23 C
Bogor
Sunday, April 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1489

Edukasi Masyarakat, Polsek Nanggung Pimpin Operasi Yustisi di Batutulis

0

Nanggung | Jurnal Inspirasi

Operasi Yustisi gencar dilakukan tim gabungan. Operasi yang dipimpin Polsek Nanggung kali ini difokuskan di Jalan Raya Ace Tabrani, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, Jumat (25/9). Tampak hadir anggota Koramil setempat dan sejumlah personil Pol PP dari Kecamatan Nanggung.

Dalam operasi tersebut, tim juga mengedukasi  pendisiplinan masyarakat diantaranya dalam menggunakan masker. “Hal ini untuk mencegah penularan Covid-19 di wilayah Kecamatan Nanggung,” kata Kapolsek Nanggung Iptu Dedi Hermawan  ditemui saat Operasi Yustisi.

Dia meminta seluruh masyarakat  agar dapat bekerja sama dan ikut serta dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19. “Pelaksanaan edukasi dan pendisiplinan masyarakat, sasarannya ialah pengendara maupun masyarakat yang melintas yang tidak menggunakan masker. Kita terus berupa agar kesadaran masyarakat bisa tumbuh dan memahami dalam menjalan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Kapolsek berharap masyarakat mematuhi kebijakan pemerintah dalam mengaplikasikan tatanan adaptasi kebiasaan baru, yakni memakai masker, mencuci tangan serta menghindari kerumunan massa atau menjaga jarak.

Pada kesempatan itu, Kapolsek Nanggung memberikan arahan kepada semua jajarannya untuk terus mengedukasi masyarakat dalam pendisiplinan mengikuti protokol kesehatan.” Musababnya masyarakat belum sepenuhnya sadar, maka itu Operasi Yustisi akan terus dilaksanakan,” pungkasnya.

 ** Arip Ekon

Rektor IPB Pulih dari Covid-19, Swab Kedua Negatif

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Rektor IPB University Prof. Arif Satria yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19, saat ini tidak lagi menjalani perawatan di rumah sakit, namun sudah diperbolehkan pulang lantaran pada Swab kedua, Prof Arif negatif dari Covid -19. Kepulangan Prof Arif dari rumah sakit diumumkanya sendiri yang disebarluaskan Biro Komunikasi IPB University, Jumat (25/09).

“Syukur Alhamdulillah hasil tes swab kedua saya menunjukkan bahwa saya dinyatakan negatif. Hari ini  saya diperbolehkan kembali ke rumah dan akan menjalani isolasi mandiri selama 10 hari sesuai protokol kesehatan,” kata Prof Arif Satria dalam keterangan pers rilisnya melalui Biro Komunikasi IPB University.

Sebelumnya, pada Sabtu (19/09) Prof. Arif mengumumkan sendiri ke publik jika dirinya terinfekasi Covid-19. Prof Arif langsung menjalani isolasi mandiri sebelum dirujuk ke salah satu rumah sakit swasta di wilayah Bogor.

“Saya mengucapkan terima kasih atas segala doa, perhatian dan dukungan  dari seluruh keluarga, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, Pemerintah Pusat (Kementerian dan Lembaga), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor, dokter dan tenaga medis, para sahabat serta semua pihak yang membantu proses selama saya menjalani isolasi mandiri di rumah maupun rumah sakit sejak 19-24 September 2020,” kata Arif.

“Mohon doanya agar saya dapat segera pulih dan sehat kembali seperti sediakala sehingga dapat menjalankan aktivitas dan kewajiban saya sebagai Rektor IPB dengan baik. Saya juga mendoakan, semoga Allah senantiasa memberikan karunia kesehatan kepada kita semua. Aamiin,” harapnya.

** Cepi Kurniawan

Tagihan Air PDAM Melonjak, Warga Perumahan Indkopad Komplain

0

Tajur Halang | Jurnal Inspirasi

Warga Perumahan Indkopad Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten mengeluh dan komplain atas tingginya pembayaran air PDAM Tirta Kahuripan Unit Tajur Halang. Seperti diungkapkan salah seorang warga yang namanya enggan disebutkan, ia kaget saat ingin melakukan pembayaran tagihan sampai mencapai Rp 5 juta.

“Saya kaget, kok bisa tinggi seperti itu, alasannya sih katanya kemarin karena Covid-19 gak ada pengecekan ya harusnya jangan gitu kami kan pelanggan harusnya dengan jelas dikasih tahu jangan ini pas bayar tagihan gede banget,” ujarnya, Jumat (25/9).

Ia menjelaskan, bukan hanya dirinya saja, warga hampir semua blok di perumahan itu kesal karena tingginya pembayaran air PDAM. “Warga banyak komplain ini gak ada rinciannya yang jelas terus gimana, bahkan ada yang sama dengan saya malah dia biasanya Rp 50.000 sekarang bayar Rp 500.000,” katanya.

Menanggapi hal itu Kasie Humpro PDAM Tirta Kahuripan, Arfur mengelak kemungkinan terjadinya lonjakan tagihan air PDAM tidak terlepas dari efek penerapan kebijakan PSBB yang berlaku di Kabupaten Bogor dan selama pandemik COVID-19 dimana dalam usaha partisipasi PDAM dalam mencegah penyebaran COVID-19, pihak manajemen PDAM memberlakukan program pembacaan meter mandiri pada periode pembacaan bulan April dan Mei 2020.

“Dimana pada saat program tersebut (pembacaan meter mandiri), pelanggan diminta untuk mengirimkan informasi angka stand meter yang tertera pada meter air pelanggan ke nomor Whatsapp yang telah disediakan, namun apabila pelanggan tidak mengirimkan informasi yang dimaksud maka PDAM akan menagihkan dengn rata-rata pemakaian air selama 3 bulan ke belakang sebagai dasar tagihan rekening air,” kata Arfur.

Arfur mengklaim  bahwa tatacara untuk pelaksanaan  pembacaan meter air secara mandiri ini telah disosialisasikan kepada masyarakat baik melalui media massa, media sosial maupun pemberitahuan langsung melalui brosur dan spanduk.

“Untuk pelanggan yang merasa keberatan dengan tagihannya dapat mendatangi kantor cabang pelayanan terdekat dengan membawa foto meter air terakhir untuk verifikasi dan pengecekan ulang. Selanjutnya berdasarkan hasil verifikasi tersebut akan dilakukan penyesuaian besaran tagihan air pelanggan, dan kembali kami sampaikan bahwa kenaikan tagihan bukan terjadi karena kenaikan atau penyesuaian tarif, karena sejak tahun 2018 hingga saat ini tahun 2020 PDAM belum melakukan penyesuaian tarif,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Aksi Peringatan Hari Tani Nasional di Kabupaten Pandeglang

0

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor menggelar aksi Gerakan Tanam dan Panen Serentak di Kabupaten Pandeglang Banten, Kamis (24/9). Aksi tersebut dilakukan tepat ditengah momentum peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2020.

“ Peringatan Hari Tani Nasional tahun 2020, meningkatkan kepedulian kami pada kegigihan petani dalam meningkatkan produksi, “ ungkap Yusral Tahir Kepala PPMKP Ciawi Bogor.Aksi melibatkan penyuluh Di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kabupaten Pandeglang binaan PPMKP. Diawali dengan Gerakan Percepatan Olah dan Tanam (GPOT) di lahan kelompok tani (Poktan) Cimenyan desa Sukamanah Kecamatan Kaduhejo, seluas tiga hektar.

Yusral Tahir tanpa takut kotor melebur dengan petani dilahan sawah menanam padi sistem ubinan. Satu demi satu Yusral menancapkan bibit padi varietas Mekongga ditanah yang sudah dipola sebelumnya oleh petani. Didampingi Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Nasir M Daud, Ia menanam dilahan 0,75 hektar.

“ Partisipasi dalam tanam untuk menunjukan penghargaan kita pada petani. Aktor utama Hari Tani Nasional adalah petani,” ujar Yusral Tahir.

Selesai menanam selanjutnya Yusral Tahir bergeser ke desa Kadugemblo Kecamatan Kaduhejo. Disini Ia melakukan gerakan pengendalian wereng batang coklat (WBC) melibatkan sejumlah petani dari kelompok tani Bina Karya di blok sawah Cisampang. Iapun turut hadir bersama penyuluh mendeteksi keberadaan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) ditiap rumpun padi. Dilahan seluas 20 hektar dengan varietas Mekongga, Yusral menemukan berbagai jenis OPT.

“ Dari deteksi ditemukan hama walangsangit, tungro dan kumbang besi yang banyak ditemukan di lahan sawah, “ucapnyTurut hadir dalam gerdal di satu hektar lahan berusia tanaman 45 hst tersebut Camat Kecamatan Kaduhejo Atep Kurnia.

Tak berhenti sampai disitu, Yusral melanjutkan aksi di kecamatan Carita. Bersama – sama petani dan penyuluh Ia memanen padi menaiki alsin combine harvester. Yusral memanen padi varietas Inpari dengan provitas rata – rata enam ton/ha.

Memperingati Hari Tani Nasional, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi dalam upaya memajukan sektor pertanian.

Tahun ini, peringatan Hari Tani Nasional mengangkat tema Pertanian Andalan Nasional di Tengah Pandemi Covid-19. Sektor pertanian, kata SYL, merupakan sektor strategis yang mengedepankan kepentingan bersama dalam berbangsa dan bernegara.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi mengapresiasi peran petani dan penyuluh yang tetap aktif menyediakan pangan di tengah pandemi covid-19.

Peringatan Hari Tani Nasional merupakan bentuk peringatan dalam mengenang sejarah penting perjuangan kaum petani. Tak berlebihan jika 24 September, disebut sebagai tonggak sejarah bangsa dalam memandang arti penting petani dan pertanian Indonesia. Seperti diungkapkan Jacques Chirac mantan Presiden Perancis, pertanian adalah kehidupan, kreasi, kecerdikan dan kemurahan hati.

Regi/PPMKP

Soal Polemik Ruislag SBR, Begini Kata Sekda Ade Sarip

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Polemik ruislag lahan Sekolah Bogor Raya (SBR) yang sebelumnya merupakan fasos fasum dari perumahan Bogor Lakeside dengan bidang tanah di Cilendek, Kecamatan Bogor Barat dan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, dinilai bukanlah sebuah permasalahan

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan bahwa ruislag tersebut menguntungkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor lantaran tanah yang lebih besar mendapatkan di Kayumanis dan Cilendek.

“Ruislag SBR sudah sangat lama. Telah sekian puluh tahun bahwa tempat itu dipakai untuk kepentingan sekolah pendidikan sesuai untuk peruntukannya. Kemudian mereka (SBR) mengusulkan lalu kita melakukan kajian, dan hasilnya memungkinkan untuk dilakukan ruislag,” ujar Ade kepada wartawan, Kamis (24/9/2020).

Menurut dia, ruislag dilakukan lantaran telah ada perhitungan dari KPKNL memgenai lahan yang akan diruislag, yakni Kayumanis dan Cilendek. “Kajian itu sudah sekian kali dihitung oleh KPKNL. Teknisnya sudah ada di BKAD,” ungkap Ade.

Ade menegaskan bahwa proses ruislag fasos fasum SBR belum diserahkan. Atas dasar itu, Pemkot Bogor terpaksa meminjam lahan eksisting di Kayumanis yang kini ditempati Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD).

“Yang sekarang dipakai oleh PUPR dan BPBD itu statusnya pinjam pakai. Sedangkan SBR masih sewa ke kami. Itu disewa sejak 1983,” kata Ade.

Lebih lanjut, Ade mengaku bahwa usulan ruislag lahan tersebut diusulkan oleh SBR. “Jadi mengenai ruislag tersebut sudah mengacu kepada regulasi. Jadi nggak mungkin kalau kita melaksanakannya dengan melanggar aturan,” paparnya.

Menanggapi adanya kajian dari tim teknis mengenai dilakukannya ruislag SBR dengan lahan Kayumanis dan Cilendek karena adanya kebutuhan perkantoran OPD. Sementara Pemkot Bogor justru ingin memindahkan pusat pemerintahan ke kawasan Bogor Raya, dengan meminta hibah tanah seluas 6 hektar dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Ade menyatakan bahwa hal itu dilakukan untuk memperbanyak jumlah aset milik Pemkot Bogor.

“Di Bogor Raya itu kan bakal dibuat pusat pelayanan terpadu. Selain itu, banyak aset nggak masalah. Kalau saya memandang ini adalah peluang kita menambah aset. Kalau kita beli 6 hektar uang darimana, apalagi anggaran untuk membangun. Kedepannya pun bisa dijadikan bisnis untuk menambah PAD, siapa tahu tempat itu bisa dipakai untuk kepentingan pemerintah,” jelasnya.

Saat disinggung akan dijadikan apa lahan di Kayumanis tersebut. Ade menegaskan bahwa ia berkeinginan untuk membuat Bumi Pramuka dan pembuatan IPAL. “Kajiannya sekarang sudah ada di Bappeda,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala BPN Kota Bogor, Erry Juliani Pasoreh mengatakan bahwa Prasana Sarana dan Utilitas (PSU) di sekitaran Danau Bogor Raya sudah diserahkan. “Tapi kalau aset pemkot yang fasos fasum itu sudah diruislag,” tegasnya.

Sebelumnya, Kasubid Aset BKAD. Andi menyatakan bahwa status lahan fasos fasum di Bogor Raya masih belum menjadi milik SBR. Hal itu lantaran tanah di Kayumanis dan Cilendek masih dalam tahap proses sertifikat. “Belum, karena lahan Cilendek dan Kayumanis juga belum disertifikatkan oleh mereka (SBR), begitu juga dengan lahan pemkot di Bogor Raya,” katanya.

Andi juga mengakui bahwa hingga kini fasos fasum yang disewa SBR belum di-HPL-kan oleh pengembang Bogor Raya. “Belum karena dalam perjanjian, HPL dibebankan ke Pemkot Bogor. SBR sewa per lima tahun, soal angkanya saya lupa, yang pasti lumayan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.

Andi menyatakan bahwa sebelum terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2014, pemkot lah yang mengajukan keinginan ruislag dengan SBR, tapi batal karena ada regulasi itu. Kemudian setelah keluar Permendagri Nomor 19 Tahun 2016, SBR yang mengajukan ruislag ke kami,” paparnya.

Kata dia, ruislag itu diterima oleh Pemkot Bogor lantaran adanya kajian dari tim internal yang diketuai oleh Sekretaris Daerah mengenai kebutuhan perkantoran OPD. “Untuk izin warga Bogor Raya soal ruislag itu sudah ada di kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata Andi, lahan di Cilendek memiliki luas 17 ribu meterpersegi, sementara yang di Kayumanis luasnya mencapai 26 ribu. “Kalau untuk fasos fasum yang di SBR luasnya 15 ribu meterpersegi,” paparnya.

Rencananya, sambung dia, lahan di Cilendek akan dibangun menjadi tempat pengujian KIR milik Dinas Perhubungan. “Kalau untuk Kayumanis kan eksisting sekarang sudah ada BPBD dan PUPR. Sedangkan sisa laham nanti akan ada kajkan FS,” katanya.

Fredy Kristianto

Jalan Perkampungan Disasar Operasi Yustisi

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Petugas Gabungan TNI/Polri, Pol PP, Dishub, Karang Taruna melaksanakan kegiatan Operasi Yustisi  di jalan perkampungan, Jumat (25/9). Seperti di Kecamatan Kemang, Desa Tegal menjadi salah satu sasaran  operasi Yustisi untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di desa tersebut yang masih tinggi.

Diungkapkan Kapolsek Kemang, Kompol Agus Suyandi mengatakan ini Operasi Yustisi Minggu kedua dilakukan perkampungan jalan desa. “Hari ini kita melaksanakan Operasi Yustisi bersama 30 personil gabungan dari semua unsur dibantu Pemeritah desa dan Karang Taruna. Kami melakukan operasi di Desa Tegal karena wilayah Desa Tegal hasil temuan dari dinas kesehatan kabupaten Bogor angka Covid-19 tinggi,” kata Kapolsek Kemang Kompol Agus Suyandi, Jumat (24/9).

Kapolsek mengatakan dari hasil operasi Yustisi yang dilakukan ternyata masih banyak warga yang melintasi jalan raya Parung hijau Desa  Tegal yang tidak memakai masker.

“Mereka kebanyakan lupa dengan alasan jarkanya dekat jadi tidak pakai masker, dan mereka (Pelanggar) yang tidak Makai masker itu dikenakan sangsi denda dan sosial sert sangsi fisik,”kata Kaposlek.

Meski masih banyak warga yang tinggal diperkampungan yang belum sadar menggunakan masker, namun petugas bersama gugus tugas Covid-19 akan terus melaksanakan himbauan agar masyarakat benar-benar sadar betapa pentingnya memakai masker.

Sementara Kepala Desa Tegal Kasim Sunardi bersama karang Taruna bahwa pelaksanaan himbauan terus dilakukan, agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dengan menerapkan 3 M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

“Sudah sering dilakukan, namun karena di Desa Tegal ini banyak peurumahan dan daerahnya luas, yang kena itu kebanyakan warga yang bekerja diluar Bogor, namun pemerintah desa terus menghimbau agar Pengelola perumahhan memperketat protokol kesehatan Covid-19,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Sorot Perilaku Konsumen, Brokoli PPMKP Bongkar Kiat Berbisnis Via Medsos di Era Pandemi

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Terjadinya pandemi virus Corona atau COVID-19 merubah secara mendadak perilaku konsumen di seluruh dunia. Perubahan yang mendadak ini membuat banyak pebisnis kebingungan. Sebagian bisnis meraup keuntungan yang tak terduga, namun sebagian lain justru mengalami banyak kerugian. Karena tidak ada yang tahu kapan pandemi akan berakhir dan efek jangka panjang yang dihasilkannya, pebisnis perlu menyesuaikan diri dengan perilaku konsumen yang baru.

Perubahan perilaku konsumen karena dampak pandemi Covid 19 terutama di Indonesia menjadi sorotan dalam Webinar Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, Ngobrol Asyik Via Online (Brokoli)  volume III edisi keenam, Rabu (23/9).

Mengusung tema Kiat Membangun Network Pemasaran Dimasa Pandemik, Brokoli edisi pamungkas di volume III ini menghadirkan Dr. Nani Sufiani, M.Sc.Agr Widyaiswara senior sebagai narasumber didampingi Rizky Permana, S.Si, MM, Widyaiswara Ahli Muda.

Mendapat perhatian 190 participan, Nani membahas marketing mix   dengan konsep  tujuh “P” yaitu products, price, promotions, place, people, process, dan physical evidence sebagai strategi pemasaran dalam perencanaan bisnis.

 “ Tujuan akhir dari sebuah usaha t entunya meraup keuntungan, tentunya keuntungan untuk semua.  Bukan hanya pelaku usahanya saja yang untung, tapi juga konsumen terpuaskan dengan produk yang dibelinya.  Salah satu caranya dengan melibatkan konsumen dalam proses produksinya secara virtual melalui media sosial, sehingga konsumen merasa aman dengan produk yang dibelinya.  Sementara itu bagi para pelaku usaha, agar bisnis berjalan lancar hendaknya senantiasa membangun network dan bermitra dengan pelaku usaha lainnya“ ungkap Nani Sufiani.

Nani Sufiani menyampaikan  hal penting yang harus dicermati dalam kiat membangun network , yaitu membangun hubungan baik dengan semua pihak melalui kemitraan usaha,  karena dalam setiap bisnis selalu ada bisnis lain yang bisa diupayakan dengan mitra usaha.

Narasumber  lain Rizky Permana, S.Si. MM. widyaiswara ahli muda PPMKP menambahkan  dalam kiat membangun network  pemasaran  melalui media social adalah dengan menciptakan signature sendiri

“ Tak kalah penting  dalam kiat membangun network pemasaran melalui media sosial adalah dengan menciptakan signature sendiri,  agar produk kita senantiasa diingat orang.  Selain itu, media sosial harus dimanfaatkan untuk hal yang berguna, untuk branding, menjaga networking dengan konten yang bernilai ,” papar Rizky.

Brokoli Volume III menghadirkan enam episode. Setiap episode dibawakan dengan ciamik oleh Viera Restuani Adia, S.Ikom, MA, Widyaiswara Ahli Muda. Tak tanggung – tanggung  Kepala PPMKP Ir. Yusral Tahir, MSc.Agr. pun dihadirkan sebagai narasumber dalam  kegiatan ini. Sebagai program pembelajaran dan sharing knowledge Ia berharap kegiatan ini dilanjutkan dengan Brokoli Volume IV.

Himbauan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) Dalam berbagai kesempatan,  pelaku usaha tani untuk meningkatkan usaha taninya menjadi skala bisnis.  Kata Mentan pengalaman selama ini menunjukan sector pertanian merupakan bisnis yang menjanJikan dan mampu bertahan dalam kondisi perekonomian buruk sekalipun.

Seirama suara dengan Mentan,  Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi.  Dedi mengatakan  Sebagai negara agrais ditambah dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan usaha dan bisnis di sektor pertanian.  Di masa pandemi ini justru peluang bisnis pertanian terbuka lebar karena masyarakat sangat membutuhkan panganan yang sehat.

Viera R.A/Regi PPMKP

HADITS HARI INI

0

25 September 2020
07 Shafar 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَخْبَرَنِي ابْنُ الْمُسَيَّبِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ح و حَدَّثَنِي عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ اللَّيْثِ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ جَدِّي حَدَّثَنِي عُقَيْلُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّهُ قَالَ قَالَ ابْنُ الْمُسَيَّبِ أَخْبَرَنِي أَبُو هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَخْرُجَ نَارٌ مِنْ أَرْضِ الْحِجَازِ تُضِيءُ أَعْنَاقَ الْإِبِلِ بِبُصْرَى

Telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya, telah mengkhabarkan kepada kami Ibnu Wahab, telah mengkhabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab, telah mengkhabarkan kepadaku Ibnu Al Musayyib bahwa Abu Hurairah diberi khabar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Beliau bersabda. Telah menceritakan kepadaku Abdul Malik bin Syu’aib bin Al Laits, telah menceritakan kepada kami ayahku dari kakekku, telah menceritakan kepadaku Uqail bin Khalid dari Ibnu Syihab bekata: Berkata Ibnu Al Musayyib: Telah mengkhabarkan kepadaku Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Tidak akan terjadi hari kiamat hingga keluar sebuah api dari bumi Hijaz yang menerangi leher seekor onta yang berada di Bushro.

HR Muslim No. 5164.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Infrastruktur Paling Banyak Diusulkan di Musrenbang Desa Pangkaljaya

0

Nanggung | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun anggaran 2021 di balai desa, Kamis (24/9). Dalam kegiatan tersebut, bidang infrastruktur yang terbanyak diusulkan oleh warga.

Kepala Desa Pangkaljaya Taupik Sumarna mengatakan, sebelum digelar Musrenbang tingkat desa pihaknya lebih dahulu menyelenggarakan kegiatan serupa di tingkat dusun. “Sejumlah wilayah RT sebagian besar memang mengusulkan adanya perbaikan infrastruktur seperti jalan, dan fasilitas lainnya,” kata Taupik kepada wartawan.

Menurutnya, penggunaan Dana Desa (DD) untuk tahun 2021 telah ditetapkan posnya pada infrastruktur dan pemberdayaan staf desa. “Untuk skala prioritas sesuai dengan Musdus masih infrastruktur dan untuk desanya kami pertimbangkan dan disesuaikan dengan prioritas DD nya dari Kementerian Desa,” kata dia.

Topik menambahkan, Peraturan dari Undang Undang Kementrian Desa Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa bahwa, desa berhak mendapatkan anggaran dari Pemerintah Pusat sesuai usulan. “Saat ini kami tetap acuannya dari Kemendes untuk 2021 dan, sekarang belum ada peraturan yang mengikat,” imbuhnya.

Topik berharap, untuk anggaran yang akan diberikan ke masyarakat tidak melulu diambil dari DD, akan tetapi bisa juga dari bantuan yang sudah dilayangkan proposalnya,” ungkapnya.

“Anggaran yang sekarang saja Rp 1.600.000.000,- kami berharap anggarannya akan naik juga karena, Desa Pangkal Jaya ini masih banyak PR dan untuk bantuan yang lain juga kami harap cepat terealisasi dari proposal yang sudah kami layangkan semoga di tahun 2021 bisa terjawab,” tukasnya.

Hadir dalam acara Musrenbang, para ketua RT, RW, Kader PKK, tokoh agama dan masyarakat.

** Arip Ekon

Komisi III Dorong Alokasi Dana Rutilahu Ditingkatkan

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Komisi III DPRD Kabupaten Bogor dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) menggelar pertemuan membahas secara serius masih tingginya angka rumah tidak layak huni (Rutilahu) di wilayah Kabupaten Bogor. Komisi III pun mendorong alokasi dana Rutilahu ditingkatkan. “Sedang diusahakan agar bisa ditambah alokasi Rutilahu baik dari pusat, provinsi maupun dari kabupaten,” kata Komisi III dari Fraksi PKS Achmad Fathoni kepada Jurnal Bogor, Kamis (24/9).

Saat ini kata dia sedang didorong agar nilai Rutilau yang  di Kabupaten Bogor bisa sama dengan nilai Rutilahu yang di pusat atau Provinsi Jawa Barat yaitu sebesar Rp 17,5 juta. Lebih lanjut dikatakannya, data base Rutilahu di wilayah Kabupaten Bogor masih sangat tinggi. “Puluhan ribu Rutilahu, maka itu Komisi III mendorong agar  Rutilahu di Kabupaten Bogor setiap tahunnya semakin berkurang,” ujarnya.

Oleh karenanya, dia mengusulkan ada mekanisme yang bukan by name Rutilahu, tapi anggarannya dialokasikan. “Tetapi tidak ditentukan dulu bagi setiap penerimanya. Tentu ini untuk merespon itu tadi, keluhan masyarakat yang kita tahunya  dibelakang hari, seperti  Rutilahu yang di  Kampung Cimanganten, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung  kalau harus nunggu dibangun tahun depan kan kasihan kelamaan, padahalkan dia juga sangat membutuhkan,” terang Achmad Fathoni.

Untuk itu, lanjut dia ada mekanisme yang sifatnya darurat, seperti BPBD mengalokasikan anggaran untuk kebencanaan. “Artinya kan bisa jadi bukan bencana ya, tetapi sifatnya urgen. Namun sistem seperti itu sekarang lagi dicarikan payung hukumnya,” ucapnya.

Diakuinya, dari dinas sampai sekarang memang belum ada ketentuannya, karena memang dari pemerintah sepertinya ada arahan seperti itu. “Atas usulan tersebut, secara umum DPKPP sepakat kalau Rutilahu harus segera dituntaskan, Rutilahu  harus segera diselesaikan sehingga kedepan semua masyarakat rumahnya menjadi layak,” jelasnya.

Achmad Fathoni kembali menegaskan, selama ini program rehabilitasi Rutilahu yang diusulkan dari awal by name by address  kemudian ditetapkan oleh Bupati selanjutnya baru bisa dialokasikan. “Dari awal pengusulan sampai proses penepatan kan butuh waktu lama tuh, sedangkan untuk pengajuan Rutilahu baru tentunya harus nunggu tahun berikutnya, dan kami  ingin ada aloksi Rutilahu yang sifatnya urgen,” ungkapnya.

Sementara, Sekretaris DPKPP Kabupaten Bogor, Irma Lestiana melalui sambungan teleponnya merespon usulan yang disampaikan  Komisi III perihal penambahan kuota Rutilahu. “Sebanyak 500 penambahan kuota Rutilahu diusulkan pihak DPRD, hal ini sudah dibahas dengan mitra kerja, hal ini DPRD,” kata Sekdis DPKPP.

Namun dalam hal ini kata dia, pihaknya belum bisa menjawab secara fix. “Intinya kami mendukung karena data base Rutilahu di Kabupaten Bogor masih kisaran 60-70 ribuan. Kuota pengalokasiannya setiap tahunnya tidak sama, tahun 2020 ini Rutilahu yang dialokasikan hanya 3 ribu kuota,” pungkas Irma.

** Arip Ekon