31 C
Bogor
Sunday, April 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 408

Kades Ciapus Ingin Samisade untuk Bangun Kantor Desa

0

Ciomas | Jurnal Bogor
Pemerintah Desa Ciapus, Ciomas, Kabupaten Bogor berharap peruntukan program Samisade di tahun 2024 bisa digunakan untuk pembangunan kantor desa.

“Selama ini Samisade peruntukannya jalan desa, TPT dan jembatan. Kita berharap Perbupnya ditambah Samisade bisa digunakan untu pembangunan kantor desa,” ujar Kepala Desa Ciapus Pendi Bin Asim, Senin (13/11/2023).

Pendi mengungkapkan program Samisade yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Bogor ke desa sangat banyak manfaatnya. Untuk Desa Ciapus pada tahun ini digunakan untuk pengaspalan jalan di Ciomas Permai  (Ciper) RW 14  kurang lebih sekitar 1500 meter.

Sedangkan untuk tahun depan dia berharap peruntukan Samisade ditambah dan bisa digunakan untuk pembangunan kantor desa. Pasalnya, selama ini kantor Desa Ciapus kecil dan kurang representatif.

“Kalau lahan sudah ada di samping Makopolsek Ciomas tinggal menunggu pembangunan kantor desa. Kalau Samisade bisa digunakan untuk kantor desa kita bakal bangun kantor desa dari anggaran Samisade,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua RW 14 Dedi mengaku sangat bersyukur adanya program Samisade karena banyak manfaat bagi warga seperti peningkatan jalan desa dan jalan lingkungan. Menurutnya anggaran Dana Desa tidak bisa mencukupi kebutuhan infrastruktur yang ada di desa sehingga program Samisade harus digulirkan setiap tahun.

“Kita berharap siapa pun Bupatinya, program Samisade berkelanjutan dan tahun depan Samisade bisa digunakan untuk pembangunan kantor desa,” tandasnya.

(arip ekon)

Belajar Sambil Bermain, Anak-anak Pasirgintung Diingatkan Sejarah Perjuangan Pahlawan

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Untuk mengenal dan mengenang jasa para pahlawan, anak-anak di wilayah Kampung Pasir Gintung, Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor melakukan berbagai kegiatan di momen peringatan Hari Pahlawan, Jumat (10/11/2023).

Sesuai dengan tema yang diusung “Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan” mereka melakukan perlombaan cerdas cermat yang diikuti peserta anak – anak yang bertempat tinggal di sekitar Lapangan Pemersatu Pasirgintung.

Antusias yang besar dari anak-anak tersebut dapat dilihat dari komitmen mereka untuk melanjutkan program metode belajar sambil bermain.

“Selain diisi dengan materi, kegiatan ini juga  melakukan dengan permainan yang ditujukan agar anak-anak dapat belajar sambil bermain,” kata salah satu penggas kegiatan tersebut Wiska Fredinda.

Dia menjelaskan, Hari Pahlawan ini diperingati untuk mengenang jasa para pahlawan serta tragedi pada 10 November 1945 di Surabaya. Pada saat itu terjadi pertempuran besar di Surabaya antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Inggris.

“Meskipun Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya, namun bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya tetap terjadi. Bentrokan tersebut memuncak Brigadir Jenderal Mallaby (Pimpinan Tentara Inggris untuk Jawa Timur) terbunuh pada 30 Oktober 1945,” jelasnya.

Wiska mengingatkan peristiwa sejarah bangsa harus diingat agar bisa memberikan harapan sama seperti pahlawan.

“Agar anak-anak, supaya mereka mengenal dan mengenang jasa-jasa pahlawan, mungkin mereka tidak ikut berjuang bersama pahlawan, tapi mereka turut menghargai, kegiatan ini sebagai bentuk partisipasi anak-anak dalam memperingati Hari Pahlawan,” katanya.

Ragam kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Pemersatu mendapat respons positif, baik dari masyarakat, pemerintah desa setempat begitu juga pihak perusahaan BUMN PT Antam Pongkor.

“Kegiatan ini cukup bagus, kita harapkan  masyarakat Pasirgintung  khususnya anak-anak mendapatkan pemahaman dan membangun kesadaran mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai pahlawan, menghargai Jasa para pahlawan,” kata Asisten Manager PT Antam Pongkor Edi Ayuba.

“Sehingga mulai sejak usia dini anak-anak mengetahui secara sadar. Bahwa menanamkan nilai kepahlawan adalah bentuk pengabdian kita sebagai pahlawan masa kini untuk mengenangkan jasa-jasa para pahlawan,” tambahnya.

Bahkan, kata dia waktu dekat ini pihaknya akan menemui masyarakat Pasirgintung. Selain mengapresiasi gagasan masyarakat, juga ada beberapa usulan yang selaras dengan program CSR PT Antam.

(andres)

Perkuat Silaturahmi dan Syiar Islam, BKMT dan PKK Leuwiliang Rutin Pengajian Bulanan

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT) bersama Tim Penggerak PKK Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor menggelar pengajian bulanan di Saung Sulandjana Alun-alun Leuwiliang, Senin (13/11/23).

Pengajian BKMT bersama PKK tingkat kecamatan tersebut rutin dilakukan setiap satu bulan sekali yang diikuti oleh 11 desa di Kecamatan Leuwiliang.

Mewakili Camat Leuwiliang, Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Suhandi mengatakan, pengajian tersebut untuk menjalin sinergitas antara pemerintah kecamatan dengan desa.

“Jadi memang giat pengajian ini rutin dilakukan sebulan sekali yang diikuti oleh 11 desa. Tapi giatnya di gilir sebulan sekali, kebetulan hari ini bagian Desa Pabangbon,” katanya kepada wartawan, Senin (13/11/23).

Menurutnya, selain bersinergi juga untuk mensyiarkan agama Islam dan memperkuat jalinan silaturahmi.

“Alhamdulillah rutinitas pengajian bulanan ini masih berjalan lancar dan kondusif, dan jemaahnya juga masih antusias,” bebernya.

Dia berharap pengajian bulanan tersebut tetap terus berjalan dan semakin berkembang dalam mensyiarkan agama Islam.

“Mudahan-mudahan seterusnya tetap berjalan dan semakin berkembang untuk mensinergikan dan mensyiarkan agama di tingkat pemerintah, terutama di Kecamatan Leuwiliang,” katanya.

Sementara Kaur Pemerintahan Desa Pabangbon, Dudung Dumiati menyatakan, dengan adanya pengajian rutin tersebut jadi ajang mempersatukan umat Islam, arah kemajuan dan meningkatan keimanan dan ketaqwaan kita sebagai umat Islam kepada Allah SWT.

“Kebetulan hari ini giliran desa kami (Pabangbon) yang diisi tausiah oleh Kiayi Ujang Komarudin. Alhamdulillah lancar dan antusias,” ujarnya.

Kegiatan tersebut kata dia sangat positif karena untuk memperkuat akidah, meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam.

“Apalagi sekarang kan umat Islam ini sedang berduka, seperti peristiwa kejadian di Palestina yang dialamai oleh saudara-saudara kita disana. Kebetulan hari ini tema yang diangkatan mempersatukan dan kebersamaan,” tukasnya.

(andres)

Dukung Fatwa MUI, Partai Ummat: Stop Beli dan Impor Produk Israel, Cintai Produk Dalam Negeri

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Partai Ummat mendukung penuh langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengeluarkan fatwa No 83 / 2023. Fatwa tersebut menyatakan bahwa mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina atas penjajahan Israel hukumnya wajib.

Sebaliknya, lanjut fatwa tersebut, mendukung penjajahan Israel terhadap Palestina baik secara langsung mau pun tidak hukumnya haram. Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dapat dilakukan umat Islam melalui pemboikotan produk-produk yang terafiliasi dengan Israel atau produk yang mendukungnya.

Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi mengatakan langkah MUI perlu didukung oleh seluruh komponen bangsa sebagai bentuk solidaritas untuk Palestina.

“Fatwa MUI tersebut langkah yang tepat dan penting untuk didukung sebagai bukti keberpihakan kita sebagai bangsa Indonesia terhadap Palestina yang selama ini dijajah oleh Israel,” ujar Ridho dalam keterangan persnya, Senin (13/11/2023).

Menurutnya, fatwa MUI ini adalah bentuk sikap tegas dan wujud konsekuensi makhluk beriman dan taat pada nilai perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat sekaligus bentuk terkini dari prinsip anti penjajahan warisan para pendiri negeri ini.

Sebagai alternatif dari gerakan boikot, Ridho juga menyerukan semua pihak untuk beralih ke produk-produk dalam negeri karya anak bangsa. “Saat ini banyak UMKM yang memproduksi barang-barang yang tak kalah bagus kualitasnya, inilah saatnya cintai produk dalam negeri dengan memajukan karya anak bangsa,” jelasnya.

Ridho berharap fatwa MUI tersebut ditindaklanjuti oleh pemerintah dan pihak terkait dengan mengeluarkan kebijakan tegas. “Maka sudah sangat pantas bagi pemerintah, seluruh kementerian dan lembaga terkait agar menindaklanjuti fatwa MUI tersebut dengan sikap yang lebih tegas,” jelasnya.

Sikap tegas yang dimaksud Ridho adalah menghentikan perdagangan dengan perusahaan pendukung Israel. “Kami mendesak agar pemerintah, melalui kementerian dan lembaga terkait, untuk menghentikan impor produk-produk dari perusahaan pro-zionis seperti yang dimaksud dalam fatwa MUI ini,” tegas Ridho.

Menurutnya, dengan melihat kekejaman kejahatan perang dan genosida yang dilakukan oleh zionis Israel tak cukup hanya dengan sikap paling rendah seperti mengutuk atau mengecam.

“Indonesia, negara Muslim terbesar di dunia, hanya mencukupkan diri membela Palestina dengan bentuk mengecam dan aksi massa tentu jauh dari ekspektasi umat Islam. Berbuatlah lebih berani dengan menyetop impor produk-produk dari perusahaan pro-zionis tadi,” tegas Ridho.

Ia mengingatkan kekuasaan adalah amanah yang harus dimanfaatkan untuk kebaikan dan keberpihakan kepada yang benar. “Anda yang punya kuasa melakukan hal ini tapi memilih diam, memilih menghindar, memilih aman daripada menunaikan amanah. Bertaubatlah, berubahlah!” ajak Ridho.

Ia pun memberikan semangat dengan memberikan tagline tentang persatuan dalam membela Palestina. “Gaza adalah kita, Palestina adalah kita, Islam yang mempersatukan kita,” tandas Ridho.

(yev/rls)

Soal Rekonstruksi Jalan Tunggilis, Pio Prihatin Pekerja Konstruksi tak Faham Cara Pasang Dowel

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Mendapati adanya pengaduan terkait Rekontruksi Jalan Tunggilis – Bondol yang dikerjakan CV Cipta Widya Dharma, anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi III, Ferry Roveo Chechanova menyebut sangat disayangkan sekali jika pekerjaan betonisasi jalan saat pemasangan dowel tidak ditahan oleh bikisting, dan terlihat berserakan sehingga lepas dari betonnya.

Jalan Tunggilis – Bondol

“Khawatir fungsi dowel tidak maksimal untuk kegunaannya, apa lagi kalo pekerja tidak tahu cara pemasangan dowel tersebut, sehingga banyak beton yang belah,” ungkap Pio sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Senin (13/11/23).

Terkait pekerja di bawah umur pun, sambung politisi PPP tersebut, dirinya sangat menyayangkan jika ada kontraktor yang memperkerjakan anak dibawah umur yang seharusnya anak tersebut mengenyam pendidikan yang layak.

” Dinas PUPR harus menegur konsultan pengawas bila ada kelalaian dari segi pengawasan. Karena pengawas dibayar untuk mengawasi pekerjaan dan menjadi kepanjangan tangan dinas untuk pengawasan di lapangan,” pungkas Pio.

” Harus ada peneguran keras dari dinas terkait, baik kepada pelaksana kegiatan, konsultan pengawas, maupun PPK yang merupakan UPT di lokasi tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, bukan hanya retak dan patah saja yang terlihat secara kasat mata. Pemasangan besi dowel untuk sambungan pada Jalan Tunggilis – Bondol pun sudah berserakan karena pemborong tidak menggunakan bekisting saat pemasangan besi dowel. Terlihat, batas untuk sambungan yang seharusnya ditahan oleh bekisting dan dipasng besi dowel, justeru hanya dibiarkan begitu saja, bahkan kondisi besi malah lepas dari betonnya.

Salah satu pekerja, Udin (bukan nama sebenarnya ) mengaku tidak mengerti cara pemasangan besi untuk sambungan harus pakai bekisting. Karena memang tidak ada pemberitahuan, juga tidak ada larangan, baik dari mandor maupun dari pihak lain.

“ Saya gak tau, siapa konsultan dan siapa orang PU. Yang saya tahu, saya kerja disini suruh begini itu aja,” tutur Udin kepada Jurnal Bogor.

Udin yang juga masih dibawah umur mengatakan, dirinya diajak bekerja dari tetangga dan sodaranya. Dia sendiri, hanyalah anak putus sekolah yang tinggal di perkampungan. “ Saya tinggal di Leuwicatang, putus sekolah umur saya masih 16 tahun belum punya KTP,” tambah Udin.

Sementara salah satu warga sekitar Wawan sangat menyayangkan dengan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh pemborong. Wawan yang juga pernah terjun ke dunia konstruksi menyebut kualitas pekerjaan betonisasi jalan Tunggilis – Bondol perlu perhatian khusus dari dinas terkait.

“ Saya terkejut ya, saat melihat cor sambungan dipasang besi dowel tanpa bekisting. Jelas itu akan membuat sambungan tidak sempurna bahkan akan berdampak patah pada beton,” kata Wawan kepada Jurnal Bogor, Selasa (7/11/23).

Bisa dilihat sendiri, sambung Wawan, banyak sekali beton yang patah dan retak sampai ke dasar itu bukan tanpa sebab, dan untuk perbaikannya pun tidak bisa memakai sealant karena keretakan beton tersebut hampir 1 Cm.

“ Retaknya sudah sangat lebar bahkan sampai kebawah, mungkin  harus pakai sikandur untuk menutup area yang retak sampai kebawah itu. Jika hanya pakai sealant untuk aspal, gak nyampe 3 bulan saat dilintasi kendaraan beton itu akan melebar retaknya, karena tidak ada perekat antara satu sama lain,” jelasnya.

Mirisnya lagi, tambah Wawan, saat dia berbincang-bincangn dengan pekerja ternyata ada anak dibawah umur yang dipekerjakan, ini sudah sangat keterlaluan sekali sebetulnya. Jadi, jangankan ahli di bidangnya, dia bekerja saja mungkin harus mendapatkan arahan.

“ Saya berharap ada dinas terkait yang lebih tinggi atau perwakilan dewan untuk mengkroscek langsung lokasi pekerjaan Tunggilis – Bondol. Karena dengan kondisi sekarang, sudah pasti peran konsultan pengawas dan pengamat dari UPT Jalan dan Jembatan bisa dibilang tidak bekerja,” tukasnya.

Saat dikonfirmasi via Whasapp terkait kondisi pekerjaan dan adanya pekerja dibawah umur, baik Atam sebagai pengamat UPT Jalan dan Jembatan Cileungsi, dan Damanik sebagai pelaksana tidak memberikan tanggapan apapun.

Untuk diketahui, rekontruksi Jalan Tunggilis – Bondol Kecamatan Cileungsi dikerjakan oleh CV Cipta Widya Dharma dan PT Angelia Oerip Mandiri sebagai Konsultan Pengawas dengan memakan anggaran sebesar Rp 1,4 miliar dengan waktu pelaksanaan 120 hari kerja.

(nay nurain)

Keren, Hasil Gotong Royong Jembatan Kp Cireundeu Bisa Terbangun

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Ditengah gempuran sistem kerja yang terkadang harus membuat sebagian kepala desa berpikir keras dalam pengelolaan anggaran, tak jarang sebagian kecil dari mereka harus berurusan dengan hukum karena terjebak dalam sistem tersebut. Namun lain hal yang terjadi di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

Kepala Desa Singasari Euis Sujana yang merupakan putri dari alm. Kades Cakra, ditengah gempuran sistem justeru berhasil membangkitkan semangat gotong royong masyarakatnya dengan membangunkan jembatan yang sudah puluhan tahun menjadi lintasan warga Kp Cireundeu.

“ Jadi jembatan ini menjadi jalur hilir mudiknya warga Kp. CIreundeu. Sudah dalam kurun waktu puluhan tahun mereka melintasi jembatan yang terbuat dari batang pohon kelapa tersebut sebagai lintasan, dan alhamdulilah saat saya mendapatkan aduan dan keluhan dari warga, saya coba kumpulkan warga dan berdiskusi hingga kini jembatan itu sudah terbangun,” ungkap Euis sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Senin (13/11/23).

“ Alhamdulilah, dengan terciptanya kebersamaan dan gotong royong ini, jembatan untuk warga Kp Cireundeu RT 001/RW 004 dengan volume P.4,5 m x L.3 m x T.20 cm berhasil dibangun dengan cara swadaya masyarakat,” tutur Euis.

Dia berharap hal-hal seperti ini bisa terwujud di kampung lain khususnya Desa Singasari. Mengingat, dengan keterbatasan anggaran yang didapatkan oleh desa tidak bisa mengkaver semua kebutuhan pembangunan dalam waktu cepat.

“ Dengan terbangunnya jembatan ini, semoga bisa lebih mempermudah aktivitas warga. Dan yang paling penting ialah semangat gotong royong harus terus tertanam dalam diri setiap warga khususnya Desa Singasari,” tandasnya.

Sementara, salah satu warga Kp. Cireundeu Amirullah (45) mengucapkan terimaksih kepada Kepala Desa Singasari Euis Sujana yang sudah membangun jembatan di kampungnya. Mengingat, kondisi jembatan seperti ini hanya dengan menggunakan batang pohon kelapa sudah berlangsung lebih dari 20 tahun, dan baru kali ini tersentuh pembangunan.

“ Terimakasih kepada kepala desa, semoga sehat selalu dan bisa mewujudkan impian masyarakat untuk memiliki infrastruktur lebih baik lagi, dan untuk semua warga yang terlibat saya berharap kebersamaan gotong royong seperti ini bisa terus terjalin baik saat ini maupun bagi generasi mendatang,” pungkasnya penuh harap.

(nay nur’ain)

Dinkes Kabupaten Bogor Dukung Transformasi Kesehatan

0

Program Pencegahan Stunting dan Pencegahan Penyakit Terus Dilakukan

Cibinong | Jurnal Bogor
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menyatakan mendukung transformasi kesehatan untuk Indonesia maju yang digulirkan pemerintah. Bagi Kabupaten Bogor, Hari Kesehatan Nasional ke-59 2023 jadi momentum menyiapkan Indonesia Emas 2045.

“Kami sebagai insan kesehatan mendukung periode Indonesia Emas 2045 agar anak-anak pandai dan memiliki perannya, tentu yang program stunting harus berjalan dengan baik, mencegah anak-anak kurang gizi dan terhindari dari penyakit-penyakit baik yang menular dan yang tidak menular,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Bogor Drg. Mike Kaltarina, MARS usai apel peringatan Hari Kesehatan Nasional 2023, Senin (13/11/2023).

Pihaknya juga telah berkolaborasi saling menguatkan antarinsan kesehatan, selain puskesmas, juga organisasi profesi yang diharapkan bisa bersama-sama mendukung program pemerintah, khususnya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

“Saya bikin bangga tadi, temen-temen profesi dan organisasi profesi juga hadir. Tadi ada dokter gigi, bidan, perawat hadir. Kami bersama-sama tentu ingin masyarakat Kabupaten Bogor sehat, dan sekarang juga rumah sakit pemerintah dan swasta juga bergabung sehingga ada kolaborasi dan sinergi,” jelas Mike.

Dia juga pada momen Hari Kesehatan Nasional 2023 ingin ada perbaikan yang lebih baik, khsususnya dalam hal pelayanan, dimana Kabupaten Bogor saat ini memiliki 31 rumah sakit, 101 puskesmas, dan klinik yang hampir tersebar di sejumlah wilayah.

“Sekarang masyarakat kritis dan kita juga tentu harus melaksanakan tugas dengan baik, perbaiki mana yang belum baik,” jelasnya.

Merespons adanya video komplain di RSUD Leuiwiliang yang diunggah warga baru-baru ini, Kadinkes mengingatkan agar masyarakat juga memahami standar operasional prosedur (SOP) pihak rumah sakit.

“Memang tidak bisa memaksa masyarakat, namun minimal masyarakat tersadar juga bahwa mesti memahami pelayanan kami ada SOP, memang harus ada edukasi ke rumah sakit dan masyarakat. Namun yang jelas harus sadar kesehatan bukan milik nakes saja tapi kita semua,” jelasnya.

Sementara Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya pada Hari Kesehatan N ke-59 mengharapkan aparaturnya akuntabel, lincah dan prosefesional, serta bekerja jujur selaras dan bisa melayani masyarakat dengan sepenuhi hati untuk mewujudkan bonus demografi Indonesia Emas 2045.

Untuk itu seluruh stakeholder terkait, termasuk Kemenkes harus memastikan sumber daya manusia (SDM) Indonesia sehat. Selain itu, penting juga bagi Kemenkes untuk menciptakan inovasi di sektor kesehatan. Oleh karena itu, ada enam pilar transformasi kesehatan yang perlu diwujudkan yakni transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, dan teknologi kesehatan.

Untuk pilar pertama, mindset preventif atau pencegahan harus terus ditanamkan pada masyarakat. Sebab, pencegahan merupakan cara terbaik daripada mengobati. Misalnya, dari sakit menuju sehat itu masyarakat harus sejak awal tahu dirinya sehat. Olahraga, makan bergizi, tidak begadang, dan lain-lainnya.

Untuk pilar layanan rujukan, Kemenkes berkomitmen agar masyarakat mendapatkan akses kesehatan menjadi lebih mudah, terutama untuk penanganan penyakit-penyakit mematikan seperti jantung, kanker, stroke, dan ginjal.

Ketiga, pilar sistem ketahanan kesehatan untuk menciptakan kemandirian dengan mengubah mindset impor menjadi produksi dalam negeri, sehingga pemerintah dapat lebih siap dari sisi obat-obatan, alat-alat kesehatan, tenaga kesehatan cadangan.

Berikutnya adalah pilar sistem pembiayaan kesehatan yang diharapkan bisa lebih efektif. Pilar kelima adalah SDM Kesehatan dengan meningkatkan jumlah tenaga kesehatan secara jumlah maupun kualitasnya, termasuk distribusinya. Keenam adalah transformasi teknologi kesehatan yang berkaitan dengan teknologi informasi dan bioteknologi, dimana dari pharmaceutical sudah harus ke bioteknologi.

(asepSsayyev)

Pemkab Bogor Eliminasi TBC 2030, Pelayanan Tuberkulosis di Jaringan RS Swasta Diperkuat

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor
Kerja keras terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor untuk menciptakan masyarakat Kabupaten Bogor bebas penyakit Tuberkulosis (TB) pada tahun 2030 mendatang. Hal itu dilakukan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi Coaching Tuberkulosis Tingkat Kabupaten Bogor tahun 2023, bersama sejumlah Puskesmas, RS Swasta dan organisasi profesi kesehatan yang berlangsung di Alana Hotel Sentul Babakan Madang, Senin (13/11/23).

Eliminasi penyakit Tuberkulosis di Kabupaten Bogor dilakukan melalui penguatan layanan Tuberkulosis baik di RSUD, Puskesmas hingga Rumah Sakit Swasta. Serta edukasi dan sosialisasi pencegahan Tuberkulosis kepada masyarakat luas. Beberapa RS Swasta Kabupaten Bogor yang telah menyediakan sarana prasarana layanan Tuberkulosis dengan baik antara lain RS Anisa, RS Citama, RS Eka Hospital dan RS Helsa.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor,  Adang Mulyana mengungkapkan, agar terwujudnya eliminasi Tuberkulosis di Kabupaten Bogor salah satu metode yang dilakukan yakni melalui metode Public Private Mix (PPM) berupa pemetaan fasilitas, peningkatan komitmen dengan penandatangan MOU, pengembangan jejaring internal dan external rumah sakit.

Kemudian kerjasama dengan organisasi profesi juga dilakukan secara sistematis melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas, pematauan evaluasi serta pelaporan kasus. PPM diperkuat dengan dibentuknya Koalisi Organisasi Profesi (KOPI) untuk Tuberkulosis.

“Kami bersama coach TB dari KOPI TB Kabupaten Bogor telah melakukan Coaching TB di empat RS Swasta di Kabupaten Bogor sebanyak empat kali pelatihan dan pendampingan bersama dokter, perawat, laboratorium dan apoteker. Dengan kolaborasi ini dapat mendorong kami dalam meningkatkan kualitas fasilitas layanan TBC di fasilitas pelayanan kesehatan,” ungkap Adang.

Dalam kesempatan ini Adang juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh insan kesehatan Kabupaten Bogor, RSUD, Puskesmas dan juga empat RS Swasta yang telah berkontribusi memberikan layanan Tuberkulosis dengan baik yang sangat berpengaruh terhadap penurunan Tuberkulosis di Kabupaten Bogor yang dapat mendorong percepatan eliminasi Tuberkulosis pada 2030 untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Bogor yang bebas Tuberkulosis.

Selanjutnya, Senior Program Officer Usaid, Dr Marlen mengatakan, Coaching yang dilaksanakan di Kabupaten Bogor merupakan kegiatan Coaching yang dilakukan juga di 6 provinsi yang tersebar di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk memperkuat layanan Tuberkulosis oleh manajemen RS Swasta mulai dari sarana prasarana, hingga SDM tenaga kesehatannya sebagai wujud komitmen mendorong eliminasi Tuberkulosis di Indonesia termasuk Kabupaten Bogor.

“Hasilnya menunjukan tren yang positif layanan-layanan Tuberkulosis di RS Swasta sudah sangat baik. Terimakasih untuk kontribusi dan partisipasi yang dilakukan secara aktif, dengan kolaborasi kita yakin bisa eliminasi Tuberkulosis dengan optimal,” jelasnya.

Kemudian, Coach perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Sukarni menyatakan dari empat RS Swasta yakni RS Anisa, RS Citama, RS Eka Hospital dan RS Helsa yang telah melakukan Coaching Tuberkulosis selama empat pekan kini telah memberikan dan menyediakan layanan DOTS ( Directly Observed Treatment Short-course ) Tuberkulosis dan pojok dahak bagi pasien Tuberkulosis

Katanya, strategi DOTS ( Directly Observed Treatment Short-course ) adalah strategi penyembuhan TB dengan obat jangka pendek, disertai pengawasan terhadap penderita, agar menelan obat secara teratur hingga sembuh. DOTS adalah strategi yang menekankan pada pengawasan langsung terhadap penderita, baik keluarga maupun petugas kesehatan.

“Kini pasilitas layanan Tuberkulosis sudah terpenuhi dengan baik, peningkatan screening juga telah dilaksanakan semoga tujuan kita semua eliminasi Tuberkulosis bisa tercapai di tahun 2030,” imbuhnya.

** Nay Nur’ain

Gus M: Perombakan Pejabat Sarat Unsur Politis

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana melakukan perombakan pejabat besar-besaran dalam waktu dekat ini, atau setelah Wali Kota Bima Arya selesai mengikuti Lemhanas.

Rencana tersebut pun mendapat respon dari Anggota Fraksi PPP DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri. Ia menilai, bila mutasi menjelang akhir masa jabatan itu terbatas hanya untuk mengisi kekosongan.

“Nggak harus rotasi besar-besaran, dengan dalih efek dari promosi. Kalau, ada kadis yang dianggap melakukan kesalahan bukan berarti harus dipindahkan. Solusinya, kan ada tools reward dan punishment yang bisa dijalankan,” ujar pria yang akrab disapa Gus M ini kepada wartawan, Minggu (12/11).

Kata dia, Kekosongan jabatan di setiap OPD kan sudah lama dibiarkan. Namun, apabila dilakukan rotasi dan promosi menjelang akhir masa jabatan, terkesan akan berdampak kental dengan kepentingan politik

“Walaupun rotasi dan promosi jabatan struktural itu menjadi prerogatif wali kota. Tentunya, tidak mengesampingkan norma yang ada. Contoh, pejabat yang belum tahun menjabat, tapi akan dirotasi,” ucapnya.

Ia pun mempertanyakan, bagaimana wali kota mengukur keberhasilan dan kegagalan dalam menjalankan jabatannya serta melaksanakan program untuk mencapai target kinerja.

“Nah, ini jadi lucu parameter penilaian kinerja terkesan dikesampingkan,” ungkapnya.

Gus M menegaskan bahwa ia hanya sekadar mengingatkan saja mengenai implementasi merit sistem melalui manajemen talenta yang dilaksanakan oleh pemerintah kota bogor, apakah sudah memenuhi azas.

“Keterbukaan, transparansi apakah itu sudah dilakukan dengan melakukan sosialisasi kepada seluruh dinas dan ASN di Pemkot,” jelasnya.

Yang menjadi pertanyaan, kata dia, Pemkot Bogor saat ini sedang membangun reformasi birokrasi di tataran manajemen SDM agar tumbuh integritas, akuntabilitas kalau seperti ini dimana konsistensi itu?.

“Kementrian Dalam Negeri, atau KASN tentunya dalam memberikan rekomendasi tidak melihat apakah tahapan proses itu telah dijalankan atau belum,” tuturnya.

Merit sistem yang dibangun, kata dia, harus diapresiasi lantaran ini bagian dari solusi sebagai pelindung ASN untuk filter penempatan dalam jabatan sesuai kualifikasi dan kompetensi.

“Dan tentunya, ini menjadi pijakan Baperjakat karena minim terhadap benturan kepentingan termasuk politik. Tentunya, bila memang semangatnya untuk membangun sistem yg baik ya harus. Kita harap Baperjakat konsisten dalam penerapannya,” urainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah kepala dinas pun dikabarkan akan terkena rotasi mutasi. Berdasarkan sumber internal, para pejabat yang bakal dipindah adalah Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Eko Prabowo yang digeser menjadi Asisten Pemerintahan menggantikan Irwan Riyanto yang akan menjadi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) menggantikan Sujatmiko Baliarto.

Sujatmiko sendiri dikabarkan akan menduduki jabatan Kepala Dinas Ketenagakerjaan, untuk menggantikan Elia Buntang, yang kabarnya akan menjadi staf ahli.

Sedangkan jabatan Kepala Dishub kabarnya akan dihuni oleh Marse Hendra Saputra yang kini masih menjabat sebagai Sekretaris Dishub.

Kemudian, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Hidayatullah menjadi Kepala Dinas Sosial (Dinsos). Lalu, Hery Karnadi (Kepala Dispora) bertukar tempat dengan Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Taufik.

Selain itu, Kepala Diskominfo, Rahmat Hidayat dikabarkan akan bertukar jabatan dengan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Firdaus.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan bahwa rencana rotasi mutasi pejabat di lingkungan Pemkot Bogor memang akan dilaksanakan. “Tapi dilaksanakan secara proporsional saja,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Saat disinggung mengenai apakah benar nama-nama pejabat di atas yang akan terkena rotasi mutasi. Dedie menegaskan bahwa hal itu belum pasti.

“Belum pasti karena masih dibahas,” ucap Dedie yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Cabang Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Bogor itu.

Terpisah, saat disinggung mengenai apakah Pemkot Bogor sudah mengantungi rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait rotasi dan mutasi. Kepala BKPSDM Kota Bogor, Taufik mengaku belum mengantungi rekomendasi. “Belum ada (rekomendasi),” tegas Taufik.

Ketika ditanya perihal terkait kapan jadwal pelaksanaan rotasi mutasi. Taufik mengaku masih menunggu arahan. “Menunggu arahan om,” singkatnya.* Fredy Kristianto

Peringati HUT ke-42, RAPI se-Jabar Siap Jadi Ujung Tombak Penyampai Informasi Hingga Masyarakat di Wilayah Pelosok

0

Citeureup | Jurnal Bogor
Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Bogor bersama RAPI Provinsi Jawa Barat menggelar apel akbar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RAPI ke – 42 yang berlangsung di Tagana Center Hambalang Citeureup, Sabtu (11/11/23).

Ketua RAPI Jabar, Daeng Nur Yasser  mengungkapkan, saat ini perkembangan RAPI terus mengalami peningkatan selain dari sisi jumlah sumber daya manusianya juga sudah cukup terlatih dan siap membantu pemerintah dan masyarakat dalam penyebaran informasi yang berhubungan dengan Radio Antar Penduduk Indonesia.

“Anggota RAPI mereka semua adalah relawan, relawan artinya tanpa dibayar dan mereka siap siaga membantu pemerintah dan membantu masyarakat di dalam menyebarkan informasi,  menyambung informasi yang terputus dalam segala kondisi termasuk pada saat terjadi bencana alam,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagai wujud komitmen dalam menjalankan fungsi RAPI yakni sebagai ujung tombak penyampai informasi kepada masyarakat hingga pelosok. RAPI beberapa waktu lalu telah melaksanakan rapat pimpinan daerah khusus mengenai donasi rumah RAPI ini.

“Ini adalah yang pertama dari 38 provinsi yang telah mengesahkan Rancangan Peraturan Pengurus Daerah tentang Donasi Rumah RAPI menjadi Peraturan Pengurus Daerah Tentang Donasi Rumah RAPI. Ini bukti kami sebagai pengabdi sosial, mudah-mudahan apa yang kami cita-citakan mendapat sumbangsih support dari instansi maupun pemerintah,” terangnya.

Kemudian, Kepala Kesbangpol Jawa Barat, Iip Hidajat  mengungkapkan, peringatan moment penting yang penuh makna, selain bermakna histori peringatan hari ulang tahun bagi organisasi dapat digunakan sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat jiwa korsa dan membangun suatu bimbingan dan anggota organisasi. Oleh karena itu sudah sepantasnya, hari ulang tahun tidak semata-mata diisi oleh kegiatan selebrasi, namun juga dengan program-program yang dapat menumbuhkan eksistensi organisasi RAPI serta meningkatkan peran konstruksi dalam mewujudkan keamanan, keadilan, dan kesejahteraan bagi masyarakat dan bangsa.

Katanya, berbagai keberhasilan organisasi yang telah dicapai perlu dipertahankan dan perlu ditingkatkan. Sementara setiap kekurangan, kelemahan, hendaknya dijadikan bahan acuan untuk diperbaiki dan disempurnakan sehingga dalam menyongsong program selanjutnya lebih aplikatif dan berhasil dalam mengaktualisasikan visi dan organisasi.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Jawa Barat saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-42 untuk RAPI Jawa Barat. Harapan kami semoga RAPI dapat mengukuhkan diri sebagai organisasi yang selalu memiliki kepedulian kepada masyarakat terutama mewujudkan masyarakat madani yang sejahtera lahir dan batin, aman tertib dan kondusif,” jelasnya.

(nay nur’ain)