25.7 C
Bogor
Tuesday, April 21, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1378

3 Kecelakaan Pesawat di Indonesia yang Mencapai Ratusan Korban Sejak 2007

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebuah pesawat Sriwijaya Air penerbangan Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.39 WIB. Berdasarkan informasi yang didapat, pesawat jatuh di area Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Telah terdata jumlah korban sebanyak 62 jiwa, diantaranya adalah 56 penumpang, 2 pilot, dan 4 kru kabin.

Kecelakaan pesawat adalah sebuah insiden yang sangat mengerikan. Hampir setiap insiden ini selalu menelan korban jiwa. Berbagai macam angka kematian selalu muncul pada hampir setiap insiden. Ada yang mencapai angka puluhan, ada juga yang mampu mencapai ratusan.

Kali ini Jurnal Inspirasi telah merangkum dari berbagai sumber beberapa kecelakaan pesawat dengan jumlah korban mencapai ratusan sejak 2007:

Adam Air KI-574 (1 Januari 2007)

Pesawat Adam Air nomor penerbangan KI-574 jurusan Surabaya-Manado, jatuh di perairan Kalimantan. Kotak hitam ditemukan di kedalaman 2.000 meter pada 28 Agstus 2007. Seluruh penumpang dan awak yang berjumlah 102 hilang dan dianggap tewas.

Air Asia 8501 (28 Desember 2014)

Pesawat rute Surabaya-Singapura ini jatuh di Laut Jawa pada 28 Desember 2014. Serpihan pesawat ini ditemukan pada 30 Desember 2014, hingga pada akhirnya badan pesawat ditemukan pada 14 Januari 2015. 162 penumpang tewas.

Hercules C-130 (30 Juni 2015)

Pesawat Hercules Rute Pangkalan Angkatan Udara Soewondo, Medan-Bandara Raja Haji Fisabililah, Tanjung Pinang, jatuh hanya berjarak lima kilometer dari pangkalan. Kecelakaan ini mengakibatkan 141 orang tewas dan tiga luka-luka. Pesawat ini mengangkut personel militer, keluarga militer, dan warga yang membayar.

** Muhammad Farhan Faisal [MG/Unp-Jb]

Melalui Samisade, Pemdes Ciderum Akan Bangun Dua Jalan

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Kondisi jalan tanah yang selama ini kerap dikeluhkan warga Ciderum saat membawa hasil pertanian, tahun ini dipastikan dibangun. Sebab, melalui program Satu Miliar Satu Desa (Samisade), Pemerintah Desa (Pemdes) Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan desa tersebut.

Kepala Desa Ciderum, Asep Hudri mengatakan, keberadaan jalan yang berada di RT 04 RW 09 di Kampung Ciderum, memang sering dilalui warga. Dan saat ini, kondisinya masih tanah. “Makanya saya prioritaskan jalan itu dibangun dari anggaran Samisade,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, ruas jalan yang akan dibangun panjang sekitar 500 meter dan lebar 2,5 meter. Dan jalan tersebut menjadi akses utama warga Ciderum maupun warga Kampung Bojongnyocok. “Jalan yang akan dibangun menghubungkan dua wilayah antara Desa Ciderum Kecamatan Caringin dan Desa Citapen Kecamatan Ciawi,” jelas Akep, sapaan akrab Kades Ciderum.

Selain ruas jalan itu, lanjut Akep, jalan desa yang menghubungkan Kampung Dukuh dan Kampung Ciderum pun menjadi skala prioritas pembangunan diprogram Bupati Bogor tahun ini. “Untuk jalan dua kampung ini memang panjang. Jadi program Samisade saya alokasikan membangun dua jalan yang ada di wilayah RW 09 dan RW 06,” paparnya.

Akep berharap dengan dibangunnya dua jalan kampung yang terintegrasi dengan desa lain itu, bisa memperlancar mobilitas warga terutama para petani di Desa Ciderum. “Kalau jalannya bagus, mobilisasi jadi lancar. Dan saya berharap perekonomian warga meningkat,” ungkapnya.

Sementara, Ketua RW 09 Dede Boris mengakui jika bantuan Samisade yang di programkan Bupati Bogor, sangat membantu desa untuk membangun wilayah. “Pastinya warga juga terbantu,” imbuhnya.

Dede berharap, Bupati Bogor dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, terus memberikan bantuan kepada desa sesuai dengan program Panca Karsa.  “Bukan hanya bantuan untuk pembangunan infrastruktur saja, tapi bantuan lainnya juga harus bisa dirasakan warga terutama penguatan ekonomi,” tukasnya.

** Dede Suhendar

LioLane Rilis Lagu Terbaru “Rasa Hati”

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Duo LioLane merilis lagu terbaru di awal 2021 berjudul “Rasa Hati” yang instrumennya dibuat oleh Adam dan Bagas. Launching lagu tersebut dilaksanakam King 13 Cafe And Resto, Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Sabtu (9/1/2021).

Salah satu personil LioLane Tisya Lio mengatakan bahwa “Rasa Hati” merupakan lagu keduanya setelah single pertama berjudul “Dunia Kita” yang dirilis di tahun 2020.

“Rasa Hati menceritakan tentang kita berdua, pengalaman saat pertama kali ketemu, apa yang dirasain, apa yang diharapkan. Jadi kita tumpahin semuanya ke lirik lagu ini,” ujar Tisya kepada wartawan.

Dalam kesempatan yang sama, Adam Lane personil LioLane menuturkan bahwa “Rasa Hati” bisa didengarkan di semua flatfrom dari mulai zoom, YouTube dan lain sebagainya.

“Mudahan semua suka dan semua yang lagi sedih galau yang lagi gimanapun bisa terhibur dan seneng dengarnya,” ucapnya.

Sebagai informasi, LioLane adalah duo yang terdiri dari Tisyana Liotta Rizlich dan Adam Lanang Eldoryz. Mereka adalah musisi asal Bogor yang ingin menggebrak belantika musik Indonesia.

LioLane sendiri terbentuk pada 10 Januari 2018 dengan mengusung aliran sweet pop. Mereka sering mengisi event event musik dan kini mereka bernaung dibawah label 13 Nadi Musik.

** Fredy Kristianto

HADITS HARI INI

0


09 Januari 2021
25 Jumadil Awwal 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ حَدَّثَنِي عُرْوَةُ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ جَاءَتْ هِنْدُ بِنْتُ عُتْبَةَ بْنِ رَبِيعَةَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبَا سُفْيَانَ رَجُلٌ مِسِّيكٌ فَهَلْ عَلَيَّ حَرَجٌ أَنْ أُطْعِمَ مِنْ الَّذِي لَهُ عِيَالَنَا فَقَالَ لَا حَرَجَ عَلَيْكِ أَنْ تُطْعِمِيهِمْ بِالْمَعْرُوفِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman, telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhriy, telah menceritakan kepadaku Urwah dari Aisyah radliallahu ‘anha berkata; Hindun binti Utbah datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata:
“Abu Sufyan adalah seorang yang kikir, apakah aku berdosa bila aku ambil dari hartanya untuk memberi makan keluarga kami ?”.
Maka Beliau bersabda:

Tidak ada dosa atasmu jika kamu beri makan mereka dengan cara yang ma’ruf (wajar).

HR Bukhari No. 2280.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sudah 2 Tahun, Kasus Pembunuhan Noven tak Kunjung Terungkap

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Dua tahun sudah kasus pembunuhan terhadap Andriana Yubelia Noven Cahya, siswi SMK Baranangsiang Bogor yang tewas ditikam orang tak kenal pada sebuah gang kecil di kawasan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, terjadi.

Namun, hingga kini polisi belum mampu mengungkap pelaku pembunuhan gadis asal Bandung tersebut. Seperti diketahui, Noven ditikam di bagian dada kiri saat hendak pulang sekolah.

Peristiwa tersebut juga terekam CCTV yang terpasang tak jauh dari lokasi penusukan. Berdasarkan perkembangan terakhir, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Bahkan polisi pernah berucap bahwa telah menemukan bukti baru dalam kasus penusukan itu. Polisi pun juga sempat mengundang kembali saksi-saksi yang berkaitan dengan kasus pembunuhan Noven.

Namun, terkendala pandemi Covid-19 dan penerapan.

Ayah Noven, Yohanes menyebut mendengar kabar perkembangan kasus putrinya pada tanggal 29 Juli. Saat itu dikupas tuntas oleh Mata Najwa dan setelah kurang 2 munggu dari acara mata Najwa, kepolisian Polresta Bogor Kota merespon dengan menyatakan akan memanggil ulang 34 saksi untuk diperiksa.

“Itu update terakhir yg polisi berikan lewat media. sebelumnya setiap ada statmen dari pihak keluarga ke media selalu ditanggapi dengan berita yang indah. Misalkan sudah diamankan terduga pelaku pembunuh pas kami cek langsung ke Bogor ternyata tidak ada yang diamankan,” jelasnya.

Yohanes berharap, meski kasusnya sudah 2 tahun berjalan, keluarga tetap berdoa pelaku penusukan putrinya bisa tertangkap.

“Selama ini kami diam bukan berarti tidak mengharap kejelasan, tidak berarti kami berhenti untuk mencari keadilan. Saya berharap pelaku pembunuh anak saya bisa segera ditangkap,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Bersama Warga, Dedie Bebersih Aliran Sungai Ciliwung

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim kembali mengajak warga untuk gotong royong bebersih sungai. Hal ini harus terus digalakkan agar sungai bisa kembali bersih dan tertata sehingga dapat menarik datangnya wisatawan.

Kali ini, Dedie mendatangi wilayah aliran sungai Ciliwung di Kampung Padabeunghar, Pulo Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat (8/1/2021) pagi.

“Kalau sungainya masih kotor, jalannya masih kotor dan wilayahnya masih kumuh, kita sendiri tidak siap dan masyarakatnya tidak siap, enggak mungkin kita bicara mengundang wisatawan ke Kota Bogor,” kata Dedie di lokasi yang didampingi Camat Bogor Tengah Abdul Wahid dan Lurah Babakan Pasar, Citra Widya Lestari.

Kegiatan tersebut tegas Dedie, merupakan program yang berkelanjutan dengan tujuan agar semua sungai di Kota Bogor kembali bersih, kembali tertata yang nantinya bisa dinikmati warga dan mampu menjadi destinasi wisata jika tempatnya sudah representatif, memadai dan memang memungkinkan untuk di kunjungi.

Melalui kegiatan dan program bebersih, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ingin terus mengedukasi dan menyosialisasikan masyarakat bahwa dengan kebersihan dan menata kawasan di wilayahnya masing-masing akan berdampak pada perekonomian warga.

“Jadi, dengan penataan yang dilakukan diharapkan mampu mengundang wisatawan sehingga ada potensi untuk penjualan souvenir, penjualan kuliner dan yang lainnya. Namun melihat kondisi yang ada sebaiknya jangan terlalu ngomong yang tinggi-tinggi, akan lebih baik jika fokus pada hal-hal dasar yang harus diselesaikan. Setelah bersih, baru kita percaya diri untuk mengundang siapapun datang, mau domestik atau dari luar negeri,” beber Dedie.

Melihat antusias dan kesadaran warga, hal ini menurut Dedie harus terus ditumbuhkan dan disosialisasikan, mulai dari anak-anak, dewasa dan semuanya diberikan informasi dan tujuan yang ingin dicapai, sehingga nantinya mampu merubah kehidupan ke arah yang lebih baik, salah satunya dengan ikut berpartisipasi secara langsung dalam setiap program dan kegiatan.

“Kita lakukan ini dan masyarakat berpartisipasi langsung dalam memperbaiki lingkungan mereka sehingga kehidupan mereka Insya Allah akan lebih baik. Kita jaga alam dan Insya Allah alam akan jaga kita,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Vaksin Sinovac Halal

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar sidang pleno kehalalan vaksin Covid-19, Jumat (8/1). Hasilnya, MUI memutuskan vaksin Sinovac buatan perusahaan asal China halal digunakan. Ketua Harian Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam mengatakan sidang digelar selama hampir dua jam diikuti pimpinan dan anggota komisi fatwa serta tim auditor Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI.

“Setelah dilakukan diskusi panjang, rapat komisi fatwa sepakat bahwa Vaksin Covid-19 produksi Sinovac yang diajukan proses sertifikasi oleh Bio Farma hukumnya suci dan halal,” kata Asrorun usai sidang pleno, Jumat (8/1).

Namun Asrorun menambahkan, kebolehan penggunaan terkait aspek keamanan vaksin harus menunggu keputusan BPOM. “Dengan demikian Fatwa MUI terkait dengan produk vaksin Covid-19 dari Sinovac akan menunggu hasil final dari Badan POM dari aspek Thoyib. Jadi Fatwa utuh akan disampaikan setelah aspek keamanan untuk digunakan.

Vaksin Sinovac, untuk sementara ini, menjadi satu-satunya yang tersedia dari total tujuh vaksin yang bakal didatangkan ke Indonesia. Hingga pengujung Desember 2020, total ada 3 juta dosis vaksin Sinovac yang telah didatangkan dari Beijing dan telah didistribusikan ke sejumlah provinsi di Indonesia.

Pemerintah menjadwalkan vaksinasi Covid-19 akan dilaksanakan pada Rabu (13/1) mendatang. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi orang pertama yang disuntik vaksin. Selain Jokowi, vaksin juga bakal disuntikkan ke para menteri Kabinet Indonesia Maju. Pada hari berikutnya, proses vaksinasi akan dilanjutkan secara serentak bagi tenaga kesehatan.

Presiden Jokowi dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan vaksinasi baru akan berlangsung jika Sinovac mengantongi izin penggunaan darurat (EUA) dari BPOM dan kajian halal MUI.

Namun begitu, pada akhir Desember 2020 lalu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj sempat mengungkapkan bahwa vaksin Covid-19 tetap boleh digunakan sekalipun nantinya ditemukan unsur tak halal. Sebab, dia menjelaskan, saat ini tergolong dalam kondisi darurat.

“Tapi yang dharar itu apa saja boleh. Karena darurat. Apa aja boleh. Misalkan, misalkan nanti mentoknya [vaksin] ada unsur yang tak halal, boleh, boleh,” kata Said saat ditemui di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (29/12).

Said mencontohkan bahwa hasil Munas Alim Ulama NU di Pesantren Qomarul Huda, NTB pada 1997 silam pernah menghasilkan keputusan memperbolehkan penggunaan insulin bagi penderita kencing manis karena darurat.

Padahal, Insulin itu terbuat dari gen pankreas babi. Seperti diketahui, Babi sendiri merupakan hewan yang diharamkan dalam ajaran Islam untuk dikonsumsi.

“Seperti insulin itu kan yang paling bagus terdiri dari pankreasnya babi. Diputuskan oleh PBNU di Munas boleh,” jelas Said.

** ass/cnn

Ditarget Beroperasi 18 Januari, Pembangunan RS Lapangan Covid-19 Baru 65 Persen

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan pembangunan Rumah Sakit (RS) Lapangan Covid-19 dapat beroperasi pada 18 Januari 2021 mendatang. Namun, hingga kini pembangunan RS yang didirikan di Wisma Atlet GOR Pajajaran itu, pengerjaannya baru menyentuh 65 persen.

Diketahui, RS Lapangan akan memiliki kapasitas 128 tempat tidur yang diperuntukan bagi pasien virus corona yang memiliki gejala.

“Saya minta pembangunannya terus dikejar target bisa beroperasi tanggal 18. Tapi kalau bisa lebih awal lebih bagus,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto saat meninjau lokasi pembangunan RS Lapangan, Jumat (8/1/2021).

Menurut Bima, saat ini, kapasitas tempat tidur RS di Kota Bogor sudah hampir mencapai 100 persen dengan rincian bed okupansi rasio sekitar 82,2 persen.

“Ya, memang sudah tinggi sekali. Warga juga sudah banyak yang mengeluh karena kesulitan. Nah karena itu kita kejar ini untuk yang hijau dan kuning tadi. Kemudian untuk OTG sedang kita siapkan satu lokasi yang mudah mudahan minggu ini sudah ada kejelasan,” jelas Bima.

Sementara itu, Kepala RS Lapangan Dr Yeti Haryati mengaku optimistis bahwa pada 9 Januari, pembangunannya sudah masuk finishing.

“Tanggal 10 rencana sudah mulai terpasang terus kita pastikan lift sudah jalan. Sebenarnya listrik genset yah sudah ada. Tinggal kita nyalakan sebabnya begitu lift jalan, alkesnya di atas bisa kita naikan tanggal 10 Seperti bed war itu kan berat berat harus menggunakan lift. Kemudian 18 Januari ini Insya Allah akan diresmikan oleh Kepala BNPB Doni Monardo,” jelasnya.

Setelah itu, lanjutnya, pada 12 Januari mulai dilakukan simulasi. Kemudian dilanjutkan dengam simulasi limbah di 13 Januari, lalu pada 14 Januari petugas mulai melakukan persiapan. “Sehingga pada 18 Januari semuanya sudah benar-benar siap,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Komnas HAM Rekomendasikan Lanjut ke Pengadilan Pidana

0

Polisi Langgar HAM Terkait INSIDEN TEWASNYA 4 LASKAR FPI

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Komnas HAM mengeluarkan pernyataan resmi hasil penyelidikan terkait insiden tewasnya anggota Front Pembela Islam (FPI). Komnas HAM menyatakan, telah terjadi pelanggaran oleh pihak kepolisian terhadap empat anggota FPI. Komnas HAM merekomendasikan peristiwa tewasnya 4 laskar FPI dari 6 yang ditembak polisi tersebut dilanjutkan ke penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan pidana.

“Terkait peristiwa KM 50 ke atas, terdapat 4 orang masih hidup dalam penguasaan resmi petugas negara yang kemudian ditemukan tewas, maka peristiwa tersebut bentuk peristiwa pelanggaran HAM,” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (8/1).

“Penembakan sekaligus 4 orang dalam satu waktu tanpa ada upaya lain untuk menghindari jatuh korban jiwa mengindikasikan ada tindakan unlawful killing terhadap laskar FPI,” tambahnya.

Komnas HAM juga ada pengusutan lebih lanjut dugaan kepemilikan senjata api yang diduga digunakan oleh pihak FPI. Sejak peristiwa itu terjadi, Komnas HAM melakukan peninjauan langsung ke lokasi peristiwa, Kerawang, pada 8 Desember 2020. Komnas HAM sebelumnya telah membentuk tim penyelidikan sesuai mandat Komnas HAM Pasal 89 UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM sejak 7 Desember 2020.

Dalam peninjauan itu, pihaknya menemukan beberapa benda yang diduga sebagai bagian peristiwa tersebut. Beberapa di antaranya tujuh buah proyektil, tiga buah slongsong, bagian peluru, pecahan mobil, dan benda lain dari bagian mobil seperti baut.

Komnas HAM juga meminta keterangan terhadap sejumlah pihak, antara lain kepolisian, siber, nafis, dan petugas kepolisian yang bertugas, hingga pengurus FPI. Komnas HAM juga mendalami bukti-bukti 9.942 video dan 137 ribu foto yang berkaitan dengan insiden tersebut. Bukti tersebut dijadikan tahap finalisasi laporan akhir Tim Penyelidik Komnas HAM sebelum mengumumkan hasil rekomendasi akhir.

Selain itu, Komnas HAM juga melakukan pengecekan terhadap barang bukti, termasuk mobil yang dipakai saat bentrok polisi-FPI tersebut terjadi. Komnas HAM juga melakukan rekonstruksi insiden bentrok tersebut di kantor mereka secara tertutup dengan menghadirkan anggota Polri.

Kasus bentrok polisi dan FPI terjadi pada Senin dini hari, 7 Desember 2020, di ruas tol Jakarta-Cikampek. Kejadian tersebut menyebabkan enam anggota FPI tewas oleh karena peluru yang ditembakkan polisi. Polisi dan FPI saling tuding terkait peristiwa itu, masing-masing saling klaim mendapat serangan terlebih dahulu.

Kasus itu pun telah diambil alih, dari yang semula ditangani Polda Metro Jaya kini dipegang Bareskrim Polri. Bareskrim juga–yang disaksikan unsur Kompolnas–telah melakukan rekonstruksi bentrokan di empat titik di kawasan Karawang, Jawa Barat.

Empat titik itu adalah depan Hotel Novotel, Jalan Internasional Karawang Barat; Jembatan Badami, Karawang; Rest Area KM 50 Tol Jakarta-Cikampek; KM 51+200 Jalan Tol Jakarta Cikampek. Polisi mendalami dugaan pelanggaran tindak pidana penyerangan dan melawan petugas. Selain itu, ada juga penyematan pasal kepemilikan senjata api ilegal.

Di sisi lain, pihak FPI tidak terima dan menginginkan pembentukan tim independen untuk mengusut kasus ini. FPI sendiri telah dinyatakan bubar dan dilarang aktivitasnya oleh pemerintah lewat SKB enam menteri pada 30 Desember 2020.

**ass/cnn

Majelis Hakim Mintai Keterangan Saksi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pengadilan Negeri (PN) Bogor kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan pemalsuan surat atas terdakwa Fikri Salim dan Rina Yuliana, Jumat (8/1), dengan agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam persidangan yang dilaksanakan secara virtual, JPU menghadirkan saksi Junaedi untuk dimintai keterangan oleh majelis hakim.

Saksi dan para terdakwa mengikuti sidang dari Lapas Salemba dan Lapas Gunung Sindur. Dalam persidangan, Junaedi menjelaskan, ia bekerja di PT Jakarta Medika akhir 2015 untuk membantu pencatatan pemasukan dan pengeluaran proyek rumah sakit di Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor dari Fikri Salim.

Kepada Ketua Majlis Hakim, Junaedi juga mengaku bahwa ia mengenal Fikri sejak 2016. Sedangkan dengan Rina pertengahan 2016 sejak pembangunan rumah sakit ketika transfer pertama, tapi tak pernah bertemu dengan bersangkutan.

Ketua Hakim lalu menanyakan dalam merekap pemasukan dan pengeluaran untuk biaya pembangunan Rumah Sakit Graha Medika atas perintah siapa. Selain itu, ditanyakan juga terkait proses pencairannya.

“Itu yang menyuruh saudara untuk menyalin pemasukan dan pengeluaran siapa?” kata Arya Putra Negara. “Fikri Salim, yang mulia,” jawab Junaedi. “Sebagian (menggunakan) kwitansi, sebagian transfer,” katanya.

Untuk pencairan uang, kata Junaedi melalui pengajuan terlebih dulu ke bagian keuangan atas persetujuan dari komisaris PT Jakarta Medika. “Kalau (pencairan) saya mengambilnya berupa cek dari Samsudin. Setelah konfirmasi ke Samsudin, Fikri Salim dan Mujianto mencairkannya,” tambahnya.

Kata dia, setiap bulan ia membayarkan untuk cicilan mobil, apartemen, kartu kredit dan kebutuhan lain Fikri Salim. Sedangkan Rina Yuliana ditransfer untuk perizinan rumah sakit, seperti Andalalin dan sebagainya.

Untuk bukti pencairan sejumlah kuitansi itu dibuat atas perintah Fikri Salim. “Begini yang mulai, saya terkadang buat kuitansi atas perintah Fikri Salim dengan tanda tangan saya sendiri, terkadang Fikri Salim sendiri yang mengurus dan tanda tangan sendiri,” ujar Junaedi.

Dalam persidangan, JPU kemudian memperlihatkan sejumlah bukti kuitansi dan transfer dalam berkas perkara dan dikonfirmasi kepada saksi oleh majelis hakim.

Junaedi merekap untuk biaya perizinan pembangunan rumah sakit pada 2017 tercatat Rp1 miliar lebih. Sejumlah uang tersebut ke Rina Yuliana, Fikri Salim dan lainnya.

Dalam persidangan, Fikri Salim melontarkan beberapa keberatan atas keterangan saksi. “Saya tidak pernah menyuruh untuk dia (Junaedi) menandatangani atas nama Rina, tapi suruh membuat atau mengeluarkan sesuai pengajuan yang dikirimkan,” ujar Fikri.

Tak hanya itu, ia keberatan bahwa semua uang yang dikeluarkan oleh Lucky Azizah itu sudah tanggung jawabnya. Hal itu dikarenakan komisaris PT Jakarta Media itu sudah menerima bukti pembayaran dan pekerjaan. “Jadi uang yang mengalir di dua rekening, walaupun di Junaedi, itu sudah tanggung jawab saya,” tegasnya.

Sementara Rina Yuliana menyampaikan keberatannya terkait transfer yang dikatakan Junaedi. “Ada yang mulia (keberatan). Yang pertama, bukan saya yang menghubungi Junaidi tapi Junaedi yang menghubungi saya. Yang kedua, saya tidak pernah minta NPWP atau surat untuk kelengkapan berkas kepada Junaedi,” ucap Rina.

** Fredy Kristianto