29.2 C
Bogor
Monday, October 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 390

Dinas PUPR Ultimatum Kontraktor, Jembatan Mesti Diperbaiki

0

jurnalinspirasi.co.id – Kontraktor dan konsultan Jembatan Cidangdeur II yang menghubungkan Kecamatan Rumpin dan Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, diultimatum oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor.  

Pasalnya, pembangunan jembatan tersebut belum lama dibangun sudah mengalami kerusakan, bahkan saat ini terpantau salah satu truk tambang terperosok serta nyaris terjun ke sungai Cidangdeur.

“Itu kemarin jembatan ditutup dan sedang diperbaiki, lantai jembatan mau dibongkar, pada saat pekerja sedang bekerja ada sekelompok masyarakat melakukan aksi demo sampai merobohkan pagar penutup jembatan dan pekerja juga diusir sehingga jalan tersebut digunakan untuk melintas hingga konstruksi jembatan kembali roboh,” ungkap Kepala UPT bidang Infrastruktur Jalan dan jembatan Wilayah V Leuwiliang, Eko Sulistianto, Senin (19/02/2024).

Menurutnya, informasi tersebut pihaknya dapat dari pihak pelaksanaan kegiatan dan konsultan pengawas yang tengah melakukan pengawasan perbaikan jembatan tersebut.

“Info dari pemborong dan konsultan pada saat melaksanakan kegiatan perbaikan,” jelasnya.

Ia juga menuturkan, saat pengerjaan kondisi cuaca mengalami perubahan sehingga konstuksi beton mengalami hidrasi atau penurunan daya beton.

“Pada saat pengecoran terjadi hujan lebat sehingga menunggu agak reda dan ternyata beton sudah mulai masuk fase setting,” jelasnya.

Dalam hal ini, pihaknya sudah minta agar pihak penyedia jasa dan konsultan melakukan perbaikan menyeluruh di bagian lantai dasar jembatan agar tidak menimbulkan korban jiwa.

“Kita sudah memanggil pemborong, plan dan konsultannya, pada intinya pemborong masih tetap bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan dengan mengganti beton plat lantai jembatan tersebut. Hal ini sudah menjadi resiko dan kewajiban pemborong untuk memperbaikinya,” paparnya.

Sementara itu, pembangunan jembatan tersebut saat ini belum diserahterimakan dengan dinas terkait, sehingga masih masuk dalam adendum kontrak pihak ketiga.

“Jembatan belum dilakukan serah terima, jadi mutlak masih menjadi tanggung jawab pemborong,” katanya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, sebelum berlangsung perbaikan jembatan pihaknya sudah melakukan hammer test, yang mana dalam hammer test itu untuk menguji keseragaman beton.

“Ini sudah dilakukan, makanya beton lantainya harus dibongkar dan diganti,” pungkasnya.

(andres)

Truk Pengangkut Split Terperosok di Jembatan Cidangdeur II

0

jurnalinspirasi.co.id – Sebuah truk pengangkut material batu split terperosok di sebuah lubang jembatan Cidangdeur II Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Padahal jembatan tersebut terbilang baru selesai dibangun dengan menelan biaya 1,5 miliar rupiah.

Sebelum terjadinya menelan korban, penyedia jasa (kontraktor) proyek mencoba memperbaiki, tapi dalam hitungan hari jembatan itu kembali ambles. Akibatnya, sebuah tronton terperosok ke dalam lubang yang terdapat di tengah jembatan.

“Proyek tender yang gagal, hanya habiskan uang rakyat. Makanya kemarin warga menolak untuk diperbaiki lagi, kecuali dibongkar total,” kata Boim (45), seorang warga Parungpanjang, Minggu (18/2/2024).

Kejadian truk angkutan tambang terperosok ke lobang jembatan Cidangdeur 2 yang ambles itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Tampak truk tronton bermuatan pasir split itu terperosok hingga nyaris terbalik.

“Kejadiannya sekitar pukul 17.00 WIB. Tronton bermuatan tambang masuk ke dalam lobang jembatan yang ambles dan hampir terguling,” ucap Junaedi Adi Putra, selaku Koordinator Forum Masyarakat Desa (FMD) Kecamatan Rumpin.

Sebagai informasi, proyek tender jembatan Cidangdeur 2 ini berada dibawah Dinas PUPR dan menelan biaya APBD sebesar Rp 1,5 miliar.

Jembatan Cidangdeur 2 tersebut merupakan akses penghubung 3 wilayah kecamatan yaitu Rumpin, Parungpanjang dan Cigudeg. “Hasil pekerjaan di proyek tender ini sangat buruk. Makanya kami telah laporkan adanya dugaan tindak pidana korupsi di proyek ini kepada KPK,” pungkasnya.

(andres)

AirAsia Tergelincir di Bandara Komodo Labuan Bajo

0

jurnalinspirasi.co.id – Pesawat AirAsia dengan kode penerbangan QZ 860 tergelincir di luar taxiway saat akan menuju apron di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Senin (19/2/2024).

Peristiwa tersebut terjadi setelah pesawat berhasil mendarat tanpa masalah di Bandara Komodo pada Senin siang. Pesawat yang membawa 151 penumpang dalam penerbangan rute Jakarta-Labuan Bajo itu mendarat sekitar jam 10.20 WITA.

Dilansir dari video yang diterima oleh Suara.com, terlihat roda bagian belakang pesawat yang berada di bawah sayap kanan sudah tergelincir di atas rumput.

“Semua kru dan penumpang dipastikan dalam keadaan selamat dan seluruhnya telah berhasil dievakuasi,” kata Manager Public Relations & Communication of Indonesia AirAsia Ageng Wibowo Leksono.

Proses evakuasi pesawat berhasil diselesaikan dan pesawat telah dipindahkan ke area parkir B2 Bandara Komodo Labuan Bajo. Proses ini berlangsung selama sekitar 30 menit. AirAsia akan melakukan investigasi lebih lanjut bersama otoritas Bandara Komodo untuk mengetahui penyebab insiden tersebut.

“Investigasi lebih lanjut mengenai kejadian ini juga tengah dilakukan oleh tim Indonesia AirAsia bersama pihak otoritas Bandara Komodo Labuan Bajo,” ujar dia.

Akibat kejadian tersebut, penerbangan QZ 861 rute Labuan Bajo-Jakarta terpaksa ditunda beberapa jam.

AirAsia memastikan bahwa penumpang akan diberikan kompensasi atas keterlambatan tersebut sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 89 Tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan.

(wardah arrasyidah hanifah/mg-uik)

Desa Ciaruteun Udik Selesai Laksanakan Sidang Pleno Terbuka, Ketua PPS Ucapkan Terimakasih

0

jurnalinspirasi.co.id – Desa Ciaruteun Udik Cibungbulang, Cibungbulang, Kabupaten Bogor yang terdiri dari 23 TPS (Tempat Pemungutan Suara), menyelesaikan sidang pleno terbuka dengan lancar, Senin (19/02/2024).

Ketua PPS Ciaruteun Udik Jaelani Dahlan di akhir persidangan pleno mengucapkan terima kasih kepada seluruh KPPS Ciaruteun Udik.

“Kami PPS Cardik mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya dan kekeluargaannya semoga tetap terjalin dengan baik. Semoga lelah kita menjadi lillah, aamiin,” ujarnya.

Sidang tersebut dimulai pada Sabtu (17/02/2024) lalu dan di hari pertama hampir seluruh ketua dan operator TPS hadir di gudang logistik KPU Kecamatan Cibungbulang. Namun, di hari kedua hanya beberapa TPS yang hadir.

Dilansir dari  kabarrilis.com, Jaelani Dahlan membacakan rekapitulasi diawali dari hasil C Presiden hingga ke tingkat bawah.

“Tahapannya pertama rekapitulasi yaitu pemilihan presiden dulu, setelah itu DPR RI dilanjut DPD dan DPRD provinsi lalu DPRD Kabupaten, itu hasil pemungutan dari 23 TPS dari 6.057 hak pilih,” kata dia.

(roseta al zahra/mg-uik)

Tragedi Pemilu: 57 Petugas KPPS Meninggal Dunia, Masyarakat Berduka

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 menyisakan duka bagi para petugas yang turut mengawalnya. Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI, sebanyak 57 petugas Pemilu 2024 dilaporkan meninggal dunia dalam rentang waktu 10-17 Februari 2024.

Kelompok petugas tersebut melibatkan mulai dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) hingga Perlindungan Masyarakat (Linmas).

Dalam pernyataannya yang dilaporkan oleh CNN Indonesia dikutip Senin (19/2/2024), data tersebut tidak hanya mencakup KPPS, tetapi juga melibatkan petugas lainnya.

Menurut data tersebut, jumlah petugas KPPS yang meninggal paling tinggi tercatat di Jawa Barat, mencapai 13 kasus, disusul oleh Jawa Timur dengan 12 kasus. Penyebab kematian terbanyak, yaitu 13 kasus, disebabkan oleh masalah jantung.

Berikut adalah sebaran kasus kematian petugas pemilu di beberapa daerah:

– Sumatra Utara: 2 kasus
– Riau: 1 kasus
– Sumatra Selatan: 2 kasus
– Sumatra Barat: 1 kasus
– Banten: 2 kasus
– DKI Jakarta: 6 kasus
– Jawa Barat: 13 kasus
– Jawa Tengah: 11 kasus
– Jawa Timur: 12 kasus
– Yogyakarta: 1 kasus
– Kalimantan Barat: 2 kasus
– Kalimantan Timur: 1 kasus
– Sulawesi Selatan: 2 kasus
– Sulawesi Utara: 1 kasus.

(vina oktaviani/mg-uik)

Tebing Setinggi 10 Meter di Aliran Sungai Cibalok Tajur Kembali Longsor

0

jurnalinspirasi.co.id – Longsor kembali terjadi pada tebing setinggi 10 meter yang berlokasi di aliran Sungai Cibalok, Tajur. Kejadian ini terjadi dua kali dalam sehari, yakni pukul 08.30 WIB dan pukul 11.00 WIB pada Minggu (18/2/2024).

Longsor tersebut menimbulkan dampak tragis terhadap para pekerja yang tengah mengerjakan proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) pascalongsor sebelumnya pada 28 Februari 2023.

Dikutip dari infobogor pada Senin (19/2/2024), dari total 22 orang pekerja yang ada di lokasi, 4 di antaranya menjadi korban. Dua orang mengalami luka ringan, sementara dua lainnya meninggal dunia pada saat terjadinya longsor kedua. Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan rekan kerja korban.

Sejumlah warganet turut berduka cita atas kejadian ini dengan mengucapkan doa dan belasungkawa melalui berbagai platform media sosial, dengan mengutip kalimat “Innalilahi wa innailaihi Raji’un”.

Pihak berwenang dan tim penyelamat terus bekerja keras dalam upaya penanganan dan pencegahan kejadian serupa di masa yang akan datang.

(ocha lubianti/mg-uik)

Genjot Produksi Padi dan Jagung Nasional, Kementan Siapkan SDM Unggul

0

jurnalinspirasi.co.id – Hantaman El nino sejak Februari 2023 hingga kini  sangat mempengaruhi produksi bahan pangan. Padi dan jagung merupakan komoditas yang strategis. Tingginya permintaan masyarakat terhadap kedua komoditas ini telah mendorong kebijakan impor bila produksi dalam negeri tidak mencukupi. Dengan latar belakang inilah maka produksi padi dan jagung harus terus ditingkatkan.

Kementerian Pertanian (Kementan)  telah menerapkan pendekatan holistik yang mendukung budidaya padi dan jagung. Dukungan sarana dan prasarana ditujukan pada proses hulu sampai hilir, dari penyiapan lahan sampai pengolahan. Pada setiap proses ini, upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga terus dilakukan.

Saat ini Kementan tengah fokus meningkatkan produksi padi dan jagung nasional dalam satu tahun ke depan. Salah satunya dengan melakukan akselerasi percepatan tanam di seluruh Indonesia sebagai solusi kebijakan impor yang dilakukan akibat dampak cuaca ekstrem El Nino beberapa bulan lalu.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, “Kebijakan akselerasi tanam ini sangat penting kita lakukan untuk menekan impor yang dilakukan akibat dampak el nino. Hari ini kita letakan pondasinya agar ke depan kita bisa swasembada”.

Sejak 2014 alokasi pupuk subsidi kurang lebih 9,5 juta ton dan mengalami penurunan di tahun 4,8 juta ton di tahun 2018 hingga kini. Penurunan ini dipengaruhi oleh kelangkaan bahan baku pupuk. Dalam rangka mempercepat masa tanam satu (MT I) yang telah berlangsung sejak Oktober 2023, Mentan Amran juga menyediakan berbagai kebutuhan yang diperlukan petani, dari pupuk subsidi, benih gratis, hingga kemudahan menebus solar subsidi.

Mentan menambahkan Dukungan nyata pun diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menambah alokasi pupuk subsidi sebesar Rp 14 triliun 2024 atau senilai 7.2 juta ton.

Sebagai unit kerja yang memiliki tupoksi untuk meningkatkan kualitas SDM Pertanian, Maka Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan akan menggelar Training of Trainers (TOT) Pupuk Subsidi dan Peningkatan Produksi Padi yang akan dilaksanakan pada tanggal 20-22 Februari 2024 di BBPMKP Ciawi yang  akan dibuka langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.

Pada acara Konferensi Pers yang dilaksanakan secara online Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP)  Dedi Nursyamsi mengatakan TOT ini akan diikuti oleh peserta 48.111 yang terdiri dari 189 widyaiswara, 253 Dosen, 63 Guru SMKPP lingkup Kementan, 24.607 Penyuluh Pertanian PNS, 12.480 Penyuluh Pertanian PPPK, 1.744 Penyuluh Pertanian THL APBN, dan 8.775 penyuluh pertanian THL BPBD (19/02/2024).

“Seluruh peserta TOT yang akan menjadi kepanjangan tangan Kementan untuk mensosialisasikan terkait kebijakan pupuk bersubsidi ini. Kita harus memastikan sarana dan prasarana ada di lapangan saat akan masuk musim tanam”.ujar Dedi

Dedi menambahkan, adanya inovasi dan penerapan teknologi yang tepat juga perlu di perhatikan. Gunakan benih, bibit yang baik serta perhatikan nutrisi untuk tanaman yakni pupuk.

“Kita maksimalkan penggunaan pupuk  hayati, pupuk organik, pestisida hayati, bio organik. Yang terpenting adalah pemupukan harus berimbang”, pesan Dedi.

Berulang kali Dedi mengingatkan bahwa penyuluh merupakan pendamping petani di lapangan. Maka penyuluh wajib hadir dalam segala kondisi petani di lapangan. Bersama petani, penyuluh harus mendongkrak produksi dan produktivitas padi dan jagung.

Diakhir acara, Dedi menjelaskan bahwa Narasumber yang dihadirkan selama TOT berlangsung merupakan para ahli  dalam  Pengelolaan Pupuk Subsidi dalam Peningkatan Produktivitas Padi dan Jagung, Mekanisme Pemanfaatan Pupuk Subsidi, Pemupukan Berimbang, Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik), dan Optimalisasi Lahan Rawa untuk Meningkatkan Produktivitas Padi dan Jagung.

“TOT ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam pengelolaan pupuk subsidi dan peningkatan produksi padi dan jagung nasional dalam upaya peningkatan kesejahteraan petani,” tutup Dedi.

(bbpmkp)

Pemilu Berjalan Aman, Warga Kota Bogor Berkreasi Tekan Golput

0

Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 di Kota Bogor berlangsung lancar. Meski hujan mengguyur pada Rabu (14/2/2024) pagi, warga tetap antusias datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Lalu seperti apa upaya agar warga berbondong-bondong menggunakan hak suaranya?

Para KPPS TPS 02, Kelurahan Pabaton mengenakan seragam sekolah menyambut para pemilih, Rabu (14/2).

Wali Kota Bogor, Bima Arya sangat perhatian pada tahapan pemungutan suara pada Pemilu 2024. Tahapan-tahanan mulai pendistribusian surat suara TPS,  kampanye baik tertutup maupun terbuka di Kota Bogor, masa tenang, pembersihan atribut-atribut kampanye berjalan lancar.

Dirinya pun mengucapkan terima untuk semua kerja keras dari seluruh unsur baik Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), penyelenggara Pemilu KPU, Bawaslu Kota Bogor hingga tingkat kelurahan dan warga Kota Bogor yang telah berkolaborasi menciptakan suasana kondusif di Kota Bogor.

Wali Kota juga mengapresiasi semua pihak yang siaga dalam mengantisipasi faktor-faktor lain, seperti cuaca hujan memindahkan perlengkapan kotak suara ke tempat aman.

“Saya bersyukur di 2.913 TPS warga Kota Bogor sudah menggunakan hak pilihnya. Terima kasih untuk kerja keras dan kerja samanya,” tegasnya.

Sedangkan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso menegaskan terkait netralitas. Selain itu, ia menyampaikan sinergitas Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri dan pemerintah daerah sangat penting dalam menyukseskan pemilu.

“Sinergitas ketiganya mampu membuat masyarakat senang dan mengapresiasi. Ketika TNI, Polri dan pemerintah bersatu dan bersama di lapangan sehingga bisa mengurangi dan mencegah niat-niat negatif para pihak yang memiliki niat kurang baik, sabotase, intimidasi dan lain sebagainya,”  kata Kapolresta Bogor Kota.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama istrinya Yane Ardian dan keluarga menyalurkan hak pilihnya di TPS 30, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Rabu (14/2/2024).

Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama istrinya Yane Ardian dan keluarga menyalurkan hak pilihnya di TPS  30, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Rabu (14/2).

Bima Arya datang ke TPS 30 dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 400 meter dari tempat tinggalnya. Setibanya di TPS pukul 09.12 WIB, Bima Arya dan Yane Ardian serta anaknya Kinaura Maisha lebih dahulu melihat papan informasi terkait Capres dan Calon anggota legislatif.
Setelah itu menuju meja pendaftaran menyerahkan surat undangan dan duduk di kursi tunggu hingga sekitar pukul 09.20 WIB. Bima Arya dan Yane Ardian masuk ke bilik suara untuk melakukan pencoblosan.

Sekitar kurang lebih dua menit berada di bilik suara, Bima Arya pun langsung memasukan kertas suara dan mencelupkan jari ke tinta.

Bima Arya mengatakan membutuhkan waktu sekitar dua menit untuk melakukan pencoblosan karena membutuhkan waktu untuk melipat dan menutup kertas suara.

Di tempat terpisah, sebanyak 539 warga binaan di Lapas Paledang Bogor turut ikut serta dalam pemungutan. Mereka dengan antusias mengantre sejak pagi untuk menyalurkan suaranya di lima kertas suara untuk memilih Pasangan Presiden dan Wakil Presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota yang akan memimpin selama 5 tahun ke depan.

Para narapidana di Lapas Paledang, Kota Bogor, ikut menyalurkan hak pilihnya dalam momentum Pemilu 2024, Rabu (14/2).

Salah satu Warga Binaan, Udin Karsudin (32) berharap Pemilu kali ini bisa melahirkan presiden baru yang membawa Indonesia lebih baik ke depan. Terlebih bagi nasibnya dan warga binaan lain.

“Harapannya mudah-mudahan bisa membawa Indonesia lebih baik. Semoga kami warga binaan bisa lebih diperhatikan kesejahteraannya,” ujarnya.

Kepala Lapas Paledang, Sopian mengatakan di Lapas Paledang terdapat 539 Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan 3 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yakni TPS 901, TPS 902, dan TPS 903.

Selain warga binaan Lapas Paledang, pihak Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Lapas ini juga akan menampung suara 98 tahanan yang ada di Polresta Bogor Kota. Namun sistem dalam pemungutan suara di Polresta Bogor Kota adalah sistem jemput bola.

“Kami, KPPS dan Bawaslu setelah dari sini akan menuju Polresta untuk menjemput bola pemungutan suara di sana. Hasilnya akan kembali dibawa ke sini dan menjadi hasil di TPS Lapas Paledang,” ujar Sopian.

Di Kota Bogor, warga cukup kreatif. Seperti di TPS 02 di SDN Pengadilan 5 yang seluruh petugasnya menggunakan seragam SMA. Ketua KPPS TPS 02, Yudhi mengatakan, alasan seragam SMA agar berbeda dengan TPS lain dan menjadi daya tarik untuk warga menggunakan hak suaranya.

“Selain menambah daya tarik kebetulan kita lokasinya di sekolah. Memang tadinya mau pakaian SD tapi sulit juga. Akhirnya memilih untuk pakaian SMA,” ujarnya.

Ia yang juga menggunakan seragam SMA meminjam seragam dari keponakannya yang sudah disiapkan dari semalam.

Di TPS 02 ada 253 DPT yang terdaftar dan tambahan 16 orang, sedangkan untuk pemilih khusus tidak ada. Sejauh ini lanjut Yudhi respon warga yang datang positif.

“Antusiasnya bagus dan pelaksanaan pemilihan juga lancar,” katanya.

Sementara itu, TPS 25 di Kampung Bakom, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, tampil nyentrik bak helaran pesta pernikahan. TPS ini dihias dengan tenda dan ornamen-ornamen pernikahan khas adat Sunda. Lengkap dengan pohon-pohon pisang dan buahnya sehingga memperkuat nuansa resepsi pernikahan adat Sunda.

Sejumlah tandan pisang digantung di pohon-pohon tersebut dan bebas dipetik oleh warga yang menyalurkan suaranya di TPS ini.

Ketua KPPS TPS 25, Henri mengatakan, konsep itu dipilih untuk memberikan kesan Pemilu yang berbeda kepada warga setempat. Hal itu juga dilakukan untuk menghilangkan kesan Pemilu yang monoton selama beberapa periode terakhir. Inovasi ini diharapkan membuat masyarakat antusias dan semangat datang ke TPS untuk menyalurkan suaranya.

“Konsep ini dipilih lantaran kebanyakan warga setempat berasal dari suku Sunda. Kami memang sudah langsung menentukan konsep hajatan ini menyesuaikan dengan ketersediaan lahan yang ada,” ujarnya.

Dirinya berharap Pemilu di wilayahnya yang diikuti 206 pemilih ini berjalan damai dan jauh dari perilaku anarkis. Ia juga ingin seluruh masyarakat menyalurkan suaranya dan tidak ada yang melakukan golput. Sebab menurutnya Pemilu menentukan nasib negara 5 tahun ke depan.

Di tempat lainnya, suasana berbeda juga dirasakan warga Kampung Lebak Pilar, RT 5 RW 3 Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah. Mereka tak lagi nyoblos di TPS lapangan seperti momen Pemilu biasanya. Di momen Pemilu tahun ini, mereka melakukan pencoblosan di Rumah Makan Padang.

KPPS  setempat menyulap bangunan yang biasanya dipenuhi kursi dan meja makan itu menjadi area TPS, lengkap dengan bilik dan kotak suara. Meski sudah ditata sedemikian rupa, nuansa Rumah Makan Padang masih terasa kental pada TPS ini. Hal itu terlihat dari interior depan bangunan, cermin-cermin besar yang menghiasi tembok di sekitar area TPS, hingga meja tinggi yang biasa diperuntukan sebagai tempat kasir.

Ketua KPPS TPS 10, Asep Sahrudin menjelaskan pihaknya memilih Rumah Makan Padang menjadi TPS karena alasan keamanan. Ia menyebut warga biasanya mencoblos di TPS yang berada di lapangan. Asep memandang kondisi itu tidak cocok dengan kondisi cuaca yang sedang hujan.

RSUD Leuwiliang Jadi Rujukan RSUD Cimacan dalam Penerapan Rekam Medis

0

jurnalinspirasi.co.id – Kembali RSUD Leuwiliang menjadi rujukan rumah sakit lain untuk belajar mengenai hal – hal yang berkaitan dengan pelayanan rumah sakit maupun teknologi yang sudah diterapkan.

Kali ini, RSUD Cimacan, Cianjur menimba ilmu ke RSUD Leuwiliang karena dianggap pelayanannya sudah sangat baik dan patut dijadikan percontohan.

“Betul, pada hari Kamis tanggal 15 Februari 2024 kemarin, kami menerima rombongan dari RSUD Cimacan, Cianjur untuk melakukan studi banding ke RSUD Leuwiliang,” ujar Wakil Direktur Administrasi Leuwiliang, Rina Ertyana Purwanti, S.E, M.M dalam keterangannya, Senin (19/2/2024).

“Ada 4 orang dari RSUD Cimacan yang datang ke RSUD Leuwiliang yakni, Kepala Seksi Pelayanan Medis dr. Hani Adiswasani, B.K, Kepala Instalasi Rekam Medis dr. Gita Ayu Saraswati, dokter spesialis saraf / Neurologi dr. Setyo dwi Purwanto, Sp. N, Firdaus, A.Md Kep bagian Perawat Pelaksana,” paparnya.

Rina menjelaskan, kedatangan RSUD Cimacan, Cianjur itu untuk belajar beberapa hal yang sudah diterapkan di RSUD Leuwiliang salah satunya, Electronic Medical Record (EMR) atau aplikasi rekam medis.

“Salah satunya yang menjadi tujuan RSUD Cimacan melakukan studi banding untuk belajar mengenai aplikasi rekam medis atau Electronic Medical Record (EMR) di RSUD Leuwiliang ini,” tutur Rina.

Sementara itu, dokter spesialis saraf atau neurologi RSUD Cimacan, Cianjur, dr. Setyo dwi Purwanto, Sp. N mengaku sangat beruntung bisa belajar mengenai EMR di RSUD Leuwiliang.

“Penerapan EMR di RSUD Leuwiliang sudah sangat baik, hal itulah yang membuat kami ingin melakukan studi banding,” ujar Setyo dwi Purwanto.

Dirinya mengaku RSUD Cimacan banyak dibantu oleh RSUD Leuwiliang atas saran dan masukan bagaimana cara kerja aplikasi EMR tersebut, sehingga penerapan EMR di RSUD Cimacan bisa lebih optimal.

“Kami sangat berterimakasih atas sambutan yang sangat ramah dan ilmu yang diberikan pihak RSUD Leuwiliang,” pungkasnya.

(yev/r)

Tunas Hijau Ajak Ciptakan Karya Digital untuk Lawan OCSEA

0

jurnalinspirasi.co.id – OCSEA (Online Children Sexual Exploitation and Abuse) atau eksploitasi dan kekerasan seksual anak di ranah daring masih minim perhatian. Untuk itu Tunas Hijau Indonesia menyelenggarakan acara Webinar Safer Internet Aman 2024 dengan tema ‘Untuk Setiap Anak Internet Aman’ secara daring, Minggu (18/2/2024).

Adwin Kurniawan

Dalam acara webinar tersebut dikatakan bahwa berkreasi menciptakan karya digital melalui AI (Artifical Intelegence) atau kecerdasan buatan bisa sebagai media pesan menjaga bersama untuk melawan OCSEA.

Praktisi Literasi Digital Adwin Kurniawan memberikan pemaparan materi sekaligus pelatihan cara menggunakan teknologi canggih AI yang menciptakan karya digital yang menarik dan menjadi media pesan.

“Karena perkembangan kecerdasan buatan (AI) sangat pesat, teknologi semakin maju, semakin canggih. AI memiliki potensi yang besar untuk digunakan dalam berbagai bidang termasuk edukasi dan kreasi digital,” tutur Adwin Kurniawan kepada peserta acara webinar dikutip Senin (19/2/2024).

Selain mengajarkan anak-anak untuk membuat karya digital dengan AI yang menarik dan informatif sebagai media edukasi tentang OCSEA. Adwin Kurniawan juga mengatakan bahwa edukasi terkait tentang OCSEA dengan cara menarik dan mudah dipahami bagi anak-anak masih minim.

“Kalau kita ketik di google, cari informasi tentang OCSEA itu informasinya masih sangat sedikit sedangkan korbannya itu sudah banyak,” ujar Adwin.

Padahal kasus OCSEA semakin meningkat sehingga Adwin bersinergi untuk mengajak dan memberikan motivasi kepada anak-anak melawan OCSEA.

“Mendorong anak-anak untuk berani bicara dan melawan OCSEA,” lanjutnya.

Acara webinar yang sebagian besar didominasi oleh anak-anak sekolah, terdapat sesi tanya jawab atau diskusi dengan pemateri. Banyak pertanyaan dan tanggapan yang diajukan terkait penggunaan AI pada karya digital.

Aisyah, salah satu peserta webinar, yang ingin memanfaatkan teknologi dengan baik berharap teknologi dapat membantu dan memudahkan.

“Saya berharap teknologi dapat membantu saya meng-update data secara otomatis hingga 5 tahun ke depan,” tuturnya dikutip Senin (19/2/2024).

Hari Internet Aman Sedunia jatuh pada 6 Februari 2024 yang lalu, Tunas Hijau Indonesia mempromosikan internet sebagai ruang aman untuk berbagai kalangan terutama anak-anak.

Internet pada saat ini sangat bervariatif. Ada bahaya internet yang mengintai dan berpotensi menjadi korban OCSEA khususnya anak-anak.

Dilansir dari Yayasan BaKTI, Senin (19/02/2024), OCSEA merujuk pada keadaan yang melibatkan penggunaan teknologi digital, internet, dan komunikasi dalam beberapa titik selama periode terjadinya pelecehan atau eksploitasi.

OCSEA dapat terjadi secara penuh melalui platform online atau melalui kombinasi interaksi online dan offline antara pelaku dan anak-anak. Hasil penelitian dari ECPAT, INTERPOL, dan UNICEF menunjukkan bahwa anak-anak terutama di Indonesia rentan terhadap eksploitasi dan kekerasan seksual di lingkungan online, namun seringkali tidak melaporkannya.

Ada berbagai tindakan yang melibatkan kekerasan atau eksploitasi terhadap anak, seperti konten yang menggambarkan kekerasan, grooming online, sexting, pemerasan seksual, streaming langsung, dan cyber-bullying, merupakan bentuk kejahatan terhadap anak yang membutuhkan respons global yang mendesak, melibatkan berbagai sektor, dan mencakup seluruh aspek.

Bentuk-bentuk kejahatan ini sering kali disimpan dalam bentuk arsip digital permanen seperti gambar atau video, dan terus tersebar secara online, menyebabkan anak menjadi korban berkali-kali. Karena risiko yang terus berkembang dan meningkat secara cepat, upaya untuk mencegah dan melindungi anak menjadi semakin sulit bagi pemerintah, penyedia layanan perlindungan anak, orangtua atau pengasuh, dan anak-anak sendiri jika tidak ada kerjasama yang erat antara mereka.

Maka dengan mengedukasikan bahayanya OCSEA kepada masyarakat dan juga anak-anak, salah satu caranya ialah dengan memanfaatkan teknologi AI yang membentuk karya digital menarik serta informatif, yaitu dengan melalui poster digital terkait OCSEA.

(lia puspitasari/mg-uik)