Daun Pepaya Si Penangkal Nyeri

0
Oleh:
Neng Sri Nurhasanah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM) Program Studi / Prodi: S1 Keperawatan

Pernahkah Anda merasa nyeri?. Pastinya, tentu kita semua pernah merasakan nyeri apapun penyebabnya dan rasanya. Tentulah sangat tidak nyaman sehingga ingin mencari jalan pintas apapun caranya agar rasa nyeri tersebut segera hilang.

Ada 5 jenis nyeri yang harus kita ketahui, supaya kita bisa menentukan penyebab dari nyeri itu sendiri yaitu: Nyeri akut: patah tulang, melahirkan, operasi; Nyeri kronis: sakit kepala,kanker, radang sendi ; Nyeri nonsiseptif : batu ginjal, usus buntu, nyeri seperti ditusuk-tusuk; Neuropati : infeksi, kecelakaan; dan Phantom pain: misal pada pasien yang diamputasi.

Untuk menentukan seberapa nyeri yang kita rasakan, maka nyeri bisa dinilai menggunakan skala nyeri. Cara yang digunakan untuk menentukan tingkatan nyeri yaitu dengan penilaian skala numerik (Numeric Rating Scale) atau skala analog visual (Visual Analog Scale).

Untuk mengatasi nyeri biasanya kita meminum atau menggunakan obat – obatan analgetik seperti paracetamol, asam mefenamat, tramadol, ketorolac dan sebagainya. Akan tetapi disamping efeknya yang dapat segera meredakan nyeri, pada obat ini juga mempunyai efek samping yang tinggi, seperti perdarahan saluran cerna, tukak lambung, anoreksia (tidak nafsu makan), diare, mual muntah dan sebagainya.

Saat ini ada alternatif lain yang bisa menjadi pilihan untuk mengatasi nyeri yaitu dengan menggunakan obat yang berbahan herbal salah satunya adalah daun pepaya (Carica Papaya). Daun pepaya mempunyai efek anti nyeri atau analgetik karena pada daun papaya tersebut mengandung zat alkaloid karpain.

Berdasarkan uji farmakologi, diketahui bahwa alkaloid karpain ini mempunyai efek anti nyeri, sehingga pada zaman dahulu daun pepaya ini sering digunakan untuk meringankan nyeri haid. Adapun caranya sangat mudah yaitu  ambil 1 sampai 2 helai daun papaya yang masih muda. Cuci sampai bersih, setelah itu buang tangkai daunnya. Tumbuk daunnya sampai cukup halus. Kemudian tambahkan air masak ke dalam tumbukan tersebut, lalu peras dan saring. Air perasan ini boleh ditambahkan sedikit garam dengan tujuan untuk mengurangi rasa pahitnya. Air perasan pepaya ini siap untuk diminum. Namun kalau sakit masih berlanjut, lakukan pengobatan secara medis.

Mari kita kurangi penggunaan obat-obatan yang tentu mempuya efek samping yang dapat merusak tubuh, dan beralih pada obat herbal yang sudah disediakan oleh alam untuk kita. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat yang positif untuk kita semua.

  • Dikutip dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here