28.7 C
Bogor
Thursday, June 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 16

Literasi Keuangan Provinsi Banten: Antara Pemahaman Masyarakat dan Kemampuan Perbankan

0

Oleh: Nada Khairina
(Program Studi: D3 Perbankan dan Keuangan Untirta Serang)

jurnalinspirasi.co.id – Era digital memang memudahkan masyarakat dalam melakukan layanan keuangan yang ada. Hanya dengan satu ketukan, masyarakat bisa membuka rekening, mengajukan kredit, bahkan bisa melakukan transaksi secara praktis. Namun, kemudahan transaksi yang tidak dibersamai dengan pemahaman terkait pengelolaan keuangan justru bisa menjadi boomerang bagi masyarakat itu sendiri.

Otoritas Jasa Keuangan mengatakan literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku terhadap keuangan untuk meningkatkan pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan keuangan masyarakat. Sementara itu, Finance Strategist mendefinisikan literasi keuangan sebagai kemampuan untuk memahami konsep keuangan dan menerapkannya ketika membuat keputusan tentang tabungan, investasi, dan manajemen keuangan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan adalah pemahaman terhadap konsep keuangan yang disertai kemampuan untuk menerapkannya dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan keuangan. Dengan demikian, literasi keuangan tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi juga mencakup kemampuan dalam menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa Literasi Keuangan Penting?

Literasi keuangan memiliki peran penting dalam membantu masyarakat mencapai kestabilan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan jangka panjang melalui investasi serta kondisi keuangan yang stabil. Pemahaman yang baik mengenai keuangan memungkinkan seseorang mengelola pendapatan, merencanakan pengeluaran, serta mengantisipasi risiko di masa depan.

Beberapa manfaat literasi keuangan antara lain:

Pengelolaan Keuangan Membaik: Memahami literasi keuangan sama dengan memahami bagaimana mengelola uang dengan baik. Memahami pengelolaan uang yang baik memungkinkan Anda membagi dan merencanakan uang sesuai dengan prioritas Anda. Hal ini sangat memengaruhi keuangan Anda di masa depan. Perencanaan keuangan yang baik tidak hanya membuat Anda merasa tenang saat ini, tetapi juga membuat Anda memiliki pegangan untuk masa depan.

Bertanggung jawab dan percaya diri dalam membuat keputusan keuangan: Saat ini, banyak orang yang berbelanja secara impulsif. Masyarakat terus membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan karena takut tertinggal dari tren. Namun, memahami literasi keuangan akan membantu seseorang memahami bahwa setiap keputusan keuangan memiliki konsekuensi, baik atau buruk. Selain itu, bagi seseorang yang melek finansial, kepercayaan dirinya dalam negosiasi akan meningkat. Oleh karena itu, menjadi lebih tahu tentang keuangan membuat keputusan keuangan yang lebih bijak.

Terhindar dari penipuan: Dengan pengetahuan keuangan yang cukup, seseorang dapat mengidentifikasi tanda-tanda bahaya untuk menghindari penipuan dan mendapatkan perlindungan konsumen. Orang yang paham keuangan akan melindungi keuangannya dengan memahami hak-hak perlindungan konsumen bahkan sebelum terkena bahaya.

Bijak dan bijaksana dalam menggunakan uang: Ketika seseorang telah mahir mengelola uangnya, harta yang dimilikinya dapat digunakan dengan baik atau bahkan memberikan keuntungan; taraf hidup pun dapat meningkat secara signifikan.

Bagaimana tingkat literasi keuangan di Provinsi Banten?

Di atas kertas, literasi keuangan menawarkan banyak manfaat. Namun, apakah masyarakat benar-benar sudah memahami hal tersebut? Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia berada di angka 66,46%, yang artinya mengalami peningkatan dari tahun 2022 sebesar 16,78%. Meskipun mengalami peningkatan, angka tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat sebagian masyarakat yang belum memiliki pemahaman keuangan yang memadai.

Provinsi Banten menjadi salah satu wilayah dengan tingkat literasi keuangan yang belum sepenuhnya merata. Sebagai salah satu wilayah yang memiliki karakteristik yang beragam, mulai dari kawasan perkotaan hingga semi-rural, perbedaan tingkat pendidikan, pendapatan, sampai dengan akses informasi yang tidak merata menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.

Dampak dari rendahnya literasi keuangan terhadap masyarakat

Salah satu dampak dari rendahnya literasi keuangan tersebut dapat dilihat dari perilaku masyarakat dalam mengelola kredit dan utang. Minimnya pemahaman mengenai mekanisme pinjaman, bunga, serta risiko kredit berpotensi mendorong masyarakat mengambil keputusan keuangan yang kurang tepat. Kondisi ini tercermin dari perkembangan kredit dan kualitas pembiayaan di daerah.

Berdasarkan laporan perekonomian daerah oleh Bank Indonesia, penyaluran kredit di Provinsi Banten terus mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi, baik pada sektor rumah tangga maupun korporasi . Namun, peningkatan kredit tersebut juga perlu diimbangi dengan kualitas pengelolaan yang baik. Dalam praktiknya, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) pada salah satu bank daerah di Banten sempat berada di kisaran 7% hingga mendekati 10% pada periode 2024, sebelum kemudian menurun menjadi sekitar 4–5% pada tahun 2025.

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun terjadi perbaikan, risiko kredit tetap menjadi perhatian. Tingginya NPL pada periode sebelumnya mengindikasikan adanya tantangan dalam kemampuan sebagian masyarakat dalam memenuhi kewajiban kreditnya. Hal ini memperkuat dugaan bahwa rendahnya literasi keuangan, khususnya dalam memahami kredit dan manajemen utang, berkontribusi terhadap meningkatnya risiko utang di masyarakat. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa peningkatan akses terhadap kredit belum sepenuhnya diiringi dengan kesiapan masyarakat dalam mengelola keuangannya secara bijak.

Kemampuan perbankan dan regulator dalam meningkatkan tingkat literasi keuangan

Perbankan perlu memperkuat program edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan agar dapat berjalan secara optimal di Provinsi Banten. Perbankan dapat memperkuat program edukasi keuangan yang lebih aplikatif, seperti sosialisasi pengelolaan keuangan rumah tangga, pemahaman kredit yang sehat, serta pemanfaatan layanan digital secara aman. Edukasi ini dapat dilakukan tidak hanya melalui kampanye umum, tetapi juga melalui pendekatan langsung kepada nasabah, khususnya pada saat pengajuan kredit atau penggunaan produk keuangan tertentu.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan sebagai regulator sektor jasa keuangan juga memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan literasi melalui kebijakan dan program nasional. Inisiatif edukasi keuangan, penguatan perlindungan konsumen, serta kolaborasi dengan perbankan, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan literasi keuangan hingga ke berbagai lapisan masyarakat di Banten.

Dengan adanya sinergi antara perbankan dan regulator, diharapkan masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bijak. Peningkatan literasi keuangan yang diiringi dengan pemahaman yang memadai terhadap kredit dan manajemen utang diharapkan dapat menekan risiko keuangan, termasuk potensi meningkatnya utang dan kredit bermasalah di masyarakat.

Pada akhirnya, literasi keuangan bukan hanya tentang memahami angka, tetapi juga tentang membentuk pola pikir dalam mengelola keuangan secara bijak. Di tengah meningkatnya akses terhadap layanan keuangan di Provinsi Banten, peningkatan literasi menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengelola keuangan yang cerdas dan bertanggung jawab.

**

Camat Tamansari Buka Suara Terkait Polemik Penertiban Lahan PT PMC

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Camat Tamansari Yudi Hartono menegaskan aktivitas PT Prima Mustika Candra (PMC) di wilayah Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, masih memiliki dasar hukum yang sah karena perusahaan tersebut masih mengantongi Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang berlaku.

Pernyataan itu disampaikan Yudi menanggapi polemik pembongkaran bangunan dan penertiban lahan yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

“Selama dokumen legalitas itu belum dicabut, maka statusnya masih berlaku secara hukum,” kata Yudi kepada wartawan di Kantor Kecamatan Tamansari, Senin (18/5/2026).

Ia mengatakan, pihak yang masih meragukan legalitas perusahaan dipersilakan menempuh jalur hukum agar persoalan dapat diselesaikan secara objektif dan tidak memicu konflik berkepanjangan.

“Kalau masih ada pihak yang merasa keberatan atau meragukan legalitas perusahaan, silakan menempuh jalur hukum. Itu lebih elegan dan lebih baik untuk semua pihak,” ujarnya.

Menurut Yudi, pemerintah kecamatan siap membantu apabila nantinya diperlukan data maupun keterangan dalam proses hukum ataupun mediasi.

Ia menjelaskan, persoalan lahan tersebut memiliki sejarah panjang sejak penguasaan lahan eks perkebunan pada akhir 1970-an. Sebagian area disebut telah dikembalikan kepada negara dan didistribusikan kepada masyarakat melalui program redistribusi tanah.

Sementara lahan sekitar 154 hektare yang kini dikelola PT PMC disebut berasal dari area yang sebelumnya dinyatakan clear and clean sebelum dialihkan pengelolaannya kepada perusahaan.

“Munculnya 154 hektare itu karena area tersebut sebelumnya dianggap clear untuk dikuasai dan kemudian dialihkan pengelolaannya,” kata Yudi.

Ia juga mengungkapkan sebagian wilayah di Desa Tamansari telah memiliki izin mendirikan bangunan dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Sedangkan untuk wilayah Sukajaya dan Sukaluyu, proses perizinannya disebut masih berjalan.

Selain itu, Yudi menilai perusahaan cukup kooperatif dalam berkomunikasi dengan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk terkait pemberian uang kerohiman dan relokasi warga.

Meski demikian, ia meminta perusahaan tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat. Yudi

KUA Cijeruk Rutin Salurkan Bantuan Lewat Program “Nyaah Ka Ema” untuk Lansia Kurang Mampu

0

Cijeruk | Jurnal Bogor – Bentuk kepedulian terhadap para wanita lanjut usia (lansia), khususnya janda kurang mampu, ditunjukkan Kementerian Agama Kabupaten Bogor melalui KUA Kecamatan Cijeruk dengan menjalankan program “Nyaah Ka Ema”. Program tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan sembako kepada dua lansia di sekitar lingkungan KUA dan akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan.

Kepala KUA Kecamatan Cijeruk, Erland Duslan Ahmad mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin bulanan sebagai upaya membantu para lansia yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap lansia, terutama janda-janda kurang mampu yang harus mendapat perhatian bersama. Dengan memaksimalkan kontribusi dari staf dan karyawan-karyawati KUA, kami memberikan bantuan kepada para lansia, meski saat ini masih di sekitar lingkungan KUA dan belum menyeluruh,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, program “Nyaah Ka Ema” tidak hanya memberikan bantuan sembako, tetapi juga bantuan modal usaha kecil agar para lansia tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tanpa harus bekerja terlalu berat.

“Para lansia yang usianya sudah tidak produktif lagi tentu perlu mendapatkan perhatian. Melalui program ini, selain sembako kami juga memberikan modal usaha untuk berjualan di rumah sehingga mereka tidak perlu berkeliling mencari nafkah,” katanya.

Ia berharap ke depan program tersebut dapat menjangkau lebih banyak lansia di wilayah Kecamatan Cijeruk.

“Untuk sementara baru dua lansia yang menerima bantuan. Namun apabila ada rezeki lebih, kami berharap bantuan ini bisa diberikan kepada lebih banyak lansia, bahkan hingga 4 sampai 10 orang, sehingga kehidupan mereka bisa lebih terjamin,” pungkasnya. Yudi

Ponpes Syifaul Furqon Angkat Bicara Soal Simpang Siur Kasus Dugaan Pelecehan di Medsos

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Kepala Sekolah Pondok Pesantren (Ponpes) Syifaul Furqon, Desa Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Ustad Abdullah Sengkang, angkat bicara seputar informasi dugaan pelecehan seksual yang simpang siur di media sosial (medsos).

Ustad Abdullah Sengkang menegaskan, narasi yang berkembang di sejumlah akun medsos tidak sesuai dengan fakta yang terjadi dan ditayangkan tanpa konfirmasi kepada pihak Ponpes.

“Informasi yang disampaikan oleh media sosial tidak tepat. Kami sangat menyayangkan hal itu karena sangat mengganggu,” kata Abdullah, kepada wartawan Rabu (13/05/2026).

Ia pun memohon maaf kepada seluruh lapisan masyarakat atas kegaduhan ini.

Dalam konteks dugaan pelecehan seksual yang diduga terjadi di lingkup ponpesnya, Abdullah tidak menampik.

“Kejadian tersebut terjadi pada periode Juni 2025 dan baru diketahui pada 11 Desember 2025. Sejak laporan itu kami ketahui, kami langsung bertindak dengan melakukan investigasi dan penelusuran,” ungkapnya.

Abdullah menjelaskan, pada tanggal 11 Desember 2025 pihak Ponpes mendapatkan laporan dari salah satu wali santri berkaitan dengan adanya dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPPKS).

“Berselang sehari, atau tepat pada tanggal 12 Desember 2025, kami pihak Pondok Pesantren telah melakukan klarifikasi kepada pihak terkait baik pelaku maupun para korban. Berdasarkan penelusuran kami, terdapat 6 orang terduga pelaku tindakan pelecehan seksual. Sementara terduga korban pelecehan berjumlah 15 orang,” ungkapnya.

Dari hasil penelusuran pihaknya, para terduga pelaku diduga melakukan perbuatan tersebut sekitar pukul 02-03 dini hari, ketika semua santri sedang istirahat atau tidur dan menunggu petugas patroli pesantren selesai mengontrol area pesantren secara keseluruhan.

“Berdasarkan pengakuan beberapa korban, mereka juga melakukan perlawanan saat terduga pelaku melakukan aksinya yakni menggesek paha korban dalam keadaan memakai pakaian lengkap. Dari sejumlah keterangan tersebut, tidak didapati adanya kejadian sodomi, seperti yang dilaporkan,” tandas Abdullah.

Abdullah juga mengatakan, pada tanggal 14 Desember 2025, pihak Ponpes telah melaksanakan proses mediasi antara santri korban dan santri pelaku.

Berdasarkan hasil mediasi tersebut, Ponpes mengambil keputusan untuk menjatuhkan sanksi berupa pemulangan (drop out) kepada para terduga pelaku pelecehan.

Adapun pada saat proses mediasi berlangsung, para wali santri tidak dilibatkan secara langsung. Hal ini disebabkan adanya penolakan penyampaian laporan dari santri yang bersangkutan kepada orang tua atau wali mereka dengan alasan menjaga kehormatan dan privasi dirinya.

Pada 29 April 2026, terdapat wali santri melaporkan permasalahan ini kepada pihak kepolisian (Polres Bogor). Laporan tersebut dilakukan oleh wali santri yang tidak terlibat dalam proses mediasi sebelumnya.

Bersamaan dengan itu, muncul video salah seorang wali murid yang secara terbuka menyampaikan pelaporannya melalui medsos. Namun narasi yang dikembangkan di medsos tersebut menuduh bahwa terduga pelaku disebut berasal dari tenaga pendidik Ponpes dan seolah tidak disikapi serius oleh pihak Ponpes.

“Faktanya, terduga pelaku merupakan alumni pondok pesantren yang sedang melaksanakan pengabdian yang telah diberikan sanksi tegas berupa drop out,” ujarnya.

Pihak Ponpes, kata Ustad Abdullah Sengkang, pada prinsipnya mendukung upaya pelaporan terhadap pelaku kepada pihak berwenang sebagai bentuk penegakan hukum.

“Kami juga telah menyatakan kesiapan untuk mengikuti alur pemeriksaan yang dilakukan aparat berwenang,” tegasnya.

“Dengan kemunculan narasi negatif tersebut, kami pihak Pondok Pesantren sangat merasa dirugikan, mengingat permasalahan yang terjadi merupakan tindakan oknum tertentu, namun berdampak pada nama baik lembaga secara keseluruhan,” tuturnya.

Selain itu, kondisi ini turut mengganggu ketenangan dan kenyamanan santri lainnya yang tidak terlibat dalam permasalahan.

“Dapat kami sampaikan, sejak peristiwa ini terjadi, kami berkomitmen untuk membuka ruang komunikasi kepada seluruh pihak, terutama kepada para wali murid. Kami juga mendapat bimbingan dan nasehat dari para alim ulama dan tokoh masyarakat serta unsur Muspika Desa Citapen. Bersama-sama, kami selalu menjaga kondusivitas di lingkungan pondok pesantren dan lingkungan masyarakat sehingga tidak terjadi aksi demontrasi seperti yang disampaikan media sosial,” paparnya.

Pihaknya juga terus berkomunikasi dengan aktif dengan jajaran Kemenag Kabupaten Bogor dan berkoordinasi dengan UPT PPA DP3AP2KB untuk upaya pendampingan para korban dengan memberikan rehabilitasi psikis dan trauma healing.

“Kami juga berkomitmen untuk menjaga privasi identitas para korban santri laki-laki,” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

Laniasari Kembali Nahkodai PORPI Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Laniasari kembali dipercaya memimpin DPC Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia (PORPI) Kota Bogor untuk periode 2026-2029. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PORPI Kota Bogor yang digelar, Sabtu (16/5).

Dalam forum tersebut, Laniasari menjadi satu-satunya kandidat yang maju sebagai calon ketua sehingga ditetapkan kembali untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi olahraga pernapasan di bawah naungan KORMI tersebut.

Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia Kota Bogor, Zaenul Mutaqien, mengatakan terpilihnya kembali Laniasari merupakan bentuk apresiasi atas kinerjanya selama memimpin PORPI pada periode sebelumnya.

Menurutnya, PORPI Kota Bogor mengalami perkembangan cukup signifikan dan semakin dikenal masyarakat sebagai salah satu olahraga kebugaran.

“Selamat kepada Laniasari. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik dan PORPI semakin berkembang di Kota Bogor,” ujar Zaenul.

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Ia menilai kiprah PORPI semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir dan hal tersebut tidak lepas dari peran kepemimpinan Laniasari.

“PORPI semakin dikenal masyarakat. Selamat kepada Laniasari dan terus kembangkan olahraga ini di Kota Bogor,” kata Jenal.

Musyawarah cabang tersebut turut dihadiri Ketua DPD PORPI Jawa Barat, Asep Purwatoro, serta perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor.

Sementara itu, Laniasari mengaku bersyukur atas kembali diberinya kepercayaan untuk memimpin PORPI Kota Bogor. Ia menyebut perkembangan organisasi selama ini merupakan hasil kerja bersama seluruh anggota.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Saya akan berupaya menjalankan amanah ini dengan dukungan dan kebersamaan seluruh anggota agar PORPI semakin maju dan berprestasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, PORPI sebagai organisasi olahraga rekreasi memiliki misi mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui senam dan olahraga pernapasan.

Menurutnya, senam merupakan olahraga yang mudah dijangkau seluruh kalangan sekaligus menjadi sarana membangun kesehatan, kedisiplinan, dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Ke depan kami berharap PORPI dapat semakin mengajak masyarakat Kota Bogor menjaga kualitas hidup melalui olahraga dan senam,” tutupnya.

** Fredy Kristianto

29 Tim Ramaikan FOMB Jawa Barat 2026

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sebanyak 29 tim ambil bagian dalam Festival Open Marching Band (FOMB) Jawa Barat 2026 yang digelar di GOR Indoor A Pajajaran, Kota Bogor, Minggu (17/5).

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang jatuh pada 3 Juni 2026 mendatang.

Pada gelaran edisi ke-22 ini, peserta terbagi dalam beberapa divisi, yakni 8 tim divisi TK non mandiri, 6 tim divisi TK mandiri, 4 tim divisi junior SD, 8 tim divisi senior pianika, serta 3 tim divisi senior brass.

Ketua Panitia FOMB Jabar 2026, Muhammad Hutri mengatakan, kejuaraan tersebut merupakan agenda tahunan Pengurus Kota Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kota Bogor. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan mengembangkan kreativitas, kedisiplinan, serta bakat musik generasi muda sejak usia dini.

“FOMB juga menjadi bagian dari pembinaan PDBI Kota Bogor dalam mencari bibit atlet drum band masa depan,” ujarnya.

Ketua PDBI Kota Bogor, Zenal Abidin menambahkan, FOMB Jabar 2026 bukan sekadar ajang menampilkan kemampuan bermusik, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, dan kreativitas anak-anak maupun generasi muda.

“Mari kita sambut seluruh peserta yang tampil hari ini, karena mereka adalah bintang-bintang yang akan menghidupkan panggung FOMB Jabar 2026,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Bogor, Dedi Sumarna menyambut baik pelaksanaan FOMB Jabar 2026. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi PDBI Kota Bogor dalam mengembangkan cabang olahraga drum band.

Menurutnya, Kota Bogor yang akan menjadi tuan rumah Porprov Jawa Barat 2026 memiliki peluang besar untuk berprestasi, terlebih cabang olahraga drum band akan dipertandingkan di Kota Bogor.

“Kami optimistis cabang olahraga drum band mampu mencapai target tiga medali emas pada Porprov Jawa Barat 2026,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Jalan Menuju Wisata Ciapus–Tamansari Berlubang, Pengendara Keluhkan Bahaya Kecelakaan

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Kondisi jalan menuju kawasan wisata Ciapus–Tamansari mengalami kerusakan dan berlubang sehingga membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas di jalur tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat sejumlah lubang di badan jalan dengan diameter sekitar 30 centimeter dan kedalaman mencapai 20 centimeter. Kerusakan jalan tersebut berada di akses yang kerap dilalui masyarakat maupun wisatawan menuju lokasi wisata di wilayah Tamansari.

Salah satu pengendara, Candra, mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lebih dari dua bulan dan hingga kini belum mendapatkan perbaikan.

“Jalan berlubang ini sudah lebih dari dua bulan. Sangat membahayakan pengendara, apalagi kalau malam hari atau saat hujan lubangnya tidak terlihat,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak dapat memicu kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang melintas setiap hari di jalur tersebut.

Ia berharap instansi terkait segera melakukan perbaikan agar kerusakan tidak semakin parah dan tidak menimbulkan korban jiwa.

“Harapannya segera diperbaiki supaya tidak ada korban kecelakaan, meskipun sampai sekarang belum ada korban,” tandasnya. Yudi

Pemuda di Pasir Jaya Tewas Dipatuk Ular

0

Bogor | Jurnal Bogor

Dua pemuda asal Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, meregang nyawa akibat dipatuk ular.

Seorang di antaranya orang dinyatakan meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi kritis di Rumah Sakit (RS) Ummi setelah terkena gigitan ular berbisa di kawasan Landbow, RW 13, Pasir Jaya.

​Peristiwa memilukan ini bermula pada Selasa sore (12/5). Saat itu, tiga remaja sedang bermain di area Landbow, sebuah lokasi yang kerap dijadikan warga sebagai tempat olahraga lari pagi.

Di tengah aktivitas tersebut, mereka menemukan seekor ular dengan motif belang dan memutuskan untuk menangkapnya. Belakangan hewan melata tersebut diketahui adalah ular weling, yang berbisa tinggi.

​Saksi mata menyebutkan bahwa para pemuda tersebut tidak menyadari bahwa ular yang mereka tangkap adalah jenis ular berbisa mematikan.

Karena dianggap tidak berbahaya, ular tersebut bahkan sempat dibawa pulang ke rumah oleh mereka.

​”Mereka menganggap itu ular biasa, tidak tahu kalau itu ular belang yang sangat berbisa. Bahkan setelah digigit pun, mereka tidak langsung memberitahu orang tua karena mengira hal itu biasa saja,” ujar salah satu warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut.

​Efek racun baru mulai terasa pada Rabu pagi (13/5). Tubuh kedua korban mulai menunjukkan gejala keracunan hebat hingga harus dilarikan ke fasilitas medis.

Sayangnya, bagi salah satu korban bernama Umar, warga RT 01/RW 15 Kelurahan Pasir Jaya, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

​Sementara itu, rekan Umar yang bernama Hendra, warga RT 02/RW 15 Pasir Jaya, saat ini masih berjuang melewati masa kritis.

Hendra tengah menjalani perawatan intensif di ruang IGD RS Ummi Bogor.

​”Korban atas nama Hendra sekarang masih dirawat di RS Ummi dalam kondisi kritis. Racun ular sudah menyebar sejak pagi tadi,” tambah keterangan dari pihak lingkungan setempat.

​Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bogor Barat, untuk lebih waspada terhadap kemunculan satwa liar di area terbuka.

Para ahli sering mengingatkan agar warga tidak melakukan kontak langsung atau mencoba menangkap ular jika tidak memiliki keahlian khusus, terutama jenis ular belang (Welang/Weling) yang memiliki racun neurotoksin yang sangat kuat namun sering kali gigitannya tidak menimbulkan rasa sakit yang ekstrem di awal.

​Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban meninggal dunia telah disemayamkan oleh pihak keluarga, sementara tim medis masih terus memantau perkembangan kondisi korban kritis di RS Ummi.

** Fredy Kristianto

Bimba RK Planes Pagelaran Edukasi Keselamatan Lewat Fieldtrip ke Damkar Ciomas

0

Ciomas | Jurnal Bogor – Bimba RK Planes Pagelaran menggelar fieldtrip edukatif ke Kantor Pemadam Kebakaran Sektor Ciomas yang dipimpin Yulius Jabrail. Kegiatan ini diikuti 84 peserta didampingi orang tua serta enam guru pendamping sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas yang menyenangkan dan penuh edukasi.

Branch Manager Bimba RK Planes Cabang Taman Pagelaran, Synthia Nusrat mengatakan, kegiatan fieldtrip ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada anak-anak mengenai pentingnya keselamatan serta mengenalkan profesi pemadam kebakaran.

“Anak-anak diajak melihat langsung fasilitas pemadam kebakaran dan berinteraksi dengan petugas yang setiap hari bertugas menjaga keselamatan masyarakat,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai alat pemadam kebakaran seperti APAR (Alat Pemadam Api Ringan), fire blanket atau selimut api, hidran, hingga selang air pemadam. Mereka juga mendapatkan edukasi tentang langkah-langkah menghadapi situasi darurat seperti kebakaran maupun kebocoran gas.

Tak hanya itu, para peserta juga dikenalkan lebih jauh mengenai tugas pemadam kebakaran yang ternyata tidak hanya memadamkan api, tetapi juga membantu masyarakat dalam berbagai kondisi darurat, seperti menangkap ular hingga membantu evakuasi warga.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional anak-anak. Mereka belajar bekerja sama, berani bertanya, serta mengekspresikan rasa ingin tahu melalui interaksi langsung dengan petugas damkar.

Dengan suasana belajar yang interaktif, anak-anak tampak antusias mencoba berbagai peralatan pemadam kebakaran. Pengalaman tersebut membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

Kegiatan Fieldtrip

Selain anak-anak, para orang tua juga mendapatkan edukasi keselamatan, khususnya mengenai cara menghadapi kebocoran gas di rumah serta pentingnya segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila membutuhkan bantuan.

Fieldtrip ini sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan kepada anak-anak agar selalu menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Sebagai penutup kegiatan, anak-anak bermain air menggunakan mobil pemadam kebakaran dengan penuh keceriaan. Mereka juga mendapatkan snack berbentuk mobil damkar yang menambah kesan unik dan menyenangkan dari kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak semakin memahami pentingnya keselamatan serta memiliki rasa hormat terhadap profesi pemadam kebakaran sebagai garda terdepan dalam membantu masyarakat. Yudi

Bilaz Coffee Tawarkan Kopi Asli Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Bisnis coffee shop di Kota Bogor terus berkembang pesat. Namun, tidak banyak pelaku usaha yang menawarkan kopi asli Bogor sebagai produk unggulan.

Berangkat dari semangat memperkenalkan kopi lokal, Bilaz Coffee Corner hadir di Jalan Curug Mekar Nomor 63, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Coffee shop dengan tagline “Let Coffee Connect Us” itu mengandalkan kopi asal Paseban Puncak, Kabupaten Bogor.

Manajer Bilaz Coffee Corner, Suparman, mengatakan pihaknya sengaja memilih kopi lokal Bogor karena memiliki cita rasa khas dan lebih pekat dibanding kopi dari daerah lain.

“Kami sempat mencoba kopi dari daerah lain, tapi rasanya kurang masuk. Kita ingin mengedukasi masyarakat bahwa kopi Bogor tidak kalah nikmat dan bisa bersaing,” ujar Suparman kepada wartawan, Rabu (13/5).

Selain memperkenalkan kopi lokal, Bilaz Coffee Corner juga ingin membantu meningkatkan perkembangan petani kopi di Bogor.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Bogor juga punya kopi berkualitas, sehingga warga harus bangga dengan produk daerah sendiri,” katanya.

Bilaz Coffee Corner menyediakan berbagai jenis minuman kopi, mulai dari kopi tubruk robusta seharga Rp16 ribu dan arabika Rp19 ribu. Selain itu, tersedia menu andalan “Kopi Sore” berupa kopi susu gula aren dengan rasa lebih pekat, dibanderol Rp16 ribu untuk ukuran medium dan Rp22 ribu ukuran large.

Tak hanya itu, coffee shop tersebut juga menawarkan menu cold brew premium yang dipadukan dengan soda dan sirup apel. Minuman itu dijual Rp36 ribu ukuran medium dan Rp46 ribu ukuran large.

Selain kopi, Bilaz Coffee Corner menyediakan berbagai makanan seperti rice bowl beef teriyaki, chicken katsu, bakso aci, roti bakar, donat, dan cireng.

Coffee shop ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas, mulai dari area reguler bernuansa industrial, VIP room dengan fasilitas karaoke keluarga dan kursi pijat, meeting room berkapasitas 30 orang dengan layar LED 75 inci, hingga area rooftop untuk kegiatan event dan nonton bareng.

Untuk menarik pengunjung, Bilaz Coffee Corner menyediakan fasilitas photobooth dengan tarif Rp30 ribu serta layanan sisha seharga Rp150 ribu per set.

Suparman mengatakan, Bilaz Coffee Corner menyasar kalangan anak muda dengan konsep tempat nongkrong santai dan tidak formal.

“Kita menyediakan tempat nongkrong anak muda yang lebih santai dan nyaman,” ucapnya.

Bilaz Coffee Corner buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 22.00 WIB. Selama masa soft opening, pengunjung juga bisa menikmati promo diskon 30 persen selama satu bulan.

** Fredy Kristianto