Bogor | Jurnal Inspirasi
Virus Covid-19 atau Corona mulai merangsek ke Kota Bogor.
Pasalnya, seorang mahasiswi yang indekos di Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor
Tengah, positif mengidap virus asal Wuhan, China itu. Walikota Bogor Bima Arya
membenarkan adanya salah satu pasien positif Covid-19 di kawasan Sempur. Namun,
pasien tersebut merupakan warga Jakarta yang berstatus sebagai mahasiswi di
salah satu perguruan tinggi di Bogor.
“Yang dinyatakan positif
Covid-19 adalah warga Jakarta yang kebetulan kost di daerah Sempur.
Informasi ini disampaikan oleh Dinkes Jakarta. Jadi, bukan warga Kota Bogor.
Status mahasiswi,” ujar Bima Arya, Selasa (17/3).
Menurut Bima, pasien tersebut terpapar dari ayahnya di
Jakarta. “Begitu ayahnya positif, yang bersangkutan sudah tinggal di Jakarta.
Namun, sempat pulang ke Bogor dan interaksi dengan lingkungan dan kampusnya,”
ungkapnya.
Maka, kata Bima, sesuai dengan protap pengendalian
Covid-19 ini harus dilakukan tracking untuk mengetahui dengan siapa saja pasien
ini pernah melakukan kontak yang erat. “Pasien dirawat di rumah sakit di
Jakarta. Pemkot Bogor berkoordinasi dengan Dinkes Jakarta dan saat ini langsung
melakukan penelusuran terkait aktivitas yang bersangkutan,” katanya.
Lebih lanjut, kata Bima, jumlah Orang Dalam Pemantauan
(ODP) di Kota Bogor mencapai 41 orang dengan 20 ODP di antaranya dinyatakan
bebas Corona setelah melewati masa inkubasi 14 hari.
Sementara untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 2
orang dengan satu pasien di antaranya dinyatakan kembali sehat. Sementara
positif Corona di Kota Bogor masih nihil.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Sri
Nowo Retno mengatakan bahwa Dinkes masih menunggu terkait status mahasiswi yang
kos di Sempur dari Litbangkes Kementerian Kesehatan. “Kami masih tunggu
dari Litbangkes, belum bisa dipastikan. Kita bakal telusuri ke mereka apakah
benar nama pasien positif itu sesuai dengan nama yang disodorkan,”
katanya.
Menurut dia, mahasiswi tersebut memang memiliki riwayat
kontak dengan pengidap Corona positif di Jakarta. “Jadi ada riwayat kontak
di Jakarta. Tapi mesti kita pastikan by data,” katanya.
Sri menyatakan bahwa Dinkes juga telah memeriksakan satu
Pasien Dalam Pemantauan (PDP) asal Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal
ke Litbangkes. “Saat ini PDP ada dua, tapi satu sudah selesai dan dalam
pengawasan. Sedangkan satu lagi masih menunggu Litbangkes,” katanya.
Disinggung mengenai apakah pemerintah bisa menetapkan
Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kota Bogor. Sri menyatakan bahwa berdasarkan
Permenkes soal KLB, hal itu ditetapkan apabila terjadi lonjakan pasien dua kali
lipat dalam periode yang sama. “Bila ada yang positif pun bisa,”
tandasnya.
Sementara itu, beredar kabar bahwa mahasiswi yang positif
tersebut merupakan mahasiswi IPB University. Menanggapi hal itu, Kepala Biro
Komunikasi IPB University Yatri Indah Kusumastuti membenarkan bahwa yang
bersangkutan adalah mahasiswa IPB.
Sejak mengetahui bahwa ayahnya positif Corona, IPB
langsung berkoordinasi dengan Dinkes Kota dan Kabupaten Bogor untuk
mengkarantina mahasiswa tersebut. “Semua proses dibantu sepenuhnya oleh
Dinkes sampai yang bersangkutan dijemput ke Jakarta untuk dikarantina sesuai
dengan protokol yang berlaku,” kata Yatrie.
Menurut dia, IPB bersama Dinkes sudah meminta pihak yang teridentifikasi melakukan kontak fisik untuk melakukan karantina mandiri. IPB pun akan terus melakukan pemantauan. Kami sekali lagi mengajak seluruh sivitas akademika dan tenaga pendidik untuk tetap tenang dan mengikuti protokol hidup sehat serta social distancing seperti disarankan WHO dan pemerintah,” tandasnya.
Fredy Kristianto