28.3 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 387

APK Caleg Terpasang di Pohon Akan Ditertibkan

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Masih banyak calon legislatif (caleg) yang memasang alat peraga kampanye (APK) di Jalan Raya Puncak, persisnya di Cibogo, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor dengan memaku batang pohon.

Kepala Seksi (Kasi) Keamanan dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Megamendung, Momo mengatakan,  pemasangan APK dengan cara memaku pohon yang ada di pinggir jalan, sama sekali tidak dibenarkan dan masuk kategori melanggar aturan yang berlaku.

 “Itu jelas-jelas melanggar, untuk pemasangan APK itu tidak boleh di pohon, di tempat ibadah, di lokasi sarana pendidikan dan juga sarana prasarana pemerintah,” ungkapnya.

Meskipun sudah dipastikan melanggar, namun pihaknya mengaku akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak terkait.

“Nanti kita berkoordinasi dengan Pengawas Kecamatan (Panwascam) karena itu kaitannya dengan ditemukannya alat peraga kampanye. Kecuali kalau banner-banner yang lain kita langsung sikat, ketika ditemukannya pelanggaran,” tegasnya.

Terkait langkah apa saja yang akan dilakukan, Momo kembali menegaskan, pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu agar dalam pelaksanaan penertibannya dilakukan secara bersama-sama.

 “Nanti tindakannya seperti apa kita akan koordinasikan dulu dengan Panwas,” tukasnya.

(dede suhendar)

Tutty Alawiyah Tampung Pengaduan Warga Soal PJU

0

Caringin|Jurnal Bogor
Kedatangan Calon Legislatif (Caleg) Partai Gerindra nomor 2 daerah pemilihan (Dapil) 3, Tutty Alawiyah, dimanfaatkan warga Kampung Balandongan, Desa Ciherang Pondok, Caringin, Kabupaten Bogor untuk mengadu.

Ipan, warga Kampung Balandongan mengatakan, saat ini wilayah Balandongan minim penerangan jalan umum (PJU), sehingga kondisi tersebut rawan terjadi kejahatan.

“Jadi kami harus bagaimana agar kondisi jalan bisa mendapatkan bantuan PJU. Apakah harus melalui proposal dan diberikan ke siapa,” katanya saat sesi bertanya kepada Tutty Alawiyah dihadapan masyarakat Kampung Balandongan lainnya saat mengadakan pertemuan di kediaman Saepul, Rabu (6/12).

Selain PJU, lanjutnya, di wilayah Balandongan juga masih banyak warga yang tidak bekerja. Padahal, saat ini banyak terdapat perusahaan-perusahaan besar di wilayah Kecamatan Caringin.

 “Masalah tenaga kerja disini masih banyak warga yang nganggur, jadi kami minta agar ibu dewan bisa membantu agar warga yang ada disini dapat pekerjaan,” paparnya.

Sementara, Tutty Alawiyah mengaku, aspirasi yang disampaikan warga Kampung Balandongan terkait PJU, segera ditindak lanjuti. Terlebih pihaknya di legislatif, berada di Komisi 3 yang salah satunya membidangi infrastruktur termasuk PJU.

“Kebetulan juga suami saya dewan di pusat yang duduk di Komisi V. Jadi aspirasi warga sekarang ini bisa dibantu untuk pengadaan PJU,” jelasnya.

Terkait persoalan tenaga kerja, sambung Tutty Alawiyah yang merupakan Ketua Komisi III, pihaknya akan berkoordinasi dengan komisi terkait melalui Fraksi Gerindra.

“In sha Allah semua aspirasi warga ini akan kami tindaklanjuti, baik persoalan PJU, infrastruktur jalan dan lainnya serta persoalan tenaga kerja,” imbuhnya.

Selesai bertemu dan berbincang dengan warga Kampung Balandongan, Tutty Alawiyah melanjutkan lagi kegiatan yang bersifat silaturahmi dengan masyarakat di wilayah Dapil 3.

 “Setelah dari sini langsung dilanjutkan ke wilayah Cibedug Kecamatan Ciawi,” tukas perempuan berparas cantik yang menggunakan hijab tersebut sambil tersenyum manis.

(dede suhendar)

Tidak Ada Luncuran, Wanhay Minta Pemborong Bermasalah Di-Blacklist

0

Caringin | Jurnal Bogor
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Hikal Kurdi menegaskan, tidak ada luncuran untuk proyek pembangunan infrastruktur yang tersebar disejumlah Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) untuk tahun anggaran 2023.

Wawan Hikal Kurdi

Politisi Partai Golkar yang akrab dipanggil Wanhay ini pun mengatakan, sudah tidak ada lagi toleransi kepada para pemborong atau pihak ketiga yang mengerjakan proyek pembangunan infrastruktur terlambat.

“Pengerjaan proyek yang terlambat atau habis masa waktunya sesuai kontrak kerja, harus di putus kontrak dan tidak ada kata luncuran,” ungkap Wawan Hikal Kurdi kepada Jurnal Bogor usai kegiatan reses ke satu tahun anggaran 2023-2024 di aula Kantor Kecamatan Caringin, Rabu (6/12).

Wanhay menyatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, harus bertindak tegas kepada pihak ketiga yang gagal dalam menyelesaikan proyek pengerjaannya.

“Pelaksana harus di coret hitam atau Blacklist dan tidak boleh diberikan lagi proyek di Kabupaten Bogor untuk tahun depan,” tegasnya.

Tidak hanya pihak pelaksana atau pemborong yang diberikan sanksi tegas, lanjutnya, pejabat pembuat komitmen (PPK) dan kuasa pengguna anggaran (KPA) yang ada di dinas terkait, harus ikut bertanggung jawab dengan masalah tersebut.

“Jadi saya akan panggil semua dinas-dinas yang kegiatan proyek pembangunannya bermasalah, baik masalah keterlambatan waktu pengerjaan, kualitas pembangunan dan permasalahan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan pengerjaan,” imbuh Wanhay.

Sementara, pengawas wilayah Caringin pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, Syarief mengakui jika ada salah satu pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Caringin yang kondisinya berpotensi terlambat atau tidak sesuai dengan waktu yang direncanakan.

“Kalau melihat progres pembangunan sekarang, untuk ruas Jalan Cikereteg -Pancawati dipastikan terlambat dari batas waktu pengerjaan,” jelasnya.

Syarief mengungkapkan, pihaknya sudah memberitahukan kepada pihak pelaksana proyek agar melakukan tahapan awal dasar secara menyeluruh sebelum dilaksanakan betonisasi.

“Harusnya jangan sebelah-sebelah saat menutup dasar jalan, karena saya pesimis pengerjaan betonisasi akan bisa terkejar sesuai batas waktu,” imbuhnya.

(dede suhendar)

Panwaslu Kecamatan Bojongmangu Adakan Sosialiasi Bareng Generasi Z, Ini Pesannya

0

Bekasi | Jurnal Bogor
Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Bojongmangu mengadakan sosialisasi bersama generasi Z untuk ikut berperan sebagai pemilih pemula dan juga sebagai pengawas, menjelang Pemilu 2024 mendatang. Sosialisasi bareng generasi Z tersebut diadakan di Caffe n Resto Pesona Indah Situ Abidin (PISA) Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Selasa (5/12/23).

Ketua Bawaslu Kecamatan Bojongmangu M.Sholahudin.S.Pd.I menjelaskan perlunya ada pemahaman terutama untuk pemilih pemula seperti anak-anak SMA yang baru saja mendapatkan KTP dan sudah memiliki hak suara.

” Kami berikan pemahaman kepada mereka, tentang apa itu pemilu, kapan waktunya dan kenapa mereka sebagai pemilih pemula harus ikut memilih jangan sampai golput,” ungkap Sholahudin kepada Jurnal Bogor, Rabu (6/12/23).

Sementara Anggota Bawaslu Kabupaten Bekasi Aan Hasanah S.H yang juga berperan sebagai narasumber mengapresiasi kinerja Bawaslu Kecamatan Bojongmangu. Dimana sudah melakukan bagian dari rangkaian-rangkaian kegiatan dalam menghadapi pemilu 2024 mendatang.

” Hari ini saya memberikan materi pemaparan terkait peran generasi Z dalam menghadapi pemilu, dan dalam sesi tanya jawab tadi saya cukup terkesan karena pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan milenial saat ini cukup luar biasa,” katanya.

Lebih lanjut Aan menjelaskan, sudah seharusnya untuk para pemula ini diberikan pemahaman lebih dalam lagi dalam dunia politik. Mengingat kita tidak pernah tahu jika kedepan mereka ternyata ada niatan untuk ikut bertarung dalam dunia politik.

” Hal-hal seperti itu bisa saja terjadi, maka dari itu tadi saya jelaskan apa tupoksi Bawaslu itu sendiri, saya juga meminta mereka untuk berperan aktif dan belajar menjadi pengawas dalam Pemilu 2024 mendatang,” paparnya.

Senada disampaikan Ketua PPK Kecamatan Bojongmangu Asim Supriadi S.Pd, sebagian besar siswa SMA yang hadir dalam kegiatan sosialisasi ini sudah ada yang paham terkait pemilu, pilpres dan pileg.

” Bahkan tidak sedikit dari mereka sudah punya pilihan sendiri, dari hal tersebut hanya pemahaman saja yang harus dipoles lagi. Terutama peran dari Bawaslu dan KPU yang banyak dipertanyakan oleh mereka,” katanya.

” Minimal dari pertemuan ini mereka paham peran dan fungsi mereka sebagai pemilih pemula, sampai nanti menarik minat mereka untuk memasuki dunia perpolitikan paling tidak mereka ada bekal karena pernah mengikuti sosialisasi ini,” pungkasnya.

(nay nur’ain)

PPLI Raih CSR Award, Warga Nambo Sebut Itu Sudah Seharusnya

0

Klapnunggal | Jurnal Bogor 
Perusahaan pengolah limbah bahan beracun berbahaya (B3) PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) beberapa kali meraih CSR Award dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penghargaan ini diberikan bukan tanpa alasan, sejumlah program dijalankan bukan hanya sebatas kegiatan charity, namun juga program yang bersifat sustainability atau berkelanjutan.

Ketua RT 11 Lanin Saptadipura mengatakan, pihak PPLI sudah banyak menurunkan program-program CSR di lingkungan, selain puskesmas, perhatian PPLI juga terlihat dari dukungan pembangunan infrastruktur di Desa Nambo.

“Di RT 11 RW 06 ini PPLI mensupport beberapa pembangunan seperti mushola dan sarana pendidikan,” ujarnya.

Disaat musim kemarau kemarin, lanjut Lanin RT-nya mendapatkan bantuan air bersih. “Lebih dari 70 tangki. Kebetulan banyak sumur warga kering karena kemarau. PPLI langsung merespons dengan mendistribusikan air bersih. Alhamdulillah kebutuhan air akhirnya tercukupi,” terangnya.

Awal 2024 ini lanjut Lanin, PPLI juga berencana membangunkan sumur bor untuk dua RT yang airnya akan dialirkan ke rumah – rumah warga.

“Setiap tahunnya bantuan sembako juga diterima seluruh warga yang wilayahnya langsung bersebelahan dengan perusahaan. Ribuan paket didistribusikan ke warga. Bahkan dibandingkan perusahaan – perusahaan yang lain yang ada di Desa Nambo, PPLI merupakan perusahaan yang paling sering membantu kebutuhan masyarakat,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pemerintah desa juga selalu menginformasikan bantuan tahunan dari PPLI.

“Tahun 2023 saja bantuan tunai dari PPLI ke PAD desa sampai 180 juta. Ini dibagi oleh kades ke RT – RT yang ada di wilayah ring 1 PPLI RT 11/06 tahun lalu dapat 12,5 juta. Biasanya bila RT dapat dana kita langsung undang warga untuk alokasi penggunaan dana itu,” ujarnya

Selain bantuan infrastruktur, sambung dia,  jumlah warga juga cukup banyak yang diperkerjakan oleh PPLI.

“Kurang lebih ada 20 orang warga saya yang kerja di PPLI, baik di perusahaannya maupun di kontraktornya,” cetusnya.

Terpisah, ditemui di TPQ Al Mutiah binaannya, salah satu tokoh agama di Desa Nambo, ustadz Cecep memaparkan dukungan PPLI terhadap perkembangan pendidikan Islam di desanya.

“Selain bantuan infrastruktur bangunan TPQ kami, beasiswa juga diberikan buat siswa – siswi yang akan melanjutkan ke pesantren. Bahkan sebagian sudah ada yang lulus dari pesantren,” jelasnya.

Lebih lanjut Ustadz Cecep menjelaskan pembangunan mushola di tempat tinggalnya juga banyak dimotori oleh PPLI.

“Sekarang masih pembangunan. Dana awalnya dibantu PPLI, selanjutnya didukung peran serta warga sekitar. Adalagi bantuan pembuatan sumur air dalam dan pompanisasi. Airnya dialirkan ke rumah-rumah warga,” pungkasnya.

(nay nur’ain)

Antisipasi Banjir, Muspika Gunung Putri Kolaborasi Bersihkan Saluran Setu dan Sungai

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 
Koramil 0621 Gunung Putri beserta Polsek Gunung Putri Polres Bogor beserta Pemerintahan Desa Gunung Putri dan masyarakat, melakukan pembersihan setu dan aliran sungai guna mengantisipasi banjir saat memasuki musim penghujan, Rabu (06/12/2023).

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan kegiatan salah satu kolaborasi dari TNI Polri dalam rangka mencegah banjir,” ungkap Kapten La Ahmadin Koramil Gunung Putri kepada Jurnal Bogor.

” Dengan melakukan pembersihan di sekitar sungai dan tempat sampah diharapkan dapat mengantisipasi banjir,” tambahnya.

Sementara Kapolsek Gunung Putri AKP Didin Komarudin, SH mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk upaya kolaborasi sinergiras Muspika Kecamatan Gunung Putri dalam hal mengantisipasi banjir di musim hujan.

“Debit air dan hujan di bulan Desember, 2 sampai 3 bulan kedepan cukup tinggi. Maka dari itu hari ini kita melaksanakan kerja bakti membersihkan setu serta saluran air di wilayah Desa Gunungputri, ” cetusnya.

Lebih lanjut AKP Didin Komarudin juga mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya juga sudah melakukan beberapa kegiatan yang berkolaborasi dengan stekholder yang lainnya.

” Selain ini kitu juga sering kali melaksanakan kerja bakti dengan yang lain, seperti relawan. Terlebih disaat musim hujan seperti ini, banyak kabel dan pohon tumbang, dan itupun kita melakukan pembersihan dan perapian. Sehingga tidak membahayakan masyarakat,” tuturnya.

Selanjutnya, Kepala Desa Gunung Putri, Damanhuri mengucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah membantu membersihkan area setu dan sungai yang ada di wilayah Desa Gunungputri.

“Ini adalah sebuah kesiapsiagaan muspika, dalam memghadapi situasi yang akan terjadi kedepan,” katanya.

A Heri sapaan akrabnya menyebut, di wilayah Desa Gunungputri ada beberapa wilayah yang akhir-akhir ini terdampak bencana seperti banjir dan longsor.

” Maka dari itu saya mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa bersama-sama untuk membenahi seluruh lingkungan, agar bisa mendeteksi dari awal bencana yang akan terjadi di wilayah Desa Gunungputri,” pungkanya.

(nay nur’ain)

Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil II, Ini Janji Beben Suhendar

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Anggota DPRD dapil ll Kabupaten Bogor melaksanakan Reses Masa Sidang Pertama Tahun 2023 – 2024 bertempat di Club House PT SBI Plant Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (06/12/23).

Kegiatan reses dilakukan guna menjumpai dan mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing.

Masa reses merupakan masa penting yang sejatinya secara fungsional sebagai media menjaring aspirasi masyarakat. Reses merupakan kewajiban bagi anggota DPRD dalam menjaring informasi untuk kemudian disalurkan.

Turut Hadir Camat Klapanunggal Galuh Sri Wahyuni, anggota DPRD Kabupaten Bogor Beben Suhendar, Amin Sugandi, Achmad Fathoni, Ansori dan Juhanta, Kapolsek Klapanunggal, Danramil Klapanunggal, para kepala desa se-Kecamatan Klapanunggal dan hadirin lainnya.

Anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra Beben Suhendar menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat akan selalu diperjuangkan dan akan meminta Pemerintah Kabupaten Bogor untuk diprioritaskan.

Beben menyebut, apa yang sudah disampaikan oleh perwakilan warga seperti pembangunan infrastruktur jalan, pembangunan tambahan gedung sekolah, perluasan lahan untuk pembangunan gedung sekolah dan setiap perusahaan agar bisa menyerap tenaga kerja dari warga masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan klapanunggal.

“Intinya, kami selalu siap untuk memperjuangkan aspirasi warga,” papar Beben kepada  Jurnal Bogor.

Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan aspirasinya. Beben berjanji akan selalu berjuang demi kesejahteraan masyarakat, khususnya Kecamatan Klapanunggal.

Sementara Camat Klapanunggal Galuh Sri Wahyuni mengatakan, dari semua  yang sudah disampaikan oleh warga yang mewakili, kepada anggota DPRD Kabupaten Bogor, mudah – mudahan bisa secepatnya direalisasikan apa kekurangan – kekurangan yang belum terserap di wilayah Kecamatan Klapanunggal.

“Kedepan, saya akan mengundang seluruh pengusaha atau perusahaan – perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Klapanunggal agar bisa bekerjasama untuk menyerap tenaga kerja warga masyarakat Klapanunggal yang sampai saat ini masih banyak yang menganggur atau tidak bekerja,” pungkasnya.

(andi/nay)

Musim Penghujan, Diskanak Data Peternak Ikan

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor mulai melakukan pendataan terhadap peternak ikan setelah kini masuk peralihan musim serta terdampaknya sektor perikanan akibat perubahaan cuaca di wilayah Kabupaten Bogor.

Sekretaris Diskanak, Asep Hermawan mengatakan, masalah akibat terdampak perubahan cuaca solusinya untuk petani maupun untuk masyarakat berkoordinasi dengan dinas teknis yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terkait dengan revitalisasi saluran Daerah Irigasi (DI).

“Dimana banyak DI selama ini kondisinya  juga tidak begitu berfungsi dengan baik, sehingga kondisi dari peralihan antara musim kemarau panjang dan hujan ini debit air yang begitu besar akan mempengaruhi terhadap penyaluran air itu sendiri sehingga banyak dampak yang ditimbulkan,” ujarnya, Rabu (6/12/2023).

Menurutnya, dengan besarnya debit air di musim penghujan ini khususnya bagi para pertenak ikan pihaknya juga melalui para UPT melakukan sosialisasi terutama untuk secara teknis bagaimana penguatan kolam milik masyarakat sehingga apa saja yang harus diperhatikan.

Selain itu, dalam perubahan cuaca pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap para petani ikan hias dan ikan konsumsi agar terhindar  dari penyakit.

“Untuk konstruksinya dan bagaimana  mengantisipasi antara peralihan terutama dari tidak hanya dari sisi faktor cuaca tapi juga dari sisi penyakitnya, ini juga kan perbedaan antara musim kemarau dan hujan,” tuturnya.

Saat ini, ia menuturkan, Diskanak selalu berkoordinasi dengan ketua-ketua kelompok masyarakat yang memiliki usaha terkait dengan perikanan bagaimana mengantisipasi masa peralihan musim ini.

“Peternak ikan selama ini belum ada masuk laporan terkait dengan apakah  terkena bencana banjir atau tanah longsor, tapi saat ini juga kami senantiasa berkoordinasi dengan para kepala UPT bagaimana untuk mengedukasi kepada masyarakat terkait peralihan musim ini dan juga harapan dari UPT disampaikan bahwasanya ada beberapa hal yang tidak signifikan terkait dengan bencana banjir atau longsor,” jelasnya.

Sementara itu, saat ini data yang miliki ada sekitar 13 ribu pertenakan ikan yang ada di wilayah Kabupaten Bogor dan sudah terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Kurang lebih dengan berbagai macam kelompok masyarakat ini hampir 13 ribu orang yang sudah terdaftar, terkait data ini juga kemarin kami bekerjasama dengan Kementerian Perikanan itu menandakan update data terkait aplikasi Silaku sehingga masyarakat belum terdata akan kami inventarisir karena program dari kementerian juga mereka banyak membantu,” jelasnya.

(andres)

Gelar Pesta Rakyat, Pemcam dan Katar Tenjolaya Dukung UMKM Meningkat

0

Tenjolaya l Jurnal Bogor
Pemerintah Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten  Bogor bersama Karang Taruna (Katar) Kecamatan Tenjolaya  mengelar Pesta Rakyat di Lapangan Jumat, Desa Cibitung Tengah, Rabu (6/12). Upaya ini untuk mendorong peningkatan UMKM. Pesta Rakyat diisi dengan bazaar UMKM, parade seni budaya dan band.

Camat Tenjolaya Farid Maruf menjelaskan, Pesta Rakyat yang dikemas dengan beragam rangkaian kegiatan ini hasil sinergisitas bersama dengan Katar Kecamatan Tenjolaya. Acara juga pada pagi harinya diisi dengan upacara memperingati Hari Guru yang diikuti semua guru yang ada di Kecamatan Tenjolaya.

“Kita berharap Pesta Rakyat ini bisa jadi pemantik para pelaku UMKM untuk lebih berkembang. Tidak hanya itu, pontensi yang ada di Kecamatan Tenjolaya lebih bisa tergali dalam hal mendongkrak perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Tenjolaya Sony Arwan mengatakan, awalnya Kecamatan Tenjolaya bakal mengelar kegiatan peringatan Hari Guru, namun Katar Kecamatan Tenjolaya memiliki konsep tidak hanya peringatan Hari Guru saja tapi diisi dengan kegiatan Pesta Rakyat. Diantaranya yakni Konsep Gerak ekonomi Usaha Rakyat (Gebrak). Tidak hanya itu, ada juga kegiatan satu jam bersama Camat yang berisi tentang motivasi dan diskusi bareng anak muda.

“Ada 47 stand UMKM yang ada di Pesta Rakyat. Untuk pengisi parade band juga dari anak sekolah yang ada di Kecamatan Tenjolaya,” jelasnya.

Menurut Sony tujuan Pesta Rakyat tak lain yakni meningkatkan ekonomi masyarakat dan kedepan Gebrak digelar keliling desa. “Kita berharap kegiatan ini bisa mendongkrak perekonomian masyarakat dan menciptakan lapangan kerja ,” tukasnya.

(arip ekon)

Jaro Peloy Pertanyakan Puskesmas Merujuk ke RS Asysyifaa

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Nurodin menyikapi persoalan pasien bernama Mad Soleh (65) Warga Kampung Nyungcung Masjid RT 02 RW 05 Desa Malasari, Nanggung yang diduga ditelantarkan saat  hendak berobat di Rumah Sakit Asysyifaa Leuwiliang.

Nurodin mempertanyakan mengapa pihak Puskesmas merujuk pasien itu harus ke RS Asysyifaa. “Semestinya rujukan secara berjenjang itu ke RSUD Lewiliang dong sebagai rujukan tindak lanjut agar terkoneksi terintegrasi pelayanan dari Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama ke rujukan tindak lanjut,” ujar anggota DPRD dari Fraksi PKB ini kepada Jurnal Bogor, Rabu (6/12/2023).

Wakil rakyat yang akrab dipanggil Jaro Peloy ini melihat ada hal yang aneh karena sebelumnya mendapatkan keluhan dari masyarakat ketika masuk ke Puskesmas rujukannya dominan ke Rumah Sakit Asysyifaa gitu,” kata dia.

“Jadi wajar Asysyifaa juga over load apakah memang ada kerjasama antara beberapa Puskesmas sehingga bicara persoalan rujukan ini malah diarahkan ke Asysyifaa,” tandasnya.

Nurodin menyebut sebetulnya banyak masalah- masalah klasik seperti ini  karena sebelumnya sudah pernah mendengar keluhan di masyarakat. Tentu yang menjadi benang merah dari persoalan ini kita kan sudah ada rumah sakit RSUD Leuwiliang, kemudian bicara rumah sakit ini harus dikaji ulang terkait kapasitasnya.

“Kemudian ini menjadi pusat rujukan ketika memang  tadi kapasitas over load dan sebagainya ini kan berarti  status rumah sakitnya  bener gak sih. Apakah sudah memenuhi persyaratan apa belum mulai sarana dan prasarananya berikut sumber daya manusianya,” katanya.

Dia berharap jangan sampai malah yang dialami warga Nanggung ini  yang akhirnya tujuan ke rumah sakit hanya buang ongkos saja karena tidak ada solusi. “Sudah orang sakit, karena tujuan  orang sakit  untuk mendapatkan perawatan  tetapi tidak ada solusi akhirnya balik kanan ini sesutu yang sangat disayangkan,” jelasnya.

Sebelumnya, Rumah Sakit (RS) Asysyifaa Leuwiliang, diduga telantarkan pasien yang hendak berobat.

Kejadian ini dialami keluarga asal Kecamatan Nanggung, Senin (4/12/2023), menyebutkan tidak mendapatkan pelayanan yang baik dari RS Asysyiffa.

Keluarga pasien H.Deden Mulyawidanta menceritakan, istrinya datang dengan untuk berobat orang tuanya yang sakit, sekitar pukul 12.00 Wib. Dia mengakui, sudah mengetahui dokter ahli saraf yang ditujunya akan buka pada pukul 13.00 wib. Dia sudah menunggu lama mendapat panggilan setelah mengambil nomor antrean, namun tidak kunjung dilayani dengan alasan pengobatan ke dokter syaraf sudah tutup.

(arip ekon/andres)