28.3 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 386

Olly Dondokambey, Gubernur Sulawesi Utara Ke-4 Penerima Anugerah Pena Emas PWI

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Prof Dr (HC) Olly Dondokambey, SE menerima Anugerah Pena Emas PWI, Kamis (7/12), karena dinilai berjasa kepada bangsa dan negara dalam ikut membangun pers nasional, khususnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Olly Dondokambey tercatat sebagai Gubernur Sulut ke-4 yang menerima penghargaan tertinggi dari PWI tersebut.

Penganugerahan Pena Emas itu diserahkan langsung oleh Ketua PWI Pusat Hendry Ch Bangun kepada   Gubernur Sulut Olly Dondokambey di Hotel Borobudur, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Hendry Bangun didampingi Sekjen PWI Sayid Iskandarsyah menyerahkan sertifikat dan mengenakan jaket PWI kepada Olly Dondokambey. Sedangkan penyerahan Pin Pena Emas akan diserahkan pada acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2024 pada 9 Februari mendatang.

Hendry Bangun mengatakan, Olly Dondokambey adalah penerima Pena Emas PWI ke- 45. Tradisi penganugerahan Pena Emas dimulai sejak tahun 1946. Penerima pertama adalah Sumanang, SH, Ketua PWI pertama.

Dikatakan, keempat Gubernur Sulut yang pernah menerima penghargaan Pena Mas PWI, masing-masing GH Mantik tahun 1984; selanjutnya CJ Ngantung tahun 1995; kemudian Sinyo Harry Sarundajang tahun 2013 dan terakhir Olly Dondokambey tahun 2023.

Gubernur Sulut mengaku tak menyangka akan memperoleh Anugerah Pena Emas PWI. Olly mengaku sangat senang saat berita gembira tersebut disampaikan oleh Ketua PWI Sulut, Voucke Lontaan kepadanya beberapa waktu lalu.

Menurut Olly Dondokambey, peran pers dalam pembangunan di Sulut sangat positif. Pers, tambahnya, tidak saja berperan dalam menjalankan fungsinya memberikan informasi bermanfaat kepada masyarakat tapi yang tidak kalah pentingnya juga melakukan kontrol sosial.

“Media cetak di  Sulut menjadi referensi saya dalam melihat persoalan pembangunan. Dari media lah saya bisa tahu kondisi riil di masyarakat,” ujar Gubernur Sulut.

Dikatakan, keberhasilan Sulut keluar dari kritis Covid -19 dan memulihkan kembali kehidupan perekonomian Sulut juga tak lepas dari peran pers. Sehingga perekonomiannya dapat tumbuh di atas 5 persen per tahun atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.

“Media berperan dalam memperkenalkan potensi Sulut di bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan andalan masa depan sektor pariwisata. Saya kira peran pers masih relevan untuk kita dorong terus ke depan,” ujarnya.

Ketika kantor PWI Sulut di Menado tahun 2021 terbakar, Olly Dondokambey dan  wakilnya Drs Steven Kandouw tercatat turut aktif membantu rehab gedung itu lewat APBD 2023. Saat ini, gedung PWI itu sudah dapat dimanfaatkan kembali. “Saya memang ingin PWI kuat sehingga bisa berkontribusi lebih besar bagi pembangunan  Sulut,” ujar Olly.

(yev/rls)

Polsek Nanggung Cegah Sedini Mungkin Gangguan Kamtibmas

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Pihak kepolisian Polsek Nanggung Polres Bogor terus melakukan upaya pencegahan sedini mungkin terhadap gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), terutama kepada pelajar  di wilayah Kecamatan Nanggung.

Kapolsek Nanggung Iptu Ade Kamsa mengatakan, sebelum terjadinya kasus pembacokan terhadap pelajar yang dilakukan pelajar lain di wilayah Ciampea, pihaknya sudah melakukan imbauan, baik perihal tawuran maupun permasalahan narkoba. Hal ini demi terciptanya ketentraman masyarakat di wilayah hukum Polsek Nanggung.

“Sebelum kejadian (pembacokan pelajar) di Ciampea kita sudah melaksanakan imbauan terutama tawuran begitu juga masalah narkoba yang merusak generasi penerus,” katanya.

Kendati di wilayah hukum Polsek Nanggung, belum terjadi kasus-kasus tawuran antarpelajar, pihak kepolisian sedini mungkin meminimalisasi tindakantindakan yang tidak diharapkan tersebut dengan cara turun langsung ke sekolah-sekolah di wilayah Nanggung.

“Di wilayah hukum Polsek Nanggung alhamdulillah tidak ada, untuk antisipasinya kami khususnya para bhabinkamtibmas terjun langsung ke sekolahan, melakukan pendekatan ke guru dan siswanya langsung,”  jelas Ade kepada Jurnal Bogor, Kamis (7/12/2023).

Menurutnya, dengan cara persuasif mendatangi sekolah-sekolah di wilayah Nanggung untuk memberikan edukasi dan bimbingan terhadap siswa.

“Babinkamtibmas yang langsung dekat dengan masyarakat,  ke orang tua juga diimbau agar anak-anaknya apabila selepas dari  belajar di sekolah diharapkan untuk langsung pulang,” katanya.

Tak hanya berikan imbauan ke pelajar, permasalahan narkoba pun tak luput jadi perhatian Kapolsek yang baru menjabat tiga bulan di Polsek Nanggung ini.

Seperti informasi  adanya penjual obat terlarang jenis  daftar G diketahui tempat penjual obat keras tersebut  dengan  modus penjualan seperti warung biasa yang berada di wilayah Desa Pangkaljaya dengan Desa Hambaro Kecamatan Nanggung.

Kini kedua pelaku penjual obat obatan daftar G seperti Tramadol dan Excimer telah diamankan  pihak kepolisian Polsek Nanggung.

“Berikut barang bukti, kini kedua pelaku penjual obat keras tersebut telah dilimpahkan ke Polres Bogor,” ujarnya.

Dikatakannya, sesuai arahan Kapolres Bogor AKBP Wahyu Anggoro bahwa  untuk menindak tegas bagi pelaku penjual obat keras tersebut dan tidak ada ruang bagi penjual obat keras tersebut.

“Mengkonsumsi obat tersebut jelas-jelas bisa berdampak buruk serta  merusak generasi penerus,” tukasnya.

(andres)

Trian Turangga Sambut Positif Piala Menpora 2023

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua FPTI Kabupaten Bogor, Trian Turangga menyambut positif perhelatan Kejuaraan Panjat Tebing Piala Menpora 2024 yang akan dilangsungkan di Venue Panjat Tebing Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, 15 -17 Desember 2023.

Trian Turangga

Ajang Panjat Tebing Piala Menpora 2024 ini akan mempertandingkan Lead kategori Youth B Putra / Putri ( 14-15 tahun) Lead A Putra / Putri ( 16 -17 tahun) Speed Klasik putra / putri under 10 tahun, Youth D ( 10 -11 tahun), Youth C Putra / Putri ( 12 – 13 tahun dan Youth B Putra / Putri ( 13-14 ).

Trian menambahkan, Event Panjat Tebing Piala Menpora 2023 ini akan menjadi ajang atau kesempatan para atlet panjat tebing binaan klub -klub yang ada di FPTI Kabupaten Bogor.

” Saya sangat senang dengan adanya event Piala Menpora ini. Karena menjadi kesempatan terbaik bagi semua atlet FPTI yang ada di Kabupaten Bogor untuk unjuk kemampuan serta mengukur sejauh mana perkembangan prestasi mereka setelah mengikuti program latihan di klub nya atau di FPTI Kabupaten Bogor,” tegas Trian Turangga, Kamis; 7 Desember 2023.

Trian Turangga yang saat ini tercatat sebagai Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bogor berharap para atlet panjat tebing binaan klub atau FPTI Kabupaten Bogor bisa all out dan mengukir prestasi emas pada Piala Menpora 2023.

Lebih jauh, kata Trian, event Panjat Tebing Piala Menpora 2023 ini membuktikan kalau Venue Wall Climbing Pakansari sudah benar benar diakui secara nasional.

” Kedepannya saya berharap Wall Climbing Pakansari bisa menggelar event Panjat Tebing berskala Internasional,” pungkasnya.

(asep syahmid)

KORMI Bersama Dispora Sinergi Kembangkan Ortrad dan Senam Kebugaran

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar atau yang akrab disapa Akew mengatakan pihaknya akan bersinergi dengan Dispora terkait pengembangan olahraga tradisional dan senam kebugaran.

Akew sangat mendukung program Dispora pada tahun 2024 yang akan kembali menggelar Bimtek Ortrad dan Senam yang sangat berkaitan dengan yang ada di KORMI Kabupaten Bogor.

Apalagi, sambungnya, kegiatan atau event olahraga tradisional akan semakin gencar dan gebyar pelaksanaannya di Indonesia .

” KORMI akan terus bersinergi dengan Dispora dalam berbagai kegiatan atau program yang memang sangat selaras dengan program KORMI Kabupaten Bogor,” ujar Akew, Kamis, 7 Desember 2023

Rencananya pada tahun.2024, KORMI Kabupaten Bogor juga akan menggelar banyak kegiatan Festival Inorga yang ada di KORMI Kabupaten Bogor namun akan selaras dengan program yang ada di Dispora juga.

” Semua program dan agenda untuk tahun 2024 akan tertuang dari hasil Raker KORMI Kabupaten Bogor dalam waktu dekat,” tegas Akew.

Bahkan, kata Akew, beberapa kegiatan atau festival olahraga ketangkasan dan tantangan juga akan masuk dalam kalender KORMI Kabupaten Bogor 2024.

(asep syahmid)

Dispora Lanjutkan Program Pelatihan Ortrad dan Senam 2024

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor melalui Subkoord Ortrad, Rekreasi dan Layanan Khusus masih mencantumkan pelatihan senam dan pelatihan ortrad sebagai program unggulan pada tahun 2024 mendatang.

Selama ini, Dispora Kabupaten Bogor sudah beberapa angkatan pelatihan Ortrad dan Senam kepada para guru olahraga ( SD) dan kepada para pegiat senam yang ada di Kabupaten Bogor.

Dedi Supriadi selaku Subkoor Ortrad, Rekreasi dan Layanan Khusus Dispora Kabupaten Bogor menegaskan, untuk tahun 2024 program pelatihan Ortrad dan Pelatihan Senam masih tetap menjadi agenda yang akan dilakukan.

DS panggilan akrab Dedi Supriadi menambahkan, kegiatan lain yang akan dilakukannya pada tahun 2024 mendatang adalah Porpemkab dan Porpemda Jabar.

” Insya Allah pada tahun 2024 mendatang Porpemkab akan kami.gelar lagi sebelum menuju Porpemda Jabar,” ujar DS, KamisN 7 Desember 2023.

Jadi, tambah DS, ajang Porpemkab Bogor 2024 akan menjadi seleksi para atlet Kabupaten Bogor yang akan diberangkatkan ke Porpemda Jabar 2024.

(asep syahmid)

Desa Petir Masuk Zona Rawan Bencana, Pemdes Imbau Waspada

0

Dramaga l Jurnal Bogor
Memasuki musim penghujan akhir tahun 2023, Pemerintah Desa Petir, Dramaga, Kabupaten Bogor mengimbau kepada masyarakat untuk waspada. Terutama, rumahnya yang berada di tebing dan rawan rawan longsor.

Kepala Desa Petir, Sukardi menjelaskan, luas Desa Petir yakni 448, 25 hektare dengan jumlah RW 9 dengan 43 RT  dan masuk zona wilayah rawan bencana alam longsor dan angin puting beliung .

Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat Petir yang tinggal di area tebingan dan rawan longsor agar waspada ketika intensitas hujan tinggi agar mengungsi ke wilayah yang aman .

“Terhitung, selama setahun sudah ada 50 rumah warga  rusak ringan dan berat. Tebingan longsor ada sekitar 29 titik dan terakhir banjir yang menerjang Cinekol. Terakhir, ada dua orang Pasutri yang meninggal dunia akibat terkena longsoran material TPT,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (7/12)

Sukardi menambah untuk meminimalisasi terjadinya bencana alam, beberapa wilayah sudah dibuatkan TPT. Namun, karena keterbatasan anggaran tidak semua wilayah yang rawan longsor dibuatkan TPT. 

Untuk itu dia pun meminta dinas terkait yakni PUPR lebih memperhatikan Desa Petir agar pembangunan TPT yang tidak bisa dibiayai oleh Pemdes bisa dibangun oleh PUPR Kabupaten Bogor .

“Selain perlunya pembangunan TPT untuk menimalisir terjadi bencana alam longsor, Pemdes Petir juga bakal membentuk Destana,” tukasnya.

(arip ekon)

Tiap Tahun Selalu Raih CSR Award, Warga Nambo Rasakan Manfaat CSR PT PPLi

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Warga Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal,Kabupaten Bogor, sangat terbantu dengan adanya PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLi). Pasalnya perusahaan pengolah limbah bahan beracun berbahaya (B3) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) banyak membantu lingkungan.

“Kami apresiasi kontribusi PPLI terhadap desa kami begitu luar biasa dan konsisten setiap tahunnya. Dana CSR yang dialokasikan setiap tahunnya menjadi tambahan PAD desa diluar dana yang dialokasikan pemerintah pusat,” kata Kepala Desa (Kades) Nambo Nanang, Kamis (07/12).

PT PPLi, sejak berdiri sampai sekarang selalu konsisten melaksanakan program CSR kepada lingkungan yang berada di sekitar pabrik. Konsistensi PPLi dalam menjalankan program CSR itu menjadi perusahaan ini setiap tahun langganan menerima penghargaan CSR Award dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun dari pemerintah pusat.

“Program CSR PPLI sangat lengkap sudah mencakup semua bidang mulai dari dukungan infrastruktur pendidikan, dan kesehatan, maupun bantuan tahunan kepada warga berbentuk Sembako,” ujar Nanang.

Selain itu ada, kata Nanang, ada  program yang sifatnya berkelanjutan dari PPLI adalah pendirian Puskesmas pembantu (Pustu). “Keberadaan Pustu ini sangat membantu. Sebelum ada Pustu, warga yang akan berobat harus ke puskesmas Klapanunggal yang jaraknya lebih jauh,” ungkap Nanang.

Manfaat Pustu ini juga diakui salah seorang warga RT 11/06, Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, bernama  Inah, wanita berusia 42 tahun ini mengatakan, keberadaan Pustu yang dibangun PPLi sangat membantu warga. “Alhamdulillah saya cocok berobat di Pustu. Obat-obatnya paten. Dokter dan bidannya melayani dengan baik. Apalagi biaya berobat yang dibebankan sangat murah hanya Rp 5.000, sama dengan Puskesmas lainnya, kalau pakai BPJS malah tak dipungut biaya,” ujar Inah.

Selain Puskesmas, perhatian PPLI juga terlihat dari dukungan pembangunan infrastruktur di Desa Nambo. “Di RT 11/ 06 ini PPLI mensupport beberapa pembangunan seperti mushola dan sarana pendidikan,” ujar Ketua RT 11, Lanin Saptadipura.

Bahkan, saat musim kemarau kemarin, lanjut Lanin, wilayahnya mendapatkan bantuan air bersih. “Lebih dari 70 tanki air bersih disalurkan. Kebetulan banyak sumur warga kering karena kemarau. PPLI langsung merespon dengan mendistribusikan air bersih. Alhamdulillah kebutuhan air akhirnya tercukupi,” terangnya.

Awal 2024 ini lanjut Lanin PPLI juga berencana membangunkan sumur bor untuk dua RT yang airnya akan dialirkan ke rumah – rumah warga. “Setiap tahunnya bantuan sembako juga diterima seluruh warga yang wilayahnya langsung bersebelahan dengan perusahaan. Ribuan paket di distribusikan ke warga. Bahkan dibandingkan perusahaan – perusahaan yang lain yang ada di Desa Nambo, PPLI merupakan perusahaan yang paling sering membantu kebutuhan masyarakat,” pujinya.

Pemerintah Desa Nambo, kata Lanin, selalu menginformasikan bantuan tahunan dari PPLI. “Tahun 2023 saja bantuan tunai dari PPLI ke PAD desa sampai 180 juta. Ini dibagi oleh kades ke RT – RT yang ada di wilayah ring 1 PPLI. RT 11/06 tahun lalu dapat 12,5 juta. Biasanya bila RT dapat dana kita langsung undang warga untuk alokasi penggunaan dana itu,” terang Lanin.

Selain bantuan infrastruktur, jumlah warga juga cukup banyak yang diperkerjakan oleh PPLI. “Kurang lebih ada 20 orang warga saya yang kerja di PPLI, baik di perusahaannya maupun di kontraktornya,” terang Lanin.

Untuk bidang keagamaan, perusahaan asal Negeri Sakura, Jepang itu sangat mendukung sekali, hal itu diungkapkan Ustad Cecep, tokoh agama Desa Nambo.

“Dukungan PPLi itu dengan turut membina keberadaan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) Al Mutiah. Selain bantuan infrastruktur bangunan TPQ kami, beasiswa juga diberikan buat siswa – siswi yang akan melanjutkan ke pesantren. Bahkan sebagian sudah ada yg lulus dari pesantren,” tandas Cecep.

Pembangunan mushola di tempatnya tinggal juga banyak dimotori oleh PPLI. “Sekarang masih pembangunan. Dana awalnya dibantu PPLI, selanjutnya didukung peran serta warga sekitar. Adalagi bantuan pembuatan sumur air dalam dan pompanisasi. Airnya dialirkan ke rumah-rumah warga,” kata Cecep menutupi.

(Mochamad Yusuf)

RSUD Leuwiliang Hadirkan Motivator Zae Hanan Agar Bisa Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Pasien

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Bekerjalah dengan ikhlas karena Allah bukan karena ingin dipuji, itulah sepenggal kalimat yang disampaikan seorang motivator Zae Hanan dalam acara Inhouse training service excellente di Aula RSUD Leuwiliang, Rabu 7 Desember 2023.

Zae Hanan

“Kita sebagai petugas rumah sakit harus selalu menanamkan pikiran-pikiran positif agar terpancar juga hal-hal positif dalam diri kita,” tutur pria yang memiliki nama lengkap Ahmad Zaenudin Hanan itu.

Menurut Kang Zae – begitu dia disaapa – Masih banyak orang bekerja tidak dengan hati, bekerja hanya sebatas menggugurkan kewajiban dan bahkan bekerja hanya ingin mendapat pujian.

“Bekerjalah karena Allah, bekerjalah sepenuh hati untuk diri bukan untuk dilihat orang atau ingin dipuji pimpinan, nanti malah jadi ria,” tegas Kang Zae.

Ada sekitar 60 karyawan RSUD Leuwiliang yang begitu antusias mengikuti acara Inhouse training service excellente yang berlangsung selama kurang lebih dua jam.

“Yang mengikuti kegiatan itu, petugas front office seperti security, pusat informasi, pendaftaran, perawat dan dokter IGD, IGD Ponek dan Rawat Jalan,” ujar Wadir Administrasi RSUD Leuwiliang Rina Ertyana Perwanti, S.E., MM.

Rina berharap pelatihan Inhouse training service excellente ini bisa memberikan motivasi bagi seluruh karyawan RSUD Leuwiliang dan harus diterapkan saat bekerja melayani masyarakat atau pasien.  

“Saya berharap pelatihan ini menjadi motivasi kepada seluruh karyawan RSUD Leuwiliang, bagaimana memberikan pelayanan dengan ikhlas, sepenuh hati tetap tersenyum saat menghadapi pasien, keluarga pasien, dan selalu tersenyum kepada seluruh pengunjung rumah sakit,” pungkasnya.

(yev/rls)

PT Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong Raih Penghargaan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2023

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Komitmen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Narogong, yang merupakan anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, dalam mendorong berbagai inisiatif guna mencapai target pembangunan berkelanjutan 2030, membuahkan hasil positif dengan diraihnya dua penghargaan “Platinum Award” dalam ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2023 di Jakarta.

Hadir mewakili Perusahaan menerima penghargaan, Direktur Human Capital, Legal & Corporate Affairs SBI, Ony Suprihartono, mengatakan pencapaian ini tidak lepas dari kinerja seluruh tim yang mengoptimalkan pengelolaan lingkungan serta pengembangan dan pembinaan masyarakat sekitar.

“Bukan hanya sekedar tanggung jawab sosial Perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan membangun kemitraan dengan masyarakat, tetapi bagaimana dedikasi kami untuk terus berinovasi agar dapat memberikan dampak yang sirkular demi mewujudkan masa depan yang kita mau”, tutur Ony kepada Jurnal Bogor, Rabu (6/12/23).

Ony menyebut, Pada penghargaan kali ini, SBI Pabrik Narogong berhasil mengimplementasikan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar area operasional (SDGs 8) serta inisiatif mitigasi perubahan iklim (SDGs 13) yang dikemas dengan program MAS SULTAN (Sistem Reklamasi Tambang yang Berdampak Sosial dan Berkelanjutan) dan Transisi Energi Berkelanjutan melalui Pemanfaatan Bahan Bakar Terbarukan.

” MAS SULTAN (Sistem Reklamasi Tambang yang Berdampak Sosial dan Berkelanjutan) merupakan sebuah program pemberdayaan ekonomi masyarakat dari hulu ke hilir sekaligus membangun rantai nilai reklamasi yang memberikan dampak sosial dan ekonomi secara berkelanjutan,” jelasnya.

Program ini, sambung Ony, berbasis pada program pertanian terpadu (integrated farming) yang melibatkan kelompok petani, kelompok peternak serta kelompok perempuan dari empat  desa (Desa Lulut, Desa Nambo, Desa Kembangkuning dan Desa Nambo) di sekitar area operasional SBI Pabrik Narogong.

” Dalam prosesnya, mereka diberikan pemahaman serta pelatihan mengenai sistem agroforestry, penggemukan sapi, pengolahan produk turunan atsiri, pemanfaatan lahan kritis dengan budidaya sorghum serta pemanfaatan mikoriza pada media tanaman di lahan reklamasi,” tuturnya.

Sedangkan, lebih lanjut Ony menjelaskan, program transisi energi berkelanjutan telah memiliki roadmap pengurangan CO2 yang bertujuan untuk mensubstitusi penggunaan energi dari bahan bakar fosil yaitu batubara, dengan energi baru dan terbarukan dari limbah industri dan domestik termasuk sampah perkotaan. Program ini diharapkan mampu untuk membantu menurunkan emisi GRK (Gas Rumah Kaca) serta efisiensi dalam penggunaan panas pada proses produksi semen.

“Kedua program ini memiliki peranannya masing-masing dalam memberikan solusi yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan termasuk generasi penerus bangsa di masa depan. Oleh karena itu kami terus mengoptimalkan beragam inisiatif seperti pemanfaatan bahan baku dan bahan bakar alternatif, penurunan emisi, efisiensi energi, serta pemberdayaan masyarakat yang dapat berdampak pada kemajuan ekonomi sebagai bagian dari komitmen Perusahaan dalam membawa perubahan positif yang berkelanjutan”, tutup Ony.

Untuk diketahui, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk adalah sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) – bagian dari grup PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG. Perseroan menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, agregat dan layanan pengelolaan limbah yang mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,8 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang.

(nay nur’ain)

Desakan Warga Direspons, BPK Akan Audit BPN

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dikabarkan merespons pengaduan masyarakat yang mendesak agar Kantor Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bogor diaudit.

Sebelumnya, Kantor Hukum Sembilan Bintang and Partners telah melayangkan tiga kali surat pengaduan kepada BPK RI. Surat dikirim periode September sampai Oktober 2023. Pada 27 November 2023, Kantor Hukum Sembilan Bintang and Partners baru mendapatkan balasan.

“Intinya, isi surat dari BPK menyatakan akan menindaklanjuti pengaduan kami terkait kondisi tanah telantar bersertifikat SHGB di kawasan Gunung Salak, Desa Cijeruk, Kabupaten Bogor, serta ribuan hektare tanah-tanah telantar lainnya yang selama ini didiamkan oleh BPN,” kata Direktur Eksekutif Kantor Hukum Sembilan Bintang and Partners, Anggi Triana Ismail, Rabu (6/12/2023).

Disebutkannya, BPK dalam suratnya juga menyatakan bahwa pengaduan tersebut telah disampaikan kepada unit kerja terkait di BPK untuk menjadi bahan masukan dalam merencanakan tugas pemeriksaan dan dilakukan penelaahan.

Anggi mengatakan, pihaknya tengah menyoroti kinerja BPN Kabupaten Bogor karena mendiamkan ribuan hektare tanah telantar yang dikuasai oleh pihak swasta selama puluhan tahun sehingga merugikan masyarakat penggarap dan lingkungan.

“Contohnya di Kampung Kawung Luwuk, Desa Cijeruk, Kabupaten Bogor. PT BSS mengklaim punya SHGB Nomor 6 sejak tahun 1997. Tapi sampai 2023 tidak menggarapnya atau mendirikan bangunan di sana. Otomatis masyarakat masuk memanfaatkannya untuk bercocok tanam. Ini pun sesuai prosedur over alih garapan. Tiba-tiba sekarang BSS masuk mengusir penggarap dan melakukan aktivitas perataan tanah menggunakan alat berat yang merusak alam. Sedangkan BPN diam,” ungkapnya.

Pada sisi lain, sambung Anggi, Presiden RI dalam pidato kepresidenannya di akhir tahun 2022 pernah menegaskan bahwa pemerintah akan mencabut seluruh izin-izin HGU, HGB, HPL, dan seterusnya yang tidak dijaga dan dirawat dengan baik oleh pemegang haknya.

“Dengan diamnya BPN tak melakukan tindakan terhadap tanah-tanah telantar patut dipertanyakan dan diaudit karena BPN telah diberikan anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Dan soal tanah telantar ini merupakan amanat Undang-Undang,” tegas Anggi.

Anggi pun berharap agar BPK dapat fokus memeriksa anggaran di tubuh Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor dalam melaksanakan tugas serta fungsinya dalam hal penetapan tanah-tanah terlantar di wilayah hukum Kabupaten Bogor.

“Ada anggarannya tetapi tak pernah diekspos kepada khalayak umum persoalan penetapan tanah-tanah telantar di Kabupaten Bogor, ada apa ini? Jika terdapat temuan penyelewengan anggaran, kami akan menindak lanjutinya ke KPK,” tukasnya.

** Dede Suhendar