34.6 C
Bogor
Thursday, September 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 17

Sisi Menarik Pameran Iqra Makkah: Ada Al-Qur’an Berusia 10 Abad!

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sebuah mushaf Al-Qur’an langka yang berusia lebih dari 1.000 tahun lalu dipamerkan dalam Pameran Iqra yang digelar di Masjidil Haram, Makkah.

Manuskrip Islam terlangka tersebut merupakan karya kaligrafer ternama Ali bin Hilal atau yang lebih dikenal dengan nama Ibn Al-Bawwab, salah satu maestro kaligrafi Islam pada abad pertengahan.

dilansir langit7.id, Mushaf karya Ibnu al-Bawwab ini termasuk salah satu manuskrip Islam paling langka di dunia. Hingga kini, hanya diketahui terdapat dua salinan yang masih bertahan.

Kelangkaan tersebut mencerminkan besarnya perhatian umat Islam terhadap pemeliharaan dan pelestarian Al-Qur’an sepanjang sejarah.

Dalam pameran tersebut, mushaf karya Ibn Al-Bawwab dipajang bersama indeks ilmiah dan analisis kaligrafi serta ornamen yang menghiasi setiap halamannya. Melalui koleksi ini, pengunjung dapat mempelajari nilai seni sekaligus sejarah perkembangan penulisan Al-Qur’an pada masa awal peradaban Islam.

Pameran juga menampilkan perjalanan evolusi kaligrafi Arab dan seni dekorasi Islam dari masa ke masa, sehingga memberikan gambaran tentang perkembangan warisan intelektual dan artistik dalam dunia Islam selama berabad-abad.

Pameran Iqra diselenggarakan oleh Presidensi Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi melalui Wakaf Raja Abdulaziz (King Abdulaziz Endowment). Melalui pameran ini, penyelenggara ingin memperkenalkan kekayaan khazanah manuskrip Islam sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai sejarah penyalinan Al-Qur’an dan perkembangan seni kaligrafi Islam. Dedi

Dirum PPJ Mundur

0

Bogor | Jurnal Bogor

Direktur Umum Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Samsudin dikabarkan mengajukan surat pengunduran diri kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Kabarnya hal itu menyusul adanya evaluasi menyeluruh dari Dewan Pengawas (Dewas) Perumda PPJ, beberapa waktu lalu.

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, membenarkan adanya pengajuan pengunduran diri tersebut. Namun, ia belum bersedia mengungkapkan alasan di balik keputusan tersebut.
“Iya, memang ada pengajuan pengunduran diri,” kata Denny kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).

Menurut Denny, Surat Keputusan (SK) terkait pengunduran diri tersebut diperkirakan akan diterbitkan pada akhir Agustus 2026 setelah seluruh tahapan administrasi rampung.

Terkait mekanisme pengisian jabatan yang ditinggalkan, Denny mengatakan Pemerintah Kota Bogor masih akan menyesuaikannya dengan ketentuan yang berlaku.

“Apakah nantinya dilakukan pemilihan ulang atau penunjukan langsung, itu harus disesuaikan dengan mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Proses pengunduran diri maupun pengisian jabatan direksi Perumda Pasar Pakuan Jaya kini masih menunggu keputusan resmi dari Kuasa Pemilik Modal (KPM), yakni Wali Kota Bogor.

Sementara itu, Anggota Dewas Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Rd Ian Mulyana menegaskan telah menuntaskan proses pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja direksi maupun perusahaan. Seluruh hasil evaluasi tersebut telah disampaikan kepada KPM sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan sesuai mekanisme tata kelola perusahaan.

Menurut dia, evaluasi dilakukan berdasarkan tugas, fungsi, dan kewenangan Dewan Pengawas. Proses tersebut mencakup pemeriksaan, monitoring, analisis, evaluasi, hingga telaah terhadap kinerja direksi dan perusahaan.
“Evaluasi kami dilakukan secara menyeluruh melalui kajian data, tatap muka, wawancara, serta dokumentasi terhadap kinerja direksi dan Perumda Pasar Pakuan Jaya. Penilaian mengacu pada Laporan Tahunan Tahun Buku 2025 dan hasil evaluasi Triwulan I,” ujar Ian.

Menurutnya, seluruh hasil evaluasi telah disampaikan secara resmi kepada Kuasa Pemilik Modal melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Bogor sebagai bahan pertimbangan sesuai mekanisme tata kelola perusahaan yang berlaku.

Terkait informasi mengenai pengunduran diri salah satu direksi, Ian menjelaskan Dewan Pengawas memperoleh informasi tersebut, namun tidak menerima tembusan surat pengunduran diri sehingga tidak mengetahui secara pasti alasan maupun tanggal efektif pengajuan tersebut.

“Informasi yang kami peroleh menyebutkan surat pengunduran diri diajukan pada bulan Juli dan bertanggal 21 Agustus 2026 untuk mengundurkan diri. Namun, hal tersebut sepenuhnya merupakan bagian dari proses administrasi yang berada dalam kewenangan Pemerintah Kota Bogor,” katanya.

Ian menegaskan, tindak lanjut atas pengajuan pengunduran diri tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Kota Bogor melalui mekanisme yang berlaku, mulai dari Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah hingga tahapan administrasi lainnya.

“Pada akhirnya, keputusan sepenuhnya berada pada Kuasa Pemilik Modal, yakni Wali Kota Bogor, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Ia menambahkan, Dewan Pengawas menghormati seluruh proses administrasi yang tengah berjalan dan memilih menunggu keputusan resmi dari KPM.

“Kami menghormati seluruh proses yang sedang berjalan dan menunggu keputusan resmi dari KPM,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Wujudkan Generasi Sehat, RSUD R.Moh.Noh Nur Edukasi ASI Eksklusif dan Cuci Tangan

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam rangka memperingati momentum Pekan ASI Sedunia 2026, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bersama Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSUD R. Moh. Noh Nur sukses menggelar kegiatan edukasi kesehatan bagi para ibu dan keluarga pasien. Kegiatan penyuluhan yang dipusatkan di Ruang Rawat Inap Matahari ini mengangkat dua topik krusial kesehatan ibu dan anak, yakni pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif serta tata cara cuci tangan pakai sabun (hand hygiene) yang baik dan benar, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan penyuluhan langsung menyasar para ibu yang tengah menjalani perawatan maupun mendampingi buah hati mereka. Suasana interaktif terlihat jelas ketika tim medis memaparkan materi secara lugas mengenai fondasi kesehatan anak di masa depan melalui pemenuhan gizi yang tepat sejak dini.

“Pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan adalah investasi biologis dan emosional terbaik untuk mendukung tumbuh kembang optimal serta meningkatkan daya tahan tubuh anak dari berbagai risiko penyakit infeksi,” ungkap perwakilan Tim PKRS di hadapan para pasien dan keluarga di Ruang Rawat Inap Matahari.

Selain edukasi mengenai nutrisi emas bagi bayi, tenaga medis dari Komite PPI RSUD R. Moh. Noh Nur juga memberikan pelatihan praktis terkait teknik mencuci tangan pakai sabun (CTPS) yang benar sesuai standar medis. Edukasi ini dinilai sangat esensial agar para ibu memahami bahwa kebersihan tangan merupakan garda terdepan dalam memutus rantai penularan kuman dan bakteri berbahaya bagi bayi yang rentan terhadap infeksi.

Dampak Positif dan Hasil Nyata bagi Audiens

Penyelenggaraan edukasi terpadu ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi para peserta. Berdasarkan evaluasi langsung di lapangan, para ibu dan keluarga mengaku mendapatkan wawasan baru yang aplikatif dan mudah diterapkan sehari-hari. Pemahaman mengenai teknik menyusui yang tepat serta kesadaran menjaga higienitas diri terbukti mampu meningkatkan ketenangan psikologis ibu dalam merawat bayi di lingkungan rumah sakit maupun sekembalinya ke rumah.

Pesan Utama Kegiatan: “Prioritaskan Menyusui: Ciptakan Sistem Pendukung yang Berkelanjutan!”  Sebuah seruan moral agar seluruh elemen keluarga dan lingkungan sekitar turut ambil bagian aktif mendampingi ibu menyusui tanpa tekanan psikologis.

Secara medis, kombinasi antara ASI Eksklusif dan penerapan higiene yang disiplin terbukti efektif menurunkan angka kesakitan (morbiditas) pada bayi, khususnya mencegah kasus diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada masa-masa awal pertumbuhan anak.

Komitmen Berkelanjutan RSUD R. Moh. Noh Nur

Menutup rangkaian kegiatan Pekan ASI Sedunia 2026 ini, pihak manajemen RSUD R. Moh. Noh Nur menegaskan komitmen kuatnya untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang berorientasi pada edukasi preventif dan promotif. Rumah sakit berkomitmen untuk tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan memastikan sistem pendukung edukasi kesehatan ibu dan anak berjalan secara berkesinambungan di seluruh unit pelayanan.

Kedepan, RSUD R. Moh. Noh Nur bertekad memperkuat sinergi lintas unit khususnya antara PKRS, Komite PPI, dan tenaga keperawatan di ruang rawat inap untuk menjadikan setiap ruang perawatan sebagai sarana edukasi yang interaktif dan solutif. Komitmen ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan rumah sakit dalam mencetak generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berkualitas di Kabupaten Bogor.

(yev/cc)

‎Asah Mentalitas, Camat Nanggung Dukung Pencak Silat

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Pemberdayaan masyarakat dengan pengembangan pencak silat mendapat dukungan Camat Nanggung Ae Saepuloh, S.E, M.A. Bagi camat yang mengenyam pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jakarta, latihan pencak silat bisa mengasah mentalitas positif.

‎”Bukan hanya fisik, termasuk mentalitas anak  maupun SDM pun akan terbangun,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

‎Menurut Ae, sSepanjang bisa memberikan  manfaat bagi masyarakat dia akan mendukung latihan pencak silat yang digelar di wilayahnya.

‎”‎Apalagi pencak silat merupakan warisan dari para pendahulu yang harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya,” jelasnya.

‎Pencak silat yang masuk cabang olahraga di Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Nanggung, latihannya sudah berjalan 11 bulan. Kehadiran pencak silat direspons positif dari berbagai unsur, baik Forkompincam maupun kalangan masyarakat.

(Arip Ekon)

Keberadaan BTS di Jasinga Dipertanyakan

0

Jasinga l Jurnal Bogor
‎‎Pembangunan pemancar sinyal seluler atau Base Transceiver Station (BTS) di wilayah Desa Koleang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, kini telah mencapai tahap akhir dan tinggal menyisakan pemasangan perangkat pendukung. Namun kejelasan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) atau Izin Mendirikan Bangunan (IMB) diduga masih belum jelas.‎

‎‎Perwakilan proyek BTS, Randy mengklaim, proyeknya tak perlu dipersoalkan karena bangunannya telah mengantongi izin lingkungan, persetujuan tingkat kelurahan, kecamatan, serta rekomendasi dari dinas terkait. Meski demikian, bukti maupun rincian tanggal penerbitan izin-izin tersebut belum ditunjukkan secara terbuka.‎

‎Terpisah, Kepala Unit Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Jasinga Suhendi, menegaskan setiap pembangunan fasilitas umum maupun komersial wajib melengkapi seluruh perizinan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.‎

‎”Sebelum mendirikan bangunan, wajib memproses Izin Mendirikan Bangunan (IMB/PBG) dan perizinan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor,” ujar Suhendi, Selasa (4/8/2026).‎

‎Ketika ditanya secara spesifik apakah izin mendirikan bangunan untuk menara di Desa Koleang sudah resmi diterbitkan, Suhendi belum bisa memberikan kepastian. Ia menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pengelola proyek untuk menelusuri status keabsahan perizinan tersebut.‎

Ketidakpastian soal PBG ini menimbulkan tanda tanya besar, mengingat izin tersebut adalah syarat mutlak yang menjadi landasan hukum berdirinya sebuah bangunan. ‎Tanpa dokumen itu, pembangunan berisiko dianggap tidak sah dan berpotensi menimbulkan masalah hukum serta keselamatan bagi warga sekitar.‎

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola proyek maupun DPMPTSP Kabupaten Bogor belum memberikan penjelasan terkait rincian dan keabsahan seluruh perizinan pembangunan menara BTS di Desa Koleang.

(Arip Ekon)

Galaxy Photocopy Permudah Warga Batutulis Dapatkan ATK

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Jalan Ace Tabrani yang membentang cukup jauh sekitar 3 kilometer dari Desa Kalong 1, Kecamatan Leuwisadeng  hingga Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor membuat masyarakat membutuhkan tempat fotokopi dan alat tulis kantor (ATK).

Hal ini membuat kehadiran Galaxy Photocopy tepatnya  di Kampung Pasirgintung Desa Batutulis, Nanggung, selain menjadikan peluang usaha juga mempermudah masyarakat akan layanan jasa fotokopi, ATK dan kebutuhan lainnya.

‎‎‎Lutfi Arif, pemilik Galaxy Photocopy mengaku, usaha yang dirintisnya di bidang layanan  jasa dan  menyediakan ATK baginya selain menguntungkan,  juga mempermudah memenuhi kebutuhan anak- anak sekolah.

‎‎”‎Apalagi memasuki tahun ajaran baru minat pembeli untuk keperluan sekolah cukup signifikan,” ujar Lutfi saat ditemui tempat usahanya, Selasa (4/7/2026).‎

‎Menurutnya, pembeli kebanyakan berasal dari lingkungan Desa Batutulis. “‎Pembeli dari luar juga ada, namun tak sebanyak dari Batutulis,” terangnya.‎

‎Dengan menyiapkan kebutuhan seperangkat alat tulis, kedepan dia juga akan menyiapkan seragam sekolah seperti seragam SD, SMP hingga SMA.‎‎

‎Sementara, salah satu warga sekitar Heru Rusdiana yang sewaktu waktu menggunakan jasanya, mengaku keberadaan Galaxy Photocopy telah mempermudah kebutuhan dia dan masyarakat d ilingkungannya.‎

‎”Tempatnya dekat hanya hitungan meter saja,” pungkasnya.

(Arip Ekon)

Program “Kami Mendengar” RSUD R.Moh.Noh Nur Dukung Peningkatan Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan di SDN Mutiara

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan kesehatan dan pendidikan melalui keikutsertaan pada Program “Kami Mendengar” yang diselenggarakan di SD Negeri Mutiara, Kecamatan Leuwiliang, pada Senin, 27 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. 

Direktur RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., bertindak sebagai pembina upacara bendera. Dalam amanatnya, beliau mengajak seluruh peserta didik untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat, menjaga disiplin, menghormati guru dan orang tua, serta menumbuhkan semangat belajar sebagai bekal menyongsong masa depan. Melalui Program “Kami Mendengar”, RSUD hadir tidak hanya sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai mitra dalam pembinaan karakter dan peningkatan kualitas hidup masyarakat sejak usia sekolah.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan plakat dan buket secara simbolis kepada pihak sekolah, foto bersama, serta pemantauan Launching Papan Interaktif Digital (PID) yang menjadi salah satu upaya mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan sekolah.

Tim RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang juga melaksanakan pemantauan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan meninjau proses distribusi makanan, kesesuaian menu, serta pelaksanaannya di sekolah. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam pemenuhan gizi peserta didik agar tumbuh sehat, aktif, dan siap mengikuti proses belajar.

Selanjutnya, rombongan melakukan peninjauan lingkungan sekolah, sarana dan prasarana pendidikan, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melihat secara langsung kesiapan fasilitas pendukung yang menunjang kesehatan, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan peserta didik selama berada di lingkungan sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor serta RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang melalui Program “Kami Mendengar”. Kehadiran berbagai perangkat daerah dinilai menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi peserta didik.

Direktur RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., menyampaikan bahwa kolaborasi antara sektor kesehatan dan pendidikan merupakan langkah penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Melalui Program Kami Mendengar, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah. Kami berharap sinergi ini dapat memperkuat budaya hidup sehat, mendukung pemenuhan gizi anak, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik,” ujar dr. Vitrie.

Melalui partisipasi aktif dalam Program “Kami Mendengar”, RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program strategis Pemerintah Kabupaten Bogor melalui pelayanan kesehatan yang promotif dan preventif, sekaligus membangun kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

(yev/cc)

Dari Limbah Menuju Manfaat: HIMASKA Hadirkan Solusi Biochar Sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Biomassa di Desa Kota Batu

0

Bogor | Jurnal Bogor
Desa Kota Batu memiliki potensi pertanian yang menghasilkan limbah biomassa dalam jumlah melimpah, seperti sekam padi, tongkol jagung, ranting, dedaunan kering, dan tempurung kelapa. Selama ini, sebagian besar limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian masih dibakar secara terbuka atau dibiarkan menumpuk sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan belum memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Menjawab permasalahan tersebut, Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMASKA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pakuan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) melaksanakan Program WIRALOKA: Inovasi Teknologi Komposter Cerdas Berbasis Circular Economy Menuju Desa Wirausaha Berkelanjutan di Desa Kota Batu. Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah edukasi dan pelatihan pengolahan limbah biomassa menjadi biochar sebagai alternatif pengelolaan limbah yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Melalui kegiatan ini, tim PPK Ormawa HIMASKA memberikan pendampingan kepada masyarakat mulai dari pengenalan jenis limbah biomassa yang dapat dimanfaatkan, proses pembuatan biochar menggunakan metode pirolisis dengan alat sederhana, hingga teknik pemanfaatannya sebagai pembenah tanah. Pendampingan dilakukan secara partisipatif agar masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan untuk memproduksi dan memanfaatkan biochar secara mandiri.

Ketua Program Biochar PPK Ormawa HIMASKA, Nadya Shafwah, menyampaikan, “Pemanfaatan biochar bukan hanya menjadi solusi dalam mengurangi limbah biomassa, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengolah sumber daya lokal menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Harapannya, pengetahuan dan keterampilan yang diberikan melalui program ini dapat terus diterapkan secara mandiri sehingga mampu mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kota Batu.”

Biochar merupakan material kaya karbon yang dihasilkan melalui proses pirolisis, yaitu pemanasan biomassa pada kondisi oksigen terbatas. Material ini memiliki struktur berpori yang mampu meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air dan unsur hara, memperbaiki aerasi tanah, serta mendukung aktivitas mikroorganisme. Dengan karakteristik tersebut, biochar berpotensi meningkatkan kualitas tanah dan mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Selain memberikan manfaat bagi sektor pertanian, biochar juga memiliki prospek ekonomi. Meningkatnya kebutuhan terhadap praktik pertanian ramah lingkungan membuka peluang pemanfaatan biochar sebagai pembenah tanah, media tanam, maupun campuran pupuk organik. Kondisi ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk bernilai tambah berbasis limbah biomassa yang tersedia di lingkungan sekitar.

Program ini mengusung prinsip circular economy, yaitu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dengan mengubah limbah menjadi produk yang bermanfaat sehingga mampu mengurangi timbulan limbah sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat didorong untuk menerapkan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan serta memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber penguatan ekonomi desa.

Melalui Program WIRALOKA, HIMASKA berharap pemanfaatan biochar dapat menjadi inovasi yang terus dikembangkan oleh masyarakat Desa Kota Batu. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola limbah biomassa secara mandiri, menciptakan nilai tambah dari sumber daya lokal, serta mendukung terwujudnya Desa Wirausaha Berkelanjutan.

**

HAN 2026 Semarak, RSUD R.Moh.Noh Nur Edukasi Kesehatan dan Berbagi Kepedulian Pasien Anak

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 dengan tema “Sayang Anak, Sayang Indonesia”, RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang menyelenggarakan edukasi kesehatan bertajuk “Pencegahan Dehidrasi Saat Anak Diare” di Poli Rawat Jalan Anak pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya bagi orang tua dalam menjaga kesehatan anak. Rangkaian acara meliputi registrasi peserta, sambutan Direktur, penyampaian materi, sesi diskusi interaktif, hingga pembagian suvenir kepada seluruh peserta. 

Edukasi disampaikan oleh tim Dokter Spesialis Anak, yaitu dr. Desak Gede Arie Yudharti, Sp.A., dr. Nandia Permata Rahma A., Sp.A., dan dr. Ammar Fauzan Islami, Sp.A. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda dehidrasi pada anak yang mengalami diare, langkah penanganan awal di rumah, serta kapan orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para orang tua. Berbagai pertanyaan disampaikan, di antaranya mengenai cara menyiapkan susu formula yang benar, penyebab berat badan anak tidak kunjung meningkat setelah menjalani operasi usus buntu, penanganan anak yang mengalami diare disertai muntah, termasuk pertanyaan mengenai keamanan pemberian obat lambung saat diare, serta anggapan bahwa berat badan anak yang sulit naik disebabkan oleh kualitas ASI.

Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, tim Dokter Spesialis Anak menjelaskan bahwa setiap kondisi anak perlu dinilai secara menyeluruh melalui pemeriksaan medis. Orang tua dianjurkan menyiapkan susu formula sesuai petunjuk pada kemasan dengan menjaga kebersihan alat dan menggunakan air matang yang aman. Pada anak yang berat badannya belum meningkat, termasuk setelah menjalani operasi, diperlukan evaluasi terhadap asupan gizi, proses pemulihan, dan kemungkinan penyebab medis lainnya. Untuk anak yang mengalami diare dan muntah, prioritas utama adalah mencegah dehidrasi dengan pemberian cairan, seperti oralit sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta segera memeriksakan anak apabila muncul tanda bahaya. Dokter juga menjelaskan bahwa obat lambung bukan merupakan terapi utama untuk mengatasi diare, sehingga penggunaannya harus berdasarkan indikasi dan anjuran dokter. Sementara itu, berat badan anak yang tidak naik tidak dapat langsung disimpulkan disebabkan oleh kualitas ASI, karena banyak faktor lain yang perlu dievaluasi, seperti kecukupan asupan, teknik menyusui, kondisi kesehatan anak, maupun status gizinya.

Sebagai rangkaian peringatan Hari Anak Nasional, pada Jumat, 24 Juli 2026, RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang melaksanakan kegiatan berbagi snack kepada pasien anak di ruang rawat inap. Kegiatan ini juga didukung oleh kehadiran dokter anak yaitu dr. Firman Sah Anthonius, Sp.A dan dr. Nandia Permata Rahma A, Sp.A, dengan didampingi oleh kepala ruangan rawat inap matahari dan tim PKRS.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan moril bagi anak-anak yang sedang menjalani perawatan, sekaligus menghadirkan suasana yang lebih hangat dan menyenangkan selama berada di rumah sakit.

Melalui rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 ini, RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang berharap semakin banyak orang tua yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga kesehatan anak sejak dini. Edukasi yang berkesinambungan serta pelayanan yang humanis diharapkan dapat mendukung terwujudnya generasi anak Indonesia yang sehat, tumbuh optimal, dan berkualitas.

(yev/cc)

Sudah Lapuk, Rumah di Leuwisadeng Ambruk

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor
Sepanjang tahun 2025-2026 akibat hujan deras sebanyak 10 unit rumah di Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor mengalami kerusakan berat. ‎‎Kali ini, rumah milik Suhamah ambruk.

Menurut Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Desa Leuwisadeng Riansyah, kejadian ambruknya rumah tersebut ketika Suhamah sedang tidak di tempat. “Waktu itu, Suhamah tengah nginep di rumah anaknya, namun seketika rumahnya itu ambruk,” kata Riansyah kepada Jurnal Bogor, Senin (3/7/2026).

‎Ambruknya rumah Janda tua itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB  pagi. Pemerintah Desa Leuwisadeng  dibantu masyarakat berinisiatif  bergotong royong untuk membersihkan material  rumah Suhamah yang ambruk itu. ‎”Kondisi rumah memang lapuk termakanya usia,” paparnya.

Ke-‎10 rumah yang mengalami kerusakan berat akibat bencana alam tersebut tepatnya di Kampung  Kampung Leuwisadeng RW 03 dengan Kampung Pasir Karok di RW 04.

‎”Telah kami ajukan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKPP) Kabupaten Bogor. Sudah diajukan juga perbaikan ke DPKP, tetapi sampai saat ini belum ada realisasinya,” jelas Riansyah.

‎‎Sementara anggota BPBD Kabupaten Bogor bagian asesmen lapangan Agung ditemui setelah asesmen untuk mendata rumah Suhamah yang rata dengan tanah akibat bencana alam itu menerangkan, setelah asesmen keadaan rumah Sahimah yang ambruk telah dilaporkan ke pimpinan.

(Arip Ekon)