, akibat pekerjaan proyek tersebut, kliennya mengalami kerugian nyata. Selain lahan telah dibuldoser, patok batas kepemilikan tanah milik Sopandi juga disebut telah hilang.

Atas peristiwa tersebut, pihaknya memastikan akan menempuh jalur hukum. Menurut Dwi, tindakan pembukaan lahan yang dilakukan tanpa penyelesaian hak atas tanah berpotensi memenuhi unsur tindak pidana perusakan.

“Kami akan membawa persoalan ini ke jalur hukum. Lahan klien kami sudah dibuldoser hingga patok batas lahannya hilang. Kami menilai ada kerugian yang nyata dan persoalan ini harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Bogor maupun pihak pelaksana proyek PT Ramajaya terkait tudingan tersebut.

** Fredy Kristianto

Panitia Pastikan Musda Golkar Berjalan Demokratis

0

Bogor | Jurnal Bogor

DPD Partai Golkar Kota Bogor memastikan Musyawarah Daerah (Musda) XI akan digelar pada Jumat, 31 Juli 2026, di Braja Mustika, Jalan Dr. Sumeru, Kota Bogor. Musda tersebut merupakan tindak lanjut arahan DPD Partai Golkar Jawa Barat dalam rangka percepatan konsolidasi organisasi di seluruh kabupaten dan kota.

Ketua Penyelenggara Musda XI DPD Partai Golkar Kota Bogor, Eka Wardhana, mengatakan pelaksanaan Musda merupakan hasil tindak lanjut rapat koordinasi DPD Partai Golkar Jawa Barat yang memberikan mandat kepada seluruh DPD kabupaten/kota untuk segera menyelenggarakan musyawarah daerah.

Menurut Eka, DPD Partai Golkar Jawa Barat menargetkan seluruh Musda kabupaten/kota rampung paling lambat 31 Agustus 2026. Selanjutnya, kepengurusan baru diwajibkan melaksanakan Musyawarah Kecamatan (Muscam) hingga Oktober dan dilanjutkan Musyawarah Kelurahan (Muskel) sampai Desember 2026 sebagai bagian dari penguatan struktur partai.

“Seluruh tahapan konsolidasi dari tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan ditargetkan selesai pada Desember mendatang. Karena itu kami langsung menindaklanjuti arahan dari DPD Partai Golkar Jawa Barat untuk mempersiapkan Musda Kota Bogor,” ujar Eka kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan Musda akan diawali dengan silaturahmi kader Partai Golkar pada pukul 09.00 WIB, kemudian dilanjutkan sidang Musda mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Sementara itu, panitia juga telah membuka tahapan penjaringan bakal calon ketua sejak Selasa (28/7/2026) pukul 01.00 WIB dan akan ditutup pada Kamis (30/7/2026) pukul 20.00 WIB. Menurut Eka, waktu yang diberikan dinilai cukup bagi para kader yang berminat untuk melengkapi seluruh persyaratan pencalonan.

“Semua persyaratan calon ketua mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar serta petunjuk organisasi yang berlaku. Ketentuannya sama dan berlaku bagi seluruh bakal calon tanpa pengecualian,” tegasnya.

Eka berharap seluruh rangkaian Musda XI DPD Partai Golkar Kota Bogor dapat berlangsung demokratis, tertib, dan sesuai mekanisme organisasi, sehingga menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperkuat konsolidasi Partai Golkar Kota Bogor dalam menghadapi agenda politik ke depan.