31.5 C
Bogor
Tuesday, April 21, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1380

Sekelompok Monyet Turun ke Jalan di Pancawati

0

Caringin | Jurnal Bogor

Sekelompok monyet hutan turun ke jalan di ruas jalur alternatif Pancawati-Tapos, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Monyet-monyet itu berkeliaran, untuk mencari makan dengan mendatangi warga yang sedang berada di warung kopi.

Dadan Sudanji, warga Desa Pancawati mengatakan, sejak tujuh bulan lalu, monyet-monyet yang berasal dari hutan Gunung Gede Pangrango turun dan berkeliaran untuk mencari makan.  “Waktu itu musim kemarau. Mungkin tidak ada pasokan makan, monyet-monyet ini akhirnya turun ke jalan,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurut Dadan, awalnya hanya tiga monyet, yakni satu monyet berjenis kelamin betina dan dua lagi pejantan. Karena berkembang biak, akhirnya sekarang bertambah banyak menjadi 23.

Dadan mengungkapkan, setiap hari sekelompok monyet ini mulai dari pagi sampai sore sudah turun ke jalan dan menunggu warga yang memberikan makan.

 “Kebetulan saya punya warung kopi dan ada makanan. Makanya saya suka berikan makanan apa saja, mulai dari roti, gorengan, pisang dan lainnya yang bisa di makan,” jelas pria yang seharinya sebagai buruh pabrik di perusahaan air di wilayah Pancawati.

Keberadaan monyet-monyet tersebut, lanjutnya, selama ini tidak pernah galak atau pun membuat warga takut. Sebab, monyet ini hanya ingin makan dan tidak pernah berbuat macam-macam. “Hanya dengan dikasih makan, sekelompok monyet ini lalu pergi lagi. Baru besoknya kembali lagi ke sini,” papar Dadan.

Dadan pun mengaku, tidak khawatir terhadap monyet-monyet yang beragam, mulai dari induk sampai anaknya berbuat sesuatu ke tempat usahanya itu. “Monyetnya baik, tidak pernah ambil makanan di warung. Dan monyet-monyet itu hanya makan yang diberikan warga,” paparnya.

Bahkan, karena sudah merasa tidak aneh lagi, banyak warga yang sengaja datang ke warung hanya sekedar untuk memberikan makan kepada monyet.  “Warga sini ada yang nitip uang ke saya agar memberikan makanan untuk monyet. Ada juga yang sengaja membeli pisang untuk diberikan ke monyet-monyet disini,” imbuhnya.

Tak hanya di lokasi warung kopi, sekolompok monyet lain juga kerap mendatangi lokasi Kopi Daong untuk mencari makan.  “Saat Daong tutup, monyet-monyet itu sampai memberantakan tempat sampah yang ada di Daong. Karena tidak ada makanan,” tukas Asep, warga Pancawati lainnya.

** Dede Suhendar

Sungai Cileungsi Kembali Tercemar, Achmad Fathoni Minta DLH Lebih Serius Menangani

0

Cileungsi | Jurnal Inspirasi

Kondisi Sungai Cileungsi yang berada di dua kecamatan yakni Gunung Putri dan Cileungsi, Kabupaten Bogor memprihatinkan. Warga sekitar jalur jembatan Cikuda dan Kota Wisata pun merespon kondisi sungai tersebut. Bahkan tak sedikit yang melaporkan hal tersebut kepada petinggi daerah, termasuk salah satunya ke wakil rakyat yaitu Achmad Fathoni, anggota DPRD Kabupaten Bogor di Komisi 3 dari Fraksi PKS.

Dalam laman Facebooknya, Achmad Fathoni juga mengunggah sebuah video yang menunjukkan kondisi air Cileungsi jauh dari kata bersih. Justru berbau, kotor, dan berbusa. Kuat dugaan sungai tersebut terindikasi limbah pabrik dan bahan kimia yang menimbulkan busa putih pada permukaannya.

Achmad Fathoni berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk bersikap lebih tegas dan serius dalam melakukan pemantauan.  “Intinya, saya ingin DLH lebih serius, tegas, dan melibatkan masyarakat dalam pengawasan,” demikian keterangan tertulisnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (7/1).

“Dan saya siap membantu dalam hal budgeting, controlling serta pelibatan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara Kadis DLH Asnan saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya sudah menyusuri sungai Cileungsi dan mengambil sempel untuk mengetahui asal indikasi bahan kimia yang mencemari sungai.

Sejak 2019 lalu, Sungaui Cileungsi sudah dilaporkan tercemar, berbau, dan berwarna hitam. Bupati Bogor Ade Yasin, beserta anggota BPBD Kabupaten Bogor ikut turun menyisir sungai itu. DLH juga menindak tegas warga serta pabrik yang membuang limbah ke sungai, hingga tercatat beberapa perusahaan terbukti membuang limbahnya tanpa proses ke aliran Sungai Cileungsi.

** Nay Nur’ain

Pengawasan Jalan Leuwinutug – Hambalang Patut Dipertanyakan

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

UPT Pengawasan Jalan dan Jembatan Cileungsi diduga main mata dengan penyedia jasa peningkatan Jalan Leuwinutug – Hambalang PT. Toleransi Aceh. Pasalnya sampai saat ini Kepala UPT Jalan dan Jembatan Cileungsi Zulkifli enggan untuk memberikan penjelasan perihal keterlambatan pengerjaan jalan tersebut.

Sementara pelaksana pekerjaan peningkatan jalan Leuwinutug – Hambalang, Ikok mengatakan, dirinya hanya kontrak upah tenaga ngecor. “Saya hanya kontrak tenaga ngecor sama Pak Jhon Pasaribu,” kata Ikok saat dikonfirmasi Jurnal Bogor melalui WhatsApp.

Namun Jhon Pasaribu yang menurut keterangan adalah kontraktor dari PT Toleransi Aceh saat dihubungi tidak merespon.

Heri warga sekaligus pemerhati kontruksi jalan dan jembatan, sangat menyayangkan sikap penyedia jasa dan pengawas dari UPT Jalan dan Jembatan Cileungsi serta konsultan. Menurutnya ketiga pihak tersebut berperan penting atas pekerjaan peningkatan jalan Leuwinutug – Hambalang yang hanya dikerjakan selama 2 minggu dari 3 bulan waktu kerja yang seharusnya.

“Wwal dilaksanakannya pekerjaan sudah ada yang ditutupi, menurut salah satu pekerja bilang kalo ini adalah anggaran sisa Silpa bukan tender, itu yang menyeruak di masyarakat, karena ketidaktahuan maka manggut-manggut aja,” kata Heri.

Dia merasa heran karenal pengawasan berlapis, tapi masih saja kecolongan pekerjaan. “Kalo PT Toleransi Aceh bisa menyelesaikan pekerjaan hanya dengan waktu 2 minggu untuk apa Pemda memberikan waktu 90 hari kalender, kan itu buang-buang anggaran, dan kalau pun PT. Toleransi Aceh melakukan pelanggaran karena telat star kenapa dipaksakan, dan tidak dilakukan tender ulang. Kalau bukan main mata apa namanya?,” jelas Heri.

“Lihat hasil dari pekerjaan yang dipaksakan selesai tepat waktu agar tidak kena penalti padahal telat star, hampir dalam jarak 30-50 Meter kondisi beton sudah retak dan pecah, retakan ada yang di silent ada yang tidak, seperti apa pengawasan yang dilakukan jika masih ada pekerjaan yang seperti ini, sama-sama dibayar pake uang negara bukan berarti sama-sama melakukan kerjasama,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Dibantu BPBD, 5 Rumah Korban Bencana Alam di Batutulis Langsung Dibangun

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Lima rumah warga Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung  yang terkena dampak bencana alam tanah longsor dan angin puting beliung kini dibangun. Bantuan rehabilitasi rumah bagi warga korban itu dating dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

Ketua Pelaksana Kegiatan Erwin Jamaludin menerangkan, warga yang mendapat bantuan tersebut yakni  Lilis (25) warga Kampung Pasirgintung RT 03 RW 04; Ipip (35) dan Yadi (38), warga asal Kampung Cibokor RT05 RW 06; Utang (50) Kampung Cipetir RT 01 RW 06 dan Suhayani (62), warga Pondok Bujang RT 01 RW07.

Sementara warga korban bencana tersebut atas nama Utang sebelumnya hancur akibat diterjang longsor yang terjadi pada awal Januari 2020.  Lalu keempat rumah lainnya mengalami kerusakan akibat bencana alam sekitar September hingga  Oktober.

Erwin Jamaludin menyatakan, bantuan perorangan berupa rehab rumah langsung bagi korban bencana alam ini sejatinya sejak dulu sangat dinanti oleh masyarakat Batutulis yang menjadi korban bencana. “Baru sekarang ini, baik tanah longsor maupun musibah angin puting beliung kini rumahnya langsung diperbaiki,” kata Erwin kepada Jurnal Bogor, Kamis (8/1).

Mereka mendapat bantuan berupa uang mulai  dari Rp 7.500.000 hingga Rp15.000.000. Besaran bantuannya tidak sama, tergantung dilihat pada kerusakan ringan atau berat.

Erwin Jamaludin yang akbrab disapa Boni mengaku mendukug kebijakan Pemkab Bogor untuk memberikan bantuan rehab rumah langsung kepada masyarakat yang rumahnya terkena bencaña alam. ” Ditengah sulit ekonomi, warga sangat terbantu dengan adanya bantuan sosial rehab rumah dari BPBD,” akunya.

“Kalau tidak dibantu pemerintah masyarakat mau dari mana, apalagi ditengah wabah Covid- 19 yang masih berlangsung otomatis berdampak ekonomi masyarakat menjadi sulit. Bantuan ini memang sangat diharapkan oleh masyarakat pasca bencana alam,” ujar Erwin.

Salah satu warga korban, Lilis mengaku bersyukur atas bantuan dari BPBD untuk perbaikan rumahnya, begitu juga Ipip, pihaknya langsung belanja bahan material setelah pencairan yang diambil di kantor pos setempat. ” Bantuan untuk rehabilitasi rumah ini akan kami gunakan sebaik mungkin,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Terus Meningkatnya Covid-19, Koramil 2115/Kemang dan Petugas Gabungan Operasi Yustisi

0

Kemang  | Jurnal Inspirasi

Terus meningkatnya angka penularan Covid-19 di wilayah Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bogor, Koramil 2115 /Kemang bersama petugas gabungan tidak henti-hentinya melaksanakan Operasi Yustisi, dan penegakan disiplin pencegahan Covid -19 di Jalan Raya Pondok Udik, Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kamis (7/1/2020).

Salah satu anggota Koramil 2115/ Kemang, yang memimpin kegiatan, Sertu Sukamdi mengatakan, Operasi Yustisi gabungan dilakukan demi menekan penyebaran virus Corona yang dikhawatirkan meningkat setiap harinya.

“Salah satunya sebagai upaya menekan penyeberan Covid-19 yang terus menerus meningkat setiap harinya, Operasi Yustisi terus dilakukan sebagai upaya pemerintah menertibkan masyarakat yang masih kurang disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” ujarnya di sela-sela kegiatan operasi.

Masih kata Kamdi, sapaan akrabnya, dari hasil operasi tersebut, anggota gabungan memberikan teguran puluhan sanksi sosial kepada masyarakat yang tidak menaati protokol kesehatan saat berkendara di jalan. Dirinya juga berharap, pemberian sanksi dan teguran yang dilakukan dapat memberi pelajaran ke masyarakat terkait masalah kesehatan di masa pandemi Covid-19.

“Penindakan yang kami lakukan tujuannya tentu agar masyarakat yang melanggar mendapatkan efek jera, sehingga kedepannya kami berharap mereka dapat lebih mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Jelang Bebas Besok, Pengacara ABB Datangi Lapas Antarkan Obat

0

Gunung Sindur | Jurnal Inspirasi

Jelang pembebasan Abu Bakar Ba’asyir (ABB) pada Jumat (8/1) besok, tim pengacara kembali menyambangi Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur dengan menggunakan kendaraan roda dua untuk mengantarkan obat gatal. Musababnya, ABB diketahui mengalami bentol pada sekujur tubuhnya akibat alerginya kumat.

“Iya hari ini saya mengantar obat gatal sesuai pesanan beliau karena kumat alerginya, sementara keluarga ABB sudah berada di Jakarta,” kata salah satu tim pengacara ABB, Hasyim Abdullah kepada wartawan usai menyambangi lapas, Kamis siang (7/1/2021).

Ia juga menjelaskan, pihaknya pun sudah membawa beberapa barang yang digunakan selama berada di lapas Gunsin. “Tadi kita bawa baju, selimut serta buku yang sudah dikemas. Nantinya bakal dihantarkan ke Solo, besok Jumat pas kepulangan beliau,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, diperkirakan keluarga akan menjemput ABB dan tidak membawa orang banyak karena tidak boleh ada kerumunan. “Besok pihak keluarga hadir kurang lebih 4 orang yang menjemput bersama tim dokter dengan dikawal langsung oleh Densus 88,” katanya.

Ketika ditanyai hasil rapid antigen, semua keluarga ABB dinyatakan negatif. Karena, ini sesuai permintaan tim Satgas Covid-19 untuk menghindari penyebaran virus Corona.

“Alhamdulilah hasil rapid antigen keluarga negatif, tinggal tim pengacara baru keluar sore ini, mudah-mudah penjemputan besok lancar dan tidak ada kendala,” tutupnya.

** Cepi Kurniawan

Pembobol ATM di Dramaga Dihakimi Warga

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pelaku pembobol ATM di RS Medika Dramaga, Kelurahan Margajaya, diamankan polisi pada Kamis (7/1/2021). Satu pelaku kabur dan satu lagi  sempat dihajar warga sebelum ditangani polisi.

Aksi pembobolan ATM itu dibenarkan Kanit Reskrim Polsek Dramaga IPDA Ano, namun pelaku diserahkan ke Polsek Bogor Barat, Polres Kota Bogor karena TKP-nya ada di wilayah kukum Polres Kota Bogor.

“Sudah diserahkan ke Polsek Bogor Barat sesuai lokasi TKP RS Medika Dramaga, Kelurahan Dramaga Margajaya, Kecamatan Bogor Barat,” kata IPDA Ano saat dikonfirmasi.

Ia mengatakan sebelum dibawa ke Polsek Dramaga dan diserahkan Ke Polsek Bogor Barat, satu pelaku babak belur karena dihajar warga, namun rekannya melarikan diri dengan kendaraan roda empat.

“Tadi saat dibawa ke sini udah bengep-bengep  sama warga yang nangkep,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Terpilih Jadi Koordinator WI, Widi Hardjono Gercep Susun Kepengurusan dan Program Kerja

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Widyaiswara (WI) Utama Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, Widi Hardjono terpilih menjadi Koordinator WI (Korwid). Tak menunggu waktu Ia langsung menyusun kepengurusan baru yang dituangkan dalam bentuk SK untuk ditandatangani Kepala PPMKP dilanjutkan dengan menyusun program kerja.

“Kami sudah susun pengurus yang baru dan tinggal penyelesaian draft SK untuk ditandatangani Pak Kapus dan secepatnya akan nyusun program/kegiatan 2021,“ ungkapnya, Kamis (7/01/2021).

Ia melanjutkan WI merupakan bagian dari program/kegiatan sebuah  lembaga pelatihan. Untuk itu WI haruslah memaksimalkan pelayanan pelatihan yang telah direncanakan oleh lembaga yang menaunginya.

“ Disamping itu tentunya juga kegiatan internal untuk WI yaitu peningkatan profesionalisme WI (sertifikasi profesi), Seminar, dan peningkatan kompetensi WI baik melalui online training maupun inhouse training dengan mempertimbangkan juga ketersediaan anggaran, “ lanjutnya.

Binda Kharismarina panitia pemilihan mengatakan mekanisme pemilihan dilakukan secara online diawali dengan menentukan terlebih dahulu persyaratan kualifikasi calon ketua dan mekanisme pemilihan. Persayaratannya  calon korwid minimal jabatan madya/pangkat IIId, diutamakan yang belum pernah menjadi koordinator, dan sehat jasmani rohani.

“ Mereka yang masuk persyaratan masuk dalam daftar calon koordinator Koordinatorat WI, Setelah daftar nama WI yang masuk persyaratan sebagai calon koordinator ditentukan, WI memilih/voting, lalu dua suara terbanyak  akan terpilih menjadi kandidat calon koordinator.  Kemudian ditemukan dua suara terbanyak , WI voting lagi. Yang memperoleh suara terbanyakah yang menjadi koordinator WI, “ terang Binda.

Tetapi jika pada saat voting pertama sudah terlihat mayoritas suara, artinya ada satu orang yang suaranya sangat dominan,  yakni 75 persen dari jumlah quorum  maka atomatis terpilih menjadi ketua.

“ Quorumnya 2/3 jumlah WI. Dari mekanisme tersebut yang tepilih menjadi Koordinator WI periode 2021-2022  pak Widi Hardjono dan wakil pak Chidmat Hamdani, yang kemudian membentuk struktur kepengurusan bersama WI, “ tuturnya.

Terpilihnya Widi Hardjono mengundang berbagai ungkapan harapan dari rekan – rekannya sesama WI. Seperti diungkapkan Renata Inagurata Damanik. WI yang akrab disapa Poppy ini menyampaikan harapan agar korwid terpilih dapat menjadi jembatan antara fungsional dan manajemen serta dapat mewujudkan inspirasi dan kerja optimal untuk peningkatan kompetensi widyaiswara serta pengembangan pelatihan di PPMKP.

Mengutip arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa lembaga pelatihan harus menghasilkan dan mencetak calon petani, petani milenial, praktisi atau eksekutor pembangunan pertanian yang profesional, kompeten, dan mempunyai jiwa wirausaha melalui pendidikan dan pelatihan.

Untuk itu WI  berperan dalam memfasilitasi “transfer of knowledge”.   WI merupakan salah satu ujung tombak untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia peserta yang dilatih,  dituntut untuk terus  meningkatkan kompetensi dan kapasitasnya agar semakin profesional.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui berbagai terobosan program yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus berupaya membangun kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM). Ini dilakukan untuk mewujudkan percepatan penumbuhan dan penguatan petani muda dalam visi besar Indonesia maju.

** Regi/PPMKP

Pemburu Babi Asal Sukabumi yang Hilang di Gunung Gede Pangrango Ditemukan di Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Abi Abdillah (25), warga Desa Parungseah RT 02 RW 08, Kabupaten Sukabumi akhirnya dapat ditemukan warga Bogor di sekitar kawasan  Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Selasa (5/1), yang kemudian dilaporkan ke tim pencarian. Abi sebelumnya dinyatakan hilang saat memburu babi, Minggu (3/1).

Abi sempat hilang kontak dengan rekan-rekannya karena dia tersesat jauh dari titik awal dikabarkan hilang di Pakauman, Wangunjaya, Ciambar-Sukabumi. Namun dia diketahui masuk wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kondisi pria itu terluka hingga ditandu tim pencarian dan setibanya di pos pencarian langsung mendapat penanganan medis.

“”Alhamdulillah sudah ditemukan selamat. Namun kondisinya lesu,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.

Abi Abdillah mendapatkan penanganan tim medis karena kondisinya lemah dengan mengalami luka-luka pada bagian kaki dan tangannya. Saat menempuh perjalanan itu Abdi menceritakan, menginjak semak-semak berduri dan melewati gelapnya malam di hutan.

Usai ditemukan oleh warga yang berada di kawasan TNGGP, kemudian dibawa ke perkampungan. Luka baret ada di kaki dan tangan. Langkah selanjutnya melakukan pemeriksaan kesehatan, setelah itu dikembalikan ke pihak keluarga.

** Muhamad Ilfadin Yusri [MG/Unp-Jb]

Netizen Bongkar Pemulung yang Ditemui Mensos Simpatisan PDIP

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Netizen membongkar drama blusukan yang dilakukan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau Risma di kawasan Sudirman-MH Thamrin, Jakarta. Dalam blusukan itu Risma berbincang dengan dua pemulung di Jalan Thamrin – Sudirman, Jakarta Pusat. Ternyata pemulung itu diduga merupakan simpatisan PDIP dan sehari-hari kerja menjual poster Soekarno dan jualan es kelapa muda.

Hal itu terungkap usai akun Instagram @undercover.id mempostingnya, Rabu (6/1). Dalam postingan terbagi dalam tiga foto itu terlihat berbagai bukti mulai dari dua pemulung yang makan hingga komentar di salah satu postingan. “Nitijen Indonesia gag ada obat… telitinta minta ampun,” tulisnya.

“Sebagai yg sering mondar mandir di seputaran matraman, gw penasaran juga nih sama bapak itu. Kapan2 gw samperin ah gw foto orangnya ke tempat jualan posternya di Minangkabau Manggarai,” ujar @summa_isme mengomentari sosok pengemis yang berbincang dengan Risma.

Dalam postingan lain juga terlihat dua pemulung yang ditemui Bu Risma tengah asyik makan di salah satu restoran. Foto itu kemudian diposting akun Facebook @wendrasetiawan.

Sementara Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman merasa aneh dengan blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang menemui beberapa tunawisama di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta.

“Terlepas dari belum sempurnanya Anies-Ariza, agak aneh kalau sampai ada tunawsima ngepos di Thamrin-Sudirman,” tulis Habiburokhman diakun twitter @ Habiburokhman yang dikutip, Kamis (7/1).

Selama tinggal di Jakarta, anggota Komisi III DPR itu mengaku belum pernah melihat tunawisma di kawasan Sudirman-Thamrin. “Mohon maaf, setahu ane jangankan tunawisma benaran, orang yang diduga tunawisma aja kadang ikut terbawa ke panti sosial sebelum keluarganya datang menjemput. Ya kagak?” ujarnya.

Karena itu, ia mengingatkan staf Risma untuk berhati-hati memberikan masukan kepada atasannya. Jangan sampai masukan yang salah justru merusak citra Risma yang sudah baik. “Staf Bu Risma harus lebih hati-hati, jangan sampai track record Bu Risma yang bersih, lurus, tegas dan berhasil dua periode di Surabaya justru tercoreng soal tunawisma ini,” katanya.

Aksi blusukan Risma dalam menemui sejumlah gelandangan di kawasan Sudirman-Thamrin menjadi perbincangan publik khususnya di media sosial Twitter. Ada yang menyebut aksi tersebut hanya pencitraan atau rekayasa. Pasalnya, warganet berupaya melakukan penelusuran dan membuktikan blusukan Mensos hanya pencitraan semata.

Pembuktian warganet menjadi topik menarik di media sosial. Tak segan-segan, warganet mencari tahu siapa saja yang menjadi sasaran blusukan Risma ini. Salah satunya adalah akun twitter @Andhy_SP211. Ia mengunggah beberapa potongan gambar yang berisi pembuktian warganet ini. “Gembel ternyata bisa menjadi profesi yg menguntungkan,bisa ikut Drakor tanpa casting pastiny..,” bunyi caption yang tertera pada postingan tersebut.

Pada potongan gambar yang diunggah itu, Andhy menampilkan pembuktian warganet tentang seorang gelandangan atau PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) yang ditemui Mensos Risma beberapa waktu lalu di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat.

“Kalau yg menghadap ke depan atau yg rambutnya putih/ubanan kek kenal itu, tukang jualan poster Soekarno Menang dia orang PDIP. Lokasi jualanya jln Minang kabau Manggarai, selain itu dia juga jualan kelapa muda. Terciduk juga ,” tulis akun Adhe Idol yang di-capture dan diunggah Andhy, yang dibalas oleh beberapa komentar dari akun-akun lain.

Dikutip dari Vivanews, wartawannya berkesempatan menemui langsung PMKS yang dimaksudkan dalam pembahasan warganet ini. Apa yang disampaikan oleh Adhe Idol berdasarkan alamat yang ada, memang benar.

Namun, oknum PMKS yang ditemui Mensos Risma ini enggan berbicara. Ia tak mau mengakui, bahkan saat sudah ditujukan fotonya saat ditemui Risma di depan sebuah ruko berpintu merah dan juga foto saat sedang makan di warung.

“Enggak ada, saya enggak ketemu Mensos. Hari-hari di sini (tempat jualan kelapa muda,” katanya saat ditemui di Jalan Minangkabau, Tebet, Jakarta Selatan. Di lokasi tempat ditemui PMKS ini, memang terdapat tempat jualan poster Soekarno, poster Megawati, dan poster lainnya. Persis di samping tempat jualan poster ini, terdapat sebuah lapak kelapa muda.

Tepat di depan lapak kelapa muda tersebut, wartawan menemui oknum PMKS tersebutl. Namun, pembicaraan dengan oknum PMKS ini terhenti saat seorang dari dalam lapak poster tersebut memanggilnya untuk masuk. Ia kemudian masuk ke dalam lapak dan tak mau menjawab pertanyaan wartawan.

** ass