27.6 C
Bogor
Friday, March 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1640

Nanggung Siagakan Alat Deteksi Suhu Tubuh

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Pihak Kecamatan Nanggung mengambil langkah antisipatif penyebaran virus Corona atau Covid-19 dengan menggunakan alat pendeteksi suhu badan bagi masyarakat yang akan mengurus perlengkapan surat administasi ke kantor tersebut.

Camat Nanggung Ae Saepulloh mengatakan, pelayanan tetap beroperasi seperti biasa hanya saja bagi warga yang hendak masuk ke kantor pelayanan kecamatan, terlebih dahulu dicek menggunakan pendeteksi suhu badan.

“Setelah kemarin berkoordinasi dengan berbagai pihak bahwa pihaknya terus melakukan antisipatif penyebaran virus Corona yang ada di wilayah Kecamatan Nanggung,” kata Ae kepada wartawan, kemarin. “Artinya, yang agak sakit harus dicek. Yang sehat juga SOP-nya cuci tangan dan dideteksi suhu badannya baru bisa masuk,” tukasnya. 

Sementara, Kepala Puskesmas Nanggung, dr Baringin Manik menyebutkan, bahwa akhir-akhir ini Tanah Air diramaikan oleh penyebaran wabah penyakit  virus Corona dan  penyebaran virus tersebut sudah terjadi di sebagian besar negara lain.

Menurut dia, sebenarnya penyakit ini menyerang paru-paru. Gejalanya berat sehingga mengakibatkan kematian.”  Virus ini  berasal dari Cina satu marga dengan virus Sars dan Mars, gejala yang muncul  pertama adalah demam suhu di atas 37, 5 celcius.  ” Kemudian batuk filek dan berdampak ke gangguan pernafasan sehingga menimbulkan rasa sakit ditenggorokan dan mengakibatkan letih dan lesu,” jelas Baringin. Seperti diketahui bahwa sumber penularan virus Corona diantaranya batuk, bersin, kontak fisik dan kontak dengan hewan peliharan yang terkena virus.

Lebih lanjut, Baringin memaparkan, bahwa pencegahan yang bisa dilakukan adalah sering cuci tangan pakai sabun dan jika batuk pilek usahakan selalu pakai masker dan ketiga, usahakan makan dengan gizi yang seimbang.

Arip Ekon

Antisipasi Corona, KONI Berlakukan Jadwal Piket

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Antisipasi terhadap resiko penularan infeksi Coronavirus Disease (Covid 19) di kepengurusan cabang olahraga. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, berlakukan piket dijajaran pengurus KONI ‘Bumi Tegar Beriman’ hingga 30 Maret 2020 mendatang. Hal itu ditegaskan langsung Ketua KONI Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin, Rabu (18/3).

“Terhitung dari 17 Maret kemarin, kita sudah mulai memberlakukan piket di jajaran KONI Kabupaten Bogor, dan tujuan dari piket itu sendiri dilakukan untuk mengantisipasi corona covid-19, dan sekaligus juga untuk. mencari informasi dari semua atlet, pelatih, pengurus cabor, pengurus KONI, karyawan KONI, KOK, dan unsur olahraga lainnya tidak, apakah ada yang tertular atau tidak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jika piket antisipasi peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi Covid-19, melibatkan dua orang dari sekretariat KONI, Wakil Ketua I yang membidangi organisasi, satu orang dari perwakilan bidang prestasi, satu orang dari perwakilan sport sains, satu orang office boy, satu orang security. “Mininal tugas setiap hari itu yang piket melibatkan tujuh orang, dan piket ini akan diberlakukan hingga 30 Maret mendatang di jajaran KONI Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Junsam itu menambahkan, pentingnya piket tersebut, tidak lain hanya untuk mengetahui semua informasi dari semua pengurus cabor, maupun KOK, kalau semua dalam keadaan sehat, tidak ada yang tertular penularan infeksi Coronavirus Disease (Covid 19).

Asep Syahmid

POSSI Lanjutkan Program Pembinaan Berkelanjutan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Bogor, fokus melanjutkan program pembinaan atlet. Hal itu dilakukan, untuk persiapan Pengcab dalam menghadapi berbagai event pertandingan di tahun 2020, maupun persiapan atlet selam untuk pencapaian Kota Bogor di 90 emas, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat 2022 mendatang.

Ketua Harian POSSI Kota Bogor, Hadid Suherman menegaskan, kalau progam pembinaan akan terus berlanjut. Mengingat, pembinaan tersebut bagian dari persiapan POSSI, dalam menghadapi event-event tahun 2020, maupun event pertandingan lainnya. Terlebih lagi persiapan untuk Porprov 2022 di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Subang.

“Program kami ke depan, tentunya akan membentuk tim pratama atlet pratama POSSI, mengadakan training sirkuit, meng up grade kemampuan pelatih, persiapan atlet menuju Bogor 90 emas di ajang Porprov XIV Jawa Barat 2022 mendatang,” ujar Hadid Suherman.

Ia menjelaskan, pasca-Porda XIII Jawa Barat 2018 lalu, tentunya banyak yang harus di evaluasi untuk POSSI yang lebih baik. Maka dari itu, sambung dia, program latihan atlet terus ditingkatkan oleh tim pelatih di Kolam Renang Milakencana, Pajajaran secara kontinyu.

“Program latihan terhadap atlet sekarang jadi skala prioritas pengcab, guna melahirkan atlet-atlet andal bagi masa depan POSSI Kota Bogor,” pungkasnya.

Sementara itu Pelatih Selam Kota Bogor, Dani Hidayat menambahkan, kalau semua atlet selam, masih terus berlatih dibawah program pembinaan pelatih di Kolam Renang Mila Kencana. Mengingat itu semua bagian dari persiapan menuju pesta olagraga terbesar empat tahunan di Jawa Barat tahun 2022 mendatang.

“Program latihan mesih terus diikuti oleh atlet-atlet kami. Mengingat, itu semua untuk bagian dari persiapan Pengcab POSSI Kota Bogor dalam mempersiapkan atlet untuk Porprov 2022, di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Subang,” ucapnya.

Asep Syahmid

Area Kantor PPMKP Disemprot Desinfektan

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) melakukan penyemprotan desinfektan dan Fogging di area kantor yang terletak di Jl. Raya Puncak Desa Bendungan Kecamatan Ciawi Bogor, Rabu (18/3).

“Penyemprotan desinfektan ini dilakukan secara menyeluruh, terutama di bagian – bagian yang sering dikunjungi tamu, menjadi tempat bertemu dan berkumpulnya banyak orang,” kata Heri Suliyanto, Kepala PPMKP.

Heri  menyampaikan PPMKP sejak dini sudah aktif melakukan upaya-upaya pencegahan seperti penyediaan hand sanitizer di lingkungan kantor, pemeriksaan suhu tubuh karyawan dan tamu, hingga sosialisasi dan edukasi kepada para karyawan baik secara langsung maupun melalui Surat Edaran yang memuat ketentuan penerapan standar kebersihan dan kesehatan, penangguhan perjalanan dinas dan kegiatan pelatihan, serta penyesuaian sistem kerja dengan penerapan Work From Home (WFH) atau Bekerja Di Rumah dengan berbagai ketentuan.

“Manajemen pun telah mengatur sistem kerja Work From Home secara bergantian. Upaya-upaya preventif ini sebagai langkah nyata manajemen melindungi seluruh karyawannya, “ ucapnya.

Penyediaan hand sanitizer, penyemprotan dan upaya – upaya preventif yang dilakukan PPMKP itu kata Heri menyusul adanya arahan  dari Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, saat melakukan teleconference dengan seluruh UPT lingkup BPPSDMP se Indonesia yang meminta jajaran UPT Pusat memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian  tentang  Pelaksanaan Tugas  Kedinasan di Lingkungan Kementerian Pertanian Dalam Rangka Pencegahan dan Perlindungan dari Wabah Penyakit Virus Corona (COVID-19) dan Surat Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP)  tentang Tindak Lanjut Surat Edaran.

RG/PPMKP

Lakukan Teleconference, Dedi Nursyamsi Instruksikan UPT BPPSDMP Lakukan Tindakan Preventif

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP)  Heri Suliyanto didampingi pejabat struktural eselon III dan IV serta Widyaiswara mengikuti arahan melalui teleconference dengan Kepala Badan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, bertempat di Ruang Rapat Utama,  PPMKP, Senin (16/3).

Dalam teleconference yang melibatkan semua UPT lingkup BPPSDMP seluruh Indonesia ini Kepala Badan menyampaikan arahan terkait tindakan preventif yang harus dilakukan seluruh UPT terkait pandemi Covid 19.

“Jaga kesehatan tubuh. Kami berharap seluruh ASN mempraktikkan dan membudayakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sesuai dengan pedoman Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit,” tegasnya.

 Dikatakan Dedi kegiatan perkantoran harus berjalan seperti biasa dengan tetap melakukan tindakan  preventif selalu menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah absen dengan finger print,  menggunakan masker bila sakit, mengurangi aktivitas dengan massa lebih dari 15 orang, melakukan protokol berjabat tangan tanpa menyentuh telapak tangan.

Terkait kegiatan pelatihan yang melibatkan SDM dari wilayah suspect Corona Ia menekankan untuk dikaji ulang.  “Kaji ulang pelatihan dengan mengundur jadwal atau memanfaatkan peran teknologi menggunakan metode pembelajaran jarak jauh, E – Learning,“ tuturnya.

RG/PPMKP

PPMKP Terapkan Work From Home untuk Antisipasi Corona

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) mulai menerapkan bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH) bagi seluruh karyawan secara bergantian  mulai Rabu, (18/3).

“Meskipun sebagian karyawan bekerja dari rumah, kami pastikan layanan publik tetap berjalan dan jadi prioritas, “ ujar Rita Setiawati, Kepala Bagian Umum.

Lebih jauh Rita menjelaskan kebijakan ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, serta Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Momon Rusmono. tentang  Pelaksanaan Tugas  Kedinasan di Lingkungan Kementerian Pertanian Dalam Rangka Pencegahan dan Perlindungan dari Wabah Penyakit Virus Corona (COVID-19) yang kemudian ditindaklanjuti Surat Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Siti Munifah.

“Seperti kita ketahui kasus infeksi corona telah dinyatakan kemunculannya di Indonesia oleh Presiden dan Menkes telah menetapkan ini sebagai penyakit yang menimbulkan wabah, demikian juga WHO menyatakan virus ini sebagai Pandemik,” ujar Rita.

Ia menambahkan berdasarkan hal itu PPMKP mengeluarkan SE tentang pedoman langkah – langkah pencegahan dari wabah virus corona di lingkungan PPMKP. “SE sebagai   acuan    bagi   setiap   pegawai   dan   peserta   pelatihan dalam   pencegahan   atau   meminimalisir    penularan     wabah   Infeksi Corona   Virus di lingkungan PPMKP,“ ungkapnya.

Rita menjelaskan, pengelolaan sistem kerja WFH diperuntukkan bagi pejabat eselon dan pegawai non-eselon yang menggunakan transportasi umum. Pelaksanaan WFH dilakukan dengan penugasan dan pengawasan yang jelas dari atasan langsung.

“Mereka yang menggunakan transportasi umum rentan terhadap penyebaran virus sehingga dapat melaksanakan WFH. Tentu  dengan penugasan dan pengawasan yang jelas dari atasan langsung  dan dilaporkan ke atasan masing-masing kemudian ke Kasubbag Kepegawaian,” terangnya.

RG/PPMKP

Bogor Positif Terpapar Corona

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Virus Covid-19 atau Corona mulai merangsek ke Kota Bogor. Pasalnya, seorang mahasiswi yang indekos di Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, positif mengidap virus asal Wuhan, China itu. Walikota Bogor Bima Arya membenarkan adanya salah satu pasien positif Covid-19 di kawasan Sempur. Namun, pasien tersebut merupakan warga Jakarta yang berstatus sebagai mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Bogor.

“Yang dinyatakan positif  Covid-19 adalah warga Jakarta yang kebetulan kost di daerah Sempur. Informasi ini disampaikan oleh Dinkes Jakarta. Jadi, bukan warga Kota Bogor. Status mahasiswi,” ujar Bima Arya, Selasa (17/3).

Menurut Bima, pasien tersebut terpapar dari ayahnya di Jakarta. “Begitu ayahnya positif, yang bersangkutan sudah tinggal di Jakarta. Namun, sempat pulang ke Bogor dan interaksi dengan lingkungan dan kampusnya,” ungkapnya.

Maka, kata Bima, sesuai dengan protap pengendalian Covid-19 ini harus dilakukan tracking untuk mengetahui dengan siapa saja pasien ini pernah melakukan kontak yang erat. “Pasien dirawat di rumah sakit di Jakarta. Pemkot Bogor berkoordinasi dengan Dinkes Jakarta dan saat ini langsung melakukan penelusuran terkait aktivitas yang bersangkutan,” katanya.

Lebih lanjut, kata Bima, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Bogor mencapai 41 orang dengan 20 ODP di antaranya dinyatakan bebas Corona setelah melewati masa inkubasi 14 hari.

Sementara untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 2 orang dengan satu pasien di antaranya dinyatakan kembali sehat. Sementara positif Corona di Kota Bogor masih nihil.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Sri Nowo Retno mengatakan bahwa Dinkes masih menunggu terkait status mahasiswi yang kos di Sempur dari Litbangkes Kementerian Kesehatan. “Kami masih tunggu dari Litbangkes, belum bisa dipastikan. Kita bakal telusuri ke mereka apakah benar nama pasien positif itu sesuai dengan nama yang disodorkan,” katanya.

Menurut dia, mahasiswi tersebut memang memiliki riwayat kontak dengan pengidap Corona positif di Jakarta. “Jadi ada riwayat kontak di Jakarta. Tapi mesti kita pastikan by data,” katanya.

Sri menyatakan bahwa Dinkes juga telah memeriksakan satu Pasien Dalam Pemantauan (PDP) asal Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal ke Litbangkes. “Saat ini PDP ada dua, tapi satu sudah selesai dan dalam pengawasan. Sedangkan satu lagi masih menunggu Litbangkes,” katanya.

Disinggung mengenai apakah pemerintah bisa menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kota Bogor. Sri menyatakan bahwa berdasarkan Permenkes soal KLB, hal itu ditetapkan apabila terjadi lonjakan pasien dua kali lipat dalam periode yang sama. “Bila ada yang positif pun bisa,” tandasnya.

Sementara itu, beredar kabar bahwa mahasiswi yang positif tersebut merupakan mahasiswi IPB University. Menanggapi hal itu, Kepala Biro Komunikasi IPB University Yatri Indah Kusumastuti membenarkan bahwa yang bersangkutan adalah mahasiswa IPB.

Sejak mengetahui bahwa ayahnya positif Corona, IPB langsung berkoordinasi dengan Dinkes Kota dan Kabupaten Bogor untuk mengkarantina mahasiswa tersebut. “Semua proses dibantu sepenuhnya oleh Dinkes sampai yang bersangkutan dijemput ke Jakarta untuk dikarantina sesuai dengan protokol yang berlaku,” kata Yatrie.

Menurut dia, IPB bersama Dinkes sudah meminta pihak yang teridentifikasi melakukan kontak fisik untuk melakukan karantina mandiri. IPB pun akan terus melakukan pemantauan. Kami sekali lagi mengajak seluruh sivitas akademika dan tenaga pendidik untuk tetap tenang dan mengikuti protokol hidup sehat serta social distancing seperti disarankan WHO dan pemerintah,” tandasnya.

Fredy Kristianto

Disperindag Pastikan Stok Bapok Aman

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
Meski status siaga terhadap virus Corona (Covid-19), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor memastikan persediaan bahan pokok aman di pasaran wilayah Bumi Tegar Beriman. Kepala Disperdagin Kabupaten Bogor, Nuradi mengatakan, persediaan bahan pokok (Bapok) khsusnya di toko modern masih aman.

“Saya sudah perintahkan staf untuk memantau Bapok ke toko swalayan atau modern dan grosir, alhamdullilah pada umumnya stok aman. Untuk di Pasar Rakyat saya juga sudah berkoordinasi dengan PD Pasar Tohaga dan hasilnya serupa,” ujar Nuradi kepada Jurnal Bogor, Selasa (17/3).

Mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor ini menerangkan, memang ada kenaikan harga pada sejumlah bapok akibat adanya Covid-19. “Harga relatif stabil kecuali rempah-rempah dan gula mengalami kenaikan. Kenaikan harga iti terjadi semenjak beberapa pekan belakangan ini,” terangnya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga tersebut diakibatkan oleh faktor metode pasar yakni tingginya permintaan konsumen terhadap barang tersebut. “Iya, karena ada unsur kepanikan terhadap Corona, banyak masyarakat yang memborong gula dan rempah-rempah yang dipercaya dapat mengantisipasi terjangkitnya virus mematikan tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut pria berdarah Sumatera ini memaparkan, pihaknya akan mengambil langkah kebijakan bersifat imbauan kepada para pedagang, agar persediaan barang tetap aman. “Kami akan buat surat imbauan untuk pera pelaku usaha toko modern atau pedagang agar konsumen itu membeli barang yang sejenis dibatasi. Misalkan, membeli gula hanya dibolehkan maksimal dua bungkus saja,” paparnya.

Noverando H

Pesan Ade Yasin di HUT Pemadam Damkar Harus Profesional

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Pemadam Kebakaran atau Fire Brigade, Selasa (17/03) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 101.  Tahun 2020 ini, Kabupaten Bogor dipercaya menjadi tuan rumah peringatan tingkat Jawa Barat.

“101 tahun usia yang sudah matang, saya mengajak semua pemangku kebijakan  menjadikan pemadam kebakaran sebagai perangkat daerah yang professional, modern dan terlatih,” kata Ade, kemarin.

Ade mengatakan, sebagai Satuan Perangkat Daerah (SKPD) barisan terdepan dalam memberikan perlindungan kepada  masyarakat dalam kondisi kedaruratan, pemadam kebakaran telah menunjukan kinerja yang luar biasa.

“Petugas Damkar selalu hadir dalam setiap kejadian yang membahayakan kondisi manusia, bertugas melebihi jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) umumnya dengan membangun kesiapsiagaan selama 24 jam, tanpa mengenal hari libur,” ujarnya.

Ade mengungkapkan, tugas dan fungsi (Tupoksi) Pemadam Kebakaran, bukan sekedar memadamkan saja, tapi banyak hal yang dikerjakan.

“Wilayah tugas pemadam kebakaran tidak hanya melakukan pemadaman saja, secara luas pemadam kebakaran juga terlibat aktif dalam berbagai upaya penyelamatan seperti membantu penanganan banjir, penaganan kecelakaan bahkan sampai kepada animal rescue,” katanya.

Ade pun menegaskan, budaya kerja tim pemadam merupakan contoh yang baik bagi ASN dalam lingkup pemerintah daerah.  “Dari sudut budaya kerja, pemadam kebakaran telah menjadi contoh yang baik bagi seluruh ASN. Apalagi mereka memiliki moto sangat menyentuh, di mana menjadi pemadam kebakaran bukanlah cita-cita melainkan panggilan jiwa. Pengabdian mereka layak mendapatkan apresiasi,” ungkapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Ma’mur mengatakan, kondisi saat ini, SKPD yang dipimpinnya itu masih kekurangan personil dan armada.

“Wilayah Kabupaten Bogor kan sangat luas ditambah jumlah penduduknya yang padat. Kondisi ini tentunya membutuhkan personil dan armada dengan jumlah ideal.Namun, untuk personil saat ini baru ada 300 orangan berikut staf,” katanya.

Namun demikian, untuk mensiasati kekurang personil dan armada, kata Ma’mur, sejak beberapa tahun lalu, Damkar telah membentuk delapan sektor di sejumlah wilayah.

“Pembentukan sektor itu tujuannya, agar ketika terjadi kebakaran bisa cepat ditangani sambil menunggu bantuan dari Posko Cibinong, sebagai pusat kendali dan bantuan dari tim Damkar wilayah lain,” tutupnya.

Mochamad Yusuf

Bima Arya Ngantor di Rumah

0

Bogor | Jurnal Bogor

Berstatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) sepulang dari Azerbaijan pada Senin (16/3). Walikota Bima Arya berkantor di rumah, sesuai dengan pedoman Kemenkes terhadap ODP, salah satunya mengenai isolasi di rumah selama masa inkubasi. Bima Arya pun kemudian memutuskan untuk melakukan aktivitasnya sebagai wali kota dengan bekerja dari rumah.

“Saya mengikuti instruksi dari Kemenkes dan Dinkes walaupun sampai saat ini tidak ada gejala, saya sehat, begitu turun dari pesawat langsung dicek suhu tubuhnya dan normal, tidak ada keluhan. Tapi sekali lagi untuk mengantisipasi tetap saya harus dipantau,” ujar Bima.

Tampak ruang bawah di kediaman Bima Arya dijadikan kantor untuk sementara waktu. Di sana sudah terpasang alat untuk melakukan teleconference guna memantau dan memberikan arahan-arahan untuk dinas, camat hingga lurah.“Selama bekerja di rumah, saya akan terus memonitor kondisi Kota Bogor. Besok saya juga akan melakukan video conference dengan dinas, camat, lurah, para kepala sekolah, kepala puskesmas, rumah sakit untuk memantau keadaan dan memberikan arahan,” terangnya.

Kendati dapat melakukan kerja jarak jauh atau di rumah selama masa pemantauan, Bima Arya menyebut masih ada keterbatasan. “Tapi selama masih dalam pemantauan itu bukan tidak boleh ke lapangan, tapi agak dibatasi turun ke lapangannya. Karena bagaimanapun pengendalian korona ini memerlukan koordinasi langsung dari saya, pak wakil dan semuanya. Walaupun ada yang kerjakan dari jarak jauh, tapi tetap ada keterbatasan,” ungkapnya.

Bima menyebut ada opsi yang ditawarkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk mengetahui hasil dirinya bebas dari virus Covid-19 tanpa harus menunggu 14 hari masa inkubasi.“Pak Gubernur bahkan meminta langsung saja bahwa Wali Kota Bogor menjalani tes khusus yang dinamakan proaktif tes yang hasilnya bisa diketahui 5-6 jam. Artinya begitu hasil tes itu keluar, Insya Allah saya bisa turun ke lapangan lagi. Lab-nya ada di Bandung. Doakan saja mudah-mudahan tidak ada apa-apa, kita ingin percepat dengan alat yang baru dari Provinsi Jawa Barat itu,” pungkasnya.

Fredy Kristianto