27.3 C
Bogor
Friday, March 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1639

Sistem Kerja WFH, Pasokan Air PDAM Aman

0

Bogor | Jurnal Bogor

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan mengupayakan pasokan air bersih ke pelanggan tetap berjalan normal setelah pemerintah menganjurkan sistem kerja dari rumah (work from home/WFH) sebagai antisipasi penyebaran Covid 19 di Kota Bogor.

Perusahaan air bersih milik Pemkot Bogor ini tetap menjaga kualitas, kuantitas dan kontinyuitas layanan tetap prima, meski terdapat perubahan jam operasional dari sisi administrasi.

Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Syaban Maulana menegaskan, petugas pada Departemen Produksi, Perawatan serta NRW & Tranmisi Distribusi tetap bekerja seperti biasa, kendati ada sebagian unit kerja memberlakukan sistem WFH.

“Kami menerapkan sistem kerja di rumah untuk sebagian departemen pada 18-31 Maret 2020. Ini sesuai dengan arahan Bapak Walikota tentang protokol penyebaran virus Corona. Tapi kami di Direktorat Teknik akan tetap bekerja seperti biasa untuk memastikan sistem produksi dan distribusi tidak sampai terhenti,” ujar Syaban.

Dia menerangkan, Tirta Pakuan setiap hari memproduksi air baku hingga 2.560 liter perdetik, yang disuplai ke 162.985 Sambungan Rumah di tujuh zona layanan.

Komposisinya antara lain Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng kapasitas 1700 liter perdetik, IPA Cipaku 300 l/det, IPA Katulampa 200 l/det, IPA Cikereteg 20 l/det, IPA Palasari 30 l/det, Sumber Mata Air (SMA) Kota Batu 65 l/det, SMA Bantar Kambing 140 l/det, serta SMA Tangkil 110 l/det.

Begitu pula pada sistem Transmisi dan Distribusi. Petugas tetap siaga penuh dan merespons cepat ketika ada laporan gangguan pengaliran.

“Petugas piket penanggulangan kebocoran harus langsung bergerak ketika ada order perbaikan pipa bocor. Saya juga perintahkan petugas pengaliran cermat mengatur sistem pengaliran. Mereka sudah paham tugas-tugasnya,” ujar Dirtek.

Syaban menyakini jajarannya akan maksimal menjalankan tugas masing-masing. Terlebih Walikota Bogor dan para stakeholder mensuport penuh program-program perusahaan untuk kepentingan masyarakat Kota Bogor.

“Kami berupaya menjamin pelanggan dan masyarakat Kota Bogor akan tetap mendapatkan layanan air bersih saat menjalankan sistem work from home-nya,” kata Syaban.

Syaban mengimbau pelanggan segera menghubungi Call Center Tirta Pakuan di nomor 0251-8324111 dan WA 08111182123 ketika terjadi gangguan pelayanan.

Pengaturan Sistem Layanan

Tirta Pakuan juga telah mengatur tata cara pembayaran rekening air merunut protokol pencegahan perluasan Covid 19 di area publik. Manager Humas dan Pelayanan Pelanggan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Sonny Hendarwan mengatakan, pihaknya telah menjalankan sistem pengaturan antrian pada loket pembayaran dan penanganan keluhan di kantor pusat Jalan Siliwangi 121.

“Kami mohon maaf kepada seluruh pelanggan, mulai Rabu (18/3) ada sistem antrean baru untuk mencegah penularan virus corona,” ujar Sonny mengawali.

Jelasnya, Tirta Pakuan akan membatasi jumlah pelanggan di loket pembayaran, penanganan gangguan, pemasangan baru dan layanan administratif lainnya di area dalam gedung Area Hubungan Langganan. Namun telah disediakan tenda dan kursi nyaman di area parkir bagi pelanggan untuk menunggu antrian masuk.

“Untuk menghindari penumpukan orang di area dalam, kami batasi hanya beberapa saja yang bisa masuk. Kami seleksi, yang membayar tunggakan 1-2 bulan, kami arahkan membayar di minimarket depan kantor, sementara tiga bulan ke atas, kami persilakan masuk, tapi harus dicek suhu tubuhnya dan cuci tangan pakai hand sanitizer,” papar Sonny.

Di dalam Area Pelayanan Pelanggan, petugas akan mengatur antrian agar tidak saling berdekatan. “Sesuai arahannya harus ada jarak minimal satu meter antar pelanggan. Sekali lagi mohon maaf, ini untuk kebaikan bersama,” kata mantan Kepala Satuan Pengawas Intern Tirta Pakuan ini.

Sonny mengimbau kepada para pelanggan untuk membayar tagihan bulanan melalui pembayaran Payment Poin Online Bank (PPOB) pada ATM, M-Banking, agen-agen/counter bank di wilayah tempat tinggal pelanggan. Bisa juga melalui Kantor Pos, serta aplikasi e-commerce seperti Bukalapak, Tokopedia, dll. “Bagi pelanggan yang merasa kesulitan membayar tagihan secara online, silakan hubungi petugas Call Center kami. Mereka sudah siap membantu,” tutup Sonny.

Fredy Kristianto

UKM Kabupaten Bogor Lesu

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Akibat adanya wabah virus Corona (Covid-19), Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Bogor memprediksi akan berpengaruh terhadap pelaku usaha kerajinan di wilayah Bumi Tegar Beriman. Ketua Dekranasda Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiah mengatakan, wabah Covid-19 akan mempengaruhi gairah para pelaku pengrajin di Kabupaten Bogor.

“Tentu dengan adanya Covid-19 tersebut akan berpengaruh terhadap industri UKM di Kabupaten Bogor karena memang Dekranasda itu memasarkan produk itu di tempat pariwisata,” ujar Halimatu kepada Jurnal Bogor, Rabu (18/3).

Istri dari Wakil Bupati (Wabup) Bogor Iwan Setiawan ini menambahkan, kondisi yang ditimbulkan oleh virus Corona itu manjadikan penurunan kunjungan wisatawan di wilayah Bumi Tegar Beriman. “Virus ini berpengaruh kepada kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara. Tentunya itu sangat berpengaruh terhadap UKM di Kabupaten Bogor,” katanya.

Ia mengungkapkan, pihaknya mengintruksikan pada Industri Kecil Menengah (IKM) mengurangi volume produksinya. “Saya sangat mengimbau tetap berproduksi namun jumlahnya yang dikurangi dari hari-hari sebelumnya. Ini pendemi, artinya wabah penyakit ini tidak akan selamanya. Jadi kita hanya perlu waktu agar wabah ini berlalu, dan para pengrajin kembali bangkit,” tegasnya.

Terpisah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) pada Setda Kabupaten Bogor, Joko Pitoyo memaparkan, UKM di Kabupaten Bogor memungkinkan terdampak Covid-19. “Kalau UKM tersebut pasarnya di luar negeri pasti berpengaruh karena pasarnya akan berkurang. Virus ini pandemi, jadi pasti efeknya ada terhadap pelaku usaha di Kabupaten Bogor,” kata Joko.

Noverando H

Disdukcapil Cuekin Covid-19

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) belum menggunakan alat pendeteksi suhu tubuh terhadap masyarakat yang datang untuk pengurusan administrasi kependudukan, Cibinong, Rabu (18/3). Meski pencegahan terhadap penyebaran Virus Corona atau Covid-19 tengah gencar dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, namun hal itu seakan tak berlaku bagi Disdukcapil Kabupaten Bogor. 

Kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor, Oetje Subagdja tak menampik, jika pengecekan suhu badan bagi masyarakat yang datang untuk mengurus segala administrasi kependudukan di kantor Disdukcapil Bogor masih belum dilakukan.
“Memang belum ada alatnya, saya sudah menyuruh kepada staf untuk mencari ke Bogor tapi habis semua alat tersebut,” ujar Oetje kepada Wartawan, Rabu (18/3).

Ia menambahkan, susahnya mencari alat pengecek suhu badan itu, berdampak akibat wabah virus Corona yang melanda negeri ini. “Alat itu jadi langka, mungkin besok lagi staf saya akan mencari kembali alat itu karena juga demi kebaikan bagi seluruh staf saya yang sampai saat ini masih melayani masyarakat Kabupaten Bogor meski wabah Covid-19 kian hari semakin memprihatinkan,” katanya.

Kendati demikian, guna menekan penyebaran virus corona di lokasi kantor pelayanan masyarakat itu, pihaknya sementara waktu menggunakan hand Sanitizer yang dibagikan ke setiap loket pelayanan maupun ruang perekeman e-KTP.
“Sementara waktu pakai Hand Sanitizer dulu pak kita bagikan ke setiap loket pelayanan, agar safety dan demi menjaga penyebaran virus Corona terhadap staf kami disini,” terangnya.

Sementara itu, salah satu yang enggan disebutkan namanya, wabah virus corona tidak membuat warga takut datang ke Kantor Disdukcapil untuk mengurus data kependudukan. “Malahan mereka sampai bawa anak-anaknya yang sedang libur sekolah,” katanya.

Menurutnya, sepatutnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menyediakan alat pengecek suhu badan demi mencegah warga penyebaran virus covid-19. “Biar safety kan seharusnya dilakukan pengecekan suhu badan, karena kalu tidak seperti sekarang ini membuat kami menjadi takut serta khawatir akan adanya penyebaran virus yang sedang menghebohkan dunia tersebut. Apalagi kami langsung face to face langsung dengan masyarakat,” keluhnya.

Noverando H

Pokwan DPRD Kota Bogor Ajak Wartawan Periksa Kesehatan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Mengantisipasi penyebaran virus corona di kalangan jurnalis, Kelompok Wartawan DPRD Kota Bogor mengajak seluruh wartawan yang bertugas di wilayah Bogor untuk memeriksakan kesehatannya. Rencananya, Pokwan akan menggelar tes kesehatan, Kamis (19/3) pada pukul 12:30 di aula DPRD Kota Bogor.

Tugas jurnalis yang dituntut selalu berinteraksi dengan siapapun pada saat di lapangan, membuat dirinya rentan terpapar penyakit khususnya virus Covid-19 yang kini tengah diantisipasi penyebarannya. Ketua Pokwan DPRD Kota Bogor, Aldo Herman Indrabudi, mengajak para wartawan khususnya di Bogor untuk memeriksakan kesehatannya.

“Mari kita periksa diri kita masing-masing sebagai langkah antisipasi dan pengecekan kondisi kesehatan kita,” ajak Aldo yang juga Koordinator bidang OKK PWI Kota Bogor.

Sementara wartawan Pakuan Raya Roy Andi Tachta, mengingatkan kepada para jurnalis khususnya yang bertugas di lapangan agar tetap waspada dan berhati-hati saat melakukan kegiatan peliputan. Sebab, kata dia, kasus pandemi Covid-19 ini serius untuk diantisipasi.

Anak sekolah, lanjut Roy, telah diliburkan selama 14 hari kedepan. Kepala BNPB Doni Monardo juga memperpanjang masa tanggap darurat selama 92 hari hingga bulan Mei 2020 mendatang. Sementara jurnalis harus tetap bertugas untuk memberikan informasi kepada khalayak.

“Tetap menjaga kesehatan, ada istilah tidak ada berita seharga nyawa. Tapi ada anekdot kiamat pun wartawan tetap liputan,” kelakar Roy yang juga anggota PWI Kota Bogor.

Handy Mehonk

Camat Dramaga Imbau Warganya Konsumi Daun Kelor

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Camat Dramaga Ivan Pramudia mengimbau warganya untuk mencegah terinfeksi virus Corona atau Covid-19 dengan memakai masker, pola hidup sehat, mengkonsumsi rempah-rempah dan makan daun kelor atau buah jambu biji. “Virus Corona sekarang ini belum ada obatnya dan pencegahannya saja yang bisa kita lakukan salah satunya makan daun kelor dan jambu biji,” ujar Ivan saat mensosialisasikan Covid-19 bersama Pemerintah Kecamatan Dramaga bekerjasama dengan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi, para Kepala Puskesmas dan Muspika di Aula Kantor Kecamatan Dramaga yang dihadiri para kepala Desa se- Kecamatan Dramaga, kader, TKSK dan IPSM.

Hal ini dilakukan menyusul adanya salah satu mahasiswa IPB yang terpapar virus Corona. Bahkan untuk mengontrol bila mana ada warga yang mengalami gejala Covid-19, Ivan mengatakan telah membuat WA Grup bernama Sisca (Sistem Pencegahan Corona). “Hal itu dilakukan agar kami bisa selalu berkomunikasi untuk memantau pencegahan Covid-19,” tutupnya.

Sedangkan sosialisasi dilakukan agar para peserta bisa menyampaikan lagi kepada masyarakat bahwa virus Corona itu tidak harus dihindari tapi dilawan. Ivan menuturkan, bahwa virus ini tidak akan menyebar secara serta merta ke masyarakat kalau memang  pola hidup masyarakat  sehat, sehingga penyebarannya juga tidak terlalu banyak. “Tadi juga disampaikan, bagaimana inkubasi virus tersebut misalnya kalau di logam kemudian di kertas, berapa lama penyebarannya, sehingga tidak harus takut juga kalau memang kita berpola hidup sehat dengan baik,” ujarnya.

Untuk pencegahan, setelah turun instruksi Bupati, Kecamatan Dramaga menyiapkan handsanitizer didepan kantor Kecamatan. Hand Sanitizer tersebut bisa digunakan masyarakat yang akan mengurus administrasi pelayanan ke Kecamatan.

“Kami juga menyampaikan kepada Desa untuk sementara waktu, kegiatan-kegiatan yang bersifat mengumpulkan masyarakat, untuk sementara ditunda dulu, sampai tanggal 28 Maret 2020, dan kami masih menunggu instruksi lanjutan, apakah waktu ini diperpanjang atau tidak, karena di tingkat pusat sendiri ternyata itu ditetapkan sampai dengan tanggal 29 Mei,” tambah Ivan.

Cepi Kurniawan

Bendungan Cibeet Dibangun, Masyarakat Harus Dapat Manfaat

0
Bahri Hasan

Cariu | Jurnal Inspirasi

Rencana dibangunnya Bendungan Cibeet di Kecamatan Cariu berdampak pada 7 desa dan 1.088 KK yang harus direlokasi ke tempat lain. Pembebasan lahan besar-besaran ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat Cariu, khususnya dalam jangka panjang. Hal ini dikatakan Bakri Hasan, Sekretaris Camat Cariu merujuk pada instruksi Bupati Ade Yasin bahwasannya keberadaan bendungan tersebut harus bisa memajukan masyarakat sekitarnya.

“Saat ini masih dalam tahap pembahasan, kami berharap warga yang nantinya kena dampak pembebasan lahan untuk pembangunan bendungan ini tidak jauh-jauh keluar dari Cariu. Jangan sampai warga kehilangan mata pencaharian dengan dipindahkan ketempat lain,” kata dia.

“Tapi mata pencaharian yang lama tetap ada, ditambah dengan mata pencaharian yang baru yang biasa  bertani walaupun nantinya direlokasi harus punya lahan lagi untuk bertani dan begitupun yang lainnya,” jelas Bahri Hasan.

Ia melanjutkan, untuk pembangunan Bendungan Cibeet ini berimbas pada 7 desa yaitu Desa Cariu, Kutamekar, Cikutamahi, Cibatutiga, Karya mekar, dan Desa Bantar kuning dengan total 1.088 KK dengan luas 1000 hektare. “Dengan adanya program dari Pemerintah Pusat ini kita hanya memfasilitasi adapun anggarannya bersumber dari APBD Provinsi dan Kementrian, Kabupaten hanya menyediakan lahannya saja,” jelasnya.

“Jadi kami harapkan warga Cariu tetap direlokasi di lokasi Cariu, sejauh ini kami sudah membuat grup untuk komunikasi dalam grup itu ada Kepala Desa, Kecamatan dan para tokoh masyarakat yang kami mintai tanggapannya perihal relokasi untuk warga yang terkena pembebasan lahan, jangan sampai ada warga yang dirugikan sesuai dengan program Presiden Jokowi warga harus diganti untung bukan ganti rugi,” katanya.

“Sebetulnya hadirnya Bendungan Cibeet di Cariu tidak terlalu berdampak untuk pertanian warga kami, mungkin hadirnya bendungan ini lebih berdampak pada warga Jakarta, Cikarang, Bekasi guna menahan debit air disini. Kehadiran Waduk Cijuray yang sebetulnya sangat diharapkan oleh warga karena langsung mengairi tempat pertaniannya. Ya kami berharap proses ini berjalan dengan baik dan tidak ada warga yang dirugikan adapun perihal harga saat ini belum ada muncul tawaran,” pungkasnya Bakri.

Nay Nur’ain

Andri Rahman Ajak Masyarakat Biasa Hidup Sehat

0
Andri Rahman

Jonggol | Jurnal Inspirasi

Setelah beredarnya imbauan Bupati Bogor Ade Yasin untuk melakukan Social Distancing, aktivitas pelayanan di Kecamatan Jonggol masih berjalan seperti biasanya. Hanya saja hal lain yang terlihat ialah security di pintu masuk mengharuskan masyarakat yang ingin mengurus sesuatu untuk membersihkan tangan terlebih dahulu dengan hand sanitizer yang sudah disediakan.

Camat Jonggol Andri Rahman menyatakan, perihal antisipasi penyebaran virus Corona, pihaknya dan puskesmas, serta rumah sakit selalu bersinergi dan tak henti-hentinya mengimbau serta mengingatkan masyarakat untuk senantiasa hidup bersih. “Pertama kita ikuti instruksi pemerintah pusat untuk tidak panik dalam menghadapi virus. Biasakan mencuci tangan dan seperti yang saat ini sedang dijalani yaitu selama 14 hari kedepan untuk tidak kemana-mana guna memutus rantai Covid-19 untuk menyebar,” jelas Andri Rahman.

Dia mengharapkan agar selama diliburkannya kegiatan 14 hari kedepan, masyarakat diminta agar tetap di rumah dan bukan jalan-jalan atau mencari-cari kesibukan berkumpul atau apapun. “Untuk kegiatan pemerintahan sendiri berjalan dengan normal dengan adanya alat komunikasi bisa kita pergunakan dengan baik. Jadi yang biasanya ada kegiatan minggon selama masa 14 hari ini cukup berkomunikasi dan memantau keadaan di desa via internet, WA dan telepon,” kata dia.

“Sejauh ini untuk Kecamatan jonggol sendiri belum ada yang terjangkit Covid-19 atau yang mengalami tanda-tanda seperti itu dan dan saya harapkan tidak ada. Tapi saya minta masyarakat jangan menyepelekan, hindari bahasa-bahasa seperti “mati mah urusan Allah”, memang betul tapi apa yang kita upayakan selama 14 hari ini kan bagian dari pada ikhtiar agar terhindar dari wabah tersebut,” pungkasnya.

Ia juga menjelaskan untuk tempat hiburan yang ada di Jonggol untuk mematuhi instruksi Bupati. “Memang tidak ditutup karena berdampak pada ekonomi masyarakat, maka saya imbau kepada seluruh tempat hiburan untuk menyediakan hand sanitizer dan pengukur suhu tubuh agar terdeteksi jika pengunjung yang mengarah ke Covid-19,” pungkasnya.

Nay Nur’ain

Sampah Masih Menumpuk, UPT DLH: Kami Utamakan yang Retribusi Dulu

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Kepala UPT Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sundari bakal mengutamakan pengangkutan sampah yang retribusi dulu, dibandingkan tumpukan sampah yang berceceran di pinggir jalan Raya Paku, Kampung Kosol, Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng. Sebelumnya diberitakan, kondisi itu dikeluhkan warga sekitar maupun pengguna jalan di jalur nasional itu. “Sebab kami juga ditargetkan sama Negara,” kata Sundari, kepada Jurnal Bogor, Rabu (17/3).

Adapun sampah sampah liar itu, jelas dia, dikembalikan lagi ke desa dan pihak desaa melaporkan ke UPT untuk dijadwalkan pengangkutan. “Nanti bisa dijadwalkan kapan mobil tersebut untuk beroprasi. Ya kalau disitu,  deket pasar rakyat itu sering kami menggelar opsih, mohon bantuan untuk ke masyarakat agar mau koordinasi dengan kita kalau butuh pengangkutan,” ucapnya.

“Mangga atuh bantuan dari aparat desanya agar ikut aktif menjaga lingkungannya pak, kami bukan tidak bekerja, tetapi kan kami juga ada beban target yang harus dipenuhi ke negara,” tandasnya.

Sebelumnya dikatakan Kasi Ekbang Kecamatan Leuwisadeng, Engkos Kosasih yang juga mengakui tumpukan sampah tersebut semakin hari semakin banyak karena yang membuang sampah sembarangan itu termasuk warga dari luar daerah Sadeng dengan menggunakan kendaraan. “Seharusnya sih jangan disitu apalagi jalanan ini jalur nasional  selain itu mengganggu warga yang melintas, lagi pula tidak elok dipandang mata apalagi kalau habis hujan baunya lumayan kuat,” kata Engkos.

Arip Ekon

Ahmad Fathoni Apresiasi Kinerja Camat dalam Penataan FO Cileungsi

0
Achmad Fathoni

Cileungsi | Jurnal Inspirasi

Anggota DPRD Komisi III Fraksi PKS Achmad Fathoni mengapresiasi dengan kinerja camat Cileungsi Zaenal Azhari dalam penataan Flay Over (FO) Cileungsi yang berencana akan dijadikan taman tematik.

Anggota Dewan yang selalu hadir dalam setiap kejadian apapun khususnya di Bogor Timur ini selalu dan akan mengedepankan aspirasi rakyat, sehingga tak aneh jika laman Facebook dan Whatsapp nya selalu dibanjiri informasi dan keluhan-keluhan warga Bogor Timur yang berharap suaranya tersampaikan.

Seperti yang baru-baru menjadi bahan pembicaraan, berkat kerjasama dan komunikasi yang baik antara pemerintahan dan masyarakat, sehingga FO Cileungsi akhirnya bebas angkot. Hal itu semua tak luput dari kerjasama Camat Cileungsi dan jajarannya serta Dishub dan Kepolisian khususnya Kanit Lantas dalam menjalin kerja sama dengan masyarakat dan supir angkot khususnya dalam penertiban kali ini,Rabu (18/03)

“Alhamdulilah, saya sangat apresiasi dan siap support, ini merupakan impian yang sudah lama saya komunikasikan dengan beberapa pihak terutama UPT Dishub Pak Risnandar, sesuai dengan ucapan beliau (Risnandar-red) bahwa siap menata FO asalkan dilakukan koordinasi yang baik bersama dengan semua pihak terkait,” kata Achmad Fathoni.

“Saya apresiasi dan terimakasih kepada Camat Cileungsi yang sudah ambil peran dalam berkoordinasi dengan masyarakat dan pihak terkait,dan saya berharap kondisi tertib ini berlangsung sepanjang waktu. Oleh karena itu saya berharap masyarakat dan semua pihak mendukung dan membantu serta mengawal hingga bisa terus terjaga ketertiban, kerapihan dan kebersihan,” pungkasnya.

Nay Nur’ain

Sebelum Kerja Remote, Kuasai Keterampilan Ini

0

Tren bekerja secara remote pun cukup diminati, dan sebagai salah satu implikasinya, jumlah co-working space di Indonesia pun makin lama makin menjamur, memfasilitasi para pekerja remote tersebut. Para pegawai tidak diwajibkan datang ke kantor untuk melakukan suatu pekerjaan. Mereka bebas memilih untuk bekerja dimanapun, selama tempat yang dipilih dapat menunjang pekerjaan suatu pegawai.

Mengacu dari hasil survei yang diselenggarakan Regus, penyedia ruang kerja fleksibel, menunjukkan bahwa lebih dari separuh pekerja di Indonesia sekarang mulai tertarik untuk bekerja dari luar lokasi kantor utama perusahaan selama setengah minggu atau lebih. Hanya 28% yang menyatakan bahwa mereka melakukan sebagian besar pekerjaan dari rumah.

Survei ini diikuti oleh lebih dari 200 pebisnis, tujuannya untuk memberi gambaran dunia kerja saat ini dan menyatakan bahwa bekerja jarak jauh itu telah menjadi hal biasa. Responden yang menyatakan bahwa mereka bekerja dari jarak jauh agar tetap produktif saat bepergian ke dan dari rapat di dalam kota atau di kota lain (53%).

“Para pekerja melaporkan bahwa mereka tidak berencana mengganti kantor dengan ruang permanen lain, seperti rumah. Tapi mereka memerlukan tempat untuk bisa tetap produktif saat bepergian ke dan dari pertemuan bisnis di dalam kota mereka sendiri atau di kota lain,” ujar Country Manager Regus Indonesia Andy Harsanto.

Survei ini memperlihatkan bahwa bekerja remote adalah suatu hal kini lumrah terjadi. Akan tetapi, bekerja remote itu memerlukan seperangkat keterampilan tertentu, apapun itu jenis pekerjaannya. Satu hal yang perlu diingat adalah bekerja di perusahaan startup teknologi mengharuskan Anda menguasai beragam keahlian.

Artikel ini akan lebih jauh membahas keahlian apa saja yang perlu Anda kuasai sebelum memilih untuk bekerja remote. Berikut rangkumannya:

1. Keterampilan komunikasi digital

Semua pekerjaan memang membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik. Maksud dari komunikasi digital dalam hal ini lebih khusus karena tidak hanya mampu berbicara dengan orang lain saja. Keterampilan komunikasi digital berarti Anda mampu mengelola email Anda dan menanggapi secara tepat waktu. Tak hanya itu, Anda juga bisa hadir dalam setiap panggilan lewat video chatting dengan tim. Anda mampu memberikan laporan mengenai informasi penting yang dibutuhkan tim.

Ketika Anda tahu bagaimana tetap berhubungan dengan tim dan orang lain di perusahaan Anda, tak hanya itu dengan klien atau pelanggan tanpa harus bertemu tatap muka bukan sebuah keterampilan yang optional ketika Anda bekerja remote. Ini jadi faktor penting untuk kesuksesan Anda.

2. Keterampilan manajemen waktu

Ketika Anda bekerja di kantor maka manajemen waktu dalam dikelola secara otomatis, karena Anda masuk kerja pukul 9 pagi dan pulang pukul 5 sore setiap harinya. Namun saat Anda bekerja remote, Anda tidak perlu memberi tahu orang-orang jika Anda masih duduk di bangku Anda saat malam hari.

Fleksibilitas bisa menjadi kelemahan yang fatal apabila Anda tidak bisa mengelola jam kerja dengan baik. Intinya adalah Anda harus bisa mengatur jam kerja agar setiap pekerjaan bisa selesai tepat waktu.

3. Keterampilan memotivasi diri

Setiap pekerjaan biasanya memiliki rentang waktu deadline yang harus diselesaikan dengan tepat waktu. Bila deadline sudah hampir tiba dan masih ada pekerjaan lainnya yang harus diselesaikan, biasanya fokus akan mudah terpecah. Jika Anda tidak dapat memotivasi diri untuk bekerja sesuai trek, maka akan sangat sulit untuk mengerjakan banyak hal dengan bekerja remote.

Salah satu cara terbaik jika motivasi tidak datang secara alami adalah bermain game motivasi. Kegiatan ini sifatnya menghadiahi diri sendiri setiap pencapaian target yang hendak dicapai dan membentuk kebiasaan yang baik.

4. Keterampilan individual

Jika Anda ingin menjadi pekerja remote yang sukses, Anda harus belajar untuk proaktif dalam setiap proyek yang Anda ikuti. Menjadi proaktif dalam setiap proyek baru yang diusulkan dari ide sendiri akan membuat Anda jadi lebih dihargai dalam lingkungan kerja remote.

5. Keterampilan teknologi

Bekerja remote membutuhkan kemampuan teknologi agar Anda dapat tetap terhubung dengan tim. Anda tidak harus menjadi engineer, namun bukan berarti Anda tidak mahir dalam hal-hal seperti email, software proyek manajemen seperti Trello, perangkat lunak panggilan video seperti Google Hangouts atau Skype, atau aplikasi chatting seperti HipChat atau Slack. Anda harus familiar dengan alat-alat tersebut dan nyaman saat menggunakannya bila Anda ingin bekerja remote dan menjadi pekerja yang sukses.

6. Keterampilan berorganisasi

Organisasi itu penting, bahkan akan sangat penting ketika Anda bekerja remote. Mengetahui pekerjaan mana yang paling penting untuk dikerjakan pertama kali mana yang memerlukan bantuan tim, akan sangat terasa betapa pentingnya ketika Anda bekerja remote. Ada beberapa pekerjaan yang membutuhkan kerja sama dengan tim, setiap anggota mengerjakan tugas masing-masing sesuai kapasitas. Organisasi yang baik tidak akan membuat Anda jadi penghalang bagi tim.

7. Keterampilan anggota tim

Hal lainnya yang penting untuk Anda kuasai adalah keterampilan tim pemain. Anda akan bekerja dengan orang-orang yang tersebar di berbagai tempat bahkan dunia. Perbedaan zona waktu mungkin saja terjadi dalam tim Anda. Maka dari itu perlu koordinasi dengan anggota untuk menghadiri rapat meski zona waktu bertabrakan satu sama lain. Karena Anda dan anggota tim belum pernah bertemu secara personal, untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dengan tim itu butuh upaya yang lebih ekstra. Tujuannya agar tim benar-benar berfungsi seperti sebuah tim.

Enggar Syahbara