26.9 C
Bogor
Sunday, May 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1705

Puluhan Reklame Ilegal di Puncak Terancam Dibongkar

0

Cibinong, Jurnal Inspirasi

Puluhan reklame ilegal alias tak berijin di beberapa titik Jalan Raya Puncak terancam dibongkar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Kepala Bidang (Kabid) Reklame pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Agus Suyatna mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat terguran terhadap pemilik reklame ilegal di wilayah Puncak.

“Kami sudah layangkan surat teguran kedua. Untuk surat teguran ketiga, kami layangkan Senin (2/3) kepada 52 pemilik reklame di wilayah Puncak,” ujar Agus kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Ia menambahkan, puluhan reklame ilegal yang ditibdak pihaknya belum secara keseluruhan yang ada di sepanjang Jalan Raya Puncak.

“Reklame ilegal sebanyak 52 yang kami layangkan teguran ketiga itu keberadaannya mulai dari pertigaan Taman Safari hingga Gunung Mas,” katanya.

Lebih lanjut ia memaparkan, pihaknya baru akan melakukan pelimpahan ke pasukan penegak Peraturan Daerah (Perda) setelah dilayangka peringatan ketiga tersebut.

“SOP, setelah teguran ketiga nanti kami limpahkan ke Satpol PP Kabupaten Bogor. Terhitung diterimanya teguran kami dikasih waktu 7 hari untuk proses pelimpahan ke Satpol PP bila tidak ada progres perijinannya,” paparnya. 

Noverando H

Pemkab Bogor Dukung Pengembangan BUMDes

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Guna peningkatan perekonomian masyarakat desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mendukung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Pemkab Bogor konsen mendukung pengembangan BUMDes untuk salah satu sumber pembiayaan dan peningkatan ekonomi masyarajat desa,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bogor, Burhanudin kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Mantan Asisten Pemerintahan (Aspem) Pemkab Bogor ini mengatakan, pihaknya tidak melarang adanya peburan jadi satu BUMDes. “BUMDes itu bisa masing-masing desa atau beberapa desa bergabung sesuai dengan potensi yang dimiliki. Misalkan di wilayah itu ada mata air, BUMDes akan membangun untuk kolam renang, bisa,” kata pria yang akrab disapa Burhan ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bogor, Ade Jaya Munadi menambahkan, pihaknya sedang membuat Dokumen Strategis (Dokstra) pengembangan BUMDes. “Dokstra pengembangan BUMDes itu mengidentifikasi kelembagaan setiap desa dan akan ada evaluasi tingkat progresnya,” kata Ade Jaya.

Ia menerangkan, pihaknya juga melakukan pengembangan kemitraan untuk semua BUMDes. “Ada 14 BUMDes yang sudah kami fasilitasi dengan PT Lembaga Ekonomi Umat (LEU) Mart,” terangnya.

Ia mengungkapkan, belum semua desa di wilayah Bumi Tegar Beriman memiliki BUMDes. BUMDes yang telah terbentuk juga masih sebgaian kecil yang telah maju. “Dari 416 desa yang sudah terbentuk BUMDes itu 363. Dari 363 itu yang maju dan bisa menjadi mandiri itu baru 2 BUMDes,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, sejumlah dan bisa menjadi modal untuk usaha yang dijalankan oleh BUMDes. “Dari Dana Desa boleh ke BUMDes, kalau di Pamijahan itu bisa dari bonus produksi,” tandas. 

Noverando H

Inspektorat Tambah Desa Monitoring Keliling

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Insepktoran Kabupaten Bogor melakukan monitoring keliling agar penggunaan dana desa dan alokasi dana desa sesuai Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Desa (R-APBDes). “Kami sudah memulai melakukan monitoring keliling ke pemerintah desa agar tidak ada dana desa dan alokasi dana desa yang digunakan tidak sesuai peruntukannya seperti yang terjadi di Desa Pasir Eurih, Tamansari beberapa waktu lalu,” kata Insepktur Kabupaten Bogor, Benny Delyuzar kepada Wartawan, Minggu (1/3).

Benny Delyuzar

Mantan Asisten Perekomian dan Pembangunan (Ekbang) Pemkab Bogor ini menerangkan, proses monitoring ditambah dari awalnya di 120 desa menjadi 160 desa. Hal ini dilakukan agar langkah monitor keliling semakin efesien dan efektif.

“Tahun sebelumnya, monitor keliling  atau sample mengecek penggunaaan dana desa dan alokasi dana desa hanya dilakukan di 3 desa di tiap kecamatan, atau 120 desa. Untuk tahun ini ditingkatkan jumlahnya menjadi 160 desa pertahunnya,” terangnya.

Benny mengharapkan berkat monitor keliling ke ratusan desa, jumlah kepala desa atau aparatur desa yang tersangkut kasus tindak pidana korupsi menurun jumlahnya.

“Memang jumlah desa ada 418 desa dan yang kita monitor tahun ini jumlahnya hanya 160 desa, hingga di tiap desa kami rutin melakukan ‘pemeriksaan’ sekali setiap 3 tahun. Harapan kami tentunya tidak ada lagi penyelewengan dana desa atau alokasi dana desa hingga tidak ada kepala desa yang tersangkut kasus  tindak pidana korupsi dan untuk lebih efektif kami juga siap menerima laporan warga terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana desa atau alokasi dana desa,” ujarnya.

Sebelumnya berkat laporan Inspektorat dam penyelidikan lebih lanjut, mantan Kades Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari berinsial Adg diamankan aparat Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.

Adg diamankan karena melakukan laporan perranggungjawaban fiktif terkait pembangunan jalan dan insfrastruktur lainnya yang sumber anggarannya berasal dari dana desa, Adg yang statusnya sudah tersangka ini pun langsung dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pondok Rajeg, Cibinong.

Tersangka Adg pun dijerat dengan Undang – Undang (UU) nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Juncto UU nomor. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman penjara minimal selama 3 tahun dan maksimal 15 tahun dan denda minimal Rp 150 juta dan maksimal Rp 750 juta. 

Noverando H

Jamaah Masjid Baitul Faidzin Nyaris Celaka

0

Cibinong, Jurnal Inspirasi

Adanya sejumlah kerusakan bangunan Masjid Agung Baitul Faidzin di Komplek Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor, yang baru selesai direnovasi pada tahun 2019 lalu dengan menelan anggaran mencapai Rp26 Miliar bersumber dari dana APBD Kabupaten Bogor tahun 2017 itu, mengindikasikan penyimpangan hingga dibangun asal jadi. 


Pasalnya, atap atau plafon tempat ibadah bagi umat muslim itu pekan lalu diketahui sudah ada bagian yang mengalami kerusakan, serta banyaknya keluhan dari masyarakat yang hendak mengambil air wudhu untuk menjalankan salat lima waktu. Seperti kata salah satu masyarakat dilokasi, Deddy mengeluhkan, tentang licinnya lantai saat menuju ketempat wudhu. 

“Licin banget ini lantainya sampai saya terpeleset sewaktu ingin mengambil air wudhu di bawah tadi,” kata Deddy kepada wartawan, Minggu (1/3).

Beruntung, saat dirinya terpeleset dibagian tangga saat menuju ketempat sarana mengambil air wudhu itu, tidak sampai terguling dari anak tangga tersebut. “Untung saja enggak sampai jatuh, kalau sampai jatuh bisa guling-gulingan dari tangga, bisa bahaya urusannya,” ujarnya.

Menurutnya, renovasi masjid di komplek Pemkab Bogor itu seakan marak penyimpangan dengan memakan anggaran uang rakyat hingga puluhan miliar rupiah.

“Masa anggaran sampai miliaran rupiah tapi hasilnya seperti ini, lebih baik sewaktu sebelum direnovasi lantainya enggak selicin sekarang ini. Belum lagi kondisi dinding di luar bangunan, yang terlihat kumuh dan banyak retakan juga seperti asal jadi renovasinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Benteng Padjajaran, Doelsamson menegaskan, sejak ramainya diberitakan oleh media massa terkait jebolnya atap atau plafon masjid Agung Baitul Faidzin itu jajarannya langsung mengumpulkan bukti-bukti guna melaporkan kaitan tersebur ke pihak penegak hukum terkait.

“Saya sudah laporkan adabya dugaan Mark Up di proyek renovasi Masjid Agung Baitul Faidzin oleh kontraktor abal-abal ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong, Kabupaten Bogor,” kata Doelsamson.

Sekedar diketahui, baru setahun usianya plafon masjid agung Baitul Faidzin di Komplek Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor sudah rusak.  Padahal, bangunan yang dibangun dari APBD Kabupaten Bogor sebesar Rp26 miliar ini baru selesai direnovasi pada 2019 lalu. 

Noverando H

Potret Kemiskinan di “Lumbung Emas”

0

Nanggung, Jurnal Inspirasi

Sejauh ini angka kemiskinian di Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung  masih menjadi permasalahan serius. Hal ini seperti dialami Samsiah, warga Kampung Seuseupan RT 01 RW 09 yang sudah belasan tahun menempati rumah tak layak huni. Namun program bedah rumah dari Pemerintah Kabupaten Bogor tentunya belum bisa dirasakannya. “Bukan hanya rumah kami saja yang  tidak layak, termasuk rumah Murtadin, Murni, Wulan, dengan kondisi rumah bilik dengan keadaan sudah rapuh,” kata Amsah, kepada wartawan kemarin.

Menurutnya, karena tidak mampu memperbaiki rumah lantaran keterbatasan ekonomi dia terpaksa masih menempati rumah bilik bambu yang sudah rapuh.

Sementara kalau dilihat dari Sumber Daya Alam ( SDA) di Kecamatan Nanggung sangat berpotensi  yang dikenal  keberadaan gunung emas Pongkor, tetapi sangat miris angka Rutilahu di wilayah tersebut masih sangat tinggi. Amsah mengatakan, meski sudah berganti kepala desa tapi belum juga dapat bantuan perbaikan bedah rumah. ” Namun seringkali di survey tetapi belum ada realisasinya,” keluhnya.

Dengan keberadaan rumah yang sudah lama ditempatinya ia sangat mengharapkan bantuan pemerintah.” Mudah mudahan segera ada solusi untuk perbaikan rumahnya, entah dari manapun ,” harapnya.

Kepala Desa Pangkaljaya, Taupik Sumarna, melalui sambungan telponnya mengaku belum tahu keberadaan beberapa rumah warganya yang kondisinya sudah tidak layak.” Belum tahu ya, coba deh nanti kami cek dulu,” kelakarnya.

Ia mengatakan, program bedah rumah untuk tahun 2020 dari Pemkab Bogor hanya 8 unit, itupun cara pengalokasiannya dibagi hanya per RW. “Untuk  rumah tidak layak huni bagi warga kampung Seuseupan sepertinya akan dibantu dari BPBD karena belum lama ini terdampak bencana alam,” pungkasnya.

Arip Ekon

100 KK di Nagrog Mengungsi

0

Kemang, Jurnal Inspirasi

Sebanyak 100 kepala keluarga harus mengungsi akibat dilanda banjir yang berada di Kampung Nagrog RT 06 RW 06, Desa Tegal, Kecamatan Kemang. Bahkan puluhan rumah terendam dari luapan sungai Cibeteng. Kronologi kejadian, air mulai meluap dari pukul 00.00 WIB yang sebelumnya diguyur hujan lebat sejak sore hari. Ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa tidak hanya merendam rumah saja tapi akses jalan ke arah Desa tertutup banjir

“Air mulai meluap  dan masuk ke kampung magrib pada pukul 00.00 WIB, memang sebelumnya pukul 23.00 sudah masuk tapi tidak besar, dan sejak sore diguyur gujan deras yang berlangsung cukup lama sekitar 6 jam,” kata Sekdes Tegal Ahmad Zaenudin kepada wartawan, kemarin.

Ia juga mengatakan, air meluap berasal dari aliran sungai Cibeteng tepatnya di Kampung Nagrog yang mengakibatkan terendamnya jalan penghubung Desa dan puluhan rumah terendam banjir. “Total ada 100 KK yang terdampak banjir di Desa Tegal, untuk di kampung Nagrog ada 20 KK dan di perumahan ada 80 KK mengenai kerugian belum kita perkirakan masih mendata terlebih dahulu,” katanya

Senada dikatakan TRC Kabupaten Bogor Eso Sudarso mengaku, bahwa kejadian begitu cepat dan air berasal dari luapa sungai Cijati merendam perumahan bumi Tegar Beriman dan beberapa rumah di Kampung Nagrog. “Sementara sudah kita lakukan evakuasi dan selanjutnya tinggal pembersihan mendata jumlah warga yang terdampak,” kata dia.

Sementara itu, salah satu anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi II dan juga dapil 4 Bogor Utara, Tohawi menjelaskan, banjir yang terjadi di desa Tegal Kecamatan Kemang disebabkan beberapa hal salah satunya ada perilaku kebiasaan buang sampah maupun adanya penyempitan di bantaran sungai Cijati.

“Berkurangnya areal resapan air yg mungkin salah satunya semakin padatnya hunian menjadi penyebab banjir juga, dan pemkab harus segera menindaklanjuti dampak yang diakibatkan banjir tersebut,” jelasnya.

Ia juga mengungkakan, akan mendorong Pemda untuk melakukan evaluasi atau tinjau ulang terhadep perijinan pemukiman yang sudah dikeluarkan, inventaris permasalahan yg terkait dengan aliran sungai.

“Banjir juga terjadi di Ciseeng, Parung, bahkan ratusan ribu benih ikan hilang terbawa arus air ke Cisadane dan Pemda harus menyiapkan dana bencana khusus pengganti para petani ikan yng terkena musibah banjir,” pungkasnya. Cepi Kurniawan

Kesal Jalan Rusak, Warga Tebar Ikan Lele dan Tanam Pisang

0

Rumpin, Jurnal Inspirasi

Meski diguyur hujan, warga Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin, tetap melakukan aksi menebar ikan lele dan menanam pohon pisang di tengah jalan yang berlubang sebagai bentuk kekesalan warga dengan kondisi kerusakan infrastruktur jalan. Aksi spontan warga itu, terkait rusaknya ruas Jalan Raya Gunung Maloko Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin, dalam aksinya warga menuntut dinas terkait segera memperbaiki ruas jalan yang berlubang besar tergenang air, menyulitkan aktivitas warga setempat.

“Ruas jalan ini, ramai di lalui warga dan pengendara menuju kesekolah dan bekerja, jalan perbatasan Bogor dengan Tangerang, ramai di gunakan pengendara menuju wilayah DKI Jakarta, “ungkap Ridwan warga Desa Sukamulya, saat dikonfirmasi.

Ridwan mengatakan Pemerintah Pusat saat ini sedang meningkatkan pembangunan salah satunya adalah, meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan. Namun dirinya menyangkan, kondisi jalan di wilayahnya malah belum tersentuh pembangunan. “Ruas jalan ini, kondisinya sangat memprihatinkan, lubang-lubang besar yang tertutup air, seperti kubangan sawah atau layaknya empang. Padahal jalan ini merupakan perbatasan dengan Kabupaten Tangerang dan Jakarta, tapi kondisinya sangat memprihatinkan, “keluhnya.

Lanjut Ridwan berharap pemerintah Kabupaten Bogor, segera membangun jalan tersebut. Pasalnya, dengan adanya perbaikan jalan ini, bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. “Kami warga akan membuat surat permohonan kapada pemerintah Daerah Kabupaten, Provinsi hingga Pemerintah Pusat, agar segera ada perbaikan jalan di sini, karna warga sudah sangat terganggu, “ungkapnya.

Sementara dalam sambungan telepon Camat Rumpin Rusliyandi mengatakan pihaknya sudah membahas dalam Musrembang tingkat Kecamatan Rumpin RKPD tahun 2021. Ia juga menyampaikan, jalan itu sudah masuk sekala prioritas pembangunan. “Sudah kita usulkan via musrenbang untuk perbaikan jalannya. Dan Sudah kami prioritaskan, “singkatnya.  Cepi Kurniawan

Kandang Sapi di Sukasirna Disebut Bagian dari Usaha Ponpes

0

Jonggol, Jurnal Inspirasi

Camat Jonggol Andri Rahman melakukan sidak pada Ponpes di Desa Sukasirna tersebut bersama Ketua MUI Kecamatan Jonggol. Upaya ini menyikapi pemberitaan sebelumnya adanya plang pondok pesantren, namun diisi oleh peternakan sapi hingga menjadi tanda-tanya warga. Saat ditemui di sela-sela pelantikan perangkat desa,  Andri Rahman mengatakan langsung melakukan sidak ke lokasi peternakan,dan mendapati penjelasan dari yang ada di lokasi bernama Puji.

“Sudah kami datangi Ponpes tersebut dan kami pertanyakan kenapa ada plang Ponpes tapi kegiatan hanya peternakan sapi, menurut puji bahwa peternakan sapi ini merupakan bagian dari usaha Ponpes dibawah naungan Nahdatul Ulama (NU) yang dibiayaai oleh NU. Adapun kegiatan nyantrinya merupakan santri kalong atau yang hanya melakukan pengajian dan tidak singgah disana,” jelas Andri Rahman.

Ia melanjutkan, melihat kondisi tersebut pihak Pemerintahan Kecamatan Jonggol memberikan arahan untuk melengkapi izin kegiatan peternakan di lokasi tersebut. “Menurut pengakuan Puji bahwa kegiatan pengajian untuk warga sekitar saat ini distop karena guru ngajinya baru habis menikah, namun kami tawarkan jika memang butuh guru ngaji MUI Kecamatan siap untuk menyediakan untuk kegiatan pengajian bagi anak-anak warga sekitar. Pada intinya kami sudah memberikan arahan untuk mengikuti aturan prosedur yang ada terutama melengkapi izin kegiatan peternakan yang dilakukan di Kampung Jatinunggal desa Sukasirna tersebut,” pungkas Camat Jonggol.

Sebelumnya ketika Jurnal Bogor mengkonfirmasi pemilik Ponpes Kartini Soko Tunggal tersebut menyebutkan usaha peternakan yang ada di ponpes tersebut  bagian dari usaha Ponpes yang ada di Jawa Tengah. “ Ini bagian dari usaha Ponpes yang ada di Jawa Tengah, anak saya yang mengelolanya dia tugas di Polsek Cakung,” kata nya singkat.

Nay Nur’ain

Kades Sirnagalih Lantik Aparatur Desa

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Kepala Desa Sirnagalih kecamatan Jonggol melantik 9 orang perangkat desa yang akan membantu kinerjanya dalam membangun desa Sirnagalih menuju desa mandiri dan maju di aula Desa Sirnagalih, Jum’at (28/02). Dalam kegiatan tersebut, 9 orang perangkat desa,12 RT, 15 RW,3 Kepala Dusun, Ketua PKK, Ketua Kader Posyandu, dan Ketua MUI diambil sumpah diatas kitab suci Al-Qur’an dan bersedia untuk mengabdikan diri kepada masyarakat demi tercapainya program-program desa.

Turut hadir Camat Jonggol Andri Rahman, Kanit Pol PP, Ketua MUI Kecamatan Jonggol, Babinmas, Babinsa dan segenap simpatisan desa serta karang taruna Desa Sirnagalih. Dalam sambutannya Camat Jonggol mengharapkan perangkat desa yang saat ini dilantik dan diambil sumpah untuk selalu amanah dalam penggunaan dana desa serta penyaluran ya harus sesuai.

“Dana yang masuk ke desa itu ada APBN dan APBD, serta Banprov tolong pergunakan dana itu dan salurkan sesuai program yang sudah di buat oleh desa. Jangan gegabah dalam menggunakan anggaran, masyarakat pun diminta aktif dalam melakukan pengawasan penyaluran dana desa, pasang papan proyek dalam setiap kegiatan yang akan diadakan oleh desa sebagai bukti transparansi dalam penggunaan anggaran agar masyarakat tau dari mana sumber dana nya dan berapa jumlah nya.”

“Disamping masyarakat sebagai pengawasan dana desa juga ada pendamping desa, pihak kepolisian, inspektorat, BPK, jadi saya berpesan kepada Kepala Desa beserta jajarannya untuk cerdas dalam penggunaan anggaran desa. Jangan sampai ada pungli dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat, mari bersinergi sesuai dengan motto Jonggol Berkah dan Sirnagalih Beramal,” tutup Andri Rahman.

Senada Kepala Desa Sirnagalih, Ahmad Anwar menegaskas kesiapan para perangkat desa dalam menduduki jabatan yang diamanahkan agar bekerja sesuai dengan tupoksinya. “Saya harapkan kesiapan para perangkat desa yang dilantik hari ini dan diambil sumpah agar senantiasa amanah dalam menjalankan tugasnya untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat dan membangun desa Sirnagalih menuju desa yang mandiri dan maju,” kata dia.

“Jadi saya harapkan kita saling bersinergi untuk tujuan yang sama dalam membangun desa. Saya ucapkan selamat kepada para perangkat desa, RT/RW, Kadus, Ketua MUI, Kader yang dilantik hari ini selamat bekerja saya yakin kalian bisa bekerja sama untuk membangun desa Sirnagalih menjadi desa yang lebih baik, apalagi kegiatan sumpah jabatan dan pelantikan perangkat desa dan RT/RW merupakan pertama kalinya dilakukan di Desa Sirnagalih,” tandas Ahmad Anwar.

Nay Nur’ain

Lewat Mancing, Insan Pers ‘Ngariung’ dengan Aparatur dan Dewan

0

Tenjolaya, Jurnal Inspirasi

Dalam upaya menjalin sinergitas dan silaturahmi, insan pers yang bertugas wilayah barat Kabupaten Bogor, Jurnalis Bogor Barat (JBB) menggelar “Ngariung” Mancing bersama di Kampung Babakan Girang, Desa Cinangneg, Kecamatan Tenjolaya, Minggu (01/3).

Turut hadir juga Camat, Kades , UPT, Anggota DPRD Kabupaten Ruhiyat Sujana dan Lukmnudin Ar Rasyid. Termasuk suami orang nomor satu di Kabupaten Bogor yakni Yanwar yang juga hobi mancing.

Menanggapi kegiatan hal itu Yanwar mengatakan kegiatan ini sangat positif selain menyalurkan hobi untuk mancing, juga sebagai ajang silaturahmi yang utama  antara wartawan dengan Camat, Kepala UPT, dan Anggota DPRD.

“Jangan ada lagi perbedaan dan saling mengkotak-kotakan baik itu antara wartawan, camat anggota DPRD boleh berpendapat. Namun mari sama -sama membangun kabupaten Bogor tercinta ini untuk lebih baik. Dengan adanya mancing yang diadakan JBB ini bagus,”kata Yanwar kepada awak media, kemarin.

Yanwar sebagai suami dari Bupati Bogor meminta Ade Yasin untuk terbuka akan informasi terhadap wartawan juga memperhatikan para wartawan yang ikut andil dalam memajukan pembangunan di kabupaten Bogor. “Tanpa informasi yang disajikan  dan diberikan wartawan tentu pemerintah tidak akan jadi apa -apa,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Dapil IV Kabupaten Bogor, Ruhiyat menambahkan intinya kegiatan bukan

mancing, tapi lebih mempererat tali silahturahmi anatar semua elemen dsri mulai Kades, Camat, UPT,  Anggota Dewan dan para insan media yang ada di Bogor Barat.

Ia berharap ada tidak lanjut dari kegiatan ini, selain menjadi kegiatan rutin lebih terbangun lagi sinergitasi semua elemen sehingga tidak terjadi lagi mis komunikasi. “Saya berharap kedepan pesertanya lebih banyak dan yang tidak bisa hadir di hari ini di kegiatan kedepan bisa hadir,’ pintanya.

Juara satu lomba mancing di raih Kepala UPT Jalan dan Jembatan Cibinong, Agus Apuy, juara dua Camat Nanggung dan juara tiga wartawan Trans TV, Beni Akbar.

Cepi Kurniawan