30.4 C
Bogor
Wednesday, April 15, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1382

Kasat Pol PP Akan Periksa Izin Lingkung Gunung

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, akan melakukan pemeriksaan terhadap Lingkung Gunung di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kepemilikan perizinan tempat wisata yang ada di bawah kaki Gunung Pangrango tersebut.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho menegaskan, akan mendatangi lokasi Lingkung Gunung untuk diperiksa terkait perizinan yang sudah ditempuh pemilik. “Pemeriksaan berkas izin Lingkung Gunung secepatnya akan kita lakukan,” ujarnya kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (4/1).

Menurutnya, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Ketertiban Umum (Tibum) disebutkan, bahwa izin adalah dokumen yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) berdasarkan peraturan daerah atau peraturan lain yang merupakan bukti legalitas, menyatakan sah atau diperbolehkannya seseorang maupun badan untuk melakukan usaha atau kegiatan tertentu. “Jadi kami di Satpol PP memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan perizinan,” ujar Agus.

Selain itu, kata Kasat Pol PP, tindak lanjut dari hasil pemeriksaan menentukan langkah selanjutnya, seperti melaksanakan penyegelan hingga dilanjutkan kepada penutupan. “Kalau memang belum kantongi izin, kami akan lakukan tindakan tegas selanjutnya,” tegasnya.

Sementara, Arief Budiman, pengawas UPT Tata Bangunan yang bertugas di Kecamatan Caringin mengaku, jika surat teguran ketiga sudah dilayangkan kepada pengusaha Lingkung Gunung. “Tugas dan fungsi saya sebagai pengawas sudah di jalankan. Sekarang tinggal kewenangan dinas yang menindaklanjuti,” imbuhnya.

Sebelumnya, aktivis wilayah selatan Kabupaten Bogor, Ujang Ka’mun menegaskan, Pemkab Bogor harus menindak tegas pengusaha yang tidak mentaati aturan, terutama persoalan perizinan. Menurut Uka panggilan akrab Ujang Ka’mun, dibiarkannya pengusaha melanggar aturan di Kabupaten Bogor, sangat merugikan, terutama dari pajak pendapatan sektor perizinan.

 “Kalau tidak ngurus izin bagaimana mau masuk Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tukasnya.

** Dede Suhendar

2021, Jungle Waterpark Gencarkan Promo

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Di awal tahun 2021 ini, The Jungle Waterpark Bogor makin menggencarkan promo tiket kepada wisatawan yang akan menikmati liburan awal tahun.

“Promo awal tahun ini berlaku dari Senin 4 sampai Sabtu 31 Januari 2021, selama promo harga tiketnya sangat murah, Senin sampai Jum’at hanya Rp 45 ribuan/orang dari awalnya Rp 85 ribuan. Kalau Sabtu dan Minggu serta tanggal merah harga tiketnya hanya Rp 50 ribuan/orang dari sebelumnya Rp 100 ribu,” kata Marcomm Manager The Jungle Minia Artpita Barus, Minggu (03/01).

Selain itu, khusus Jum’at kata Minia, The Jungle memberikan harga tiket khusus Rp. 99 ribu untuk bertiga. “Syaratnya cukup dengan cek promonya di website dan medsos The Jungle, lalu posting promo di akun Instagram, Facebook atau status WhatsApp. Tunjukkan postingannya saat membeli tiket,” jelasnya.

Kemudian, kata Minia, bagi pengunjung yang berulang tahun di bulan Januari ini bisa mendapatkan tiket masuk gratis dengan syarat membawa minimal dua orang pendamping dan membawa fotocopi identitas diri. “Pendamping membayar dengan harga Rp. 45 ribu/orang,” ujarnya.

Karena masih suasana pandemi, kata Minia, semua pengunjung atau wisatawan yang akan masuk ke Jugle Waterpark harus menerapkan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker di luar kolam, cuci tangan serta pengukuran suhu tubuh. “Pengunjung dengan suhu tubuh diatas 37,5°C tidak diperkenankan masuk. Nah untuk tempat cuci tangan sudah disiapkan di sudut-sudut strategis,” tutupnya.

** Handy Mehonk

Ade Yasin: Di Kabupaten Bogor tak Ada Superman

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Sebanyak 411 inovasi daerah dilakukan Bupati Bogor Ade Yasin selama dua tahun memimpin Kabupaten Bogor, bersama Wakilnya Iwan Setiawan sejak 30 Desember 2018. “Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat melakukan perubahan-perubahan baru di Kabupaten Bogor. Tidak ada Superman di Kabupaten Bogor, yang ada adalah super team,” kata Ade Yasin dikutip dari RMOL, Senin (4/1).

Ratusan inovasi tersebut tercatat oleh Kementerian Dalam Negeri dan membuahkan penghargaan berupa Innovative Government Award (IGA) di tahun 2019 sebanyak 134 inovasi dan tahun 2020 sebanyak 277 inovasi. Kabupaten Bogor bahkan berada di urutan ketiga dari 10 besar kabupaten terinovatif yang mendapatkan IGA 2020.

Beberapa inovasi yang dilahirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor ini berupa pelayanan publik dan inovasi tata kelola pemerintah, baik digital maupun non-digital. “Dalam bidang kesehatan, administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, kepegawaian, pendidikan, pangan, penanaman modal, pertanian, keuangan, kearsipan, komunikasi dan informatika, UMKM, pariwisata, dan sebagainya,” papar politisi PPP itu.

Di samping itu, selama dua tahun terakhir Ade Yasin banyak menerima delapan penghargaan, dari tingkat provinsi dan 17 penghargaan lainnya dari tingkat nasional. Beberapa di antaranya yaitu penghargaan Bupati Entrepreneur Award (BEA) 2019, penghargaan Anugerah Pandu Negeri dengan Kategori Gold, Penghargaan Tim Koordinasi Kerjasama Daerah Kabupaten Terbaik Tahun 2019, penghargaan dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Jabar sebagai pejuang perempuan di masa Pandemi Covid-19.

** ass

Tan Malaka Diusulkan Masuk Pelajaran di Sekolah

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Ahli waris Tan Malaka ingin sejarah perjuangan penggagas Republik Indonesia itu dimasukkan ke dalam pelajaran sejarah di sekolah. Mereka meminta hal tersebut kepada pemerintah sebagai salah satu cara agar generasi penerus bangsa mengetahui kiprah Tan Malaka dalam perjuangan kemerdekaan.

Hengky Novaron Arsil Datuk Tan Malaka mengatakan masih terlalu banyak hal yang perlu digali dari Tan Malaka, baik dari segi pemikiran, perjalanan hidup, gagasan, visi, misi, dan cita-cita mulianya, untuk dipelajari oleh generasi penerus dan masyarakat. Pihaknya menilai hal itu sebagai bentuk kompensasi atas jasa Tan Malaka bagi negeri ini.

“Jasa dan peranan Tan Malaka sangat patut dikenang dalam ingatan dengan cara memasukkan kiprah sejarah yang pernah beliau lakukan ke dalam kurikulum pendidikan Sejarah. Dengan begitu, Tan Malaka akan selalu terukir di sanubari para generasi penerus bangsa ini. Memasukkan kiprah sejarah tersebut sekaligus sebagai ikhtiar melawan lupa terhadap jasa Tan Malaka,” tutur perwakilan ahli waris Tan Malaka belum lama ini.

Hengky juga berharap pemerintah memberikan hak dasar Tan Malaka sebagai pahlawan nasional. Hak dasar yang diinginkan ahli waris, kata Hengky, ialah hak untuk dibangunkan taman makam pahlawan di makam Tan Malaka di Pandam Gadang, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

“Substansi kami adalah hak-hak dasar Tan Malaka sebagai pahlawan, yaitu taman makam pahlawan di tanah kelahirannya,” ujarnya.

Bonnie Triyana, sejarawan, menyatakan sejarah perjuangan Tan Malaka penting diajarkan di sekolah agar generasi muda mengerti dan kenal bahwa pada sebuah masa Indonesia punya tokoh sejarah kaliber internasional, pemikir yang kosmopolit dengan pijakan dan keberpihakan kepada bangsanya yang tertindas.

Bagi Bonnie, bukan hanya pemikiran Tan Malaka yang layak diajarkan di sekolah, tetapi juga pemikiran semua tokoh sejarah atau pahlawan nasional dari berbagai macam spektrum pemikiran dan ideologi.

Namun, agar siswa tidak terbebani pelajaran Sejarah yang dibatasi durasi jam pengajaran, ia ingin fasilitas pembelajaran sejarah di ruang publik (tak hanya di ruang kelas) juga diperbaiki.

“Kalau usul saya, wajibkan siswa membaca dan meresensi pidato pembelaan Bung Karno, Bung Hatta, dan otobiografi Tan Malaka, Dari Penjara ke Penjara,” ucapnya.

Guru Besar Sejarah Universitas Andalas, Gusti Asnan, mengatakan bahwa masuk atau tidaknya kisah perjuangan Tan Malaka ke dalam kurikulum pendidikan bergantung pada keputusan politik.

“Keluarga atau kelompok masyarakat bisa saja mengusulkan pemikiran Tan Malaka masuk ke dalam kurikulum. Namun, keputusan ada di tangan pemerintah. Asosiasi orang bahwa Tan Malaka itu kiri. Itu yang dicemaskan oleh sebagian besar orang, termasuk juga penentu di Kemendikbud, yang menyeleksi boleh atau tidak pemikiran Tan Malaka masuk ke kurikulum,” tuturnya, Minggu (3/1).

Ia setuju bahwa pemikiran Tan Malaka diajarkan kepada siswa. Menurutnya, gagasan-gagasan Tan Malaka tentang Indonesia, kebangsaan, dan lain-lain, sama pentingnya dengan pemikiran pejuang lain untuk dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan.

“Pemikiran Tan Malaka suatu waktu pernah diterima. Artinya, penting. Saya yakin awal tahun ’50-an, pemikiran Tan Malaka mendapatkan tempat. Sejak tahun 60-an ke atas, kontrol penguasa dominan sekali. Jadi, materi-materi yang akan masuk diseleksi,” katanya.

** ass/cnn

Lampard Terancam Dipecat

0

London | Jurnal Inspirasi

Kekalahan Chelsea dari Manchester City berbuntut panjang. Muncul isu tak sedap terkait masa depan dari manajer Chelsea, Frank lampar, pasca dipermalukan ManCity di Stamford Bridge, Senin (4/1) dini hari WIB, dengan skor 1-3.

Lampard disebut-sebut bakal dipecat oleh Chelsea. Ini buntut dari statistik buruk yang dituai Lampard bersama Chelsea dalam tujuh laga terakhir di segala ajang.

Sepanjang periode itu, Chelsea cuma bisa menang sekali. Dan, kekalahan dari ManCity membuat posisi Chelsea melorot ke peringkat delapan klasemen sementara Premier League.

Manajemen Chelsea kabarnya masih memberikan waktu kepada Lampard untuk memperbaiki performa tim. Namun, ada batas waktu yang mereka berikan.

Ultimatum ini dikeluarkan manajemen Chelsea, mengingat seluruh keinginan Lampard sudah dipenuhi, skuad yang berjubel dengan pemain bintang.

Hanya saja, harapan manajemen Chelsea tak bisa dipenuhi Lampard. Skuad bintang muda Chelsea malah gagal bersaing dengan tim-tim macam Liverpool, Manchester United, Manchester City, Tottenham Hotspur, bahkan Leicester City.

“Saya tak terlalu peduli dengan situasi yang berkembang. Sejak awal, saya memprediksi akan ada fase sulit yang muncul di awal tahun,” kata Lampard dilansir Metro.

“Ketika kami kalahkan Leeds, semua memprediksi Chelsea jadi juara. Tapi, situasi berubah dengan cepat. Tekanan datang secara konstan. Ini benar-benar sulit dan sebagai manajer saya harus menghadapinya, risiko dari pekerjaan,” lanjutnya.

** ass/viva

Sidang Habib Rizieq Persoalkan Pasal Penghasutan

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan akan menggelar sidang praperadilan perdana Habib Rizieq Shihab (HRS) atas status tersangkanya terkait kerumunan di Petamburan, Jakarta, digelar Senin (4/1) hari ini. Kuasa hukum Habib Rizieq, Sugito Prawiro, menyinggung soal pasal penghasutan yang menjerat HRS.

“Sebenarnya gini, kalau yang terkait praperadilan menyangkut masalah penetapan tersangka Pak Habib Rizieq, yang paling diutamakan ada penangkapan, ada penahanan. Tapi penetapan tersangka yang paling utama. Karena gini, itu yang terkait pasal 160 penghasutan, itu penghasutannya mana. Apakah (penghasutan ini) terkait penghasutan pasal 93 UU Nomor, pokoknya yang terkait UU Kekarantinaan Kesehatan (di) pasal 93, atau yang terkait dengan lainnya,” kata Sugito, Minggu (3/1).

Dia menerangkan Habib Rizieq bisa ditahan karena ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara. Padahal, lanjutnya, ancaman hukuman di Pasal 93 tentang UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang menjerat Habib Rizieq adalah maksimal denda Rp 100 juta dan/atau pidana penjara paling lama 1 tahun.

“Ini penghasutannya saya duga terkait dengan ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun sehingga (HRS) bisa ditahan. Jadi kami akan mengatakan terhadap penetapan tersangka Habib Rizieq dengan menggunakan pasal 160 itu bukan alasan yuridis, tapi alasan hukum. (Maksudnya) alasan politis bukan alasan yuridis,” ucapnya.

Sugito pun menyinggung transparansi PN Jaksel terkait gugatan praperadilan perkara SP3 chat mesum Habib Rizieq. Dia menduga ada kejanggalan dalam permohonan praperadilan tersebut.

“Yang kedua bahwa kita mengajukan gugatan itu nomor urut sidang itu kan nomor 150 praperadilannya. Ada hal yang aneh, bahwa praperadilan pencabutan SP3 terhadap konten pornografi yang oleh pihak kepolisian, itu kan dibuka kembali, itu tahap urut nomor perkaranya 151, kan sudah putus gitu lho. Ini ada apa, yang konten pornografi nomor urut persidangan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu nomor 151. Sementara pengajuan permohonan praperadilan kita nomor 150, baru mau disidangkan besok tanggal 4,” katanya.

“Ini menurut saya ada kejanggalan dan ada ketidaktransparan dari pihak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait dengan bagaimana sih mekanisme urutan proses sidang. Apakah berdasarkan urutan perkara, apakah ada kepentingan lain, apa ada urusan lain, kita nggak tahu,” ujar Sugito.

Sugito optimistis memenangkan praperadilan kliennya. Sebab, sambungnya, Pasal 160 KUHP tidak bisa menjerat Habib Rizieq dalam kasus kerumunan di Petamburan, beberapa waktu lalu.

“Jadi begini, kalau terhadap ketentuan hukumnya kami optimis menang. Karena ini pasal 160 menurut saya tidak pas dihubungkan dengan UU Kekarantinaan Kesehatan, terkait penghasutan. (Yaitu) untuk mengajak orang berkerumun atau tidak berkerumun itu tidak pas kalau itu terkait kekerantinaan kesehatan,” tandasnya.

Diketahui, PN Jaksel menjadwalkan sidang pembacaan permohonan praperadilan yang diajukan oleh Habib Rizieq pada Senin (4/1). Habib Rizieq saat ini menjadi tersangka dan ditahan dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

** ass

HADITS HARI INI

0

04 Januari 2021
20 Jumadil Awwal 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ الْمَقْبُرِيُّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ قَالَ إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ إِنَّمَا سُمِّيَ الْمَقْبُرِيَّ لِأَنَّهُ كَانَ نَزَلَ نَاحِيَةَ الْمَقَابِرِ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ وَسَعِيدٌ الْمَقْبُرِيُّ هُوَ مَوْلَى بَنِي لَيْثٍ وَهُوَ سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ وَاسْمُ أَبِي سَعِيدٍ كَيْسَانُ

Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abi Iyas, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Dza’bi, telah menceritakan kepada kami Sa’id Al Maqburiy dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Siapa yang pernah berbuat aniaya (zhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham. Jika dia tidak lakukan, maka nanti pada hari kiamat bila dia memiliki amal shalih akan diambil darinya sebanyak kezhalimannya. Apabila dia tidak memiliki kebaikan lagi maka keburukan saudaranya yang dizhaliminya itu akan diambil lalu ditimpakan kepadanya.

Abu Abdullah Al Bukhariy berkata, Isma’il bin Abi Uwais: Sa’id dipangil namanya dengan Al Maqburiy karena dia pernah tinggal di pinggiran maqabir (kuburan). Berkata, Abu Abdullah Al Bukhariy: Dan Sa’id Al Maqburiy adalah maula Bani Laits yang nama aslinya adalah Sa’id bin Abi Sa’id sedangkan nama Abu Sa’id adalah Kaisan.

HR Bukhari No. 2269.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ketika Covid-19 Belum Usai, Muncul Disease X

0

Disease X Bisa Jadi Pandemi Baru

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Covid-19 rupanya bukan jadi pandemi terakhir di belahan dunia. Di masa depan kemungkinan masyarakat bumi tetap harus berurusan dengan sebuah penyakit menular. Prediksi tersebut dikemukakan oleh profesor emeritus dari pengobatan darurat Universitas Arizona, Kenneth Iserson. Menurutnya masyarakat bumi sudah melihat sejumlah penyakit baru yang berpotensi menjadi penyakit X atau disease X.

Penyakit X merupakan penyakit menular parah yang belum diketahui manusia, termasuk sindrom pernapasan akut atau SARS dan Ebola. Namun sayangnya,  Covid-19 yang Sudah terjadi sepanjang tahun 2020 tidak membuat manusia belajar banyak untuk mempersiapkan pandemi berikutnya nanti.

“Ada kemungkinan penyakit yang belum diketahui ini namun sudah beredar dan memiliki implikasi untuk menghancurkan,” kata Kenneth Iserson dikutip The Straits Times, Sabtu (2/12).

Tindakan pencegahan terbaik menurut Iserson adalah adanya pengawasan aktif di tingkat internasional. Terutama untuk wilayah yang berpotensi jadi tempat pertama terjadi pandemi baru yakni China, Amazon dan Afrika Tengah.

Bahkan menyoal vaksin yang dianggap seperti jalan keluar dari pandemi, dikatakan Presiden Yayasan Kesehatan Masyarakat India, Srinath Reddy bukan menjadi perlindungan jangka panjang. “Mikroba akan belajar untuk bermutasi. Pandemi baru dimulai dan mendatangkan malapetaka sebelum kita bisa mengembangkan vaksin atau menguji obat melawan pandemi itu,” kata dia.

Prediksi adanya pandemi baru di masa depan juga dikatakan pendiri Microsoft, Bill Gates. Menurutnya kedatangan penyakit baru tergantung penanganan dunia saat ini. “Jika kita melakukannya dengan baik akan datang pada 20 tahun, namun tetap harus berasumsi akan datang dalam tiga tahun,” ungkapnya.

Sementara para ilmuwan memperingatkan kemunculan virus mematikan lainnya yang disebut Disease X. Disease X atau penyakit X yang berarti penyakit tidak terduga ini masih bersifat dugaan untuk saat ini. Penyakit yang ditakuti para ilmuwan dan pakar kesehatan masyarakat ini dapat menyebabkan penyakit serius di seluruh dunia ketika virus baru mematikan itu ditemukan.

Ahli menyebut gejala Disease X muncul di Afrika. Seorang pasien yang dirahasiakan namanya menjalani pemeriksaan setelah mengalami gejala awal demam berdarah. Beberapa pengetesan termasuk Ebola, namun hasilnya negatif.

Ia diperiksa di National Institute of Biomedical Research (INRB) di Kinshasa, ibu kota Republik Demokratik Kongo. Sebelumnya pasien ini diisolasi untuk menghindari infeksi Ebola. Anak-anaknya juga telah dites, namun sampai saat ini tidak menunjukkan gejala apa pun.

Menurut Dr. Dadin Bonkole, ini bukan kemungkinan yang berasal dari fiksi ilmiah (science fiction), namun ketakutan ilmiah yang berdasarkan fakta ilmiah. “Kita semua sudah seharusnya takut,” kata Bonkole dikutip dari CNN, Minggu (3/1). “Ebola tidak dikenal sebelumnya. Covid-19 tidak dikenal sebelumnya, kita harus takut dengan penyakit-penyakit baru,” imbuhnya.

Professor Jean-Jacques Muyembe Tamfum yang membantu menemukan virus Ebola pada 1976 menyebut umat manusia menghadapi potensi virus mematikan baru yang tidak diketahui jumlahnya.

“Kita sekarang di dunia di mana patogen akan bisa keluar dan mengancam kemanusiaan,” kata Muyembe.

Muyembe mengambil sampel darah pertama dari para korban penyakit misterius yang menyebabkan pendarahan, dan membunuh sekitar 88 persen pasien dan 80 persen staf yang bekerja di Rumah Sakit Misi Yambuku ketika penyakit itu pertama kali ditemukan.

Darah dikirim ke Belgia dan Amerika Serikat. Dari hasil penelitian, para ilmuwan menemukan virus berbentuk cacing. Mereka menyebutnya “Ebola”. Sementara itu, penyakit misterius yang dialami pasien di Ingende masih terus diwaspadai karena sampai sekarang belum teridentifikasi.

Karena itu, Muyembe memperingatkan kemunculan lebih banyak penyakit zoonosis atau penyakit yang berpindah dari hewan ke manusia di masa depan.

Demam kuning, berbagai bentuk influenza, rabies, brucellosis, dan penyakit Lyme adalah beberapa di antara penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Penyakit seringkali ditularkan melalui perantara seperti hewan pengerat atau serangga. Mereka pernah menyebabkan epidemi dan pandemi sebelumnya.

Muyembe menilai pandemi di masa depan akan lebih buruk dari pandemi Covid-19. Sejak infeksi hewan-manusia pertama yakni demam kuning pada 1901, para ilmuwan telah menemukan sedikitnya 200 virus lain yang diketahui menyebabkan penyakit pada manusia.

Menurut penelitian Mark Woolhouse, profesor epidemiologi penyakit menular di Universitas Edinburgh, spesies virus baru ditemukan dengan kecepatan tiga hingga empat kali setahun. Mayoritas berasal dari hewan.

Para ahli mengatakan meningkatnya jumlah virus yang muncul sebagian besar disebabkan oleh kerusakan ekologi dan perdagangan satwa liar. Saat habitat alami mereka menghilang, hewan seperti tikus, kelelawar, dan serangga bertahan hidup di mana hewan yang lebih besar punah. Mereka bisa hidup berdampingan dengan manusia dan sering dicurigai sebagai ‘perantara’ yang dapat membawa penyakit baru bagi manusia.

Para ilmuwan mengaitkan wabah Ebola di masa lalu dengan perusakan hutan hujan. Sebuah studi 2017 menunjukkan bahwa 25 dari 27 wabah Ebola yang terletak di sepanjang batas bioma hutan hujan di Afrika Tengah dan Barat antara 2001 dan 2014 dimulai di tempat-tempat yang telah mengalami deforestasi sekitar dua tahun sebelumnya. Para ilmuwan menambahkan, wabah Ebola zoonosis muncul di daerah yang kepadatan populasi manusia tinggi dan virus dapat menular dengan cepat.

** ass

Harga Kedelai Meroket, Tahu Tempe Menghilang

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Keberadaan tahu dan tempe menghilang di sejumlah pasar akibat kenaikan harga kedelai impor dimana telah berbuntut mogoknya produksi produsen tahu dan tempe di Jakarta dan Jawa Barat sejak 1 hingga 3 Januari 2021.  Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifudin memperkirakan lonjakan harga kedelai adalah akibat dari meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina.

Saat perang dagang kedua negara memanas, harga kedelai impor turun ke level Rp 6.000 per kilogram. Kini setelah mereda, naik menjadi Rp 9.000 karena permintaan di Cina meningkat. Kementerian Perdagangan membenarkan hal ini. “Permintaan kedelai Cina naik dua kali lipat,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto.

Selama ini, sebagian besar dari kebutuhan kedelai Indonesia memang dipenuhi dari impor. Para perajin tahu tempe bukannya tidak ingin membeli kedelai lokal. Tapi Masalahnya, harganya belum kompetitif.

Kedelai impor bisa sampai ke Indonesia dengan harga sekitar Rp 6.500. Petani lokal juga menjual dengan harga Rp 6.500. Tapi ini harga ladang. Setelah diangkut ke perajin, lebih mahal.

Syarifudin berharap para petani kedelai lokal ini bisa terus diberdayakan. Harga jualnya dikelola agar tidak kalah bersaing dengan kedelai impor. “Para perajin jadi enak,” kata dia.

Sementara sebanyak 5.000 pelaku usaha kecil dan menengah atau UKM di DKI Jakarta menghentikan proses produksi tahu dan tempe selama tiga hari, pada 1- 3 Januari 2021. Mogok kerja ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap lonjakan harga bahan baku yakni kedelai dari Rp 7.200 menjadi Rp 9.200 per kilogram.

“Tanggal 1 Januari 2021 sampai 3 Januari 2021 para pengrajin tempe tahu, berhenti produksi,” kata Sekretaris Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta, Handoko Mulyo.

Rencana mogok kerja telah disampaikan kepada sekitar 5.000 produsen maupun pedagang tahu dan tempe di DKI Jakarta melalui surat nomor 01/Puskopti/DKI/XII/2020 yang dikeluarkan Puskopti DKI Jakarta pada 28 Desember 2020.

Seruan mogok kerja itu juga disampaikan Handoko kepada jajaran pengurus di wilayah Provinsi Jawa Barat. Keputusan menghentikan sementara proses produksi, kata Handoko, disepakati jajaran pengurus Puskopti pada Kamis lalu, 31 Desember 2020.

Pengusaha tahu dan tempe di Jakarta akan mulai menaikkan harga jual produknya ke pasar mulai Senin, 4 Januari 2021. Yono, seorang pengusaha tahu di Jalan Mampang Prapatan XIII, Tegal Parang, Jakarta Selatan, mengatakan keputusan menaikkan harga tahu terpaksa dilakukan untuk menyesuaikan kenaikan harga bahan baku kedelai impor yang saat ini berada di angka Rp 9.200 per kilogram.

“Pabrik juga gak ada untungnya naikin harga, itu cuma buat nutupin harga kenaikan kacang (kedelai),” kata Yono di pabriknya, Sabtu, 2 Januari 2020. Menurut Yono, nominal kenaikan harga tahu akan terlebih dahulu dikoordinasikan dan disepakati bersama 5 produsen tahu yang berada di Mampang Prapatan XII.

Ia memperkirakan harga tahu akan dinaikkan Rp 3-4 ribu per papan cetak tahu. Sebelum ada kenaikan harga kedelai, satu papan cetak tahu biasa dijual Rp 23 ribu ke pedagang. “Tapi sampai saat ini belum ada kesepakatan harga,” kata pria yang sudah 12 tahun jadi pengusaha tahu itu.

Ketua Gakoptindo Syarifudin memperkirakan harga tempe dan tahu di pasar bakal naik hingga 20 persen untuk menutup lonjakan biaya produksi. Sebab, normalnya harga bahan baku Rp 6.500 per kilogram, maka harga jual tempe berkisar Rp 11.000-12.000 per kilogram. Namun dengan kondisi sekarang, harga bahan baku naik menjadi Rp 9.500 per kilogram, biaya produksi melonjak jadi Rp 13.000-14.000 per kilogram. “Kami mohon pengertiannya,” kata dia.

Penjual gorengan di Jakarta hari ini tidak menyediakan menu favorit para pembelinya, yaitu, tahu dan tempe. Seorang penjual gorengan di Jalan Kemang Timur, Jakarta Selatan, Roni mengatakan masih sempat menjual tahu dan tempe goreng pada Jumat, 1 Januari 2020. Saat itu ia masih punya stok tahu dan tempe hasil belanja sehari sebelumnya.

Namun pada Sabtu, 2 Januari 2020, tempe dan tahu menghilang dari pasar. “Padahal tahu dan tempe itu makanan favorit,” kata pria 45 tahun itu. Roni mengatakan dalam sehari ia bisa menjual sekitar 150 potong gorengan dari bahan tahu dan tempe. Hari ini, banyak yang mencari gorengan berbahan dasar kedelai itu. Sayang, ia tak menjualnya karena tak ada bahannya. “Karena enggak ada, jadi mereka beli yang lain.”

Menghilangnya tahu dan tempe dari tukang gorengan imbas mogoknya para pengusaha tahu dan tempe di Ibu Kota dan sekitarnya. Pabrik tahu dan tempe di Jalan Mampang Prapatan, Tegal Parang, Jakarta Selatan, misalnya. Mereka menghentikan produksi sejak Jumat lalu dengan alasan bahan baku kedelai naik dari Rp 7.200 menjadi Rp 9.200 per kilogram.

** ass

Operasional TPA Galuga Diperpanjang, PKS Sebut Lima Tahun Kelamaan

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bogor, akhirnya memberikan persetujuan kepada Pemerintah Kota Bogor, untuk memperpanjang kontrak penggunaan Galuga, sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Dalam sidang paripurna akhir tahun yang digelar Rabu 30 Desember 2020 lalu, tujuh fraksi DPRD, meski memberikan persetujuan, namun mereka mengingatkan kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor, sebagai pengguna TPA agar penanganan limbah air lindi lebih serius.

“Penanganan air limbah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) itu harus mendapatkan perhatian lebih serius lagi, artinya air limbah itu jangan langsung dibuang ke saluran air,” kata Ketua Fraksi PKS Fikri Hudi Oktiarwan, Minggu (03/01).

Selain itu, F-PKS juga kata Fikri, meminta kontrak perpanjangan izin operasional TPA Galuga tidak sampai lima tahun, tapi dipersingkat menjadi 2,5 tahun. Ada beberapa pertimbangan, diantaranya, soal demografi di sekitar areal TPA Galuga.

“Wilayah di sekitar TPA Galuga yang meliputi tiga desa, dalam lima tahun kedepan tentunya akan mengalami perubahan, satu diantaranya masalah pertambahan jumlah penduduk. Nah, kalau sampai lima tahun kontraknya, jika ada persoalan akan sulit dipecahkan,” ujarnya.

F-PKS lanjut Fikri, izin perpanjangan TPA Galuga merupakan yang terakhir, karena jika melihat kondisi di lapangan Galuga sudah tak memungkinkan lagi dipakai untuk TPA. “Makanya, F-PKS akan mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui F-PKS DPRD Provinsi Jawa Barat, agar Tempat Pembuangan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo (Luna) di Kecamatan Klapanunggal harus secepatnya dioperasikan,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota F- PKS DPRD Jawa Barat Mochamad Ichsan dikonfirmasi Jurnal Bogor Minggu (03/01) mengatakan, operasional regional TPPAS Lulut Nambo (Luna) merupakan kebutuhan mendesak mengatasi persoalan sampah di wilayah Kota/Kabupaten Bogor dan Depok.

“Komisi IV sudah meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk tahun 202i ini akan meminta penjelasan soal tindak lanjut TPPAS Luna, kenapa ? karena di 2020, sebagian besar anggaran dialokasikan untuk penanganan pandemi Covid -19,” kata Anggota Komisi IV itu.

Akibatnya, di tahun 2020, kata Ichsan, penanganan TPPAS Luna dan program pembangunan infrastruktur lainnya yang sebelumnya direncanakan tertunda. “Di tahun 2021 ini, kita akan meminta review lagi, soal rencana yang tertunda di tahun 2020 lalu, termasuk sampai sejauh mana perjanjian operasional TPPAS Luna dengan pihak ketiga,” tegasnya.

Kepala Bidang Pengolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Trian Turannga mengatakan, sejuah ini belum menerima informasi lagi dari Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terkait kelanjutan TPPAS Luna.

“Kalau dari sisi infrastruktur sih di TPPAS Luna sebagian besar sudah beres, namun masalah teknologinya sepertinya belum. Kan di TPPAS Luna itu, sampah tak hanya dibuang begitu saja, tapi akan diolah menjadi bahan bakar pengganti batu bara,”katanya.

Trian berharap, di masa perpanjangan izin operasional TPA Galuga, TPPAS Luna sudah operasi.”TPPAS Luna itu yang minta dipercepat operasinya bukan hanya dari kita (Kabupaten Bogor-red) saja, tapi juga Kota Bogor dan Depok,” tutupnya.

** Mochamad Yusuf