23.5 C
Bogor
Saturday, April 4, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1487

Penyuluh Carita Latih Petani Treatment Benih

0

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Benih merupakan salah satu komponen yang penting dalam usaha budi daya padi. Perlakuan benih yang tidak sesuai anjuran bisa mengakibatkan daya tumbuh kurang baik dan tidak seragam, sehingga bisa merugikan petani. Untuk itu perlakuan terhadap benih yang baik dan benar menjadi hal yang harus dikuasai petani.

Eli Safitri dan Agus Saeful Penyuluh Pertanian Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Carita Kabupaten Pandeglang Banten  melaksanakan kegiatan pelatihan perlakuan benih menggunakan garam, dalam kegiatan kunjungan pertemuan kelompok,  Senin (28/9). “ Tujuannya agar petani mengerti, memahami dan mampu melakukan perlakuan benih sesuai anjuran, “ ujar Eli.

Eli menyampaikan ketika membeli benih, petani seringkali mendapatkan kualitas benih padi yang kurang memuaskan.. Padahal, benih yang digunakan tersebut sudah berlabel dan juga bersertifikat. Yang mendapatkan pelatihan adalah petani anggota kelompok tani (Poktan) Cipandan Mulya Desa Sukajadi Kecamatan Carita.

Kata Eli treatment benih diperlukan meskipun benih yang digunakan petani berlabel ataupun bersertifikat. “Benih yang beredar di pasaran saat ini tidak semuanya mempunyai kualitas yang baik. Maka sebelum melakukan persemaian ataupun penanaman, alangkah baiknya petani melakukan treatment benih atau perlakuan khusus untuk mendapatkan benih yang baik dan bernas saat ditanam,” tuturnya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan cara seleksi benih dengan menggunakan larutan air garam. Seleksi benih  ini dilakukan untuk memisahkan benih padi yang baik dan kurang baik. Cara seleksinya sangat sederhana. Yakni dengan memasukan telur ayam mentah dan segar ke dalam ember berisi air. Masukkan garam sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk pelan. Pemberian garam dihentikan ketika telur mulai mengapung dalam air.

“Telur ayam sebagai indikator kandungan garam telah cukup sebagai penguji benih. Kemudian masukkan benih padi yang akan disortir, “ terangnya.

Hasil akan menunjukkan bahwa benih padi yang bernas akan tenggelam di dalam larutan garam, tetapi untuk yang hampa akan mengapung. Benih yang terapung, sebaiknya segera dibuang, sementara benih yang tenggelam segera ditiriskan untuk kemudian dibilas dengan air mengalir agar kandungan air garamnya hilang.

“ Disamping untuk memisahkan benih yang hampa dengan benih yang bernas, perlakuan seleksi benih dengan larutan garam ini juga bermanfaat sebagai perlakuan awal untuk meminimalisir tanaman padi terserang penyakit yang disebabkan oleh jamur yang terbawa oleh benih padi tersebut, “ jelasnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan akan pentingnya fungsi benih yang berkualitas dalam mendongkrak pencapaian produksi yang tinggi. Oleh karena itu diharapkan benih sumber yang dihasilkan Kementerian Pertanian (Kementan) harus dapat segera terdistribusi  dan dipergunakan di lahan petani. Mentan targetkan produktivitas minimal 7 ton/hektare.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menuturkan semangat penyuluh. terus meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan bisa mendukung Kostratani.

“Penyuluh harus memegang peran penting. Penyuluh harus mampu menanggulangi kekeringan dan kebanjiran, termasuk juga meningkatkan peluang untuk meningkatkan produktivitas, “ ujar Dedi Nursyamsi.

Regi/PPMKP

Insan Pers Dites Swab PCR

0

n Kerjasama Dewan Pers dengan Lippo dan RSPP

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Layanan gratis tes swab polymerase chain reaction (PCR) untuk insan pers terus berlanjut pada Senin (289) di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Tes tersebut dimotori Dewan Pers dalam lanjutan kegiatan pekan-pekan sebelumnya dalam rangka penanggulangan pandemi covid-19.

Suasana pelayanan tes swab PCR gratis di Gedung Dewan Pers, 28 September 2020, kerja sama Dewan Pers, Lippo Karawaci, dan RSPP.

Ketua Komisi Kerja Sama dan Hubungan Antar Lembaga Dewan Pers Dr Agus Sudibyo mengatakan, tes swab PCR hari ini diikuti 100 wartawan dan pekerja pers. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Dewan Pers dengan Lippo Karawaci Tbk. dan RS Pusat Pertamina.

“Penanggulangan pandemi COVID-19 sangat ditentukan oleh keberhasilan dalam melakukan komunikasi massa. Di sini, wartawan berada di garda depan penanggulangan pandemi dengan senantiasa memberitakan perkembangan pandemi dan menyebarkan informasi yang bermanfaat untuk masyarakat. Namun, wartawan, khususnya yang berada di lapangan, sangat berisiko terpapar COVID-19. Dalam rangka melindungi dan meringankan beban para wartawan, Dewan Pers akan terus berupaya melaksanakan tes swab PCR untuk para wartawan,” kata Agus dalam press release yang diterima Jurnal Bogor, Senin (28/9).

Dewan Pers mengapresiasi kepedulian Lippo Karawaci Tbk. dan RS Pusat Pertamina yang telah mendukung pelaksanaan tes swab PCR untuk insan media. “Terima kasih kepada Lippo Karawaci Tbk. dan RS Pusat Pertamina sudah menunjukkan kepedulian yang tinggi. Semoga menjadi contoh untuk perusahaan-perusahaan yang lain,” kata Agus.

CEO Lippo Karawaci Tbk. John Riady menyambut baik kegiatan tes swab PCR untuk insan media, “Kami menyambut baik kemitraan dengan Dewan Pers dalam mendukung segenap insan media nasional di tengah pandemi. Layanan tes swab polymerase chain reaction (PCR) kepada segenap insan media ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung penanggulangan COVID-19 serta dalam rangka memberikan perlindungan bagi para pekerja yang masih harus bekerja di garda terdepan.”

“Dalam kesempatan ini, kami juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh wartawan di Indonesia atas dedikasi dan kontribusinya di masa sulit seperti sekarang ini. Kami menghargai peran penting media yang senantiasa menyampaikan informasi dan wawasan kepada publik mengenai upaya bersama dalam memerangi COVID-19,” ujar John Riady.

Direktur RSPP, Dr. Syamsul Bahri, MPH. menyampaikan terimakasih atas terlaksananya kegiatan PCR test untuk wartawan yang kedua kalinya. Saat ini, menurut Dr Syamsul Bahri semakin bertambah banyak penderita terkonfirmasi positif tetapi tanpa gejala. Hal penting yang perlu dilakukan adalah upaya pencegahan dengan melakukan skrining bagi orang-orang yang mempunyai resiko tertular Covid-19. Sebagai salah satu upaya antisipasi RS Pusat Pertamina saat ini telah menyiapkan fasilitas pemeriksaan PCR untuk diagnostik serta penyiapan fasilitas Perawatan Khusus pasien Covid-19 di Simprug.

“ Pekerja media merupakan profesi yang rentan dengan faktor resiko tertular. Untuk itu kita melakukan pemeriksaan Swab PCR dengan dukungan Dewan Pers serta PT. Lippo Karawaci Tbk, ” ujar Dr. Syamsul Bahri.

Dalam pelaksanaan tes swab PCR, dihadiri beberapa pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan PWI Jaya. Dari PWI Pusat hadir Direktur Kesejahteraan dan Pengabdian Masyarakat M Nasir yang juga Ketua PWI Peduli, dan koordinator swab PCR Sekretariat PWI Elly Pujianti. Sedang dari PWI Jaya hadir antara lain Firdaus Baderi, Tb. Adhi, dan Iqbal Irsyad.

Agus Widyandoko Susetyo dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) selaku koordinator pelaksanaan tes Swab PCR  mengatakan, pihaknya menghadirkan sejumlah tenaga profesional, termasuk seorang dokter, yakni dr Farhan dan analist Sindy.

“Kami mengapresiasi teman-teman media yang datang sesuai jadwal. Idealnya memang ketika tim media sudah ada, perserta swab PCR sudah hadir, dan kemudian dilayani secara bergantian,” kata Agus Widyandoko.

Masalahnya banyak yang harus dilayani di tempat lain seperti di kawasan industri Karawang, dan di beberapa kantor kementerian. Agus Widyandoko mengajak, para peserta swab PCR, walaupun nanti hasilnya negatif, peserta harus tetap menjaga protokol kesehatan, seperti jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan.

**ass

Jembatan Penghubung Bakal Masuk Dalam Usulan 2021

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Kepala UPT Jalan dan Jembatan wilayah VI Cigudeg  Punti Minesa merespon positif keinginan warga Desa Nanggung dan Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung mengenai jembatan penghubung antara dua desa tersebut. Jembatan tersebut masih ada kemungkinan dibangun dan masuk pada usulan tahun 2021.

“Ada kemungkinan diusulan 2021, memang sekarang belum jelas karena konsentrasi pemerintah masih ke penanganan Covid -19,” ujar Punti melalui sambungan teleponnya.

Menurutnya, soal jembatan  penghubung waktu itu memang sudah diusulkan, karena prioritasnya sekarang lagi fokus diperbaikan pasca bencana. “Jembatan yang sudah ada difokuskan untuk  perbaikan pasca bencana, tapi tetap ada peluang untuk pembangunan baru,” tuturnya. “Nanti akhir tahun di perubahan anggaran coba kita cek lagi ada apa engganya, cuman kalau kemaren sih sudah diusulkan,” ucapnya.

“Sebenarnya program bangunan jembatan tersebut sudah masuk, usulannya pas sempet liat ada tuh, berarti kalau gitu masuk lagi diusulan tahun depan cuman harus ada review Detail Engineering Design (DED).  Memang dulu pernah didesain, tapi udah lama banget  lebih dari 3 tahun, jadi harus didesain ulang,” ungkapnya.

Ihwal kondisi lokasi yang akan dijadikan pembangunan jembatan, menurut Punti  takut ada perubahan  karena kondisi sekarang lebar sungainya dan jalannya juga baru. “Takutnya kalau menggunakan data yang lama gak sesuai lagi dengan kondisi sekarang,” ungkapnya.

Kepala Desa Nanggung, Muhamad Sodik berharap pembangunan jembatan dilakukan. Jembatan itu untuk meningkatkan perekonomian pasar Nanggung.  “Harapan besar warga ingin adanya jembatan penghubung itu sudah sejak lama. Warga terlalu lama menunggu ingin adanya jembatan penghubung dua desa itu,” imbuhnya.

Sebelumnya  ketua BPD Desa Pangkaljaya Ida Royani mengatakan bahwa warga dua desa sudah lama menunggu ingin segera adanya pembangun jembatan tersebut. Namun jembatan yang dijanjikan akan segera dibangun ketika itu, saat ini tidak kunjung terwujud.

Padahal, kata Ida sejumlah warga telah menghibahkan tanah untuk dijadikan akses jalan menuju  lokasi yang akan dibuatnya jembatan tersebut. ” Warga sudah menghibahkan tanahnya, berikut aksesnya jalannya sudah lama dibuka dan sudah kerjakan pengerasan,  tinggal kesiapan pemerintah   kapan rencananya pembangunan jembatan itu  dimulai,” kata Ida.  Arip Ekon

** Arip Ekon

Lima Balon Maju di Pilkades Cimande Hilir

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Lima bakal calon (balon) Kepala Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, dipastikan maju pada pemilihan kepala desa (pilkades) yang rencananya akan digelar secara serentak pada akhir Desember 2020 mendatang.

“Ya pendaftaran balon kades sudah ditutup kemarin. Dan ada lima calon yang akan maju pada pilkades mendatang,” ujar, E Mulyadi, Ketua Pilkades Cimande Hilir, Senin (28/9).

Ia menuturkan, pelaksanaan pilkades nanti akan berlangsung di lima zona Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Sejauh ini berbagai tahapan pilkades berjalan sesuai harapan. Dan yang terpenting semua tahapan dari awal hingga usai pelaksanaan pilkades nanti bisa berjalan kondusif,” katanya.

Disinggung tentang masih sering terjadinya kasus ijazah palsu yang digunakan balon/calon kades di sejumlah daerah, pria yang akrab disapa Damuy itu pun mengaku lebih berhati-hati.

“Tentunya kami sangat berhati-hati dan sangat preventif akan hal itu. Makanya kami melalukan verifikasi faktual dengan cara menyambangi asal sekolah para calon agar tidak terjadi persoalan dikemudin hari,” paparnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, pihaknya pun melakukan  berbagai antisipasi lainnya agar pelaksanaan pilkades di wilayahnya berjalan mulus. “Insya Allah kondusif. Sesuai slogan kami “Cimande Hilir Ngahiji”. Jadi tidak ada lagi gesekan atau persoalan yang muncul hanya karena beda pendapat ataupun beda pilihan,” tandasnya.

Lima balon kades yang akan bertarung pada perhelatan pilkades Cimande Hilir antara lain, H Bunyamin, SP Yudistira, Neneng Yulia, H Karto dan Alimudin yang merupakan balon incumbent.

** Deny

Oknum Diduga Pol PP Halangi Mobil Ambulan yang Bawa Pasien

0

Ciampea  | Jurnal Inspirasi

Sebuah kendaraan diduga dikendarai pegawai Satpol PP Kabupaten Bogor, tak memberi contoh baik. Dia tak memberi jalan mobil ambulan yang sedang membawa pasien hingga menutup akses laju ambulan di pertigaan Warung Borong, Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea. Bahkan, insiden tersebut membuat bember bagian kiri ambulan rusak karena tertabrak. Kejadian tersebut sempat terekam kamera.

Pengendara yang diduga oknum Satpol PP Kabupaten Bogor

“Kita dari arah Bogor sedang membawa pasien beres dioperasi patah tulang di Rumah Sakit Karya Bhakti Pertiwi, tapi ditengah jalan malah dihalangi laju kendaraan sampai bemper depan sebelah kiri rusak,” kata sopir ambulan  milik salah satu Yayasan Dio Alif kepada wartawan, Senin (28/9).

Dio sapaanya  mengaku, setelah itu rekanan Indonesian Escorting Ambulance (IEA) sempat meminta tanggungjawab, namun oknum tersebut malah ngebut dan belok ke arah Leuwiliang. “Sempat dikasih tahu kalau sedang bawa pasien, tapi oknum tersebut malah ada ucapan kasar, dan nancak gas lagi ke arah Bogor Barat,” kata Dio sapaanya.

Bahkan, ia menambahkan kalau pelaku masih memakai baju dinas Pol PP kabupaten Bogor, namanya kurang jelas, tapi sudah dapat ciri-cirinya terhadap pelaku tersebut. Mobil yang dikendarai oknum Pol PP tersebut tetap tetap menghalangi, padahal didepan ada truk saja memberi jalan.

“Pasien sedikit shock saja, dan saya sudah bicara kepada keluarga pasien kalau kejadian ini begitu mendadak alias spontan,” tambahnya.

Senada dikatakan, anggota IEA Bogor Raya Muhamad Irvan, pihaknya sejak awal sudah menghimbau secara baik-baik tapi pengendara tetap menghalangi laju ambulan. “Bahkan sempat terjadi perdebatan, hanya pelaku tak ada sikap mau tanggungjawab malah mengeluarkan ucapan kurang enak kepada saya,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Ciampea AKP Andri Alam membenarkan bahwa ada laporan mengenai kendaraan ambulan yang dihalangi lajunya saat membawa pasien ke arah Bogor Barat. “Kita sudah minta anggota untuk mencari dan mengecek ke lokasi, karena memang benar ada ambulan bawa pasien dihalangi oleh kendaraan lain jadilah salah paham, namun hingga saat ini belum ada laporan secara resmi dari kedua belah pihak yang merasa dirugikan,” kata Kapolsek Ciampea.

Ia pun menghimbau kepada warga masyarakat ketika mengendarai kendaraan di jalan raya tetap memperhatikan rambu-rambu lalulintas. “Tetap jaga emosi, mengemudilah dengan santai dan gembira namun tetap fokus,” pungkasnya.

Sementara Kasat Pol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah saat dikonfirmasi  mengklaim bahwa petugas yang diduga menghalang halangi mobil ambulan itu bukan anggota Pol PP Kabupaten Bogor, namun pegawai di salah satu kecamatan di Kabupaten Bogor.

“Dia bukan anggota Pol PP Kabupaten Bogor melainkan PNS salah satu kecamatan di Kabupaten Bogor, dan kalau seragamnya hanya mirip,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Lampung Selatan Jadi Lokus VKN Pelatihan Kepemimpinan Nasional

0

Lampung | Jurnal Inspirasi

Sektor peternakan tidak lagi dianggap sub sektor pinggiran, melainkan akan menjadi sektor unggulan dan sektor peternakan juga telah terbukti memiliki ketangguhan dalam menghadapi situasi krisis. Produksi usaha peternakan, terutama sapi dianalogkan sebagai tambang emas yang tidak ternilai harganya emas merah (daging), emas putih (susu) bahkan juga emas hitam (kotoran).

Salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daerah peternakan  adalah Kabupaten Lampung Selatan. Hal inilah yang menjadi pertimbangan Lampung Selatan menjadi salah satu lokus Visitasi Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan ke 17.

Visitasi Kepemimpinan Nasional diikuti oleh 14 orang peserta yang terdiri dari ; Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si (Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu), drh Makmun, MSc (Direktur Pakan, Ditjen PKH, Kementerian Pertanian), drh. Wisnu Wasisa Putra, MP (Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor), Risman Mangidi, S,Sos (Kepala Balai Besar Veteriner Maros), Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, Msi. (Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner, Balitbangtan Kementan),

Dr. drh. Sriyanto, MSi (Kepala Balai Besar Uji Standar, Badan Karantina Pertanian), drh. I.G.N. Made Kuswandana, MSi (Inspektur IV, Inspektur Jenderal Kementan), Elvandary (Inspektur wilayah III Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi), Subroto, (Direktur Pengawas internal KPK), Teddi Mukmin Artono, SIK. (Kasubbag Sespimti Bagkurhanjar Dikbangum Rokurlum Lemdiklat Polri), drh. A.Azisun Hamid, (Kabag Umum Sekda Kab. Bangkalan), Dr. I Ketut Kariyasa, (Kepala Biro Perencanaan Kementan), Drs Setiawan Adi Kuncoro, (Kasubbag Prodik Baintelkam Polri), dan Tuty Rena P, (Kanit Subdit 1 Baintelkam Polri).

Pertemuan dengan Sekretaris Daerah, Thamirin, S.Sos, MM mewakili Bupati Lampung Selatan didampingi Kadis Perternakan dan Kesehatan Hewan drh. Arsyad Husein, kadis Perijinan Martoni Sani, Kadis Koperasi dan UKM Ketut Sukerta, Kadis Perindang Yusri via Zoom Meeting, Selasa (21/9).

Dalam Focus Group Discusion  (FGD) virtual yang dilaksanakan di aula Krakatau Pemkab Lampung Selatan dan berlangsung dari pukul 13.30 s.d 16.45 tersebut, bertindak sebagai moderator Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Dr. Wasis Sarjono, dan narasumber Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lampung Selatan drh. Arsyad Husein, Kepala UPT Peternanakan Kecamatan Tanjung Sari, drh. Muchsin Khamidi dan Ketua Koperasi Produksi Ternak (KPT) Maju Sejahtera, Suhadi.

Sementara itu, kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lampung Selatan drh, Arsyag dalam paparannya menerangkan bahwa Lampung Selatan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai daerah peternakan karena ketersediaan lahan, bahan pakan baik dari alam maupun adanya pabrik pakan ternak, serta kemauan dan sumberdaya manusia yang siap dan mampu untuk mengengelola peternakan.

“Kabupaten Lampung Selatan memiliki populasi ternakan sebanyak 134.406,67 satuan ternak (ST), Potensi pakan yang tersedia sebanyak 608.191.377 satuan ternak, daya dukung lahan yang belum termanfaatkan berupa lahan tidur, kawasan hutan dan lain-lain, sehingga masih ada peluang yang sangat besar untuk mengembangkan populasi ternak,” terangnya.

“Namun kendala yang dihadapi oleh peternak di Lampung Selatan adalah kurangnya kepercayaan dari lembaga keuangan untuk memberikan pinjaman permodalan kepada para peternak, sehingga mereka kesulitan untuk mengembangkan usaha ternaknya,” imbuhnya.

Dari kesimpulan diskusi virtual tersebut pembimbing VKN angkatan 17, Ir. Yusni Emilia Harahap, MM Widyaiswara Utama PPMKP, mengungkapkan peserta sangat kagung dengan potensi peternakan yang dimiliki kabupaten Lampung Selatan dan sepakat akan mendukung, menfasilitasi dan mengawal pembangunan peternakan di Kabupaten Lampung Selatan.

Lebih lanjut Emil demikian sapaan akrabnya menyampaikan  sangat optimis terhadap pembangunan di Lampung Selatan, hal ini tergambar mulai dari dukungan Bupati yang sangat berkomitmen terhadap peternakan khususnya sapi, sehingga kedepan kita semua berharap ini akan dapat mengurangi ketergantungan import daging. Apalagi Lampung Selatan memiliki posisi yang sangat strategis dan dekat sekali dari Jakarta, dan dukungan dari stakeholder yang ada.

“Mudah-mudahan dengan adanya agenda VKN ini Kabupaten Lampung Selatan bisa memberikan kontribusi tidak saja namanya di kabupaten Lampung Selatan tetapi juga pembanguna peternakan secara umum apa yang sudah di identifikasi dalam diskusi ini menjadi referensi yang kuat untuk dirumuskan lebih lanjut,” tukasnya.

T2S/Wan

Pemdes Sibanteng Janji Perbaiki Rumah Korban Kebakaran Pekan Depan

0

Leuwisadeng | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Sibanteng, Kecamatan Ciampea berjanji akan segera membangun rumah Jumsih (56), warga Kampung Sibanteng, RT 01, RW 03 korban kebakaran yang hampir 5 bulan dibiarkan tak ada perbaikan meksipun pemerintah desa telah memberikan bantuan sembako selama rumahnya belum diperbaiki.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Didin Hafiduddin bahwa ia mengaku bukan membiarkan, tetapi tidak ada pembangunan terhadap rumah korban kebakaran milik Jumish yang merupakan warganya itu, karena untuk saat ini adanya Covid-19 semuanya angaran diperuntukkan untuk penanganan Covid-19.

“Bukannya kita cuek, dan tidak peduli dari awal kita perhatikan kok, saat kebakaran kita berikan bantuan makanan, memang kalau untuk rehab rumah belum meskipun sudah kita ajukan ke Pemerintah Kabupaten melaui BPBD Kabupaten Bogor,” kata  Didin.

Bahkan selaku Ketua Peguyuban Kepala Desa Se- Kecamatan Leuwisadeng ia pun mengaku bukan hanya memikirkan satu warga saja. Beberapa kejadian bencana pun menjadi tanggung jawabnya.

“Apalagi saya sebagai ketua paguyuban seperti kejadian longsor di Wangunjaya beberapa bulan lalu yang rumah hilang tergerus longsor tentu itu jadi perhatian saya juga dan kades Wangun jaya,” kata Didin.

“Untuk rumah Pak Jumsih karena anggaran dari pemerintah belum ada, kita akan gunakan anggaran swadaya dan anggaran pribadi saya, kita akan berikan bahan material bangunannya bukan uang, ya kemungkinan minggu depan,” kata Didin.

Sementara Sely (40), adik Jumsih berharap segera ada perbaikan. Pasalnya sudah sekian bulan tidak ada kepastian. Apalagi saat ini sering turun hujan untuk tidur mengaku terkadang bingung.

“Saya yang saat kejadian memang tidak terbakar semua alhamdulillah, namun bagian dapur rusak kalau hujan bocor, sedangkan paman saya yang rumahnya semuanya terbakar tinggal di rumah tetangga, namun kalau lama kelamaan tidak enak juga,” katanya. 

** Cepi Kurniawan

Ini Penyebab Buruh di Jabar Akan Mogok Besar-besaran

0

Bandung | Jurnal Inspirasi

Sejumlah organisasi buruh di Jawa Barat mengancam bakal melakukan aksi mogok kerja selama tiga hari, 6 sampai 8 Oktober 2020 mendatang terkuat RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Aksi mogok kerja akan dilakukan secara nasional dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Lalu apa yang menyebabkan buruh meradang, hingga ancaman mogok kerja bakal dilakukan secara nasional. Ketua Umum FSP TSK SPSI dan Presidium Aliansi Gekanas Roy Jinto mengatakan, aksi buruh sebagai tindak lanjut dari pembahasaan RUU Omnibus Law Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan 25 hingga 27 September 2020.

“Kami melihat bahwa DPR dan Pemerintah melakukan pembahasan kejar tayang dan target. Itu dapat dilihat pada hari libur pun tetap dilakukan pembahasan sampai jam 23.00 malam. Pembahasan juga dilakukan di hotel mewah dan berpindah-pindah ini membuat kaum buruh sangat kecewa dan marah,” beber Roy dikutip dari Sindonews, Senin (28/9).

Menurut dia, hasil kesepakatan panja dan pemerintah Klaster Ketenagakerjaan sangat merugikan buruh. Mengorbankan hak-hak buruh dengan disepakatinya penghapusan syarat jenis pekerjaan, batasan waktu PWKT/Kontrak, outsourcing atau alih daya. Hal ini akan mengakibatkan semua jenis pekerjaaan, jabatan tanpa ada batasan waktu.

Serta menggunakan PKWT dan outsourcing, dikuranginya nilai pesangon, dihapuskannya Upah Minimum Sektor, cuti-cuti yang menjadi hak buruh dan dipermudahnya perusahaan melakukan PHK dan lainnya.

“Ini membuktikan bahwa DPR bukan lagi representasi rakyat. Neraka tidak mendengarkan aspirasi buruh, DPR telah mengkhianati buruh, oleh karena itu berdasarkan hasil rapat Pimpinan Serikat Pekerja dan Serikat Buruh kami menolak pembahasan RUU itu,” imbuh dia.

Kesepakatan aksi masa dan mogok, terdiri dari KSPSI, KSPI, ALIANSI GEKANAS yang didalamnya ada 32 Federasi Serikat Pekerja tingkat Nasional. Pihaknya sepakat tanggal 27 September 2020, menyatakan menolak seluruh hasil pembahasan RUU Cipta Kerja.

**ass

Nobar Film G30S/PKI tak Diizinkan

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Polri tidak akan mengeluarkan izin keramaian terkait kegiatan acara nonton bareng film G30S/PKI. Salah satu pertimbangannya adalah karena pandemi virus Covid-19 masih terjadi di Tanah Air hingga saat ini.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Awi Setiyono mengatakan, Korps Bhayangkara menilai keselamatan masyakarat menjadi hal yang paling penting.

“Ingat, keselamatan jiwa masyarakat itu yang paling utama, dan ini masih dalam masa pandemi Covid-19,” kata Awi dikutip Viva, Senin (28/9).

Namun Awi menegaskan dalam hal ini Polri bukan melarang masyarakat menonton film G30S/PKI. Dia menjelaskan pihaknya hanya tidak memberi izin apabila digelar secara besar-besaran di suatu tempat.

“Sekali lagi Polri tidak akan mengeluarkan izin untuk keramaian. Kalau mau nonton ya silahkan nonton masing-masing,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyampaikan pendapatnya tentang pemutaran film penumpasan pengkhianatan G30S PKI yang belakangan menjadi polemik kembali. 

Menurut dia, tidak ada paksaan bagi masyarakat ataupun larangan jika ingin menonton film tersebut. “Tidak ada yang melarang nonton atau menayangkan di TV,” kata Mahfud seperti dikutip lewat akun Twitter-nya @mohmahfudmd, Minggu (27/9).

**ass

HADITS HARI INI

0

28 September 2020
10 Shafar 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

و حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ أَبَانَ وَوَاصِلُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ أَبِي إِسْمَعِيلَ الْأَسْلَمِيِّ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى يَأْتِيَ عَلَى النَّاسِ يَوْمٌ لَا يَدْرِي الْقَاتِلُ فِيمَ قَتَلَ وَلَا الْمَقْتُولُ فِيمَ قُتِلَ فَقِيلَ كَيْفَ يَكُونُ ذَلِكَ قَالَ الْهَرْجُ الْقَاتِلُ وَالْمَقْتُولُ فِي النَّارِ وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ أَبَانَ قَالَ هُوَ يَزِيدُ بْنُ كَيْسَانَ عَنْ أَبِي إِسْمَعِيلَ لَمْ يَذْكُرْ الْأَسْلَمِيَّ

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Umar bin Aban dan Washil bin Abdula’la, keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudlai dari Abu Isma’il Al Aslami dari Abu Hazim dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Demi dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya, dunia tidak akan lenyap hingga suatu masa mendatangi manusia dimana orang yang membunuh tidak mengerti karena alasan apa ia membunuh dan orang yang terbunuh juga tidak mengerti atas dasar apa ia dibunuh.

Dikatakan pada Rasulullah: “Bagaimana itu bisa terjadi ?”. Beliau menjawab:
Pembunuhan, orang yang membunuh dan yang dibunuh ada di Neraka.

Disebutkan dalam riwayat Ibnu Aban: Ia berkata: Ia adalah Yazid bin Kaisan dari Abu Isma’il, ia tidak menyebut: Al Aslami.

HR Muslim No. 5178.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ