27 C
Bogor
Saturday, May 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1698

CFC di Rumah Sakit Dianggap Rugikan Pedagang Kecil

0

Leuwiliang, Jurnal Inspirasi

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Demokrat Ruhiyat Sujana menyoroti keberadaan rumah makan siap saji CFC yang berada di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang. Musababnya, bakal menutup penghasilan pada pedagang yang diluar.

“Kalau secara regulasi dibolehkan, tapi kita lihat kepentingan keberadaan CFC apakah sudah memenuhi syarat atau belum. Jangan sampai ini dijadikan sebagai bisnis semata, dan juga merugikan masyarakat (pedangan sekitar yang sudah puluhan tahun Berdagang,” kata Ruhiyat kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Ruhiyat juga menegaskan, keberadaan CFC jelas menutup ruang penghasilan para pedagang. Karena ini soal keperpihakan dan ternyata Direksi RSUD Leuwiliang lebih berpihak kepada pengusaha besar dibandingkan warung mayarakat lokal. “Ini kan keblinger padahal sudah jelas keberadaan RSUD bisa meningkatkan perekonomian pedagang kecil tapi malah mempersempit ruang usaha mereka,” tegasnya.

Bahkan, dalam waktu dekat pihak Komisi 4 akan memanggil Direksi RSUD Leuwiliang untuk mempertanyakan keberadaan CFC di lingkungan rumah sakit. “Yang namanya rumah sakit kan domain terbesarnya pelayanan, makanya perlu dilihat dulu apakah pelayanan sudah maksimal atau belum,” ucapnya.

Dirinya berharap ada solusi yang dijadikan sebagai rujukan tentang pembukaan usaha di lingkungan rumah sakit karena akan banyak keluhan dari pedagang diluar. “Saya ingin pelayanan dulu dimaksimalkan tanpa mengesampingkan hal lain, dan perlu dilakukan pengecekan mengenai perizinannya CFC juga,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Adminitrasi RSUD Leuwiliang Inlaurizen menuturkan, bahwa pembangunan rumah makan siap saji sudah sesuai dengan prosedur karena melakukan kerjasama dengan rumah sakit. “Boleh saja, kan kita Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) usaha untuk operasional rumah sakit dengan mou serta bersertifikat juga boleh,” pungkasnya.

Cepi Kurniawan

Rumdin Ciawi Diduga Digunakan Menginap Dosen

0

Ciawi, Jurnal Inspirasi

Rumah dinas (rumdin) Camat Ciawi, Kabupaten Bogor, Agus Hasan Slamet, tidak ubahnya seperti penginapan. Sebab, rumdin yang dibangun pada tahun 2016 menggunakan duit rakyat melalui anggaran pengeluaran belanja daerah (APBD) Kabupaten Bogor  sebesar Rp4.704.787.000, diduga setiap malam selalu digunakan orang lain.

Salah seorang pegawai Kecamatan Ciawi yang namanya tidak mau disebutkan membenarkan jika rumdin camat selalu digunakan orang lain. “Kata camat sih saudaranya dan seorang dosen,” ujarnya kepada wartawan.

Pegawai kecamatan lain pun sambil diliputi rasa takut mengatakan, selama ini rumdin jarang digunakan camat untuk tinggal atau menginap. Sehingga, kunci rumdin diberikan kepada saudaranya tersebut.

“Jadi setiap malam memang ada yang nempatin rumdin,” ungkapnya singkat.

Sementara, Ujang Ka’mun, tokoh di Kecamatan Ciawi mempertanyakan aturan penggunaan fasilitas negara tersebut.  “Aturannya diperbolehkan apa tidak?,” paparnya.

Ia sangat menyayangkan apabila dalam memanfaatkan fasilitas negara itu, melabrak aturan. Terlebih untuk membangun rumdin dan kantor kecamatan serta mushola di lingkungan pemerintahan Ciawi ini, menghabiskan uang miliaran rupiah.  “Informasinya dosen juga pegang kunci rumdin. Jadi bukan rumah dinas camat lagi, tapi rumah penginapan dosen,” imbuh Ujang Ka’mun.

Hingga saat ini, belum ada komentar dari Camat Ciawi, Agus Hasan Slamet terkait rumdin yang digunakan dosen tersebut. Dede Suhendar

Parung Berinovasi dengan Mami Papi

0

Parung, Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kecamatan Parung melakukan terobosan dengan inovasi yang sederhana tapi dekat dengan masyarakat. Salah satunya dengan menghadirkan produk UMKM di dalam ruang pelayanan yang diberi nama Mami Papi (mall mini pelayanan publik). Pelayanan itu sendiri sudah berjalan dua bulan yang lalu.

Mungkin tidak semua Kecamatan, bahkan hanya Kecamatan Parung yang memiliki pelayanan publik dari pembayaran pajak bermotor sampai pembuatan NPWP di lingkungannya. Bahkan, kehadiran produk UMKM pun memberikan nilai lebih sehingga para pelaku UMKM lebih mudah memasarkan produk dagangannya.

“Saya memperhatikan masyarakat di Parung itu perlu pelayanan lebih baik, oleh sebab itu saya mengakomodir beberapa dinas dan menyediakan tempat pelayanan publik, yakni ada pajak bermotor, KPP pratama, pajak bangunan, pelayanan kependudukan dan pelayanan PATEN,” kata Camat Parung Yudi Santoso kepada wartawan, kemarin.

Yudi juga menjelaskan, dalam pelayanan ingin memberikan pelayanan maksimal, dan pihak Kecamatan pun mengundang usaha kecil di wilayah Parung untuk mempromosikan produk dagangannya. “Tidak sepeser pun kami meminta biaya sewa baik ke UMKM, yang terpenting kita mampu memberikan pelayanan ke masyarakat lebih maksimal,” ujarnya.

Ketika ditanyai keberadaan dagangan UMKM, Yudi menambahkan, bahwa di beberapa kota besar sudah ada ada mall pelayanan publik, tapi disini mengundang langsung UMKM kesini untuk mempermudah pemasarannya. “Kita beri nama Mami Papi, kalau di Kota Bogor kan adanya di Mall Pelayanan Publik, tapi kita sebaliknya mengundang pelaku UMKM langsung ke kecamatan,” tambahnya.

Cepi Kurniawan

Para Pedagang Minta Bupati Turun Tangan

0

Leuwiliang, Jurnal Inspirasi

Jalan Lingkar Pasar Leuwiliang hingga kini tak kunjung dibangun, Kondisi ini membuat sejumlah pedagang Pasar Leuwiliang meminta Bupati Bogor untuk turun tangan  lantaran jalan menuju jalur pasar itu mengalami kerusakan sudah belasan tahun dan saat ini masih belum jelas statusnya. Terlebih, PD Pasar Tohaga Leuwiliang dengan  UPT PUPR  wilayah V Leuwiliang tidak memberikan kepastian kapan jalan tersebut akan dibangun.

Ketua Paguyuban Pasar Leuwiliang  H. Tobang meminta Bupati Bogor Ade Yasin untuk turun langsung  guna menyesaikan permasalahan Jalan Lingkar Leuwiliang yang hingga kini belum juga dibangun. “Sudah 15 tahun kondisi jalan itu dibiarkan rusak dan tak pernah dibangun,” katanya kepada Jurnal Bogor, Rabu (4/3).

Padahal, lanjut H. Tobang mengatakan, 10  tahun kebelakang jalan itu pernah dibangun oleh PD Pasar. “Nah pertanyaannya kenapa sekarang tidak bisa?,” tanya H Tobang heran.

Menurutnya, sekarang begini PD Pasar atau BUMD itu milik Pemda kenapa sih sulit amat.” Pemerintah ngambil uang dari sini, tolong dong inikan salah satu hak masyarakat  menuntut  untuk kepentingan umat bahwa jalan mesti segera dibangun. Ia menuturkan, kerusakan jalan lingkar pasar sepanjang sekira 250 meter,” ujar, H Tobang.

“Gak usah minta ke APBN cukup dibangun pakai anggaran APBD Kabupaten Bogor. Kan APBD sangat besar masa tidak mampu  untuk bangun jalan itu saja,” paparnya.

Terpisah, Kepala Unit PD Pasar Leuwiliang, Aldino Novianto, mengaku bahwa sampai saat ini status tanah Jalan Lingkar Pasar Leuwiliang  belum ada pembahasan secara kongrit. Menurut dia, PD pasar berdiri pada tahun 2007 dan  sebelumnya dinas. “Sebelum ada disini itu sudah masuk radar kita masalah akses dari pintu belakang  lewat jalan itu kemudian sekitar 2008, 2009 kami menayakan perihal itu.

Status jalan, kaerna saat itu tidak ada tanggapan yang kongkrit, kami pernah swadaya sendiri  PD pasar  mengaspal jalan itu,” ucap Aldino.

Tetapi kata dia, PD Pasar, UPT PUPR dan Pemerintah Desa Leuwiliang pada Maret ini akan duduk bareng mencoba untuk  menyelesaikan permasalahan keberadaan Jalan lingkar leuwiliang. ” Nanti kami siapkan data  rinciannya agar semua ada kejelasan keberadaan status jalan tersebut,” pungkasnya.

Arip Ekon

Sumbangsih Indocement untuk Desa Binaan, Pelaku UMKM Dilatih Kelola Uang

0

Citeureup, Jurnal Inspirasi

Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari 12 desa binaan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk, Rabu (04/03) mendapatkan ilmu baru dalam pengelolaan keuangan. Hebatnya lagi, ilmu yang diberikan kepada pelaku UMKM itu disampaikan bukan orang sembarangan, tapi seorang ahli dari Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (UI).

“Pelatihan pengelolaan keuangan, termasuk penyusulan laporan pendapatan dan pengeluaran sangat dibutuhkan pelaku UMKM. Itulah yang melatarbelakangi perusahaan menggelar pelatihan,” kata CSR Division Manager PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk Sahat Panggabean, kemarin.

Sahat, dalam keterangan tertulisnya kepada Jurnal Bogor mengatakan, pelatihan itu diikuti 30 pelaku UMKM dari 12 desa binaan berlokasi di Pusat Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Hambalang, Kecamatan Citeureup. “Narasumber yang kita hadirkan Director Department of Accounting  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Dr. Ancella A. Hermawan,” ujarnya.

Sahat berharap, melalui pelatihan pengelolaan keuangan, 30 pelaku UMKM dari 12 desa binaan perusahaan usahanya makin maju, karena dengan memiliki kemampuan dalam menyusun laporan keuangan, mereka bisa melihat perkembangan usaha yang dijalankannya.

“Perusahaan pun berharap, ilmu pengelolaan keuangan yang didapatkan 30 pelaku UMKM ditularkan kepada rekan-rekan sejawatnya, agar mereka ikut maju dan tumbuh pengusaha sukses yang menjadi penopang ekonomi Indonesia,” katanya.

Pelaku UMKM yang ikut pelatihan, kata Sahat, jenis usahanya beraneka macam, sebagian besar perajin sampai pelaku usaha kuliner. Materi  pelatihan yakni pengenalan dan pembuatan laporan keuangan. “Kalau pelaku UMKM paham membuat laporan keuangan, akses untuk mendapatkan pinjaman atau kredit dari perbankan akan lebih mudah,” tutupnya. Mochamad Yusuf

UPT Irigasi Mulai Serius Tanggapi Dugaan Penyempitan Kali Cicaung

0

Nanggung, Jurnal Inspirasi

Dugaan penyempitan  lahan pengairan bantaran Kali Cicaung di Kampung Babakan Cipetir RT 02 RW 07, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung  yang mengundang perhatian dan menimbulkan banyak pertanyaan warga sekitar ditanggapi serius pihak kepala UPT irigasi kelas A wilayah V Jasinga Handri Sukmawijayaguna. Melalui pesan singkat WhatsApp mengatakan, siang ini personil UPT Irigasi wilayah  V Jasinga langsung mengecek kokasi apakah apakah bantaran Kali Cicaung itu masuk ke UPT IV Leuwiliang  atau wilayah V Jasinga.

Meski sempat terputus dan beberapa pertanyaan pun dilayangkan.” Maaf handphone saya tinggal 14 persen, sebentar lagi mati,” tukasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Camat Nanggung Hary Suharsono secepatnya bakal mengecek keberadaan informasinya adanya penyempitan di Kali Cicaung.”Permasalahan ini agar menjadi terang benderang dan tidak menimbulkan kecurigaan warga dan kami akan perintahkan Kasi Ekbang kemudian koordinasi dengan UPT pengairan untuk dilakukan pengukuran ulang diaeral  lahan Kali Cicaung  tersebut,” paparnya.

“Karena kami tugas di Kecamatan Nanggung terbilang masih baru,  tetapi akan  diupayakan untuk dicek lokasi untuk memerintahkan kasi Ekbang dan koordinasi dengan UPT Pengairan,” tukasnya.

Arip Ekon

Pemdes Ciaruteun Udik Gelar Musdus

0

Cibungbulang, Jurnal Inspirasi

Demi membuka transparansi terhadap publik, Pemerintah  Desa Ciaruteun Udik melaksanakan  musyawarah dusun (musdus) beserta perangkat desa dan masyarakat dengan tajuk “Dalam rangka rencana pelaksanaan pembangunan tahun anggaran 2020”. Kegiatan itu sendiri dilaksanakan di aula kantor Desa Ciaruteun udik, Kecamatan Cibungbulang, Rabu (4/3).

“Sebelum adanya pembangunan di wilayah Desa Ciaruteun Udik. Pemdes melaksanakan Musdus dahulu. Karena ini penting agar masyarakat tahu wilayah dan mana saja yang akan dibangun untuk tingkat RT dan RW. Untuk pembahasan terkait anggaran pembangunan 4 titik di desa Ciaruteun Udik dan juga sedikit penjelasan terkait pajak, ” kata Kepala Desa Ciaruteun Udik Thajudin kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Thajudin menjelaskan, Musdus ini sangat penting dilaksanakan selain soal pembangunan dan pajak. Juga pemaparan pencegahan stunting juga perlu disampaikan. “Jadi bukan soal pembangunan tapi soal pajak dan kesehatan serta pemberdayaan masyarakat juga dipaparkan dalam musdus ini,” katanya.

Ia menyebutkan lebih lanjut untuk titik pembangunan tahun 2020 ini ada 4 titik yang akan dikerjakan kampung Cibeureum RT 01, RW 04 pembangunan turap tersier, Kamlung Cimanggu 2 RT 04 RW 01 pembangunan TPT jalan dan Kampung Cimanggu 3 RT 01 RW 02/06 pembangunan TPT jalan. “Serat titik keempat itu di Kampung Cigola RT 01, 02 RW 03 pembangunan TPT sungai Cidadap,” jelasnya.

Salah satu tokoh masyarakat kampung Cimanggu 1 RT 03 RW 06  Bisri Sharudin, mengapresiasi pembangunan di Desa Ciaruteun Udik banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. “Alhamdulillah di Desa Ciaruteun Udik banyak kemajuan, pembangunan ini sangat terbantu sekali dan saya sangat antusias untuk kegiatan ini karena pengajuan yang di wilayah kami Sekarang terealisasi dengan TPT jalan,” ujarnya.

Cepi Kurniawan

Tiga Cabor Baru Perkuat Kontingen Popda Kota Bogor

0
Herry Karnadi

Bogor, Jurnal  Inspirasi  

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor memastikan, akan mengikutsertakan tiga cabang olahraga baru untuk memperkuat Kontingen ‘Kota Hujan’ pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XIII Jawa Barat 2020, yang akan digelar di Kota Bandung, 24 hingga 30 Agustus mendatang. Hal itu ditegaskan Kadispora Kota Bogor, Herry Karnadi, Rabu (4/3).

“Popda tahun 2020 kali ini, ada tiga cabang olahraga baru yang masuk dalam Kontingen Kota Bogor. Adapun tiga cabor tersebut, di antaranya panjat tebing, kempo, dan cabor handball,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa selain ada tiga cabor baru yang masuk dalam kekuatan Kontingen ‘Kota Hujan’ di pentas olahraga antar pelajar dua tahunan di ‘Tanah Pasundan’ ini, 12 cabor lainnya juga akan memperkuat Kota Bogor, seperti cabor angkat besi, atletik, basket putra, bulu tangkis, judo, karate, panahan, pencak silat, renang, taekwondo, tarung derajat, dan cabor tinju.

“Total cabor yang memperkuat Kota Bogor di ajang Popda 2020, sebanyak 15 cabang olahraga, dan untuk mekanisme selanjutnya, bidang prestasi Dispora sedang melakukan verifikasi untuk data-data atlet pelajar, maupun pelatih yang akan diturunkan pada Popda nanti,” tegasnya.

Herry menambahkan, kalau target Kota Bogor pada Popda 2020, tentunya prestasi yang terbaik. Apalagi Popda kali ini, merupakan ajang pembuktian bagi Dispora Kota Bogor, untuk bisa mempersembahkan prestasi yang terbaik dari pentas olahraga antar pelajar di ‘Jawa Barat’.

‘Kita ingin yang terbaik tentunya. Maka dari itu sekarang ini tim dari bidang prestasi Dispora Kota Bogor, sedang memverifikasi semua data atlet yang masuk dari 15 cabang olahraga yang akan memperkuat Kontingen Kota Bogor di ajang Popda 2020. Setelah itu, baru masuk tahap seleksi, karena kita ingin atlet yang bertanding nanti, benar-benar atlet yang siap untuk mempersembahkan medali untuk Kontingen Kota Bogor,” pungkasnya.

Asep Syahmid

Popda, Inkai Adalkan Hazel dan Miftahuljanah

0

Bogor, Jurnal Inspirasi  

Perguruan Institut Karate Do Indonesia (Inkai) Kota Bogor, mengandalkan Hazel Ramadhan dan Miftahuljanah, untuk memperkuat tim karate pelajar ‘Kota Hujan’ pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XIII Jawa Barat 2020, yang siap digelar di Kota Bandung, 24 hingga 30 Agustus mendatang. Hal itu ditegaskan langsung Ketua Inkai Kota Bogor, Mardian, Rabu (4/3).

Miftahuljanah

“Perguruan Inkai masih menjagokan kedua tersebut untuk memperkuat tim karate Kota Bogor dipentas olahraga dua tahunan antar pelajar se-Jawa Barat tahun 2020 ini,” ujarnya.

Wanita yang dekat disapa bunda Dian itu menjelaskan, kalau Perguruan Inkai Kota Bogor, bakal mengutus kedua pelajar yang saat ini duduk dibangku kelas 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1, Hazel Ramadhan, dan siswa kelas 7 SMP Negeri 3 Kota Bogor, untuk masuk dalam tim inti karate pelajar ‘Kota Hujan’ di ajang Popda 2020 kali ini.

“Kami akan mengutus dua karateka putra, dan putri kami untuk Kota Bogor. Bahkan, kalau memang untuk nomor beregunya juga dipertandingkan pada Popda 2020 ini, tentunya kami juga mengirimkan nama atlet kami. Karena, kami juga telah menyiapkan atlet untuk kategori beregunya,” tegasnya.

Sejauh ini, andalan Inkai tersebut terus mempersiapkan diri dengan melakoni program latihan. “Untuk kedua nama tersebut, masih terus berlatih. Mengingat, itu semua untuk menjaga performa taneding mereka stabil, sebelum mereka memperkuat tim karate Kota Bogor, pada Popda nanti,” pungkasnya.

Sementara itu, Hazel Ramdhan, yang didampingi orang tuanya Azwar mengatakan, jika putranya tersebut sangat siap memperkuat tim karate pelajar Kota Bogor, ketika memang masuk dalam Kontingen ‘Kota Hujan’ di ajang Popda 2020.

“Insya Allah siap kalau memang nanti masuk dalam skuat karate Kota Bogor, untuk Popda 2020. Bahkan, sekarang ini Hazel juga terus fokus berlatih, meski belum ada event-event resmi yang harus diikutinya. Karena latihan tersebut sangat penting untuk tetap menjaga performanya selalu dalam kondisi terbaik,” kata Azwar.  

Asep Syahmid

Jelang Porda Jabar 2022, Panahan Bidik Tiga Medali Emas

0
Rizal Barnadi

Bogor, Jurnal Inspirasi  

Persiapan terus dilakukan Pengurus Cabang Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Bogor menjelang perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), di Kota Bandung, 24 hingga 30 Agustus mendatang. Kini, sejumlah atlet pelajar terus melakoni program latihan demi mewujudkan target meraih tiga medali emas.

“Tim panahan Kota Bogor, pasti mampu membawa tiga medali emas dari Kota Bandung ke ‘Kota Hujan’ di ajang olahraga antar pelajar dua tahunan di Jawa Barat tahun 2020 nanti,” ujar Ketua Perpani Kota Bogor, Rizal Barnadi beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, jika target tiga medali emas tersebut, nantinya akan diraih nomor nasional, riceup, dan beregu. Karena, Perpani tentunya telah menyiapkan atlet-atlet panahan yang memang sudah siap untuk meraih tiga medali tersebut.

“Kita sudah siapkan beberapa nama atlet pelajar yang siap untuk meraih tiga medali emas dari nomor nasional, riceup, dan beregu tersebut. Hanya saja, untuk saat ini mereka masih tetap fokus berlatih sebelum Popda digelar,” tegasnya.

Untuk nama-nama atlet yang akan diberangkatkan pada Popda 2020 nanti, sambung Rizal, masih akan verifikasi kembali oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor. “Tapi untuk target tiga medali emas tersebut, kami telah menyiapkan atlet palajar terbaik, dan punya pengalaman,” pungkasnya. 

Asep Syahmid