27.8 C
Bogor
Friday, October 16, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 496

Polisi Amankan 16 Pelajar YAPAM yang Hendak Tawuran

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Polsek Klapanunggal Polres Bogor Polda Jabar mengamankan 16 pelajar yang hendak tawuran di wilayah Kampung Rawaragas, Desa Bojong, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Senin (30/10).

Para pelajar tersebut diamankan setelah pihak kepolisan menerima aduan masyarakat terkait adanya sekumpulan pelajar yang hendak menggelar aksi tawuran.

Kapolsek Klapanunggal, Iptu Silfi Adi Putri, mengatakan diamankannya para pelajar tersebut dengan bantuan  anggota Satpol PP dan masyarakat  sekitar yang berada di lokasi kejadian, yang mana pada saat dilakukan penangkapan para pelajar ini  sempat berusaha melarikan diri.

” Dari pemeriksaan yang kita lakukan bahwa ke-16 pelajar ini berasal dari sekolah Yayasan Amal Mulia (YAPAM) Kembang Kuning Klapanunggal, mereka ini berencana untuk melakukan tawuran dengan para pelajar yang berasal dari  salah satu sekolah SMK di Jonggol, ” jelasnya.

Dari tangan para pelajar ini, sambung Iptu Silfi, di amankan barang bukti berupa 10 senjata tajam yang terdiri dari pedang dan celurit, serta satu buah stik golf.

” Saat ini terhadap seluruh pelajar tersebut masih manjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Klapanunggal,” pungkas Iptu Silfi Adi Putri. Nay Nur’ain

Makam Leluhur Kena Proyek Bendungan Cibeet, Warga Geruduk Rumah Kades

0

Cariu | Jurnal Bogor
Memikirkan nasib makam para leluhur yang akan tergerus saat dilaksanakannya proyek Bendungan Cibeet, masyarakat Kampung Wali Niis (Leuwi Anjing) Desa Kutamekar, Cariu, Kabupaten Bogor beserta seluruh keturunannya mendatangi rumah kepala desa, Selasa (31/10/23).

Masyarakat meminta kepada Kades Kutamekar untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah pusat agar dapat memindahkan as bendungan yang mengganggu lahan pertanian, lingkungan masyarakat dan makam karomah (leluhur) Kampung Wali Niis yang ada di desa tersebut.

“Saya mewakili masyarakat Desa Kutamekar meminta kepada pemerintah pusat agar dapat memindahkan as bendungan yang masuk ke lahan makam karomah (leluhur) Leuwi Anjing, dikarenakam makam tersebut sudah menjadi makam leluhur bagi warga Desa Kutamekar,” kata Karman, salah satu perwakilan masyarakat Desa Kutamekar kepada Jurnal Bogor.

Ia bersama masyarakat Desa Kutamekar tidak menolak dengan adanya bendungan tersebut, hanya saja meminta kepada pemerintah agar dapat mengkaji ulang penempatan as bendungan yang mengenai lahan makam tersebut.

“Saat disosialisasikan oleh pihak BBWS dan PUPR Provinsi Jawa Barat di tahun 2018 hingga sekarang, kami melalui para tokoh masyarakat, kelompok masyarakat, kepala desa bahkan perorangan sudah meminta agar tidak mengganggu lahan makam karomah (leluhur) Leuwi Anjing,” jelasnya.

Namun, Karman menyayangkan pemerintah seakan menutup mata tidak mau mengakomodir kepentingan rakyatnya. “Kami akan mempertahakan makam leluhur kami bagaimana pun caranya agar tidak masuk ke dalam penempatan as bendungan,” katanya.

Sementara, Kepala Desa Kutamekar Uteng mengatakan, dia sudah mengupayakan kepada BBWS dan PUPR Provinsi Jawa Barat saat sosialisasi di tahun 2018 lalu hingga sekarang.

“Langkah yang saya tempuh sudah sesuai prosedur, mulai dari pemerintahan tingkat kecamatan, kabupaten, hingga  provinsi. Sudah  saya lakoni saat sosialisi dari pihak BBWS dan PUPR Jawa Barat pun ia sampaikan agar penempatan as bendungan tidak memakan lahan makam para leluhur,” bebernya.

Ia juga meminta agar makam-makam para leluhur tersebut tidak diganggu oleh proyek  pembangunan Bendungan Cibeet. Bahkan seluruh keturunan dari luar Desa Kutamekar juga meminta kepadanya agar menyampaikan keberatannya kepada pemerintah.

“Saya mohon kepada pemerintah agar dapat mengalihkan as bendungan yang mengenai  makam para leluhur kami di Desa Kutamekar, kami tidak menolak adanya Bendungan Cibeet,” pintanya.

“Saya mewakili masyarakat Desa Kutamekar berharap agar mencari lokasi yang pas tanpa menggangu makam leluhur kami, terutama tidak banyak merendam pemukiman,” tambahnya.

(nay nur’ain)

Kelanjutan Proyek Normalisasi Setu Cibanteng Dipertanyakan Warga

0

Ciampea | Jurnal Bogor
Program normalisasi Setu Cibanteng di Kampung Cibanteng di  RT 04 dan RT 05 di RW 04, Desa Cihideung Ilir, Ciampea, Kabupaten Bogor oleh pihak PSDA Propinsi Jawa Barat dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cisadane Ciliwung, kelanjutan dipertanyakan warga.

Pasalnya, pascapekerjaa yang sempat memakan waktu lebih dari dua pekan tersebut, setelah dinyatakan selesai pengerukan, warga masih masih bertanya-tanya, apakah program normaliasi tersebut ada kelanjutannya.

Warga sekitar Setu Cibanteng Heydi mempertanyakan, program normalisasi Setu Cibanteng terkesan asal-asalan dan hasilnya tidak meninggalkan kesan estetika.

“Hasil normalisasi Setu Cibanteng yang dilakukan pihak PSDA terkesan asal-asalan dan tidak meninggalkan kesan estetika apa pun. Tolong dong kalau dinormalisasi yang harus meninggalkan kesan indah, bukan malah jadi berantakan,”, kata Heydi kepada Jurnal Bogor.

Setu Cibanteng yang berlokasi di Desa Cihideung Ilir tersebut, merupakan salah satu setu yang menjadi target dari pihak kantor Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Propinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane untuk dikembalikan lagi fungsinya sebagai kantung-kantung resapan air yang ada di wilayah Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bogor, agar pulih seperti sediakala.

Nah, dengan selesainya proyek normalisasi Setu Cibanteng yang melibatkan pihak ketiga pada pelaksanaan pekerjaannya tersebut, buntutnya, sebanyak 14 warga penggarap yang sudah berpuluh- puluh tahun mengelola usaha 20 tambak ikan, serta satu rumah milik warga bernama Aryo, dipaksa harus ikhlas digusur karena dianggap menyalahi aturan.

Kepala Desa Cihideung Ilir H. Ilman membenarkan, Setu Cibanteng yang awalnya memiliki luas 2,5 hektare, lama kelamaan menyusut, hingga akhirnya tinggal seluas kurang dari 1 hektare.

“Penyusutan tersebut disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya karena air di setu itu mengering, ditambah tingginya pertumbuhan pemukiman warga, berikut timbunan limbah sampah rumah tangga yang bertumpuk di dalam setu, serta banyak dibuatnya kolam kolam empang untuk usaha tambak warga,” beber H. Ilman.

Dia menjelaskan, sebelum proyek normalisasi setu dimulai, memang sempat ada penolakan dari warga, namun karena ada dukungan kuat dari warga pribumi di sekitaran setu meminta agar Setu Cibanteng di normalkan, akhirnya 14 warga penggarap bersama 1 warga bernama Aryo, mau tak mau ya harus setuju dan menerima proyek normalisasi tersebut.

“Terhitung sebanyak 20 empang yang dikelola oleh 14 orang penggarap serta satu rumah milik keluarga Aryo tergusur, lantaran berdiri di lahan terlarang,” ungkap Kades.

Khusus untuk rumah kediaman keluarga Aryo di area setu sambungnya, ternyata status lahannya dibeli dari tangan penggarap, sehingga ya harus merelakan lahan berikut rumahnya seluas 100 meter persegi itu, dikembalilan ke fungsi semula.

“Setu Cibanteng alami penyusutan dari seluas 2,5 hektare menjadi kurang dari 1 hektare, termasuk kedalamannya yang dahulu lebih dari 8 meter, kini dangkal menjadi setengah meter, tujuan dinormalkan setu ini tak lain untuk mencegah banjir di musim hujan, dan yang kedua untuk membuka kantung kantung mata air di Setu Cibanteng yang sudah tertutup,” ungkapnya.

Namun demikian, lanjut Kades, program normalisasi ini tidak untuk mengembalikan lagi luas setunya ke 2,5 hektare semula, karena dinilai sudah tidak memungkinkan, sebab lahan di pinggiran setunya sudah berubah menjadi tanah keras dan ditumbuhi pepohonan lebat.

“Tapi sayangnya, normalisasi Setu ini, tidak disertai dengan penataan pada setiap penjuru di pinggiran setunya, sehingga tidak terlihat adanya kesan estetika untuk mempercantik pemandangan di sekitar setu”, tegasnya.

Kata Ilman lagi, dengan selesainya proyek normalisasi pemeliharaan Setu Cibanteng ini, seluruh warga asli yang bermukim di sekitar setu, juga berharap ada kelanjutannya.

“Termasuk kami selaku pemerintah desa juga memohon kepada PSDA Propinsi Jawa Barat beserta kepada kantor Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane agar mau melakukan penegasan dan penetuan batas batas area situnya agar nantinya tidak muncul permasalahan baru pada batas-batas lahan milik masyarakat setempat,” pungkasnya.

(bayup)

Berencana ke Gaza dan Tepi Barat, Partai Ummat Minta Bantuan Dubes Palestina di Jakarta

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Partai Ummat dalam waktu dekat berencana mengunjungi Gaza dan Tepi Barat untuk melihat keadaan Palestina yang sedang dilanda krisis kemanusiaan akut serta memberikan bantuan kemanusiaan menyusul serangan militer Israel yang biadab.

Rombongan Partai Ummat yang dipimpin Ketua Majelis Syura Prof. Dr. M. Amien Rais bertemu Duta Besar Zuhair al-Shun di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Jumat (27/10). Ikut serta dalam rombongan adalah Sekretaris Majelis Syura Ustad Sambo, Wakil Ketua Umum Buni Yani, Wakil Ketua Umum Dr. T.B. Massa Djafar, dan Ketua BPPN Taufik Hidayat.

Dalam pertemuan sekitar satu jam itu Amien Rais mengungkapkan Partai Ummat mendorong pemerintah Indonesia untuk lebih pro aktif dan tegas membantu kemerdekaan Palestina dan pada saat sama mengutuk penjajahan Israel atas Palestina.

Amien mengatakan pemerintahan Jokowi tidak boleh tinggal diam melihat penderitaan rakyat Palestina yang berada di bawah penjajahan Israel. Karena dulu ketika bangsa Indonesia berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan, di antara bangsa-bangsa yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia adalah bangsa Arab.

Jadi, kata Amien, bangsa Indonesia berhutang budi atas jasa bangsa lain yang telah memberikan dukungan kemerdekaan. Tidak cuma itu, tambahnya, sikap anti penjajahan secara eksplisit tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang harus dijalankan oleh pemerintah.

Di pihak lain, Duta Besar Zuhair al-Shun mengucapkan terima kasih kepada Partai Ummat yang telah menunjukkan simpati serta solidaritas dunia Islam kepada Palestina yang telah menjadi penjara terbesar di dunia akibat blokade Israel.

Zuhair memaparkan parahnya tragedi kemanusiaan yang menimpa Palestina akibat blokade air bersih, listrik, makanan dan obat-obatan oleh Israel. Dia menyebutkan fakta bahwa sekarang banyak rumah sakit yang tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya akibat blokade ini.

Wakil Ketua Umum Buni Yani mengungkapkan, rumah sakit Indonesia di Gaza adalah salah satu bangunan yang menjadi korban pengeboman Israel, karenanya tim Partai Ummat merasa perlu berkunjung ke sana untuk melihat langsung keadaan yang sesungguhnya.

“Partai Ummat selama ini berkomitmen dan telah menunjukkan kepada masyarakat bahwa Partai Ummat akan bersama orang-orang yang terzalimi. Partai Ummat baru saja balik dari Rempang dan masih mendirikan enam posko di sana. Partai Ummat berkomitmen untuk melawan kezaliman dan menegakkan keadilan. Inilah yang mendorong partai Ummat untuk berangkat ke Palestina,“ kata Buni.

Menanggapi rencana rombongan Partai Ummat yang hendak berangkat ke Gaza dan Tepi Barat tersebut, Duta Besar Zuhair al-Shun mengatakan pada saat sekarang ini sangat sulit untuk bisa masuk Gaza. Di samping karena Gaza dalam gempuran militer yang merenggut banyak korban jiwa, tetapi juga semua perizinan harus diperoleh dari otoritas Israel.

Namun, kata Zuhair, dia akan berusaha memfasilitasi rencana Partai Ummat ini terutama bila membawa misi kemanusiaan yang sangat diperlukan oleh rakyat Palestina sekarang ini.

Buni Yani mengatakan Partai Ummat akan terus berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Palestina di Jakarta agar bisa masuk Gaza dan Tepi Barat. “Dukungan dan bantuan sekecil apa pun saat ini sangat diperlukan oleh saudara-saudara kita di Palesina. Inilah yang melatarbelakangi niat Partai Ummat untuk berkunjung ke Palestina,“ pungkas Buni.

(yev/rls)

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Robohkan Dua Pohon Besar Di Jalan Raya Loji

0

Bogor | Jurnal Bogor
Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur kawasan Bogor dan sekitarnya pada Selasa (31/10/2023) sore, menyebabkan beberapa pohon besar yang berdiri didepan kesatuan Yonif 315 tak jauh dari SDN Gunung Batu 1, bertumbangan.

Tak kurang dua buah pohon akasia berukuran cukup besar roboh dan menutup jalan raya Gunung Batu Loji akibat tak kuat diterjang tiupan angin kencang disertai derasnya guyuran hujan.

Julius Usman warga yang melihat langsung peristiwa tumbangnya kedua pohon akasia yang lokasinya tak jauh dari sebuah sekolah serta dari markas kesatuan Yonif 315 mengatakan, tumbangnya kedua pohon peneduh jalan tersebut, akibat terjangan hujan deras disertai angin keras mirip puting beliung.

“Hujan yang turun pada sore itu sangat deras ditambah tiupan anginnya sangat kencang, mirip angin puting beliung,” kata Julius Usman, saksi mata kepada Jurnal Bogor.

Karena kondisi usia kedua pohon akasia yang sangat besar itu sudah cukup tua sambungnya, sudah pasti tidak akan kuat menahan hantaman hujan deras disertai angin yang sangat kencang.

“Alhamdulilah peristiwa tumbangnya kedua pohon akasia besar tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, dan hanya menimpa bagian belakang kendaraan angkutan kota saja yang kosong penumpang,” tukasnya.

Dari pantauan Jurnal Bogor di lokasi kejadian, akibat tumbangnya kedua pohon besar yang menutup badan jalan raya Gunung Batu Lodi tersebut, selama hampir 2 jam menimbulkan kemacetan panjang, namun akhirnya kedua pohon yang roboh itu berhasil di evakuasi warga, sehingga arus lalu lintas pun kembali lancar.

(bayup)

Permohonan Pinjam Pakai Lahan Bekas Irigasi yang Diajukan Desa Benteng Akhirnya Disetujui UPT Pengairan

0

Ciampea | Jurnal Bogor
Surat permohonan pinjam pakai atas lahan eks saluran irigasi yang berada di Jalan Raya Letnan Sukarna mulai dari depan Pasar Ciampea Baru mendekati Puskesmas Ciampea yang sebelumnya pernah diajukan oleh pemerintah Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor guna keperluan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, akhirnya diamini oleh pihak UPT Infrastruktur Pengairan Kelas A Wilayah IV Leuwiliang.

Nah, begitu mengetahui surat permohonan pinjam pakai atas lahan di eks irigasi tersebut disetujui oleh pihak UPT Pengairan, karuan saja semua jajaran Pemerintah Desa Benteng dibuat sibuk dan segera bergegas melakukan penataan ulang pada beberapa titik tempat di lokasi eks lahan irigasinya agar terlihat indah untuk ruang terbuka hijau, termasuk menata untuk penempatan pelaku UMKM Desa Benteng, seperti pedagang tanaman hias, kuliner, tempat bermain anak anak, maupun untuk kolam ikan air tawar.

Kepala Desa Benteng H. Faka Harika mengatakan, rencana pemanfaatan lahan di bekas saluran irigasi yang ada di jalan Letnan Sukarna Ciampea yang masuk kedalam wilayahnya itu, memang sudah lama diagendakan.

“Dimana rencana ini muncul saat saya duduk menjadi Kepala Desa Benteng di periode pertama”, kata H. Faka Harika kepada Jurnal Bogor.

Namun lantaran padatnya kesibukan dalam membenahi kinerja di internal desa maupun kesibukan merealisasikan pembangunan infrastruktur di wilayah sambungnya, akhirnya rencana pinjam pakai eks lahan irigasi tersebut tertunda.

“Barulah sekarang di periode kedua ini, rencana pinjam pakai lahan eks irigasi tersebut menjadi prioritas utama”, bebernya.

Tujuan pertama pemerintah desa mengajukan pinjam pakai atas lahan eks irigasi itu kepada UPT Infrastruktur Pengairan Kelas A Wilayah IV Leuwiliang lanjutnya, tak lain untuk program pemberdayaan masyarakat desa.

“Kedua untuk ruang terbuka hijau, agar terlihat rapi dan tidak kumuh. Dan yang paling pokok, akan kami tata untuk kepentingan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti dibangunnya awning untuk kios-kios UMKM, serta penempatan pedagang tanaman hias yang akan berjualan, termasuk untuk lokasi bermain bagi anak anak”, terangnya.

Sedangkan pada aliran irigasinya yang sudah tak berfungsi lagi bahkan sering dijadikan sebagai lokasi pembuangan sampah oleh oknum warga tambahnya, akan disulap menjadi kolam ikan seperti ikan Gurame dan ikan mas.

“Alhamdulilah, akhirnya permohonan Desa Benteng disetujui,” ucapnya.

Masih kata Kades, untuk bangunan milik desa yang sebelumnya sudah berdiri diatas eks lahan irigasi  tersebut, adalah bangunan bekas Poskamdes semasa Kepala Desa Abubakar yang kini sudah disulapnya menjadi Pos operator Program Internet Desa Mandiri Benteng.

“Agar diketahui, program pinjam pakai atas lahan kurang lebih sepanjang 500 meter itu, tak lain juga untuk membantu pemerintah dalam mengamankan aset Negara,” tukasnya.

Warga Desa Benteng, Soris, pedagang tanaman hias saat ditemui Jurnal Bogor di kebun bonsainya mengaku senang mendengar permohonan pinjam pakai lahan bekas irigasi yang ada di seberang rumahnya itu disetujui pihak UPT Infrastruktur Pengairan Kelas A Wilayah IV Leuwiliang.

“Daripada lahan itu kumuh tak terawat, dan terlihat tidak sedap dipandang mata, kan lebih baik dimanfaatkan saja untuk pemberdayaan ekonomi warga,” pungkasnya.

(bayup)

Lahan Kosong Kebakaran, Warga Temukan Puluhan Ekor Ular Mati Terpanggang

0

Gunung Sindur | Jurnal Bogor
Puluhan ekor ular mati terpanggang akibat lahan kosong di Desa Cibadung, Gunungsindur, Kabupaten Bogor, mengalami kebakaran.

Mulanya kebakaran hebat terjadi pada Selasa (31/10/2023) sekitar  pukul 11.00 wib, akibat salah satu warga membakar sampah yang berserakan. Namun api menyebar ke salah satu lahan kosong hingga hampir menyebar ke pemukiman warga sekitar.

“Iya ada salah satu warga yang membakar sampah hingga merambat ke sejumlah lahan kosong yang mana lahan tersebut ditumbuhi ilalang yang sudah kering,” kata salah satu warga sekitar, Siti Salim.

Menurutnya, kejadian ini sudah kedua kalinya. Namun, kebakaran hebat dan lebih besar terjadi di tahun ini.

“Saya juga merasa panik karena takut merambat ke tower pemancar sinyal serta merambat ke rumah saya,” ujarnya.

Ia mengatakan, kobaran api dipadamkan oleh pemadam kebakaran dan dibantu  warga sekitar. Setelah padam warga sekitar menemukan beberapa ular yang sudah mati terbakar.

“Itu ularnya ada satu ular cobra berukuran 10 meter dan totalnya ada sekitar 20 lebih ular yang terbakar,” tuturnya.

Dia menjelaskan, lokasi tersebut memang kerap dihuni oleh berbagi jenis ular dan ikan, mengingat lokasi tersebut rawa, tetapi saat ini mengalami kekeringan akibat musim kemarau.

“Dulu memang lahan ini tandus dan tidak ada yang mengelola hingga menjadi rawa, jadi sama warga digunakan untuk memelihara ikan tapi saat ini alami kekeringan,” jelasnya.

Dia berharap agar hal ini tidak kembali terjadi dan pemerintah setempat segera melakukan sosialisasi terhadap warga yang membakar sampah, mengingat saat ini masuk musim kemarau.

“Saya juga merasa khawatir kalau hal ini akan kembali terjadi mengingat kondisi saat ini masuk dalam musim kemarau panjang,” pungkasnya.

** Andres

Partai Ummat Tawarkan Daulat Digital untuk Lindungi Bangsa

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Partai Ummat menekankan pentingnya Daulat Digital untuk kepentingan melindungi kepentingan bangsa. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Ummat Buni Yani ketika mendapat kehormatan untuk memberikan tausiyah pada acara pengukuhan Pengurus Daerah Muhammadiyah Jakarta Timur pada Sabtu (28/10).

Buni Yani mewakili Ketua Majelis Syura Amien Rais dan Ketua Umum Ridho Rahmadi yang berhalangan hadir pada acara yang dihadiri sekitar 50 kader Muhammadiyah itu mengatakan, Daulat Digital yang sedang ditawarkan ke masyarakat oleh Partai Ummat bertujuan untuk melindungi bangsa dan negara, terutama generasi muda yang setiap hari menghabiskan waktu sampai delapan jam melihat handphone.

“Bagi persyarikatan Muhammadiyah yang berkhidmat dalam bidang pendidikan, memahami dunia digital, Daulat Digital dan cara menggunakan internet untuk kepentingan yang positif sangatlah penting. Bila tidak, hal ini bisa merusak generasi muda kita,“ Buni Yani menjelaskan.

Buni mengatakan di zaman sekarang ini yang serba digital, hampir semua hal harus dikerjakan melalui internet, mulai dari mendaftarkan anak ke sekolah, bayar pajak, vaksin, belanja, pemesanan tiket, dan lain-lainnya.

“Nah ini sisi baik dari internet. Tetapi bagaimana seandainya yang dikonsumsi anak-anak kita melalui hp konten seperti pornografi, judi online, dan game yang membahayakan mental mereka? Ini harus menjadi pemikiran kita bersama,“ lanjut Buni.

Buni mengatakan di sinilah pentingnya Daulat Digital yaitu kemampuan sebuah negara untuk mengatur dunia digitalnya dengan menyaring dan hanya menyuguhkan konten yang diperlukan saja.

“Yang terjadi sekarang ini, kita tidaklah berdaulat secara digital di tengah gempuran konten internet luar negeri. Kita tidak serta-merta bisa memfilter konten yang membahayakan dan hanya menyediakan konten yang bemanfaat saja. Ini tugas pemerintah yang berkuasa,“ kata Buni.

Buni Yani memberikan contoh program Digital Silk Road Cina dengan biaya yang besar serta memiliki kepentingan ekonomi, politik dan budaya untuk mempengaruhi dunia sebagai fenomena dunia digital sekarang ini.

“Bila kita tidak berhati-hati, program Cina yang penuh dengan kandungan ideologi ini bisa mempengaruhi kita sebagai bangsa. Padahal nilai yang kita anut sangat berbeda dengan mereka. Kita percaya pada nilai-nilai Islam yang luhur, sementara mereka percaya pada komunisme. Tentu ini sangat membahayakan,” kata Buni.

Bila kelak Partai Ummat diberi izin oleh Allah SWT untuk berkuasa, kata Buni Yani, Partai Ummat akan membuat regulasi dan mengatur dunia internet sehingga bangsa Indonesia berdaulat secara digital.

“Partai Ummat memiliki sumber daya manusia yang cukup insya Allah. Ketua Umum kita Pak Ridho Rahmadi adalah seorang ahli artificial intelligence yang mendapatkan PhD-nya dari Universitas Radboud di Nijmegen, Belanda,” pungkas Buni.

(yev/rls)

Siap Jadi Garda Terdepan Informasi Publik, BPPSDMP Kementan Gelar Pelatihan Public Speaking

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Untuk memasifkan informasi dan perkembangan pertanian tanah air ke masyarakat, BPPSDMP Kementerian Pertanian menggelar pelatihan MC bertema Makin Jago Skill Ngemsi, Dijamin Makin Percaya diri, Senin (30/10/2023), di Ruang Caturgatra , Gedung D Kantor Pusat Kementerian Pertanian.

Pelatihan diikuti 45 peserta secara luring dan 80 orang secara daring yang berasal dari UPT lingkup BPPSDMP. Hadir sebagai narasumber Dwi Anggia, Senior Anchor dan Executive Producer TV One, serta Muhammad Fanshoby, praktisi kehumasan, pengajar di UIN Jakarta.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, yang hadir secara offline, menyampaikan jika salah satu tugas BPPSDMP adalah mendiseminasikan hasil hasil program pembangunan pertanian kepada masyarakat.

“Perkembangan teknologi yang begitu pesat wajib dimanfaatkan dalam menjalankan fungsi desiminasi informasi. Untuk mendiseminasikan dengan baik perlu di tunjang dengan kemampuan public speaking yang mumpuni,” katanya

Dedi berharap melalui pelatihan ini akan muncul bibit bibit baru sebagai MC yang akan bertugas dalam mendiseminasikan informasi pertanian melalui event event baik di pusat maupun di UPT.

“Tantangan kita adalah bagaimana menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian, dan kemampuan public speaking dalam hal ini MC menjadi bagian penting dalam proses tersebut,” urainya.

Diakhir arahannya, Dedi memotivasi para peserta untuk menjadi public speaker yang handal, khususnya MC.

“Materi hari ini mungkin terbatas durasi, namun untuk meningkatkan skill, rajin berlatih dan asah terus kemampuan melalui event event di instansi masing masing,” katanya.

Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, sekaligus Direktur Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS), Idha Widi Arsanti, yang membuka pelatihan secara langsung, menyampaikan jika Kepala Badan menaruh perhatian besar pada kehumasan.

“Salah satu bentuk perhatian itu adalah melalui pelatihan MC ini. MC mempunyai fungsi penting dalam mengontrol jalan nya acara, materi yang akan dipelajari dalam pelatihan ini,” katanya.

Santi mengatakan, BPPSDMP mempunyai tiga pilar, pilar pertama, penyuluhan dimana skill public speaking sangat dibutuhkan penyuluh dalam pendampingan petani.

“Pilar kedua, adalah pelatihan dimana pelatihan dalam upaya peningkatan skill dan kemampuan untuk aparatur dan non aparatur menjadi tugas utamanya. Dan Pilar ketiga adalah pendidikan yang tugas utamanya menciptakan petani petani muda sebagai generasi penerus melalui pendidikan vokasi di Polbangtan dan PEPI,” ujarnya.

Santi menambahkan, yang hadir dalam pelatihan, baik online maupun offline, merupakan representasi SDM pertanian dari wilayah barat sampai timur.

“Tuntutan untuk menjadi representasi yang baik dari pembangunan pertanian mutlak diperlukan untuk dapat memberitakan hal hal positif. Harapan dari pelatihan ini, para peserta pelatihan dapat menjadi representasi dari intitusi yang mencermikan sektor pertanian yang positif,” katanya.

Ia menambahkan, fokus, percaya diri, dan mempunyai pembawaan yang menarik dan menyenangkan merupakan modal untuk menjadi pembawa acara yang baik.

“Dan saya yakin semua itu dapat dipelajari. Yang tidak kalah penting, adalah public speaking, bagaimana menghadapi audience, belajar intonasi suara, kapan melempar jokes, dan ice breaking, semua akan dipelajari hari ini.

Narasumber Dwi Anggia,dalam kesempatan itu menekankan pentingnya, seorang MC untuk menguasai kemampuan public speaking, karena MC merupakan bagian dari Public Speaking.

“Public speaking diperlukan, dalam proses menyampaikan pesan, ide, mempengaruhi (dalam hal positif) dan menghibur. Faktanya tidak ada orang yang terlahir sebagai pembicara,” katanya.

Anggia mengatakan, sebagai public speaker (MC) Ketakutan saat berbicara depan umum adalah hal wajar, dan harus dihadapi.

“Dihadapi dengan membangun rasa percaya diri, untuk mendapat kepercayaan diri, pembicara harus nyaman dengan dirinya sendiri, otomatis percaya diri akan hadir, mempersiapkan vokal, artikulasi dan power suara. Dan tak kalah penting adalah menguasai pesan yang akan disampaikan,” terangnya.

Menurutnya, pesan harus singkat, jelas dan lugas dan tahu untuk siapa pesan akan disampaikan.

“Humas itu harus punya smiling face dan smiling voice. MC perlu percaya diri, komunikatif, penampilan menarik,
dapat mengolah suara, bahasa tubuh yang luwes, rapih dan teratur, tahu durasi dan rundown acara,” katanya.

Narasumber lainnya, Muhammad Fanshoby, yang membawakan materi Strategi Komunikasi Krisis Bagi Talent dan Host Kementerian Pertanian, mengatakan situasi krisis pasti akan terjadi.

“Namun yang paling utama, bagaimana memitigasi dan merespon secara cepat agar krisis tidak meluas,” katanya.

Ia menjelaskan, tahapan krisis ada 3, yaitu pra krisis, krisis dan pasca krisis.

“Tiap tahapan mempunyai penanganan yang berbeda beda, yang perlu diketahui adalah ditahap mana kita berada sehingga kita tahu bagaimana merespon dengan key message yang tepat menjadi kunci untuk mencounter krisis yang terjadi,” tandasnya.

** bbpmkp

CMSmart Permudah UMKM dan Warung Kelontong Penuhi Kebutuhan Produk Usahanya

0

Sentul | Jurnal Bogor

Platform CMSmart Mobile besutan perusahaan rintisan (start-up) asal Kota Bogor melaunching aplikasi untuk membantu kebutuhan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bigland Hotel Bogor Convention Hall, Senin 30 Oktober 2023.

Aplikasi ini untuk menjawab kebutuhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya warung kelontong dalam memenuhi kebutuhan produk usahanya supaya lebih mudah didapat dengan instan dan efisien dengan layanan teknologi digital.

Chief Executive Officer (CEO), Hilmi Akhmad Fathurozi mengungkapkan keunggulan aplikasi CMSmart Mobile. Menurutnya, para pemilik warung kelontong kini tidak perlu lagi meninggalkan tempat usaha mereka guna mendapatkan kebutuhan usahanya.

“Mereka dapat dengan mudah memesan barang-barang kebutuhan melalui aplikasi ini dan barang pesanan akan diantar langsung ke tempat mereka keesokan harinya,” ungkap Hilmi usai Grand Launching CMSmart Mobile.

Salah satu fitur unggulan CMSmart Mobile, lanjut Hilmi, adalah memberikan bebas ongkos kirim untuk semua transaksi, bahkan untuk pesanan sekecil apapun dan tanpa batasan minimal transaksi.

“Dengan ini, CMSmart berkomitmen untuk memberikan layanan yang mudah dan terjangkau bagi semua pelanggan, tanpa terkecuali,” kata Hilmi.

Menyadari bahwa tidak semua pengguna warung klontong memiliki pemahaman digital yang mendalam, pihaknya akan berperan aktif untuk mengedukasi para pelaku usaha yang akan menjadi mitra mereka.

“Tim sales CMSmart akan rutin mengunjungi para pemilik warung untuk memberikan pelatihan dan bimbingan tentang cara menggunakan aplikasi CMSmart Mobile dengan efektif, guna memastikan bahwa pelanggan dapat memanfaatkan potensi penuh dari platform ini,” jelasnya.

Menurutnya, banyak pelaku UMKM khususnya warung klontong yang bekerja sama dengan CMSmart karena merasa terbantu dengan keberadaan aplikasi ini. Selain kebijakan pengiriman gratis dan ketersediaan informasi stok barang secara real-time menjadi faktor penentu diterima oleh masyarakat.

“Kami di CMSmart tidak hanya berfokus pada kerjasama dengan warung klontong, tetapi juga memberikan kesempatan bagi berbagai brand untuk bergabung dengan platform ini. Memberikan ruang bagi brand-brand lokal maupun internasional untuk memperluas jangkauan pasar mereka,” tuturnya.

Dengan kepercayaan para pelaku UMKM kepada, pihaknya akan terus berkomitmen untuk memajukan UMKM di Indonesia melalui solusi digital yang inovatif dan inklusif.

“Dengan CMSmart Mobile, mereka tidak hanya mempermudah transaksi para pelaku warung klontong, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan bisnis lokal. CMSmart siap menjadi mitra terpercaya bagi para pelaku UMKM dalam menghadapi era digitalisasi yang terus berkembang,” tandasnya.

(aga)