25.7 C
Bogor
Friday, July 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 496

Aep Berharap Program Pitok Tetap Berkelanjutan

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Meskipun sudah menempati pos barunya di posisi Sekcam Megamendung Muhammad Saepudin tetap berharap program pembibitan, IPTEK dan Organisasi Keolahragaan Dispora Kabupaten Bogor bisa berkelanjutan.

M Saepudin sudah merancang dan melaksanakan program Pelatihan pelatih cabor di Subkor PITOK itu sejak 5 tahun lalu atau saat ia menjadi Kasie dan Subkor PITOK.

” Saya memang sudah tak lagi di Dispora. Tapi saya berharap program PITOK tetap berkelanjutan karena manfaatnya sangat penting bagi dunia olahraga Kabupaten Bogor,” tegas Muhammad Saepudin, Rabu, 11 Oktober 2023.

Aep menambahkan, tidak semua daerah bisa menggelar pelatihan pelatih semua cabor yang ada di KONI Kabupaten Bogor.

” Kalau tidak salah masih ada 4 kegiatan pelatihan yang melibatkan 4 cabor anggota KONI yakni Hockey, Barongsai, Gantole Paralayang dan Balap Motor,” paparnya.

Menurutnya, program pelatihan PITOK ini punya konstribusi besar dalam peningtakatan kualitas dan lisensi pelatih cabor anggota KONI Kabupaten Bogor.

Aep mengakui akan tetap mendorong ke Dispora agar program pelatihan pelatih ini bisa berlanjut tiap tahun sampai semua cabor anggota KONI kebagian program ini.

** asep syahmid

Acep Supriadi Akan Jalin Sinergitas Ormas di Bogor Timur Usai Resmi Dilantik jadi Wabendum PP MPC Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Pengurus Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila (PP) periode 2023 – 2027 resmi dilantik di Gedung Tegar Beriman, Rabu (11/10/23).

Hadir dalam pelantikan pengurus PP tersebut, Bupati Bogor Iwan Setiawan, mantan Wakil Bupati Karyawan Fathurachman, serta ribuan anggota PP se-Kabupaten Bogor.

Setelah resmi dilantik, Wakil Bendahara MPC PP Kabupaten Bogor Acep Supriadi mengatakan, hal yang utama yang akan dilakukan ialah menyatukan visi dan misi terutama untuk wilayah Bogor Timur, khususnya Kecamatan Jonggol.

Acep menyebut akan berupaya mengajak anggota PP khususnya, dan umumnya ormas lain untuk bergabung agar bisa bersinergi dalam hal kemanusiaan kedepannya.

“Yang penting itu kita ubah mainset dan pola pikir,  saya percaya petinggi-petinggi PP ini bukanlah orang sembarangan, ” ungkap Acep.

Dia juga menyatakan akan berupaya, terutama untuk mengubah pandangan masyarakat tentang ormas yang selalu terkesan bikin rusuh dan ngaririweuh. Tapi dengan pola yang berbeda, berbaur dengan masyarakat maka dirinya yakin lambat laun pandangan masyarakat terhadap ormas PP khususnya, akan berbanding terbalik dari yang sebelumnya.

” Kita akan mulai dan sudah memulai dengan kegiatan-kegiatan sosial, kita akan berupaya ada di tengah-tengah masyarakat disaat masyarakat mengalami bencana, musibah dan kesulitan lain kami akan berupaya hadir khususnya untuk warga Kecamatan Jonggol,” jelas Acep yang juga CEO UMP Group.

Acep berharap, dengan visi dan misi yang sama dan tujuan yang sama, akan berguna untuk masyarakat dan insya Allah ormas PP di Kabupaten Bogor akan makin maju dan kondusif.

” Maju terus untuk organisasi Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor, Pancasila abadi,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Kunjungi DPRD Kabupaten Bogor, Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani Intruksikan ini Kepada Kader

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
Kunjungi DPRD Kabupaten Bogor, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra, disambut seluruh anggota fraksi termasuk Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto. Di hadapan seluruh anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Bogor, Ahmad Muzani, mengintruksikan seluruh kader partai berlambang kepala burung Garuda itu memenangkan Prabowo Subianto, di Pilpres 2024 mendatang.

“Ini memang bukan tugas yang tak mudah, apalagi bagi calon anggota legislatif yang ikut berkontestasi, tapi saya memiliki keyakinan, seberat apapun tugas dan tanggung jawab seorang kader, pasti akan turut berjuang memenangkan Pak Prabowo di Pilpres 2024 mendatang dengan menjadikannya sebagai Presiden RI ke -8,” tegas Ahmad Muzani, Selasa (10/10/2023).

Wakil Ketua MPR itu mengatakan, semua kader Partai Gerindra, tanpa terkecuali harus berjuangan sekuat tenaga memenangkan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 mendatang, apalagi di Kabupaten Bogor, dimana setiap Pilpres dihelat suara untuk Prabowo Subianto selalu unggul signifikan.

“Saya pun mengapresiasi pengurus dan kader Partai Gerindra Kabupaten Bogor yang rajin menggelar konsolidasi di semua daerah pemilihan. Konsolidasi itu jadi modal kuat untuk memenangkan Pak Prabowo di Pilpres nanti,” tegas Ahmad Muzani.

Menurut Muzani, tugas memenangkan Prabowo Subianto, pada Pilpres 2024 mendatang hal yang mutlak dilakukan semua kader Partai Gerindra.

“Terlebih di Kabupaten Bogor yang setiap kali Pemilu, Pak Prabowo, selalu meraih hasil terbaik,” tutup Muzani.

** Mochamad Yusuf

Pemilik Lahan Demo Camat Bojonggede

0

Uang Ganti Rugi Lahan Tol Desar Dianggap tak Wajar

Bojonggede | Jurnal Bogor
Pemilik lahan dan warga Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, yang terkena proyek pembangunan Jalan Tol Depok – Antasari (Desari) seksi 3, Selasa (10/10) mendemo Camat Bojonggede.

Camat Bojonggede, Edy Suwito saat menerima aspirasi warga Pabuaran.

Aksi demo itu digelar pemilik lahan lantaran mereka menilai ganti rugi tanah yang terkena proyek pembangunan Jalan Tol Desari Seksi 3 tidak wajar atau tak sesuai dengan harga pasaran yang ditetapkan panitia pembebasan lahan dari Kantor Jasa Pelayanan Publik (KJPP) dinilai tidak sesuai.

Koordinator Aksi Anton mengatakan, aksi unjuk rasa ini untuk menuntut agar ada penjelasan terhadap penentuan harga ganti rugi dari tiap lahan dan bangunan milik warga yang terkena proyek pembangunan Jalan Tol Desari Seksi 3.

“Kami menuntut agar pihak Kecamatan Bojonggede memfasilitasi untuk musyawarah dengan pihak KJPP, agar tidak semena-mena menentukan harga ganti rugi lahan terkena proyek pembangunan Jalan Tol Desari Seksi 3,” kata Anton.

Anton menjelaskan, harga ganti rugi yang diberikan akan sangat memberatkan warga untuk mencari hunian baru setelah pembebasan lahan, uang ganti rugi yang diberikan untuk warga terdampak cukup bervariatif dalam hitungan meter persegi.

“Sampai saat ini masih belum jelas tetapi ada yang Rp 1,4 juta, Rp 1,8 juta, Rp 3,4 juta dan sebagaianya. Kami hanya minta penjelasan dasar seperti apa, kalau hitungannya berdasarkan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP), kami tidak bisa membeli rumah,” ujarnya.

Anton mengultimatum Camat Bojonggede Edy Suwito, agar menindaklanjuti aspirasi para pemilik lahan yang terkena proyek pembangunan Jalan Tol Desari Seksi 3 dengan memberinya waktu 14 hari.”Kalau sampai 14 hari tidak respon atau undangan dari pihak kecamatan, kami akan membawa massa dengan jumlah yang lebih banyak lagi,” kata Anton.

Sementara itu, Camat Bojonggede Edy Suwito menerangkan, terkait perhitungan ganti rugi masyarakat ada pada Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sesuai dengan aturan yang berlaku.

Meski begitu, pihak Kecamatan Bojonggede tetap menyerap aspirasi warga dan meneruskannya kepada pihak terkait. Sebab, kecamatan dalam hal ini hanya sebagai fasilitator.

“Mereka menyampaikan aspirasi, intinya dari harga ini mereka menganggap belum sesuai hanya saja sesuai ketentuan aturan yang sudah ditetapkan. Aspirasi warga akan kita laporkan dulu ke pimpinan termasuk kepada panitia pengadaan, nanti hasilnya seperti apa nanti kita tunggu saja,” jelas Edy menutupi.

Sebagai informasi, proyek pembangunan Jalan Tol Desari Seksi 3 menghubungkan Jakarta-Depok – Bogor (Bojonggede). Lahan yang dibutuhkan untuk membangun Tol Desari Seksi III seluas 243,364 hektar di atas 1.282 bidang tanah.

** Aga Alamanda

Pedagang yang Jualan di Area Terminal Resah ‘Diusir’

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Pascakebakaran Pasar Leuwiliang rupanya dijadikan ajang manfaat oleh oknum yang mengatasnamakan warga dengan alasan sewa lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, tepatnya di area Terminal Leuwiliang. Sejumlah pedagang kecil yang biasa berjualan untuk menghidupi keluarga mereka itu mendapat ultimatum dari salah seorang yang mengaku sudah memiliki hak sewa lahan aset milik Pemda tersebut.

Keresahan para pedagang kecil itu lantaran mereka diberi batas waktu sampai akhir Oktober 2023 untuk segera membersihkan lapak dagangan oleh salah satu warga Leuwiliang.

“Kemarin, pas hari Rabu ada yang datang kesini ngakunya Bu Mala dan ada orang dari Pemda, juga dari Desa Leuwiliang. Ibu Mala, meminta kami untuk membersihkan lapak-lapak kami dengan memberi tenggat waktu sampai akhir Bulan Oktober, karena dia katanya pemegang sewa lahan aset Pemda,” ucap salah satu PKL Uci, kemarin.

Dia mengaku, sudah 9 tahun berjualan di lokasi itu yang kebetulan dia juga merupakan warga Kampung Amanah Asri. Dia merasa resah kalau harus lapak dagangan yang jadi mata pencaharian sehari-harinya harus dibersihkan dan pemberitahuan itu datang bukan dari pihak pemerintah.

“Memang kami juga tidak mengakui tanah ini. Kalau tanah ini mau dirapikan ya silahkan saja, tapi ini urusannya perut, hanya ini yang menjadi mata pencaharian kami,” tuturnya.

Sementara Camat Leuwiliang WR. Pelitawan membenarkan adanya surat permohonan ke Pemkab Bogor.  Pihak kecamatan kata dia hanya sebagai undangan dan memang juga disitu ada tanah milik Pemda yang kosong dan belum dimanfaatkan.

“Dari sana surat permohonan diproses melalui pemantauan tempat, karena statusnya bisa disewakan,” katanya.

Ketika ditanyai apakah pedagang terdampak kebakaran, dia mengatakan itu diluar korban kebakaran.

“Maksudnya kalau kebakaran mah kebakaran, tapi ini murni penyewaan dengan pemanfaatan milik Pemda,” cetusnya.

Selain itu ia menuturkan, surat tersebut ditujukan ke salah satu orang asal Leuwiliang, dengan permohonan pemanfaatan aset Pemda.

“Jadi gini untuk Hajah Mala itu surat permohonan pemanfaatan aset yang disampaikan pemohonnya ke Pemda, tidak terkait dengan soal penampungan pedagang kebakaran,” kata dia.

Namun, itu yang proses dilakukan oleh BPKAD selaku bidang aset, dan sudah meninjau ke lapangan sebagai bahan rujukan. “Kemarin BPKAD kelapangan itu untuk penelitian, nantinya dikaji dulu apakah boleh atau tidak,” tuturnya.

Sementara Kepala UPT Dishub wilayah Leuwiliang Ika Sobariah mengungkapkan, terkait masalah pengajuan surat memang dengan dasar ada permohonan yang ditujukan ke kecamatan.

“Kita diundang untuk pembahasan, dari aset itu sudah ada pemantauan ke tempat lokasi,” kata Ika.

Ika menegaskan tidak ada bahasan terkait tentang relokasi bagi pedagang yang terdampak kebakaran, dan UPT juga tak tahu menahu.

“Kalau soal pemindahan pedagang kita gak ada urusan, dan mengenai pengelolaan pedagang pun tak ada urusan, hanya untuk terminal itu urusan provinsi Jawa Barat ranahnya,” katanya.

** Andres

SalamAid Bantu Warga Pabuaran Ciampea yang Alami Kesulitan Air Bersih

0

Ciampea l Jurnal Bogor
Krisis air bersih masih dialami di sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor. Seperti dampak kemarau panjang dirasakan warga Kampung Pabuaran, Desa Ciampea. Mereka pun rela mengantre untuk mendapatkan air bersih bantuan dari SalamAid.

Bantuan air bersih ini dipusatkan di RW 03 di dua RT yakni RT 03 dan RT 04 dan tangki air berkapasitas 8000 liter air langsung didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

“Alhamdulillah kami mendapat bantuan air bersih dan sangat membantu, untuk kebutuhan minum dan masak kebutuhan setiap hari,” kata warga Kampung Pabuaran RT 04/03 Desa Ciampea, Titi (44), Selasa (10/10).

Dia berharap bantuan air bersih bisa berkelanjutan, karena kebutuhan setiap hari sangat banyak dan dampak kemarau panjang masih terasa di wilayahnya.

“Kalau setiap harinya biasa mengambil air bersih di mata air, tapi sudah surut. Makanya untuk mandi dan cuci ke sungai sekitar,” jelasnya.

Sementara Koordinator lapangan Midin menjelaskan, bantuan air bersih ini sangat membantu warga Pabuaran karena selama kemarau sangat susah mencari air.

“Air ini buat kebutuhan minum dan masak, sedangkan untuk kegiatan mandi dan mencuci ke sungai,” jelasnya.

Dia meminta kedepan program bantuan tersebut bisa berkelanjutan, karena kebutuhan air bersih sangat dinanti oleh masyarakat.

“Musim kemarau sudah lama, dan dampaknya kekurangan air bersih. Makanya dengan kegiatan sekarang terbantu untuk kebutuhan sehari-hari,” tukasnya.

** Arip Ekon

DKP Sosialisasikan B2SA Kepada Anak di Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor mengadakan sosialisasi konsumsi pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA). Kegiatan sosialisasi tersebut diadakan di MTs Al-Ikhlas, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Selasa (10/10/23).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor Asep Mulyana mengatakan, kegiatan B2SA ini merupakan kegiatan pemahaman kepada anak dalam mengkonsumsi makanan yang sehat, seimbang dan aman. Alasan sekolah yang disasar, sambung Asep, karena anak sekolah rentan dengan mengkonsumsi makanan sembarangan tanpa memikirkan kandungan gizi yang dihasilkan dari makanan tersebut.

“Ini kegiatan yang pertama, nantinya kami akan sasar sekolah lain untuk melakukan sosialisasi B2SA ini. Tanpa disadari oleh anak, mengkonsumsi makanan yang tidak sehat dan kadar gizi yang rendah akan menggangu konsentrasi belajar dan daya tangkap anak tersebut,” ungkap mantan Camat Citeureup tersebut kepada Jurnal Bogor.

Sementara Camat Gunung Putri Kurnia Indra yang belum genap sebulan menjabat sebagai camat menyebut kegiatan sosialisasi B2SA ini sangat bermanfaat. Karena targetnya adalah anak-anak, maka kegiatan dengan cerita-cerita dongeng yang memang disenangi oleh anak.

“Dalam kegiatan ini juga ada pendongeng yang akan menjadi pemateri, karena target sasarannya adalah anak, jadi kita menyesuaikan dengan usia mereka cara memberikan pemahaman tentang B2SA ini,” cetus mantan Kabag Protokoler Setda Kabupaten Bogor tersebut.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri yang menyebut sosialisasi B2SA ini nantinya akan disampaikan juga kepada PKK dan Posyandu agar menyampaikan kepada para orang tua terutama kaum ibu untuk menyediakan makanan yang sehat, bergizi dan aman untuk keluarga mereka.

“Kami akan sosialisasikan juga kepada kaum ibu nantinya, jadi tidak hanya anak yang menjaga pola makan tapi juga ibu yang notabene sebagai penyedia makanan yang dikonsumsi keluarganya,” tuturnya.

Sementara kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh 150 sisiwa MTs Al-Ikhlas, Camat Gunung Putri Kurnia Indra, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Asep Mulyana, Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri, Ketua BPD Desa Gunung Putri, serta Kabis dan Kasie DKP Kabupaten Bogor.

** Nay Nuráin

Walau Belum Miliki Lapangan Latihan Tembak Sendiri, Berikut Deretan Prestasi yang Pernah Diraih PSI SC Korwil Bogor

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Persatuan Sengin Indonesia Shooting Club (PSI SC) Korwil Bogor sudah melanglang buana mengikuti banyak kejuaraan, mulai dari Kejuaraan Tingkat Bupati dan Walikota serta Provinsi Jawa Bara, hingga atlet yang dihasilkan dari PSI SC ini tak jarang dipakai untuk klub lain.

Hal tersebut disampaikan Ketua PSI SC N.Sumarna, dimana prestasi yang dimiliki oleh PSI SC kurang dilirik dengan tidak memilkinya lapangan latihan tembak sendiri.

“Sebetulnya hal ini  sudah banyak dikeluhkan oleh anggota, dan jadi PR juga untuk para pengurus. Namun karena keterbatasan yang kami miliki terutama dalam urusan finansial, itulah faktor kendala utama kami,” ungkap N.Sumarna kepada Jurnal Bogor.

Untuk tawaran-tawaran kejuraan atau hanya sekedar latihan bareng, sambung N.Sumarna, sangat banyak sekali, terkadang kebanyakan dari klub tetangga sebelah yang penasaran karena PSI SC selalu yang menjadi juara disaat melakukan latihan bareng dengan mereka.

“ Saya hanya berharap, kepada tim dan para atlet untuk tidak berkecil hati, apalagi sampai semangatnya kendur, karena keterbatasan kita saat ini,” tuturnya.

Lebih lanjut N. Sumarna mengatakan, memang ada beberapa yang menawarkan untuk menggunakan lapangan milik mereka yang sudah tidak produktif, hanya saja ketidakmampuan untuk menyewa lapangan tersebut dan jarak yang cukup jauh juga itu menjadi kendala.

“ Semoga saja, dengan adanya Perbakin di Kabupaten Bogor ini, ada anggota dewan yang melirik PSI SC, terutama dalam bidang pembinaan untuk ketersediaannya lapangan latihan tembak,” katanya.

Untuk diketahui, berikut kejuaraan yang pernah diraih PSI SC 

1. Jaka Lesmana Juara Long Range 100 m 75 m dan 50 m, Juara 2 Latihan bersama Wahana SC Perbakin Kota Bogor
2. Indra, Eko dan Jaka Juara  1,2&3 Latihan bersama Puma SC Monte 41 Perbakin Tanggerang Kota
3. Arif Juara 1 kategori Monte 41 Latber BSCB Serang PB Banten
4. Arh Fauzan Juara 1 Long Range 100 m, 75 m dan 50 m, Latber BSCB PB Banten
6. Indra Juara 1 Monte 41 dan Leo Sandalawood Juara 2 BR 25, Walikota Cup Tanggerang Kota
7. Aman Samudra Juara 2 dan Adnan Juara 3 Multirange Latber PSI SC Jayakarta
8. Sumarno Juara 1 BR 25 prestasi di Boellet SC Perbakin Kota Sukabumi
9. Indra dan Iwan Juara 1 dan 2 Monte 41 Latber Mandala SC PB Kabupaten Bogor
10. Leo Sandallwood Juara 1 Latber MSC Bekasi BR 25 prestasi
11. Iwan dan Jaka juara 1dan 3 Latber ke 2 Puma SC Kota Tanggerang
12. Indra Juara 3 Monte 41 Latber di PB Tangsel area 01 SC Abadi
13. Arif dan Leo h2s Juara 1 dan 2 Latber PSI SC ke 2 Jayakarta BR 25 prestasi
14. Indra Juara 1 BR 25 prestasi Latber Perbakin Kabupaten Tanggerang Kitribhakti

** Nay Nur’ain

Dispora Akan Kembalikan Marwah PPOPM

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Dispora Kabupaten Bogor yang memiliki Kawah Chandradimuka pembinaan atlet masa depan akan kembali memberikan perhatian serius kepada PPOPM Kabupaten Bogor.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekdispora Kabupaten Bogor Hendarsah, Selasa, 10 Oktober 2023.

Hendarsah menegaskan, berbagai sarana latihan, fasilitas lainnya serta kebutuhan para atlet PPOPM yang masih belum ada akan segera dipenuhi.

” Kami ingin PPOPM Kabupaten Bogor bisa menjadi mesin pencetak atlet masa depan Kabupaten Bogor,” terang Hendarsah

Mlakanya, kata Hendarsah, pihaknya saat ini tengah melakukan inventarisir hal hal yang memang harus menjadi perhatian prioritas.

Selanjutnya, tambah Hendarsah, untuk mengukur peningkatan prestasi para atlet PPOPM, sudah selayaknya para atlet binaan PPOPM mengikuti event event Kejurnas antar PPLP, PPLPD dan SKO se Indonesia.

” Intinya saya ingin mengembalikan Marwah PPOPM yang beberapa waktu lalu sempat jadi destinasi dari Dispora se Indonesia yang akan membuat PPLPD didaerahnya” paparnya.

** asep syahmid

PT Kahaptex Sosialisasikan Program Tanam Bareng Warga

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
PT Kahaptex melakukan sosialisasi kegiatan bertema “Program Tanam Bareng Warga” bertempat di PT Kahaptex lantai 4 di area Hidroponik, Kp Kedep, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Selasa (10/10/23).

Hadir dalam Program Tanam Bareng Warga tersebut kader ibu-ibu PKK, pengurus RT, RW dan Karang Taruna dari RW 15 dan RW 23.

Direktur PT Kahaptex, Argo menjelaskan tujuan dari Program Tanam Bareng Warga ini selain untuk menunjang ketahanan pangan, juga mengajak warga Kp Kedep khususnya untuk memanfaatkan lahan minim untuk bercocok tanam.

“ Karena menanam itu sudah banyak metodenya, lahan sempit dan tidak bertanah sekalipun bisa ditumbuhi tanaman pangan. Maka disini kami mengajak warga untuk bercocok tanam dengan cara hidroponik,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor.

Sementara Factory Manager PT Kahaptex, Susi menjelaskan poin-poin utama manajemen pengorganisasian dan pengelolaan. Pada acara tersebut warga juga diajarkan praktik langsung  bagaimana cara menanam tanaman sayuran dengan metode hidroponik mulai penyemaian sampai dengan pemanenan di area hidroponik.

“Kami mempersilahkan warga membawa langsung sayuran phok choy, caisim dan selada hasil panen mereka, antusias dan semangat dari kader ibu-ibu PKK sangat terlihat,” tuturnya.

Ditempat yang sama disampaikan, Koordinator PT Kahaptex Wira menyampaikan bahwa Program Tanam Bareng Warga merupakan bagian dari Program CSR Tanam Sejuta Pohon PT Kahaptex. Dimana sama-sama untuk mewujudkan lingkungan yang hijau dan asri. Khusus untuk kegiatan Tanam Bareng Warga ini untuk pilot project-nya fokus kepada pemberdayaan ibu-ibu yang ada di RW 15 dan RW 23, dan untuk lokasinya di beberapa titik taman depan pabrik PT Kahaptex.

“ Harapannya dengan adanya program kegiatan ini dapat merangsang warga di RW 15 dan RW 23 untuk lebih produktif dan kreatif. Kedepannya jika didukung oleh pemerintah desa dan kecamatan, tidak menutup kemungkinan akan diikut sertakan dalam lomba-lomba Kampung Ramah Lingkungan (KRL) di tingkat desa dan kecamatan,” jelasnya.

** Nay Nuráin