24.6 C
Bogor
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1411

Kabupaten Bogor Gelar Pilkades di 88 Desa

0

Cibinong  | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan tetap menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak. Ada 88 desa yang nantinya akan  mengikuti pesta demokrasi Pilkades itu. Meskipun ditengah pandemi Covid-19 Pilkades akan digelar pada 20  Desember 2020.

Tentu banyak kekhawatiran atas gelaran Pilkades ditengah pandemi yang telah diputuskan Pemeritah. Seperti diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi yang meminta penyelenggaraan Pilkades tetap digelar Desember 2020 nanti dan harus tetap memperhatikan protokol Kesehatan. “Intinya pilkades jangan menjadi klaster baru tetap harus menjalankan 3 M,” tegas Wanhai sapaannya.

Wanhay juga meminta panitia pemilihan Pilkades harus benar benar memperhatikan protokol kesehatan dan kemananan. “Wujudkan Pilkades yang aman, damai dan juga sehat karena pelaksanaan Pilkades ini pandemi belum berkahir,” kata pria yang juga digadang-gadang bakal maju pada pada Pilbub nanti.

Sementara Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin menyebutkan sebagai panitia di tingkat kabupaten mulai melakukan persiapan berupa pemetaan. Ia mengatakan pemetaan difokuskan kepada wilayah yang berpotensi terjadi konflik, khususnya di wilayah yang jumlah penduduknya terbilang padat.

“Kami juga sambil melakukan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi menimbulkan gesekan saat pelaksanaan pilkades serentak. Semuanya kami bahas di sini,” kata Burhan.

Burhan pun  mengatakan pilkades serentak akan dilakukan secara manual di masing-masing TPS dengan menerapkan protokol kesehatan.

** Cepi Kurniawan

Kuasa Hukum Habib Rizieq Penuhi Panggilan Polisi

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Habib Rizieq Shihab dijadwalkan dilakukan pemeriksaan oleh polisi, Selasa (1/12). Hal itu pun mendapatkan penjelasan dari DPP Front Pembela Islam (FPI) bahwa tim kuasa hukum akan memenuhi panggilan tersebut.

Salah satu anggota Tim Kuasa Hukum FPI Ichwan Tuankotta memastikan dia dan timnya akan memenuhi panggilan dari Polda Metro Jaya.

“Kita tim kuasa hakum akan hadir nanti di Polda Metro Jaya kaitan dengan pemanggilan HRS,” kata Ichwan ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat Jurnal Bogor, Selasa (1/12).

Namun, Ichwan tidak menjawab detail apakah pentolan FPI itu akan memenuhi panggilan penyidik tersebut.  “Tim kuasa hukum yang hadir ke Polda Metro Jaya dari  38 orang yang hadir 10 orang,” jelastnya.

Diketahui  Habib Rizieq Shihab dan menantunya Hanif Alatas dipanggil oleh penyidik Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangannya. Dia dipanggil terkait dengan beberapa peristiwa kerumunan saat pandemi Covid-19.

** Cepi Kurniawan

Tim Gabungan SDA KLHK Sidak Galian C di Rumpin

0

Rumpin | Jurnal Inspirasi

Rumpin terkenal dengan lokasi galian C, salah satunya yang berada di Desa Rumpin pada Senin (1/12) pagi didatangi  tim gabungan penyelamatan Sumber Daya Alam (SDA) dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum dan Penyelamatan Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Diketahui operasi penyelamatan SDA KLHK tersebut berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB dengan menerjunkan aparat penegak hukum dari KLHK dan petugas kepolisian.

“Sepertinya operasi gabungan karena saya lihat banyak petugas berseragam KLHK dan kepolisian,” ungkap warga Rumpin, Mulyadiva, Selasa (1/12).

Hal tersebut langsung dibenarkan Sekretaris Desa Rumpin, Abdul Hamid saat dikonfirmasi. Ia mengatakan meskipun  tidak tahu secara detail kegiatan tersebut, namun Hamid, sapaan akrabnya mengakui Pemdes Rumpin telah menerima surat pemberitahuan dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum dan Penyelamatan Hutan KLHK terkait akan adanya operasi gabungan penyelamatan SDA.

“Dari surat pemberitahuan resmi, jadwalnya kegiatan operasi gabungan akan dilakukan selama 3 hari, mulai tanggal 1 Desember 2020,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Dua Stafnya Diduga Terpapar Covid-19, Kecamatan Ciomas Tetap Buka Pelayanan

0

Ciomas | Jurnal Inspirasi

Pandemi masih belum berakhir. Penyebaran Covid-19 saat ini masih terjadi di wilayah Ciomas yang tidak  hanya terhadap warga, namun juga dua staf Kecamatan Ciomas diduga terpapar Covid 19.

Camat Ciomas Chairuka Jhudiyanto mengatakan, kedua staf kecamatan sudah di swab dan masih menunggu hasilnya. Namun pelayanan kecamatan tetap berjalan seperti biasa. Hanya saja untuk sementara ruang staf yang terpapar dikosongkan setelah disemprot cairan disinfektan.

“Hasil rapid test reaktif kemudian ditindaklanjuti dengan swab hasilnya negatif, ” ujar Chairuka Mantan Camat Leuwiliang saat dikonfirmasi, kemarin.

Chairuka mengatakan, saat ini Kecamatan Ciomas masih zona merah. Total pasien Covid-19 di Kecamatan Ciomas ada 44 dan semuanya sudah mendapatkan penangan medis. “Pasien yang positif Covid-19, ada juga yang menjalani isolasi di rumah sakit dan isolasi mandiri di rumah dengan pemantauan dari pihak Puskesmas, ” katanya.

Untuk mencegah meluasnya Covid-19 di Kecamatan Ciomas, pihaknya selalu mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan 3 M. Selain itu, bersama muspika Kecamatan Ciomas mengelar razia masker terhadap pengendara yang melintas di Jalan Raya Ciomas dan ia berharap pandemi Covid-19 bisa cepat berlalu karena sangat berdampak ke semua lini.

“Kita juga kerap mengelar razia masker di jalan. Mereka yang tidak mengunakan masker diberikan sanksi sosial yakni menyanyikan lagu Indonesia Raya dan membersihkan sampah di jalanan,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Anggota Dewan Sayangkan Perubahan Proyek Cigudeg-Kiarasari

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari dapil 5, Nurodin menyayangkan perubahan volume panjang jalan pada proyek pembangunan jalan Cigudeg-Kiarasari. Tak hanya itu, kondisi yang sama pun terjadi di wilayah Nanggung terkait pemasangan rijit dan menggunakan bahan material yang diduga asal-asalan.

“Sangat disayangkan kenapa harus ada perubahan dengan alasan hasil survei di lapangan, dan kondisi ini akan terus terulang terhadap proyek lain,” kata Nurodin kepada wartawan kemarin.

Pria yang disapa Peloy menjelaskan, bahwa pihaknya tidak alergi dengan perubahan atau adendum tapi dengan dasar yang jelas. Jangan sampai perubahan dilatarbelakangi karena mengambil resiko pekerjaan yang lebih mudah saja.

“Bahkan ruas jalan Cibeber- Cisarua yang sangat panjang pengurangannya, mungkin tak beda dengan Cigudeg-Kiarasari, tapi keduanya hampir mirip jelas saya juga sangat menyayangkan,” jelasnya.

Sementara Komisi III DPRD juga menyatakan akan memanggil  Kepala UPT VI PUPR agar mengklarifikasi pengurangan volume pekerjaan. Proyek pembangunan jalan Cigudeg-Kiarasari itu sepanjang 2,1 kilometer, namun berubah menjadi 1,7 kilometer.

“Saya dari komisi 3 yang menaungi infrasktruktur meminta untuk kembali ke skema awal dan meminta klarifikasi dari dinas terkait,” tegas anggota komisi III DPRD Kabupaten Bogor Aan Triana Almuharom.

Dia menyatakan, pelaksanaan proyek pengerjaan jalan harus mengikuti skema awal jangan sampai ada perubahan pada waktu pelaksanaan dan survei di lapangan.

Terpisah Kepala UPT InfrastrukturJalan dan Jembatan Wilayah VI Cigudeg Punti Minesa menjelaskan, bukan pengurangan volume, tapi panjangnya bergeser saja karena awalnya proyek direncanakan tahun sebelumnya.

“Sebenarnya direncanain tahun kemarin dan setelah disurvey kembali panjangnya berubah sehingga harus ada yang dikurangi dari volume pekerjaan hotmix untuk dialihken ke item yudit (saluran air) untuk ditambahkan panjangnya saja,” ucapnya.

Punti menambahkan, pengurangan volume pekerjaan itu disebabkan karena kondisi existing jalan yang berubah dengan perencanaan awalpada tahun lalu karena adanya bencana longsor pada awal tahun lalu. “Untuk lokasi yang belum tertangani kami akan usulkan tahun depan pembangunannya,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Lagi, Sekolah Menahan Ijazah Siswa Karena Tunggakan

0

Cileungsi | Jurnal Inspirasi

Tak mampu membayar tunggakan, FR salah satu siswa lulusan SMPI Nuurushsbiyan Yapin Narogong, Kecamatan Cileungsi angkatan tahun 2018 terancam tak dapat mengikuti ujian SMK sekolah karena belum memberikan ijazah SMP nya.

Kepada Jurnal Bogor, Selasa (1/12), Usman, orang tua FR mengatakan jika selama ini belum bisa menyicil tunggakan karena untuk biaya kehidupan sehari-hari saja masih kurang. “Pihak sekolah SMK meminta fotokopi ijazah SMP, namun sebagai orang tua saya tetap berusaha agar anak saya tetap bisa sekolah walaupun di sekolah SMK saat ini saya juga belum membayar iuran sekolah.”

“Cuma minta fotokopi ijazah SMP karena itu dibutuhkan untuk ujian SMK, saya sudah minta keringanan tapi pihak sekolah tidak memberikan dan harus membayar uang tunggakan dulu baru ijazah fotokopinya bisa diberikan,” kata Usman.

Menurutnya, pihak sekolah meminta dirinya untuk menyicil tunggakan sebesar Rp 500 ribu dulu dari, Rp 1,7 juta. “Namun memang keadaannya saya yang tidak punya uang sama sekali, jangankan 500 ribu untuk makan aja masih kurang, dan kontrakan pun saat ini sudah tiga bulan belum bayar, saya pasti tebus ijazah anak saya, bukan tidak mau menyicil selama 3 tahun tapi karena kondisi kami yang tidak memungkinkan untuk menyicil.”

“Saya berharap berharap dengan memiliki pendidikan yang tinggi anak saya bisa hidup lebih baik nantiya, walaupun kami serba kekurangan saya pastikan ijazah anak saya pasti saya tebus. Kalo saya orang mampu mungkin tunggakan 1,7 juta itu kecil, tapi untuk kami mendapatkan uang segitu harus kerja ekstra keras, jadi saya mohon agar pihak sekolah mengerti keadaan kami, bukan tidak mau membayar tapi memang belum bisa membayar,” ucap Usman.

Lanjut Usman, “saya sudah menghadap kepada pak Kosasih pemilik sekolahan Sabtu kemarin, namun menurut pak Kosasih dirinya tidak tau dimana menaruh ijazah siswa dan saya disarankan untuk datang kembali hari Senin guna mengambil ijazahnya, namun pada hari Senin istri saya datang dan menghadap TU justru langsung ditanya mana uangnya yang 500 baru diberikan fotokopi ijazahnya, mendengar hal tersebut istri saya syok dan langsung pulang.”

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SMPI Nuurushshibyan Yapin, Tine mengatakan, pihaknya sudah bekerja sesuai prosedur dan tidak menyalahi aturan. Tunggakan sebesar 1,7 juta itu merupakan uang pangkal saat FR masuk sekolah, uang LKS dan lainnya. “Saya pernah menyarankan jika orang tua agar menyicil dari tahun 2018, namun orang tua FR tidak pernah menyicil, kenapa tidak kita berikan fotokopi ijazahnya karena kalo dikasih biasanya ijazah tidak ditebus.”

“Jadi saya meminta kepada orang tua agar membayar 500 ribu terlebih dahulu baru kita berikan fotokopi ijazahnya. Yang saya lakukan sudah sesuai prosedur sekali pun dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan, saya tidak takut karena apa yang saya lakukan sudah sesuai dengan prosedur,” pungkas Tine.

** Nay Nur’ain

Pemcam Cijeruk Santuni Anak Yatim dan Bagikan Masker

0

Cijeruk | Jurnal Inspirasi

Puluhan anak yatim di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, mendapatkan santunan dari pemerintah kecamatan. Santunan itu dilakukan dalam rangka menyambut Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke 49, Unit Korpri Kecamatan Cijeruk.

Ketua Unit Korpri Unit Kecamatan Cijeruk, H. M. Fahrullah mengatakan, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam menyambut Hari Korpri, mulai dari santunan anak yatim dan pembagian masker kepada sejumlah pengguna jalan yang melintas. “Untuk kegiatan santunan dilakukan secara simbolis,” ungkapnya kepada wartawan.

Adapun pembagian masker, lanjutnya, untuk memutus penyebaran Covid-19. Terlebih, Kecamatan Cijeruk semakin lama jumlah yang terpapar semakin ada, begitu pula kecenderungan di tingkat nasional juga meninggi.

 “Intinya, atas ijin pimpinan kita berinisiatif mengadakan kegiatan 3 M. Salah satunya membagikan masker sebanyak 500 pics sebagai bagian dari gerakan program yang telah dicanangkan oeh ibu Bupati Bogor,” jelasnya.

Ia meminta, melalui kegiatan tersebut masyarakat khususnya yang ada diwilayah Kecamatan Cijeruk dapat berkerja sama dengan pemerintah untuk mengantisipasi bahaya pandemi Covid-19. “Kita ingin ada kesadaran lebih dari warga agar bisa tetap menjaga kesehatannya,” ungkap Fahrullah.

Sekcam Cijeruk berharap, apa yang dilakukan pihak pemerintah kecamatan dapat dinilai sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap mereka dalam tali silaturahim. “Kita ada untuk mereka, sebagai implementasi dari Hati Korpri. Dimana, Korpri berkontribusi melayani dan mempersatukan. Semoga dengan dua kegiatan ini kita bisa turut andil dalam memperingati Hari Korpri ini,” tutupnya.

** Dede Suhendar

Kecamatan Panggil Pengawas UPT Wilayah III

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Kepala Seksi (Kasi) Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Caringin, Suprayudi memanggil para pengawas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan serta UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah III.

Pemanggilan itu dilakukan, untuk mengetahui progres semua proyek infrastruktur jalan yang ada di setiap desa di wilayah Caringin, Kabupaten Bogor.

Suprayudi mengatakan, selama ini dari dua UPT, yakni UPT Jalan dan Jembatan maupun UPT Infrastruktur Pengairan tidak intens berkoordinasi dengan pihak kecamatan terkait progres pembangunan di masing-masing wilayah.

 “Kita ingin tahu, sudah sejauh mana progres pembangunan infrastruktur di masing-masing UPT yang ada di Kecamatan Caringin,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, dari hasil perhitungan teknis yang di laporkan pengawas UPT Jalan dan Jembatan, progres proyek peningkatan Jalan Cisalopa-Pasir Buncir, yang dikerjakan PT Wira Diva Karya dengan anggaran 3,3 miliar lebih itu, progres nya baru mencapai sekitar 27 persen.

 “Ini kan masih jauh dari target, apalagi sekarang sudah masuk di bulan Desember,” jelas Suprayudi.

Yudi, sapaan akrab Kasi Ekbang Kecamatan Caringin menghimbau agar koordinasi antara pihak kecamatan dengan para pengawas UPT, sering dilakukan untuk mengetahui sejauh mana progres proyek yang ada di wilayahnya.

 “Inikan uang negara, jadi kita sama-sama mengamankan uang negara itu,” imbuhnya.

Sementara di lokasi proyek Jalan Cisalopa-Pasir, pelaksana baru mengerjakan pembangunan drainase yang panjangnya baru beberapa meter dan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT).

** Dede Suhendar

Warga Keluhkan Penutupan Jalan dan Lambatnya Pekerjaan

0

Cileungsi | Jurnal Inspirasi

Ditutupnya akses Jalan Bojong-Gandoang menjadi keluhan warga. Pasalnya, akibat ditutup totalnya akses jalan tersebut membuat sebagian warga yang menggantungkan hidupnya dari berjualan harus tutup sampai proyek betonisasi selesai.

Selain itu, warga menyayangkan dengan proses kerja yang dibilang lambat sehingga membuat warga yang buka usaha harus ditutup dan jalan pun harus berputar arah yang cukup jauh. Peningkatan Jalan Cileungsi Kidul – Gandoang yang dikerjakan oleh CV. Mutiara Gemilang dengan anggaran Rp 1.770.347.000.

Mak Onah, warga sekitar yang juga menggantungkan hidupnya dengan berdagang mengeluh kepada Jurnal Bogor. Dia sudah seminggu tidal berjualan karena akses jalan ditutup total sehingga mematikan pendapatannya untuk kebutuhan sehari-hari.

“Gak tau nih ya kapan beresnya, katanya pinggirannya juga mau dibikin got, ya makin lama aja atuh, ini jalan tuh ditutup total, padahal kalo dibeton separo-separo kaya yang udah-udah kaga bakalan libur kita jualan,” kata Mak Onah, Selasa (1/12).

Dia meminta penyedia jasa untuk mempercepat pekerjaannya agar mobilitas warga bisa berjalan seperti biasa. “Kami sebagai pedagang kecil cuma menggantungkan dari pendapatan berjualan sehari-hari ini. Biar cepet dikelarin kerjaannya kita supaya bisa dagang lagi, kalo jalan ditutup begini mana bisa dagang,” keluh Mak Onah.

Senada, Sugandi salah seorang kepala keamanan pabrik menyayangkan penutupan jalan ini karena membuat mobilitas terganggu dan juga pekerjaan pemborongnya yang terkesan lambat jadi aktivitas warga juga terhambat.

“Kalau cepet kerjaan sih gak apa-apa ditutup, ini udah lama kerjaannya jalan total ditutup, seperti hari ini aja gak ada orang yang kerja, itu bekas galian udah 2 hari dibiarin begitu,” kata Sugandi sambil menunjuk lokasi yang dimaksud.

“Kami selalu mendukung setiap program pemerintah, namun pemerintah pun diharapkan untuk memikirkan masyarakatnya, adanya pembangunan jangan sampai menganggu mobilitas warga, perihal siapa yang menyetujui jalan ditutup kan yang kena dampaknya kami yang usaha disini,” pungkasnya.

Dari pantauan, jalan yang belum dilintasi tersebut sudah mengalami keretakan yang cukup lebar padahal belum dilintasi oleh kendaraan.

** Nay Nur’ain

Gubernur Anies Positif Covid

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan positif terjangkit virus Covid-19 atau Corona. Pernyataan ini disampaikan Anies dalam video yang diunggah di akun Instagram resminya. Anies menyebut tertular corona dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria.

“Hari Minggu saya melakukan tes swab antigen, hasilnya negatif. Kemudian Senin 30 November saya tes Swab PCR malamnya hasilnya positif,” ujar Anies, Selasa (1/12).

Anies menjelaskan, penjelasan mengenali positif corona ini dilakukan demi langkah transparansi agar orang yang selalu berada di lingkungannya tertib melakukan protokol kesehatan, di antaranya mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

“Sejak awal kami selalu transparan menyampaikan informasi mengenai angka positif corona di wilayah Jakarta,” ucap Anies.

Mengenai kondisinya, Anies mengaku baik. “Saat ini, kondisi saya Alhamdulillah baik, Alhamdulillah tidak ada gejala,” kata Anies melalui tayangan di YouTube yang dia unggah lewat akun Twiter-nya, @aniesbaswedan.

Anies menuturkan, setelah berkonsultasi dengan dokter dan sesuai arahan, dia akan menjalani isolasi mandiri dan mengikuti prosedur pengobatan yang ditetapkan oleh tim medis. “Isolasi mandiri yang saya lakukan akan dilakukan di rumah dinas di mana saya akan tinggal sendiri, sementara keluarga akan tetap tinggal di rumah pribadi yang selama ini kita tempati,” ujar Anies lagi.

Anies mengatakan, akan tetap bekerja dari rumah, bekerja memimpin rapat-rapat secara virtual. Dia menyampaikan, sejak bulan Maret lalu, semua pihak sudah terbiasa bekerja secara virtual.

Pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang Terkena Covid-19

1. Asisten Pemerintah Setda Provinsi DKI Jakarta, Reswan W Soewaryo
2. Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta, Premi Lesari
3. Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Provinsi DKI Jakarta, Hendra Hidayat
4. Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzy Marsitawati
5. Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasruddin
6. Kepala Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup, Afan Adriansyah Idris
7. Ketua TGUPP, Amin Subekti

**ass/viva