27.2 C
Bogor
Monday, August 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 17

Diduga Terkait Penyidikan Korupsi, Rumah Mewah di Sentul Disegel

0

Bogor | Jurnal Bogor

Satu unit rumah mewah di kawasan perumahan elite Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian publik setelah dipasang garis penyegelan. Penyegelan tersebut memicu spekulasi lantaran rumah itu disebut-sebut berkaitan dengan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi.

Rumah tersebut ramai dikabarkan merupakan milik Febrie Adriansyah. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum mengenai status kepemilikan rumah maupun keterkaitannya dengan proses hukum yang sedang berlangsung.

Seorang warga sekitar berinisial S (30) mengatakan bangunan mewah itu sudah berdiri sebelum dirinya menetap di kawasan tersebut sekitar lima tahun lalu.

“Sudah ada sebelum saya tinggal di sini. Saya sendiri sudah lima tahun tinggal di lingkungan ini,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurut S, sosok yang diduga sebagai pemilik rumah sangat jarang terlihat dan hampir tidak pernah berinteraksi dengan warga sekitar. Aktivitas di rumah tersebut sehari-hari juga terbilang minim.

“Jarang ketemu, jarang berinteraksi. Sehari-hari juga sepi, paling hanya ada pekerja yang menjaga dan merawat rumah,” katanya.

Ia menilai rumah tersebut merupakan hunian pribadi, bukan rumah yang disewakan. S juga mengaku baru mengetahui adanya persoalan hukum yang dikaitkan dengan rumah itu setelah melihat garis penyegelan terpasang.

“Baru tahu sekarang setelah ada penyegelan. Kalau terakhir melihat pemiliknya datang, seingat saya sekitar tiga bulan yang lalu,” tuturnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait alasan penyegelan maupun kepastian status rumah tersebut. Informasi yang menyebut rumah itu milik Febrie Adriansyah juga belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang.

** Fredy Kristianto

Bogor Lagi Gerah, Jangan Malas Bergerak! Ini Tips Aman Olahraga Biar Gak Tepar

0

Bogor | Jurnal Bogor
Cuaca gerah yang menyengat wilayah Bogor akhir-akhir ini memang membuat banyak orang lebih memilih berdiam diri di dalam ruangan ber-AC. Namun, bersembunyi dari cuaca panas bukan berarti kita harus menghentikan aktivitas fisik. Menjaga kebugaran tubuh justru menjadi sangat krusial di tengah perubahan cuaca ekstrem seperti sekarang.

Bagi warga Bogor yang terbiasa aktif bergerak atau rutin berolahraga di ruang publik seperti Lapangan Sempur, cuaca panas tentu menjadi tantangan tersendiri. Jika dipaksakan tanpa strategi yang tepat, olahraga di bawah terik matahari bisa memicu dehidrasi berat hingga penurunan performa tubuh secara mendadak.

Melansir panduan aktivitas fisik dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, berolahraga saat cuaca panas sebenarnya tetap aman dilakukan asalkan kita menyesuaikan polanya.

Berikut adalah beberapa tips cerdas yang bisa diterapkan warga Bogor agar tetap bisa berolahraga dengan aman tanpa khawatir tepar akibat cuaca gerah:

  1. Geser Waktu Olahraga (Hindari Jam Krusial)

Langkah paling penting adalah menghindari paparan sinar matahari langsung saat berada di puncaknya. Hindari berolahraga antara pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB. Pilihlah waktu early morning (sebelum pukul 07.00 WIB) saat udara Bogor masih menyisakan sedikit kesejukan, atau geser jadwal ke malam hari (night run atau olahraga indoor).

  1. Turunkan Intensitas Latihan

Jangan memaksakan diri menyamai porsi latihan di hari-hari biasa yang sejuk. Jika biasanya Anda berlari kencang (running), saat cuaca gerah cobalah untuk menurunkannya menjadi jalan cepat (brisk walking) atau bersepeda santai. Biarkan tubuh beradaptasi terlebih dahulu dengan suhu lingkungan yang lebih tinggi.

  1. Gunakan Rumus Hidrasi: Jangan Tunggu Haus

Saat cuaca panas, tubuh kehilangan cairan jauh lebih cepat lewat keringat. Jangan pernah menunggu rasa haus datang baru Anda meminum air. Minumlah 1–2 gelas air putih sekitar 30 menit sebelum mulai, dan siapkan botol minum untuk diteguk secara berkala (setiap 15-20 menit) di sela-sela olahraga.

  1. Pilih Kostum yang Tepat

Hindari pakaian olahraga berwarna gelap seperti hitam, karena sifatnya yang menyerap panas matahari. Gunakan pakaian berbahan ringan, longgar, dan memiliki sirkulasi udara yang baik (dry-fit) agar keringat bisa menguap dengan cepat dan membantu mendinginkan suhu tubuh.

  1. Dengarkan Sinyal Tubuh

Poin terpenting adalah ego berolahraga tidak boleh mengalahkan keselamatan. Jika di tengah latihan Anda mulai merasa pusing, mual, atau otot terasa kram tiba-tiba, segera hentikan aktivitas, cari tempat teduh, dan basuh wajah atau leher dengan air dingin.

Menjaga tubuh tetap aktif di tengah cuaca menyengat memang membutuhkan penyesuaian. Namun, perlindungan dari luar lewat pola olahraga yang aman ini barulah setengah jalan dari upaya menjaga kesehatan tubuh.

Lantas, bagaimana dengan perlindungan dari dalam? Makanan dan minuman apa saja yang wajib dikonsumsi atau justru harus dihindari agar imun tubuh tidak jebol saat Bogor lagi gerah? Simak ulasan lengkapnya di artikel seri bagian ketiga (terakhir) besok.

(Herli Nirwana/cc)

Bonchu dan Lucky Art Hasilkan Cupang Petarung

0

Depok | Jurnal Bogor
Bagi penghobi cupang adu atau cupang laga, memiliki cupang hebat di kalang menjadi kebanggaan tersendiri. Nah, Bonchu dan Lucky Art, pembudidaya cupang adu, hafal betul karakteristik cupang yang bisa bersaing di lomba-lomba besar dengan lawan cupang berkelas.

“Banyak faktor yang bikin cupang on pada saat berlaga, selain stamina yang bagus ada yang namanya genetik,” kata Bonchu kepada Jurnal Bogor, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, untuk stamina bisa dibentuk dengan perawatan yang konsisten dan benar, sedangkan faktor genetik itu adalah bawaan seperti mental dan gaya tarung.

“Satu hal yang tidak kalah penting adalah pakan. Pakan yang benar dapat menunjang performa ikan pada saat terjun ke kalang. Jadi untuk para penghobi ada baiknya memperhatikan faktor-faktor tersebut,” ucap Bonchu.

Prospek cupang laga kata dia masih ramai dan tidak ada sepinya. “Untuk Jabodetabek masih ramai dan di Bogor ada rutin tiap bulan itu di Kedunghalang,” jelasnya.

Sementara jika Anda menginginkan cupang adu bisa berkunjung ke Bonchu dan Lucky Art di RM Ayam Pak Eko Jln Majelis RT 003 / RW 001, Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, Kota Depok.

(Budi)

Suhu Bogor Terasa Lebih Menyengat? Kenali Tanda Tubuh Mulai “Kepanasan” Sebelum Terlambat

0

Bogor | Jurnal Bogor
Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa belakangan ini tengah memicu kekhawatiran global. Melansir dari berbagai laporan media internasional, suhu di beberapa kota di Eropa bahkan menembus angka 43,8 derajat Celsius, memicu alarm kewaspadaan massal terkait dampak kesehatan.

Meski berada di belahan bumi yang berbeda, efek cuaca gerah rupanya juga mulai dirasakan oleh masyarakat di wilayah Bogor dan sekitarnya. Kota Hujan yang biasanya dikenal berhawa sejuk, belakangan ini terasa lebih menyengat, terutama pada siang hari. Sebagian warga mulai mengeluhkan kondisi udara yang membuat tubuh lebih cepat berkeringat dan merasa lemas.

Berdasarkan data harian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat, suhu udara di wilayah Bogor dalam beberapa hari terakhir tercatat mencapai puncaknya di angka 31 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi. Menurut BMKG, fenomena udara gerah ini disebabkan oleh El Nino yaitu fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang berdampak pada perubahan pola iklim global.

Meningkatnya suhu udara ini tentu tidak boleh disepelekan. Tubuh manusia memiliki batas toleransi tertentu terhadap paparan panas. Jika dipaksakan beraktivitas berat tanpa proteksi, tubuh bisa mengalami kondisi yang disebut heat exhaustion (kelelahan akibat panas) hingga yang paling fatal: heat stroke (sengatan panas).

Melansir panduan kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, berikut adalah tanda-tanda saat tubuh mulai memberikan sinyal ‘kepanasan’ yang wajib diwaspadai:

  1. Warna Urin Menjadi Pekat

Salah satu indikator paling mudah untuk mengecek kondisi tubuh adalah saat buang air kecil. Jika urin berwarna kuning pekat atau cenderung jingga, itu tandanya tubuh Anda sudah mengalami dehidrasi berat dan kekurangan cairan akibat cuaca panas.

  1. Pusing dan Sakit Kepala Tiba-Tiba

Paparan panas matahari yang menyengat dapat menyebabkan pembuluh darah melebar dan menurunkan tekanan darah secara mendadak. Efeknya, aliran oksigen ke otak berkurang, memicu rasa pusing, kliyengan, hingga sakit kepala.

  1. Kulit Kering tapi Terasa Panas

Pada kondisi normal, tubuh akan mengeluarkan keringat untuk mendinginkan diri. Namun, jika Anda berada di tempat panas dan kulit Anda justru terasa kering, memerah, serta terasa panas saat disentuh, itu adalah alarm bahaya bahwa sistem pengatur suhu tubuh Anda mulai kewalahan.

  1. Kram Otot dan Lemas Berlebihan

Kehilangan banyak cairan dan elektrolit melalui keringat dapat mengganggu fungsi otot. Hal ini sering kali ditandai dengan kram tiba-tiba di bagian kaki atau perut, disertai rasa lemas yang luar biasa meskipun Anda tidak sedang melakukan aktivitas berat.

Jika Anda atau orang di sekitar Anda mulai merasakan gejala-gejala di atas, segeralah mencari tempat yang teduh atau ber-AC, kendurkan pakaian yang ketat, dan minum air putih secara perlahan. Jangan tunggu sampai kondisi memburuk.

Lantas, bagaimana bagi masyarakat yang harus tetap aktif bergerak atau ingin tetap berolahraga di tengah cuaca gerah seperti sekarang ini? Simak tips aman berolahraga di cuaca panas pada artikel seri bagian kedua.

(Herli Nirwana/cc)

Mie Bozz Cibinong Luncurkan “Menu Pelajar” Hanya Rp7.000, Bawa Sayur Sendiri Boleh!

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Kabar gembira buat para pelajar! Mie Bozz, kedai mie legendaris dengan tagline “Bikin orang zeneng zekali”, resmi meluncurkan “Menu Pelajar” khusus bulan Juli 2026.

Dengan cukup memakai seragam sekolah, pelajar bisa menikmati semangkuk Mie Bozz mulai dari Rp7.000 untuk dine in dan Rp9.000 untuk take away versi No Bakso. Sementara untuk versi Yes Bakso cukup Rp10.000 dine in dan Rp12.000 take away.

Uniknya, Mie Bozz juga mengajak pelanggan untuk “Silahkan Bawa Sayur Sendiri” seperti sawi dan jamur enoki.

“Tujuannya untuk menekan harga sekaligus mengajak hidup sehat,” ujar Mas Tami Mutaqin, owner Mie Bozz, Rabu( 8/07/2026)

Untuk nonpelajar, harga tetap terjangkau mulai Rp12.000 dine in dan Rp13.000 take away. Tersedia juga pilihan minuman mulai dari Air Mineral Rp3.000, Teh Madu Rp4.000, hingga Teh Pucuk dan Teh Sosro Rp5.000.

“Kami ingin anak sekolah tetap bisa jajan enak tapi hemat. Makanya ada program ini. Kualitas rasa tetap nomor satu,” ujar, Mas Tam .

Mie Bozz berlokasi di Blok Volleyball 14 – Erfina Kencana Regency, Pakansari – Nanggewer Mekar, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Yuk, buruan mampir bareng teman-teman. Promo “Menu Pelajar” ini berlaku selama bulan Juli 2026, serta di hari Minggu ada promo, free belajar matematika dan fasilitas free wifi buat pelajar. 

(Wawan Hermawanto)

TPQ An-Noer Wahid Raih 4 Gelar Juara di MTQ Desa Gunung Malang

0

Sukajaya | Jurnal Bogor
TPQ An-Noer Wahid Gunung Malang, Sukajaya, Kabupaten Bogor meraih 4 juara pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Desa Gunung Malang 2026, Selasa (7/7/2026). Lomba MTQ yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Gunung Malang itu melombakan 3 cabang yaitu Murotal, Tahfidz, dan Tilawatil Qur’an untuk kategori anak-anak hingga dewasa.

Prestasi ini menjadi bukti nyata hasil kerja keras dan kesabaran dalam proses belajar mengajar di TPQ An-Noer Wahid. Diharapkan bisa menjadi motivasi bagi santri dan jemaah lainnya untuk terus mencintai Al-Qur’an.

Pimpinan TPQ An-Noer Wahid, Ustadz Andi Setiawan, bersama Pengasuh Sulis Haz Syafitri mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf MUI Desa Gunung Malang dan panitia pelaksana. “Terima kasih telah menyediakan wadah positif bagi masyarakat untuk menyalurkan bakat religius. Semoga Allah SWT membalas kebaikan semua pihak, dan semoga generasi kita tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berakhlak mulia,” ujarnya.

TPQ An-Noer Wahid ikut berpartisipasi dengan mengirimkan 9 utusan terbaiknya yaitu  peserta Tilawatil Qur’an, 2 peserta Tahfidz, dan 4 peserta Murotal.

Demi menjaga sportivitas, panitia menghadirkan dewan juri dari luar desa, yaitu Desa Situdaun. Penilaian dipimpin oleh Ustadz Komarudin untuk cabang Murotal dan Tilawah, serta Ustadz Umar untuk cabang Tahfidz.

Peraih Juara TPQ An-Noer Wahid:

– Juara 1 Tilawatil Qur’an: Alfath Pratama Putra (Alumni TPQ An-Noer Wahid 2025)
– Juara 2 Tilawatil Qur’an: Muhamad Rafka (Alumni TPQ An-Noer Wahid 2025)
– Juara 1 Tahfidz 1 Juz*: Siti Fatimah (Santri aktif TPQ An-Noer Wahid)
– Juara 1 Murotal: Muhamad Alfajri (Santri aktif TPQ An-Noer Wahid)

(Wawan Hermawanto)

Sidak Kafe Nona Manis dan Tipzy Bears, Satpol PP Ingatkan SOP Pencegahan Kegaduhan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Menindaklanjuti adanya keributan di kawasan Cafe Nona Manis dan Tipzy Bears yang berlokasi di Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, Satpol PP Kota Bogor langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke tempat tersebut, Selasa (7/7/2026) malam.

Dengan menerjunkan personil 30 orang dan didampingi pihak Kecamatan Bogor Tengah, Satpol PP melakukan pengecekan dan pemeriksaan terkait perizinan, termasuk meminta klarifikasi kaitan keributan yang terjadi.

“Kami sudah mendatangi cafe Nona Manis, sesuai arahan Wali Kota Bogor. Kita cek seluruh perizinan dan memeriksa lokasi tempat usaha tersebut,” ucap Pupung W Purnama, Kasatpol PP Kota Bogor kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).

Pupung mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan kaitan perizinan tempat usaha cafe Nona Manis dan Tipzy Bears, didapatkan data-data bahwa tempat usaha tersebut sudah memiliki dan melengkapi seluruh perizinan.

Termasuk izin SKPLA Golongan A. Namun, dalam pemeriksaan di seluruh area cafe, petugas menemukan ada 35 botol minuman beralkohol golongan B dan C.

“Karena ditemukan minuman beralkohol golongan B dan C, maka dilakukan 35 botol itu diamankan. Untuk perizinan usaha tersebut sudah ada dan lengkap,” jelasnya.

Sementara, terkait soal adanya keributan yang sempat viral di Medsos, Pupung mengatakan, berdasarkan informasi dari manager cafe Nona Manis, peristiwa keributan yang terjadi ternyata diluar area tempat usaha tersebut. Namun, pihak cafe Nona Manis berinisiatif untuk melerai, mengamankan dan membawa pihak-pihak yang bertikai kedalam area cafe, agar diselesaikan secara musyawarah dan tidak meluas.

“Jadi info yang disampaikan pihak cafe Nona Manis, kejadian keributan itu diluar area tempat usaha itu. Supaya tidak membesar keributannya, maka mereka mengamankan pihak-pihak yang bertikai kedalam area cafe. Selain itu, pihak yang melakukan keributan tersebut bukan pengunjung cafe. Persoalan keributan itupun sudah terselesaikan pada saat itu,” bebernya.

Dengan adanya peristiwa ini, pihak cafe Nona Manis juga diingatkan sesuai SOP agar tidak terjadi kembali keributan di lokasi tersebut. Apabila sampai terus menerus terjadi keributan, maka akan diberikan saksi sesuai aturan berlaku.

Kedepan, tambah Pupung, pihaknya akan melakukan pengawasan kedepan dengan berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk bersama sama melakukan kegiatan monitoring di THM.

Di tempat terpisah, perwakilan pengelola Teras Nona Manis, yang diwakili bidang Humas, Fransiskus Darma atau Franky buka suara terkait dugaan keributan yang terjadi di tempat usahanya hingga heboh di media sosial (medsos) @dewanperwakilannetizen.

Franky juga menyayangkan adanya narasi yang menyebutkan bahwa Tipzy Bears yang merupakan bagian ruangan kafe dari Teras Nona Manis ini menjadi tempat yang kerap terjadi keributan.

Franky mengungkapkan, bahwa keributan yang viral di medsos itu terjadi di luar area Teras Nona Manis, atau tepatnya di tempat parkir kendaraan yang letaknya di luar gedung Teras Nona Manis,

“Jadi, kala itu memang ada orang yang membuat kegaduhan di depan tempat kami dan bukan didalam area usaha kami. Berdasarkan informasi yang kami terima bahwa orang tersebut diduga ada gesekan dengan petugas parkir,” kata Franky kepada wartawan, Selasa (7/7/2026).

“Setelah itu, karena kami tidak ingin ada keributan, maka kami meminta orang tersebut ke dalam dengan tujuan agar perselisihannya diselesaikan dan kami tegaskan setelah kita mediasi, kedua belah pihak berdamai dan saling memaafkan,” sambungnya.

Franky menegaskan, bahwa keributan yang terjadi di luar area Teras Nona Manis dan belum tentu dikarenakan oleh pengaruh minuman beralkohol. Menurutnya, siapa pun bisa ribut tanpa harus ada pengaruh alkohol, karena sesaat sebelum kejadian yang bersangkutan mungkin ada gesekan dengan petugas parkir di luar area Nona Manis. Pelaku keributan juga bukan pengunjung Teras Nona Manis.

“Jadi kita juga enggak tahu, karena orang tersebut bukan pengunjung yang datang ke tempat kami. Tapi karena keributannya berada di luar gerbang Teras Nona Manis, ya kita coba untuk melerainya dengan membawa mereka ke dalam. Dan setelah kita lerai, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan keduanya sudah salin memaafkan,” jelasnya.

Franky kembali menyampaikan, bahwa dengan viralnya video yang diposting oleh medsos tersebut sangat merugikan pihak Teras Nona Manis. Sebab, dalam video tersebut dinarasikan bahwa keributan itu terjadi di area ruang Tipzy Bears, sehingga membawa opini keributan betul-betul terjadi di lingkungan Terasa Nona Manis.

“Jadi ini bisa dikatakan bahwa kita itu menjadi korban. Kenapa demikian? Karena dalam narasi yang ada di medsos tersebut seolah berada di tempat kami, apalagi ada narasi bahwa tempat kami sering ada keributan. Jujur, dengan adanya narasi tersebut, posisi kita dirugikan, dan ini yang kami sayangkan. Harusnya ada klarifikasi kepada kami sebagai hak jawab dari kami,” jelasnya.

Saat ditanya apakah ada langkah hukum yang ditujukan kepada medsos yang sudah terlanjur viral, kata Franky, pihaknya masih mengkaji terkait hal itu. Namun, dia mengaku, manajemen telah menghubungi pihak terkait untuk meluruskan. “Untuk itu (ke proses hukum, red), masih kita kaji. Tapi kami sudah DM ke yang bersangkutan, tapi tak ada respons,” kata dia.

Franky juga berharap dan menyarankan kepada semua pihak untuk tidak termakan dengan informasi-informasi yang tersebar di media sosial.

“Kita menyadari bahwa sekarang tuh informasi cepat beredar melalui medsos. Tetapi, kami berharap sebaiknya konfirmasi dulu kepada kami yang betul-betul dari sumbernya,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Kasepuhan Bogor Barat Konsolidasi Bahas Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Adat Kasepuhan

0

Sukajaya | Jurnal Bogor
Puluhan perwakilan masyarakat adat Kasepuhan dari wilayah Bogor Barat berkumpul dalam konsolidasi membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Adat Kasepuhan di Kampung Cibuluh, Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Senin (6/7/2026).

Forum tersebut menjadi ruang bagi masyarakat adat untuk menyampaikan berbagai masukan sebelum pembahasan Raperda memasuki tahap panitia khusus (Pansus) di DPRD Kabupaten Bogor.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Nurodin, mengatakan naskah Raperda telah melalui proses harmonisasi di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat dan dinyatakan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya. Menurutnya, proses tersebut juga membuka ruang agar aturan dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat adat di tingkat lokal.

“Konsolidasi hari ini bertujuan menyerap masukan mengenai hal-hal yang dianggap paling mendesak untuk diatur dalam Raperda. Nantinya, saat pembahasan di tingkat Pansus, seluruh aspirasi itu akan kembali dibahas melalui konsultasi publik,” ujar Nurodin.

Ia menjelaskan, saat ini Raperda masih berada pada tahap pembahasan di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda). Setelah masuk Pansus, pembahasan akan dilakukan lebih mendalam dengan melibatkan berbagai pihak.

Konsolidasi tersebut juga dihadiri Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Banten Kidul Jaro Jajang, Ketua Kesatuan Adat Kasepuhan Banten Kidul (SABAKI) H. Sukanta, serta Ketua Majelis Permusyawaratan Masyarakat Kasepuhan (MPMK) Kabupaten Lebak, Junaedi Ibnu Jarta. Kehadiran mereka menjadi bagian dari berbagi pengalaman mengenai perjuangan panjang masyarakat adat di Kabupaten Lebak hingga memperoleh pengakuan melalui regulasi daerah.

Ketua SABAKI, H. Sukanta, mengapresiasi langkah masyarakat adat dan DPRD Kabupaten Bogor yang mulai menyusun regulasi khusus bagi masyarakat Kasepuhan. Namun, ia mengingatkan agar proses penyusunannya melibatkan lebih banyak tokoh adat sehingga produk hukum yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

“Kami berharap Perda ini tidak hanya menjadi dokumen hukum semata, tetapi menjadi pintu masuk bagi perlindungan hak-hak masyarakat adat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan mereka,” katanya.

Sementara itu, Humas Kasepuhan Kampung Urug, Ade Eka Komara, berharap seluruh rangkaian pembahasan dapat segera menghasilkan Peraturan Daerah yang memberikan kepastian hukum bagi masyarakat adat.

“Semoga Perda ini segera disahkan sehingga masyarakat adat memiliki payung hukum yang jelas dalam memperjuangkan hak-haknya,” ujarnya.

(Rahman)

Mahasiswa ITB Dewantara Berdayakan Anak Pesisir Melalui Edukasi, Literasi Keagamaan, dan Pengenalan Kehidupan Nelayan di Pulau Untung Jawa

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Anak Pesisir melalui Kegiatan Edukatif, Literasi Keagamaan, dan Pengenalan Kehidupan Nelayan di Pulau Untung Jawa”. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 5–7 Juli 2026, di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu.

Sebanyak 18 mahasiswa yang tergabung dalam UKM LDK Kaffah ITB Dewantara bersama dosen pendamping Dr. Syaiful Anwar, S.Sos., MM. terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan keagamaan yang bertujuan meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat pesisir sekaligus memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dan warga Pulau Untung Jawa.

Salah satu kegiatan utama dilaksanakan di Pantai Sakura, Pulau Untung Jawa, berupa Pemberdayaan Anak Pesisir melalui Kegiatan Edukatif dan Literasi Keagamaan. Lebih dari 30 anak-anak pesisir mengikuti berbagai permainan edukatif, pembelajaran yang menyenangkan, motivasi belajar, hingga penguatan nilai-nilai keislaman yang dikemas secara interaktif.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap penguatan literasi keagamaan, mahasiswa ITB Dewantara juga menyerahkan bantuan Al-Qur’an kepada TPQ Al Ubadah sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak dan masyarakat setempat.

Penyerahan tersebut disambut antusias oleh para pengajar TPQ dan warga yang berharap koleksi Al-Qur’an tersebut dapat semakin meningkatkan semangat belajar mengaji di lingkungan Pulau Untung Jawa.

Selain melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, para mahasiswa juga memperoleh pengalaman lapangan mengenai kehidupan masyarakat pesisir melalui sesi edukasi bersama ketua kelompok nelayan dan tokoh masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan mengenai kehidupan sehari-hari nelayan, tantangan yang mereka hadapi, serta peran masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam mengawasi dan menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan di wilayah perairan Pulau Untung Jawa.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut, tetapi juga memahami bagaimana masyarakat pesisir berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam sebagai bagian dari kehidupan mereka.

Ketua Panitia, Nazwa Rahmania, mengaku bersyukur atas sambutan hangat masyarakat selama kegiatan berlangsung. “Kami sangat senang bisa berbagi di sini. Anak-anaknya ramah-ramah dan sangat antusias ketika diajak bermain sambil belajar. Sambutan masyarakat membuat kami merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar Pulau Untung Jawa. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan menjadi pengalaman berharga bagi kami semua,” ungkap Nazwa.

Sementara itu, dosen pendamping kegiatan, Dr. Syaiful Anwar, S.Sos., MM., menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat merupakan implementasi nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus media pembelajaran bagi mahasiswa.

Sambutan positif juga disampaikan oleh salah seorang warga asli Pulau Untung Jawa, Olis, yang mengapresiasi kehadiran mahasiswa ITB Dewantara. “Anak-anak di sini memang ramah kepada tamu yang datang.

Mereka mudah akrab dan kemarin sangat bahagia ketika diajak bermain bersama mahasiswa. Apalagi setelah kegiatan mereka juga mendapatkan hadiah. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan untuk membantu membangun desa pesisir, khususnya dalam memberikan edukasi kepada anak-anak di sini,” tuturnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bukti komitmen UKM LDK ITB Dewantara dalam menghadirkan program-program yang tidak hanya berorientasi pada penguatan nilai keagamaan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, literasi, dan kepedulian terhadap lingkungan pesisir.

(Wawan Hermawanto)

Begini Respon Keras DPRD dan Wali Kota Usai Ketibutan di Tipzy Bears

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota Bogor akan memperketat pengawasan terhadap seluruh tempat hiburan malam (THM) menyusul terjadinya keributan antar pengunjung di kelab malam Tipzy Bears, Jalan Merdeka, Kota Bogor. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menginstruksikan Satpol PP bersama unsur TNI dan Polri meningkatkan patroli serta melakukan evaluasi terhadap pengelolaan THM agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Dedie mengatakan, pemerintah daerah meminta seluruh aparatur terkait lebih aktif melakukan pemantauan, khususnya pada jam-jam rawan di malam hingga dini hari. Menurutnya, pengawasan tidak cukup dilakukan secara administratif, tetapi juga harus dibarengi langkah preventif di lapangan.

“Saya minta segera lakukan monitoring, evaluasi, dan berikan teguran keras kepada pengelola agar insiden serupa tidak terulang kembali,” kata Dedie di Balai Kota Bogor, Selasa (7/7/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima Pemerintah Kota Bogor, sebagian pihak yang terlibat dalam sejumlah keributan di lokasi tersebut berasal dari luar Kota Bogor. Karena itu, pengamanan akan diperkuat melalui sinergi antara Satpol PP, TNI, dan Polri.

Selain aspek keamanan, Pemkot Bogor juga akan menindak apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan perizinan maupun aturan operasional tempat hiburan malam.

“Kalau soal pelanggaran izin, regulasinya sudah jelas. Tinggal bagaimana komitmen penegakannya di lapangan. Siapa pun yang melanggar akan ditindak,” ujarnya.

Untuk mendukung pengawasan yang lebih efektif, Dedie meminta Satpol PP mengoptimalkan pola kerja tiga shift sehingga pengawasan dapat berlangsung hingga dini hari. Menurutnya, potensi gangguan ketertiban di kawasan hiburan malam kerap terjadi di luar jam kerja pemerintahan.

Sementara itu, DPRD Kota Bogor juga akan menindaklanjuti persoalan tersebut. Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Said Mohammad Mohan, mengatakan pihaknya akan memanggil sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna mengevaluasi pengawasan terhadap operasional tempat hiburan malam.

“Besok (Rabu, 8 Juli 2026), kami akan memanggil sejumlah OPD terkait untuk membahas persoalan ini dan menentukan langkah yang akan diambil,” ujar Mohan.

Keributan di Tipzy Bears kembali menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan aksi saling pukul antar pengunjung pada Jumat (3/7/2026) malam beredar luas di media sosial. Peristiwa tersebut memicu keresahan masyarakat, khususnya warga di sekitar Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah.

Sejumlah informasi yang beredar di lapangan menyebutkan keributan diduga dipicu perselisihan antar pengunjung yang kemudian berkembang menjadi aksi perkelahian. Dugaan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.

Pemerintah Kota Bogor berharap peningkatan pengawasan, evaluasi terhadap pengelola, serta koordinasi lintas instansi dapat menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan hiburan malam sehingga tidak lagi menimbulkan keresahan masyarakat.

** Fredy Kristianto