23.5 C
Bogor
Saturday, April 4, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1486

Wisatawan DKI Kerap Kelabui Aparat Masuk ke Puncak Lewat Jalur Tikus

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Kendati dilakukan razia yustisi oleh aparat gabungan di simpang Gadog, Ciawi, namun para wisatawan asal Jakarta tetap saja bisa lolos untuk masuk ke wilayah Puncak dan menyewa vila yang tersedia. Setelah sampai di vila yang disewanya, mobil mereka kebanyakan pulang kembali ke Jakarta yang selanjutnya dilakukan penjemputan jika mereka pulang.

Hal ini dilakukan para wisatawa  supaya mereka lolos dari pemeriksaan ketika berada di vila. Begitu juga, selain mereka memasuki lewat jalur tikus, waktu untuk memasuki kawasan Puncak pun mereka siasati. Yakni, disaat jam kerja wisatawan itu tidak masuk ke Pumcak. Melainkan, mereka lebih memilih jam-jam disaat aparat tidak ada di lokasi. Malam merupakan waktu yang dipilihnya untuk memasuki kawasan Puncak.

“Kita sering perhatikan, jalan ini yang biasanya jarang dilalui oleh kendaraan berplat nomor Jakarta, belakangan ini selalu ramai. Apalagi diwaktu malam, kendaraan terus melintas disini. Disaat ada yang berhenti karena kempes ban, saat ditanya mereka mau ke vila yang sudah disewanya,” ujar Pendi (50) warga Pasirmuncang, Kecamatan Megamendung.

Sementara itu, bagi desa desa yang tetap memberlakukan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona, mereka tetap melakukan himbauan kepada warganya.  A. Sudarman, Kepala Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, ia bersama perangkat desanya terus melakukan pengawasan terhadap vila-vila yang ada di wilayahnya.

“Sabarlah bagi warga Jakarta untuk berwisata ke Puncak. Sekarang ini kondisinya masih PSBB, patuhilah peraturan. Karena jika hal ini tidak dipatuhi bahaya sekali terhadap penyebaran virus korona untuk wilayah Puncak. Begitu juga bagi masyarakat supaya disiplin untuk memakai masker jika pergi keluar rumah, lindungi diri kita dan lindungi juga orang lain,” ujarnya.

** Dadang S

Cegah Risiko Penularan Covid, Peserta PKN Tingkat II Angkatan XVII Kementan Lakukan Visitasi Online

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Adanya virus corona membuat kegiatan visitasi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVII yang dilaksanakan Kementerian Pertanian (Kementan) di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor dilakukan secara online.

Kegiatan visitasi online ini adalah untuk menggantikan visitasi langsung yang terkendala pembatasan sosial guna mengurangi risiko penularan Covid-19. Meskipun dilakukan secara online, hal ini  tidak menyurutkan semangat peserta dalam menggali informasi dari locust yang sudah disepakati.

Melalui video conference yang melibatkan  peserta terdiri dari ASN di berbagai Kementerian dan Lembaga Negara, kegiatan visitasi online menghadirkan diskusi dengan berbagai narasumber dari empat locust. Yakni Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi, Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur, Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan, PTPN V Riau dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Budi S Januardy peserta dari Pemprov Banten, menyampaikan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) online merupakan terobosan baru yang bijak dari panitia penyelenggara ditengah pandemi Covid19. Dikatakan peserta yang menjabat Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang ini VKN online sebagai pengalaman baru.

“ Alhamdulillah hari ini kami para peserta PKN Tk II angkatan XVII telah melakukan berbagi pengalaman atas Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) ke beberapa daerah yang dilaksanakan secara online. dan bagi kami menjadi pengalaman baru. Soliditas, kebersamaan, keuletan tim dalam kelompok dengan pembagian tugas yang cermat serta bimbingan dari Widyaiswara, “ ungkap Budi.

 Ia menilai VKN online tidak mengurangi makna. Katanya banyak hal positif yang dipelajari dari VKN ini. Budi dan kelompoknya mendapatkan tugas VKN dengan lokasi Kabupaten Banyuwangi. Di lokasi tersebut Ia mempelajari pembangunan khususnya terkait dengan komoditas hortikultura buah naga.

Budi mengaku banyak point lesson learnt yang didapatkan, mulai dari aspek energi kepemimpinan, kepemimpinan strategis, manajemen strategis yang kemudian teraktualisasikan dalam pengelolaan pemerintahannya.

Melalui berbagai inovasi, penguatan kelembagaan, kolaborasi dan kemitraan, komoditas buah naga di Banyuwangi telah mampu menjadi salah satu pendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. “ Kelompok kami memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk brandingnya: Nagawangi-Buah naga Banyuwangi untuk wisata dan ekspor, “ ungkapnya.

Budi melanjutkan atas berbagai hal positif yang telah mereka dapatkan, selanjutnya akan diadopsi dalam implementasi Proyek Perubahan. Harapannya Ia  dapat meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan manajerial sebagai pelopor perubahan di tempat tugas masing-masing.

PKN Tingkat II Angkatan XVII dilaksanakan mulai 11 Agustus dibuka Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Dalam arahannya. Mentan mengatakan tanggungjawab besar seorang pemimipin dimana Ia harus bisa mengarahkan dan mengambil keputusan khususnya menyangkut kebijakan.

Apresiasi datang dari Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi. PKN Tingkat II yang pertama digelar Kementan diharapkan bisa menghasilkan seorang pemimpin berkualitas. Dengan beragam inovasi dan kreativitas yang dimiliki akan menawarkan berbagai solusi hingga terobosan yang luar biasa.

Regi/PPMKP

Jurus 3T Pemerintah tak Jitu, Covid Melonjak

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Presiden Joko Widodo yang mengeluarkan jargon 3T, tracingtesting dan treatment  sejak Juli lalu tak jitu. Saat itu, pada 31 Juli, jumlah kasus positif di Indonesia baru 108.376 dengan rata-rata kasus harian berkisar 2.000 hingga 3.000 kasus. Namun kini, pandemi virus Corona (Covid-19) di Indonesia memasuki bulan ketujuh grafik penambahan kasus tak kunjung melandai dengan total kasus per 27 September menembus angka 275.213 kasus.

Seiring waktu jurus Jokowi tersebut tak juga terlihat hasilnya. Beberapa hari terakhir penambahan kasus harian justru kian meningkat hingga 4.000-an per hari. Tak hanya jurus 3T yang tumpul. Prediksi Jokowi soal puncak corona juga beberapa kali meleset. Teranyar Jokowi pernah memprediksi puncaknya akan terjadi sekitar Agustus-September.

Tapi menjelang akhir September, kasus harian bolak-balik menembus rekor. Dari yang tadinya kasus harian berkisar di angka seribu bulan lalu, kini jumlahnya naik empat kali lipat hingga lebih dari empat ribu.

Ahli epidemiologi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane menduga wabah belum juga terbendung karena penerapan 3T yang tidak tepat dan efektif. Ia mengatakan pemerintah tak punya konsep yang jelas dalam menerapkan 3T.

“Kesalahan terbesar [pemerintah] adalah pengendalian tanpa konsep dan sebatas jargon. Jargon 3M, 3T. Itu sudah usang, sudah hampir tujuh bulan dilakukan hasilnya tidak ada perubahan. Arahnya semrawut, tidak jelas,” katanya dikutip dari CNN, Selasa (29/9).

Ia menjelaskan terdapat tiga pendekatan yang seharusnya dilakukan untuk mengendalikan wabah, yakni mencegah, mendeteksi dan mengendalikan. Dalam hal ini testing dan tracing termasuk upaya mendeteksi, dan treatment sebagai upaya pengendalian.

Menurutnya, upaya pengendalian merupakan kunci menekan penambahan virus yang perlu ditingkatkan. Ia menilai peningkatan kapasitas testing dan menerapkan protokol kesehatan bakal percuma jika pengendalian virus tak maksimal. Dengan kata lain 3T berperan besar.

“Contohnya di DKI Jakarta, kapasitas testing DKI sudah 4-5 kali lebih tinggi dari target sejak minggu ketujuh atau minggu ke 18. Tapi secara epidemiologi sampai hari ini apakah kasus turun? Tidak ternyata. Jadi bukan testing yang membuat rantai penularan terputus, tapi bagaimana isolasi dan karantina diterapkan dengan disiplin,” jelasnya.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tracing adalah upaya mengidentifikasi, menilai dan mengelola orang-orang yang terpapar suatu penyakit untuk mencegah penularan lebih lanjut. Caranya dengan mengidentifikasi orang yang kontak dengan pasien terkonfirmasi positif selama 2-14 hari sebelum gejala.

Setiap kontak kemudian dihubungi, dipantau kondisi kesehatannya, serta diminta melakukan isolasi mandiri. Pemantauan dilakukan dalam waktu 14 hari sejak orang tersebut kontak dengan pasien corona.

Namun langkah ini tidak seperti pengalaman yang dilalui Bayu dan Anto (bukan nama sebenarnya). Keduanya sama-sama memiliki anggota keluarga serumah yang sempat terpapar corona tahun ini. Kasus Bayu terjadi di Surabaya. Ibu Bayu dikonfirmasi positif melalui tes swab pada Juli lalu.

Wanita yang sudah berusia 79 tahun itu ketahuan terpapar virus setelah tiga hari menunjukkan gejala demam dan batuk kering. Sebelumnya, ia sempat perawatan rambut ke salon di Surabaya, Jawa Timur.

Namun Bayu tak pernah diwawancara dinas kesehatan atau puskesmas setempat. Orang rumah hanya menerima satu kali telepon dari pihak puskesmas untuk menanyakan jumlah orang di rumah dan merekomendasikan tes swab di puskesmas.

“Pas itu yang nerima telepon orang rumah. Intinya klarifikasi apakah benar ada yang positif. Di rumah ada berapa orang, terus mau ke rumah dan semprot disinfektan. Tapi sih nggak pernah ke rumah,” ceritanya.

Ibunya pun tak pernah diwawancara langsung oleh pihak puskesmas atau dinas kesehatan. Bayu menduga mungkin karena ibunya sudah dikarantina. Namun beberapa hari sebelum menunjukkan gejala, ibunya sempat arisan bersama teman-teman.

Sedangkan Anto, warga Jakarta, menerima telepon dari pihak kelurahan rumahnya ketika ibunya dinyatakan positif. Terdapat tujuh orang lain di rumahnya yang diminta melakukan rapid test berkala di Wisma Atlet, Jakarta.

Setelah beberapa kali rapid test, mereka dirujuk ke Puskesmas untuk tes swab. Hasilnya, semua negatif kecuali adik paling bungsunya. Ia tertular dan harus mengisolasi diri.

Namun sang adik tidak pernah diwawancara pihak puskesmas ataupun dinas kesehatan setelah terkonfirmasi positif hingga sembuh. Ibu Bayu pun tak pernah ditanya terkait kontak, padahal masih bekerja di kantor saat itu.

“Enggak ditanya nyokap kontak sama siapa aja. Intinya orang rumah aja yang dites. Adik saya malah enggak ditanyakan sama sekali pernah berhubungan sama siapa aja,” katanya.

Minimnya jumlah tenaga medis dalam mengemban misi 3T ini, ditambah kurangnya fasilitas untuk menguji sampel ditengarai jadi penyebab jurus 3T Jokowi menguap menjadi jargon. Karena minim, mereka kedodoran melakukan 3T. Hal itu diakui oleh Juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah. 

Setiap harinya, kata Syarifah, Kabupaten Bogor bisa mendapati 57 kasus positif yang tersebar di 40 kecamatan. Sedangkan untuk melakukan tracing per kasus dibutuhkan waktu dan setidaknya dua sampai tiga petugas medis.

Kalaupun petugas medis berhasil melacak dan memantau kesehatan kontak erat dari pasien corona. Tahapan testing sering kali tak bisa dilakukan dengan cepat. Ini karena Kabupaten Bogor hanya punya empat alat polymerase chain reaction.

“Kapasitasnya juga beda dengan lab besar. Kapasitasnya per hari cuma 10, paling banyak 11 [orang]. Kalau kebutuhan massal kita kirim ke Bandung. Tapi mereka cuma bisa 200 per hari. Terus IPB (Institut Pertanian Bogor), cuma terima 50 per hari,” ungkapnya.

Kemampuan pemeriksaan di Kabupaten Bogor juga masih jauh dari standar WHO yang menetapkan minimal pemeriksaan seribu orang per satu juta penduduk.

Kabupaten Bogor hanya mampu memeriksa 800 orang per minggu. Dengan jumlah penduduk hingga 5,9 juta, itu artinya kemampuan pemeriksaannya baru sekitar 135 orang per satu juta penduduk. Ini jauh di bawah standar WHO.

Berdasarkan data per 27 September, kasus corona di Kabupaten Bogor sudah mencapai 1.705 orang yang positif. Tercatat ada 317 suspek yang masih dipantau dan 39 orang yang kemungkinan positif dan masih dipantau.

Jumlah kasus yang cukup tinggi ini banyak berdampak pada okupasi tempat tidur di rumah sakit dan fasilitas karantina. Syarifah mengatakan 78 persen kapasitas rumah sakit sudah penuh.

“Tanggal 13 September itu kita masih di 53 persen terpenuhi. Tapi yang sekarang sudah 78 persen. Di RS Cibinong saja sudah waiting list. Ada yang belum dapat kamar, masih di UGD,” ceritanya.

Pihaknya menanggulangi ini dengan memilah pasien yang harus dirawat dan bisa diisolasi mandiri. Dinas Kesehatan, katanya, tengah berupaya menambah kapasitas tempat tidur di rumah sakit dalam waktu dekat.

Di Jakarta, Kepala Puskesmas Cempaka Putih Dicky Alsadik mengerahkan 30 orang dalam satu minggu untuk melakukan tracing di wilayahnya. Dalam sehari pihaknya bisa melakukan tracing pada 10-15 kasus.

Menurut data corona.jakarta.go.id, Cempaka Putih Barat menduduki posisi ketiga tertinggi di DKI dengan 95 kasus positif aktif. Sedangkan Dicky mencatat per 23 September, sudah ada 1.029 kasus positif di Cempaka Putih.

“Jika kasus meningkat jumlah petugas belum mencukupi. Namun dalam satu minggu terakhir ini kami mendapat bantuan tracing dari beberapa sukarelawan yang didistribusikan melalui dinas kesehatan,” katanya.

Petugas yang dikerahkan puskesmas pun tak setiap saat fokus hanya melakukan Kas. Mereka juga bertugas melakukan pengambilan sampel swab, rapid test, merujuk pasien ke wisma atlet atau rumah sakit, hingga pelayanan pasien di poli.

Sementara dengan kemampuan 3T yang masih mandek di sejumlah daerah, jajaran pemerintah dikejar-kejar target menurunkan kurva corona secepat mungkin. Pada Juli, Jokowi memerintahkan jajarannya menekan angka kematian di delapan provinsi yang menyumbang 74 persen kasus corona di Indonesia.

Sedangkan wabah corona di sejumlah daerah masih tinggi. DKI Jakarta memutuskan menarik rem darurat dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kembali diperpanjang hingga Oktober. Salah satu pertimbangannya karena khawatir layanan kesehatan tidak mampu menerima lonjakan kasus.

**ass

Mahasiswa Kedokteran Protes Wacana Dokter Asing

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Wacana Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengenai perlunya pemerintah mengkaji kemudahan izin praktik bagi dokter asing diprotes mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Kedokteran Luar Negeri Indonesia (Perluni) di China.

Mereka keberatan Luhut melontarkan wacana itu agar masyarakat yang berkeinginan mendapat pengobatan khusus tak perlu pergi ke negara lain. “Bagaimana bisa dokter asing dipermudah, sementara dokter WNI lulusan luar negeri harus berjuang keras agar bisa praktik di Indonesia” kata Ketua Umum Perluni China Adi Putra Korompis dikutip dari CNN, Selasa (29/9).

Sesuai Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 41 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Program Adaptasi Dokter dan Dokter Gigi Warga Negara Indonesia Lulusan Luar Negeri, dokter WNI lulusan luar negeri harus memulai proses dari penyetaraan ijazah di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selanjutnya, para lulusan kedokteran luar negeri itu harus melakukan proses administrasi di Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI), dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Setelah melewati serangkaian proses administrasi tersebut, para lulusan LN wajib mengikuti tes penempatan dengan terlebih dulu harus mendapatkan surat pengantar ke perguruan tinggi di Indonesia untuk mengikuti proses adaptasi.

Waktu yang dibutuhkan untuk proses adaptasi di perguruan tinggi di Indonesia memakan waktu maksimal setahun untuk dokter umum lulusan luar negeri, sedangkan untuk dokter spesialis maksimal dua tahun. Durasi adaptasi tersebut juga tergantung pada regulasi dari pihak kampus di Indonesia dan biaya program adaptasi ditanggung sendiri.

“Proses penyelenggaraan adaptasi yang cukup panjang dan tidak sederhana ini mengakibatkan banyak dokter lulusan luar negeri berpikir dua kali sebelum mengambil keputusan menjalankan praktik di Indonesia,” kata Adi.

Perluni, sebagai badan otonom di bawah Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT), meminta pemerintah Indonesia peduli atas fenomena tersebut dengan memberdayakan para dokter WNI lulusan luar negeri. Badan itu mengatakan tidak sedikit dokter WNI yang juga berprestasi di luar negeri dan ingin berbakti terhadap bangsa dan negara.

Menteri Ristek Dikti periode 2014-2019 M Nasir dalam kunjungan ke Kedutaan Besar RI di Beijing pada 2018 mengungkapkan banyak dokter WNI lulusan China yang membuka praktik di Singapura dan Malaysia karena tidak terwadahi di negeri sendiri. Ironisnya, pasien mereka juga berasal dari Indonesia.

“Memang banyak dokter kita yang telah berpraktik sebagai dokter spesialis di luar negeri. Mereka ingin kembali ke Indonesia untuk mengabdi, tetapi terkendala berbagai proses adaptasi dan birokrasi di Indonesia yang memakan waktu sangat lama,” ujar Adi, yang sedang menyelesaikan pendidikan kedokteran di Kota Jinzhou, Provinsi Liaoning.

Para mahasiswa Indonesia yang mengambil jurusan kedokteran di China rata-rata membutuhkan waktu enam hingga delapan tahun untuk menyelesaikan jenjang pendidikan strata 1.

Setelah lulus dari China, mereka harus menempuh pendidikan lagi di perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki jurusan kedokteran dalam jangka waktu satu hingga dua tahun.

Kebanyakan para mahasiswa kedokteran Indonesia di China mengambil jurusan kedokteran modern, hanya sedikit yang mengambil jurusan kedokteran tradisional China (TCM) karena khawatir kesulitan mendapatkan izin praktik dan legalisasi di Indonesia.

Banyak mahasiswa asing lainnya di China lebih menyukai TCM, yang dapat dikembangkan sebagai sarana medis alternatif pada masa-masa mendatang. Bahkan dalam pemberantasan COVID-19, pemerintah China memberikan tempat kepada staf TCM di garda terdepan.

Sebelumnya Luhut mengatakan pemerintah berencana membangun rumah sakit internasional dan mempermudah dokter spesialis asing masuk ke Indonesia.

Dia mengklaim rencana itu sudah disetujui Presiden Jokowi. “Presiden (Jokowi) sudah setuju kami akan buka RS internasional. Jadi, dokter-dokter yang kelas 1 bisa praktek dan transfer teknologi dengan dokter kita sehingga orang kita tidak habiskan (uang) untuk pengobatan keluar negeri,” ujarnya pada Agustus lalu.

Menurut Luhut, Indonesia bisa meniru beberapa negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia hingga Australia yang rumah sakitnya kerap jadi rujukan masyarakat untuk berobat. Hal ini juga bertujuan untuk mengembangkan kualitas rumah sakit di Indonesia.

**ass

Jungle Land Belum Bayar Gaji dan THR Karyawan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Tekanan bisnis lantaran dampak pandemi Covid-19 juga membuat pembayaran THR (tunjangan hari raya) 2020 bagi karyawan The Jungle Waterpark Bogor dan Jungle Adventure Theme Park Sentul tertunda. Manajemen pengelola, yakni PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) menyatakan belum melakukan pembayaran gaji karyawan khususnya untuk periode Februari dan Maret 2020.

Nuzirman Nurdin, Chief Investor Relations and Corporate Affairs Officer Graha Andrasentra Propertindo, mengatakan terkait dengan pembayaran gaji Februari-Maret dan THR 2020 yang terutang, pihaknya terus mengupayakan untuk dapat melunasinya melalui dukungan dari unit usaha lain yang telah diperbolehkan beroperasi maupun melalui divestasi aset.

“Namun dengan kondisi saat ini dimana pandemic Covid-19 dan pemberlakuan PSBB terus berlangsung, upaya-upaya tidak semudah yang dibayangkan,” katanya dikutip dari CNBC, Selasa (29/9).

Di sisi lain, perseroan juga terus melakukan upaya restrukturisasi kewajiban kepada perbankan di tengah belum pulihnya operasional perusahaan. Perseroan telah melakukan restrukturisasi atas pinjaman kepada PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang telah disetujui dengan keringanan atas pembayaran pokok dan bunga selama 12 bulan ke depan.

“Nilai utang yang telah direstrukturisasi adalah Rp 365 miliar untuk BRI dan Rp 107 miliar untuk Bukopin,” katanya. Artinya total restrukturisasi tersebut mencapai Rp 472 miliar.

Berdasarkan data laporan keuangan September 2019 (belum ada laporan terbaru di Desember 2019, kuartal I-2020, dan kuartal II-2020), terungkap ada utang bank jangka panjang sebesar Rp 542,49 miliar. Utang tersebut terdiri dari utang dari BRI Rp 365,96 miliar, Bank Bukopin Rp 107,07 miliar, dan PT Bank Syariah Bukopin Rp 69,46 miliar.

“Tanah dan bangunan perseroan dijadikan jaminan atas pinjaman utang bank jangka panjang yang diperoleh dari Bank Bukopin. Aset tetap berupa tanah dan bangunan, mesin (rides) PT Jungleland Asia (JLA), entitas anak, dijadikan jaminan atas utang bank jangka panjang yang diperoleh dari BRI,” tulis lapkeu JGLE September 2020.

Pada awalnya, lapkeu menyebut, pada 31 Maret 2016, perseroan memperoleh fasilitas kredit investasi yang akan digunakan untuk pembiayaan kembali The Jungle Waterpark Bogor dari Bukopin dengan jumlah pagu pinjaman sebesar Rp 45 miliar. Tingkat bunga sebesar 13% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 31 Maret 2021.

Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan milik perseroan. Lalu pada 16 Mei 2013, perseroan memperoleh fasilitas kredit investasi untuk pengembangan kawasan Bogor Nirwana Residence dari Bukopin sebesar Rp 75 miliar.

Fasilitas kredit ini jatuh tempo pada Juni 2020 dan dikenai tingkat suku bunga tahunan sebesar 11%. Pinjaman ini dijaminkan dengan 12 SHGB atas tanah dan bangunan seluas 68.998 m2 dan 50 Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun (SHMARS) atas unit kondotel Aston Bogor Hotel dan Resort Tower.

Kemudian, pada 7 November 2014, PT JLA, juga memperoleh fasilitas Kredit Investasi Refinancing dari BRI sebesar Rp 542,23 miliar dalam bentuk Pseudo RC Maksimum Co Menurun dan Rp 100 miliar untuk Cost to Complete (CTC).

Pinjaman ini akan digunakan untuk pembiayaan kembali atas aset proyek Jungleland Adventure Theme Park. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 7 November 2021 (termasuk masa tenggang 12 bulan) dan dikenai tingkat suku bunga tahunan sebesar 12%.

Nuzirman menjelaskan jumlah karyawan yang terdampak pandemi dengan status lainnya berjumlah 762 orang per 31 Agustus 2020. “Sebanyak 410 orang di antaranya dari PT JLA, di mana gaji Februari 2020 (total kurang bayar 38%) dan Maret 2020 (100%) belum terbayarkan pada saat JLA ditutup operasinya karena dampak pandemic Covid-19 dan pemberlakuan PSBB di wilayah Jabodetabek,” katanya.

Terkait dengan informasi THR yang belum dibayar, dia menjelaskan THR yang belum terbayar adalah THR Tahun 2020 yang semestinya dibayarkan Mei 2020. Adapun THR Tahun 2019 dan tahun-tahun sebelumnya telah dibayar lunas.

Dia menjelaskan, mengacu pada Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan dalam masa PandemiCorona Virus Disease 2019 (Covid-19), bahwa perusahaan yang tidak mampu membayar THR Tahun 2020 sama sekali pada waktu yang ditentukan karena terdampak pandemic Covid-19, maka pembayaran THR diperkenankan ditunda maksimal sampai dengan akhir Tahun 2020 (SE Menaker No. M/6/HI.00.01/V/2020).

Menurut dia, dengan diberlakukannya ketentuan tentang BPJS Kesehatan, disusul kemudian ketentuan mengenai Program Jaminan Pensiun BPJS ketenagakerjaan (BPJS TK), maka semakin memberatkan kinerja perusahaan dalam memenuhi kewajibannya.

Dengan demikian, iuran BPJS TK yang semula lancar, kemudian menjadi tertunggak, berhubung perusahaan lebih memprioritaskan BPJS Kesehatan yang manfaatnya lebih dibutuhkan dan dapat digunakan karyawan setiap bulan.

Terkait iuran BPJS TK yang tertunggak, maka iuran tetap dibayarkan langsung oleh perusahaan kepada karyawan yang berhenti bekerja. “Kami terus mengupayakan untuk dapat melunasinya melalui dukungan dari unit usaha lain yang telah diperbolehkan beroperasi maupun melalui divestasi aset,” jelasnya.

Sebelumnya para karyawan Jungle Adventure Theme Park Sentul di bawah kelolaan PT JLA, anak usaha langsung dari Graha Andrasentra menyampaikan unek-uneknya di laman komentar Instagram resmi Nia Ramadhani, artis dan istri dari Anindra Ardiansyah Bakrie (Ardi Bakrie), salah satu generasi ketiga penerus bisnis keluarga Bakrie.

Graha Andrasentra adalah milik Grup Bakrie karena menjadi anak usaha dari PT Bakrie Development Tbk (ELTY) melalui PT Surya Global Nusantara dengan porsi kepemilikan saham 38,76% per September 2019.

“Mbak sangat kaya sekali. Mbak tolong kash tau ke keluarga besar bakrie kalo kita jungleland blum di gaji ini selama 6 bulan menunggu belum di bayar juga.. tapi mbak terlihat menawan atas kekayaan itu.. smga bisa tersampaikan,” tulis akun @rizaldinaldianputra.

Komentar Rizal ini pun direspons oleh 502 komentar lainnya. “Saya juga berempati dan sedih, gak bisa bayangin gimana rasanya gaji 6 bulan gak dibayar sementara kebutuhan hidup terus jalan,” tulis akun @abelformarhena.

Dikutip dari CNBC, Rizal menjelaskan dia dan teman-temannya bekerja dari Februari – Maret, itu real bekerja tetapi mereka tidak digaji. “Lalu kita meeting akan terelasasikan katanya bulan April di bayarkan. Nah itu meleset tidak dibayarkan juga. Lalu ada meeting lagi. Katanya bulan September paling lambat akan dibayarkan,” jelasnya.

“Sekarang sudah masuk September dan tanggal akhir juga. Jadi kita mendongkrak media sosial biar Tidak gagal lagi dan parah BPJS Ketenagakerjaan dari tahun 2017 hingga 2020 itu tidak pernah disetorkan oleh perusahaan. Dan paling parah juga THR tahun kemaren kita juga tidak dibayarkan.”

Nuzirman mengatakan, selama PT JLA tutup, karyawan dibebaskan dari kewajiban bekerja (berlaku prinsip no work no pay). “Dengan demikian, yang dikatakan terjadi penundaan gaji selama 6 bulan adalah tidak berdasar,” tegas Nuzirman.

Dia menjelaskan, ketika banyak perusahaan mengalami penurunan pendapatan yang disebabkan penurunan daya beli akibat wabah Covid, perseroan bahkan tidak bisa mendapatkan pendapatan sama sekali. Hal ini terjadi bukan karena kinerja perseroan namun karena taman rekreasi yang dimiliki oleh perseroan dilarang beroperasi dalam upaya menekan laju wabah Covid-19.

Meski demikian, katanya, perseroan masih memiliki potensi usaha yang baik. Hal ini tercermin dari taman rekreasi air perseroan setelah mendapatkan izin untuk beroperasi kembali di pertengahan Juli 2020 memiliki pendapatan di bulan Agustus 2020 relatif sama dengan pendapatan di bulan-bulan sebelum wabah Covid-19 terjadi.

“Hal ini menjadi indikasi yang baik mengingat kinerja ini dicapai ketika wabah Covid masih berlangsung hingga saat ini,” jelasnya.

**ass

Cegah Banjir Bandang, Ahli IPB Ungkapkan Konsep Penataan Ruang

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Banjir bandang yang terjadi di Sukabumi, baru-baru ini merupakan salah satu dari sekian bencana alam di Indonesia. Langkah awal yang dapat dilakukan dalam mencegah banjir bandang secara mendasar adalah melalui konsep penataan ruang daerah berbasis Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan menentukan arahan peruntukan untuk kawasan lindung dan budidaya.

Ahli IPB University dari Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian Ir Qodarian Pramukanto, menyampaikan bahwa bisa diasumsikan, tata ruang existing di wilayah tersebut sudah benar, namun, dalam implementasinya dapat terjadi perubahan. Baik karena faktor alam (kekeringan, kebakaran hutan dan faktor lain) atau adanya inkonsistensi dalam implementasi. 

“Adanya perubahan tutupan lahan seperti menurunnya tutupan lahan dengan terbentuknya lahan terbuka/gundul disertai curah hujan yang cukup tinggi (sebelum dan saat kejadian), berpengaruh pada lahan dengan jenis tanah tertentu serta berlereng curam atau terbentuk bidang-bidang gelincir pada lapisan batuannya dapat menyebabkan penurunan stabilitas (daya dukung) lahan yang tidak saja mengakibatkan erosi tetapi juga longsor/landslide (gerakan tanah),” terangnya dikutip dari Sindonews, Selasa (29/9).

Longsor-longsor yang terjadi di sepanjang aliran sungai dapat memicu terbentuknya struktur bendung-bendung alami yang akan menahan dan mengakumulasi aliran air sungai berupa kolam-kolam besar. Namun, apabila kemampuan bendung alami untuk menahan aliran air terlampaui karena curah hujan yang tinggi atau batang-batang kayu yang ikut membentuk struktur bendung alami tersebut melapuk, akan jebol.

“Jika bendung di bagian hulu ini jebol, akan menginisiasi peningkatan debit aliran sungai yang akan menjebol bendung-bendung alam di bagian hilirnya, sehingga secara akumulatif kekuatannya akan semakin meningkat. 

 “Apabila peningkatan debit aliran sungai ini melampaui dimensi saluran sungai yang ada, maka aliran sungai tersebut akan meluap dan membanjiri daerah di sekitar saluran sungai. Besarnya kekuatan debit aliran sungai disertai berbagai material berupa kayu, tunggul pohon dan lumpur yang terbawa oleh arus sungai merupakan sumber kerusakan apabila menerjang properti (rumah, kendaraan, jalan, jembatan),” tambah Qodarian, candidate Doktor di Department of Landscape Architecture, Graduate School, Seoul National University, Seoul, Korea Selatan dengan topik penelitian “Bioregional-Based for Sustainable Landscape Planning” ini.

Dalam pemaparannya, Qodarian menerangkan bahwa penataan ruang yang baik adalah menetapkan arahan penggunaan lahan berbasis pada karakteristik sistem DAS (bentuk DAS, proses-proses hidrologis), seperti menetapkan kawasan lindung, kawasan tangkapan air (water recharging area), kawasan perlindungan setempat (jalur hijau sempadan sungai) dan kawasan pengembangan. 

“Pemantauan secara reguler terhadap DAS perlu dilakukan, sehingga jika terjadi perubahan tutupan lahan dan perubahan topografi lahan, dapat dilakukan mitigasi dan adaptasi dalam berbagai bentuk respon. Semoga musibah yang terjadi menjadi peringatan bagi kita untuk segera introspeksi atas perilaku yang tidak selaras dengan alam,” tutupnya.

** ass

Liverpool Masih Terlalu Tangguh Diruntuhkan Meriam London

0

Liverpool | Jurnal Inspirasi

Liverpool tampil percaya diri di pertandingan kontra Arsenal. Meskipun tidak diperkuat Jordan Henderson lantaran cedera, tapi tak membuat lini tengah Si Merah kehilangan kesimbangan. Hasilnya, The Reds masih terlalu tangguh buat diruntuhkan Meriam London pada pertandingan lanjutan Liga Primer Inggris 2020/2021 di Stadion Anfield, Liverpool menang dengan skor 3-1, Selasa (29/9) dini hari WIB.

Memainkan pola 4-3-3 dengan trisula andalannya, yakni Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Firmino, Liverpool langsung mengambil inisiatif melakukan serangan. Tapi permainan disiplin yang diterapkan anak asuh Mikel Arteta dengan pola serangan balik membuat trisula Si Merah kesulitan untuk membobol gawang Bernd Leno.

Keasyikan menyerang membuat lini pertahanan Liverpool kehilangan konsentrasi. Berawal dari serangan balik yang cepat, Ainsley Maitland-Niles menerobos sisi kanan pertahanan tuan rumah sebelum akhirnya mengirimkan umpan silang.

Bola sebenarnya mengenai Andrew Robertson, namun bek Liverpool salah dalam menghalau bola sehingga Alexandre Lacazette, yang berada dalam posisi bebas dengan mudah mengecoh Alisson Becker. Itu merupakan gol tandang kedua di musim ini.

Keunggulan 0-1 tak mampu dijaga Arsenal. Pasalnya, Liverpool cuma membutuhkan waktu sembilan menit untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1. Skor tersebut tak berubah hingga interval pertama usai. 

Di babak kedua, Arteta maupun Juergen Klopp masih memertahankan komposisi pemainnya dan juga dengan pola permainan yang sama. Arsenal masih mengandalkan skema serangan balik.

Sedangkan Liverpool mencoba untuk mempressing setiap pergerakan pemain Arsenal. Jual beli serangan terus terjadi, namun Liverpool hanya bisa menambah satu gol melalui aksi Diogo Jota pada menit 88. Itu menjadi gol penutup, sebab hingga peluit panjang dibunyikan tak ada gol tambahan tercipta.

Dengan demikian, Liverpool mampu menjaga kesucian Anfield dengan belum terkalahkan dalam 61 pertandingan di kandang sendiri. The Reds bahkan tidak pernah gagal mencetak gol melawan Arsenal dalam kompetisi apa pun di Anfield sejak September 2012.

Total, 30 gol dicetak pemain Liverpool dalam delapan pertandingan. Sebanyak 18 gol dicetak trisula mereka, yakni Sadio Mane (6), Mohamed Salah (5), dan Firmino (8).

Singkat kata, berkat kemenangan ini Liverpool nangkring di peringkat ketiga pada klasemen sementara Liga Inggris dengan raihan sembilan poin. Si Merah hanya kalah dalam agretivitas gol dengan pemuncak klasemen sementara Leicester City. Sementara Arsenal berada di peringkat kelima dengan raihan enam angka.

**ass

HADITS HARI INI

0

29 September 2020
11 Shafar 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي الدَّرَاوَرْدِيَّ عَنْ ثَوْرِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَبِي الْغَيْثِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ مِنْ الْحَبَشَةِ يُخَرِّبُ بَيْتَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id, telah menceritakan kepada kami Abdulaziz Ad Darawardi dari Tsaur bin Zaid dari Abu Al Ghaits dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Dzus Suwaiqatain dari Habasyah akan meruntuhkan rumah Allah ‘azza wajalla (Ka’bah).

HR Muslim No. 5181.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

ASN Berseragam Pol PP Akhirnya Berdamai dengan Sopir Ambulan

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

ASN atau PNS berseragam Pol PP Kabupaten Bogor yang mengendarai mobil pribadi yang diduga menghalangi laju mobil ambulan yang sedang membawa pasien yang sakit, akhirnya berdamai di Polsek Ciampea pada Senin malam (28/9), setelah video kejadian di jalan raya tepatnya di pertigaan Warung Borong, Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea, viral.

Diketahui, ASN tersebut adalah pegawai di Kecamatan Gunung Sindur yakni Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Gunung Sindur, bernama Kamrin yang juga mantan Kanit Pol PP di Bojonggede. Dalam pernyataannya, dia berjanji tidak akan mengulangi lagi kejadian tersebut. “Ini tragedi bukan keinginan apalagi sampai menghalangi pekerjaan siapapun, karena saya tahu beliau bekerja demi kemanusiaan,” ucapnya dalam pernyataan di Polsek Ciampea.

Senada dikatakan, sopir ambulan Dio Alif. Dia mengaku dirinya pun tidak akan menuntut apapun karena kedua belah pihak sudah melakukan damai. “Saya harap kedepan tak ada lagi apapun, karena hari ini kami berdua sudah berdamai,” kata Dio.

Pernyataan kesempakatan kedua belah pihak berdamai juga dibenarkan Kapolsek Ciampea, AKP Andri Alam Wijaya. “Iya benar mereka bersepakat damai dan dituangkan juga dalam pernyataan tertulis,”kata Andri Alam Wijaya

Sementara itu, Camat Gunung Sindur membenarkan, bahwa pegawai yang sempat viral bekerja di Kecamatan Gunung Sindur sebagai Kasi Pelayanan Umum. “Benar Pak Kamrin bekerja di Kecamatan Gunung Sindur, sebelumnya di Kecamatan Bojonggede sebagai Kasi Trantib Pol PP, tapi baru sebulan pindah tugas kesini,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Cegah Banjir, Anak Sungai Cimuleuit Perlu Dikeruk dan Dilebarkan

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Pengasuh Pondok Pesantren Ariiyadul Mutafaqirin yang terletak di Kampung Lukut, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Ust Jajang meminta pihak desa agar anak Sungai Cimuleuit dan Kali Cihoream  untuk dilakukan pengerukan.

Pasalnya, Kali Cimuleuit dengan kCihoream disebut-sebut menjadi penyebab seringnya terjadi banjir tahunan akibat luapan kali tersebut dan menyapu seluruh  areal pondok pesantren. “Sekarang sudah memasuki musim hujan, sudah tak heran kalau hujan besar pondok pesantren terendam banjir,” kata Ust Jajang, kepada Jurnal Bogor, Senin (28/9).

Dia mengungkapkan, ketika sudah memasuki musim hujan, pihaknya dibuat tak nyaman, bahkan bukan hanya pondok pesantren saja yang terdampak banjir, termasuk  gedung sekolah SMK Cendikia Muslim yang berada di sebelahnya juga menjadi sasaran banjir ketika hujan tiba. ” Menurut kami ini urgen pihak desa untuk segera membuat perencanaan untuk dilakukannya pengerukan,” kata Jajang.

Menurut Jajang, secara teknis upaya ini diserahkan ke pemerintah desa. “Kalau sudah hujan kedaan memang tak nyaman, terakhir ponpes ini dilanda banjir pada tanggal 12 Juni 2020,” terangnya.

Bahkan baginya tak masalah kalau memang kali itu harus dikeruk atau dilebarkan meski kena tanah pribadinya. ” Kali memang begitu kecil, harus dilebarkan,” ucapnya.

Sementara Kepala Desa Parakanmuncang Mauludin, membenarkan bahwa anak sungai kali Cimuleuit dan Cihoream ketika menyatu akibat hujan besar menyebabkan banjir terutama pada bangunan pondok pesantren.

“Nanti kami masukan di RkpDes untuk ditindak lanjuti pengerjaan pengerukan pada tahun anggran 2021. Itupun kalau  bantuan BLT- DD tidak diperpanjang, tentu bisa direncanakan dimasukan anggaran Padat Karya Tunai dengan pengerjaan pengerukan kali Cimuleuit,” kata Mauludin ditemui usai menggelar MusrenbangDes.

Menurutnya, langkah awal nanti disurvei volumenya berapa, dan secara teknis kali tersebut perlu dilebarkan dan dilakukan pengerukan. ” Dengan melibatkan tim 11, kalau memang urgen nanti kita prioritaskan,” pungkasnya.

** Arip Ekon