31 C
Bogor
Thursday, April 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 314

Kementan Gelar Training of Trainer Pupuk Subsidi, 50.987 SDM Pertanian Siap Tingkatkan Produktivitas Pertanian

0

jurnalinspirasi.co.id – Sektor pertanian menjadi fokus utama Pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Tercatat pada triwulan ketiga tahun 2023, sektor pertanian mencatat pertumbuhan sebesar 1,46% dan memberikan kontribusi sebesar 13,57% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran seluruh insan pertanian yang bekerja keras untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam rangka meningkatkan produktivitas petani, Pemerintah telah meluncurkan berbagai upaya dukungan pada awal tahun 2024. Salah satunya adalah kemudahan dalam penebusan pupuk bersubsidi dengan menggunakan KTP.  Selain itu, Pemerintah terus memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi dan menjaga keterjangkauan harga pupuk nonsubsidi.

Untuk mendukung percepatan tanam di masa tanam Oktober 2023-Maret 2024, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan untuk menambah alokasi pupuk subsidi sebanyak 14 trilyun dengan volume 7,2 juta ton.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran memastikan ketersediaan pupuk di Musim Tanam 1 ini cukup. “Pemerintah memasrikan ketersediaan pupuk aman, maka petani fokus bertanam tanpa khawatir tidak inimendapatkan pupuk bersubsidi. Kami (Kementan) dengan PIHC akan mengawal distribusi pupuk subsidi di musim tanam ini”, tegas Mentan.

Pada berbagai kesempatan, Mentan menegaskan bahwa pupuk adalah salah satu faktor penting dalam usaha tani. Maka dalam rangka peningkatan produktivitas pertanian nasional, khususnya untuk komoditas padi dan jagung. Pemerintah tetap berkomitmen untuk memberikan subsidi terhadap pupuk.

Untuk mendukung keberhasilan tersebut, maka diperlukan dukungan seluruh insan pertanian, tidak terkecuali untuk Penyuluh Pertanian, Dosen, Widyaiswara dan Guru.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSMP) melalui Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) “Pupuk Subsidi dan Peningkatan Produksi Padi dan Jagung Nasional” pada tanggal 20-22 Februri 2024.

Kepala Puslatan, Muhammad Amin saat pembukaan Training of Trainer (TOT) Pupuk Subsidi dan Pengingkatan Produksi Padi dan Jagung Nasional  yang dilaksanakan di BBPMKP Ciawi  melaporkan bahwa sebanyak 48.111 orang, terdiri dari 189 Widyaiswara, 253 Dosen, 63 Guru, dan 47.606, penyuluh pertanian (PNS, PPPK, THL Pusat, THL Daerah, THL Pendamping, dan Mantri Tani) di seluruh Indonesia akan mengikuti kegiatan TOT yang dilaksanakan secara hybrid ini (20/02/2024).

“Realisasi registrasi online peserta TOT saat ini mencapai 50.987 orang peserta dengan persentase mencapai 105,98 % dari target sasaran peserta sebesar 48.111 orang. Melalui TOT ini diharapkan peran SDM Pertanian seperti Widyaiswara, Dosen, Penyuluh Pertanian dan Guru untuk  mendampingi petani dalam pengelolaan pupuk subsidi dan peningkatan produksi padi dan jagung Nasional berjalan sesuai dengan tujuan”, ungkap Amin.

Mewakili Mentan, Kepala BPPSDMP Dedi Nusyamsi pada saat membuka Training of Trainer (TOT) Pupuk Subsidi dan Pengingkatan Produksi Padi dan Jagung Nasional mengatakan sebagai insan pertanian, tugas kita bersama untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian.

“Saudara-saudaraku Widyaiswara, Dosen, Penyuluh Pertanian dan Guru serta  insan pertanian lainnya telah menjadi tanggung jawab dan tugas kita untuk meningkatkan produksi dan produktivitas produk pertanian khususnya padi dan jagung.  Kita pastikan sarana dan prasarana seperti benih, bibit, pupuk, alsintan ada saat petani akan melakukan tanam. Kita harus hadir memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi di lapangan”, pesan Dedi.

Dedi juga menekankan pentingnya inovasi dan teknologi dalam mendongrak produktivitas pertanian. Widyaiswara, Dosen, Penyuluh Pertanian dan Guru dan insan pertanian lainya merupakan pendamping petani, maka kita pastikan petani benar dan tepat dalam memilih benih dan bibit, penanganan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman, pemanfaatan IoT hingga proses panen dan pasca panen.

“Keberhasilan kebijakan Kementan memerlukan sinergi antara seluruh insan pertanian. Untuk itu diperlukan langkah awal dalam rangka peningkatan wawasan dan pemahaan serta penyamaan persepsi  kususnya dalam tata kelola pupuk bersubsidi, efisiensi penggunaan serta penerapan inovasi pertanian lainnya sebagai alternatif pengganti pupuk kimia, khususnya dalam rangka mencapai swasembada padi dan jagung”, kata Dedi.

Narita salah seorang penyuluh pertanian dari kabupaten Bogor mengapresiasi penyelenggaraan TOT ini. “Ini merupakan sarana kami para penyuluh untuk meningkatkan pengetahuan terkait sektor pertanian khususnya terkait pupuk subsidi. Bersama dengan petani dilapangan kami akan menerapkan apa yang telah kami dapatkan selama pelatihan ini”, ungkapnya.

(bbpmkp)

SMPN 3 Dramaga tak Kunjung Dibangun, Gedung Dewan Bakal Didemo Sejumlah Kades Dramaga

0

jurnalinspirasi.co.id – Kepala desa se-Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor bakal mengontrog gedung DPRD Kabupaten Bogor terkait belum direalisasikannya pembangunan gedung SMPN 3 Dramaga.

Kepala Desa Petir, Dramaga, Sukardi mengaku pihaknya sudah mengirimkan surat permohonan adanya pembangunan SMPN 3 Dramaga ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Malahan, keinginan tersebut sudah masuk ke Musrembang Kecamatan Dramaga. Namun hingga kini belum juga teralisasikan.

“Kita menuntut DPRD Kabupaten Bogor, khususnya Komisi IV  memprioritaskan kebutuhan SMPN 3 Dramaga. Di tahun ini tidak juga direlasikan kita bakal demo ke gedung DPRD kabupaten Bogor,” tegasnya, Rabu (21/2/2024).

Sukardi mengungkapkan di desa petir ada 7 sekolah SDN.  Setiap tahun banyak lulus SDN Petir yang tidak bisa bersekolah ke SMPN . Hal tersebut karena adanya sistem zonasi dan terbatas SMPN di Kecamatan Dramaga.

“Saya miris banyak lulus SDN di Desa Petir yang tidak bisa bersekolah di SMP Negeri. Kita bakal ontrog ke Komisi IV agar rencana pembangunan SMPN 3 Dramaga jadi prioritas,” pintanya.

Camat Dramaga Atep Sumaryo juga mengungkapkan keinginannya adanya penambahan SMPN 3 sudah lima tahun lalu. Ketika dia menjabat sebagai camat diantara keinginannya itu gedung SMPN 3 Dramaga, pengadaan lahan puskesmas Purwasari, pembangunan Kantor Koramil dan  pembangunan Kantor Desa Babakan.

Keinginan pembeli lahan untuk gedung SMPN 3 Dramaga menjadi kebutuhan prioritas dan sudah sering mengadakan rapat terkait pembahasan pembelian lahan.

“Pemerintah mengusulkan agar dibuatkan dulu sekolah satu atap atau kelas jauh. Namun, jika berkaca pengalaman tersebut tidak sedikit juga kelas jauh yang hingga kini tak kunjung dibangun,” ungkapnya.

Atep menjelaskan kebijakan sistem zonasi sekolah, banyak merugikan warga. Sebab, tidak semua siswa bisa masuk ke sekolah negeri karena terhalang sistem zonasi.

“Rencananya kita bakal konsultasi dulu ke Dinas Pendidikan. Setelah itu baru minta audiens dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, terkait keinginan masyarakat dan kepala desa akan adanya SMPN 3 Dramaga,” ujarnya.

Menanggapi kebutuhan pembelian lahan untuk SMPN 3 Draaga, Anggota Komisi IV Kabupaten Bogor , Ruhiyat Sujana mengaku sudah masuk kedalam pembahasan di Komisi IV. Tidak hanya Kecamatan Dramaga  yang membutuhkan penambahan SMPN kata dia, Kecamatan Ciampea juga sama. Untuk itu pihaknya bakal berjuang agar pembelian lahan untuk gedung SMPN 3 Dramaga bisa dianggarkan dan menjadi kebutuhan prioritas.

Terlebih, kebijakan pemerintah dengan menerapkan sistem zonasi bagi penerima siswa baru saat ini sangat merugikan siswa yang jauh dari sekolah negeri.

“Siapkan berkas administrasi agar kita bisa memperjuangkan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor juga harus berperan aktif jangan berpangku tangan akan nasib siswa yang tak bisa bersekolah di SMPN,” jelasnya.

(arip ekon)

Warga Sukaluyu Gotong-royong Bangun Tempat Tinggal Seorang Janda yang Sempat Tinggal di Gubuk Beratap Terpal

0

jurnalinspirasi.co.id – Warga Kampung Cepak Tangkil RT 02 Rw 05 Desa Sukaluyu, Nanggung, Kabupaten Bogor patut diapresiasi. Pasalnya, salah satu nilai yang dimiliki masyarakat dalam melakukan kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dengan tujuan menolong secara sukarela itu masih dipertahankan.

Salah satunya, seperti pada Selasa (20/02/2024) puluhan masyarakat berduyun-duyun membangun sebuah rumah milik seorang janda beranak dua, yang sempat viral dalam sebuah video memperlihatkan bertempat tinggal di sebuah gubuk beratap terpal.

Setelah mengetahui ada informasi warganya dengan kondisi demikian, pemuda dan masyarakat sekitar langsung membangun kediaman Sacih (33) tersebut.

“Keluarga ini memang masuk dalam kategori orang tidak mampu, sehingga kewajiban kami sebagai ketua RT untuk menggerakkan masyarakat untuk melakukan gotong-royong,” kata Ketua RT 04 Yani.

Dia menjelaskan, awalnya Sacih dan kedua anak semata wayangnya tinggal satu atap dengan keluarganya di kampung tersebut. Namun entah mengapa Sacih malah pilih tinggal di gubuk beratap terpal tersebut.

Kini, ketua RT telah melaporkan ke pemerintahan desa setempat dan untuk sementara waktu pihaknya bergotong royong membangun rumah Sacih.

“Baru ditinggal suaminya sekitar  7 bulanan yang kedua kalinya meninggal dan meninggalkan dua orang anak. Sempat tinggal di gubuk beratap terpal sekitar beberapa hari,” jelasnya.

“Setelah mengetahui Sacih ini pilih tinggal  di gubuk beratap terepal, kita langsung melaporkan ke pemerintahan desa sehingga pihak desa merespons. Pihak desa memberikan bantuan material seperti asbes GRC dan paku, untuk  tempat tinggal sementara,” tambahnya menegaskan.

Sementara Sacih mengatakan, hal tersebut bermula saat dirinya bereserta kedua anaknya terkatung-katung lantaran suami telah tiada di lokasi tambang ilegal.

“Iya sempat tinggal di tenda beralasan terpal, ya kira-kira hampir 15 hari lebih tinggal disitu berdua sama anak saya,” katanya, sambil meneteskan air mata.

Menurutnya, sang suami meninggal dunia akibat menjadi korban reruntuhan di lokasi tambang ilegal, bahkan naasnya reruntuhan material longsor menimpa bagian kaki sang suami hingga harus diamputasi di lokasi tambang.

“Suami saya meninggal akibat jadi kuli pikul ditambang emas, saat istirahat ada pohon tumbang yang menimpa suami saya bahkan kaki suami saya tertimpah batu besar, hingga suami saya meninggal dunia,” ujarnya.

Saat ini dirinya harus merawat kedua anaknya yang masih balita bahkan dengan adanya bantuan yang diberikan oleh warga sekitar sangat membantu dirinya dan keluarga kecilnya.

“Ada baru dua kali mendapatkan bantuan dari pemerintah, saat ini warga membantu membangun rumah saya secara sukarela, bahkan RT, RW dan Kepala Desa memberikan bantuan juga,” pungkasnya.

(andres)

Jalan Ace Tabrani Ambles

0

jurnalinspirasi.co.id – Akibat cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir ini, Jalan Ace Tabrani ruas Panjaungan-Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor mengalami pergeseran dan ambles.

Anggota DPRD Komisi III Nurodi Jaro Peloy mengatakan, kondisi amblesnya jalan menuju Desa Cugugbitung, Malasari, Cisarua dan Desa Bantarkaret serta alternatif menuju Desa Kiarasari Kecamatan Sukajaya bahkan Sukabumi itu, saat ini cukup mengkhawatirkan.

Dia meminta perbaikan untuk segera dilakukan karena jalan tersebut mengalami keretakan memanjang hampir memutuskan akses jalan utama bagi warga. 

“Ini akses utama menuju beberapa desa tentu ini harus jadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), harus ada upaya kongkrit, tidak hanya plang PUPR saja. Tapi harus ada eksen ril karena ini diakibatkan oleh suatu bencana,” katanya, Rabu (21/02/2024).

“Kehadiran disana harusnya kode eksen entah itu diturap atau apalah yang penting penanganannya segera dilakukan,” kata pria yang akan kembali duduk di kursi DPRD Kabupaten Bogor Periode 2024-2029 dari Partai PKB itu.

Dia menjelaskan, terjadinya amblesnya jalan tersebut terjadi pada Minggu (18/2/2024). Dalam bencana ini ada  Bantuan Tanggap Darurat (BTD), karena akses ini kalau terputus maka itu akan putus juga roda perekonomian.

“Saya berharap ini harus segera gerak cepet lihat potensi seperti ini, bisa terbayang karena kalau sampai putus roda perekonomian bisa terpengaruhi,” jelasnya.

Meski saat ini ada masyarakat yang setiap hari, mengatur lalulintas dan diperbaiki dengan cara diuruk seadanya. Tetapi Ini harus ada tangan yang luar biasa dari tangan pemerintah, dalam hal ini dinas PUPR harus mengambil segera langkah kongkret.

Dia membeberkan, tak hanya di satu titik, jalan penghubung tersebut ada dua titik yang ambles, di jalan sebelumnya, yang sudah dilakukan perbaikan namun amblas kembali.

Kata dia, kerusakan  tersebut harus dibuat perencanaan yang matang atau dibuatkan jembatan sehingga penanganannya tidak hanya itu-itu aja.

“Ini harus berpikir untuk jangka panjang dengan cara membuat perencanaannya yang baik, jangan sampai tertunda lagi, karena kalau hanya di buatkan darurat hari ini terjadi pasti terjadi lagi,” pungkasnya.

(andres)

Hari Peduli Sampah Nasional 2024 Aksi Peduli Pentingnya Pengelolaan Sampah

0

jurnalinspirasi.co.id – Pada setiap 21 Februari, masyarakat Indonesia memperingati Hari Peduli Sampah Nasional sebagai momen penting untuk meningkatkan kesadaran akan masalah sampah yang terus tumbuh di Tanah Air.

Dilansir dari liputan6.com, Rabu (21/2/2024), menurut Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLHK, pada tahun 2023, timbunan sampah nasional mencapai 17,441,415.28 ton/tahun. Meskipun 66.47% dari total sampah telah berhasil dikelola dengan jumlah 11,593,192.83 ton/tahun, masih terdapat 33.53% sampah sebanyak 5,848,222.45 ton/tahun yang belum terkelola dengan baik.

Dalam upaya mengatasi permasalahan ini, pemerintah dan berbagai pihak terkait telah menyiapkan serangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2024. Melibatkan masyarakat secara aktif diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah. Beberapa kegiatan menarik yang direncanakan melibatkan partisipasi aktif masyarakat antara lain:

1. Aksi Pembersihan Lingkungan

   Masyarakat di seluruh Indonesia diajak untuk berpartisipasi dalam aksi pembersihan lingkungan, seperti pantai, sungai, atau area publik lainnya. Ini melibatkan pengumpulan dan pembuangan sampah secara tepat, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai untuk mengurangi sampah yang dihasilkan.

2. Sosialisasi tentang Daur Ulang Sampah

   Pentingnya daur ulang sampah ditekankan melalui sosialisasi dan edukasi. Pemerintah dan organisasi lingkungan berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara yang tepat untuk daur ulang sampah, menghemat sumber daya alam, dan mengurangi jumlah sampah.

3. Workshop Kreatifitas dari Bahan Daur Ulang

   Masyarakat diajak untuk mengubah bahan daur ulang menjadi karya seni dan produk bernilai ekonomi. Kertas, plastik, logam, dan kaca bekas dijadikan bahan untuk kerajinan tangan, dekorasi, atau produk lainnya, yang di mana akan memberikan dampak positif tidak hanya pada lingkungan tetapi juga dalam membuka peluang usaha baru.

Melalui serangkaian kegiatan ini, diharapkan Hari Peduli Sampah Nasional 2024 tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk perubahan nyata dalam sikap dan tindakan masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan besar pengelolaan sampah. Dengan bersatu tangan, masyarakat diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungan dan membentuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

(aliya noermawati/mg-uik)

Pimpinan Parpol “Lompat Pagar” Merusak Praktik Berdemokrasi

0

jurnalinspirasi.co.id – Saya membaca balasan postingan dengan dilantiknya AHY menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang pada Kabinet Pemerintahan RI era transisi Presiden RI Jokowi, ada yang komentar..”yang seneng Muldoko ya? Dulu mau ambil Demokrat biar bisa perkuat rombongan Jokowi, eh sekarang malah menyodorkannya..”.

Saya membacanya sambil berusaha memahami pesan moralnya. Sehubungan dengan itu, saya tertarik untuk bernarasi, apa dan mengapa Pimpinan Parpol sering “lompat pagar” masuk ke kandang lawan, untuk berkoalisi dengan cara membagi-bagi jatah Menteri RI dan Pimpinan Lembaga Negara RI lainnya. Diujung narasi ini saya akan sebutkan apa dampak buruknya terhadap praktik berdemokrasi dan terhambatnya membangun tata kelola Pemerintahan yang baik (good governance) akibat melemahnya kontrol “ceck and balance” kekuasaan dan kewenangan Presiden RI.

Demikian itulah pola berperilaku para politisi, dan Elite politik Indonesia, lompat pagar, pindah ke kubu lawan, memang selama ini kita saksikan yang abadi kepentingan kekuasaan (tahta). Para politisi kita wataknya superpragmatisme, hidup tanpa deologi dan tanpa integritas, etika dan moral tidak terlalu penting.

Ibaratnya..”. hari ini lawan, waktu mendatang menjadi teman, dan sebaliknya. Mereka orang lupa yang dia katakan janji-janji politiknya dalam visi dan misinya, yang sangat berbeda penekanannya masing-masing Paslon 01, 02 dan 03. Diucapkan sebelumnya pada waktu masa kampanye Pilpres RI 2024 ybl.

Walaupun ada rekam jejak informasi digital ttg omongan mereka dimasa lalu seperti misalnya  SBY vs Muldoko, Jokowi vs Prabowo etc etc banyak lagi tokoh politik nasional, yang nirintegritas, berperilaku pura-pura apa yang mereka katakan.

Oleh karena itu saran saya kepada para pendukung (supporters) yang selama ini fanatik, bersiap mental lah ! jika ditinggal sang “idolanya”, pujaan hati diharapkan sebagai pembawa aspirasi politiknya, misalnya Capres ARB mengusung agenda politik kenegaraan ideology “perubahan untuk kebenaran dan keadilan”,  kecuali anda berubah sikap perilaku pragmatisme lompat pagar tadi, yang dilakukan patron politik anda, idola dan pujaan anda.

Pengalaman pahit supporter politik yang saya narasikan tsb diatas, pernah terjadi pada Pemilu Pilpres thn 2019, dimana Paslon Capres RI  PS dengan Sandiaga S Uno (SSU) bertarung melawan (versus=vs) Jokowi-Makruf Amin. Paslon PS-SSU didukung habis-habisan (all out) oleh sebagian “besar” umat Islam yakni para ulama, ustadz dan habaib.

Masih segar dalam ingatan kita, lompat pagarnya PS dalam rangkulan Jokowi. Padahal fanatisme dukungan terhadap Capres RI 2019 PS, sampai-sampai ada fatwa hasil ijmak yang mengatasnamakan para ulama,  yang hasilnya mendukung paslon Capres PS dan Cawapres RI SSU.

Kemudian apa yang terjadi, kita saksikan PS dan SSU berkoalisi Partai Gerindra, dengan Ketumnya PS dengan PDIP pimpinan ibu Megawati Sukarno Putri. Kita masih ingat diplomasi “nasi goreng” ibu Megawati di rumahnya di jln Tengku Umar Jakarta, mengundang PS bersilaturrahmi dengan elite politik PDIP trah Soekarno.

Subhanallah hasilnya luar biasa, dimana proses politik lewat kampanye pilpres 2019 yang tadinya sangat menegangkan, terjadi polarisasi kekuatan “head to head” antara Capres RI 2019 PS (Gerindra beserta parpol koalisinya) vs Capres RI Jokowi (PDIP beserta parpol koalisinya) mereda “rujuk” dan aktif melakukan rekonsiliasi politik nasional.

Hasil rekonsialisasi politik antara PDIP dengan Gerindra pada thn 2019 tersebut, adalah dalam kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden RI Jokowi, PS “dihadiahi”jabatan Menhankam RI masa bakti tahun 2019-2024 hingga zaman Now, beberapa lama  kemudian ada resufle kabinet direkrut lagi SSU (mantan Cawapres RI 2019 lawan tanding Paslon Jokowi pada Pilpres 2019) menjadi Menparindkraf RI hingga zaman Now juga.

Jadi pola permainan politik “cantik” ala Jokowi dengan strategi taktik, merangkul lawan politik tersebut sudah dipraktekan Presiden RI Jokowi sejak 9-10 thn lalu, begitulah “hebatnya” beliau.

Mereka bisa melupakan peristiwa komunikasi pahit dan panas ketika masa kampanye “polarisasi” tersebut yang keras dan menegangkan karena tajamnya perbedaan visi dan misi.

Nampaknya, statrgi taktik (stratak) politik yang pernah sukses “ala akomodasi” Jokowi ingin diterapkan lagi untuk membangun koalisi baru dalam Pemerintahan RI periode 5 tahun mendatang.

Dua hari lalu hari Senin tgl 19 Pebruari 2024, kita mensaksikan Presiden RI Jokowi cawe-cawe lagi, bermanuver, dengan mengundang Ketum Parpol Nasdem Surya Paloh, pengusung Capres RI ARB-Cak Imin (paslon Amin), untuk datang dan bertandang ke Istana negara Presiden RI di Jakarta. Hasilnya detailnya kita pun tak tahu persis, tetapi kita bisa tebak kira-kira point hasilnya dgn membaca artikel atau laporan wartawan  HU Kompas Selasa tgl 20 Februari 2024 pada halaman ke 2, dimana Jokowi sedang berupaya melakukan politik akomodasi terhadap lawan-lawan politiknya.

Hal ini barangtentu sangat masuk akal, karena Jokowi menyadari seandainya kekuatan pengaruh Surya Paloh dengan Partai Nasdemnya dan Megawati dengan PDIP tidak terangkul dalam koalisi atau aliansi parpol yang mendukung pemerintahan paslon Presiden PS dan Cawapres RI 2024 GR putranya, jika menang, maka stabilitas politik di parlemen dan birokrasi kurang terjamin dan terganggu. Sesungguh cara berpikir jauh “kedepan” ini untuk Presiden RI Jokowi kita acungan jempol. Tetapi sayangnya?, apa yang beliau kerjakan prematuer dan bukan pada tempat dan waktunya.

Kembali ke narasi PS bergabung dengan “lawan”politiknya Jokowi pada pilpres 2019, 5 tahun lalu, yang kemudian menjadi kawannya, dan sangat akrab lagi hingga Pilpres RI 2024, dimana Presiden RI Jokowi cawe-cawe habis-habisan (all out) mendukung Capres RI PS, sekalipun beliau lakukan dengan melakukan “abuse of power”, demi kemenangan Paslon 02 PS-GR.

Faktanya dana APBN program BLT 380 Triliyun digelontorkan, dan Jokowi ikut turun ke lapangan di daerah perdesaan Jateng dan Jatim basis PDIP Paslon 03,  dan basis suara PKB Paslon 01, etc etc begitu banyak manuper yg beliau kerjakan demi kemenangan Paslon.02 PS-GR. Hasilnya QC nyata “sukses” bagi PS, karena  efek jaz Jokowi.

Demikian itulah gejala sosial politik di NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, sedang terjadi beragam “anomali dan paradoks”, antaralain kedaulatan Rakyat dalam Pemilu pilpres RI thn  2019 ke Pemilu RI thn 2024, dikooptasi oleh Ketum Parpol.

Mereka lupa dengan komitmen visi, misi dan agenda materi kampanye yang mereka obral dihadapan rakyat pendukung dan simpatisannya.

Lantas apa yang terjadi, ekspresi kekecewaan atau pil pahit yang ditelan oleh para pendukung (supporters) Capres RI PS dan Cawapres RI SSU pada pemilu Pilpres 2019 pun tak terelakan dan sudah terjadi. PS dan SSU meninggalkan para ulama, ustadz dan habaib sebagai supporter fanatiknya. Bahkan PS pernah berkata di pertemuan kader Parpol.FSI besukan Jokowi, dan telah viral di medsos, bahwa PS berucap “saya menyesal adanya dukungan umat Islam”, beliau melupakan jasa baik dan suka-duka perjuangan umat Islam dalam membelanya sebagai Capres RI 2019.

Sekali lagi, begitulah gaya dan gerak-gerik (style and gusture) kaum elite politik kita di negeri ini, wataknya superpragmatisme, pribahasa lainnya yg terkenal “kacang lupa akan kulitnya”.

Sebenarnya banyak cerita peristiwa pertemanan vs perlawanan elite politik terjadi di Indonesia. Belakangan ini kita saksikan apa dan bagaimana serta mengapa Jokowi pecah kongsi dengan ibu asuhnya, guru politiknya Megawati Soekarno Putri menjelang Pemilu Pilpres 2024. Narasinya sudah sangat jelas informasinya yg beredar di mass media seperti koran HU Kompas, Koran Radar Bogor, Jurnal Bogor, dan majalah Tempo beberapa edisi yang sempat saya baca, watak para politisi “inkonsistensi”saling berselingkuh dan sikut sikutan, seolah-olah musuhan, tetapi kemudian “berkawan” merangkul lagi ala politik akomodasi sebagaimana dilaporkan HU Kompas.

Berdasarkan pengalaman lucu, aneh dan pahitnya bagi para supporter fanatik, maka saya menduga, berhipotesa perbuatan rangkul merangkul dengan mesra antar koalisi Parpol peserta Pemilu 2024 yang lulus treshold suara  diatas 4 persen yang duduk di Parlemen, DPR RI, akan dibujuk rayu oleh Paslon Capres RI pemenang Pilpres RI 2024, dan kemungkinan besar bakal terjadi.

Saya pun tidak tahu bagaimana gusturenya Ketum Parpol PKS dan PKS pengusung dan pendukung Paslon 01 Capres dan Cawapres RI ARB-Cak Imin (Amin). Untuk Ketum Nasdem sudah rada-rada tampak sikapnya, bisa bertemu wicara dengan Presiden RI Jokowi, bentar lagi Cak Imin Ketum PKB yang pernah berkongsi dengan Jokowi, dan tergabung partainya dalam kabinet Jokowi, tidak seperti PKS, berada diluar Pemerintah RI sebagai opisisi minoritas.

Saya hanya mengingatkan bersiap-siap mentallah rakyat-massa pendukung parpol dan paslon Capres, seandainya mereka meninggalkan anda pendukung fanatik. Jika itu sampai terjadi, ya bersabar saja, seperti yang dilakoni PS lawan politik Jokowi, akhirnya bergabung di kabinet Indonesia Maju Presiden RI Jokowi thn 2019, dannkini akan dilanjutkan PS jika terpilih menjadi Presiden RI 2024-2029.

Memang peristiwa itu terasa amat pahit dan memilukan hati bagi para pendukungnya PS, karena mereka melompat pagar ke tempat lawan.

Ibaratnya, rakyat hanya dijadikan “kuda troya” untuk memenuhi syahwat haus kekuasaan  para politisi dan pimpinan Parpol, atau ibaratnya…

“rakyat ramai-ramai mendorong mobil mogok (parpol)setelah jalan, mereka lupa siapa. Rakyat yang mendorong dan mendukungnya. Dia hanya berucap “daaah” sambil melambaikan tangan pertanda selamat tinggal kawan (good by my friends). Sampai ketemu lagi kita 5 tahun mendatang Pemilu Pilpres 2029…”daadaaa”. Demikian itulah akal bulus yang dipertontonkan dalam dinamika perpolitikan nasional, amat menyedihkan memang.

Sebenarnya menurut pendapat saya yang menggunakan akal sehat (akal tulus, bukan akal fulus dan bulus), sebaiknya bahkan seharusnya sikap yang cerdas dan bijak dari para Ketum Parpol yang kalah bersaing pada pemilu Pilpres RI 2024 janganlah “lompat pagar” untuk membantu membangun koalisi gemuk, dan hal itu dampak buruknya, akan mematikan praktik “ceck and balance” dan melumpuhkan sistem demokrasi Pancasila.

Karena kita paham dan berkeyakinan dengan demokrasilah satu-satu cara dan pendekatan untuk menciptakan “good governance” dalam rangka mewujudkan masyarakat madani (civil society) dan masyarakat adil dan makmur bagi semua. Bukan masyarakat Indonesia yang dicengkram oleh oligarky power, kapitalistik-liberal baru (neolib) yang berlindung diketiak koalisi besar seperti regim Jokowi 5 tahun terakhir, yang berlangsung tanpa kontrol parlemen (DPR, DPD dan MPR RI yang mandul), karena anggota parlemennya hanya berbudaya ‘Yes Man”, bergaya 4-D, datang, duduk, diam dan duit, tanpa debat (bukan 5 D), hidup tanpa ideologi dan nirintegritas.

Jadi wajar terjadi begitu banyak RUU menjadi UU yang lolos dan ditetapkan yang kental kepentingan atau pro oligarky (pro asing dan aseng) dan mengabaikan kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia.

Demikian narasi ringkas ini saya buat, dalam upaya penyadaran kita warga negara-bangsa, khususnya para supporter Paslon Capres RI yang fanatik, agar tetap mewaspadai gerak-gerik para elite politik yang tergabung dalam parpol peserta pemilu 2024, dikawal agar jangan menjadi “bajing luncat”.

Seandainya demikian terjadi, itu hak mereka yang telah melanggar etika dan moralitas. Kita pun hanya bisa mengelus dada, jangan lupa sholat dan sabar, seraya berdoa, semoga Allah SWT menunjukkan jalan kebenaran dan keadilan yang diridhoi-Nya.

Ingat janji dan firman Tuhan Allah bahwa ‘kebenaran pasti akan datang, sedangkan kebatilan pun pasti binasa”. Syukron barakallah
Wassalam

====✅✅✅

Penulis: Dr.Ir.H Apendi Arsyad, M.Si
(Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat MPW ICMI Orwil Khusus Bogor, Pendiri dan Dosen Senior (Assosiate Profesor) Universitas Djuanda Bogor, Konsultan  proyek-proyek K/L negara, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus konstruktif melalui tulisan-tulisannya di medsos)

Fajar Muhammad Nur Pastikan Kursi Keempat Partai Nasdem

0

jurnalinspirasi.co.id – DPD Partai Nasdem Kota Bogor memastikan satu kursi lagi dari daerah pemilihan (dapil) Bogor Selatan. Dengan demikian, dipastikan partai besutan Surya Paloh itu meraih empat kursi di parlemen.

Adalah Fajar Muhammad Nur dengan perolehan 2.111 suara dari 549 TPS. Sedangkan, suara partai NasDem di dapil Bogor Selatan mendapat posisi ke-9 dengan jumlah 6.841 suara.

Fajar Muhammad Nur mengaku bersyukur atas peraihan kursi NasDem Kota Bogor di Pemilu 2024, sebab ada peningkatan sekitar 400 persen dibandingkan Pemilu 2019 lalu.

“Suara partai Nasdem diangka 6.841 ini berdasarkan tabulasi hitung suara yang kita lakukan sesuai C1 hasil dengan persentase 100 persen C1 masuk sehingga Nasdem berada diposisi ke-9,” ucapnya pada Rabu (21/2/2024).

Fajar menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal penghitungan suara Pemilu ini agar tidak ada kecurangan, apalagi banyak isu-isu yang menyatakan bahwa akan adanya penggelembungan suara.

“Ini perlu kita kawal, kita antisipasi. Apalagi sudah 100 persen C1 hasil yang masuk dan kita input di tabulasi sehingga kita berharap ada keadilan dan moralitas dari KPU supaya tidak terjadi kembali seperti yang sudah-sudah seperti penggelembungan suara maupun hal lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, untuk memastikan kesamaan data form C1 baik yang dimilikinya maupun dengan data KPU, Fajar menyebut bahwa pihaknya telah melakukan tiga verifikasi pemantapan hasil suara.

“Pertama verifikasi berdasarkan C1 hasil yang masuk ke kita, kemudian kita samakan data ini dengan data Panwas dan disamakan kembali dengan data di Sirekap. Sebenarnya di data Sirekap melalui pemilu24.kpu.go.id ini kita bisa melihat C1 hasil itu ada sesuai TPSnya, jadi double verifikasinya,” imbuhnya.

“Dan kita selaku menghitung ulang jumlahnya karena ada faktor kelelahan dari KPPS pada saat pemungutan suara entah itu waktunya sampai pagi, bahkan siang hari baru selesai. Oleh karena itu, kinerja mereka sudah maksimal dan saya pun mengapresiasi kinerja KPPS di Pemilu 2024 ini,” tambahnya.

Sementara itu, perolehan suara partai terbanyak di dapil Bogor Selatan versi tabulasi yang dilakukan tim Fajar Muhammad Nur diantaranya posisi pertama ditempati Partai Gerindra diangka 20.034 suara, PKS 18.086 suara.

Golkar 15.131 suara, PDIP 15.093 suara, PAN 10.435 suara, Demokrat 9.163 suara, PPP 9.101 suara, PKB 7.444 suara, NasDem 6.841 suara dan terakhir kemungkinan kursi kedua Gerindra diangka 6.678 suara. * Fredy Kristianto

Hari Ke-20, Film Agak Laen Tembus 6 Juta Penonton

0

jurnalinspirasi.co.id – ‘Agak Laen’ film yang tayang di bioskop sejak 1 Februari lalu, sudah ditonton lebih dari 6 juta oleh masyarakat Indonesia.

Dilansir dari akun instagram Ernest Prakasa, uniknya ada tantangan di balik jumlah penonton Film Agak Laen. Keempat pemain utama ditantang untuk menjadi ‘manusia  silver’ jika angka penonton mencapai 7 juta.

Film tersebut dibintangi oleh empat komika ternama yaitu Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel dan Oki Rengga. Juga aktor lainnya yang melengkapi keseruan film tersebut.  Yang lebih menarik film tersebut diproduseri oleh Ernest Prakasa  dan Dipa Angkasa.

Film ‘Agak Laen’ bergenre komedi horor memberikan angin segar untuk industri perfilman Indonesia. Film tersebut berdurasi 1 jam 59 menit  menayangkan cerita sederhana tentang empat sekawan yang mengelola rumah hantu untuk mengubah nasib mereka.

Banyak masyarakat yang terhibur dengan hadirnya Film ‘Agak Laen’. Hal tersebut dinyatakan oleh salah seorang penonton dari film tersebut dalam akun instagram @pilem_aga_laen

“One of the best film produksi lokal dengan konsep yang fresh, di baluti dengan bumbu drama, komedi dan horor yang asli rapih.

“Asli nib film Agak Laen emang konsepnya, semoga bisa tembus 5 juta penonton,” ujar pengguna akun callmesatria007.

Ada juga salah satu yang penonton yang berharap film Agak Laen yang kedua.

“Bikin agak laen 2 ga sih?? Seru banget filmya bang pecahhh!! Masih penasaran sama kehidupan para karakter selanjutnya setelah keluar dari penjara dan berjuang untuk mewujudkan cita” masing masing karakter,” ujar pengguna akun instagram @rizkycahya30.

(roseta al zahra/mg-uik)

Bogor Kembangkan Bank Sampah yang Dikelola DLH

0

jurnalinspirasi.co.id – Bank sampah adalah tempat yang mirip dengan bank konvensional, dimana orang dapat menabung dan menarik uang dari rekening tabungan. Namun, di bank sampah yang ditabung bukan uang, melainkan sampah anorganik.

Bank sampah ini dikenal sebagai BASIBA atau Bank Sampah Induk Aparatur yang didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor. Di sini, berbagai jenis sampah anorganik bisa ditabung, mulai dari kardus sampai barang elektronik yang sudah rusak.

Dilansir dari akun instagram pemkotbogor, Rabu (21/02/2024), Pemerintah Kota Bogor khususnya DLH mendirikan BASIBA sebagai bagian dari upaya untuk mengolah sampah anorganik yang tidak diangkut ke TPAS.

BASIBA dapat melayani banyak nasabah setiap hari dengan berbagai layanan seperti pendaftaran nasabah baru, pembelian sampah, penarikan saldo tabungan, dan penjualan sampah kepada mitra.

Jenis – jenis sampah yang bisa ditabung di BASIBA:

– Beling
– Campuran
– Kertas
– Logam
– Rongsok
– Plastik

(wardah arrasyidah hanifah/mg-uik)

Kebakaran Hebat Terjadi di Empang Bogor, 7 Kios Ludes Dilalap Api

0

jurnalinspirasi.co.id – Kebakaran akibat kebocoran gas terjadi di Jalan Sadane, Empang, Kota Bogor. Kebakaran ini meludeskan 7 kios dan dua orang terluka.

Warga menyebutkan, kebakaran terjadi pada Selasa (20/2/2024) malam pukul 20.00 WIB. Sejumlah warga dan petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang cepat merambat.

Kebakaran tersebut terjadi setelah seorang pedagang warung makanan yang melihat adanya kebocoran gas dan mencoba menempatkan tabung tersebut di dalam air untuk mendinginkannya.

Meskipun upaya ini dilakukan untuk mencegah kebakaran, namun gas yang keluar dari tabung masuk ke dalam air menyebabkan ledakan yang hebat.

Tidak hanya menyebabkan kerugian materi, kebakaran ini juga menyebabkan dua orang luka-luka dan harus dilarikan ke RS UMMI terdekat. Meskipun api telah berhasil dipadamkan sekitar 1 jam kurang, kebakaran tersebut memberikan kerugian yang besar bagi para pedagang dan lingkungan sekitar.

(vina oktaviani/mg-uik)