23 C
Bogor
Sunday, April 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1483

Beijing Simpan Arsip Sejarah Bukti Kudeta Aidit dan PKI

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Polemik kudeta PKI kembali hangat dan menjadi bahan perdebatan di tengah masyarakat. Terlepas dari pro-kontra yang terjadi saat ini, arsip yang membeberkan keterlibatan PKI dalam kudeta 1948 dan 1965 ternyata tersimpan lewat arsip-arsip sejarah di Beijing China. 

Adalah Taomo Zhou, sejarawan dari Nanyang Technology University, Singapura, yang membeberkan catatan penting sejarah Kudeta PKI ini lewat penelitiannya yang juga telah dibukukan lewat ‘Revolusi, Diplomasi, Diaspora: Indonesia, Tiongkok dan Etnik Tionghoa 1945-1947’.

Dari penelitian disertasi yang salah satu sumber utamanya dari arsip yang tersimpan di pusat arsip Partai Komunis Tiongkok tersebut terungkap catatan menarik. Yang paling menyorot perhatian terungkapnya percakapan DN Aidit dengan Mao Zedong pada tanggal 5 Agustus 1965 silam.

Dalam percakapan itu, Aidit yang tengah berkunjung ke China menyampaikan rencananya kepada Mao Zedong yang saat itu menjabat Ketua Partai Komunis Tiongkok. Dalam arsip tersebut, Aidit mengaku menyampaikan rencananya untuk melakukan kudeta di Indonesia.

Lewat bukunya, Taomo Zhou juga menegaskan Aidit adalah aktor utama yang memang merancang gerakan kudeta G30S/PKI. Namun Taomo juga menegaskan bahwa pengaruh Beijing tidak signifikan dalam kudeta PKI di Indonesia. Mao bahkan dikabarkan terkejut saat mendengar gerakan tersebut akhirnya dilancarkan.

Catatan arsip ini tentu juga selaras dengan perkataan Fadli Zon dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TvOne, Selasa malam, 29 September 2020. Dalam kesempatan itu, Fadli Zon menegaskan bahwa jelas PKI jelas dibalik pemberontakan PKI pada 1948 dan 1965.

“Ada dua kali PKI mau melakukan kudeta. Bagi saya jelas PKI itu mau melakukan kudeta pada tahun 1948 dan 1965. Nanti saya beberkan bukti-buktinya dengan jelas apalagi sudah Tap MPRS No 25 tahun 1966 dan undang-undang No 27 tahun 1999 yang jelas mengatakan bahwa PKI dibubarkan karena mau merobohkan Negara Republik Indonesia,”” kata Fadli Zon dikutip dari Viva, Kamis (1/10).

Dalam kesempatan itu, Fadli Zon membeberkan keterlibatan PKI dalam dua tragedi besar dalam sejarah Indonesia. Menurut Fadli, pada pemberontakan PKI pada 1948 tokoh sentralnya adalah Muso. 

Fadli juga membantah klaim putri Presiden pertama Indonesia, Soekarno, yakni Sukmawati Soekarnoputri terkait ideologi PKI. Sukmawati sebelumnya mengatakan bahwa PKI juga mengakui ideologi Pancasila. Namun Fadli menegaskan ideologi PKI Marxisme-Leninisme berdasarkan dari buku Jalan Baru Indonesia karya Muso.

**ass

HADITS HARI INI

0

01 Oktober 2020
13 Shafar 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ الْعَبْدِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْكَبِيرِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْحَكَمِ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَذْهَبُ الْأَيَّامُ وَاللَّيَالِي حَتَّى يَمْلِكَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ الْجَهْجَاهُ قَالَ مُسْلِم هُمْ أَرْبَعَةُ إِخْوَةٍ شَرِيكٌ وَعُبَيْدُ اللَّهِ وَعُمَيْرٌ وَعَبْدُ الْكَبِيرِ بَنُو عَبْدِ الْمَجِيدِ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar Al Abdi, telah menceritakan kepada kami Abdul Kabir bin Abdul Majid Abu Bakr Al Hanafi, telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid bin Ja’far berkata: Aku mendengar Umar bin Al Hakam menceritakan dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Siang dan malam itu tidak akan lenyap (terjadi kiamat) sampai ada seorang lelaki bernama Jahjah menjadi penguasa.

Muslim berkata: Mereka empat bersaudara yakni Syarik, Ubaidillah, Umair dan Abdul Kabir dari bani Abdul Majid.

HR Muslim No. 5183.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Anggota Dewan Positif Covid Tambah Lagi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kasus positif di DPRD Kota Bogor bertambah satu. Dengan demikian, wakil rakyat yang terpapar Covid-19 menjadi dua orang pada Rabu (30/9). Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto pun membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, dari 31 orang yang menjalani swab test, satu di antaranya dinyatakan positif corona Sedangkan sisanya negatif.

“Benar, ada tambahan satu positif. Yang bersangkutan adalah anggota dewan,” ujar Atang saat dihubungi melalui whatsapp, Rabu (30/9) malam.

Atang menyatakan, berdasarkan hasil tracing anggota dewan tersebut terpapar Covid-19 melalui transmisi lokal. “Kemungkinannya dia terpapar di Bogor,” kata politisi PKS ini.

Sementara itu, Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa DPRD Kota Bogor belum dapat dikategorikan sebagai klaster corona. “Kalau jumlahnya tiga orang keatas baru jadi klaster. Mudah-mudahan tidak ada tambahan lagi,” katanya.

Dedie yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kota Bogor ini menuturkan bahwa anggota dewan yang terpapar corona terjangkit virus tersebut dari aktivitas di luar parlemen. “Bisa dilingkungan rumah atau aktivitas keluarga. Karena itu kami sedang melakukan tracing kontak erat di luar DPRD,” ucap Dedie.

Hingga kini, sambung Dedie, pihaknya belum mengetahui berapa jumlah kontak erat dari pasien terkonfirmasi positif tersebut.  “Masih dilacak,” singkatnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Fraksi Partai Demokrat, Anita Primasari Mongan secara terbuka menyatakan bahwa ia terpapar Covid-19, dan saat ini tengah menjalani isolasi mandiri di kediamannya.

Anita mengaku, mengetahui bahwa ia terpapar corona setelah menjalani tes swab secara mandiri pada Senin (28/9). Padahal, sebelumnya ia sempat melakukan rapid test dan dinyatakan non-reaktif.

Iapun menegaskan bahwa pengumuman sebagai pasien positif corona dilakukan agar memberikan pembelajaran kepada publik.

Anita pun bercerita sempat mengalami demam tinggi pada Sabtu (26/9) malam. Namun ketika itu, demamnya sempat turun usai mengkonsumsi vitamin dan obat. “Setelah diswab hasilnya positif. Kemudian, iapun melaksanakan isolasi mandiri. Saya harus bisa self healing ini. Penyakit ini belum ada obatnya. Jadi saya minum vitamin-vitamin aja dan makanan bergizi, termasuk ramuan jamu,” ungkapnya saat dihubungi melalui whatsapp, Selasa (29/9) malam.

Anita mengatakan bahwa ia melaksanakan isolasi mandiri di kediamannya selama 10 hari atas saran Dinkes dan Pak Wali. Kondisi fisik saya baik, makanya isolasi mandiri,” tegasnya.

Iapun meminta masyarakat tetap waspada dan tidak kendor untuk tetap jalankan protokol kesehatan. Tetap pakai masker jika keluar rumah, cuci tangan, jaga jarak dan selalu jaga imunitas agar terhindar dari Covid-19.

“Virus ini masih mengintai, kita jangan kendor dalam protokol kesehatan. Hasil rapid test non-reaktif bukan jaminan aman dari virus ini. Saya belajar dari sini bahwa akhir-akhir ini pandemi makin tinggi, tapi sayanya agak kendor menjaga protokol kesehatan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

SBI MoU Pengolahan Sampah dengan DKI dan Unilever

0

n Bantu Kurangi Timbunan Sampah di TPST Bantargebang

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sampah menjadi persoalan umum yang dihadapi semua kota di dunia. DKI Jakarta menjadi  salah satu kota besar yang dihadapkan dengan persoalan sampah serta telah masuk dalam kategori darurat dan mendesak. DKI Jakarta menghasilkan setidaknya 7.500 – 8.000 ton sampah setiap harinya. Dengan tingginya volume sampah yang dihasilkan, Pemprov DKI Jakarta dituntut untuk menemukan solusi mengatasi permasalahan sampah di ibu kota.

Hal ini terealisasi melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara DLH Provinsi DKI Jakarta, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dan PT Unilever Indonesia Tbk tentang pengelolaan dan pemanfaatan sampah domestik TPST Bantargebang menjadi bahan bakar alternatif berupa RDF (Refused Derived Fuel).

Upaya pengelolaan dan pemanfaatan sampah di TPST Bantargebang ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik masyarakat, pemerintah maupun pelaku industri. Terkait dengan realisasi selanjutnya pihak DLH DKI dan SBI menggandeng PT Unilever Indonesia Tbk sebagai wujud komitmen Unilever untuk ikut berkontribusi sejalan dengan program pengurangan penggunaan kemasan plastik.

Saat ini Pemprov DKI Jakarta mengirim sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. TPST Bantargebang sendiri telah beroperasi sejak tahun 1989 dan terus mengalami peningkatan penerimaan jumlah sampah setiap tahun. Kapasitas TPST Bantargebang diperkirakan akan penuh pada tahun 2021, sehingga dibutuhkan solusi pengurangan timbunan sampah.

“Metode pemanfaatan ini merupakan pengembangan inovasi perusahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia dengan memanfaatkan energi alternatif dari berbagai lini. Selain itu kami juga ingin memberikan solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah domestik yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Direktur Manufaktur PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Lilik Unggul Raharjo.

Ir. Andono Warih, M.Sc, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta memandang bahwa penandatanganan perjanjian kerja sama ini memperlihatkan keseriusan pihak produsen yang telah mengambil langkah proaktif dan upaya konkret untuk mendukung pengelolaan sampah. “Dalam menangani permasalahan sampah, kolaborasi dan pembagian peran menjadi sangat penting. Pihak produsen memiliki peran yang besar untuk ikut mengatasi persoalan sampah plastik bersama pemerintah dan masyarakat, layaknya Unilever Indonesia dan SBI sebagai mitra kami dalam proyek ini. Semoga kerja sama ini mampu menstimulasi kolaborasi serupa di masa mendatang.”

Dalam upaya optimalisasi dan mengurangi volume sampah yang semakin menggunung di TPST Bantargebang, Pemprov DKI Jakarta bersama dengan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) melakukan penelitian sampah di TPST Bantargebang pada tahun 2019, untuk pemanfaatan timbunan sampah lama menjadi sumber energi alternatif  pengganti batu bara. Hasilnya menunjukkan bahwa timbunan sampah lama tersebut memungkinkan untuk dijadikan RDF (Refuse Derived Fuel)  tentunya dengan melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

Proyek awal tersebut dilaksanakan pada zona tertentu di TPST yang telah berusia lebih dari 10 tahun. Proses mengubah sampah menjadi bahan bakar meliputi penggalian dan pengayakan, lalu dikirim ke lokasi Pabrik SBI di Narogong – Jawa Barat untuk dicacah, dan melalui proses pengurangan kadar kelembaban dengan campuran material lain guna menghasilkan RDF yang memenuhi standar kualitas alternatif bahan bakar untuk pabrik semen. Produk RDF yang akan dihasilkan dari proyek awal ini minimum 1.000 ton/bulan – dimana 80-90%nya terdiri dari sampah plastik yang akan dimanfaatkan oleh SBI sebagai sumber energi alternatif.

PT Unilever Indonesia Tbk sebagai produsen barang konsumsi dan kebutuhan rumah tangga turut serta berkontribusi dalam menjalankan tanggung jawab produsen terhadap sampah kemasan paska konsumsi untuk dapat dimanfaatkan di Pabrik SBI. Material sampah yang dikirim ke SBI akan melalui proses pre-treatment sebelum dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif di Pabrik SBI Narogong, Jawa Barat.

Rizki Raksanugraha, Director of Supply Chain PT Unilever Indonesia Tbk menjelaskan, “Permasalahan sampah terutama sampah plastik merupakan isu pelik yang membutuhkan perhatian dan kerja sama lintas sektor, termasuk kami sebagai pihak swasta. Unilever percaya bahwa sampah plastik memiliki tempatnya di dalam ekonomi, tetapi tidak di lingkungan. Kami juga percaya bahwa sampah plastik jika dikelola dengan baik akan bisa menjadi sumber daya yang berguna. Upaya kolaborasi ini menjadi sangat penting untuk tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, namun juga memberikan manfaat secara ekonomi.”

**ass

IKIAD Lakukan Trauma Healing Terhadap Korban Banjir

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Tiga pekan pasca bencana banjir bandang di Kampung Muara Baru RT 01, RW 01, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, korban banjir utamanya anak -anak disana mendapatkan pemulihan trauma healing dari Ikatan Istri Anggota Dewan (IKIAD) DPRD Kabupaten Bogor untuk mengembalikan kondisi mental pasca kejadian, Rabu (30/9).

Sekretaris IKIAD Kabupaten Bogor Raden Indriati  Lukmanudin Ar Rasyid mengatakan, digelarnya acara tersebut untuk menghilangkan trauma terhadap anak-anak  yang menjadi korban bencana banjir beberapa pekan lalu.

“Kedatangan kami ke sini Istri dari anggota dewan untuk memberikan bantuan dan juga trauma healing kepada mereka, dan mereka (anak-anak) khususnya cukup senang saat kami datang dengan memberi trauma healing, mereka punya harapan ketika kami datang, mereka  punya rasa bahagia saat diberi trauma healing,” kata R Indriati, kepada wartawan.

Indriati istri dari Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PKB Lukamanudin Ar Rayid untuk  materi trauma healing yang diberikan berupa permainan, menyanyi , memberikan semangat dan motivasi agar anak tidak trauma ketika hujan deras. “Guna menghilangkan trauma aktivitas ringan dan penuh kegembiraan dapat mengalihkan stres dan trauma yang mereka rasakan,” katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan, kegiatan sosial ini merupakan yang diadakan setiap bulan oleh IKIAD Kabupaten Bogor. Karena anak sebagai penerus bangsa, sehingga perlu penanganan khusus agar tidak trauma. “Untuk bantuan yang diberikan diantarnya selimut, tikar, pempers dan logistik. Intinya, ini merupakan bentuk kepedulian IKIAD Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua RW 01, Eman Maulana mengaku sangat berterima atas kepedulian istri para dewan kepada warga korban bencana alam. Setidaknya bantuan ini bisa meringankan beban warga.

“Paska bencana, saat ini yang dibutuhkan adanya bantuan pembuatan tanggul kali. Sebab, ketika hujan deras dikhawatirkan air kembali meluap dan mengenai rumah warga,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Syarifah Jadi Sekda Perempuan Pertama di Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wali Kota Bogor Bima Arya mengumumkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor terpilih yakni Syarifah Sopiah yang Sekda perempuan pertama di ‘Kota Hujan’. Anak mantan Bupati Bogor, Ayip Rughbi ini menjadi Sekda Kota Bogor menggantikan Ade Sarip Hidayat karena masuk pensiun 30 September 2020.

Syarifah Sopiah

Syarifah merupakan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor. Syarifah mengalahkan dua nama calon Sekda lainnya yakni Firdaus yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor dan Hanafi yang menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor.
“Saya sampaikan Insya Allah besok Kota Bogor akan memiliki Sekda perempuan pertama Dr. Syarifah Sopiah,” kata Bima, kepada wartawan di pelataran Balai Kota Bogor, Rabu (30/9).

Syarifah ditetapkan setelah melalui pertimbangkan yang panjang hasil Panitia Seleksi (Pansel). Bima mengaku, setelah melalui proses panjang dan pertimbangan matang. Akhirnya dijatuhkan pilihan pada Syarifah Sopiah menjadi Sekda .Sebelum ditetapkan, tinggal tiga kandidat hasil Pansel. “Saya banyak berkoordinasi dan meminta masukan dengan berbagai pihak, termasuk dengan Wakil Walikota dan Sekda Ade Sarip Hidayat,” ungkap Bima.

Dijelaskan, ketiga kandidat memiliki reputasi hebat. Oleh karenanya Bima mengatakan kesulitan menentukan pilihan. Menurut Bima, setelah ditetapkan, Syarifah Sopiah akan dilantik pada Kamis, 1 Oktober 2020. Pengalaman Syarifah sebagai birokrat senior juga dinilai Bima akan dapat menyelesaikan banyak persoalan di Kota Bogor.

“Ini babak baru bagi Kota Bogor juga Kabupaten Bogor karena Syarifah adalah birokrat senior Kabupaten, saya hormati rekam jejak syarifah dan saya sudah sampai kan lansung ke Bu Ade (Bupati Bogor Ade Yasin) tentang keputusan ini, Insya Allah akan banyak persoalan yang belum tuntas akan tuntas, sebagian besar permasalahan Kota Bogor insya Allah akan terakselerasi ketika koordinasi kota dan kabupaten jadi lebih baik, keputusan ini adalah yang terbaik,” kata Bima. 

Bima berharap, dengan terpilihnya Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Bogot itu menjadi Sekda Kota Bogor menggantikan Ade Sarip Hidayat dapat menuntaskan berbagai persoalan yang belum selesai di wilayah Bogor.

** ass

Desa Cinagara Akan Buka Wisata Alam

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor tidak akan lama lagi akan launching tempat wisata Curug Cikaracak. Lokasi curug tersebut, ada dibawah kaki Gunung Gede Pangrango. Tempat itu dibahas dalam Musrembangdes, Rabu (30/9) di kantor desa yang dihadiri oleh Babimas, Babinsa, warga dan Kasi Pemerintahan Kecamatan Caringin.

Jika tempat wisata curug sudah terealisasi, kata Kades Cinagara Burhanudin, tentunya kedepan akan menambah perekonomian warga dalam hal tenaga kerja, dan secara tidak langsung akan menambah Pendapatan Asli Desa (PAD).

Burhanudin menjelaskan, wacana wisata alam itu akan dibuka secapatnya. Oleh karena itu, salah satunya akses jalan menuju lokasi harus segera dibenahi hingga ke tempat tujuan. “Pengerjaan awal tentunya akan diprioritaskan adalah pengaspalan jalan menuju wisata alam Curug Cikaracak,” paparnya.

Karena lokasi wisata ada di lahan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) maka pihak desa beserta warga sudah memberitahukan terkait rencana akan dibukanya wisata tersebut. “Alhamdulillah untuk rencana akan dibukanya wisata alam, pihak TNGGP merespon dengan baik, ” jelasnya.

Selain itu dalam pembahasan kedua, karena warga baru sebagian memakai sarana air bersih untuk MCK yang bersumber dari mata air pegunungan, tentunya kedepan sarana air bersih tersebut akan ditata lagi supaya bisa mengalir ke warga yang membutuhkan.

“Sarana air bersih makanya kami bahas di MusrembangDes tahun 2020, agar  semua warga mengetahui program kerja untuk tahun 2021,” ungkapnya.

Dalam pembahasan terakhir jelas Kades, tentunya sangat penting juga mengenai pembuatan bank sampah, karena setiap hari sebagian produksi sampah terbesar adalah dari sampah rumah tangga. Namun belum ada pengelolaannya. “Jadi ini juga kedepan Pemdes akan mengadakan untuk tempat pembuangan sampah secara terpisah, yakni sampah organik dan anorganik,” pungkasnya.

** Deny

Mahasiswi IPB University yang Sering Berangkat Kuliah Jam 3 Pagi, Kini Jadi Lulusan Terbaik di Fakultasnya

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Siti Nabila Triananda, mahasiswi Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan pada Rabu (30/9) dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Fakultas Teknologi Pertanian pada acara wisuda dan penganugerahan Ijazah yang dilakukan secara daring. Nabila berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.87.

Ada kisah unik yang dialami Nabila semasa kuliah di IPB University. Gadis yang ingin menjadi pengusaha di bidang pangan ini bertutur, “Di Program Studi Teknologi Pangan, ada yang namanya Praktikum Terpadu dimana seluruh mahasiswa dibagi menjadi empat kelompok usaha. Saya masuk ke kelompok Bakery. Kelompok ini mensimulasikan sebuah usaha tetapi dengan skala kecil. Saya mendapatkan amanah sebagai Manager Marketing.”

“Saat Praktikum Terpadu ini kami diminta membuat simulasi perusahaan. Dan pada saat itu, setiap hari berangkat ke IPB University jam tiga pagi menggunakan ojek online dari rumah untuk mempersiapkan roti yang akan dijual pada pagi harinya. Dari pengalaman ini, saya belajar banyak hal. Seperti bagaimana cara menjalankan sebuah usaha, bagaimana cara memimpin, belajar untuk kreatif dalam mempromosikan produk, dan banyak lagi,” ujarnya.

Keseruan lainnya kata dia adalah selama kuliah di Teknologi Pangan, setiap minggunya Nabila diajari mengolah makanan menggunakan teknologi. Seperti pembuatan nugget, sari buah, selai, bakso dan lain-lain. Ada juga praktikum Evaluasi Sensori dimana kita belajar cara untuk mengevaluasi makanan yang kita konsumsi. Seperti dilihat warnanya, aromanya, teksturnya, serta rasanya.

“Sebagai orang Bogor yang kuliah di IPB University, saya memilih untuk tetap tinggal di rumah, sehingga setiap harinya pulang pergi kampus-rumah. Selain kuliah, saya juga aktif di berbagai kegiatan organisasi dan kepanitiaan. Sehingga hampir setiap hari pulang malam menggunakan ojek online. Dan esok harinya harus berangkat untuk kuliah lagi yang sebagian besar jadwalnya jam 7 pagi, ” ungkapnya.

Selain tekun dalam menjalani perkuliahan, peraih Beasiswa AEON 1% Club Foundation ini aktif mengikuti organisasi International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) Local Committee IPB University dan Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan (Himitepa).

Meski orang tuanya memiliki kemampuan untuk membiayai kuliahnya, anak bungsu dari tiga bersaudara ini lebih memilih berusaha mencari penghasilan sendiri dan mencari beasiswa. Tujuannya agar tidak membebani orang tua.

“Selama kuliah saya nyambi mengajar di Vision Consultant Bogor sejak tingkat satu. Saya juga mulai merintis usaha desain grafis Wonder Project yang menerima jasa pembuatan logo, kemasan, banner, feeds Instagram dan lain lain,” imbuhnya.

Jadwal yang sangat padat menjadi tantangan utama yang dirasakan Nabila selama kuliah. Dia harus bisa menyeimbangkan antara kegiatan perkuliahan dengan kegiatan organisasi dan pekerjaannya di luar perkuliahan.

“Saya berusaha tetap maksimal saat perkuliahan dengan menyimak materi perkuliahan dengan sungguh-sungguh dan mencatat materi tersebut. Sehingga di luar jam kuliah, saya dapat fokus berorganisasi dan bekerja,” tutupnya.

** Cepi Kurniawan

Jalan Cibatok yang Rusak Parah, Akhirnya Akan Dibeton

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Rusak parah dan sering ada korban terjatuh, akhirnya ruas jalan pertigaan Cibatok, Desa Cibatok 1, Kecamatan Cibungbulang  akan  dibeton sepanjang 500 meter. Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah IV, Bondan Triyana mengatakan, untuk ruas Jalan Cibatok Gunung Picung yang kondisi rusak bakal dilakukan peningkatan yakni betonisasi sepanjang 500 meter. “Total anggaran untuk jalan itu Rp 2,3 miliar,” kata Bondan, baru-baru ini.

Bondan menambahkan, ruas Jalan Cibatok – Gunung Picung sudah selesai lelang dan tinggal menunggu pekerjaan saja. UPT bersama pemborong dan pihak desa sudah meninjau kondisi Jalan Cibatok dan direncanakan pada November ini sudah mulai pekerjaan.

“Pemeriksaan Lapangan Bersama (PLB) sudah dilakukan, tinggal menunggu pekerjaan dan diperkirakan bulan November, “katanya.

Tidak hanya peningkatan ruas Jalan Cibatok Gunung Picung, sambung Bondan, ruas Jalan Cemplang tepatnya di pertigaan, juga bakal dibeton. Ruas Jalan tersebut sudah dilakukan peninjauan langsung bersama.

” Kalau pertigaan Cemplang bakal dibeton sepanjang 400 meter. Termasuk pemasangan box culvert,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Tiga Tahun Huchun dan Caitao Tetap Jadi Primadona di Taman Safari Bogor

0

Bogor | JuInspirasi
Huchun dan Caitao sepasang panda yang didatangkan langsung dari Negeri Tirai Bambu tiga tahun lalu tepatnya pada 28 September 2017, nampaknya hingga saat ini masih menjadi primadona dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berwisata ke Taman Safari Bogor.

Dikatakan Yulius H Suprihardo Media Relations Taman Safari Bogor, kelucuan tingkah laku satwa pemakan bambu itu cukup menghibur pengunjung yang datang ke Istana Panda Indonesia. Sesekali mereka berguling guiling diatas rumput hijau, atau duduk santai sambil menikmati bamboo yang merupakan makanan pokoknya.

“Istana Panda Indonesia seluas ± 5 ha ini, ditunjang dengan dengan nuansa alamnya yang indah dan sejuk berlatar belakang bukit gunung pangrango, membuat pengunjung betah berlama lama sekedar untuk menghirup udara segar pegunungan maupun berswa photo di sky walk,” ungkapnya.

Sambung Yulius, tanpa terasa, bahwa hingga sekarang Istana Panda Indonesia masih menjadi tujuan favorit di Taman Safari Bogor. Dalam memperingati 3 tahun kedatangan Huchun dan Cai Tao ini, team edukasi akan memberikan wawasan pengetahuan kepada pengunjung melalui program keeper talk.

“Untuk mengunjungi Istana Panda Indonesia, pengunjung wajib menggunakan bus panda yang telah disediakan. Tentunya pengunjung harus menerapkan protocol kesehatan yang berlaku,” sambungnya.

Selain itu, kendaraan bus untuk menuju ke lokasi istana panda berkapasitas hanya 50 %. Sebelum menaiki bus panda, maka petugas akan menyemprot desinfektan terlebih dahulu. Untuk berkunjung ke Taman Safari Bogor, pihak management menerapkan protocol kesehatan dengan ketat.

“Saat memasuki gerbang utama, akan ada pengecekan penggunaan masker bagi pengunjung. Selanjutnya, petugas akan memeriksa suhu tubuh. Tahap ke tiga, semua kendaraan yang masuk akan dilakukan penyemprotan disenfektan oleh petugas yang menggunakan APD lengkap,” lanjutnya.

Tidak itu saja, setibanya di loket pengunjung disarankan untuk melakukan pembayaran dengan kartu. Lagi lagi petugas loket dengan menggunakan faceshield dan masker sertya sarung tangan, akan menyemprotkan handsanitiser.

Protokol kesehatan yang diterapkan oleh Taman Safari Bogor, telah mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil serta gugus tugas Tingkat Propinsi, dan juga oleh Dinas Kesehatan terkait pada saat peninjuan. Bahkan menjadi contoh model bagi destinasi wisata disekitar kawasan puncak.

Sebelumnya, seluruh petugas Taman Safaripun telah melakukan rapid test dengan hasil negative.

Handy Mehonk