31.5 C
Bogor
Tuesday, April 21, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1381

Mantan Ketua BEM UIKA Pimpin DPC Sahabat Polisi Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

DPP Sahabat Polisi Indonesia (SPI) menunjuk mantan Ketua BEM UIKA, Akhmad Hidayat sebagai Ketua DPC SPI Kota Bogor melalui SK bernomor 022/B/SM-DPC-KOTABOGOR/DPN-SPI/XI/2020.

Mandat tersebut diserahkan langsung Ketua Umum DPP SPI, Fonda Tangguh di Gedung Wisma Lumbini, Tomang, Jakarta, Rabu (6/1/2021).

“Alhamdulillah saya dipercaya untuk memimpin organisasi besar. Ini amanah yang harus dijalankan. Insya Allah kepengurusan akan segera dibentuk,” ujar Akhmad Hidayat, kepada wartawan.

Menurut dia, SPI akan menjadi mitra strategis kepolisian khusus Polresta Bogor Kota dalam menjalankan Rastra Sewakottama.

“Semoga bisa bersinergi dengan para stakeholder terutama korps Bhayangkara di Kota Hujan, SPI sengaja dibentuk agar polisi Indonesia makin disayang masyarakat. Mengingat tantangan Polri ke depan akan semakin berat, khususnya di era yang serba digital,” katanya.

Kata dia, saat banyak hoax,  radikalisme dan ancaman lain yang berpotensi merusak kamtibmas dan semangat  Bhineka Tunggal Ika.

Selain itu, ia juga menyoroti pergantian kepemimpinan di Polresta Bogor Kota, dimana Kombes Pol
Hendri Fiuser akan digantikan Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro.

“Selamat bertugas dan selamat datang di Kota Hujan yang untuk Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro. Semoga dapat bersinergi dalam menjaga kondusifitas di Kota Bogor,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Kota Bogor Terapkan PSBB Lagi

0

Keterisian Tempat Tidur RS Sudah 90 Persen

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mendukung penuh langkah pemerintah pusat soal penerapan PSBB dimana praturan pembatasan tersebut diatur melalui peraturan gubernur atau peraturan kepala daerah.

“Saya kira kita merespon dengan sangat positif, memang perlu ada langkah-langkah yang terkoordinasi secara wilayah. Di Bogor sendiri kita emang sudah jalan dengan kebijakan itu. Tapi sempat kita evaluasi terkait dengan jam operasional,” ujar Bima kepada wartawan, Rabu (6/1).

Menurut dia, Pemkot Bogor akan menjalankan arahan dari Menko Perekonomian, Airlangga Hartanto dari mulai jam operasional mall yang tutup jam 19.00 WIB, rumah makan resto yang harus dibatasi sebanyak 25 persen dan yang ketiga adalah tentang WFH.

“Kita berharap bahwa pesannya sampe kepada masyarakat. Bahwa ini lonjakannha msh tinggi dan situasi masig belom terkendali. Rumah sakit juga tingkat keterisiannya semakin penuh, masyarakat harus selalu waspada. Bahkan semakin wapada, semakin siaga harusnya,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa Pemkot Bogor akan menyesuaikan arahan dari pemerintah pusat dengan menyiapkan beberapa langkah yang diperlukan.

Dedie mengatakan, kondisi Covid-19 di Kota Bogor saat ini makin mengkhawatirkan. Sebab, beedasarkan grafik data kasus aktif mencapai 19,3 persen atau 1.084. Kemudian, untuk presentase kesembuhan 78,4 persen (4.408 kasus), sedangkan presentase kematian mencapai 2,4 persen (134 kasus).

Begitupun dengan keterisian tempat tidur rumah sakit dan ICU yang telah menyentuh 90 persen. Sementara diketahui, setiap daerah yang diwajibkan PSBB lantaran parameter jumlah kasus telah atau hampir melampaui ambang batas yang telah ditentukan pusat.

Diantaranya, tingkat kesembuhan dibawah 82 persen, tingkat kematian mencapai 3 persen dan keterisian tempat tidur isolasi dan ICU di RS mencapai 70 persen. “Untuk keterisian tempat tidur di RS se-Kota Bogor sudah 90 persen,” jelas Dedie yang juga Wakil Wali Kota Bogor.

Dedie menegaskan bahwa pihaknya kini tengah mempersiapkan sosialisasi kepada masyarakat dan dunia usaha terkait kebijakan PSBB. “Memang benar saat ini laju peningkatan kasus penularan cukup tinggi sementara daya tampung RS semakin sedikit. Tapi belum segenting wilayaj Jabodetabek yang lain,” ungkapnya.

Kendati akan kembali menerapkan PSBB, namun Dedie menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyesuaian-penyesuaian dengan kondisi Kota Bogor. “Tapi itu masih dibahas. Mungkin beberapa hari kedepan akan diumumkan. Sekarang masih ada langkah-langkah yang perlu dipersiapkan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Vaksin Pertama di Bogor Disuntikan ke Wakil Wali Kota

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim akan menjadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19 di Kota Hujan. Hal itu lantaran Wali Kota Bima Arya tidak bisa divaksin Covid 19 lantaran politisi PAN itu merupakan penyintas Covid-19. “Jadi di Kota Bogor yang menjadi pertama untuk lakukan vaksin pak wakil walikota,” ujar Bima Arya kepada wartawan, Rabu  (6/1).

Sementara itu, Dedie mengaku siap jika dirinya menjadi yang pertama dilakukan vaksinasi. “Saya siap saja bila memang instruksi Mendagri seperti itu,” ungkapnya.

Dedie mengatakan bahwa syarat penerima vaksin adalah mereka yang berusia 16 hingga 59 tahun, tidak sedang hamil dan sedang tidak menyusui, tidak punya komorbit dan bukan alumni Covid-19 serta dalam keadaan sehat.

Ia berharap dengan dijadikannya sebagai orang pertama yang menerima vaksin, dapat menjadi contoh bagi masyarakat.

Seperti diketahui vaksin Covid 19 di Kota Bogor akan dilaksanakan pada 14 Januari 2021. Sesuai rencana vaksinasi akan dilakukan kepada tenaga kesehatan (nakes) dan non nakes atau tenaga Fasyanakes dengan total 9.669 orang yang tercatat Sistem Informasi SDM Kesehatan (SISDMK).

Rencananya vaksin akan dialokasikan ke Kota Bogor untuk 7.000 orang atau 14.000 dosis. Vaksin sendiri bakal dipusatkan di gudang farmasi Dinas Kesehatan Kota Bogor.

** Fredy Kristianto

Jawa dan Bali Diberlakukan PSBB

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pemerintah menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Pulau Jawa dan Provinsi Bali. PSBB Jawa-Bali ini berlaku pada 11 hingga 25 Januari 2021. Pemerintah membatasi kegiatan masyarakat tersebut untuk menekan penularan virus Corona (Covid-19). Keputusan tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

“Penerapan pembatasan secara terbatas dilakukan provinsi di Jawa dan Bali karena seluruh provinsi tersebut memenuhi salah satu dari empat parameter yang ditetapkan,” kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Rabu (6/1).

“Oleh karena itu pemerintah membuat kriteria terkait pembatasan kegiatan masyarakat dan ini sesuai dengan UU yang dilengkapi PP 21 Tahun 2020, di mana mekanisme pembatasan tersebut. Pembatasan ini kami tegaskan bukan pelarangan kegiatan, tetapi pembatasan,” ujar Airlangga.

Dalam mengambil kebijakan ini, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah melihat data perkembangan penanganan Covid-19, seperti zona risiko penularan virus corona, rasio keterisian tempat tidur isolasi dan ICU. Selain itu, pemerintah juga melihat kasus aktif Covid-19 yang saat ini telah mencapai 14,2 persen.

Menurut Airlangga, pembatasan sosial di provinsi, kabupaten, atau kota harus memenuhi parameter terkait penanganan Covid-19. Parameter tersebut antara lain, tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional sebesar 3 persen. Kemudian tingkat kesembuhan di bawah nasional sebesar 82 persen.

Selanjutnya, kasus aktif di bawah kasus aktif nasional sebesar 14 persen, dan keterisian RS untuk tempat tidur isolasi dan ICU di atas 70 persen. Pembatasan kegiatan masyarakat ini antara lain membatasi tempat kerja dengan WFH 75 persen, belajar dilakukan secara daring, jam operasional pusat perbelanjaan, hingga jam operasi moda transportasi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo berbicara soal antisipasi karantina wilayah atau lockdown usai Indonesia memiliki kasus aktif virus corona (Covid-19) lebih dari 110 ribu.  Jokowi mengatakan sejumlah negara telah menempuh kebijakan itu. Ia meminta para menteri untuk bekerja keras menangani pandemi.

** ass

Cegah Covid -19 Nyebar, Uji Coba PTM Batal

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kabupaten Bogor akan memperpanjang pembelajaran daring atau jarak jauh dan membatalkan rencana uji coba Pembelajaran Tatap  Muka (PTM). “Keputusan membatalkan rencana uji coba PTM, pertimbangannya karena kasus penyebaran dan penularan Covid -19 belum melandai,”kata Bupati Ade Yasin, Rabu (06/01).

Ade mengatakan, sistem pembelajaran daring berlaku untuk semua tingkatan sekolah mulai dari SD, SMP/MTs serta SMA/SMK/MA. “Faktor keselamatan siswa harus menjadi perhatian kita, makanya untuk saat ini PTM tidak diperkenakan dulu, termasuk di kecamatan yang katagori oranye,” ujar perempuan kedua yang memimpin Kabupaten Bogor itu.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) berencana menggelar uji coba PTM, di mana satu kecamatan hanya satu SMP dan SMA yang diperbolehkan menggelar PTM dan untuk SD tiap desa hanya satu sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Entis Sutisna, kepada Jurnal Bogor, sebelumnya pernah mengatakan, jika pandemi Covid -19 berkepanjangan dan PTM belum bisa dilaksanakan, Dinas Pendidikan sudah saat ini sedang mematangkan kurikulum darurat.

“Kurikulum darurat akan dipakai atau diterapkan, jika pandemi memakan waktu panjang yang tak memungkinkan, metode pembelajaran tatap muka dilaksanakan,” katanya.

Entis  mengatakan, kurikulum darurat nantinya materi pembelajaran yang disampaikan guru pada siswa SD dan SMP,  tak lagi menonjolkan sisi teori yang mengharuskan siswa menjawab pertanyaan, namun arahnya lebih pada praktikum yang meransang imajinasi siswa. “Semisal untuk mata pelajaran pengetuan alam, siswa diberi tugas membuat bola dunia atau globe dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di rumah. Nah, dari pembuatan bola dunia itu siswa secara tidak langsung akan belajar beberapa mata pelajaran mulai matematika, ilmu sosial hingga budaya,” tutupnya.

** Mochamad Yusuf

Pancawati Jadi Sentra Wisata Kabupaten Bogor

0

Andalkan Sejuknya Udara dan Pemandangan Alam Kaki Gunung Pangrango

Caringin | Jurnal Inspirasi

Destinasi wisata di Kabupaten Bogor, bukan hanya kawasan Puncak yang lokasinya berada di Kecamatan Cisarua dan Megamendung saja, tapi ada di beberapa wilayah, satu diantaranya Pancawati, Kecamatan Caringin. Desa Pancawati, yang berada di kaki Gunung Pangrango, sekarang ini banyak diincar investor untuk membuka usaha, seperti resto dan kafe dengan latar belakang pemandangan alam nan indah dan udara yang sejuk.

Eko M. Restoe Boemi

“Pancawati merupakan surga tersembunyi yang ada di Kecamatan Caringan. Nah, potensi alam yang indah itu harus dimanfaatkan untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi, tentunya dengan tidak mengabaikan aspek kelestarian lingkungan,”kata Ketua Himpunan Pengusaha Kecamatan Caringin (HPKC) Eko M. Restoe Boemi, kepada Jurnal Bogor, Rabu (06/01).

Direktur Kedai Kopi Daong itu mengatakan, panaroma alam di Pancawati,sebenarnya tidak kalah dengan kawasan Puncak, bedanya di Pancawati tidak ada perkebunan teh. “Pancawati tinggal dikelola saja dengan baik. Saya optimis kedepan, destinasi wisata yang ada di Pancawati akan banyak mendatangkan keuntungan secara ekonomi, tak hanya untuk Pemerintah Kabupaten Bogor saja, tapi juga warga setempat, minimalnya dengan banyak destinasi wisata angka pengangguran pun bisa ditekan,” ujar Eko.

Namun, kata Eko, untuk menjadikan Pancawati, sebagai destinasi alternative setelah Puncak butuh waktu, karena selain memerlukan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah, khususnya soal tata ruang dan pembenahan infrastruktur, pola pikir masyarakat pun harus ikut menyesuaikan. “Sektor wisata Kabupaten Bogor itu potensi sangat besar, sayangnya infrastruktur menuju lokasi atau tempat wisata itu kurang memadai, salah satunya kondisi jalan yang masih sempit,” ungkapnya.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor yang tinggal di Kecamatan Caringin, tepatnya di Desa Ciderum, Abdul Jalil membenarkan, potensi wilayah selatan, di luar Cisarua dan Megamendung, untuk dijadikan destinasi alternative dengan suguhan pemandangan alam sangat besar. “Nah, di sinilah perlu ada regulasi soal pemanfaatan ruang. Artinya antara pengembangan wisata dengan pelestarian lingkungan harus sejalan,” katanya.

Menurut Jalil, destinasi wisata di wilayah Caringin, khususnya Pancawati itu belakangan ini mulai dikenal pelancong dari berbagai daerah. “Jarak Pancawati dengan Jakarta kan tidak terlalu jauh, apalagi setelah adanya Jalan Tol Bocimi, jarak tempuh bisa dipersingkat, dan yang paling utama tidak ada kemacetan seperti di kawasan Puncak,”tutupnya.

** Dede Suhendar

Kades Karacak Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Paguyuban Kades se-Bogor Barat

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor

Ketua Paguyuban Kepala Desa yang ada di wilayah Bogor Barat, Kabupaten Bogor mengelar musyawarah pemilihan Ketua Paguyuban Kades se-Bogor Barat di Villa Bambu Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng. Secara aklamasi, dari 14 paguyuban kepala desa yang ada di Bogor Barat,  12 ketua paguyuban sepakat memilih Hj Onas, Kepala Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang sebagai Ketua Paguyuban Kepala Desa se- Bogor Barat.

Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Leuwisadeng yang diwakili Didin Hafidudin mengatakan, salah satu tujuan musyawarah ini adalah menyatukan persepsi dan perjuangan bersama demi mewujudkan kepentingan masyarakat desa.

Adapun tujuan lain, untuk memperkuat branding kepala desa sebagai motor penggerak pemerintahan di tingkat paling bawah. Selain itu,  untuk memperkokoh persatuan antar kepala desa se-Kabupaten Bogor dan menjadi inisiasi serta mediator kepentingan pusat, provinsi, dan daerah.

“Pemilihan dilakukan secara demokrasi, guyub dan rukun.  Selamat kepada Ketua Paguyuban Kades Se Bogor Barat, Kabupaten Bogor priode 2021-2026 yakni Hj Onas, ” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Bogor Barat, Kabupaten Bogor, Hj Onas mengaku kaget terpilih aklamasi. Padahal, pemilihan ketua paguyuban dengan cara setiap ketua paguyuban yang ada di kecamatan mengusulkan calonnya.

“Saya berterima kasih atas kepercayaan teman-teman kepala desa yang sudah memilih saya. Program pertama kita akan mengadakan raker dan membahas program jangka pendek dan jangka panjang, salah satunya persoalan pemekaran Bogor Barat,”pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Jelang Bebas, Keluarga ABB Diwajibkan Bawa Surat Tes Rapid Antigen

0

Gunung Sindur | Jurnal Inspirasi

Jelang bebas murni Abu Bakar Ba’asyir (ABB) dari Lapas Kelas IIA Gunung Sindur, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor pada Jumat (8/1/2020) pekan ini, pihak Lapas melakukan koordinasi dengan TNI-POLRI dan BNPT termasuk dengan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Polres Bogor dan Pihak TNI serta BNPT dan juga Gugus Tugas Covid-19 terkait bebasnya ABB pada hari Jumat tanggal 8 Januari 20201,” kata Kalapas Kelas IIA Gunung Sindur, Mujiarto kepada wartawan, Rabu (6/1/2021).

Jelas Mujianrto, meski sudah dipastikan bebas murni, namun Mujiarto belum dapat memastikan secara detail terkait waktu pembebasannya. Menurut Mujiarto, pihaknya harus berkoordinasi dengan aparat terkait lainnya.

“Untuk jam kerja Lapas Gunungsindur dari jam 08.00 WIB sampai 17.00 WIB, untuk tepatnya di antara itu, karena kita akan berkoordinasi dengan pihak lainnya seperti Densus, BNPT, dan pimpinan kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mujiarto menegaskan bahwa penjemputan Abu Bakar Baasyir hanya diwakili pihak keluarga dan tim pengacara. “Untuk pembebasannya, untuk penjemput dari pihak keluarga atau tim pengacara untuk melengkapi syarat seperti rapid test antigen,” bebernya.

Mujiarto juga mengatakan untuk pengamanan tentu akan diperketat dan ekstra, mengingat ABB sendiri merupakan terpidana teroris. “Tentu kalau terpidana teroris pengaman itu ada peningkatan ekstra,” ujarnya.

Sementara itu, Mujiarto membeberkan bahwa Abu Bakar Baasyir bebas murni setelah menjalani hukuman sebanyak 15 tahun dan mendapatkan 56 remisi. “Kalau total pidana keseluruhan Abu Bakar Baasyir itu 15 tahun. Itu dimulai dari Lapas Pasir Putih, kemudian di Lapas Gunungsindur sejak 2016. Jadi total remisi sejumlah 56 bulan yang terdiri dari banyak remisi. Remisi umum, 17 Agustus, Idul Fitri, Dasawarsa ada remisi hakim berkepanjangan,” tegasnya.

** Cepi Kurniawan

Farda Jadi Caretaker Kadin Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Farda Sanberra, pengusaha muda asal Ciampea dipercaya Kadin Jawa Barat menjadi caretaker Kadin Kabupaten Bogor. Hal tersebut terungkap saat silaturahmi antara pengurus Kadin Kabupaten Bogor dengan Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf Sukur Hemanto di Makodim 0621 Kabupaten Bogor, Rabu (6/1/2021).

“Saya dipercaya Kadin Jabar untuk menjadi caretaker Kadin Kabupaten Bogor,” ujar Farda saat memperkenalkan diri di hadapan Dandim 0621 Kabupaten Bogor.

Lebih lanjut Farda menuturkan, kepengurusan Kadin Kabupaten Bogor dipenuhi oleh anak-anak muda yang profesional di bidangnya masing-masing. Di kepengurusan ini, ada sekitar 25 wakil ketua, sesuai dengan bidang profesionalitasnya. “Kepengurusan kita terdiri dari 70 persen pengusaha dan 30 persen politisi dan media. Itu sesuai hasil Munas,” jelas Farda.

Farda menuturkan, kepengurusannya akan diresmikan di akhir bulan ini. Rencananya, dalam waktu dekat akan digelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) Kadin Kabupaten Bogor, dilanjutkan dengan pelantikan pengurus. “Pelantikan rencananya akan dilaksanakan di salah satu hotel di sekitar Cibinong. Saat ini kita sedang mempersiapkan semua hal,” jelasnya.

Sementara itu, Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf Sukur Hermanto menuturkan harapannya terhadap Kadin Kabupaten Bogor tersebut. Dia mengatakan, pengurus yang didominasi anak muda tersebut diharapkan bisa membangkitkan perekonomian Kabupaten Bogor. “Pengurusnya masih muda-muda, saya harapkan mereka bisa bergerak cepat, gesit dan bisa membaca dan membuat peluang usaha,” ujar Dandim.

Selain itu, ujar Dandim, diharapkan para pengurus Kadin bisa memanfaatkan teknologi yang terus berkembang untuk mendukung perkembangan dunia usaha di Kabupaten Bogor. “Sekarang ini zaman IT, diharapkan para pengurus bisa memaksimalkan teknologi ini, baik untuk pemasaran produk-produk yang dikelola anggota Kadin maupun teknologi lainnya,” harapnya.

** Nay Nur’ain

Sudah Lewati SOP, Banbup Tahap III Selesai Disalurkan

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Bantuan beras dari Bupati Bogor tahap ke-3 untuk warga terkena dampak Covid-19, rampung di distribusikan di akhir Desember 2020 lalu. Sekitar 6000 ton beras sudah selesai dibagikan kepada 200.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 40 kecamatan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor, Nuradi menjelaskan, di tahap ketiga ini pendistribusian atau penyaluran beras bansos dari Bupati Bogor, melibatkan Perum Bulog untuk 29 kecamatan dan Perumda Tohaga untuk 11 kecamatan.

Nuradi mengungkapkan, untuk pelaksanaan pendistribusian semua sudah melewati SOP yang berlaku, yaitu mulai dari QC (quality control) yang disaksikan oleh kedua dua belah pihak untuk memastikan dari segi kuantitas dan kualitas beras, yakni stock beras yang tersedia dan kualitas beras medium.

Menurutnya, pelaksana penyaluran beras dari gudang beras yang ditunjuk oleh pihak Perum Bulog dan Perumda Tohaga, disalurkan oleh pihak TNI, Polri dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor ketiap desa atau kelurahan.

 “Jika ada pengaduan atau keluhan resmi terkait dengan kualitas beras, silakan melaporkan kepada desa atau kelurahan masing-masing,” ungkapnya kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Ia menegaskan, bahwa kualitas beras  selalu menjadi prioritas. Bahkan, pihaknya sudah menginstruksikan aparat wilayah, termasuk camat beserta jajaran untuk tidak menerima beras yang kualitasnya jelek.

“Bila terjadi, silahkan lapor call center melaui RT dan RW serta kelurahan untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur. Hot line call center tanggap Bansos berlaku 3 x 24 jam setelah pengiriman beras ,” tegas Nuradi.

Sementara, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Tohaga, Haris Setiawan selaku salah satu instansi pengadaan barang, mengaku siap jika terdapat keluhan. Dalam program bantuan Bupati tahap III bagi keluarga terdampak Covid-19, lanjutnya, Perumda Pasar Tohaga bertanggung jawab atas 2.286.300 kg beras.

Haris menjelaskan, jika fakta di lapangan ditemukan beras yang tidak sesuai kualitas atau kuantitas, silakan laporkan untuk dilakukan penggantian.  “Kami akan ganti sebagai bentuk pelayanan,” jelasnya.

Sebelumnya, Ela, KPM beras bantuan di RT 11 Desa Cariu mengakui, beras bantuan Bupati yang diterimanya akhir Desember lalu baik. Sebanyak dua karung beras masing masing 15 kg diterimanya beberapa minggu lalu melalui RT dan RW setempat.

 “Terimakasih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berasnya bagus, sudah kami masak dan tidak pera,” tukasnya.

** Dede Suhendar