27 C
Bogor
Saturday, May 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1699

Program Seksi PITOK Angkatan Kedua, 30 Pelatih Sepakbola Ikuti Kursus Lisensi D

0

Caringin, Jurnal Inspirasi

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, melalui Seksi Pembibitan Iptek, dan Tenaga Keolahragaan (Pitok), kembali meningkatkan kualitas pelatih sepakbola yang ada di bawah naungan Asosiasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Bogor, dengan menggelar pelatihan pelatih sepakbola lisensi D angkatan kedua tahun 2020, yang digelar di Hotel Grand Pesona Caringin, 3 hingga 4 Maret.

Seperti dikatakan Kepala Seksi Pitok Dispora Kabupaten Bogor, Muhammad Saepudin mengatakan, kegiatan pelatihan pelatih sepakbola Lisensi D yang dilakukan Dispora, merupakan upaya Dispora untuk memfasilitasi para pelatih sepakbola yang ada di klub anggota Askab PSSI Kabupaten Bogor, untuk memiliki lisensi, dan pengayaaan dalam metode kepelatihan sepakbola yang akan dilakukan kepada para anak asuhannya.

“Kegiatan pelatihan lisensi D ini berlangsung selama dua hari. Adapun program pelatihan tersebut yang pertama dilakukan untuk class room dari kegiatan kursus lisensi D Hotel Grand Pesona. Sedangkan praktek lapangannya dilakukan di lapangan yang berdekatan dengan hotel,” ujar Muhammad Saepudin, Rabu (4/3).

Ia menjelaskan, pelatih yang ikut pelatihan lisensi D angkatan kedua ini sebanyak 30 pelatih, dan ke 30 pelatih tersebut merupakan perwakilan dari klub-klub sepakbola anggota Askab PSSI Kabupaten Bogor. Bahkan, sambung pria yang akrab disapa Aep itu menegasakan, jika dalam pelatihan ini, peserta tidak dipungut biaya, alias gratis. “Mereka yang ikut dalam pelatihan lisensi D ini, akan langsung mendapat sertifikat, yang ditanda tangani langsung oleh pengurus PSSI Pusat,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Sekdispora) Kabupaten Bogor, Mustakim, menambahkan, kegiatan pelatihan lisensi D yang dilakukan Seksi Pitok ini sangat mendukung dunia sepakbola di ‘Bumi Tegar Beriman’ tertutama bagi para pelatih yang ada di Askab PSSI Kabupaten Bogor.

“Saya bangga dengan kreatifitas dari Seksi Pitok dalam membuat program kegiatan yang benar-benar menyentuh, dan tepat sasaran. Apalagi, di Kabupaten Bogor ini banyak sekali klub, dan sekolah sepakbola yang tergabung di Askab PSSI Kabupaten Bogor yang memiliki para pelatih yang bagus-bagus. Namun tidak menutup kemungkinan ada juga para pelatih itu yang belum memiliki lisensi D nya,” ucapnya.

Mustakim melanjutkan, kalau para pelatih ini sengaja mencari kursus lisensi kepada pihak lain, kemunginan akan dikenakan biaya. Namun Dispora Kabupaten Bogor menggratiskan semua kegiatan kursus lisensi D. Karena ini satu terobosan yang sangat positif telah dilakukan Dispora Kabupaten Bogor melalui Seksi Pitok. Pada program pelatihan pelatih lisensi D angkatan kedua kali ini, turut hadir, Exco Askab PSSI Kabupaten Bogor, Dedi Baidilah, Sekum Askab PSSI Kaupaten Bogor, Agung Nugroho. 

Asep Syahmid

Kecamatan Cijeruk Geber Pemasangan Baligo Piala Dunia U 20

0

Cijeruk, Jurnal  Inspirasi  

Peran Pemerintah kecamatan di Kabupaten Bogor, sangat penting untuk menyongsong, sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat ‘Bumi Tegar Beriman’ bahwa di tahun 2021 mendatang, Kabupaten Bogor, bakal menjadi tuan rumah penyelenggara pertandingan Piala Dunia usia-20, di Stadion Pakansari Cibinong.

Sehingga, peran kecamatan, wajib menyosialisasikan kesiapan Kabupaten Bogor, sebagai tuan rumah, dengan memasang baligo Piala Dunia usia-20, di pusat-pusat yang strategis masing-masing kecamatan.

Seperti yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Cijeruk, yang saat ini telah memasang baligo ‘Kecamatan Cijeruk siap mendukung dan menyukseskan Piala Dunia usia-20 di Indonesia tahun 2021’, dan pemasangan baligo di depan kantor kecamatan Cijeruk tersebut, secara tidak langsung Kecamatan Cijeruk, ikut serta dalam menyosialisasikan kepada masyarakat, bahwa di ‘Bumi Tegar Beriman’ akan digelar pertandingan sepakbola paling akbar di dunia ini.

Camat Cijeruk Hadijana mengatakan, jika pemasangan baligo Piala Dunia usia-20 di depan kantor kecamatan Cijeruk, merupakan salah satu upaya kecamatan dalam menyosialisasikan, dan memberikan informasi kepada masyarakat, bahwa Indonesia, dan tentunya Kabupaten Bogor bakal menjadi venue pertandingan sepakbola dunia pada Mei 2021 mendatang.

“Ini adalah upaya kami untuk menginformasikan kepada masyarakat Kecamatan Cijeruk. Jika Indonesia, yang salah satunya Kabupaten Bogor, bakal menggelar pertandingan sepakbola Piala Dunia usia-20, di Stadion Pakansari Cibinong, pada Mei 2021 nanti,” ujar Hadijana, Rabu (4/3).

Mantan Camat Megamendung itu menjelaskan, kalau peran kecamatan wajib untuk menyosialisasikan hal ini kepada masyarakat luas. Supaya masyarakat bisa mengetahui, dan juga bisa menyaksikan langsung pemain-pemain dari seluruh dunia peserta Piala Dunia usia-20 bertanding di Kabupaten Bogor. Terlebih lagi, sambung Hadijana, masyarakat bisa memberikan dukungannya kepada tim Merah Putih yang bertanding di Piala Dunia usia-20 mendatang.

“Kita ingin semua masyarakat di Kecamatan Cijeruk tahu, kalau Kabupaten Bogor, bakal jadi tuan rumah penyelenggaran pertandingan sepakbola Piala Dunia usia-20. Maka, kita pasang baligo, sebagai media informasi kita kepada masyarakat,” pungkasnya.  

Asep Syahmid

Sambut Baik Pelatihan Kepemimpinan, Pandeglang Harapkan Tambah Penyuluh Untuk Dukung Kostratani

0

Pandeglang, Jurnal Inspirasi

Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Bagi Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mendukung Kostratan  yang dihelat Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinabn Pertanian (PPMKP), disambut baik Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Budi S Januardi.

“Materi pelatihan memuat bagaimana menggerakkan kepemimpinan bagi penyuluh untuk diterapkan mengelola BPP dan diajarkan ke kelompok tani, menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Sehingga tidak fokus hanya pada budidaya saja, tapi bagaimana dari hulu sampai hilir, “ ujarnya di Gedung Yayasan Baitul Hamdi Kecamatan Menes, Selasa (3/3).

Menurutnya kurikulum pelatihan  sangat tepat dan selaras dengan kondisi di Pandeglang yang memiliki keunggulan komparatif di segala komoditas. Namun Budi menyayangkan keunggulan tersebut  nilai tambahnya belum bisa dinikmati petani.  Ia mencontohkan Pandeglang  sebagai pemasok talas beneng.

“Petani menanam dan memasok talas beneng bahan baku pembuatan kue terkenal dari Bogor, hanya menanam jadi  nilai tambahnya tidak untuk mereka, padahal  kalau mogok sehari saja tidak memasok, gak akan produksi kue bolunya, “ tuturnya.

Kepada 40 Kepala BPP se Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, ia berpesan agar selalu mengupdate pengetahuan dan selalu belajar memahami hal – hal teknis di lapangan, serta meningkatkan kemampuan manajerial melalui pelatihan dengan cara mengikutinya dengan tekun dan serius agar bisa diaplikasikan dan ditransfer kepada petani.

Terkait dengan program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratan), ia menegaskan, berkurangnya jumlah penyuluh pertanian dan kondisi bangunan BPP yang banyak sudah tidak layak menjadi persoalan yang harus  mendapat perhatian.

“Ada 339 desa di Kabupaten Pandeglang, sementara penyuluh jumlahnya terus berkurang. Jika kondisi ini dibiarkan maka penyuluh akan menjadi makhluk langka, padahal mereka dibutuhkan untuk  menggerakkan sumberdaya pertanian mendukung Kostratani, “ ujar Budi.

Di era 4.0 yang serba digital dikatakan Budi, dibutuhkan sumberdaya yang memadai untuk mencapai satu desa satu penyuluh. Ia berharap pada perekrutan SDM yang akan datang pemerintah pusat dapat menambah kuota khususnya untuk Kabupaten Pandeglang.

RG/PPMKP

Disdik Bakal Terapkan Rapor Elektronik

0

Caringin, Jurnal Inspirasi

Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor akan menerapkan rapor elektronik (e-rapor) di jenjang sekolah menengah pertama (SMP) mulai tahun ajaran 2020/2021. Bahkan ditarget seluruh SMP, baik negeri maupun swasta memakai e-rapor pada 2021 mendatang.

“Tahun ini (e-rapor) digarap di 88 SMP negeri. Tahun berikutnya (2021) menyasar di semua SMP negeri dan swasta,” ungkap Kasi Kurikulum dan Penilaian Disdik Kabupaten Bogor, Rony Kusmaya disela workshop e-rapor yang ditujukan bagi wali kelas SMP di Hotel Grand Pesona, Cimande, Kecamatan Caringin, Rabu (4/3).

Dijelaskan, e-rapor efektif untuk memantau dan meningkatkan integritas sekolah. Guru maupun siswa tidak mungkin memanipulasi nilai untuk kepentingan tertentu. Dengan kata lain, penerapan e-rapor ini bertujuan ingin lebih menanamkan integritas kepada para guru dalam memberikan penilaian hasil belajar siswa di kelas.

Terlebih saat ini pembelajaran sudah dilaksanakan dengan sistem digital menggunakan laptop, komputer dan perangkat lainnya. Termasuk pelaporan situasi di sekolah, melalui data pokok pendidikan (dapodik).

“E-rapor sebetulnya sudah diterapkan sejak 2018. Namun di Kabupaten Bogor, guru yang menjadi wali kelas belum siap. Sebab 70 persen sekolah, khususnya negeri masih mengandalkan operator, bukan wali kelas,” kata Rony.

Karena itu, lanjut dia, melalui workshop ini, supaya para guru terbiasa dengan era digitalisasi dan mengaplikasika e-rapor. “Nanti juga Disdik akan membentuk sekolah digital,” ucapnya.

Kadisdik Kabupaten Bogor, Entis Sutisna melanjutkan, penerapan e-rapor diharapkan sesuai target. “Kita coba dulu di SMP, itu pun sekolah negeri. Selanjutnya bertahap di SMP swasta dan SD,” katanya.

Asep Syahmid

Jalan Sindang Barang Loji Rusak Parah, Aktivitas Pengendara Terganggu

0

Bogor, Jurnal Inspirasi

Ruas Jalan Sindang Barang Loji hingga Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kota Bogor mengalami kerusakan parah. Sudah sepekan tepatnya, Rabu (26/2) hingga Kamis (4/3), jalan di daerah tersebut belum mengalami perbaikan. Diduga kerusakan terjadi akibat volume kendaraan dan curah hujan yang tinggi.

Menurut Mulyawan, petugas keamanan dari SMA Pesat Kota Bogor yang sering mengatur lalu lintas di daerah tersebut, kerusakan di ruas jalan tersebut sering terjadi walau sudah beberapa kali mendapat perbaikan jalan.

“Kalau disini sudah beberapa kali mengalami kerusakan dan perbaikan, tapi tetap saja rusak lagi. Penyebabnya mungkin dari volume kendaraan, curah hujan, atau dari kualitas aspalnya itu sendiri, karena di daerah sini sering hujan dan selalu padat kendaraan,” ujarnya.

Keadaan jalan yang rusak tersebut juga dapat membahayakan pengendara dan penyebrang jalan yang melintas di kawasan tersebut, ditambah volume kendaraan yang selalu padat dapat menambah kemacetan di wilayah tersebut.

“Pengendara motor yang melintas kan kadang menghindari lubang – lubang tersebut sehingga dapat membahayakan pengendara lain, orang – orang yang ingin menyebrang jalan juga harus berhati – hati karena bisa tersandung aspal – aspal yang bolong,” tambahnya.

Kerusakan jalan terlihat mulai dari jalanan di sekitar SPBU Sindang Barang Loji hingga ke daerah persimpangan Laladon, Jalan Letjen Ibrahim Adjie. Hingga saat ini Pemerintah Kota Bogor belum memperbaiki jalan di daerah tersebut.

Menurut Ridwan sebagai seorang pengendara yang sering melintasi daerah tersebut, kondisi jalan seperti itu mengganggu aktivitasnya. Selain membuat pengendara harus ekstra hati – hati karena jalan rusak, di daerah tersebut juga sering mengalami kemacetan.

“Kondisi jalan tersebut menghambat aktivitas dan kenyamanan berkendara. Jalanan disitu membuat pengendara motor harus berhati – hati karena jika menghantam lubang dapat mengakibatkan pengendara motor kehilangan keseimbangan,” ujarnya.

Padatnya volume kendaraan di daerah tersebut juga menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan jalan dan mengurangi kenyamanan berkendara. Hingga saat ini belum ada solusi dari Pemerintah Kota Bogor untuk daerah tersebut agar tidak sering mengalami kerusakan ruas jalan.

“Saya sih berharap dari Pemerintah Kota Bogor memberikan solusi untuk jalan di daerah sini, karena disini selalu mengalami kerusakan jalan padahal sudah beberapa kali dilakukan penambalan pada aspal yang rusak tetap saja rusak lagi, ditambah kemacetan yang selalu terjadi saat pagi dan sore,” tambahnya.

Selain kendaraan roda dua dan empat, daerah tersebut juga sering dilintasi oleh bus pariwisata dan truk – truk pengangkut kelapa sawit pada malam hari yang membuat pengendara lain juga perlu ekstra hati – hati di malam hari karena selain kerusakan jalan juga terdapat banyak kendaraan besar yang melintas.

Mochamad Iman Fajar Subqhi | MG

Stop Panic Buying

0

Bogor, Jurnal Inspirasi

Wabah virus Corvid-19 atau Corona yang mulai menyerang Indonesia, cukup membuat panik masyarakat. Hal itu terbukti dari langkanya masker dan hand sanitizer (pembersih tangan antiseptic) di pasaran sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa ada dua warga Depok yang positif Corona pada Senin (2/3).

Berdasarkan penelusuran wartawan koran ini, di apotik dan minimarket di kawasan Bogor Utara serta Timur, sudah kehabisan stok masker maupun hand sanitizer. Pada salah satu apotik di bilangan Jalan Bangbarung, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, bahkan memasang tulisan bahwa stok kedua barang tersebut habis. “Sudah habis mas dari Senin (2/3) sore. Stoknya belum datang lagi,” kata salah satu pegawai apotik.

Begitupun ketika Jurnal Bogor menyambangi minimarket kawasan Jalan Pandu Raya. “Habis (masker dan hand sanitzer) dari kemarin,” ucap salah seorang kasir minimarket. Fenomena serupa pun terjadi di minimarket yang berlokasi di bilangan Bantarkemang, Kecamatan Bogor Timur. “Stoknya sudah habis, banyak juga orang yang nyari soal itu,” kata salah seorang pegawai, Lina.

Sementara berdasarkan hasil penelusuran di marketplace online, harga masker mulai meroket yang tadinya Rp25 ribu per box dengan isi 50 buah, kini dibanderol mulai Rp150 ribu hingga Rp380 ribu per box. Begitupun dengan harga hand sanitizer yang mulanya Rp70 ribu untuk ukuran 500 milimeter. Kini dapat mencapai Rp130 ribu hingga Rp145 ribu per kemasan.

Hal itupun membuat Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PDI Perjuangan, Atty Somaddikarya angkat bicara. Menurutnya, segala bentuk penimbunan barang yang merupakan kebutuhan sehingga menyebabkan kepanikan di masyarakat adalah sebuah kejahatan. “Aparat penegak hukum harus bergerak menyelidikinya. Apalagi penimbunan barang dilakukan untuk meraup keuntungan dengan menaikan harga berkali-kali lipat,” ujarnya kepada wartawan.

Selain itu, kata Atty, Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Disperindag) Kota Bogor harus segera turun tangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. “Mesti turun tangan dan menjamin kebutuhan soal masker dan sabun cuci tangan antiseptic terpenuhi, dan tidam terjadi gejolak,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini.

Pemerintah, sambung Atty, wajib mengimbau masyarakat agar tak berduyun-duyun menimbun kedua barang itu, dan menstok bahan makanan. “Jangan sampai di Bogor ada fenomena panic buying. Sebab, bila terjadi kelangkaan, masyarakat juga yang dirugikan,” katanya.

Atty menyatakan, masyarakat wajib waspada terhadap potensi penyebaran virus Corvid-19. Namun tidak boleh terlalu panik sehingga membuat gaduh dengan melakukan penimbunan yang menyebabkan kelangkaan barang.

“Kalau ingin memakai masker di tempat ramai nggak apa-apa. Tapi yang paling penting membiasakan perilaku hidup sehat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Atty juga mengimbau agar masyarakat segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala demam, batuk dan tenggorokan sakit. “Segera periksakan ke dokter, agar dapat segera diketahui penyebab sakit. Ini adalah bentuk kewaspadaan kita,” paparnya.

Dalam kesempatan berbeda, Anggota Komisi IV DPRD, Saeful Bakhri mengatakan, pemerintah harus melakukan antisipasi terhadap merebaknya virus tersebut. “Tiap puskesmas harus memberikan penyuluhan agar masyarakat tak panik,” katanya.

Selain itu, Disperindag pun harus mengontrol soal ketersediaan masker dan sabun cuci tangan antiseptic. “Ini kan sudah jadi kekhawatiran masyarakat. Mesti ada langkah antisipasi,” katanya.

Saeful juga meminta agar masyarakat tak panik dengan melakukan aksi borong masker dan hand sanitizer.

Terpisah, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengimbau masyarakat Kota Bogor menyikapi penyebaran virus Corona dengan proposional dan tidak berlebihan. Namun, tetap memprioritaskan kewaspadaan dan kesiagaan.

“Lurah, Camat, Puskesmas harus siaga semua memonitor setiap laporan warga. Jadi pasien yang datang pasien yang ngeluh itu disikapi dengan waspada tinggi. Bgitu panas, begitu batuk protap berjalan,” katanya.

Ia juga meminta Dinas Kesehatab untuk melakukan pengecekan kesiapsiagaan secara rutin. Kata Bima, apabila ada warga yang terindikasi Corvid-19, tidak boleh datang sendiri untuk memeriksakan diri. “Harus dijemput, dan dikoordinasikan. Ada gugus tugas khusus ada hotline ada layanan gawat darurat dari Dinkes. Di Bogor memang tak ada rumah sakit rujukan Corona. Tetapi untuk observasi disiapkan di setiap rumah sakit dengan protap aturan dari Dinkes,” ucapnya.

Kata dia, pola hidup sehat cuci tangan dan menjaga kebersihan merupakan langkah untuk mencegah virus masuk ke dalam tubuh.

Fredy Kristianto

Pejabat di DPKPP Kena OTT

0

Cibinong, Jurnal Inspirasi

Polisi Resort (Polres) Bogor Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Permukiman, Kawasan Perumahan dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Selasa (3/3). Polisi sempat menutup akses masuk kantor DPKPP karena sedang melakukan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku OTT.

Sedikitnya 8 anggota Reskrim Polres Bogor berpakaian preman mengamankan tiga Aparatur Negeril Sipil, seorang warga sipil,  dua dus dokuman, mobil dan satu bungkusan amplop coklat dalam OTT di DPKPP Kabupaten Bogor.

Para terduga yang ditangkap OTT beserta barang bukti mendapatkan pengawalan ketat ketika ingin dimasukan ke dalam mobil untuk dibawa ke Markas Komando (Mako) Polres Bogor.

Seorang terduga pelaku OTT sempat memberikan salam kepada awak media setelah turun dari mobil yang tiba di Mako Polres Bogor. “Assalamualaikum,” kata pria berbaju ASN itu 

Sementara itu, pihak Kepolisian masih enggan memberikan keterangan resmi akan adanya OTT di kantor DPKPP tersebut.

Kasat Reskirm Polres Bogor, AKP Benny Cahyadi mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap para ASN yang dibawa ke Polres Bogor. “Nanti ya, kami masih melakukan pemeriksaan. Kalau sekarang belum bisa ada keterangan apa-apa, nanti ya,” kata AKP Benny.

Noverando H

Jangan Anggap Enteng Soal Virus Corona

0

Megamendung, Jurnal Inspirasi

Penyebaran Virus Corona saat ini sudah menjadi persoalan global dan bukan lagi persoalan nasional, terlebih bagi regional daerah, sehingga masyarakat harus berhati – hati dan tidak menjadikannya sebagai sesuatu yang dianggap enteng. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, usai meresmikan Mushola Nurul Fadli di SMPN 1 Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Selasa (3/3).

“Kita tidak boleh menganggap enteng, tapi kita juga tidak boleh terlalu panik. Yang paling penting setiap warga masyarakat harus dapat menjaga diri masing – masing. Misalnya sering mencuci tangan dengan disinpektan serta memakai masker, sebab penyebaran virus corona ini bisa lebih cepat,” ujarnya.

Selain mendorong pemerintah untuk melakukan penanganan terhadap penyebaran virus corona, anggota DPR RI itu juga mempertanyakan mengenai apa yang menjadi rencana protokol dan kesiapan mitigasi.

“Saya ini salah satu yang mendorong pemerintah untuk segera melakukan penanganan cepat, agar jika ada yang terkena virus corona bisa segera di isolasi, sehingga tidak menyebar ke yang lainnya,” jelas Fadli.

Tidak hanya itu, anggota Komisi I DPR Fraksi Gerindra ini juga mengungkapkan, seharusnya pemerintah bergerak cepat dalam menutup jalur penerbangan sementara dari dan menuju ke China untuk sementara. Sebab, di negara – negara lain melakukan hal sama.

“Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, apalagi selama ini yang menjadi sorotan kan negara RRC. Namun demikian, jika kita punya mekanisme alat pendeteksi lengkap dari airport dan diperketat keamanannya tidak perlu khawatir,” terangnya.

Terkait larangan ibadah umroh sementara bagi warga dunia yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi, kata Fadli harus dapat dipahami bersama. Mengingat apa yang dilakukannya itu bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona.

 “Pemerintah Arab Saudi mengikuti perkembangan, jadi kebijakan penghentian ibadah umroh harus bisa dipahami, dan itu sifatnya kan hanya sementara sebagai dari upaya antisipasi maraknya penyebaran virus corona, tinggal bagaimana dan sampai kapan kebijakannya itu berlaku,” tukasnya.

Dede Suhendar

Isolasi RSUD Dijadikan Inkubasi Covid-19

0

Cibinong, Jurnal Inspirasi

Guna mengantisipasi adanya pasien yang terjangkit virus corana, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor akan memanfaatkan ruang isolasi penyakit menular di empat rumah sakit umum daerah (RSUD) menjadi ruang inkubasi pasien terjangkit covid-19.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, pihaknya telah sedia payung sebelum hujan menghadapi penyakit menular yang melanda internasional.

“Kami memang belum punya ruangan inkubasi pasien yang terjangkit virus corona, paling kami akan memanfaatkan ruang isolasi penyakit menular,” ujar Ade Yasin kepada Wartawan, Selasa (3/3).

Ia menjelaskan, guna penangganan penyebaran virus corona itu Pemkab Bogor berfungsi sebagai pendeteksi dini. Jika pasien tersebut positif terjangkit virus corona, maka pihaknya akan merujuk ke Rumah Saki Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Suroso Jakarta.

“Dinas Kesehatan atau RSUD hanya melakukan pendeteksian dini dan inkubasi pasien yang diduga terjangkit virus corona, jika pasien tersebut benar – benar positif terjangkit virus menular tersebut maka akab di rujuk ke RSPI Sulianti Suroso atau rumah sakit rujukan lainnya,” katanya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini menerangkan, dirinya sudah memerintahkan Dinas Kesehatan dan jajarannya untuk geeak cepat menjemput bola bagi pasien yang diduga terjangkit virus corona.

“Dinas Kesehatan jika ada pasien yang diduga terjangkit virus corona itu harus gerak cepat menjemput pasien tersebut, jangan sampai mereka menunggu penyakit virus corona ini menyebar ke yang lainnya dahulu,” tegasnya

Politisi PPP ini juga meminta masyarakat jangan panik, tetap berkegiatan seperti biasa dan ada panic buying memborong masker, bahan baku makanan atau lainnya.

“Saya minta atau imbau agar masyarakat Bumi Tegar Beriman tidak panik apalagi sampai memborong masker, bahan baku makanan dan lainnya hingga mereka tidak melakukan kegiatan di luar rumah. Untuk kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti menonton bola itu masih kami bolehkan,” pintanya.

Sementara itu, Kasi Survailance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Adang Mulyana menjelaskan untuk mencegah masyarakat terjangkit virus corona maka harus melaksanakan pola hidup bersih sehat (PHBS).

“Selain peggunaan masker bagi orang yang sakit atau terjangkit virus corona, cara efektif lainnya agar kami tidak tertulas virus cukup mematikan ini adalah dengan menerapkan PHBS dan menjaga tubuh agar tetap fit agar tubuh kita imun atau bisa melawan virus corona ini,” tandasnya. 

Noverando H

DPRD Akan Bentuk Raker Masjid Baitul Faidzin

0

Cibinong, Jurnal Inspirasi

Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berjanji akan mendorong Komisi III untuk menggelar rapat kerja (Raker) terkait masjid Agung Baitul Faidzin di Komplek Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor yang baru direnovasi dengan menghabiskan uang negara Rp26 miliar, yang telah mengalami kerusakan.


“Saya akan perintahkan komisi III DPRD Kabupaten Bogor untuk rapat kerja membahas renovasi Masjid Baitul Faidzin ini,” tegas wakil ketua II DPRD Kabupaten Bogor, Wawan Haikal Kurdi saat dihubungi Wartawan, Selasa (3/3).

Ia mengatakan, sejak jebolnya atap atau plafon masjid kebanggaan warga Kabupaten Bogor itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) seharusnya langsung lakukan pemanggilan pihak ketiga sebagai pelaksana pengerjaan renovasi tempat ibadah bagi umar muslim tersebut.

“Harusnya, Dinas PUPR Kabupaten Bogor harus segera memanggil pihak ketiga,” katanya.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu menambahkan, Dinas PUPR Kabupaten Bogor selain memanggil diminta harus memanggil ketiga sebagai pelaksana pengerjaan renovasi Masjid Baitul Faidzin itu, juga instansi itu dapat memanggil konsultan pengawas.

“Kalau itu tidak dijalankan atau tidak bisa dilakukan Dinas PUPR Kabupaten Bogor, maka saya akan perintahkan Komisi III untuk rapat kerja,” ungkapnya.

Terpisah, Inspektur pada Inspektorat Kabupaten Bogor, Benny Delyuzar menerangkan, bahwa proyek masjid yang berada di dekat kantornya itu menjadi temuan Badan Pemerikas Keuangan (BPK).

“Itu ada temuan BPK untuk mengembalikan karena ada lebih bayar akibat kurang volume. Temuan itu pada Tahun 2019 lalu,” ungkap Benny.

Lebih lanjut mantan Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kabupaten Bogor ini memaparkan, pihaknya belum menegetahui pasti proses lanjutan temuan tersebut.

“Kalau mau tahu pastinya, silahkan tanya ke Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek itu. Kegiatan itu ada di Dinas PUPR,” paparnya.

Sebelumnya, baru setahun usianya, plafon masjid agung Baitul Faidzin di Komplek Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor sudah rusak. 

Padahal, bangunan yang dibangun dari APBD Kabupaten Bogor sebesar Rp26 miliar ini baru selesai direnovasi pada 2019 lalu. n Noverando H