26.7 C
Bogor
Thursday, September 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 6

Pemkot Bogor Raih Penghargaan Implementasi Program 3 Juta Rumah dari Kemendagri dan Kementerian PKP

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapatkan penghargaan Terbaik Pertama tingkat Kota dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi Kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah melalui program bantuan pemerintah pada pelaksanaan bedah rumah

Program bedah rumah di Kota Bogor ini diakselerasi dengan berbagai program bantuan pemerintah, termasuk melalui alternatif pembiayaan dengan melibatkan CSR dari pihak swasta.

Penghargaan ini diterima oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dalam kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II yang dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian di Bali, Jumat (28/8/2026).

Pada sesi wawancara bersama Tempo, Dedie Rachim menyampaikan bahwa Pemkot Bogor sudah memiliki program bantuan perumahan bagi masyarakat kurang mampu melalui hunian vertikal berupa rumah susun sewa (Rusunawa) yang dapat menampung 300 kepala keluarga di dua lokasi, yakni wilayah Menteng, Kecamatan Bogor Barat, dan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara.

“Dua Rusunawa ini memang sangat membantu kita dan sangat sejalan dengan apa yang dicanangkan pemerintah pusat, bahwa kebutuhan perumahan untuk masyarakat kalau tidak dibantu, diakselerasi oleh pemerintah tentu masyarakat yang menengah ke bawah akan merasa kesulitan untuk memiliki rumah sendiri, ya. Tetapi dengan model sewa, ya ini juga kelihatannya cukup baik dan respon masyarakat positif,” ungkap Dedie Rachim.

Di samping Rusunawa, Pemkot Bogor pada periode 2019 hingga 2024 juga memiliki program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sudah memperbaiki 26.000 rumah.

Program perbaikan rumah ini pada tahun 2025 hingga 2026 tetap dilanjutkan dan ditingkatkan melalui data dari pihak wilayah serta Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor.

Tak hanya RTLH, Dedie Rachim juga meningkatkan program dengan konsep bedah rumah. Jika bantuan RTLH hanya sebesar Rp7 juta hingga Rp11 juta, maka program perbaikan rumah melalui bedah rumah memiliki anggaran yang dialokasikan sebesar Rp100 juta, sehingga penanganannya lebih komprehensif.

“Dengan program Bedah Rumah, Insyaallah akan lebih sempurna, baik dari pencahayaannya, kemudian sirkulasi udaranya, kemudian juga dari kualitas bangunannya. Jadi memang tentu ini perlu masukan dari masyarakat dan aktifnya pemerintah daerah, terutama di tingkat kelurahan bersama RT/RW untuk tadi, betul-betul bisa memetakan siapa yang membutuhkan supaya tepat sasaran,” ujarnya.

Sebab, lanjut Dedie Rachim, dalam program ini yang berhak menerima bantuan adalah masyarakat yang berada pada kategori desil 1 hingga 5 dan memiliki alas hak yang jelas.
Dedie Rachim meyakini bahwa peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan melalui berbagai program keberlanjutan dari kepemimpinan terdahulu yang terus diperbaiki sesuai kebutuhan zaman.

Untuk itu, dalam program bantuan rumah ini pihaknya juga sepakat bahwa berbagai program yang sudah baik perlu dilanjutkan dan ditingkatkan.

“Jadi artinya memang konsistensi pemerintah untuk terus memastikan bahwa masyarakat Kota Bogor atau masyarakat di kabupaten/kota ini mendapatkan perhatian dari kepala daerah,” ungkapnya.

Di samping program yang sudah berjalan dan sedang disiapkan, saat ini Pemkot Bogor juga sudah menyiapkan empat titik lokasi yang diajukan kepada Kementerian PKP melalui bantuan dari Kemendagri untuk dibangunkan hunian vertikal bagi masyarakat.

“Nah, kalau kemudian ini terbangun, maka paling tidak target dari pemenuhan 3 juta rumah bagi masyarakat Indonesia dari Kota Bogor juga semakin dapat dirasakan oleh masyarakat. Jadi mohon bersabar karena pemerintah masih terus bekerja,” ujarnya.

Untuk tahun 2025, Pemkot Bogor telah merealisasikan bantuan sosial RTLH BST dan BSTT kepada 2.122 rumah, dengan rincian sebanyak 257 rumah berada di kawasan kumuh dan 1.856 rumah di kawasan luar kumuh.

Sementara itu, pada 2026, RTLH sebanyak 1.138 unit dengan rincian 216 unit di kawasan kumuh, 922 unit di luar kawasan kumuh, serta 6 unit melalui program bedah rumah.
Sedangkan, melalui alternatif pembiayaan CSR Buddha Tzu Chi pada tahun 2026 sebanyak 204 unit rumah.

Dengan capaian ini, Dedie Rachim menyampaikan rasa syukur atas berbagai langkah Pemkot Bogor yang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat melalui Kemendagri dan Kementerian PKP.

“Ini merupakan penyemangat bagi kita Pemkot Bogor dan khususnya kami ucapkan apresiasi dan terima kasih kepada dinas-dinas terkait dan para pimpinan perangkat daerah serta seluruh masyarakat Kota Bogor yang telah mendukung langkah Pemkot dalam melaksanakan berbagai program,” ujarnya.

Penataan Puncak, 79 Bangunan Cisarua Disegel

0

Cisarua | Jurnal Bogor – Penataan kawasan Puncak, khususnya wilayah Cisarua dan Megamendung, terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Salah satunya melalui penertiban bangunan yang terbukti melanggar aturan.

Senin (31/8/2026), sebanyak 79 unit bangunan yang terdiri dari warung kelontong, kios, dan bangunan ruko di Jalan Gapura, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, disegel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor bersama petugas Trantib Kecamatan Cisarua.

Penyegelan terhadap seluruh bangunan yang digunakan sebagai tempat usaha tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan kawasan dan normalisasi jalan agar arus lalu lintas dapat berjalan lebih lancar.

Yudi Iskandar, petugas Satpol PP Kabupaten Bogor bidang penyegelan, mengatakan, bangunan yang disegel telah terbukti melakukan pelanggaran. Sebelum penyegelan dilakukan, pihaknya telah memberikan surat teguran sesuai prosedur, mulai dari teguran pertama hingga teguran ketiga.

“Langkah yang kita lakukan hari ini adalah penyegelan terhadap 79 unit bangunan yang terbukti melanggar. Sebelum dilakukan penyegelan ini, sesuai prosedur kita sudah memberikan surat teguran mulai dari teguran pertama hingga teguran ketiga,” ujar Yudi, Senin (31/8/2026).

Selama proses pemberian surat teguran, petugas juga meminta pemilik bangunan untuk melakukan pembongkaran secara mandiri. Dari hasil pemantauan di lapangan, sejumlah pemilik toko telah melakukan pembongkaran.

Menurut Yudi, pembongkaran secara mandiri diharapkan dapat mengurangi potensi kerugian bagi para pemilik bangunan.

“Kita apresiasi bagi mereka yang sudah melakukan pembongkaran sendiri. Dan bagi mereka yang membangkang, mau tidak mau akan dilakukan pembongkaran secara paksa,” tegasnya.

Yudi menambahkan, setelah proses penyegelan dilakukan, pihaknya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Bupati Bogor. Penertiban tersebut merupakan bagian dari program penataan kawasan Puncak.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cisarua, Nur Indrawan, mengatakan penataan kawasan tidak hanya menyasar bangunan, tetapi juga fungsi badan jalan dan drainase.

“Semuanya akan difungsikan sesuai peruntukannya. Mulai dari badan jalan tidak boleh dipakai untuk parkir liar, begitu juga drainase harus berfungsi dengan baik. Saluran drainase tidak boleh ditutupi oleh sampah dan material lainnya,” katanya.

Menurutnya, kondisi drainase yang tidak berfungsi dengan baik dapat menimbulkan persoalan ketika hujan turun. Karena itu, penataan kawasan membutuhkan peran petugas dan instansi terkait sesuai bidangnya masing-masing.

Selama kegiatan penyegelan berlangsung, petugas Satpol PP yang didampingi UPT Tata Bangunan Ciawi berjalan dengan lancar dan kondusif. Dadang Supriatna

Kades Cigudeg: Kesampingkan Ego, Bangun Komunikasi

0

‎‎Cigudeg l Jurnal Bogor
‎Kepala Desa Cigudeg H.Andi Supriadi memiliki pandangan yang bijak perihal tugasnya sebagai kepala desa. Dia mampu mengesampingkan ego dan membangun komunikasi demi terciptanya Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor yang kondusif. Selain itu juga membuka ruang diskusi melalui bermusyawarah yang menjadi jalan terbaik  dalam mengambil keputusan.

‎”Kita harus saling menghargai perbedaan. Sebagai orang timur, karena  musyawarah bagian budaya identitas yang luhur,” kata dia.

‎‎Menurut Kades Supriadi atau yang akrab dipanggil Bram,  berbeda pandangan atau pendapat itu hal wajar. Tanpa menyela atau ego pribadi, tentu kita harus menghargai perbedaan atau pendapat orang lain.

‎”‎Tentu jangan alergi dengan kritik, sepanjang tidak menyerang personal. Karena kritik itu bentuk berdemokrasi untuk membangun. ‎Kesampingkan egosentris. Fokus  apa yang disampaikan , akan tetapi bukan sibuk menyiapkan bantahan atau kalimat yang mengarah  personal,” jelasnya.

‎‎Sebab itu, lembaga desa kata dia, memiliki peranan penting untuk menyerap aspirasi sesuai potensi desa. Tak hanya itu, Pemerintah Desa selain mengurus secara administrasi juga menyiapkan dan menyusun beragam  program  teknis maupun nonteknis.

‎‎Termasuk persiapan dengan dibuatnya Rencana pembangunan jangka menengah Desa atau  RPJMDes. “‎Membuka ruang dialog perbedaan pendapat bukan untuk memenangkan suatu argumen, akan tetapi tujuan  untuk membuka jalan dengan runtut alasan dengan rincian pemaparan,” tandasnya.

(Arip Ekon)

Garesi FC Juara Pordes Cup Bantarkaret 2026

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Garesi FC asal Kampung Sidempok berhasil menjuarai turnamen Pordes Cup Bantarkaret 2026 setelah mengalahkan Aremci FC 1-0 pada partai final yang digelar di Lapangan GBK, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2026).

Laga puncak turnamen antar kampung itu berlangsung sengit dan meriah. Ribuan penonton dari berbagai wilayah memadati area stadion untuk menyaksikan langsung perebutan gelar juara.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan. Atmosfer pertandingan semakin hidup dengan dukungan penuh dari suporter kedua tim yang hadir di tribun dan sisi lapangan.

Sekretaris Desa Bantarkaret, H. Sastra, mengucapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Pordes Cup 2026. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh unsur Muspika Kecamatan Nanggung yang telah mendukung penuh kegiatan tersebut.

“Peran aparat keamanan, khususnya jajaran Polsek dan Koramil Nanggung, serta seluruh unsur Muspika sangat membantu kelancaran turnamen sejak awal hingga final,” ujar H. Sastra.

H. Sastra menilai Pordes Cup Bantarkaret tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga.

“Ramainya penonton di setiap pertandingan membuat para pedagang dan pelaku UMKM mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat di sekitar lapangan,” jelasnya.

Pemerintah Desa Bantarkaret berkomitmen menjadikan Pordes Cup sebagai agenda tahunan yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus wadah pembinaan generasi muda.

“Kami berharap turnamen ini dapat kembali digelar pada tahun 2027 apabila tidak terdapat kendala,” kata H. Sastra.

Melalui turnamen seperti Pordes Cup, ia berharap dapat muncul bibit-bibit pesepak bola potensial dari Desa Bantarkaret dan sekitarnya yang mampu berkembang hingga ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

Keberhasilan Garesi FC sebagai juara Pordes Cup Bantarkaret 2026 sekaligus menutup rangkaian turnamen yang berlangsung meriah dengan antusiasme besar dari masyarakat Kecamatan Nanggung dan sekitarnya.

(Rahman Amang
)

Maulid Nabi di MIN 1 Bogor Tanamkan Kecintaan Kepada Rasulullah

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor
MIN 1 Bogor Leuwisadeng Kabupaten Bogor menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (28/8/2026). Peringatan Maulid Nabi diikuti sejumlah murid, tenaga pendidik, wali murid hingga unsur komite sekolah.‎

‎‎Pada Maulid Nabi tersebut juga dibacakan Mahalul Qiyam mengiringi suasana khidmat sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Sebelumnya dilakukan pPembiasaan shalat Dhuha mengawali jalannya acara sekaligus upaya menanamkan nilai religius kepada murid.‎

Suasana Mauliad Nabi di MIN 1 Bogor

‎Kreativitas siswa ditampilkan pada peringatan Maulid Nabi yang bukan sekadar seremonial, tetapi menjadikan momentum penting bagi seluruh siswa untuk mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.‎

‎”Anak-anak agar bisa meneladani akhlak Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari hari,” ujar Kepala MIN 1 Bogor Ating M.Pd.i.‎

‎‎Menurutnya, keteladanan Nabi Muhammad SAW sangat relevan untuk diterapkan terhadap para siswa, terutama dalam membentuk karakter yang santun, jujur, disiplin dan bertanggung jawab.‎

‎”‎Tentunya  menghormati guru dan kedua orang tua,” tandasnya.‎

‎pada kesempatan itu, Ketua Komite MIN 1 Bogor H. Didin Hapidudin yang juga sebagai Kepala Desa Sibanteng mengapresiasi semaraknya  Maulid Nabi yang menjadi sarana untuk mempererat dan silaturahmi yang menjadi bagian keluarga besar MIN 1 Bogor.‎

“‎Kegiatan keagamaan seperti  Maulid Nabi diharapkan untuk terus dilaksanakan dan memberikan dampak positif bagi  pembentukan karakter peserta didik,” tukasnya.

(Arip Ekon)

Perkuat Kemampuan, Pesilat PSHT Bogor Barat Latihan Bersama di Cijeruk

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
‎‎Bertempat di area Pondok Pesantren Siti Dhumillah Cijeruk, Kabupaten Bogor puluhan pesilat Persatuan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Bogor Barat dan  Selatan menggelar pelatihan bersama, Minggu (30/8/2026).

‎Dewan Ranting  PSHT Kecamatan Caringin Bogor Selatan Gusnarto mengatakan, latihan pencak silat  bersama merupakan agenda rutin yang melibatkan pesilat di lingkungan Pondok Pesantren Siti Dhumillah.‎

‎Tak hanya itu, agenda  latihan rutin  bersama siswa maupun warga pesilat yang datang dari berbagai wilayah sebagai wujud kebersamaan dan  persaudaraan dalam organisasi PSHT tersebut.

‎”Pesilat tak hanya diajarkan secara materi saja, akan tetapi bagian penting dites fisik dan mental,” ujarnya.‎

‎”Untuk menumbuhkan percaya diri juga,” tambah salah satu Pengurus Ranting PSHT Kecamatan Caringin Nani Nurhayati ditemui usai latihan bersama.‎

‎Selain pengurus di PSHT Nani yang juga sebagai guru di sekolah yang aktif  memberikan materi ekstrakurikuler pencak silat di setiap sekolah di Kecamatan Caringin. ‎Pencak silat salah satu pelajaran esktrakurikuler  untuk membangun fisik dan mental anak sejak dini.‎

‎Perkembangan minat akan pencak silat dimasyarakat kini terus mengalami peningkatan. “Selain siswa prestasi, ditambah kepengurusan  organisasi PSHT pencak silat yang begitu luas, hingga perkembangan PSHT  terus mengalami peningkatan,” tambah Perwakilan PSHT Cabang Sukabumi Teguh Prayoga.‎

‎Sementara pelatih PSHT yang berasal Ranting Kecamatan Nanggung Rena Zaqiah mengatakan, latihan   keluar wilayah Nanggung sengaja dilakukan, agar mereka  dapat  beradaptasi dan berbagi pengalaman dengan para pesilat lainnya.‎

‎”Untuk   mengasah kemampuan dan mentalitas peserta silat, sebab ruang lingkup saat latihan  diluar dan didalam itu jelas berbeda. Mentalitas terbangun, karena peserta pun bisa latihan lebih serius lagi,” tandasnya.‎

‎Sementara keberadaan olahraga seni beladiri pencak silat ini mendapat dukungan dari  Forkopimcam Nanggun, Koramil 2117, Mapolsek hingga PT Antam.‎

‎Bahkan Ketua Koordinator Olahraga Kecamatan Nanggung (KOK) Kasim mendukung latihan di luar wilayah  karena bisa menambah pengalaman dan  memperkuat mentalitas.‎

‎”Mereka dapat merasakan kolaborasi latihan bersama sehingga pelatih bisa mengukur kekurangan para pesilat secara objektif,” pungkasnya.

(Arip Ekon)

Pramuka Kwarcab Kota Bogor Tanam Pohon di Dramaga

0

Dramaga | Jurnal Bogor
Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Bogor menegaskan komitmen nyata menjaga kelestarian lingkungan. Sebagai rangkaian peringatan Hari Pramuka ke‑65, pihaknya melaksanakan kegiatan bakti penghijauan berupa penanaman pohon di lahan aset Pemerintah Kota Bogor yang terletak di Desa Sukadamai, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2026).

Langkah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud tanggung jawab moral dan kepedulian mendalam generasi muda terhadap bumi yang kita tinggali.

Penanaman pohon dipimpin langsung oleh Kak Eko Prabowo, Wakil Ketua Bidang Saka dan Gugus Darma Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor. Turut hadir dan menyemangati langkah bakti ini Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari, serta Kepala Desa Sukadamai H. Pepen Supendi.

Dalam kesempatan tersebut, H. Pepen Supendi juga mewakili Camat Dramaga hadir mendampingi sepenuhnya pelaksanaan kegiatan penghijauan ini.

Kepala Desa Sukadamai H. Pepen Supendi menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar atas pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, penanaman pohon yang dilakukan di wilayah ini akan menjadi awal yang baik untuk menumbuhkembangkan penghijauan secara menyeluruh di lahan tersebut.

“Penanaman pohon yang dilakukan di sini diharapkan dapat menumbuhkembangkan penghijauan secara utuh di lahan ini. Kita tanam jenis pohon keras sekaligus pohon‑pohon buah, sehingga nantinya tidak hanya menjadi penghijauan semata, tetapi juga bermanfaat menyejukkan sekaligus memberi manfaat nyata bagi warga sekitar,” ungkapnya

Aksi penghijauan ini menjadi bukti bahwa semangat Pramuka tidak hanya teruji di lapangan baris‑berbaris atau kemah semata, melainkan juga terwujud dalam tindakan nyata melestarikan alam. Semangat bakti seluruh anggota Gugus Darma se‑Kwarcab Kota Bogor tercurah penuh saat menanam satu per satu bibit pohon—menanam harapan, menanam masa depan, demi lingkungan yang tetap hijau, sejuk, asri, dan lestari bagi anak cucu kita kelak.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan makna mendalam semboyan Pramuka yang dipegang teguh: “SATYAKU KUDHARMAKAN, DHARMAKU KUBAKTIKAN”. Kesetiaan dan pengabdian ini tidak hanya ditujukan bagi bangsa dan negara, melainkan juga bagi alam semesta, lingkungan hidup, serta segala apa yang Tuhan titipkan kepada kita untuk dijaga sebaik‑baiknya. Menjaga hutan, menjaga tanah, menjaga udara bersih—adalah juga bagian tak terpisahkan dari kewajiban dan pengabdian sejati seorang Pramuka.

Hadirnya pemimpin wilayah, serta masyarakat setempat memperkuat pesan bahwa penghijauan adalah tugas bersama. Pohon keras dan pohon buah yang ditanam hari ini diharapkan tumbuh subur, berakar kuat, menjadi pelindung tanah, pemberi kesejukan, sumber hasil bumi, sekaligus pengingat abadi: bahwa kemajuan sejati harus berjalan beriringan dengan kelestarian alam. Tanpa lingkungan yang sehat, tak akan ada masa depan yang layak bagi siapa pun.

Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Bogor melalui langkah ini menyatakan sikap tegas: akan terus hadir, bergerak, dan berkontribusi nyata menjaga bumi. Bakti bagi alam adalah bakti bagi kehidupan selamanya.

(Wawan Hermawanto)

Festival Kemerdekaan Sentul City 2026 Jadi Ajang Silaturahmi

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor
 Acara Puncak Festival Kemerdekaan Sentul City 2026 sajikan kemeriahan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-81. Ratusan warga dari berbagai cluster meluapkan kegembiraan bersama di Taman Budaya Sentul City, Kabupaten Bogor.

Momentum HUT RI ke-81 tahun ini juga menjadi ajang silaturahmi antar warga perumahan dari berbagai cluster kawasan Sentul City saat mengikuti acara kreativitas serta permainan hiburan sejak pagi hingga sore hari. Sejumlah stand juga ramai dikunjungi warga, diantaranya Stand Sate Kambing Madura, Stand Jungleland Adventure Theme Park, dan stand produk lainnya.

“Acara ini jadi ajang silaturahmi buat kita karena kesibukan masing-masing jadi jarang kumpul-kumpul seperti ini meski kita bertetangga sebenarnya. Kalau yang paling berkesan itu permainan gladiator ada lucunya juga, pokoknya berkesan hari ini,” kata Imam, warga Cluster Venesia Sentul City, di Taman Budaya Sentul City, Minggu (30/8/2026) siang.

Selain para undangan dan warga Sentul City juga terpantau sejumlah warga dari perkampungan sekitar kawasan perumahan elit tersebut yang ikut hadir menyaksikan kemeriahan acara. “Saya dan istri dapat kupon doorprize, tapi pas mau masuk taman budaya disuruh parkir motor di parking area lumayan jauh jalan laki dari lokasi acara,” ujar H Oding, warga RW 02 Desa Bojong Koneng. 

Sementara, pengamanan di sekitar lokasi festival terpantau cukup ketat demi kenyamanan undangan yang hadir, mulai dari area masuk sampai ke area Taman Budaya dan area VVIP panggung hiburan utama yang melibatkan unsur aparat keamanan dan sekuriti Sentul City.

Untuk diketahui, salah satu tujuan Festival Kemerdekaan Sentul City 2026, diantaranya untuk menggelorakan semangat nasionalisme melalui berbagai aktivitas yang mempertemukan warga, menampilkan kreativitas, serta menghadirkan hiburan bagi masyarakat.

Hadir dalam acara ini Camat Babakan Madang R. Makmun Nawawi, undangan VVIP lainnya, dan sejumlah pengusaha.  Acara dilanjutkan pada malam hari menampilkan Donnie Sibarani sebagai guest start (mantan personil Ada Band) untuk menghibur warga masyarakat yang hadir.

(Sabilillah)

Empat SSB Putri Adu Bakat di Alwan Mini Soccer Cup

0

Megamendung | Jurnal Bogor – Turnamen sepakbola putri antar-Sekolah Sepak Bola (SSB) bertajuk Alwan Mini Soccer Cup Championship berlangsung meriah. Kompetisi tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah untuk mengasah bakat para pesepakbola putri usia 10 hingga 15 tahun.

Turnamen diikuti empat tim putri yang berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Bogor, yakni Yacis Putri, Persachi Putri, Bina Citra Putri, dan Yudistira Putri.

Kompetisi menggunakan sistem setengah kompetisi dengan format setiap tim saling bertemu dan mengumpulkan poin. Para peserta memperebutkan Piala Alwan Mini Soccer, sementara panitia juga menyiapkan piala dan piagam penghargaan bagi para juara.

Ketua Panitia, Hendra, mengatakan turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi antarpemain, pelatih, dan SSB.

“Ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus untuk mengasah bakat anak-anak perempuan dalam olahraga sepakbola,” kata Hendra, Sabtu (29/8/2026).

Dari hasil pertandingan, Bina Citra Putri berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Yacis Putri, sedangkan Persachi Putri meraih juara ketiga.

Pelatih Yacis Putri, Erwan Setiawan, menyambut positif digelarnya turnamen sepakbola putri. Menurutnya, semakin banyak kompetisi seperti ini akan membuka kesempatan bagi para pemain muda perempuan untuk mendapatkan pengalaman bertanding.

“Semoga semakin banyak momen seperti ini. Selain memperkenalkan sepakbola putri, turnamen ini juga menjadi wadah untuk menampung dan mengembangkan bakat siswa YPC,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Pelatih Yudistira Putri, Saipul Hadi. Ia menilai keberadaan turnamen khusus SSB putri sangat penting karena kompetisi sepakbola putri masih relatif jarang digelar.

“Dengan adanya turnamen SSB putri, mudah-mudahan sepakbola putri bisa lebih berkembang. Selama ini SSB yang memiliki tim putri masih jarang,” ungkapnya.

Saipul berharap setiap SSB mulai memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan pemain putri sehingga regenerasi pesepakbola perempuan dapat terus berjalan.

“Saya berharap setiap SSB bisa membina dan membimbing tim-tim putri agar semakin berkembang. Mudah-mudahan dari pembinaan di tingkat SSB ini bisa lahir pemain-pemain yang nantinya memperkuat persepakbolaan putri, bahkan Timnas Putri Indonesia ke depannya,” pungkasnya. Yudi

Dari Haornas Menuju Tuan Rumah Porprov XV Jabar 2026

0

Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tahun 2026 di Kota Bogor tidak hanya akan dikemas sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk membangkitkan semangat olahraga sekaligus memperkuat kesiapan Kota Bogor menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.

Rangkaian Haornas dijadwalkan akan dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, diawali dengan apel bersama dan senam, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada insan olahraga berprestasi dan berdedikasi, serta syukuran sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi berbagai pihak dalam memajukan olahraga di Kota Bogor.

Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk menggaungkan posisi Kota Bogor sebagai salah satu tuan rumah utama Porprov XV Jawa Barat 2026. Dengan status tersebut, Haornas diharapkan mampu menjadi titik awal untuk membangun atmosfer olahraga yang lebih kuat di tengah masyarakat.

Persiapan Haornas sendiri mulai dimatangkan Dispora Kota Bogor. Langkah awal dilakukan melalui rapat persiapan internal yang dipimpin langsung Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S. Rasmana pada Jumat (14/8) lalu.

Rapat tersebut menjadi forum konsolidasi untuk menyusun konsep, teknis pelaksanaan, hingga pembagian tugas antar bidang. Koordinasi dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian Haornas dapat berlangsung tertib, semarak, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Pesan besar yang ingin dibangun adalah Haornas bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi momentum menuju penyelenggaraan PORPROV XV Jawa Barat 2026.

“Kota Bogor ingin menunjukkan kesiapan bukan hanya dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat, inklusif, berprestasi, dan melibatkan masyarakat,” kata Anas.