27.3 C
Bogor
Sunday, July 21, 2024

Buy now

spot_img

Tunas Hijau Ajak Ciptakan Karya Digital untuk Lawan OCSEA

jurnalinspirasi.co.id – OCSEA (Online Children Sexual Exploitation and Abuse) atau eksploitasi dan kekerasan seksual anak di ranah daring masih minim perhatian. Untuk itu Tunas Hijau Indonesia menyelenggarakan acara Webinar Safer Internet Aman 2024 dengan tema ‘Untuk Setiap Anak Internet Aman’ secara daring, Minggu (18/2/2024).

Adwin Kurniawan

Dalam acara webinar tersebut dikatakan bahwa berkreasi menciptakan karya digital melalui AI (Artifical Intelegence) atau kecerdasan buatan bisa sebagai media pesan menjaga bersama untuk melawan OCSEA.

Praktisi Literasi Digital Adwin Kurniawan memberikan pemaparan materi sekaligus pelatihan cara menggunakan teknologi canggih AI yang menciptakan karya digital yang menarik dan menjadi media pesan.

“Karena perkembangan kecerdasan buatan (AI) sangat pesat, teknologi semakin maju, semakin canggih. AI memiliki potensi yang besar untuk digunakan dalam berbagai bidang termasuk edukasi dan kreasi digital,” tutur Adwin Kurniawan kepada peserta acara webinar dikutip Senin (19/2/2024).

Selain mengajarkan anak-anak untuk membuat karya digital dengan AI yang menarik dan informatif sebagai media edukasi tentang OCSEA. Adwin Kurniawan juga mengatakan bahwa edukasi terkait tentang OCSEA dengan cara menarik dan mudah dipahami bagi anak-anak masih minim.

“Kalau kita ketik di google, cari informasi tentang OCSEA itu informasinya masih sangat sedikit sedangkan korbannya itu sudah banyak,” ujar Adwin.

Padahal kasus OCSEA semakin meningkat sehingga Adwin bersinergi untuk mengajak dan memberikan motivasi kepada anak-anak melawan OCSEA.

“Mendorong anak-anak untuk berani bicara dan melawan OCSEA,” lanjutnya.

Acara webinar yang sebagian besar didominasi oleh anak-anak sekolah, terdapat sesi tanya jawab atau diskusi dengan pemateri. Banyak pertanyaan dan tanggapan yang diajukan terkait penggunaan AI pada karya digital.

Aisyah, salah satu peserta webinar, yang ingin memanfaatkan teknologi dengan baik berharap teknologi dapat membantu dan memudahkan.

“Saya berharap teknologi dapat membantu saya meng-update data secara otomatis hingga 5 tahun ke depan,” tuturnya dikutip Senin (19/2/2024).

Hari Internet Aman Sedunia jatuh pada 6 Februari 2024 yang lalu, Tunas Hijau Indonesia mempromosikan internet sebagai ruang aman untuk berbagai kalangan terutama anak-anak.

Internet pada saat ini sangat bervariatif. Ada bahaya internet yang mengintai dan berpotensi menjadi korban OCSEA khususnya anak-anak.

Dilansir dari Yayasan BaKTI, Senin (19/02/2024), OCSEA merujuk pada keadaan yang melibatkan penggunaan teknologi digital, internet, dan komunikasi dalam beberapa titik selama periode terjadinya pelecehan atau eksploitasi.

OCSEA dapat terjadi secara penuh melalui platform online atau melalui kombinasi interaksi online dan offline antara pelaku dan anak-anak. Hasil penelitian dari ECPAT, INTERPOL, dan UNICEF menunjukkan bahwa anak-anak terutama di Indonesia rentan terhadap eksploitasi dan kekerasan seksual di lingkungan online, namun seringkali tidak melaporkannya.

Ada berbagai tindakan yang melibatkan kekerasan atau eksploitasi terhadap anak, seperti konten yang menggambarkan kekerasan, grooming online, sexting, pemerasan seksual, streaming langsung, dan cyber-bullying, merupakan bentuk kejahatan terhadap anak yang membutuhkan respons global yang mendesak, melibatkan berbagai sektor, dan mencakup seluruh aspek.

Bentuk-bentuk kejahatan ini sering kali disimpan dalam bentuk arsip digital permanen seperti gambar atau video, dan terus tersebar secara online, menyebabkan anak menjadi korban berkali-kali. Karena risiko yang terus berkembang dan meningkat secara cepat, upaya untuk mencegah dan melindungi anak menjadi semakin sulit bagi pemerintah, penyedia layanan perlindungan anak, orangtua atau pengasuh, dan anak-anak sendiri jika tidak ada kerjasama yang erat antara mereka.

Maka dengan mengedukasikan bahayanya OCSEA kepada masyarakat dan juga anak-anak, salah satu caranya ialah dengan memanfaatkan teknologi AI yang membentuk karya digital menarik serta informatif, yaitu dengan melalui poster digital terkait OCSEA.

(lia puspitasari/mg-uik)

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles