23.5 C
Bogor
Sunday, April 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 409

Gus M: Perombakan Pejabat Sarat Unsur Politis

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana melakukan perombakan pejabat besar-besaran dalam waktu dekat ini, atau setelah Wali Kota Bima Arya selesai mengikuti Lemhanas.

Rencana tersebut pun mendapat respon dari Anggota Fraksi PPP DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri. Ia menilai, bila mutasi menjelang akhir masa jabatan itu terbatas hanya untuk mengisi kekosongan.

“Nggak harus rotasi besar-besaran, dengan dalih efek dari promosi. Kalau, ada kadis yang dianggap melakukan kesalahan bukan berarti harus dipindahkan. Solusinya, kan ada tools reward dan punishment yang bisa dijalankan,” ujar pria yang akrab disapa Gus M ini kepada wartawan, Minggu (12/11).

Kata dia, Kekosongan jabatan di setiap OPD kan sudah lama dibiarkan. Namun, apabila dilakukan rotasi dan promosi menjelang akhir masa jabatan, terkesan akan berdampak kental dengan kepentingan politik

“Walaupun rotasi dan promosi jabatan struktural itu menjadi prerogatif wali kota. Tentunya, tidak mengesampingkan norma yang ada. Contoh, pejabat yang belum tahun menjabat, tapi akan dirotasi,” ucapnya.

Ia pun mempertanyakan, bagaimana wali kota mengukur keberhasilan dan kegagalan dalam menjalankan jabatannya serta melaksanakan program untuk mencapai target kinerja.

“Nah, ini jadi lucu parameter penilaian kinerja terkesan dikesampingkan,” ungkapnya.

Gus M menegaskan bahwa ia hanya sekadar mengingatkan saja mengenai implementasi merit sistem melalui manajemen talenta yang dilaksanakan oleh pemerintah kota bogor, apakah sudah memenuhi azas.

“Keterbukaan, transparansi apakah itu sudah dilakukan dengan melakukan sosialisasi kepada seluruh dinas dan ASN di Pemkot,” jelasnya.

Yang menjadi pertanyaan, kata dia, Pemkot Bogor saat ini sedang membangun reformasi birokrasi di tataran manajemen SDM agar tumbuh integritas, akuntabilitas kalau seperti ini dimana konsistensi itu?.

“Kementrian Dalam Negeri, atau KASN tentunya dalam memberikan rekomendasi tidak melihat apakah tahapan proses itu telah dijalankan atau belum,” tuturnya.

Merit sistem yang dibangun, kata dia, harus diapresiasi lantaran ini bagian dari solusi sebagai pelindung ASN untuk filter penempatan dalam jabatan sesuai kualifikasi dan kompetensi.

“Dan tentunya, ini menjadi pijakan Baperjakat karena minim terhadap benturan kepentingan termasuk politik. Tentunya, bila memang semangatnya untuk membangun sistem yg baik ya harus. Kita harap Baperjakat konsisten dalam penerapannya,” urainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah kepala dinas pun dikabarkan akan terkena rotasi mutasi. Berdasarkan sumber internal, para pejabat yang bakal dipindah adalah Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Eko Prabowo yang digeser menjadi Asisten Pemerintahan menggantikan Irwan Riyanto yang akan menjadi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) menggantikan Sujatmiko Baliarto.

Sujatmiko sendiri dikabarkan akan menduduki jabatan Kepala Dinas Ketenagakerjaan, untuk menggantikan Elia Buntang, yang kabarnya akan menjadi staf ahli.

Sedangkan jabatan Kepala Dishub kabarnya akan dihuni oleh Marse Hendra Saputra yang kini masih menjabat sebagai Sekretaris Dishub.

Kemudian, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Hidayatullah menjadi Kepala Dinas Sosial (Dinsos). Lalu, Hery Karnadi (Kepala Dispora) bertukar tempat dengan Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Taufik.

Selain itu, Kepala Diskominfo, Rahmat Hidayat dikabarkan akan bertukar jabatan dengan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Firdaus.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan bahwa rencana rotasi mutasi pejabat di lingkungan Pemkot Bogor memang akan dilaksanakan. “Tapi dilaksanakan secara proporsional saja,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Saat disinggung mengenai apakah benar nama-nama pejabat di atas yang akan terkena rotasi mutasi. Dedie menegaskan bahwa hal itu belum pasti.

“Belum pasti karena masih dibahas,” ucap Dedie yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Cabang Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Bogor itu.

Terpisah, saat disinggung mengenai apakah Pemkot Bogor sudah mengantungi rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait rotasi dan mutasi. Kepala BKPSDM Kota Bogor, Taufik mengaku belum mengantungi rekomendasi. “Belum ada (rekomendasi),” tegas Taufik.

Ketika ditanya perihal terkait kapan jadwal pelaksanaan rotasi mutasi. Taufik mengaku masih menunggu arahan. “Menunggu arahan om,” singkatnya.* Fredy Kristianto

Peringati HUT ke-42, RAPI se-Jabar Siap Jadi Ujung Tombak Penyampai Informasi Hingga Masyarakat di Wilayah Pelosok

0

Citeureup | Jurnal Bogor
Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Bogor bersama RAPI Provinsi Jawa Barat menggelar apel akbar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RAPI ke – 42 yang berlangsung di Tagana Center Hambalang Citeureup, Sabtu (11/11/23).

Ketua RAPI Jabar, Daeng Nur Yasser  mengungkapkan, saat ini perkembangan RAPI terus mengalami peningkatan selain dari sisi jumlah sumber daya manusianya juga sudah cukup terlatih dan siap membantu pemerintah dan masyarakat dalam penyebaran informasi yang berhubungan dengan Radio Antar Penduduk Indonesia.

“Anggota RAPI mereka semua adalah relawan, relawan artinya tanpa dibayar dan mereka siap siaga membantu pemerintah dan membantu masyarakat di dalam menyebarkan informasi,  menyambung informasi yang terputus dalam segala kondisi termasuk pada saat terjadi bencana alam,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagai wujud komitmen dalam menjalankan fungsi RAPI yakni sebagai ujung tombak penyampai informasi kepada masyarakat hingga pelosok. RAPI beberapa waktu lalu telah melaksanakan rapat pimpinan daerah khusus mengenai donasi rumah RAPI ini.

“Ini adalah yang pertama dari 38 provinsi yang telah mengesahkan Rancangan Peraturan Pengurus Daerah tentang Donasi Rumah RAPI menjadi Peraturan Pengurus Daerah Tentang Donasi Rumah RAPI. Ini bukti kami sebagai pengabdi sosial, mudah-mudahan apa yang kami cita-citakan mendapat sumbangsih support dari instansi maupun pemerintah,” terangnya.

Kemudian, Kepala Kesbangpol Jawa Barat, Iip Hidajat  mengungkapkan, peringatan moment penting yang penuh makna, selain bermakna histori peringatan hari ulang tahun bagi organisasi dapat digunakan sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat jiwa korsa dan membangun suatu bimbingan dan anggota organisasi. Oleh karena itu sudah sepantasnya, hari ulang tahun tidak semata-mata diisi oleh kegiatan selebrasi, namun juga dengan program-program yang dapat menumbuhkan eksistensi organisasi RAPI serta meningkatkan peran konstruksi dalam mewujudkan keamanan, keadilan, dan kesejahteraan bagi masyarakat dan bangsa.

Katanya, berbagai keberhasilan organisasi yang telah dicapai perlu dipertahankan dan perlu ditingkatkan. Sementara setiap kekurangan, kelemahan, hendaknya dijadikan bahan acuan untuk diperbaiki dan disempurnakan sehingga dalam menyongsong program selanjutnya lebih aplikatif dan berhasil dalam mengaktualisasikan visi dan organisasi.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Jawa Barat saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-42 untuk RAPI Jawa Barat. Harapan kami semoga RAPI dapat mengukuhkan diri sebagai organisasi yang selalu memiliki kepedulian kepada masyarakat terutama mewujudkan masyarakat madani yang sejahtera lahir dan batin, aman tertib dan kondusif,” jelasnya.

(nay nur’ain)

Bersihkan Lingkungan, Warga se-Desa Gunung Putri Adakan Kerja Bakti Massal

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Warga Desa Gunung Putri mengadakan Kerja Bakti Massal Jalur Provinsi dan Desa Gunung Putri. Aksi warga tersebut mendapatkan apresiasi khusus dari Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri yang mengucapkan terimakasih akan kekompakan yang sudah terjalin di masyarakat.

“ Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua warga desa yang sudah meluangkan waktunya untuk membersihkan jalan desa dan jalan provinsi. Dimana, akses selokan yang menjadi sasaran utama bebersih, mengingat sudah memasuki musim penghujan kita harus ekstra memperhatikan saluran air,” kata A Heri sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (12/11/23).

A Heri menyebut, kekompakan di masyarakat sudah terlihat, mereka sudah paham akan kebersihan lingkungan yang harus dijaga secara bersama. Bukan hanya lingkungan di sekiltar tempat tinggalnya, melainkan jalur provinsi pun jadi sasaran kerja bakti massal.

“ Saya berharap, kegiatan kerja bakti massal ini bisa menjadi agenda rutinitas. Dalam ajaran agama kita pun sudah mengajarkan bahwa kebersihan sebagaian dari pada iman, karena kegiatan kerja bakti massal ini juga terjalin silaturahmi antar sesama warga,” katanya.

“ Pesan saya, mari kita bersama-sama menjaga kebersihan dan keamanan di lingkungan sekitar kita. Karena dengan lingkungan yang bersih dan sehat, akan menghasilkan hati dan pikiran yang sehat pula,” tambah A Heri.

Sementara, Ketua LPM Desa Gunung Putri, Ibnu mengucapkan terimakasih kepada warga Desa Gunung Putri yang selalu kompak dalam kegiatan di masyarakat. Dia berharap, apa yang sudah terjalin saat ini bisa terus dipertahankan.

“ Peduli terhadap lingkungan, gotong-royong dan saling menjaga sesama. Insya Allah akan mempererat silaturahmi antar warga Desa Gunung Putri khususnya, dan umumnya untuk sesama manusia,” pungkasnya.

(nay nur’ain)

Ribuan Warga Penuhi Lapangan Cikeas Nagrak Hadiri Pagelaran Wayang Golek dan Bazar UMKM

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Hujan lebat tak menghalangi ribuan penggemar wayang golek. Antusias masyarakat dari berbagai kalangan terlihat saat memenuhi Lapangan Cikeas Nagrak, Desa Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang menjadi tempat pagelaran kesenian.

Pagelaran wayang golek tersebut diinisiasi oleh Relawan Ganjar Pranowo – Mahfud MD se -Jabar Jeung Ganjar (Sajajar) itu, menampilkan pagelaran Wayang Golek Giri Harja 3 Putra, Dalang Yogaswara Sunandar dengan bintang tamu Ki Daus dan Ki Bancet.

Haji Yudi Sucipta salah satu relawan Ganjar mengatakan, kegiatan pagelaran wayang golek ini diinisiasi oleh Sajajar itu dilakukan untuk merangkul masyarakat dan juga melestarikan kesenian daerah sesuai tema “Saba Desa Jaga Lembur”.

” Ini adalah acara pesta rakyat dengan diinsiasi oleh Sajajar untuk lebih merangkul masyarakat dengan melestarikan seni budaya Sunda,” kata Yudi Sucipta kepada wartawan, Jum’at (10/11/23) malam.

Yudi Sucipta menyebut, selain kesenian daerah juga untuk membantu menggeliatkan animo masyarakat dengan beragam kegiatan seperti usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari masing-masing Desa Se-Kecamatan Gunung Putri.

“Banyak disini manfaat kegiatan ini meski tujuan kita untuk menghibur masyarakat akan tetapi ternyata banyak kebaikan yang telah kita lakukan seperti kegiatan UMKM dari masing-masing desa,” ujarnya.

Dia juga mengaku didalam kegiatan juga dari sajajar telah melakukan santunan yatim piatu. “Tadi ditengah-tengah acara juga kita adakan santunan sebanyak 210 anak yatim,” akunya.

Senada ditempat yang sama Kepala Desa Wanaherang, Heri Sadewo mengaku terhibur dengan acara yang melibatkan beberapa desa sekecamatan Gunung Putri diantaranya adanya UMKM.

“Banyak UMKM yang memang di setiap ada event kita selalu dilibatkan jadi nyambunglah ada kegiatan semacam ini,” kata Dewo

Heri Sadewo juga berharap acara kesenian daerah seperti ini adalah salah satu kebudayaan yang perlu dilestarikan dan dirinya berterimakasih kepada relawan Ganjar.

“Ini sangat perlu dilestarikan karena takut tergerus zaman karena budaya adalah cermin identitas suatu daerah,” ucapnya.

Untuk diketahui acara relawan Sajajar dimeriahkan wayang golek Giri Harja 3 Putra,  bazar UMKM, santunan anak yatim dan dihadiri Ketua Karang Taruna H Badru, H. Yudi Sucipta, Kepala Desa Wanaherang Heri Sadewo, Kepala Desa Nagrak Agus Sahrudin, Bhabimkamtibnas, Babinsa, tokoh masyarakat dan Karang Taruna se-Kecamatan Gunung Putri.

(nay nur’ain)

Sekda: Festival Ternak dan Ketangkasan Domba Bisa Dorong Wisata Daerah

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Pemerintah Kabupaten Bogor terinspirasi dengan Festival Ternak Domba-Kambing dan Seni Ketangkasan Domba Garut 2023 di area lapangan panahan Stadion Pakansari, Cibinong, Minggu (12/11/2023). Festival yang mengumpulkan para peternak di Jawa Barat itu dihadiri langsung oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Teten Masduki. Festival ini disebut bisa mendorong wisata daerah dan bidang usaha lainnya, khususnya peternakan.

“Jadi multiplayer efek ya, menginspirasi kita bisa mix dengan UMKM dan menginspirasi usaha dalam arti luas seperti usaha pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan. Ini bisa jadi wisata daerah, waktunya harus ditambah dan bisa jadi even wisata,” kata Sekretaris Daerah Pemkab Bogor, Burhanudin disela-sela menyaksikan adu ketangkasan domba Garut.

Selain itu, festival ini juga jadi wahana pelestarian adat budaya Sunda, dan domba lokal tidak kalah dengan dari luar. “Kalau domba Garut sudah terkenal ya, nah ada juga jeruk Garut yang mulai punah. Bikin even ini jadi kalender tahunan,” jelasnya.

Dijelaskan Sekda, Jawa Barat memiliki 27 kabupaten/kota dan jika 1 tahun dibuat kalender di 5 wilayah, maka sudah 5 kali festival dalam setahun. Upaya ini untuk memberikan semangat peternak.

“Jabar kan ada 5 wilayah, Bogor-Bogor, Sukabumi-Sukabumi, Cianjur-Depok, Priangan, Cirebon, Purwasuka, Bandung Selatan-Ciamis-Garut. Kalau daerah lain mah masih mencari-cari, kita tinggal optimalkan. Memang kalau di Bogor ini banyaknya komunitas peternak konsumsi,” ungkapnya.

Sementara festival yang mengumpulkan para peternak di Jawa Barat itu menurut Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Teten Masduki, bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Apalagi di dalamnya juga diikuti oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang nantinya bisa berdampak terhadap hunian hotel, kuliner, dan tempat wisata.

Pihaknya berencana untuk mengadakan kegiatan serupa secara rutin, di wilayah Jawa Barat khususnya.

“Event seperti ini, seni tangkas dan kontes (domba) bisa dilakukan secara rutin, misalkan setahun berapa kali apalagi kalau ini jadi event bulanan itu bagus. Karena bukan saja menggairahkan parah peternak domba garut, tapi sekaligus meningkatkan ekonomi para pelaku UMKM,” ujar Teten.

Tak hanya itu, Teten menyebut festival tersebut juga sebagai ajang mempromosikan pariwisata daerah. Sehingga, hal itu juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melebarkan jaringan promosi kepada masyarakat.

“Ini menghidupkan pariwisata daerah. Kalau pariwisatanya jalan, banyak pengunjung yang datang ke sini. Apalagi jika di Jabodebek ini acaranya lebih atraktif maka masyarakat sekitaran jabodebek di akhir pekan ini bisa untuk nonton ini,” jelasnya.

Menurut Ketua Umum Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Yudi Guntara Noor, seni tangkas domba ini merupakan salah satu program unggulan HPDKI, dimana kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan plasma nutfah atau kebiasaan yang dilakukan secara turun temurun.

“Mudah-mudahan ini bergulir di setiap Kabupaten/Kota di Jawa Barat, karena ini domba yang asli Indonesia,” kata dia.

Sementara Ketua HPDKI Bogor Raya Diaz Yudha Saputra menyebutkan, festival diikuti sebanyak 139 pasang domba-kambing yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat. Dia berharap peternak domba kambing se-Bogor Raya untuk terus membudidayakan agar selaras dengan program pemerintah dalam menunjang ketahanan pangan nasional.

Sedangkan Ketua Panitia Festival Ternak Domba-Kambing dan Ketangkasan Domba Fikri Alamsyah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Pahlawan. Bertajuk Peternak Pahlawan Bangsa, Fikri menilai festival ini adalah bagian dari pelestarian budaya asli Indonesia.

(asep S.sayyev)

Antisipasi Akibat Fatal, Permata Ummat Desak Pemerintah Cabut Izin Konser Coldplay

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Sayap pergerakan kaum wanita Partai Ummat, Permata Ummat, mendesak pemerintah via kepolisian untuk mencabut izin konser grup band asal Inggris Coldplay yang terang-terangan mendukung LGBT.

“Konser Coldplay ini sangat berbahaya karena semakin kita membiarkan dan membuka peluang promosi tanpa ada larangan dari pemerintah dan masyarakat, maka lama kelamaan opini masyarakat terutama generasi muda akan terbentuk. Seolah penyimpangan orientasi seksual dan perubahan identitas gender menjadi hal yang wajar,” kata Ketua DPP Permata Ummat Euis Fety Fatayaty, Ahad (12/11/2013).

Euis mengatakan rasa kesabaran masyarakat ada batasnya dan ini bisa berakibat fatal karena sebagian besar masyarakat menganggap pembiaran gerakan pro LGBT termasuk kategori penistaan agama yang harus dilawan.

Euis menambahkan masyarakat harus segera menyikapi segala propaganda dan promosi budaya dan simbol LGBT karena anak-anak dan remajalah yang akan menanggung risikonya. Kata Euis, ini bertentangan dengan norma agama yang berdampak pada kerusakan akhlak dan moral generasi muda.

Euis mengatakan propaganda dan promosi masif LGBT yang dilakukan dengan berbagai cara harus dihentikan. Salah satu caranya, kata Euis, yaitu dengan membuat Undang-Undang yang memuliakan agama dan melarang segala bentuk pelanggaran atasnya.

“Kita tidak bisa lagi terus-menerus hanya menyelesaikan ini dengan aksi unjuk rasa. Sebagai kader partai politik mari kita gunakan ruang legislasi yang kita miliki untuk mengajak semua unsur penting terlibat dalam membuat dan menyusun peraturan anti propaganda dan promosi LGBT,” kata Euis.

Di tempat terpisah Pembina Permata Ummat Dr. Nurdiati Akma dari Mekkah mengatakan pemerintah janganlah hanya berpikir tentang uang dan keuntungan ekonomi dari konser Coldplay yang kerugian moralnya jauh lebih besar.

“Saya memohon kepada pemerintah dan para elit politik yang memegang amanah, janganlah mengambil keuntungan dari persoalan ini. Ini adalah persoalan nasional di mana ada anak-anak kita generasi penerus bangsa yang harus kita lindungi,” kata Nurdiati.

Nurdiati mengatakan dia berharap semua pihak bersepakat untuk bekerja dengan amanah dan selektif dalam membuat kebijakan. “Agar kita menolak segala hal yang berbau propaganda dan promosi LGBT,” tutupnya.

(yev/rls)

Do’a Untuk Saudara di Palestina, Ini yang Dilakukan Siswa Yapsa

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 
Yayasan Pendidikan Islam Assa’adah (Yapsa), menggelar sholat ghaib untuk mendoakan warga Palestina yang jadi korban kebiadaban penjajah Israel,  Jum’at, (10/11/23).

Ketua Yapsa KH Muhammad Abduh mengatakan, sesuai hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim, sesama muslim itu adalah saudara. Maka dengan dasar hadis tersebut, keluarga besar Yapsa wujudkan kepedulian terhadap Palestina dengan menggelar sholat ghaib dan penggalangan dana.

“Kami mendoakan saudara-saudara muslim di Palestina yang gugur diserang Israel. Senjata utama orang mukmin, berdoa,” ucapnya kepada Jurnal Bogor.

Menurut KH Muhammad Abduh, ketika tidak bisa membantu tenaga dan pikiran, maka bantuan dapat berwujud mendoakan.

“Semoga saudara-saudara kita yang gugur di Palestina, menjadi pejuang yang syuhada,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pengurus Yapsa, H Noval  juga menerangkan shalat ghaib yang dilakukan oleh para pelajar dilaksanakan secara serentak.

“Kami turut berduka cita yang mendalam atas korban meninggal dunia yang ada di Palestina, dan hari ini, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), SMP dan SMK secara serentak di semua tingkatan Yapsa Desa Bojong Nangka,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan, selain shalat ghaib, para pelajar juga melaksanakan doa bersama untuk para syuhada di Palestina. Doa itu akan menjadi saksi atas pengorbanan warga Palestina dan menjadi balasan bagi setiap tindakan umat Islam.

(nay nur’ain)

Genpar Laporkan Kades Wirajaya ke Mabes Polri

0

Jasinga | Jurnal Bogor
Kepala Desa (Kades) Wirajaya, Jasinga, Kabupaten Bogor dilaporkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Nasional Padjajaran (Genpar) ke Mabes Polri.

Pasalnya, Kades tersebut dituding telah menerbitkan dokumen berupa surat keterangan domisili palsu untuk beberapa petinggi Polri sebagai pelengkap warkah atau surat tanah garapan di wilayahnya.

Ketua DPP LSM Genpar Sambas Alamsyah menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dan keluhan dari masyarakat Desa Wirajaya, perihal adanya dugaan penyerobotan lahan tanah garapan masyarakat.

“Lahan tanah garapan yang dikelola oleh masyarakat secara turun temurun dikelola oleh warga, hingga saat ini lahan tersebut masih digarap oleh masyarakat untuk dipergunakan sebagai lahan berkebun. Namun saat ini lahan garapan itu diklaim oleh Yayasan Desembersatu Sejahtera Polri, dan telah memiliki dengan total 34 Nomor Induk Bidang (NIB),” jelasnya.

Kata dia, tanah tersebut diserobot dan diklaim oleh Yayasan Desembersatu Sejahtera Polri dengan luas kurang lebih 487.389 meter persegi yang berlokasi  di Kampung Cibaranbang dan Citalahab Desa Wirajaya.

Beberapa bidang tanah yang dibeli oleh yayasan kepada warga dan difasilitasi oleh pihak yang mengatasnamakan PT. exs Jasinga dan bekerjasama dengan Kades Wirajaya dianggap cacat hukum.

“Karena diduga sudah ada niatan pemufakatan jahat, begitu sangat berani dan beresiko seorang Kades menerbitkan surat keterangan, yang menerangkan bahwa oknum polisi tersebut berdomisili di Desa Wirajaya. Ini jelas terang benderang perbuatan melawan hukum,” kata Sambas dalam keterangannya kepada Jurnal Bogor, Minggu (12/11/2023).

LSM Genpar yang saat ini diberikan kuasa  mendampingi masyarakat, akan menuntut secara hukum sebab akibat dari perilaku yang telah merugikan masyarakat Desa Wirajaya.

Demi menuntut rasa keadilan atas haknya bahkan secara spontan puluhan warga masyarakat penggarap pernah melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Desa Wirajaya. Anehnya lagi, kepala desa yang didesak memberikan warkah atau legalitas kepada warga hingga saat ini tidak menggubris dan terkesan mengabaikan.

“Sebagai pamong tugas fungsi kepala desa adalah melayani masyarakat, malah ini terkesan cuek dan seakan tidak terjadi apa-apa, bahkan statemennya tidak jelas dan tidak ada relevansinya dengan kasus ini,” ucapnya.

Dia mempertanyakan mengapa Kades Wirajaya mengatasnamakan Pemerintah Desa memfasilitasi jual beli dengan oknum polisi sehingga menjadi pintu gerbang terbitnya NIB.

Sambas menyatakan, sehubungan dengan adanya perbuatan melawan hukum yang melibatkan sindikat mafia tanah yakni pelanggaran atas proses perpindahan hak garap atau hak milik. Dalam hal ini bertindak melaporkan dengan dasar undang-undang diantaranya pasal  385 KUHP dan  Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen.

“Tanah tersebut saat ini sudah berubah fungsi, bukan lagi tanah garapan karena tanah itu diserobot dan disertifikatkan oleh oknum. Diantaranya Kades, oknum mafia tanah yang mengatasnamakan PT exs Jasinga sebagai media penghubung antarpihak dan adanya keterlibatan petinggi polri diduga melakukan proses transaksi, yang dianggap cacat hukum dengan mengabaikan proses dan prosedur tanpa melalui tahapan yang semestinya,” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Wirajaya, begitu juga sekertaris desa ketika dikonfirmasi perihal tersebut tidak merespons.

(andres)

Usulan Pelatihan Menjahit Disambut Baik, PT Antam Akan Sambangi Lagi Lapangan Pemersatu

0

Sederet Kegiatan di Batutulis, Mulai dari Upacara HUT RI, Sumpah Pemuda Hingga Hari Pahlawan

Nanggung | Jurnal Bogor
Warga Kampung Pasirgintung di lingkup RW 03 dan RW 04, Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor kembali menggelar kegiatan. Kali ini bertepatan pada Hari Pahlawan 10 November 2023 dilakukan perlombaan cerdas cermat yang diikuti peserta anak – anak yang bertempat tinggal di sekitar Lapangan Pemersatu Pasirgintung.

Sepanjang 2023, Lapangan Pemersatu menjadi pusat kegiatan masyarakat antara lain upacara pengibaran bendera pada HUT Kemerdekaan 17 Agustus ke 78, upacara bendera Hari Sumpah Pemuda, lalu ada bakti sosial dengan tausiyah bersamaan perayaan Maulid Nabi serta sejumlah kegiatan lainnya yang mengedepankan budaya gotong royong.

Ragam kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Pemersatu mendapat respons positif, baik dari masyarakat, pemerintah desa setempat begitu juga pihak perusahaan BUMN PT Antam Pongkor.

Bahkan  kali kedua  pihak PT Antam bakal kembali menyambangi masyarakat Pasirgintung.

Kini, asisten Manager   PT Antam Tbk, UBPE Pongkor Edi Ayuba dalam waktu dekat akan  menyambangi Lapangan Pemersatu Pasirgintung, dimana tempat tersebut biasa dijadikan beragam ajang kegiatan masyarakat.

Waktu dekat ini, Antam akan menemui masyarakat Pasirgintung. Sebab, selain mengapresiasi gagasan masyarakat, juga ada beberapa usulan yang selaras dengan program PT Antam.

“Salah satu usulannya, masyarakat ingin adanya  pelatihan menjahit secara gratis. Tentu kami  menyambut baik karena program kursus  pelatihan menjahit itu  bagian dari program PT Antam,” ujar Asisten Manager PT Antam Pongkor Edi Ayuba, kemarin.

Menurutnya, program pelatihan menjahit tersebut harus dijalankan. Dengan diskusi langsung nantinya, sejauh mana kesiapan masyarakatnya. Ditambah, adanya salah satu warga disana yang berprofesi sebagai penjahit dan bersedia memberikan edukasi berupa pelatihan menjahit masyarakat.

“Program pelatihan menjahit cukup bagus, dengan begitu sebelum akhir tahun ini akan ke Pasirgintung. Nanti kita diskusikan dengan masyarakat Pasigintung,” tukasnya.

(arip ekon)

RSUD Leuwiliang Luruskan Kronologis Kejadian Perihal Video di Akun @Selvi Damayanti27

0

Bogor | Jurnal Bogor
Manajemen RSUD Leuwiliang memberikan penjelasan untuk meluruskan kejadian sebenarnya merespons video viral di masyarakat yang diunggah akun Tiktok@Selvi Damayanti27.

Dalam video tersebut diberi keterangan, pihak rumah sakit dituding tidak memberikan mobil ambulans dan menyembunyikannya terhadap keluarga pasien yang sedang mengalami kritis.

“Mana ada rumah sakit ketika pasien koma membutuhkan ambulan lalu mobil ambulan itu di diumpetin? Ya cuma rumah sakit RSUD Leuwiliang aja, sudah terlalu banyak korban yang kehilangan nyawa dikarenakan pelayanan yang sangat amat buruk,” tulis @Selvi Damayanti27

Dikutip dari Instagram rsudleuwiliang, Sabtu (11/11/2023), pihak RSDU Leuwiliang menjelaskan asal mula kejadian. Berikut ini kronologisnya.

  1. Pasien datang pada hari kamis 9 Nov 2023 sekitar pukul 18.15 WIB di antar oleh 1 orang temannya pasca kecelakaan lalulintas.
  2. Pasien Diterima oleh petugas IGD dalam keadaan sadar dan dapat berkomunikasi, kemudian dilakukan pemeriksaan oleh dokter, mendapatkan terapi, dilakukan pembersihan luka, merawat luka, memasang spalk pada kaki kiri, memberikan suntikan obat penghilang nyeri.
  3. Dokter memberikan penjelasan kepada keluarga bahwa kondisi pasien dalam keadaan sadar dan dapat berkomunikasi dengan petugas, kemudian dijelaskan bahwa pasien dapat dirawat di RSUD Leuwiliang untuk kondisi patah kakinya dan jika setelah pemeriksaan lanjutan dibutuhkan dokter spesialis bedah syaraf, maka akan dirujuk ke Rumah Sakit yang memiliki dokter spesialis bedah saraf, karena RSUD Leuwiliang belum memiliki dokter spesialis bedah saraf.
  4. Keluarga pasien datang yaitu orangtua pasien dan dokter memberikan edukasi kembali, tetapi mengatakan tetap menunggu suami pasien datang.
  5. Setelah suami datang, diberikan edukasi kembali oleh dokter tentang kondisi pasien sesuai penjelasan di atas.
  6. Ketika dijelaskan prosedur rujukan, keluarga ingin langsung membawa pasien ke rumah sakit lain dengan kendaraan sendiri.
  7. Dokter  menjelaskan prosedur rujukan antar Rumah Sakit harus melalui SPGDT (Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu), sehingga Rumah Sakit yang akan menjadi tempat rujukan, mengetahui kondisi dan kebutuhan pasien. Setelah Rumah Sakit yang dituju siap menerima pasien maka pasien akan diantar menggunakan ambulance Rumah Sakit dengan didampingi oleh tenaga kesehatan(perawat/dokter) RSUD Leuwiliang.
  8. Tetapi setelah dijelaskan, keluarga pasien tetap akan membawa pasien memakai kendaraan sendiri.
  9. Dokter melakukan edukasi ulang terkait prosedur SPGDT beberapa kali untuk menjaga agar kondisi pasien tetap stabil.
  10. Suami dan keluarga tetap menolak menggunakan sistem Rujukan (SPGDT) dan tetap akan menggunakan kendaraan sendiri. Dan ternyata petugas rumah Sakit melihat telah ada kendaraan yang menjemput pasien tersebut.

(yev/ig)