29.9 C
Bogor
Monday, October 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 387

Keren ! Olah Sampah Visual Alat Peraga Kampanye Jadi Bahan Konstruksi

0

Alat Peraga Kampanye atau APK dari hasil penertiban di masa tenang atau waktu selesainya masa kampanye pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 diolah menjadi bahan konstruksi di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R (reuse, reduce dan recycle) atau TPS 3R Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Pengolahan APK menjadi bahan kontruksi ini merupakan hasil diskusi Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Satgas Naturalisasi Ciliwung yang kemudian diuji coba oleh pengelola TPS 3R Mekarwangi beberapa waktu sebelum masuk masa tenang Pemilu 2024 atau masa selesainya kampanye.

Untuk melihat proses pengolahan sampah visual APK, Bima Arya ikut turun langsung menertibkan sampah visual APK di sejumlah ruas jalan di pusat kota dan langsung membawanya ke TPS 3R, Minggu (11/2/2024) lalu.

Sesampainya di lokasi, Bima Arya dibantu petugas dari Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Bapenda, Bakesbangpol, Satgas Naturalisasi Ciliwung menurunkan APK untuk dimasukan ke dalam ruang sortir.

“Ya, sampah visual APK tadi dibawa ke sini, dibersihkan lagi supaya tidak ada cincinnya (ring besi), supaya tidak ada bahan lain (kawat, paku, kayu dan bendera),” kata Bima Arya.

Setelah proses sortir selesai, APK dimasukan ke dalam karung. Selanjutnya dipindahkan secara estafet ke ruang utama pengolahan untuk dicacah menjadi biji atau serpihan plastik.

Namun, sebelum dimasukan ke dalam mesin pencacah, APK berbahan flexi seperti baliho atau banner lebih dulu dirobek secara manual menjadi ukuran lebih kecil, untuk memudahkan masuk dalam proses pencacahan.

Setelah dicacah, barulah APK dicampur dengan sampah plastik dan alumunium, yang juga sudah melalui proses pencacahan untuk selanjutnya masuk dalam mesin pencetakan bahan konstruksi jenis balok atau papan dan sebagainya.

“Jadi sekitar 30 persennya itu dari sampah visual dari APK, dari banner tadi. Kemudian diproses menjadi lumer menjadi seperti ini (bahan konstruksi jenis balok dan papan),” kata Bima Arya sambil menunjukan bahan konstruksi yang terbuat dari bahan sampah APK dan plastik.

Dari hitungan awal, bahan konstruksi berbahan dasar 30 persen sampah APK yang dicampur 70 persen sampah plastik dan alumunium jauh lebih kuat dibanding dengan olahan 100 persen sampah plastik dan alumunium tanpa campuran sampah APK.

“Ini yang pure (murni) hanya sampah plastik dan aluminium (Bima Arya menunjukan bahan konstruksi berbahan dasar sampah plastik dan alumunium). Kalau ini (menunjukan bahan konstruksi berbahan dasar campuran APK, sampah plastik dan sampah aluminium), yang dicampur dengan APK. Nah ini teksturnya lebih kasar, lebih kuat,” jelasnya.

Bahan kontruksi ini, selanjutnya akan digunakan untuk membuat kerangka atau pondasi sumur resapan yang di tanam di dalam tanah, untuk membangun sumur resapan di Kota Bekasi.

Ke depan, lanjut Bima Arya, balok dan kayu hasil produksi ini juga bisa dijadikan paving block atau dicetak langsung dari sampah plastik, alumunium dan APK menjadi paving block.

Keberadaan TPS 3R Mekarwangi yang ada sejak tahun lalu ini, merupakan kolaborasi mengolah sampah plastik, Pemkot Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berkolaborasi dengan WWF, Plastic Smart Cities A Global city initiative to keep plastic out nature by 2030, Rekan Nusantara Foundation dan Sumpah Sampah dan Satgas Naturalisasi Ciliwung.

Dalam sehari, TPS 3R ini bisa mengolah 600 kilogram sampah plastik. Namun dalam pengolahan APK menjadi bahan konstruksi, dengan persentase 30 persen sampah APK dan 70 persen sampah plastik dan alumunium, TPS 3R ini bisa mengolah 400 kilogram sampah plastik dan 200 kilogram sampah APK untuk bisa menghasilkan bahan konstruksi.

Sekretaris Satgas Naturalisasi Sungai Ciliwung, Een Irawan Putra mengatakan, sejak awal dibangun TPS 3R Mekarwangi ini memang khusus untuk mengolah sampah non organik, low value atau rendah nilai seperti kemasan atau kresek dari sampah-sampah rumah tangga yang didampingi oleh Satgas Ciliwung.

“Hanya saja karena ada momentum pemilu ini dan sekarang masuk minggu tenang. Sebelumnya ada diskusi dengan pak wali apakah kita mampu mengolah APK ini di sini. Setelah kita uji coba berapa kali dan ternyata bisa,” katanya.

Untuk memproses satu balok atau papan dengan panjang kurang lebih satu hingga dua meter diperlukan bahan dasar sampah plastik dan aluminium sebanyak 5,5 kilogram dan sampah APK 1,5 kilogram sehingga material yang dibutuhkan sebanyak 7 kilogram.

“Proses produksinya dari mulai pencacahan sampai cetak itu memakan waktu 20 menit. Karena kan setiap hari plastik yang sudah dicacah itu ada. Jadi stok bahan baku setiap hari ada, jadi bisa langsung dikerjakan diproduksi,” katanya.

Meski demikian untuk memastikan mutu kualitas produk ini perlu ada tahap pengujian lebih lanjut.

Ke depan lanjut Een, akan dilakukan uji produk dari berbagai aspek untuk memastikan keamanan dan kelayakan produk.

“Sejauh ini masih kita produksi dan kita terus lihat kualitas dan kuantitasnya. Tapi tetap untuk memastikan dan detailnya harus diuji terlebih dahulu,” katanya.

Pengelola TPS 3R Mekarwangi, M. Irfan Hawari menambahkan, hingga Rabu (20/2) sampah APK yang sudah masuk kurang lebih ada 6-7 ton. Perhari pihaknya baru bisa mengolah sekitar 200 kilogram untuk bahan baku pembuatan beam ataupun kaso.

Terkait pengujian uji beban pihaknya sudah mengirimkan sampel ke Balai Uji Beban di Cibinong, Kabupaten Bogor.

“Kami menguji beban produk dari sampah plastik dari kresek dan dari banner. Kami juga akan uji terkait mikroplastik atau dioksin yang ada di produk kami,” tuturnya.

Ini Profesi yang Rentan Stres, Salah Satunya Pekerjaan Wartawan

0

jurnalinspirasi.co.id – Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, terdapat lebih dari 260 juta orang yang mengalami depresi di seluruh dunia. Jumlah ini terus meningkat, bahkan hingga lebih dari 18 persen setiap tahunnya.

Di Indonesia, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menyebutkan tingkat rasio depresi dan kecemasan mencapai 14 juta orang. Satu dari tujuh orang mengalami masalah kesehatan jiwa di tempat kerja.

Adapun beberapa profesi yang rentan depresi, yaitu:

  1. Perawat atau Pengasuh

Merawat anak atau orang sakit adalah profesi yang rentan depresi. Survei tahun 2007 yang dilakukan oleh National Survey on Drug Use and Health (NSDUH) menyatakan, sebanyak 10,8 persen perawat atau pengasuh berusia 18–64 mengalami depresi.

Penyebabnya adalah persoalan tuntutan perawatan yang menguras emosi.

  1. Pekerja Kuliner

Orang yang bekerja di dunia kuliner, mulai dari koki hingga pelayan restoran, berisiko mengalami depresi. Hal ini terkait dengan masalah kepuasan pelanggan.

Faktanya, sekitar sepuluh persen kasus depresi di Amerika Serikat terjadi terhadap orang yang bekerja di bidang ini.

  1. Pekerja Kreatif

Sebagian besar penyebab depresi pada seniman atau pekerja kreatif lainnya adalah penghasilan dengan nominal yang tak tentu dari banyaknya waktu kerja yang dihabiskan. Sementara itu, tuntutan gaya hidup juga tinggi.

Profesi ini mengambil porsi 9,1 persen dari kasus depresi yang pernah terjadi, dan rata-rata penderitanya juga memiliki penyakit bipolar.

  1. Tentara atau Bidang Pelayanan Militer

Orang yang bekerja di bidang militer juga rentan depresi. Fakta menyebut, anggota militer seperti tentara memiliki risiko depresi sekitar 14 persen setelah ditugaskan.

Angka tersebut bisa lebih tinggi, karena mereka kesulitan mencari dukungan moral. Pasalnya, tentara bisa saja ditugaskan di daerah konflik, jauh dari keluarga, sering mengalami gangguan tidur, trauma dan lain-lain.

  1. Wartawan

Bekerja sebagai seorang Jurnalis terutama penyiar televisi juga rawan stress. Penyiar dituntut tampil sempurna dalam mengabarkan informasi tingkat stress pekerjaan ini mencapai 56,63%

Serupa dengan Jurnalis media cetak dan online dan tingkat stress mencapai 49,9%

(nay nur’ain)

Ustaz Das’ad Latif: Pilih Pemimpin Berdasarkan Kriteria Agama dan Kepemimpinan

0

jurnalinspirasi.co.id – Ustaz Das’ad Latif memberikan pandangan yang mendalam mengenai pentingnya memilih pemimpin berdasarkan kriteria agama dan kepemimpinan yang benar.

Ustaz Das’ad Latif menekankan bahwa pemilihan pemimpin bukanlah perkara yang sepele. Dia mengajak untuk tidak hanya memilih berdasarkan popularitas, namun juga melihat kualitas dan integritas calon pemimpin tersebut.

Menurutnya, salah satu kriteria penting dalam memilih pemimpin adalah kecerdasan, bukan hanya kecerdasan intelektual namun juga kecerdasan emosional.

“Kemampuan berbicara yang baik juga menjadi faktor penting, karena pemimpin harus mampu mengomunikasikan visi dan gagasannya dengan jelas kepada masyarakat,” Ujarnya. Dikutip dalam Akun YouTube Ustadz Das’ad Latif, Rabu (21/2/2024).

Selain itu juga menggarisbawahi pentingnya amanah dalam kepemimpinan. “Pemimpin yang dipilih haruslah dapat dipercaya dan memiliki jejak rekam yang bersih, baik dalam urusan pribadi maupun publik,” ujarnya.

Dia juga menyoroti bahwa penggunaan gimmick atau pencitraan dalam kampanye politik sebaiknya dihindari, karena hal tersebut bisa mencerminkan ketidakjujuran dan munafik.

Ustaz Das’ad Latif mengingatkan bahwa dalam memilih pemimpin, kita harus mempertimbangkan kesejahteraan umat dan kepentingan bersama di atas segalanya. Bukan hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Pesan dari Ustaz Das’ad Latif adalah agar masyarakat menjernihkan hati dan pikiran dalam memilih pemimpin, dan tidak terpengaruh oleh politik identitas atau popularitas semata.

“Pemimpin yang dipilih haruslah yang mampu menjaga agama, memperjuangkan keadilan, dan mensejahterakan rakyat,” ucapnya.

Dalam akhir ceramahnya, Ustaz Das’ad Latif, menyerukan agar masyarakat menggunakan suratul Fatihah sebagai panduan dalam memilih pemimpin, serta memastikan bahwa pilihan yang dibuat sesuai dengan tuntunan agama dan nilai-nilai kebaikan.

Dengan demikian, diharapkan pemilihan pemimpin di masa depan akan lebih berkualitas dan mampu memberikan manfaat yang besar bagi bangsa dan negara.  

(ocha lubianti/mg-uik)

Kementan Gelar Training of Trainer Pupuk Subsidi, 50.987 SDM Pertanian Siap Tingkatkan Produktivitas Pertanian

0

jurnalinspirasi.co.id – Sektor pertanian menjadi fokus utama Pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Tercatat pada triwulan ketiga tahun 2023, sektor pertanian mencatat pertumbuhan sebesar 1,46% dan memberikan kontribusi sebesar 13,57% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran seluruh insan pertanian yang bekerja keras untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam rangka meningkatkan produktivitas petani, Pemerintah telah meluncurkan berbagai upaya dukungan pada awal tahun 2024. Salah satunya adalah kemudahan dalam penebusan pupuk bersubsidi dengan menggunakan KTP.  Selain itu, Pemerintah terus memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi dan menjaga keterjangkauan harga pupuk nonsubsidi.

Untuk mendukung percepatan tanam di masa tanam Oktober 2023-Maret 2024, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan untuk menambah alokasi pupuk subsidi sebanyak 14 trilyun dengan volume 7,2 juta ton.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran memastikan ketersediaan pupuk di Musim Tanam 1 ini cukup. “Pemerintah memasrikan ketersediaan pupuk aman, maka petani fokus bertanam tanpa khawatir tidak inimendapatkan pupuk bersubsidi. Kami (Kementan) dengan PIHC akan mengawal distribusi pupuk subsidi di musim tanam ini”, tegas Mentan.

Pada berbagai kesempatan, Mentan menegaskan bahwa pupuk adalah salah satu faktor penting dalam usaha tani. Maka dalam rangka peningkatan produktivitas pertanian nasional, khususnya untuk komoditas padi dan jagung. Pemerintah tetap berkomitmen untuk memberikan subsidi terhadap pupuk.

Untuk mendukung keberhasilan tersebut, maka diperlukan dukungan seluruh insan pertanian, tidak terkecuali untuk Penyuluh Pertanian, Dosen, Widyaiswara dan Guru.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSMP) melalui Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) “Pupuk Subsidi dan Peningkatan Produksi Padi dan Jagung Nasional” pada tanggal 20-22 Februri 2024.

Kepala Puslatan, Muhammad Amin saat pembukaan Training of Trainer (TOT) Pupuk Subsidi dan Pengingkatan Produksi Padi dan Jagung Nasional  yang dilaksanakan di BBPMKP Ciawi  melaporkan bahwa sebanyak 48.111 orang, terdiri dari 189 Widyaiswara, 253 Dosen, 63 Guru, dan 47.606, penyuluh pertanian (PNS, PPPK, THL Pusat, THL Daerah, THL Pendamping, dan Mantri Tani) di seluruh Indonesia akan mengikuti kegiatan TOT yang dilaksanakan secara hybrid ini (20/02/2024).

“Realisasi registrasi online peserta TOT saat ini mencapai 50.987 orang peserta dengan persentase mencapai 105,98 % dari target sasaran peserta sebesar 48.111 orang. Melalui TOT ini diharapkan peran SDM Pertanian seperti Widyaiswara, Dosen, Penyuluh Pertanian dan Guru untuk  mendampingi petani dalam pengelolaan pupuk subsidi dan peningkatan produksi padi dan jagung Nasional berjalan sesuai dengan tujuan”, ungkap Amin.

Mewakili Mentan, Kepala BPPSDMP Dedi Nusyamsi pada saat membuka Training of Trainer (TOT) Pupuk Subsidi dan Pengingkatan Produksi Padi dan Jagung Nasional mengatakan sebagai insan pertanian, tugas kita bersama untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian.

“Saudara-saudaraku Widyaiswara, Dosen, Penyuluh Pertanian dan Guru serta  insan pertanian lainnya telah menjadi tanggung jawab dan tugas kita untuk meningkatkan produksi dan produktivitas produk pertanian khususnya padi dan jagung.  Kita pastikan sarana dan prasarana seperti benih, bibit, pupuk, alsintan ada saat petani akan melakukan tanam. Kita harus hadir memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi di lapangan”, pesan Dedi.

Dedi juga menekankan pentingnya inovasi dan teknologi dalam mendongrak produktivitas pertanian. Widyaiswara, Dosen, Penyuluh Pertanian dan Guru dan insan pertanian lainya merupakan pendamping petani, maka kita pastikan petani benar dan tepat dalam memilih benih dan bibit, penanganan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman, pemanfaatan IoT hingga proses panen dan pasca panen.

“Keberhasilan kebijakan Kementan memerlukan sinergi antara seluruh insan pertanian. Untuk itu diperlukan langkah awal dalam rangka peningkatan wawasan dan pemahaan serta penyamaan persepsi  kususnya dalam tata kelola pupuk bersubsidi, efisiensi penggunaan serta penerapan inovasi pertanian lainnya sebagai alternatif pengganti pupuk kimia, khususnya dalam rangka mencapai swasembada padi dan jagung”, kata Dedi.

Narita salah seorang penyuluh pertanian dari kabupaten Bogor mengapresiasi penyelenggaraan TOT ini. “Ini merupakan sarana kami para penyuluh untuk meningkatkan pengetahuan terkait sektor pertanian khususnya terkait pupuk subsidi. Bersama dengan petani dilapangan kami akan menerapkan apa yang telah kami dapatkan selama pelatihan ini”, ungkapnya.

(bbpmkp)

SMPN 3 Dramaga tak Kunjung Dibangun, Gedung Dewan Bakal Didemo Sejumlah Kades Dramaga

0

jurnalinspirasi.co.id – Kepala desa se-Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor bakal mengontrog gedung DPRD Kabupaten Bogor terkait belum direalisasikannya pembangunan gedung SMPN 3 Dramaga.

Kepala Desa Petir, Dramaga, Sukardi mengaku pihaknya sudah mengirimkan surat permohonan adanya pembangunan SMPN 3 Dramaga ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Malahan, keinginan tersebut sudah masuk ke Musrembang Kecamatan Dramaga. Namun hingga kini belum juga teralisasikan.

“Kita menuntut DPRD Kabupaten Bogor, khususnya Komisi IV  memprioritaskan kebutuhan SMPN 3 Dramaga. Di tahun ini tidak juga direlasikan kita bakal demo ke gedung DPRD kabupaten Bogor,” tegasnya, Rabu (21/2/2024).

Sukardi mengungkapkan di desa petir ada 7 sekolah SDN.  Setiap tahun banyak lulus SDN Petir yang tidak bisa bersekolah ke SMPN . Hal tersebut karena adanya sistem zonasi dan terbatas SMPN di Kecamatan Dramaga.

“Saya miris banyak lulus SDN di Desa Petir yang tidak bisa bersekolah di SMP Negeri. Kita bakal ontrog ke Komisi IV agar rencana pembangunan SMPN 3 Dramaga jadi prioritas,” pintanya.

Camat Dramaga Atep Sumaryo juga mengungkapkan keinginannya adanya penambahan SMPN 3 sudah lima tahun lalu. Ketika dia menjabat sebagai camat diantara keinginannya itu gedung SMPN 3 Dramaga, pengadaan lahan puskesmas Purwasari, pembangunan Kantor Koramil dan  pembangunan Kantor Desa Babakan.

Keinginan pembeli lahan untuk gedung SMPN 3 Dramaga menjadi kebutuhan prioritas dan sudah sering mengadakan rapat terkait pembahasan pembelian lahan.

“Pemerintah mengusulkan agar dibuatkan dulu sekolah satu atap atau kelas jauh. Namun, jika berkaca pengalaman tersebut tidak sedikit juga kelas jauh yang hingga kini tak kunjung dibangun,” ungkapnya.

Atep menjelaskan kebijakan sistem zonasi sekolah, banyak merugikan warga. Sebab, tidak semua siswa bisa masuk ke sekolah negeri karena terhalang sistem zonasi.

“Rencananya kita bakal konsultasi dulu ke Dinas Pendidikan. Setelah itu baru minta audiens dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, terkait keinginan masyarakat dan kepala desa akan adanya SMPN 3 Dramaga,” ujarnya.

Menanggapi kebutuhan pembelian lahan untuk SMPN 3 Draaga, Anggota Komisi IV Kabupaten Bogor , Ruhiyat Sujana mengaku sudah masuk kedalam pembahasan di Komisi IV. Tidak hanya Kecamatan Dramaga  yang membutuhkan penambahan SMPN kata dia, Kecamatan Ciampea juga sama. Untuk itu pihaknya bakal berjuang agar pembelian lahan untuk gedung SMPN 3 Dramaga bisa dianggarkan dan menjadi kebutuhan prioritas.

Terlebih, kebijakan pemerintah dengan menerapkan sistem zonasi bagi penerima siswa baru saat ini sangat merugikan siswa yang jauh dari sekolah negeri.

“Siapkan berkas administrasi agar kita bisa memperjuangkan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor juga harus berperan aktif jangan berpangku tangan akan nasib siswa yang tak bisa bersekolah di SMPN,” jelasnya.

(arip ekon)

Warga Sukaluyu Gotong-royong Bangun Tempat Tinggal Seorang Janda yang Sempat Tinggal di Gubuk Beratap Terpal

0

jurnalinspirasi.co.id – Warga Kampung Cepak Tangkil RT 02 Rw 05 Desa Sukaluyu, Nanggung, Kabupaten Bogor patut diapresiasi. Pasalnya, salah satu nilai yang dimiliki masyarakat dalam melakukan kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dengan tujuan menolong secara sukarela itu masih dipertahankan.

Salah satunya, seperti pada Selasa (20/02/2024) puluhan masyarakat berduyun-duyun membangun sebuah rumah milik seorang janda beranak dua, yang sempat viral dalam sebuah video memperlihatkan bertempat tinggal di sebuah gubuk beratap terpal.

Setelah mengetahui ada informasi warganya dengan kondisi demikian, pemuda dan masyarakat sekitar langsung membangun kediaman Sacih (33) tersebut.

“Keluarga ini memang masuk dalam kategori orang tidak mampu, sehingga kewajiban kami sebagai ketua RT untuk menggerakkan masyarakat untuk melakukan gotong-royong,” kata Ketua RT 04 Yani.

Dia menjelaskan, awalnya Sacih dan kedua anak semata wayangnya tinggal satu atap dengan keluarganya di kampung tersebut. Namun entah mengapa Sacih malah pilih tinggal di gubuk beratap terpal tersebut.

Kini, ketua RT telah melaporkan ke pemerintahan desa setempat dan untuk sementara waktu pihaknya bergotong royong membangun rumah Sacih.

“Baru ditinggal suaminya sekitar  7 bulanan yang kedua kalinya meninggal dan meninggalkan dua orang anak. Sempat tinggal di gubuk beratap terpal sekitar beberapa hari,” jelasnya.

“Setelah mengetahui Sacih ini pilih tinggal  di gubuk beratap terepal, kita langsung melaporkan ke pemerintahan desa sehingga pihak desa merespons. Pihak desa memberikan bantuan material seperti asbes GRC dan paku, untuk  tempat tinggal sementara,” tambahnya menegaskan.

Sementara Sacih mengatakan, hal tersebut bermula saat dirinya bereserta kedua anaknya terkatung-katung lantaran suami telah tiada di lokasi tambang ilegal.

“Iya sempat tinggal di tenda beralasan terpal, ya kira-kira hampir 15 hari lebih tinggal disitu berdua sama anak saya,” katanya, sambil meneteskan air mata.

Menurutnya, sang suami meninggal dunia akibat menjadi korban reruntuhan di lokasi tambang ilegal, bahkan naasnya reruntuhan material longsor menimpa bagian kaki sang suami hingga harus diamputasi di lokasi tambang.

“Suami saya meninggal akibat jadi kuli pikul ditambang emas, saat istirahat ada pohon tumbang yang menimpa suami saya bahkan kaki suami saya tertimpah batu besar, hingga suami saya meninggal dunia,” ujarnya.

Saat ini dirinya harus merawat kedua anaknya yang masih balita bahkan dengan adanya bantuan yang diberikan oleh warga sekitar sangat membantu dirinya dan keluarga kecilnya.

“Ada baru dua kali mendapatkan bantuan dari pemerintah, saat ini warga membantu membangun rumah saya secara sukarela, bahkan RT, RW dan Kepala Desa memberikan bantuan juga,” pungkasnya.

(andres)

Jalan Ace Tabrani Ambles

0

jurnalinspirasi.co.id – Akibat cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir ini, Jalan Ace Tabrani ruas Panjaungan-Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor mengalami pergeseran dan ambles.

Anggota DPRD Komisi III Nurodi Jaro Peloy mengatakan, kondisi amblesnya jalan menuju Desa Cugugbitung, Malasari, Cisarua dan Desa Bantarkaret serta alternatif menuju Desa Kiarasari Kecamatan Sukajaya bahkan Sukabumi itu, saat ini cukup mengkhawatirkan.

Dia meminta perbaikan untuk segera dilakukan karena jalan tersebut mengalami keretakan memanjang hampir memutuskan akses jalan utama bagi warga. 

“Ini akses utama menuju beberapa desa tentu ini harus jadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), harus ada upaya kongkrit, tidak hanya plang PUPR saja. Tapi harus ada eksen ril karena ini diakibatkan oleh suatu bencana,” katanya, Rabu (21/02/2024).

“Kehadiran disana harusnya kode eksen entah itu diturap atau apalah yang penting penanganannya segera dilakukan,” kata pria yang akan kembali duduk di kursi DPRD Kabupaten Bogor Periode 2024-2029 dari Partai PKB itu.

Dia menjelaskan, terjadinya amblesnya jalan tersebut terjadi pada Minggu (18/2/2024). Dalam bencana ini ada  Bantuan Tanggap Darurat (BTD), karena akses ini kalau terputus maka itu akan putus juga roda perekonomian.

“Saya berharap ini harus segera gerak cepet lihat potensi seperti ini, bisa terbayang karena kalau sampai putus roda perekonomian bisa terpengaruhi,” jelasnya.

Meski saat ini ada masyarakat yang setiap hari, mengatur lalulintas dan diperbaiki dengan cara diuruk seadanya. Tetapi Ini harus ada tangan yang luar biasa dari tangan pemerintah, dalam hal ini dinas PUPR harus mengambil segera langkah kongkret.

Dia membeberkan, tak hanya di satu titik, jalan penghubung tersebut ada dua titik yang ambles, di jalan sebelumnya, yang sudah dilakukan perbaikan namun amblas kembali.

Kata dia, kerusakan  tersebut harus dibuat perencanaan yang matang atau dibuatkan jembatan sehingga penanganannya tidak hanya itu-itu aja.

“Ini harus berpikir untuk jangka panjang dengan cara membuat perencanaannya yang baik, jangan sampai tertunda lagi, karena kalau hanya di buatkan darurat hari ini terjadi pasti terjadi lagi,” pungkasnya.

(andres)

Hari Peduli Sampah Nasional 2024 Aksi Peduli Pentingnya Pengelolaan Sampah

0

jurnalinspirasi.co.id – Pada setiap 21 Februari, masyarakat Indonesia memperingati Hari Peduli Sampah Nasional sebagai momen penting untuk meningkatkan kesadaran akan masalah sampah yang terus tumbuh di Tanah Air.

Dilansir dari liputan6.com, Rabu (21/2/2024), menurut Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLHK, pada tahun 2023, timbunan sampah nasional mencapai 17,441,415.28 ton/tahun. Meskipun 66.47% dari total sampah telah berhasil dikelola dengan jumlah 11,593,192.83 ton/tahun, masih terdapat 33.53% sampah sebanyak 5,848,222.45 ton/tahun yang belum terkelola dengan baik.

Dalam upaya mengatasi permasalahan ini, pemerintah dan berbagai pihak terkait telah menyiapkan serangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2024. Melibatkan masyarakat secara aktif diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah. Beberapa kegiatan menarik yang direncanakan melibatkan partisipasi aktif masyarakat antara lain:

1. Aksi Pembersihan Lingkungan

   Masyarakat di seluruh Indonesia diajak untuk berpartisipasi dalam aksi pembersihan lingkungan, seperti pantai, sungai, atau area publik lainnya. Ini melibatkan pengumpulan dan pembuangan sampah secara tepat, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai untuk mengurangi sampah yang dihasilkan.

2. Sosialisasi tentang Daur Ulang Sampah

   Pentingnya daur ulang sampah ditekankan melalui sosialisasi dan edukasi. Pemerintah dan organisasi lingkungan berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara yang tepat untuk daur ulang sampah, menghemat sumber daya alam, dan mengurangi jumlah sampah.

3. Workshop Kreatifitas dari Bahan Daur Ulang

   Masyarakat diajak untuk mengubah bahan daur ulang menjadi karya seni dan produk bernilai ekonomi. Kertas, plastik, logam, dan kaca bekas dijadikan bahan untuk kerajinan tangan, dekorasi, atau produk lainnya, yang di mana akan memberikan dampak positif tidak hanya pada lingkungan tetapi juga dalam membuka peluang usaha baru.

Melalui serangkaian kegiatan ini, diharapkan Hari Peduli Sampah Nasional 2024 tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk perubahan nyata dalam sikap dan tindakan masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan besar pengelolaan sampah. Dengan bersatu tangan, masyarakat diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungan dan membentuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

(aliya noermawati/mg-uik)

Pimpinan Parpol “Lompat Pagar” Merusak Praktik Berdemokrasi

0

jurnalinspirasi.co.id – Saya membaca balasan postingan dengan dilantiknya AHY menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang pada Kabinet Pemerintahan RI era transisi Presiden RI Jokowi, ada yang komentar..”yang seneng Muldoko ya? Dulu mau ambil Demokrat biar bisa perkuat rombongan Jokowi, eh sekarang malah menyodorkannya..”.

Saya membacanya sambil berusaha memahami pesan moralnya. Sehubungan dengan itu, saya tertarik untuk bernarasi, apa dan mengapa Pimpinan Parpol sering “lompat pagar” masuk ke kandang lawan, untuk berkoalisi dengan cara membagi-bagi jatah Menteri RI dan Pimpinan Lembaga Negara RI lainnya. Diujung narasi ini saya akan sebutkan apa dampak buruknya terhadap praktik berdemokrasi dan terhambatnya membangun tata kelola Pemerintahan yang baik (good governance) akibat melemahnya kontrol “ceck and balance” kekuasaan dan kewenangan Presiden RI.

Demikian itulah pola berperilaku para politisi, dan Elite politik Indonesia, lompat pagar, pindah ke kubu lawan, memang selama ini kita saksikan yang abadi kepentingan kekuasaan (tahta). Para politisi kita wataknya superpragmatisme, hidup tanpa deologi dan tanpa integritas, etika dan moral tidak terlalu penting.

Ibaratnya..”. hari ini lawan, waktu mendatang menjadi teman, dan sebaliknya. Mereka orang lupa yang dia katakan janji-janji politiknya dalam visi dan misinya, yang sangat berbeda penekanannya masing-masing Paslon 01, 02 dan 03. Diucapkan sebelumnya pada waktu masa kampanye Pilpres RI 2024 ybl.

Walaupun ada rekam jejak informasi digital ttg omongan mereka dimasa lalu seperti misalnya  SBY vs Muldoko, Jokowi vs Prabowo etc etc banyak lagi tokoh politik nasional, yang nirintegritas, berperilaku pura-pura apa yang mereka katakan.

Oleh karena itu saran saya kepada para pendukung (supporters) yang selama ini fanatik, bersiap mental lah ! jika ditinggal sang “idolanya”, pujaan hati diharapkan sebagai pembawa aspirasi politiknya, misalnya Capres ARB mengusung agenda politik kenegaraan ideology “perubahan untuk kebenaran dan keadilan”,  kecuali anda berubah sikap perilaku pragmatisme lompat pagar tadi, yang dilakukan patron politik anda, idola dan pujaan anda.

Pengalaman pahit supporter politik yang saya narasikan tsb diatas, pernah terjadi pada Pemilu Pilpres thn 2019, dimana Paslon Capres RI  PS dengan Sandiaga S Uno (SSU) bertarung melawan (versus=vs) Jokowi-Makruf Amin. Paslon PS-SSU didukung habis-habisan (all out) oleh sebagian “besar” umat Islam yakni para ulama, ustadz dan habaib.

Masih segar dalam ingatan kita, lompat pagarnya PS dalam rangkulan Jokowi. Padahal fanatisme dukungan terhadap Capres RI 2019 PS, sampai-sampai ada fatwa hasil ijmak yang mengatasnamakan para ulama,  yang hasilnya mendukung paslon Capres PS dan Cawapres RI SSU.

Kemudian apa yang terjadi, kita saksikan PS dan SSU berkoalisi Partai Gerindra, dengan Ketumnya PS dengan PDIP pimpinan ibu Megawati Sukarno Putri. Kita masih ingat diplomasi “nasi goreng” ibu Megawati di rumahnya di jln Tengku Umar Jakarta, mengundang PS bersilaturrahmi dengan elite politik PDIP trah Soekarno.

Subhanallah hasilnya luar biasa, dimana proses politik lewat kampanye pilpres 2019 yang tadinya sangat menegangkan, terjadi polarisasi kekuatan “head to head” antara Capres RI 2019 PS (Gerindra beserta parpol koalisinya) vs Capres RI Jokowi (PDIP beserta parpol koalisinya) mereda “rujuk” dan aktif melakukan rekonsiliasi politik nasional.

Hasil rekonsialisasi politik antara PDIP dengan Gerindra pada thn 2019 tersebut, adalah dalam kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden RI Jokowi, PS “dihadiahi”jabatan Menhankam RI masa bakti tahun 2019-2024 hingga zaman Now, beberapa lama  kemudian ada resufle kabinet direkrut lagi SSU (mantan Cawapres RI 2019 lawan tanding Paslon Jokowi pada Pilpres 2019) menjadi Menparindkraf RI hingga zaman Now juga.

Jadi pola permainan politik “cantik” ala Jokowi dengan strategi taktik, merangkul lawan politik tersebut sudah dipraktekan Presiden RI Jokowi sejak 9-10 thn lalu, begitulah “hebatnya” beliau.

Mereka bisa melupakan peristiwa komunikasi pahit dan panas ketika masa kampanye “polarisasi” tersebut yang keras dan menegangkan karena tajamnya perbedaan visi dan misi.

Nampaknya, statrgi taktik (stratak) politik yang pernah sukses “ala akomodasi” Jokowi ingin diterapkan lagi untuk membangun koalisi baru dalam Pemerintahan RI periode 5 tahun mendatang.

Dua hari lalu hari Senin tgl 19 Pebruari 2024, kita mensaksikan Presiden RI Jokowi cawe-cawe lagi, bermanuver, dengan mengundang Ketum Parpol Nasdem Surya Paloh, pengusung Capres RI ARB-Cak Imin (paslon Amin), untuk datang dan bertandang ke Istana negara Presiden RI di Jakarta. Hasilnya detailnya kita pun tak tahu persis, tetapi kita bisa tebak kira-kira point hasilnya dgn membaca artikel atau laporan wartawan  HU Kompas Selasa tgl 20 Februari 2024 pada halaman ke 2, dimana Jokowi sedang berupaya melakukan politik akomodasi terhadap lawan-lawan politiknya.

Hal ini barangtentu sangat masuk akal, karena Jokowi menyadari seandainya kekuatan pengaruh Surya Paloh dengan Partai Nasdemnya dan Megawati dengan PDIP tidak terangkul dalam koalisi atau aliansi parpol yang mendukung pemerintahan paslon Presiden PS dan Cawapres RI 2024 GR putranya, jika menang, maka stabilitas politik di parlemen dan birokrasi kurang terjamin dan terganggu. Sesungguh cara berpikir jauh “kedepan” ini untuk Presiden RI Jokowi kita acungan jempol. Tetapi sayangnya?, apa yang beliau kerjakan prematuer dan bukan pada tempat dan waktunya.

Kembali ke narasi PS bergabung dengan “lawan”politiknya Jokowi pada pilpres 2019, 5 tahun lalu, yang kemudian menjadi kawannya, dan sangat akrab lagi hingga Pilpres RI 2024, dimana Presiden RI Jokowi cawe-cawe habis-habisan (all out) mendukung Capres RI PS, sekalipun beliau lakukan dengan melakukan “abuse of power”, demi kemenangan Paslon 02 PS-GR.

Faktanya dana APBN program BLT 380 Triliyun digelontorkan, dan Jokowi ikut turun ke lapangan di daerah perdesaan Jateng dan Jatim basis PDIP Paslon 03,  dan basis suara PKB Paslon 01, etc etc begitu banyak manuper yg beliau kerjakan demi kemenangan Paslon.02 PS-GR. Hasilnya QC nyata “sukses” bagi PS, karena  efek jaz Jokowi.

Demikian itulah gejala sosial politik di NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, sedang terjadi beragam “anomali dan paradoks”, antaralain kedaulatan Rakyat dalam Pemilu pilpres RI thn  2019 ke Pemilu RI thn 2024, dikooptasi oleh Ketum Parpol.

Mereka lupa dengan komitmen visi, misi dan agenda materi kampanye yang mereka obral dihadapan rakyat pendukung dan simpatisannya.

Lantas apa yang terjadi, ekspresi kekecewaan atau pil pahit yang ditelan oleh para pendukung (supporters) Capres RI PS dan Cawapres RI SSU pada pemilu Pilpres 2019 pun tak terelakan dan sudah terjadi. PS dan SSU meninggalkan para ulama, ustadz dan habaib sebagai supporter fanatiknya. Bahkan PS pernah berkata di pertemuan kader Parpol.FSI besukan Jokowi, dan telah viral di medsos, bahwa PS berucap “saya menyesal adanya dukungan umat Islam”, beliau melupakan jasa baik dan suka-duka perjuangan umat Islam dalam membelanya sebagai Capres RI 2019.

Sekali lagi, begitulah gaya dan gerak-gerik (style and gusture) kaum elite politik kita di negeri ini, wataknya superpragmatisme, pribahasa lainnya yg terkenal “kacang lupa akan kulitnya”.

Sebenarnya banyak cerita peristiwa pertemanan vs perlawanan elite politik terjadi di Indonesia. Belakangan ini kita saksikan apa dan bagaimana serta mengapa Jokowi pecah kongsi dengan ibu asuhnya, guru politiknya Megawati Soekarno Putri menjelang Pemilu Pilpres 2024. Narasinya sudah sangat jelas informasinya yg beredar di mass media seperti koran HU Kompas, Koran Radar Bogor, Jurnal Bogor, dan majalah Tempo beberapa edisi yang sempat saya baca, watak para politisi “inkonsistensi”saling berselingkuh dan sikut sikutan, seolah-olah musuhan, tetapi kemudian “berkawan” merangkul lagi ala politik akomodasi sebagaimana dilaporkan HU Kompas.

Berdasarkan pengalaman lucu, aneh dan pahitnya bagi para supporter fanatik, maka saya menduga, berhipotesa perbuatan rangkul merangkul dengan mesra antar koalisi Parpol peserta Pemilu 2024 yang lulus treshold suara  diatas 4 persen yang duduk di Parlemen, DPR RI, akan dibujuk rayu oleh Paslon Capres RI pemenang Pilpres RI 2024, dan kemungkinan besar bakal terjadi.

Saya pun tidak tahu bagaimana gusturenya Ketum Parpol PKS dan PKS pengusung dan pendukung Paslon 01 Capres dan Cawapres RI ARB-Cak Imin (Amin). Untuk Ketum Nasdem sudah rada-rada tampak sikapnya, bisa bertemu wicara dengan Presiden RI Jokowi, bentar lagi Cak Imin Ketum PKB yang pernah berkongsi dengan Jokowi, dan tergabung partainya dalam kabinet Jokowi, tidak seperti PKS, berada diluar Pemerintah RI sebagai opisisi minoritas.

Saya hanya mengingatkan bersiap-siap mentallah rakyat-massa pendukung parpol dan paslon Capres, seandainya mereka meninggalkan anda pendukung fanatik. Jika itu sampai terjadi, ya bersabar saja, seperti yang dilakoni PS lawan politik Jokowi, akhirnya bergabung di kabinet Indonesia Maju Presiden RI Jokowi thn 2019, dannkini akan dilanjutkan PS jika terpilih menjadi Presiden RI 2024-2029.

Memang peristiwa itu terasa amat pahit dan memilukan hati bagi para pendukungnya PS, karena mereka melompat pagar ke tempat lawan.

Ibaratnya, rakyat hanya dijadikan “kuda troya” untuk memenuhi syahwat haus kekuasaan  para politisi dan pimpinan Parpol, atau ibaratnya…

“rakyat ramai-ramai mendorong mobil mogok (parpol)setelah jalan, mereka lupa siapa. Rakyat yang mendorong dan mendukungnya. Dia hanya berucap “daaah” sambil melambaikan tangan pertanda selamat tinggal kawan (good by my friends). Sampai ketemu lagi kita 5 tahun mendatang Pemilu Pilpres 2029…”daadaaa”. Demikian itulah akal bulus yang dipertontonkan dalam dinamika perpolitikan nasional, amat menyedihkan memang.

Sebenarnya menurut pendapat saya yang menggunakan akal sehat (akal tulus, bukan akal fulus dan bulus), sebaiknya bahkan seharusnya sikap yang cerdas dan bijak dari para Ketum Parpol yang kalah bersaing pada pemilu Pilpres RI 2024 janganlah “lompat pagar” untuk membantu membangun koalisi gemuk, dan hal itu dampak buruknya, akan mematikan praktik “ceck and balance” dan melumpuhkan sistem demokrasi Pancasila.

Karena kita paham dan berkeyakinan dengan demokrasilah satu-satu cara dan pendekatan untuk menciptakan “good governance” dalam rangka mewujudkan masyarakat madani (civil society) dan masyarakat adil dan makmur bagi semua. Bukan masyarakat Indonesia yang dicengkram oleh oligarky power, kapitalistik-liberal baru (neolib) yang berlindung diketiak koalisi besar seperti regim Jokowi 5 tahun terakhir, yang berlangsung tanpa kontrol parlemen (DPR, DPD dan MPR RI yang mandul), karena anggota parlemennya hanya berbudaya ‘Yes Man”, bergaya 4-D, datang, duduk, diam dan duit, tanpa debat (bukan 5 D), hidup tanpa ideologi dan nirintegritas.

Jadi wajar terjadi begitu banyak RUU menjadi UU yang lolos dan ditetapkan yang kental kepentingan atau pro oligarky (pro asing dan aseng) dan mengabaikan kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia.

Demikian narasi ringkas ini saya buat, dalam upaya penyadaran kita warga negara-bangsa, khususnya para supporter Paslon Capres RI yang fanatik, agar tetap mewaspadai gerak-gerik para elite politik yang tergabung dalam parpol peserta pemilu 2024, dikawal agar jangan menjadi “bajing luncat”.

Seandainya demikian terjadi, itu hak mereka yang telah melanggar etika dan moralitas. Kita pun hanya bisa mengelus dada, jangan lupa sholat dan sabar, seraya berdoa, semoga Allah SWT menunjukkan jalan kebenaran dan keadilan yang diridhoi-Nya.

Ingat janji dan firman Tuhan Allah bahwa ‘kebenaran pasti akan datang, sedangkan kebatilan pun pasti binasa”. Syukron barakallah
Wassalam

====✅✅✅

Penulis: Dr.Ir.H Apendi Arsyad, M.Si
(Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat MPW ICMI Orwil Khusus Bogor, Pendiri dan Dosen Senior (Assosiate Profesor) Universitas Djuanda Bogor, Konsultan  proyek-proyek K/L negara, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus konstruktif melalui tulisan-tulisannya di medsos)

Fajar Muhammad Nur Pastikan Kursi Keempat Partai Nasdem

0

jurnalinspirasi.co.id – DPD Partai Nasdem Kota Bogor memastikan satu kursi lagi dari daerah pemilihan (dapil) Bogor Selatan. Dengan demikian, dipastikan partai besutan Surya Paloh itu meraih empat kursi di parlemen.

Adalah Fajar Muhammad Nur dengan perolehan 2.111 suara dari 549 TPS. Sedangkan, suara partai NasDem di dapil Bogor Selatan mendapat posisi ke-9 dengan jumlah 6.841 suara.

Fajar Muhammad Nur mengaku bersyukur atas peraihan kursi NasDem Kota Bogor di Pemilu 2024, sebab ada peningkatan sekitar 400 persen dibandingkan Pemilu 2019 lalu.

“Suara partai Nasdem diangka 6.841 ini berdasarkan tabulasi hitung suara yang kita lakukan sesuai C1 hasil dengan persentase 100 persen C1 masuk sehingga Nasdem berada diposisi ke-9,” ucapnya pada Rabu (21/2/2024).

Fajar menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal penghitungan suara Pemilu ini agar tidak ada kecurangan, apalagi banyak isu-isu yang menyatakan bahwa akan adanya penggelembungan suara.

“Ini perlu kita kawal, kita antisipasi. Apalagi sudah 100 persen C1 hasil yang masuk dan kita input di tabulasi sehingga kita berharap ada keadilan dan moralitas dari KPU supaya tidak terjadi kembali seperti yang sudah-sudah seperti penggelembungan suara maupun hal lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, untuk memastikan kesamaan data form C1 baik yang dimilikinya maupun dengan data KPU, Fajar menyebut bahwa pihaknya telah melakukan tiga verifikasi pemantapan hasil suara.

“Pertama verifikasi berdasarkan C1 hasil yang masuk ke kita, kemudian kita samakan data ini dengan data Panwas dan disamakan kembali dengan data di Sirekap. Sebenarnya di data Sirekap melalui pemilu24.kpu.go.id ini kita bisa melihat C1 hasil itu ada sesuai TPSnya, jadi double verifikasinya,” imbuhnya.

“Dan kita selaku menghitung ulang jumlahnya karena ada faktor kelelahan dari KPPS pada saat pemungutan suara entah itu waktunya sampai pagi, bahkan siang hari baru selesai. Oleh karena itu, kinerja mereka sudah maksimal dan saya pun mengapresiasi kinerja KPPS di Pemilu 2024 ini,” tambahnya.

Sementara itu, perolehan suara partai terbanyak di dapil Bogor Selatan versi tabulasi yang dilakukan tim Fajar Muhammad Nur diantaranya posisi pertama ditempati Partai Gerindra diangka 20.034 suara, PKS 18.086 suara.

Golkar 15.131 suara, PDIP 15.093 suara, PAN 10.435 suara, Demokrat 9.163 suara, PPP 9.101 suara, PKB 7.444 suara, NasDem 6.841 suara dan terakhir kemungkinan kursi kedua Gerindra diangka 6.678 suara. * Fredy Kristianto