32.1 C
Bogor
Tuesday, April 28, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1666

Wow, Rupiah Tembus Rp16.000

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kini sudah menembus angka Rp16.000. Situasi tersebut tidak luput dari perhatian ekonom senior sekaligus mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli. Melalui akun Twitternya, Rizal menyebut tim ekonomi Presiden Jokowi payah. Hal itu karena sudah diingatkan beberapa tahun yang lalu tapi tidak mendengarkan.

“Rp akhirnya jebol juga Rp16.000/$. Tim ekonomi @jokowi memang payah. Sudah diingetkan potensi krisis sejak 1,5 tahun yll & alternatif2 solusi, keminter & jumawa padahal tidak punya tranck record ‘turn around’ makro ataupun korporasi. Yg ada pembisik2 angin sorga,” tulis Rizal melalui akun Twitternya, @RamliRizal, Kamis (19/3).

Rizal melanjutkan walaupun BI sudah intervensi, rupiah tetap jebol Rp16.000. Dia mengatakan intervensi akan sangat mahal dan nyaris sia-sia bagaikan buang garam kelaut, kecuali ada dukungan kebijakan fiskal dan terobosan sektor riil.

Dia menambahkan rupiah jebol Rp16.000 per dolar AS akan spiral. Karena komponen impor besar untuk kebutuhan dalam negeri, harga-harga kebutuhan rakyat akan naik ditambah panic buying.

“Presiden @jokowi where are you?? Are you there?” tulisnya.

Sementara keterpurukan nilai tukar rupiah dan index IHSG adalah sinyal bahwa investor asing mulai tidak percaya kapada pemerintahan Presiden Joko Widodo, terutama terkait penanganan wabah virus corona (Covid-19). Demikian disampaikan Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima), Sya’roni menanggapi nilai tukar rupiah yang semakin anjlok dan tertekan. “Pemerintah dianggap tidak jujur menyampaikan data Corona ke publik,” ujar Sya’roni, Kamis (19/3).

Contoh konkret, sebut Sya’roni, Arab Saudi lebih awal melarang jemaah umrah dari Indonesia, padahal waktu itu belum ditemukan atau belum diumumkan ada kasus positif corona di Indonesia. Global semakin khawatir atas perluasan dampak virus corona terhadap perekonomian. Pelaku pasar takut untuk mendekat pada aset-aset berisiko, termasuk mata uang.

Di Indonesia, seandainya pun tidak ada Corona, perekonomian nasional diprediksi akan semakin payah. Alasannya, karena pengelolaan yang tidak baik.

Asep Saepudin Sayyev |*

DKI Tiadakan Shalat Jumat, Bogor Masih

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghentikan kegiatan sementara waktu di tempat ibadah, baik masjid, gereja, pura dan wihara. Pasalnya, dari kasus positif virus Corona sebanyak 309 di Indonesia, 210 warga Jakarta. “Kami menyepakati bahwa kegiatan-kegiatan peribadatan yang diselenggarakan secara bersama-sama di rumah-rumah ibadah, kami menyepakati untuk ditunda hingga kondisi memungkinkan,” ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta yang disiarkan melalui streaming akun Facebook Pemprov DKI, Kamis (19/3).

Dalam konferensi pers tersebut, Anies menyebutkan keputusan ini sesuai dengan arahan MUI tentang ibadah dalam situasi wabah CoronaTidak hanya shalat Jumat, untuk misa hari Minggu dan kebaktian bagi umat Kristiani serta kegiatan ibadah Nyepi bagi umat Hindu yang telah diputuskan tidak dilakukan dengan keramaian. Hal ini disebut merupakan tindak lanjut dari meningkatnya penularan Corona di DKI, lebih banyak dari pada daerah lain. Dengan demikian, shalat Jumat hari ini diganti dengan shalat Dzuhur di rumah masing-masing.

Ketua MUI Provinsi DKI Jakarta KH Munahar Muchtar menyampaikan beberapa waktu lalu MUI telah mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19. Fatwa itu sebagai dasar penundaan kegiatan keagamaan yang berpotensi terjadi penularan Covid-19 seperti shalat Jumat.

Terkait hal itu, MUI Provinsi DKI Jakarta juga mengimbau umat Islam, para tokoh, ulama, dan semua warga agar menunda setiap kegiatan yang sifatnya berjamaah, baik di masjid maupun majelis taklim, termasuk di tempat-tempat yang lainnya. Imbauan itu dalam rangka menjaga warga Jakarta agar diselamatkan oleh Allah SWT “Kepada Allah memang dari segala musibah yang ada. Namun, ikhtiar adalah merupakan kewajiban kita. Maka, pemerintah kota DKI Jakarta berharap kepada kita agar supaya kita aman dan selamat dari keadaan yang saat ini sangat mengkhawatirkan,” kata KH Munahar.

Sementara di Bogor berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Dewan Pimpinan MUI Kota Bogor yang ditandatangani Ketua Umum K.H. Muhammad Musthofa Abdullah bin Nuh, LC, shalat Jumat masih dilakukan seperti biasa. Surat edaran ini tertera di grup WhatsApps warga Bogor.

“Tidak meninggalkan kewajiban agama termasuk kewajiban sholat Jum’at sebagaimana mestinya. Tetap melaksanakan sholat berjamaah di masjid atau di musholla sebagaimana biasa sebagai bentuk taqorrub dan tawakkal kepada Allah. Diusahakan untuk melaksanakan qunut Nazilah agar umat terhindar dari bahaya virus ini,” demikian salah satu pernyataannya.

Asep Saepudin Sayyev |*

ASN Kabupaten Kerja di Rumah

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kabupaten Bogor, akhirnya memberlakukan Work From Home kepada semua Aparatur Sipil Negara (ASN). Keputusan bekerja di rumah itu yang dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Nomor : 443/671-TUK tentang penyesuaian sistem kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam upaya penyebaran Corona Virus Disease-19 (COVID-19) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

“SE dikeluarkan untuk menindaklanjuti SE Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Repormasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor  19 Tahun 2020 tentang penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam upaya pencegahan Covid-19 di lingkungan instansi pemerintah daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri serta Surat Edaran Gubernur Jawa Barat,” kata Bupati Ade Yasin, kepada wartawan, Kamis (19/03).

Ade mengatakan ASN dan pegawai non ASN di lingkungan Pemkab Bogor dapat menjalankan tugas kedinasan dengan bekerja di rumah atau Work From Home/WFH) mulai tanggal 19 Maret sampai dengan 31 Maret 2020. Keputusan itu akan dievuluasi sesuai kebutuhan

Namun, keputusan itu kata Ade, tak berlaku bagi ASN yang bertugas di Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, RSUD serta UPT Puskesmas.

“ASN baik non ASN yang bekerja di Sembilan satuan kerja itu tetap menjalankan tugasnya seperti biasa. Bagi yang bekerja di rumah, tetap diwajibkan melaporkan semua tugas atau hasil pekerjaannya kepada masing-masing pimpinan. Format laporan bisa online  termasuk ketika ada penugasan baru dari pimpinan,”katanya.

Ade menegaskan, meski bekerja di rumah, namun hak-hak ASN, seperti tambahan penghasil pegawai (TPP) tetap normal dengan syarat mereka tetap mengerjakan tugas seperti ketika bekerja di kantor.  “TPP akan kita berikan full seperti biasanya,”tutup Ade.

Mochamad Yusuf

Bima: Pencegahan Corona, Anggaran Digeser

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Walikota Bogor Bima Arya menyatakan, pencegahan penyebaran Virus Covid- 19 di Kota Bogor membutuhkan anggaran dan logistik yang cukup untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD), masker, hand sanitizer dan lain sebagainya. “Antisipasi pembangunan tempat isolasi bagi pasien dalam perawatan yang mungkin saja angkanya bisa meningkat jika melihat perkembangan beberapa hari terakhir,” ungkap Bima Arya di kediamannya, Kamis (19/3).

Bima mengatakan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bogor untuk menggeser semua anggaran yang bisa ditunda atau dibatalkan. Instruksi ini tertuang pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang membolehkan pergeseran anggaran untuk kebutuhan mendesak.

“Saya perintahkan seluruh OPD untuk menggeser semua anggaran yang bisa ditunda atau dibatalkan untuk dialokasikan bagi penanggulangan Virus Corona. Anggaran untuk rapat, kunjungan kerja, makan dan minum agar segera digeser untuk penanggulangan Corona.

Pemkot bersama DPRD akan anggarkan juga dari alokasi Biaya Tak Terduga (BTT). Saat ini Dinas Kesehatan dan RSUD tengah lakukan simulasi untuk menghitung perkiraan kebutuhan biaya,” jelasnya. Selain dari APBD, kata Bima, biaya penanggulangan Corona juga akan berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR). “Sejumlah pengusaha sudah nyatakan kesiapannya,” tandasnya.

Rumdin Jadi Crisis Center Bima Arya juga telah menginstruksikan agar Rumah Dinas Walikota Bogor dii Jalan Raya Pajajaran, Bogor Tengah, dijadikan sebagai Crisis Center atau pusat koordinasi dan informasi penanggulangan Covid-19. “Bagi warga yang ingin mengetahui informasi resmi terkait Virus Corona di Kota Bogor bisa diakses di covid19.kotabogor.go.id yang menyuguhkan peta digital jumlah ODP, PDP atau yang positif. Ini sebagai wujud transparansi agar kita semua waspada, jaga-jaga dan jaga jarak untuk sementara waktu agar memutus wabah ini. Hindari keluar rumah apabila tidak ada kebutuhan mendesak,” ujar Bima.

Hingga Kamis, 19 Maret 2020, update data hingga jam 14.00 WIB sebagai berikut: Orang Dalam Pemantauan (ODP) 74 orang dengan 21 orang diantaranya sudah selesai masa inkubasi. Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 6 orang dengan 1 orang diantaranya sudah dinyatakan selesai pemeriksaan dan sehat. Untuk pasien terkonfirmasi positif di Kota Bogor masih nihil.

“ODP ini karena orang-orang yang baru pulang dari luar negeri. Makanya nambah jadi 74 orang. Jadi, sebaiknya memang terus menjaga-jaga dan jaga jarak. Itu pesan saya. Betul-betul di perhatikan instruksi-instruksi yang sudah disebarkan, tidak keluar rumah kecuali sangat-sangat mendesak,” pungkasnya.

Fredy Kristianto

Huntap Belum Juga Dibangun, Amankah Korban Bencana dari Corona?

0

Cigudeg | Jurnal Inspirasi

Progres pembangunan hunian tetap (huntap) yang berada di Kampung Sigoong, Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, tampaknya belum menunjukan aktivitas pengerjaan lahan. Musababnya, titik yang ditunjuk oleh Pemkab Bogor di kebun sawit milik PTPN 8 Cikasungka masih belum ada perubahan.

Dibenarkan Camat Cigudeg, Acep Sajidin bahwa lahan milik PTPN 8 yang akan dibangun Huntap belum dibangun, meskipun Bupati saat itu menargetkan sebelum puasa sudah selesai. “Ia betul  belum ada pelaksanaan. Meskipun luas lahan untuk huntap akan ditambah,” kata Acep.

Acep menambahkan, kasihan juga jika sebelum puasa huntap itu belum selesai. Apalagi saat ini wabah virus Corona (Covid-19) terus meningkat orang yang positif. “Kemungkinan kalau dilihat progresnya saat ini pesimis tidak akan selesai pada bulan puasa. Tapi mudah-mudahan sih bisa selesai, kasihan mereka,” katanya.

Menanggapi hal itu, Direktur Demokrasi Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Yusfitriadi melihat proses pembangunan seharusnya segera dipercepat karena kondisi tinggal di hunian sementara sudah tidak memungkinkan ditambah curah hujan yang tinggi membuat kesehatan tidak terjaga. “Nampaknya ada beberapa faktor yang memberikan kontribusi menjadi terlambatnya proses penyelesaian pembangunan hunian tetap,” katanya

Bahkan, masih kata Yus melihat, koordinasi struktural pemerintahan yang birokratis seperti tidak berjalan. Meskipun, tanggungjawab pembangunan hunian tetap bukan pemerintah daerah saja melainkan pusat dan provinsi ikut andil.

“Saya melihat tidak taktis responnya, sehingga banyak birokrasi yang harus dilalui. Kedua, masalah relokasi juga terkadang tidak mudah bagi masyarakat, tentu banyak pertimbangan yang dipilihkan masyarakat,” cetusnya.

Ia juga menambahkan, masalah tempat relokasi pun sampai saat ini belum ada kejelasan mau dimana tempatnya, meskipun sudah ada lahannya tapi proses pembangunannya belum ada eksennya.

“Kita lihat saja lahannya sudah ada tapi eksennya belum, dan masyarakat masih bertahan di hunian sementara dengan kondisi seadanya, mau sampai kapan mereka bertahan sedangkan bulan puasa sebentar lagi,” kata Yus mengakhiri.

Cepi Kurniawan

Covid-19, Kunjungan Keluarga Napi Ditiadakan

0

Gunung Sindur | Jurnal Inspirasi

Lapas Gunung Sindur melakukan langkah preventif dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Lapas Gunung Sindur dengan  menghentikan sementara kunjungan bagi tahanan dan narapidana. “Langkah itu diambil untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona di lingkungan lapas,”kata Kalapas Gunung Sindur, Mulyadi kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Mulyadi menyampaikan ditiadakan kunjungan bagi tahan itu sampai 28 Maret. Namun jika memang kondisinya makin mengkhawatirkan akan diperpanjang dan Covid-19 makin mewabah maka akan diperpanjang. “Sementara sampai tanggal 28  bisa jadi diperpanjang jika situasi belum membaik,”kata Mulyadi.

Mulyadi mengatakan, langkah preventif itu dilakukan menyusul arahan Plt. Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait langkah preventif merespons kondisi terkini soal penyebaran Covid-19 di Indonesia, khususnya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan), dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) waspada atas Covid-19.

“Lapas, Rutan dan LPKA di seluruh Indonesia sudah mengantisipasi penyebaran Covid, dengan empat langkah, yaitu pencegahan, penanganan, pengendalian dan pemulihan karena status pada Lapas, Rutan dan LPKA sendiri merujuk pada dua zona, yakni  zona kuning dan merah,”pungkasnya.

Cepi Kurniawan

Guru Honor di Cibungbulang Datangi Rumah Siswa

0

Cibungbulang  | Jurnal Inspirasi

Ditengah libur Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah sesuai surat edaran Kemendikbud yang dilanjut oleh Dinas Pendidikan karena dampak pandemi Covid-19. Tentu tak serta Merta membuat siswa libur begitu saja. Mereka belajar dirumah dengan materi pelajaran yang sudah diberikan pada guru.

Seperti di Pemerintah Kabupaten Bogor dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menginstruksikan tenaga pengajar untuk memantau kegiatan tersebut dengan baik.

Hal itu pun dilakukan  Dede (42), seorang guru honor SDN Cemplang 01, Kampung Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang. Ditengah liburnya sekolah, ia melakukan pemantauan dari rumah ke rumah anak didiknya untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tersebut.

“Kami sebagai guru honor tetap melakukan pemantauan kegiatan belajar mengajar dengan home visit door to door, hal ini agar lebih memudahkan proses belajar mengajar tugas yang diberikan walau melalui aplikasi online, karena tak semua orang tua memahaminya karena keterbatasan pengetahuan maka terpaksa saya datang ke rumah siswa demi tercapainya KBM. Semoga dengan sistem ini proses belajar tidak terganggu,” katanya.

Dede menilai, apa yang dilakukannya ini sebagai tugas yang harus dilaksanakan sebagai seorang guru. “Ya mau ga mau yang namanya tugas tetap harus dilaksanakan,” ungkapnya.

Hal senada dilontarkan salah satu orang tua murid, Umas Putra, siswa didik Rizky Nugraha yang beralamat di Kampung Sukamaju, Cemplang RT 06-06. “Ya kalau seperti ini saya sangat setuju, satu sisi lain saya bisa lebih melihat karakter anak saya saat belajar bersama guru ya di rumah, jadi memang benar apa kata slogan pahlawan tanpa tanda jasa,” ujarnya. 

Cepi Kurniawan

Muspika Tanggap Bersihkan Sampah Liar

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Pihak Kecamatan Leuwisadeng beserta petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan sejumlah  Pol PP berikut  pihak TNI dari Koramil  Leuwiliang, ditambah beberapa personil anggota kepolisian dari Mapolsek Leuwiliang turun langsung guna membersihkan sampah sampah liar di jalur nasional, Kampung Kosol, Desa Sadeng, Kamis (19/3).

Plt Camat Leuwisadeng, H. Hendarsah menyatakan, pihak telah menyelesaikan kerja bakti  membersihkan sampah – sampah liar di jalan utama berbatasan  Desa Sadeng dengan Desa Kalong 2.

“Dengan dibantu sejumlah anggota Linmas, Alhamdulillah sampah sampah liar yang berserakan persis dipinggir jalan itu telah dibersihkan,” kata Hendarsah kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Menurutnya, kegiatan kerja bakti membersihkan sampah tidak hanya ditujukan untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga ditujukan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran warga agar tidak membuang sampah di sembarang tempat.

Tak hanya itu, papar Hendarsah, setelah dibersihkan sampah liar tersebut pihaknya langsung memasang plang larangan dengan tidak membuang sampah di sepanjang jalur tersebut.” Iya penanganan sampah ini sengaja kami lakukan karena adanya keluhan masyarakat,” tukasnya.

Maka itu, lanjut Hendarsah, selain dilakukan pemasangan plang larangan pembuangan sampah,  kedepan adakan dibuatnya pos penjagaan di wilayah tersebut dengan melibatkan petugas linmas dan Pol PP.

Dia menyebutkan, kerja bakti dalam penanganan sampah  salah satu upaya menjaga kebersihan adalah tugas kita bersama.” Tentunya semua pihak harus terlibat  harus gerak cepat terutama pihak DLH ketika dibutuhkan mobilisasi, itu harus pro aktif,” ucapnya.

“Pihak DLH harus tanggap jangan ada istilah tidak pasti ketika dibutuhkan operasional kendaraan pengangkut sampah. Kami juga kurang tahu, apa memang di DLH sendiri masih minim kendaraan operasional? ,” tanya dia.

Arip Ekon

Kadisdik Siapkan Sanksi untuk Kepala Sekolah

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor akan menyiapkan sanksi tegas bagi kepala sekolah yang tidak mengindahkan instruksi Bupati dan intruksi Dinas Pendidikan agar dalam waktu yang belum bisa ditentukan untuk menghindari kegiatan-kegiatan diluar sekolah yang mengundang massa.

Pada pemberitaan sebelumnya, bahwa adanya keberatan orang tua siswa kepada pihak sekolah SDN Nanggewer 01 yang mengadakan kegiatan outing dari kelas 1 sampai Kelas 6 ke Taman Safari, walau kondisi saat ini sedang tidak kondisif karena maraknya isu penyebaran Covid-19.

Kadisdik Entis Sutisna mengatakan, pihaknya bersama dengan Kasie dan Kabid Pendidikan Dasar akan menghubungi kepala sekolah SDN Nanggewer 01 perihal kegiatan outing yang diharuskan dan berdampak pada nilai anak tersebut. “Saya akan mengumpulkan data-data terlebih dahulu kalau terbukti kegiatan outing itu diadakan oleh SDN Nanggewer 01 dengan kondisi yang sedang tidak kondusif saat ini maka saya akan berikan sanksi tegas pada kepala sekolah,” kata Entis, Kamis (19/03).

“Jika outing itu sudah berlangsung, namun jika outing itu belum berlangsung maka akan saya minta kepala sekolah untuk membatalkan kegiatan outing tersebut,” jelasnya.

Senada dikatakan Sutisna, anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor. Imbauan untuk mencegah penyebaran virus Corona disarankan untuk semua sekolah, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi untuk membatalkan kegiatan outing class pada tahun ini atau kegiatan-kegiatan lain yang mengundang massa.

“Dengan diliburkan semua sekolah merupakan upaya pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah,j angan sampai ada pihak sekolah yang mengganggap remeh tentang persoalan virus Covid-19 yang sedang ramai di Tanah Air. Apabila ada pihak sekolah yang menyelenggarakan kegiatan tersebut pada saat ini, atau tahun ini harus diberikan sanksi yang tegas. Berarti pihak sekolah lebih mengutamakan kegiatan dibandingkan kesehatan anak-anak didiknya,” tandas Sutisna.

Ia berharap Kadisdik Kabupaten Bogor s tegas dalam menyikapi persoalan ini, dan kegiatan-kegiatan outing bukan ditunda tapi harus dibatalkan.

Nay Nur’ain

Nekad Adakan Kegiatan, Dua Dinas Abaikan Instruksi Bupati?

0

Cisarua|Jurnal Inspirasi

Dua dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, yakni Dinas Perhubungan dan Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan (BKPP) dan Pengembangan SDM terindikasi mengabaikan instruksi Bupati Bogor Hj. Ade Yasin, Nomor 90 tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi virus Corona atau Covid19. Sebab, kedua dinas dibawah pimpinan Ade Yan,a Kepala Dinas Perhubungan dan Zulkifli, Kepala BKPP dan Pengembangan SDM, tetap melaksanakan kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa, di Hotel Grand Prioritas, Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Informasi yang didapat, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor melaksanakan kegiatan dibawah bidang pengawas dan pengendalian (Wasdal) selama beberapa hari hingga Kamis (19/3) siang. Kegiatan tersebut ditutup Kepala Bidang (Kabid) Wasdal, Bisma secara simbolis dengan memberikan plakat kepada para peserta.

Namun, baik Kabid Wasdal maupun Kepala Dinas Perhubungan, tidak memberikan keterangan saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.  “Acaranya sudah selesai tadi siang. Yang menutup acara juga Kabid Wasdal,” ucap salah seorang petugas Dishub sambil berlalu pergi.

Ditempat sama, Kepala Subid Diklat Teknis Fungsional pada BKPP dan Pengembangan SDM, Hartono Anwar mengungkapkan, peserta yang mengikuti kegiatan ini, para kepala sekolah tingkat sekolah dasar berjumlah 105 orang yang terbagi kedalam tiga angkatan selama enam minggu.

 “Untuk angkatan pertama sudah selesai pada tanggal 5 Maret sebanyak 35 orang. Ini angkatan ke dua dari tanggal 5-20 Maret berjumlah sama sebanyak 35 kepsek dari 40 kecamatan,” akunya kepada wartawan.

Hartono berdalih jika kegiatan pelatihan terhadap para kepsek tingkat sekolah dasar ini, sebelum keluarnya instruksi dari bupati. Karena pada saat angkatan pertama, itu dilaksanakan dari Februari 2020.

 “Makanya kalau kegiatan pelatihan angkatan ketiga, kami tunda dulu sebelum masalah Corona selesai. Yang kegiatan angkatan kedua juga sampai besok, kalau diberhentikan sekarang tidak enak juga ke peserta maupun narasumber,” paparnya.

Sebelum kegiatan angkatan kedua dilaksanakan, sambung Hartono, narasumber yang berjumlah empat orang dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, terlebih dulu berkoordinasi terkait kegiatan ini.  “Dari hasil musyawarah itu akhirnya kegiatan pelatihan kepsek angkatan kedua ini dilanjutkan kembali,” tukasnya.

Dede Suhendar