26.3 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1656

Tempat Ibadah dan Pondok Pesantren Disemprot Disinfektan

0

Nanggung | Jurnal Inspirasi

Untuk menangkal penyebaran virus Corona (Covid-19), sejumlah tempat ibadah  dan pondok pesantren di Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung dilakukan penyemprotan cairan disinfektan. Penyemprotan desinfektan di tempat ibadah itu dilakukan di masjid, mushola, majelis taklim dan pondok pesantren. “Dilakukan di setiap sudut, lantai dalam dan luar, kaca, pintu, dan setiap dinding tembok. Diharapkan kegiatan penyemprotan disinfektan diharapkan agar masjid steril dan aman,” ujar Kepala Desa Batutulis, Ade Supriatna kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Pihaknya berinisiatif bergerak dengan upaya pencegahan penyemprotan disinfektan ke sejumlah fasilitas ibadah dan pondok pesantren dan ke tempat fasilitas umum lainnya berlangsung sudah dua hari.” Antisipasi bahaya wabah virus Corona tentunya semua pihak baik pemerintah dan masyarakat itu sendiri harus berperan bersama-sama  melakukan pencegahan adanya virus tersebut,” imbuhnya.

Menurut Ade, semua bisa dikerjakan bersama-sama kuncinya adalah kekompakan, karena persoalan virus Corona adalah tanggung jawab bersama.

Upaya ini juga difasilitasi  Puskesmas Nanggung  dengan pemberian cairan disinfekan  untuk penyemprotan  di wilayah 7 RW dan 32 RT.” Dengan melibatkan para pengurus RT dan LPM, kegiatan penyemprotan ini terus dilakukan hingga ke ketiap  wilayah kampong,” ucapnya.

Kepala Puskesmas Nanggung, dr Baringin Manik menyatakan, bahwa untuk wilayah Kecamatan Nanggung sejauh ini masih dalam kondisi aman akan adanya wabah virus Corona atau yang disebut Covid- 19.”  Masih dalam keadaan aman tidak ada yang terjangkit virus tersebut,” kata Baringin.

Hanya saja, ujar dia, Alat Pelindung Diri (ADP) di Puskesmas Nanggung keadaanya  masih terbatas, meski begitu, masyarakat harus tetap waspada dan ikuti anjuran pemerintah.” Salah satunya hindari dari kerumunan warga dan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya.

Arip Ekon

Warga Miskin Menjerit Ekonomi Lumpuh

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Adanya penyebaran virus Corona (Covid-19) ke Kabupaten Bogor disikapi pemerintah tingkat kecamatan yang langsung mengimbau masyarakat untuk  mengurangi aktivitas atau berdiam diri di rumah atau mengisolasi sendiri. Namun upaya ini berdampak ke perekonomian masyarakat yang kini mati. Terlebih wilayah Cisarua dan Megamendung merupakan wilayah pariwisata yang tempat tempat wisatanya sudah melakukan penutupan sementara.

“Saya yang hidup dari mencari nafkah tiap hari benar-benar ini merupakan pukulan. Memang maunya kita berdiam diri di rumah. Tetapi kebutuhan hidup untuk keluarga   sangat mendesak untuk tetap keluar. Karena siapa lagi kalau bukan saya yang harus mencari nafkah untuk hidup sehari hari. Anak anak dan istri kita butuh makan,” ujar Rohman, warga  Cisarua yang usaha sebagai pedagang asongan.

Yang terpantau cukup miris bagi keberadaan masyarakat yang hidup di garis kemiskinan. Selain susahnya untuk mendapatkan uang untuk biaya hidup, wabah virus Corona dan berbagai berita kematian seputar penderita virus yang selalu menjadi headline di media sosial kerap menghantui keberadaan mereka. Tak ayal, wajah-wajah muram terlìhat jika bertemu dengannya. “Saya butuh untuk makan anak-anak. Walaupun sepi pembeli terpaksa kami berjualan,” kata Ikin.

Sejak beredarnya wabah tersebut, keberadaan para pengusaha wisata yang ada di dua kecamatan itu tampak tidak peduli kepada warga sekitar. Mereka seolah olah lupa akan keberadaannya. Untuk pencegahan Covid 19, masyarakat dengan swadaya atau secara pribadi melakukan penyemprotan di lingkungan. Jatnika (56), warga Kelurahan Cisarua dan teman-temannya merasa terpanggil untuk melakukan penyemprotan ke beberapa desa dan membagi bagikan masker kepada warga yang ditemuinya.

“Kami merasa terketuk hati untuk melakukan hal itu. Warga butuh perhatian yang nyata. Semoga wabah ini cepat berakhir. Selain kita harus membentengi diri supaya tidak terkena, berdoa kepada Allah SWT itu jangan sampai ketinggalan. Kita berharap warga Cisarua dan sekitarnya tidak ada yang menjadi korban virus Corona,” tutur Jatnika. 

Dadang Supriatna

Akibat Galian Tanah, Jalan Raya Kemang Coklat dan Berdebu

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Aktivitas galian tanah yang berada di dalam sebuah komplek perumahan KE, yang terletak di wilayah RT 01 RW 08 Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor banyak dikeluhkan warga serta para pengguna kendaraan bermotor di jalan raya Kemang. Aktivitas galian tersebut menurut warga dilaksanakan oleh sebuah perusahaan bernama PT. PL dan sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, keluhan warga juga sudah sering disampaikan kepada pihak – pihak berwenang.

“Sudah lama itu galian tanah beroperasinya, bahkan pernah ditutup sama Satpol PP. Tapi kok bisa buka lagi,”kata Agus  (43), warga Kecamatan Kemang, Minggu (29/3).

Warga pun mengaku sepanjang jalan raya Kemang setiap pagi  tampak truk galian tanah berjejer di pinggir jalan raya. Sementara ceceran tanah merah mengotori kedua sisi ruas jalan nasional tersebut, baik arah ke Bogor maupun arah ke Parung.  “Kalau hujan, tanah itu bikin jalan becek berlumpur dan membahayakan pengguna jalan. Kalau panas, debu kotor bikin sesak napas,” kata Agus.

Sementara Sekretaris Camat Kemang Ria Marlisa Aritonang mengatakan akan menindaklanjuti dan memanggil pihak pengembang. “Besok pagi kami akan panggil pengembang dan pemilk galian tanah merah itu,” tegas Ria.

Ria pun mengaku pihak kecamatan sebelumnya sudah melakukan pemanggilan dan  sudah dilaporkan ke Pol PP Kabupaten Bogor. “Dengan munculnya galian kembali mungkin kami pihak kecamatan akan koordinasi lagi  dengan Polsek Kemang dan Pol pp Kabupaten,” kata Ria.

Cepi Kurniawan

Dua Kali Amblas, Perbaikan Jalan Cihalang Dikebut

0

Nanggung | Jurnal Inspirasi

Proses pengerjaan perbaikan jalan yang rusak akibat longsor yang terjadi beberapa waktu lalu, di Kampung Cihalang, Kampung Nunggul, RT 01 RW 01, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung terus dikebut. Pantauan di lokasi, saat ini para petugas masih terlihat terus melakukan perbaikan di lokasi jalan yang amblas akibat longsor tersebut. Perbaikan dilakukan dengan memasang batu bronjong dan pengurukan di titik-titik longsor agar peristiwa serupa tak terulang kembali.

Kepala Desa Curugbitung, Engkos Kosasih menjelaskan, proses penanganan tanah amblas yang memakan badan jalan selebar 1,5 meter telah dilakukan pemasangan bronjong dan pengurukan menggunakan batu beskos.” Pengerjaan jalan tersebut  sangat urgen sebab kejadian jalan amblas terjadi sudah kedua kalinya,” kata Engkos kepada wartawan, Minggu (28/3).

“Hingga saat ini masih bekerja memasang bronjong  diharapkan dengan langkah perbaikan secara permanen ini tidak lagi terjadi longsor di jalan tersebut,” tukasnya.

Tak hanya itu, pihaknya meminta bukan hanya perbaikan jalan Cilahalang, tetapi musibah longsor pada awal tahun 2020, terjadi di wilayah Cimerja, Kampung Curugbitung saat ini belum juga belum dilakukan pemasangan Tembok Penahan Tebing (TPT).” Longsor di wilayah itu tidak kurang 100 meter, namun belum juga diperbaiki,” ucapnya.

Dikhawatirkan longsor susulan kembali terjadi karena lokasi kejadian diarea jalan Kabupaten.” Kami meminta pihak terkait untuk segera membangun TPT,” harapnya.

Sementara itu, UPT PUPR wilayah 6 Cigudeg melalui penilik Jalan dan Jembatan, H. Idris menerangkan, bahwa pengerjaan jalan Cihalang yang amblas setinggi 20 meter dan panjang 20 meter penghubung jalur Desa Cisarua dengan Desa Malasari  sifatnya penanggulangan karena kondisi darurat. Menurutnya, untuk memperkokoh pondasi jalan, pihaknya juga melakukan pengurukan dengan mengangkut  batu beskos menggunakan dum truk.

Agar kokoh dan bisa bertahan lama, kata, Idris, batu bronjong dipasang sepanjang yang terkena longsor dan disusun beberapa lapis.” Mengingat kondisi ini sangat darurat dan perbaikan pun terus dilakukan, mudah mudahan  tidak lagi terjadi longsor lagi,” imbuhnya.

Idris menyebutkan, adapun longsor yang terjadi diwilayah Cimerja Curugbitung yang  inginkan warga desa untuk segera dibangunnya TPT dimohon untuk bersabar. “UPT PUPR sudah menyampaikan  dan koordinasi dengan pihak BPBD Kabupaten Bogor. Mengenai kebencanaan sudah disampaikan ke BPBD, bahkan rencana untuk perbaikan jalan yang berlokasi di Blok Paris Desa Parakanmuncang, juga sudah di survey oleh dinas PUPR mudah secepatnya bisa segera dkerjakan,” pungkasnya.

Arip Ekon

Cegah Covid-19, Polsek Kemang Bubarkan Warga

0

Kemang  | Jurnal Inspirasi

Jajaran Polsek Kemang beserta Koramil, dan Pol PP Kecamatan Kemang pada Sabtu malam (29/3) membubarkan kerumunan warga yang masih melakukan kumpul ramai-  ramai sepanjang jalan raya Kemang-Bogor. Upaya ini dilakukan selama masa tanggap darurat Covid 19 dan masyarakat tidak melakukan perkumpulan dengan melibatkan jumlah orang banyak.

“Sebagai instruksi pemeritah pusat dan maklumat Kapolri kami mengimbau agar masyarakat sebaiknya untuk di rumah dulu jangan kumpul-kumpul hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona agar penyebaran bisa terhenti,” kata Kapolsek Kemang, Kompol Agus  Suyandi.

Kegiatan itu pun kata Agus akan terus dilakukan selama masa tanggap darurat Covid 19. “Masyarakat harus membantu pemerintah untuk menghentikan penyebaran Virus Corona karena sampai saat ini jumlahnya terus bertambah. Jadi, sebaiknya diam di rumah jaga kesehatan,”kata Agus.

Ia pun akan menindak tegas bila warga Kecamatan Kemang masih membandel dan tidak menghiraukan imbauan pemerintah dan maklumat Kapolri. “Tentu agak ada tindakan tegas bilamana masyarakat terus ngeyel,” kata Agus mengakhiri.

Cepi Kurniawan

Semangati Para Medis, Komisi IV Keliling Puskesmas

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi IV  berkeliling ke puskesmas-puskesmas  untuk memonitoring dan menyemangati petugas medis, apalagi jumlah pasien Covid-19 terus bertambah di Indonesia. Dikatakan anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi IV bahwa dibalik kekhawatiran dan keterbatasan  kelengkapan, para medis tetep menjalankan tugasnya sehingga harus diberi apresiasi karena mereka g garda terdepan dalam penanganan wabah virus Corna.

“Kehadiran saya sebagai anggota Komisi 4 DPRD ke puskesmas-puskesmas sebagai bentuk perhatian dan support bagi mereka. Mudah-mudahan dengan kehadiran kami bisa memberi semangat bagi mereka. Selain itu dalam rangka monitoring perkembangan civid 19 di setiap wilayah,” kata Ruhiyat Sujana dalam sambungan telepon, Sabtu (28/3).

Tambah Ruhiyat dari hasil monitoring tentu  banyak catatan-catatan yang nantinya akan didorong ke pemerintah daerah. “Kami atas nama wakil rakyat berusaha hadir ditengah kegelisahan yang dialami ini sebagai bentuk kepedulian dan komitmen kami dalam rangka berikhtiar,”ujarnya.

Kami pun lanjut anggota dewan yang lahir dari rahim pergerakan  itu  mengajak kepada elemen masyarakat untuk bersama-sama dengan semangat gotong royong menyelesaikan ujian wabah ini dengan apa yang bisa kita lakukan.

“Alhamdulillah juga sekarang APD yang mulai didistribusikan, kemarin sangat miris harus pake jas hujan tentu dengan keadaan seperti ini semangat kebersamaan dan gotong royong harus diutamakan,” pungkasnya.

Cepi Kurniawan

Pemdes Ciderum Semprot Cairan Disinfektan ke Masjid dan Majlis Taklim

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Masjid-masjid di Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, dilakukan penyemprotan cairan disinfektan, Sabtu (28/3) pagi. Kegiatan penyemprotan, dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Ciderum dan melibatkan para kader serta semua unsur masyarakat. Kepala Desa Ciderum, Asep Hudri mengungkapkan, penyemprotan cairan disinfektan ke setiap masjid yang ada di Desa Ciderum, sebagai upaya pemerintah terhadap pencegahan virus Corona atau Covid 19.

Penyemprotan cairan disinfektan, dilakukan terhadap masjid dan majelis taklim yang ada di wilayah rukun warga (RW) 01 dan 09.  “Ini bagian dari pelayanan terhadap masyarakat agar merasa aman dan nyaman saat menjalankan ibadah,” ujarnya kepada wartawan saat melakukan penyemprotan di Masjid Al-Falah, RT 01/09.

Untuk bahan cairan yang disemprotkan, kata Akep penggilan akrab kades, menggunakan bahan berupa pembersih lantai jenis Wipol dan Bayclin serta Rinso dicampur air bersih. “Dengan cairan yang dicampur itu, bisa mencegah virus mematikan tersebut,” paparnya.

Tidak hanya masjid, lanjutnya, penyemprotan juga dilakukan di majelis taklim maupun tempat-tempat yang sering digunakan untuk berkumpulnya masyarakat. Akep mengimbau agar masyarakat Desa Ciderum, menjaga kebersihan dan rajin mencuci tangan sesuai dengan anjuran dari pemerintah.

 “Sampai persoalan virus Corona ini selesai, saya minta masyarakat untuk tidak berkumpul atau keluar rumah tanpa menggunakan masker,” imbuhnya.

Sementara, Ustad Jajang, DKM Masjid Al-Falah Kampung Ciderum RT 01/09 mendukung kegiatan penyemprotan yang dilakukan pihak desa terhadap masjid dan majelis taklim. “Mudah-mudahan upaya yang dilakukan pemdes ini, bisa mencegah masuknya virus Corona di setiap masjid dan majelis taklim yang ada di wilayah Ciderum,” tukasnya.

Dede Suhendar

Satgas Desa Cibeber 1 Imbau Warga Sosial Distancing

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Cibeber 1 terus melakukan upaya pencegahan penyebaran pandemi Covid -19 agar tidak menyebar di lingkungan Desa Cibeber 1 Kecamatan Leuiwiliang. Pemdes Cibeber 1 pun membentuk Satgas Penanggulangan Covid 19 yang terdiri dari  warga, Limas, RT , RW ,Babinsa, Babinmas dan Satgas  yang diketuai langsung  Kades Cibeber 1mengelilingi beberapa RT untuk mensosialisasikan sosial distancing, serta physical distancing demi mencegahnya penyebaran Covid 19.

“Kami pun melakukan penyemprotan disinfektan ke beberapa lingkungan RT dan RW yang ada di Desa Cibeber 1, selain itu juga fasilitas umum dan sarana ibadah, sekolah, dan kantor desa dilakukan penyemprotan disinfektan,”kata Kades Cibeber 1 Wanti Susiawati kepada wartawan, Sabtu (28/3).

Untuk hari ini sambung Wanti ada 5 titik yakni  kampung Warnasari, Sukabakti Cibeber 3, Hegarmanah, dan Hegarsari. “Insha Allah akan terus berlanjut demi menjaga warga kami dari penyebaran Covid 19,”kata Wanti.

Wanti pun terus mengimbau kepada warganya untuk tidak bepergian ke tempat keramaian, tetap diam dirumah dan selalu mencuci tangan dengan sabun dan selalu berdoa agar Covid 19 ini cepat berlalu.

“Jika tidak ada keperluan yang penting dan mendesak sebaiknya untuk tetap di rumah,” kata Wanti.

Wanti pun memerintahkan kepada RT dan RW jika ada warganya yang mulai tidak enak badan agar dicek kondisinya dan segera berkonsultasi dengan pihak puskesmas. “Kami upayakan seperti itu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan demi kenyamanan bersama agar bebas dari Covid-19,”pungkasnya.

Cepi Rendra

Warga Perum Griya Bukit Jaya Semprotkan Disinfektan

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Cegah penyebaran Virus Corona, warga RT 02 RW 28  Desa Tlajung Udik, Kecamatan  Gunung Putri,   menyemprotkan cairan disinfektan ke lingkungannya, Sabtu (28/3). Upaya ini merupakan inisiatif warga untuk bersama melawan penyebaran virus tersebut. “Kami berharap masyarakat sekitar juga bisa melalukan hal serupa guna membantu pencegahan virus yang tengah mewabah,” kata Bariman, Ketua RT 02 kepada Jurnal Bogor.

Ia mengatakan, penyemprotan dilaksanakan di RT 02 dengan puluhan rumah. “Kami berharap bisa melaksanakan penyemprotan rutin sehingga bisa mencegah penyebaran virus di lingkungan RT 02 RW 28 Perumahan Griya Bukit Jaya Desa Tlajung Udik,” katanya.

Petugasnya, kata Maman, ada dari Babinsa, Satpol PP, pengurus RW dan para Ketua RT dibantu juga oleh warga. Dia menambahkan, penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus Covid 19 yang saat sudah meresahkan masyarakat. “Karena ini juga dapat membantu Pemerintah Kabupaten Bogor  dalam mengurangi dampak penyebaran virus tersebut,” tambahnya

Masih menurut dia, penyemprotan ini dengan biaya swadaya warga. Pada pelaksanaanya juga semua warga  dilibatkan guna menciptakan kesadaran hidup bersih sekaligus memberikan edukasi terhadap warga bahaya virus Corona serta antisipasi pencegahannya.

“Jika bukan dari kita siapa lagi, serta kami juga mengimbau masyarakat untuk budayakan hidup sehat dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun setiap sebelum dan sesudah melakukan aktivitas,” pungkasnya.

Nay Nur’ain

Minum Jus Jeruk dengan Kulitnya Bisa Tangkal Covid 19

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Saat ini wabah Covid-19 sudah merebak dimana-mana. Lalu, bagaimana kita menyiapkan diri untuk menghadapinya?  Banyak cara yang bisa kita lakukan termasuk sering-sering cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak sosial, berdiam diri di rumah dan lainnya. Menjaga kesehatan agar tidak mudah diserang oleh virus ini tentu merupakan bagian yang tidak terlepas untuk kita lakukan.

Tim periset dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Farmasi UI, Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University dan Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University telah melakukan penelitian bioinformatika untuk menemukan senyawa yang berpotensi untuk melawan COVID-19.

“Senyawa tersebut adalah golongan flavonoid yaitu salah satunya hesperidin. Hesperidin ini disinyalir bisa memberikan perlindungan terhadap mikroba dan virus. Dimanakah kita bisa mendapatkan senyawa ini? Senyawa ini banyak ditemukan di kulit buah jeruk. Jadi selama berdiam di rumah, kita dapat membuat jus jeruk dan jangan lupa untuk ditambah sedikit kulit jeruk yang sudah dicuci bersih. Memang akan terasa sedikit pahit. Nah tahanlah sedikit rasa pahit ini karena ini menunjukkan hesperidin ada di dalamnya,” ujar Guru Besar IPB University yang juga Kepala Pusat Biofarmaka Tropika (Trop BRC), Prof Irmanida Batubara, baru-baru ini.

Untuk yang kurang sanggup mengonsumsi yang pahit, bisa membuat infus water dari jeruk beserta kulitnya. Beberapa senyawa dari kulit jeruk akan larut dalam air sehingga juga terkonsumsi oleh kita. Jangan lupa jeruknya dicuci bersih terlebih dahulu. “Semua jenis jeruk mengandung hesperidin. Jadi tidak harus jeruk buah, kita juga bisa memanfaatkan kulit jeruk nipis, jeruk lemon dan varietas jeruk lainnya,” tambahnya.

Cepi Kurniawan