33.6 C
Bogor
Saturday, July 18, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 431

Setelah Kades Terpilih Dilantik, Camat Cigudeg: Pelayanan dan Kualitas Pembangunan di Cintamanik Lebih Ditingkatkan Lagi

0

Cigudeg l Jurnal Bogor
Kepala Desa terpilih Desa Cintamanik Jamaludin resmi dilantik untuk periode 2021-2026 menggantikan kades sebelumnya yang meninggal dunia. Kades Jamaludin pada  Pilkades Pemilihan Antar Waktu (PAW) menyatakan akan melanjutkan program  yang telah masuk dalam perencanaan pembangunan yang diusulkan masyarakat melalui MusrenbangDes.

Jamaludin sebelumnya menjabat sekretaris desa dan kini fokusnya meneruskan program pembangunan, baik fisik maupun non fisik apa.

“Rencana kedepan, akan dilanjutkan apa yang telah diusulkan masyarakat di MusrenbangDes,” kata Kades Cintamanik Jamaludin kepada Jurnal Bogor, Jumat (8/12)

Sebelumnya, Jamaludin dilantik Bupati Bogor Iwan Setiawan di Pendopo pada (6/12/2023) dan dia mengaku tidak akan melakukan pergantian aparatur desanya. “Yang sudah  berjalan diteruskan dan perangkat desa pun  tak ada yang diganti. Terimakasih atas kepercayaan masyarakat, semoga Desa Cintamanik bisa lebih baik lagi,” harapnya.

Camat Cigudeg Pardi bersyukur tahapan Pilkades PAW hingga prosesi pelantikan berjalan baik. “Pemilihan kepala desa telah usai, kami berpesan kini tidak adalagi dukung mendukung. Segera melaksanakan kegiatan  sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, karena sebagai pelayan rakyat  tentu harus  merangkul semua masyarakatnya dan memperlakukan sama tanpa membeda-bedakan.”

“Seperti melaksanakan pembangunan melalui pemberdayaan masyarakat serta memberikan pelayanan sebaik mungkin. Tak hanya pelayanan masyarakat, termasuk  kualitas pembangunan  infrastruktur juga harus ditingkatkan lagi. kemudian penataannya harus lebih baik lagi,” pesan Camat.

(arip ekon)

Penuhi Hak Perempuan dan Anak, 48 Pasutri di Cigudeg Isbat Nikah

0

Cigudeg l Jurnal Bogor
Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar isbat nikah terhadap 48 pasangan suami istri (pasutri) yang belum memiliki akta perkawinan.

Acara isbat nikah yang dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Cigudeg, Jumat (8/12) dibuka langsung Bupati Bogor melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bogor, Mamur.

Mamur menyampaikan para peserta selain mendapatkan buku nikah, juga memperoleh administrasi kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Menurut dia, isbat nikah merupakan bentuk upaya pemberdayaan serta pemberian perlindungan dan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak.

“Diharapkan isbat nikah ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencatatkan dan meresmikan pernikahan di mata hukum,” kata Mamur

Menurutnya, perempuan paling banyak dirugikan dalam pernikahan yang tidak tercatat di negara, karena tidak dapat menuntut hak, seperti nafkah dan waris.

Kemudian, anak dari pernikahan siri juga akan kesulitan untuk mengurus akta kelahiran dan dokumen penting lainnya terkait masa depannya.

Lanjut Mamur menyampaikan percepatan kepemilikan dokumen kependudukan guna mendukung program ketahanan keluarga serta program perlindungan hak perempuan dan anak di Kabupaten Bogor.

Camat Cigudeg Pardi juga menyatakan hal yang sama, melalui isbat nikah mewujudkan pemenuhan hak perempuan dan anak dalam mendukung ketahanan keluarga di Kabupaten Bogor

Dari 97 peserta, terverifikasi menjadi 48 pasangan suami istri tercatat bisa melangsungkan isbat nikah dan kedua pasangan bisa lebih nyaman.

“Sosialisasikan terus kegiatan isbat nikah ini supaya masyarakat kita  yang belum memiliki buku nikah itu bisa kita fasilitasi,” ungkapnya

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Perlindungan, Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender DP3AP2KB Kabupaten Bogor Erwan Suherwan yang hadir di acara itu menyebut isbat nikah terpadu ini sebagai upaya untuk memberikan perlindungan hukum.

Lebih lanjut Erwan mengatakan, melalui program ini Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) memberikan jaminan hukum dan keadilan bagi masyarakat khususnya kaum perempuan, untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan serta mendukung program ketahanan keluarga.

“Semoga dapat memfasilitasi masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Cigudeg agar pasangan suami istri memperoleh status perkawinan secara hukum agama dan negara serta administrasi kependudukan seperti KTP, KK, Akta Kelahiran dan KIA,” tandasnya.

(arip ekon)

PPOPM Kabupaten Bogor Turut Sukseskan Perhelatan Piala Dunia U-17 Tahun 2023

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Perhelatan Piala Dunia U-17 tahun 2023 sudah usai dengan menempatkan Timnas U-17 Jerman menjadi Kampiun dengan menumbangkan Prancis 4-3 ( 2-2) lewat drama adu penlti yang dilangsungkan di Stadion Manahan, Solo, Sabtu, 2 Desember 2023 lalu.

FIFA selaku federasi sepakbola dunia memuji habis habisan kesuksesan Piala Dunia U-17 tahun 2023 yang dilangsungkan di Indonesia.

Dibalik kesuksesan event Piala Dunia U-17 tersebut, ternyata ada 35 duta pesepakbola muda asal PPOPM dan Klub sepakbola di Kabupaten Bogor yang turut mensukseskan Piala Dunia U-17.

Para pesepakbola binaan PPOPM dan klub anggota Askab PSSI Bogor ini selama sebulan penuh menjadi para pemain peraga yang mendampingi semua wasit FIFA yang bertugas di Piala Dunia U-17.

” Alhamdulilah para pesepakbola binaan UPT PPOPM Dispora Kabupaten Bogor dan beberapa klub anggota Askab PSSI Bogor memberikan andil yang besar dalam Piala Dunia U-17 kali ini,” ujar Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP, Jumat, 8 Desember 2023.

Para pemain PPOPM, kata Asnan AP, selama sebulan penuh diberikan kepercayaan oleh PSSI dan FIFA menjadi pemain peraga dan berlatih bersama para wasit FIFA yang bertugas di Piala Dunia U-17.

” Intinya kami bangga UPT PPOPM jadi bagian dalam kesuksesan Piala Dunia U-17 di Indonesia ,” papar Asnan AP.

Head Coach Sepakbola PPOPM Kabupaten Bogor, Bahar Lestaluhu mengatakan PSSI dan FIFA sangat percaya dan bangga dengan para pemain PPOPM Kabupaten Bogor yang jadi pemain peraga selama Piala Dunia U-17.

” Itu pengalaman yang berharga dan tak bisa dilakukan semua pemain dari berbagai klub atau PPLP yang ada di Indonesia. Saya sangat senang dengan apresiasi yang diberikan PSSI dan FIFA kepada PPOPM jadi salah satu elemen kesuksesan Piala Dunia U-17,” kata Bahar Lestaluhu.

Apalagi, sambung Bahar, selama menjadi pemain peraga dengan wasit FIFA para pemain PPOPM mendapatkan banyak ilmu sepakbola modern.

” Bahkan mereka juga mendapatkan uang saku, makan serta souvenir Piala Dunia U-17. Saya sangat bangga dengan hal ini karena dunia internasional saat ini sudah mengenal PPOPM Kabupaten Bogor,” ujar Bahar Lestaluhu.

Selama menjadi pemain peraga dalam Piala Dunia U-17, para pemain PPOPM dan pemain lainnya dari klub yang ada di Kabupaten Bogor didampingi oleh Yayan Mulyana salah satu pelatih sepakbola yang ada di Kabupaten Bogor.

(asep syahmid)

Usai Pengajian Jumat, Direktur RSUD Leuwiliang dr. Vitrie Winastri Sapa Pasien

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Usai melaksanakan pengajian rutin yang diselenggarakan setiap hari Jumat, Direktur RSUD Leuwiliang dr. Vitrie Winastri, S.H.,MARS menyempatkan untuk menyapa pasien yang sedang melakukan pemeriksaan.

“Kalau pengajian memang rutin kami laksanakan setiap hari Jumat, jemaahnya karyawan RSUD Leuwiliang yang sedang tidak melakukan pelayanan. Terkecuali, dokter, perawat atau bagian pendaftaran pasien,” ujar dokter Vitrie, Jumat (8/12/2023).

Poli kandungan jadi tujuan pertama direktur menyapa pasien. Disana, direktur berbincang dan mengobrol dengan salah seorang pasien yang tengah mengandung 9 bulan.

“Saya selalu menyempatkan diri untuk ngobrol dan menyapa pasien. Tujuannya, saya ingin memastikan bahwa pasien yang berobat ke RSUD Leuwiliang ini terlayani dengan baik” tutur direktur Vitrie, Jumat (8/12/2023).

Tidak hanya poli kandungan, ia pun mengunjungi poli saraf untuk menyapa pasien dan berbincang dengan dokter saraf RSUD Leuwiliang.

“Dengan kita saling tegur sapa dengan dokter, perawat dan juga pasien, akan terjalin harmonisasi. Dengan seperti itu, pasien akan merasa nyaman dilayani pihak RSUD Leuwiliang ini,” tuturnya.

Sementara itu, Aisi Suryana (34) salah seorang pasien yang sedang memeriksakan kandungannya yang berusia 9 bulan mengku nyaman berobat di RSUD Leuwiliang.

“Ini anak ke-4 saya dan usia kandungannya sudah 9 bulan. Sebelumnya anak ke3 saya juga diperiksakan dan melahirkannya juga di RSUD Leuwiliang ini,” kata wanita yang tinggal di Parungpanjang itu.

Dia menambahkan, selama dirinya berobat di RSUD Leuwiliang selalu dibantu pihak rumah sakit, mulai dari pendaftaran BPJS hingga administrasi lainnya.

“Saya merasa puas dengan pelayanan di RSUD Leuwiliang. Selama saya berobat, memeriksakan kandungan hingga melahirkan, semuanya dibantu dan dipermudah, meski saya pasien BPJS,” puangkasnya.

(yev/rls)

BBPMKP Kementan Tingkatkan Kualitas Penyelenggaraan Pelayanan Publik Lewat Public Hearing

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik yang adil, transparan, dan akuntabel. Salah satunya melalui Public Hearing. Public Hearing merupakan sarana menyampaikan pendapat, masukan dan usulan pengguna layanan untuk perbaikan dan peningkatan penyelenggaraan pelayanan publik di BBPMKP.

Mengambil tema “Ruang Bersama Meningkatkan SDM BerAKHLAK”, Public Hearing digelar di aula Komplek Surya BBPMKP, Kamis (07/12) berfokus memperkenalkan standar layanan unggulan dan layanan terbaru BBPMKP. Layanan terbaru BBPMKP hadir berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia tentang Kelompok Substansi dan Tim Kerja Pada Kelompok Jabatan Fungsional Lingkup Unit Pelaksana Teknis Kementerian, yaitu layanan standardisasi dan uji kompetensi kerja jabatan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menekankan pentingnya inovasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik

“Inovasi menentukan kualitas pelayanan publik. Semakin baik inovasi yang kita lakukan, pelayanan yang diberikan akan lebih maksimal lagi apalagi pada UPT-UPT di bawah BPPSDMP yang tugasnya mengutamakan pelayanan,” papar Dedi.

Standardisasi dan uji kompetensi kerja jabatan merupakan layanan baru yang diselenggarakan BBPMKP dalam hal penyusunan bahan standar kompetensi kerja jabatan ASN, penyusunan metode penilaian kompetensi ASN melalui Assesment Center atau metode penilaian lainnya, pelaksanaan uji kompetensi, dan pemberian konsultasi di bidang manajemen, kepemimpinan, dan multi media, serta pelaksanaan penilaian kompetensi ASN.

Sementara itu, hadir sebagai narasumber Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah mengungkapkan BBPMKP saat ini memiliki nilai yang sangat bagus pada salah satu aspek kebijakan pelayanan publik, yaitu Survei Kepuasan Masyarakat.

“Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat BBPMKP pada Triwulan I Tahun 2023 sudah bagus. Hasilnya sangat baik, itu artinya kualitas penyelenggaraan pelayanan publik di BBPMKP sudah sangat baik bagi pengguna layanan. Ini harus dipertahankan”, kata Siti Munifah.

Adapun narasumber yang hadir dalam Public Hearing meliputi Ombudsman RI, Lembaga Admnistrasi Negara (LAN) RI, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian, dan Sekretariat BPPSDMP.

Kepala BBPMKP, Yusral Tahir mengungkapkan harapan dengan adanya public hearing ini ada masukan dan usulan perbaikan bagi penyelenggaraan pelayanan publik lembaganya agar lebih baik, khususnya dari para narasumber dan stakeholders undangan.

(Nita/BBPMKP)

Harga Cabai Tembus Ratusan Ribu Rupiah per Kilogram

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Tahun 2023 tinggal beberapa pekan lagi. Tak heran setiap jelang akhir tahun, kebutuhan pokok seperti sembako kerap mengalami kenaikan.

Seperti di Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pengunjung dan pedagang pasar mengeluhkan kondisi harga bahan pokok saat ini mengalami kenaikan. Seperti berbagai macam jenis cabai merangkak naik, bahkan ada yang tembus hingga ratusan ribu rupiah perkilo.

Pada Kamis (7/12/23), cabai merah dan cabai keriting Rp90.000/kg, cabai rawit hijau Rp50.000/kg dan cabai rawit merah Rp100.000/kg.

Kenaikan harga bahan pokok seperti cabai dirasakan mencekik. Pasalnya, kenaikan harganya langsung melonjak drastis, sementara bahan-bahan yang saat ini naik sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Ya mau bagaimana lagi walau naik tetap belanja karena saya sendiri untuk dijual lagi. Untuk sementara belanja dibatasi dulu karena harganya yang gila-gilaan,” kata salah satu pembeli di Pasar Leuwiliang, Yunita.

Dengan kondisi harga yang meroket, dia sebagai rakyat kecil merasa tercekik. Dengan begitu dia berharap harga kebutuhan tersebut dapat normal kembali.

“Saya berharap kepada pemerintah agar cabai ini harganya bisa turun, kami sebagai rakyat kecil tentunya dengan harga saat ini yang dijual membuat kami harus berpikir ulang untuk belanja banyak sementara banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Dulu 20 ribu saja dapat sekilo sekarang seperempat harga,” bebernya.

Diakui salah satu pedagang Dadang, kenaikan bahan pokok sudah beberapa hari belakangan ini. Tak hanya penjualan yang mahal, keberadaan cabai juga saat ini sangat sulit didapatkan dari para petani.

“Mungkin akibat cuaca juga ya, sehingga barang seperti cabai ini juga sedikit berkurang,” katanya.

(andres)

Sadengkolot Tuntaskan Jalan Rusak Melalui Program Jalan Mulus

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor
Infrastruktur menjadi salah satu fokus dalam program pembangunan di Pemerintah Desa Sadengkolot, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Salah satunya melalui anggaran dana desa program jalan mulus dan kemantapan jalan terus dilakukan peningkatan.

Sudiman

Anggaran dana desa tahap akhir 2023 dialokasikan seperti untuk peningkatan jalan lingkungan di lingkup RW 05, 06, 09, 04 serta RW 10.

“Progres peningkatan insfratruktur hotmix di Desember 2023 telah berlangsung di 5 RW dengan total panjang 1.834 meter,” kata Sekretaris Desa Sadengkolot Sudiman kepada Jurnal Bogor, Kamis (7/12).

Program infrastruktur, menurut Sekdes meliputi  pembangunan infrastruktur jalan yang sangat dibutuhkan untuk memudahkan berbagai kegiatan masyarakat. Kemudian bantuan UMKM untuk kerajinan bambu di RW 01, dan pembelian alat fogging guna pencegahan penyakit demam berdarah (DBD).

“Selain  kemantapan insfratruktur dengan peningkatan hotmix jalan, saat ini tengah mengantisipasi mewabahnya nyamuk demam berdarah Aedes aegypti di musim penghujan jelang akhir tahun 2023 mendatang. Kita beli alat fogging nantinya digunakan untuk penyemprotan dimana jentik nyamuk demam berdarah bersarang,” ungkap Sekdes.

Selanjutnya dialokasikan juga penganggaran untuk pembangunan balai warga di RW 07 serta pembuatan MCK di RW 06. “Dana desa dimanfaatkan juga untuk mendorong bagi pelaku usaha kreatif melalui UMKM dengan pembuatan kerajinan furniture yang menggunakan bahan dasar bambu,” jelasnya.

(arip ekon)

Beri Pengobatan Gratis, CSR PT SBI Pabrik Narogong Gandeng Puskesmas Klapanunggal

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) melalui CSR terus berupaya memberikan manfaat kepada masyarakat di desa – desa sekitar lokasi kerja. Melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT SBI  menggandeng pihak Puskesmas Klapanunggal melaksanakan sosialisasi dan pengobatan gratis bagi masyarakat Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Kamis (07/12/23 ).

Pengobatan gratis kali ini dilaksanakan di Kampung Bagogog RT 06/06 Desa Klapanunggal, dan turut hadir tim CSR PT SBI, dokter dari Puskesmas Klapanunggal Drs. Susilawati Gustiani, dokter dari PT SBI Drs. Koko, Ketua RT/RW setempat, kepala dusun (Kadus 03) Pendi, Bhabinkamtibmas Sudana, Babinsa Hendi Yadi dan warga Bagogog.

CSR PT SBI Rahmat mengatakan, program pengobatan ini bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat Klapanunggal, khususnya masyarakat di ring I.

” Hal ini juga untuk membantu masyarakat dalam hal pengobatan serta mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” katanya kepada Jurnal Bogor.

” Pengobatan gratis peduli sehat dilaksanakan oleh perusahaan, tujuannya membantu masyarakat sekitar perusahaan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Kita juga berikan pengetahuan terkait menjaga kesehatan,” tambah Rahmat.

Sementara Kepala Dusun 03 Pendi mengaku senang dengan adanya pengobatan gratis, khususnya terhadap masyarakat Bagogog karena terbantu sekali dengan kegiatan sosial yang dilakukan oleh CSR PT SBI dan pihak Puskesmas Klapanunggal. Ia memperoleh pengobatan secara gratis dan diberi obat-obatan dalam mendukung proses penyembuhan sakit.

“Semoga pengobatan gratis ini tidak cuma hanya sekali saja dan terus diupayakan ada untuk masyarakat Klapanunggal dan saya mengucapkan terimakasih kepada CSR PT SBI dan Puskesmas Klapanunggal yang sudah menyelenggarakan program pengobatan peduli sehat secara gratis ini,” tutupnya.

(andi/nay)

Dandim 0621 Kolaborasi dengan PT Kahaptex Tanam 1 Juta Pohon

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Komando Distrik Militer 0621 Kabupaten Bogor, bekerjasama dengan PT Kahaptex menyiapkan program penanaman 1 juta pohon guna meningkatkan kesadaran akan pelestarian lingkungan, serta mencegah terjadinya longsor dan banjir saat musim penghujan, Kamis (07/12/2023).

“Alhamdulillah hari ini kita Kodim 0621 Kabupaten Bogor, bekerjasama dengan PT Kahaptex melaksanakan penanaman pohon. Yang mana, kegiatan ini sesuai dengan perintah Pak Kasad, untuk melakukan penghijauan secara serentak di seluruh kota,” ucap Dandim 0621 Letkol Kav Gan Gan Rusgandara kepada Jurnal Bogor.

Gan Gan sapaan akrab Dandim Kabupaten Bogor menyebutkan, kegiatan penanaman pohon ini dilakukan untuk mengantisipasi curah hujan yang cukup tinggi. Seperti yang kita ketahui, Kabupaten Bogor cukup rawan bencana longsor beserta banjir.

“Maka dari itu, Bapak Kasad melalui Bapak Pangdam dan Danrem meminta agar segera melaksanakan penanaman pohon secara serentak di wilayah Kodam 3 khususnya. Guna mengantisipasi rawan longsor dan banjir. Maka dari itu kita bekerja sama dengan PT Kahaptex untuk melaksanakan penanaman di wilayah Kecamatan Gunung Putri dan wilayah lainya yang ada di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Menurutnya, pohon yang ditanam adalah pohon keras seperti Mahoni dan Sengon. Dia berharap dan mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa mencintai alam dan menjaganya.

” Tak lupa agar senantiasa selalu membersihkan selokan dan aliran sungai, serta tidak membuang sampah sembarangan. Serta bersama-sama dan mengajak masyarakat untuk melakukan penanaman pohon di lahan keritis, lahan tidur, maupun lahan yang akan rawan bencana alam,” pesannya.

Sementara perwakilan PT Kahaptex Susi Hayanti menyampaikan kegembiraannya karena bisa berkolaborasi dengan Kodim 0621 Kabupaten Bogor.

” Sebetulnya untuk beberapa tahun terakhir ini, kita telah melakukan pemberian CSR penanaman pohon. Bahkan sudah mencapai 1 juta pohon lebih ,dan ini dijalankan juga di wilayah lain seperti Jakarta,” ujarnya.

” Kami sangat antusias sekali bisa berkerjasama dengan Dandim 0621, untuk menjalankan projek kami di program penanaman 1 juta pohon,” tambah Susi.

Lebih lanjut, Danramil 0621-05 Gunung Putri, Kav La Ahmadin yang akrab disapa Rocky menjelaskan kegiatan penanaman pohon merupakan salah satu lanjutan program yang telah dilakukan oleh Koramil 0621-05 Gunung Putri.

“Alhamdulilah kali ini, kita diberikan bibit pohon dari Dandim 0621 Kabupaten Bogor, untuk melakukan penanaman pohon di titik titik rawan banjir dan longsor di wilayah Kecamatan Gunung Putri, ” pungkasnya.

(nay nur’ain)

Milad ICMI ke-33 Tahun dan Tantangan Pemilu Tahun 2024

0

Jurnalinspirasi.co.id – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Menarik juga memperhatikan dan atau mengenang kembali lahirnya ormas Islam, Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia, disingkat ICMI.

Tanpa terasa organisasi tempat berkumpulnya kaum intelektual warga negara-bangsa Indonesia, yang beragama Islam (muslim), yang bernama ICMI, telah berusia genap 33 tahun.

ICMI lahir dan berdiri di Kampus Universitas Brawijaya (UNBRA) Kota Malang, Jawa Timur, tepatnya hari Kamis menjelang tengah malam  tgl 7 Desember 1990, dan sebelumnya didahului dengan rangkaian aktivitas Simposium Nasional (Simnas) dengan tema “Membangun Masyarakat Indonesia Abad XXI” yang dihadiri lebih dari 400 orang peserta para ilmuwan dan pakar, berdatangan dari seluruh Indonesia (dari Sabang sampai Merauke). 

Mereka memadati ruangan Audotarium Kampus UNBRA yang megah dan cukup luas itu, dan salah seorang pesertanya adalah saya AA. Sekedar dimaklumi bahwa saya adalah salah seorang saksi sejarah detik-detik lahirnya ICMI di bumi Nusantara Indonesia. Kegelisahan kaum terpelajar dan terdidik  dari keluarga santri Indonesia sudah berlangsung sejak thn 1980an, dimana telah berlangsung “intelectual booming” skubat keberhasilan pendidikan keluarga santri berkuliah di Univetsitas baik di dalam dan luar negeri.

Salah satu event yang tak akan saya lupakan dalam hidup saya “succes story” adalah peristiwa yang amat bersejarah bagi hidup saya adalah seminar dan pertemuan nasional cendekiawan muslim, digelar pada tgl 6-8 Maret 1986 di Bogor.

Empat tahun sebelum lahirnya ICMI di Kota Malang, saya beserta kawan-kawan di 4 organisasi dan lembaga sosial yaitu grup diskusi mahasiswa lintas kampus Forum Latihan Muslim Intelektual (Folapmi) yang saya (AA) pimpin, bermarkas di asrama Sanggar Felicia (SF) IPB di Kota Bogor, berhasil menjalin kerjasama dengan LSAF dibawah kepemimpinan mas Drs. M Dawam Rahardjo, dan PPA Consultant dibawah kepemimpinan bpk Dr.M Amin Azis, serta Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor, rektornya Dr.AM Saefuddin.

Dan saya selaku ketua Panitia Pelaksananya (OC) dan ketua SC-nya Semnas dan Persimnas adalah abang Ir.M Soleh Khalid, yang sdh almarhum (kena kasus Covid thn 2021), dengan anggota SC-nya antara lain Dr.Didin.S Damanhuri, Dr. M Fadhil Hasan, Drs.A Rifai Hasan, Ir.Kuswanto dan Ir.Sonson Garsoni. Ahamdulillah kedua kegiatan tsb, kami sukses menyelenggarakan Seminar nasional (Semnas) dan Pertemuan Silaturrahmi Cendekiawan Muslim Nasional (Persimnas), dengan tema “Menyiapkan Masyarakat Industri dan Informasi menuju Abad XXI”, bertempat di Aula Gedung Yayasan Pusat Studi dan Pengembangan Islam (YPSPI), yang kini menjadi Kampus Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor sejak September 1987, dimana salah seorang faunding fathernya adalah bpk Letjen (Purn) H.Alamsyah Ratu Perwira, mantan Menag RI dan kemudian menjadi Menko Kesra RI di era Orde Baru, Presiden RI keduanya bpk Jenderal Besar (Purn) Soeharto.

Bpk.Alamsyah selaku Menko Kesra RI diundang dan hadir memberikan sambutan dan sekaligus membuka Semnas dan Persimnas Maret 1986 tersebut secara resmi. Persimnas tersebut melahirkan program dan rekomendasi pembangunan keumatan dan kebangsaan, serta berikutnya terbentuk Forum Komunikasi Pembangunan Indonesia (FKPI)dibawah Ketuanya bpk.Letjen.(Purn) Ahmad Tirto.Sudiro dan Sekjen FKPI diberi amanah kepada mas Adi Sasono.

Alhamdulillah forum Semnas dan Persimnas yang dihadiri sekitar 200 orang dari para akademisi, dosen (ilmuwan dan pakar) dan sejumlah aktivis dan birokrat serta politisi spt abang Ir.Akbar Tanjung juga.hadir di Ciawi Kabupaten Bogor.

Jadi dengan adanya kegiatan Semnas Cendekiawan Muslim se Indonesia, bulan Desember 1990 kami menyambutnya dengan baik dan senang hati atas adanya rencana Semnas yg digagas 5 org aktivis Rois, mhs Fakultas Teknik UNBRA, Salman, Eriks dkk itu.

Seingat saya, ada beberapa Dosen IPB yang hadir di kampus UNBRA yang dari Bogor, diantaranya Dr.Sjafri Mangkuprawira (Ketua LPPM IPB) dan istrinya Dr.Aida Vitayala Hubeis, Prof.Sadan Widharmana (warek satu IPB), Dr.Abdul Azis Darwis, Dr.Aisyah Gerindra, Dr.Illah Saillah dan saya sendiri AA.

Ada Semnas dan Pernas pemrakarsanya atau motor penggerak pendirian ICMI adalah para akademisi/dosen dari sejumlah Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN dan PTS) di Indonesia, diantaranya Dr Nurcholish Majid, Dr.Imaduddin A Rahim, Dr.Jimly Assiddiqie, Prof.Yusuf A Faisal, Dr.Amin Rais, Dr.Watik Pratiknya, Dr.Fuad Amsyari, Prof.Gajah Nata, Prof.Halide, Dr.Sri Bintang Pamungkas, Dr.Murasa Sarkani Putra, Prof.Sadan Widarmana, Dr.Mukhtar Ahmad, Dr.Ahmad Fanani, Prof Soleh Salahudin, Dr.Sjafri Mangkuprawira, Dr Aida Vitayala, Prof.Aisyah Gerindra, dan banyak lagi yang lain, ada ratusan jumlahnya, tersebar di berbagai daerah provinsi, kabupaten dan kota besar di tanah air Indonesia, maka pantas ada nama ormas ini ungkapan kata “muslim se Indonesia”.

Sedangkan mereka  yang hadir di kedua forum Simnas dan Muktamar ICMI pertama thn 1990, tidak saja Dosen, akan tetapi apabila ditelusuri dari latarbelakang profesi dan etnisnya sangatlah beragam (heterogen), ada yang pejabat/birokrat, para ulama, pimpinan Ormas Islam, aktivis LSM (NGO), konsultan, pekerja sosial, pensiunan militer/ABRI, para pejuang/ legiun Veteran, ustadz dan pengasuh Pondok Pasantren, guru Sekolah dan Dosen PTN-PTS sebagai saya sebutkan diantara nama-nama diatas.

Tokoh pendiri ICMI dari kalangan unsur Pemerintahan yang sangat populer, diantaranya adalah bpk Prof Dr.BJ Habibie, Menristek RI dan Kepala BPPT, yang kemudian secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Umum ICMI yang pertama di forum Muktamar ICMI pertama yang cukup menegangkan, penuh haru-biru dan berbahagia itu, kesepakatannya ICMI berdiri diantara gelombang “pro dan kontra”, ada yang mendukung dan mengapresiasi, serta ada juga yang apriori dan mencaci maki spt ICMI, kepanjangan dari “Ikatan Calon Mualaf Indonesia” dan atau ICMI diplesetkan menjadi “Ikatan Calon Menteri Indonesia” dll.

Selanjutnya hadir pula dari unsur birokrat/Pemerintahan diantaranya bpk Prof.Emil Salim, Ir Azwar Anas, Dr.Wardhiman, Dr.Zuhal, Prof.Ahmad Baiquni, Ir.Muslimin Nasution, dan lain-lain. Adapun dari kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM (NGO) motor penggerak pendirian ICMI adalah Dr M Dawan Rahardjo, Dr.M Amin Azis, Adi Sasono, dll.

Mereka yang hadir tersebut adalah kumpulan orang-orang yang peduli dengan nasib bangsa dan negaranya, dimana warga masyarakatnya yang dari tempo doeloe dan hingga sekarang (zaman Now) masih berada dalam kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan (3 K penyakit sosial) akibat kultural, natural dan struktural, dalam banyak hal atau aspek ipoleksusbudhamkam hingga kini, terutama umat Islam Indonesia, yang merupakan penduduk mayoritas (lk 85 persen) yang hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dimana.kaum.muslimin mayoritas hidup tertinggal (marginal society).

Menurut sejarahnya adanya penyakit sosial 3 K (kemiskinan, kebodohan dan keterbekakangan) bagi umat Islam Indonesia, dampak negatif yg dahsyat dari penjajahan Belanda selama 3,5 abad  dan penjajahan Jepang 3,5 thn. Oleh karena itu Indonesia Merdeka, pada tgl 17 Agustus 1945 terbebas dari penindasan (penzholiman kaum kafir), memasuki pintu gerbang keemasan bagi umat, rakyat dan bangsa Indonesia, dengan mengisi kemerdekaan RI dengan pembangunan di segala bidang, terutama pendidikan dan kesehatan.

Akhirnya anggota keluarga santri terutama anak keturunan ulama dan ustadz banyak yang berhasil mengenyam pendidikam yang bermutu baik di dalam maupun tugas berkesempatan tugas belajar program Pascasarjana, magister dan Doktor di luar negeri Erofah, USA dsb.

Buahmya terjadi gejala sosial “intelectual booming” yang kemudian mengakselerasi terbentuknya ICMI tgl 7 Desember 1990 yg lalu. Untuk mengatasi problem sosial 3 K tersebut di bumi Nusantara, maka konsekwensinya lahirmya ICMI merupakan “basic demand” bangsa Indonesia, yang di dalak proses pembangunanannya dibutuhkan mutlak para ilmuwan, pakar dan teknokrat lainnya, yang ikut aktif dalam tahapan atau proses perencanaan, pelaksanasn dan pengawasan.

Jadi kehadiran ICMI yang telah berusia 33 thn pada tgl 7 Desember 2023, adalah sebuah keniscayaan dan suatu keharusan untuk memproduk public policy yang berbasis saintific, yang satu dasa warsa terakhir terabaikan “did’nt scientific” oleh rezim Jokowi, lihat saja kasus IKN Nusantara di Kaltim, Pembangunan Shekter Tambang Nikel di Sulbar yang meminggirkan rakyat setempat dengan mendatangkan tenaga kerja migran China, proyek strategis nasional (PSN) lainnya yang gagal dan melanggar HAM spt PSN Eco City Rempang dsb.

Alhamdulillah, kini ICMI semakin dewasa, matang dan berpengalaman sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia bahkan dunia. Hendaknya bisa.mencarikan jalan keluar, solusi terhadap permasalahan 3 K yang melanda kehidupan umat Islam Indonesia. ICMI sesuai latar belakang lahirnya thn 1990, salah satu misinya membela dan memperjuangkan nasib umat dan bangsa dalam belenggu 3 K, dengan segala keberpihakan regulasi dan kebijakannya (affirmatif policy and regulasi) yang dikeluarkan negara, dalam hal ini Pemerintahan RI. 

ICMI wajib proaktif dalam mengawal jalannya roda pemerintahan untuk mewujudkan dan pencapaian 4 tujuan bernegara yakni melindingi, memajukan, mencerdaskan kehidupan rakyat dan bangsa, serta menciptakan perdamaian dunia yang abadi, maka peran dan fungsi ICMI yang strategis kini dan kedepan ada 2 aspek yaitu ikut aktif berpartisipasi membantu Pemerintah RI dalam menghasilkan regulasi dan kebijakan publik yang sesuai konstusi negara (UUD 1945) dan prinsip-prinsip atau kaidah Ilmiah menurut ipteks (by scientific) dan ikut aktif di lapangan usaha dengan berbagai aktifitas pemberdayaan masyarakat (social enfowering), terutama melindungi dan memperjuangkan perbaikan kehidupan kaum fakir miskin dan orang-orang tertindas (mustaafin dan fuqoro masakin) di negara ini.

Jadi peran strategis ICMI dalam memajukan masyarakat dan bangsa Indonesia melalui 2 pendekatan yaitu reflektif dan fraksis,  bukan hanya berpikir “berdiskusi” dan berzikir “ibadah fardhu” semata-mata, tetapi juga turun tangan bekerja cerdas, keras dan ikhlas di berbagai lingkungan sosial.

Akademisi atau Dosen di PTN dan PTS bukanlah  menara gading, akan tetapi kaum CiVa Kampus harus dan wajib peduli dengan nasib rakyat dan bangsa yang terkena penyakit sosial 3 K tersebut, sehingga mereka menjadi Cendekiawan Muslim Indonesia sejati, bukan “merpati” terbang sani-sini, kehilangan jatidiri. Astaghfirullah.

Saya berkeyakinan di usia ICMI ke 33 thn, warga dan anggota ICMI bisa bekerja sama, berbuat dan berkiprah dalam.hal peningkatan kualitas “public policy dan social enfowering” umat, rakyat dan bangsa sebagaimana disebutkan tadi. Hal ini ditopang telah adanya seperangkat karakter atau berwatak yang berbasis pola berperilaku, yaitu sbb:

(1). Keislaman (berzikrullah based on beriman bertaqwa beraqidah Tauhidullah), yang mengembangkan ukhuwah dan silaturrahmi, saling ta’aruf dan ta’awum dan tau’syiah guna mengukuhkan upaya mewujudkan masyarakat madani,

(2) KeIndonesiaan (bertanah air dan berkebangsaan yang satu Indonesia), memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dan negara dalam berbagai kegiatan yang tetap memperhatikan Kebhinekaan Tunggal Ika, yang kita miliki,

(3) Kecendekiawan, yang memiliki kepedulian (carefully) untuk mewujudkan berbagai kegiatan pembangunan umat, masyarakat, bangsa dan negara, terutama dalam menjunjung harkat dan martabat rakyat kecil dan memperjuangkan kaum lemah,

(4) Keilmuan dan Kebudayaan, berfikir atas dasar kekuatan dan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni-humaniora (ipteks) untuk menghasilkan kajian, inovasi, design, sumbangan pemikiran, serta berkarya nyata dengan kapasitas keilmuwan dan kepakaran yang dimilikinya,

(5). Keterbukaan, yang diselenggarakan dalam penerimaan anggota (inklusif), menampung aspirasi, partisipasi, prakarsa, dan dinamika anggota serta tetbuka dalam hal pertanggungjawaban keuangan,

(6) Kebebasan, yang dimanifestasikan dalam sikap indefenden serta bertanggungjawab, berdiri sendiri, tidak menjadi bagian dari atau bernaung dalam organisasi kekuatan sosial-politik dan atau birokrasi pemerintahan,

(7) Kemandirian, yang direfleksikan dalam sikap organisasi yang memiliki otonomi dalam pemikiran, pengambilan keputusan, penyelenggaraan kegiatan secara berswadaya terutama pada kemampuan pemikiran upaya dan sumberdaya sendiri, sesuai dengan program yang telah ditetapkan, dan

(8) Kekeluargaan, yang diimplementasikan pada pengembangan berkehidupan kebangsaan untuk menumbuhkan sikap kekeluargaan Cendekiawan Muslim, serta berpartisipasi dalam pemersatu  umat, masyarakat, bangsa dan negara (ART ICMI, pasal 2).

Kedelepan watak ICMI inilah,  merupakan suatu sistem atau tatanan yang saling berkaitan dan mendukung terciptanya seorang yang berkeperibadian Cendekiawan Muslim, yang dalam kitab suci Al Quran disebut Ulil Albab.

Ulil Albab, cendekiawan muslim dalam pengertian AD dan ART ICMI adalah orang-orang yang selalu berupaya (ikhtiar) dalam dirinya, keluarga dan masyarakat bangsanya untuk meningkatkan kualitas imtaq, pikir, kerja, karya dan kualutas hidup berumah tangga yang berkasih sayang (sakinah mawaddah warohmah), yang dikenal program 5 K ICMI.

Ulil Albab adalah sosok manusia yang dalam nafas hidup dan gerak kehidupannya selalu mengingat kebesaran Allah SWT, dan mereka hanya takut kepadaNya, bukan kepada siapa-siapa dan atau hantu-hantu, dewa-dewa, berhala yang lain yang dipuja dan disembah-sembah seperti tahta/kekuasaan politik, harta/kekayaan material  wanita/sexual, dll, yang sangat merusak harkat dan martabat (dignity) umat, masyarakat, bangsa dan negara.

Gejala-gejala sosial yang mendewa-dewakan 3 Ta (Tahta, Harta dan Wanita) semakin tampak jelas dimata kita, dengan indikator dan parameter semakin meningkatnya perilaku jahat dan bejat seperti korupsi, kolusi, prostitusi/LGBT, manipulasi hukum, berbohong, bercawe-cawe dalam penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) untuk kepentingan pribadi guna mempertahankan kekuasaannya, dan mempromosikan anggota keluarganya mendapatkan jabatan publik dalam upaya membangun politik dinasti dengan menamberak sistem demokrasi, dan lain-lain.

Amat disayangkan perilaku jahat dan bejat itu terjadi dan dilakukan oleh para elite politik dan birokrasi (the ruling party) negeri “socio religous” yang amat kita cintai ini, baik mereka menjabat di lembaga negara Eksekutif (Presiden dan Menteri RI), Legislatif (anggota DPR, MPR dan DPD RI) maupun Yudikatif (Ketua MK, KPK, dan MA RI).

Akibatnya saat ini dibiarkan dan diabaikan karena tidak ada lembaga kontrol kekuasaan negara yang efisien dan efektif spt MPR RI sebagai institusi penjelmaan kedaulatan tertinggi Rakyat, sehingga terjadilah pelemahan supremasi hukum. 

Presiden RI sebagai mandaris MPR RI tidak ada lagi, dihapus dalam Amandemen UUD 1945 ke empat kali, dan seolah-olah wajar jika Presiden RI yang melanggar konstitusi, tidak beretika dan bermoral dalam memimpin negara-bangsa seperti yang saat ini, sangat sulit untuk berhentikan (empeachment). Faktanya dalam praktek bernegara dan mengelola pemerintahan terjadi carut marut hukum pun tidak bisa dihindari, yang menggerus, mengurangi dan bahkan menghilangkan modal sosial di lingkungan sosial, karena hilanganya kepercayaan (defisit trust).

Dalam makna lain, dalam berkehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, kita semakin agak sulit  menemukan pola berperilaku jujur dan berkadilan di kalangan the ruling party, karena maraknya penyimpangan sosial, yakni wabil fulus, wabil.bulus, dan akal sehat (kewarasan, common sense) pun hilang di telan langit dan bumi. Nauzubillahi minzalik.

Tidaklah heran, dan masuk akal kiranya, banyak sejumlah kalangan, tetutama kalangan pimpinan antar umat beragama, terutama pimpinan ormas Islam spt NU, Muhammadyah dll, agar penyelenggarakan pemerintahan dan negara menegakan moral dan etika, dengan melaksanakan aturan sebagaimana tercantum dalam Peraturan dan Perundangan yang berlaku. 

Misalnya dalam penyelenggaraan Pemilu tgl 14 Pebruari 2024, untuk Pileg dan Pilpres RI nanti, kita wajib taat azas Pemilu yaitu Luber dan Jurdil, demi menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia dan kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa dan NKRI.

Janganlah sampai muncul pola berperilaku jahat dan bejat di kalangan oknum birokrasi dan oknum pejabat negara serta oknum aparatur negara yakni berbuat kecurangan seperti diungkapkan kekhawatiran sejumlah pihak…” wasit tiba-tiba menjadi pemain, dan atau pagar makan tanaman”. Ini tantangan buat ICMI untuk berupaya ikut berpartisipasi menjegahnya jangan sampai praktik kecurangan Pemilu 2024 terjadi. Pemilu 2024 berazaskan Luber dan Jurdil harus kita suarakan dan perjuangkan secara terus menerus.

Dalam rangka menyambut usia ke 33 tahun ormas Cendekiawan Islam terbesar ini eksis di masyarakat, dimana ICMI kini, semakin lebih dewasa, maka seharusnya warga dan anggota ICMI harus peduli, sesuai 8 (delapan) watak atau sifat kecendekiawannya itu, bisa (mau dan mampu) untuk mewujudkan masyarakat madani tersebut, yaitu masyarakat berkemajuan, modern, beradab, jujur, adil dan makmur serta kehidupannya penuh kerukunan dan kedamaian yang diridhoi Allah SWT.

Cendekiawan Muslim Indonesia, sebagaimana bunyi ART ICMI, telah didefinisikan adalah “orang Islam yang peduli terhadap lingkungannya, terus menerus meningkatkan kualitas iman dan taqwa, kemampuan berpikir, menggali, memahami dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kehidupan keagamaan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan untuk diamalkan bagi terwujudnya masyarakat madani (civil society).

ICMI berdasarkan Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) serta dipertegas dalam dokumen Khittah, Wawasan Pengabdian dan Kode Etik ICMI, yang telah diperbaharui dan dikukuhkan dalam Muktamar ICMI ke 7 di Bandung Jawa Barat thn 2021 yg lalu, telah memiliki seperangkat tatanan kelembagaan dan keorganisasian yang amat lengkap, padat-sarat, yang menjunjung tinggi moralitas, etika dan ideologi kebangsaan berbasis keagamaan-imtaq dan keilmuan-ipteks,  sesungguhnya sudah sangat jelas dan tegas dalam pola bersikap dan berperilaku .

Sistem nilai, norma dan kaidah kedelapan unsur watak dasar ICMI tersebut seharusnya  terintegrasi, akan menjadi modal sosial (social capital) yang sangat dibutuhkan dalam membangun masyarakat Indonesia yang bermartabat dan NKRI yang maju, modern dan berdaulat.

Salah satu progran dan kegiatan andalan MPP ICMI dibawah kepemimpinan Ketumnya mas Prof.Arif Satria adalah National Lesdership Camp (NLC) sebuah terobosan inovasi diklat yang sukses, dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas Warga dan Aktivis ICMI secara nasional untuk mengungkit kinerja Organisasi yang memberikan manfaat bagi umat, rakyat dan negara-bangsa Indonesia Raya seutuhnya. Aamiin.

Demikian narasi ringkas ini dibuat dengan sesungguhnya, semoga bermanfaat bagi mereka yang bersimpati dan paham membaca isinya. Selamat Milad ke 33 tahun ICMIku tercinta.Jayalah ICMI kita, berbahagialah Warga dan Anggotanya.
Syukron barakallah
Wassalam

====✅✅✅

Penulis: Dr Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si
(Salah seorang pendiri ICMI thn 1990 di Malang, Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)