24.1 C
Bogor
Thursday, April 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1337

Longsor di Nanggung Tutup Akses Malasari-Pabangbon

0

Nanggung | Jurnal Inspirasi

Intensitas hujan yang  tinggi membuat Jalan Kopo Desa Malasari, Kecamatan Nanggung diterjang longsor, Sabtu (6/2/2021). Material longsor telah menutup badan jalan seperti terlihat dalam sebuah video rekaman warga. Kejadian longsor itu pun dibenarkan Camat Nanggung Ae Saefuloh. “Itu jalan desa kejadian jam 4 sore menutup badan jalan desa yang menghubungkan ke kantor Desa Malasari dan Kampung Pabangbon,” kata Camat lewat pesan singkatnya.

Lanjutnya ia mengimbau masyarakat tetap waspada karena hujan yang terus menguyur wilayah Nanggung. “Belum diketahui ada korban atau tidak, tapi jalan tersebut jauh ke pemukiman,” kata Camat.

Sementara Kapolsek Nanggung Iptu Dedi Hermawan  saat dikonfirmasi mengatakan bahwa anggota sedang meluncur ke lokasi melakukan pengecekan. “Sedang dilakukan pengecekan,” katanya.

Sementara Kasie Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor Adam mengatakan pihaknya belum mendapatkan data lengkap titik mana saja yang terjadi longsor. “Nanti kita akan cek dahulu belum ada data lengkap,”singkatnya.

** Cepi Kurniawan

Kantor Desa Kosong, Kades Klapanunggal Terpilih Geleng-geleng Kepala

0

Klapanunggal | Jurnal Inspirasi

Serah terima jabatan kepala desa terpilih di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor yang berlangsung Sabtu (06/02) di aula Kecamatan turut di hadiri beberapa perwakilan staf kerja, ketua panitia pilkades, BPD, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas

Usai melakukan serah terima jabatan, salah satu kades terpilih Desa Klapanunggal Ade Endang Saprudin langsung menyambangi kantor Desa Klapanunggal yang nanti akan menjadi kantornya.

Namun dia mendapati kondisi kantor desa yang kosong dengan menyisakan beberapa barang saja yakni satu unit komputer dan printer, serta beberapa meja dan kursi plastik, filing kabinet, dan papan tulis.

Kondisi tersebut membuat kades terpilih itu geleng-geleng kepala, karena semenjak masa kepemimpinan Kades sebelumnya, harusnya ada aset yang dimiliki oleh Kantor Desa Klapanunggal. Saat dimintai tanggapan perihal kondisi kantor tersebut, Ade Endang Saprudin enggan berkomentar hanya diam dan berlalu pergi.

Namun salah staf desa mengatakan, akan melakukan keterengan pers perihal kondisi kantor Desa Klapanunggal yang kosong pascaberganti kepemimpinan. “Nanti senin kita konpers,” katanya singkat.

Camat Klapanunggal Ahmad Kosasih saat dihubungi via WhatsApp mengatakan, dirinya tidak tahu jika kondisi kantor Desa Klapanunggal kosong dan akan mengecek langsung. “Kosong apanya? Kelihatannya lengkap, besok saya akan cek langsung ke kantor desa,” kata Ahmad Kosasih.

** Nay Nur’ain

Terminal Leuwiliang Kumuh dan Sering Digenangi Air

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Hujan deras, area Terminal Leuwiliang digenangi air. Disinyalir terjadi genangan itu karena buruknya drainase yang ada di terminal tersebut. Kondisi itu pun diperparah banyak sampah yang dari para pedagang yang ada di terminal.

Salah seorang pengguna jalan, Sultoni mengatakan, ketika turun hujan memang Terminal Leuwiliang sering digenangi air. “Sudah langganan air menggenangi area terminal,” kata Sultoni.

Hal serupa diungkapkan  Agus, warga Leuwisadeng, Terminal Leuwiliang selain kumuh juga sering tergenangi air ketika turun hujan. “Sering ada genangan air karena buruknya drainase, belum lagi banyak para pedagang yang membuat terminal itu, tampak kumuh,” ujarnya.

Hingga berita ini dibuat, pihak Terminal Leuwiliang belum bisa dikonfirmasi.

** Cepi Kurniawan

Usai Dilantik, Kerja Nyata 5 Kades Ditunggu

0

Cibungbulang l Jurnal Inspirasi

Pascapelantikan kepala desa se-Kabupaten Bogor di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Jumat (5/2), dilanjutkan dengan serah terima jabatan dengan ke para kades terpilih di masing-masing kecamatan mendapat perhatian sang camat, seperti halnya dengan Kecamatan Cibungbulang yang mengharapkan kerja nyata 5 kadesnya menghadapi persoalan yang perlu diselesaikan dengan cepat, khususnya soal kantor desa.

“Selama masa jabatan 2027 kedepan kelima Kades tersebut ditunggu kerja nyata di masyarakat,” kata Camat Cibungbulang Yudi Nurzaman kepada wartawan, kemarin.

Yudi Nurzaman mengatakan, secara simbolis pejabat sementara (Pjs) kepala desa menyerahkan jabatannya ke lima kades terpilih, diantaranya Kades Situudik Mamat Sudin, Cibatok I Cecep Haerudin,  Sukamaju Cucum Ratna Suminar, Ciaruteunudik Sanusi serta Desa Girimulya Mardiman.

Menurut Camat, persoalan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemerintahan Desa harus melakukan perbaikan, serta melakukan pembangunan atau merenovasi kantor yang sudah mengalami kerusakan. “Harus segera diambil langkah nyata. Salah satunya untuk perbaikan Kantor Desa Ciaruteunudik,” paparnya.

“Pemimpin butuh kantor yang layak, bertahap berikut isi penggantinya , oleh karena itu kedepan, diharapkan kantor pelayanan Desa Ciaruteunudik segera diperbaiki, memulai investasi langsung dengan  membangun kantor yang lebih layak. Disusun rapi agar bangunan nantinya ada tempat brefing sehingga semua kegiatan  bisa ter-cover dan berjalan lancar,” ujarnya.

Sementara menurut Kepala Desa Situudik Mamat Sudin, persoalan disana itu bukan hanya sebatas pekerjaan, tetapi memerlukan birokrasi mekanisme yang harus ditempuh terlebih dahulu. “Yang pasti nggak ada reshuffle, kalaupun ada hanya mengisi kekosongan, bukan kebijakan saya memberhentikan, tapi mengundurkan diri salah satu staf, seiring dengan pernyataan Bupati saat pelantikan arahannya seperti itu karena ini menyangkut kinerja kedepannya, tidak semudah yang masyarakat kira,” katanya.

Sebelumnya Kepala Desa Sukamaju Cucum Ratna Suminar mengatakan, untuk mengatasi persoalan Kantor Kepala Desa yang diklaim milik keluarga kades sebelumnya, pihaknya mempersiapkan lahan seluas 500 meter untuk membangun kantor desa yang baru.

“Kami sudah siapkan lahan, untuk sementara kami berkantor di rumah, agar pelayanan dapat segera ditangani, saya bersyukur ada tulisan ‘Tanah Ini Milik Keluarga’ sebelum saya disana jadi bisa mengambil langkah cepat,” tuturnya.

Persoalan Kantor Desa pun dialami oleh Kepala Desa Cibatok I Cecep Haerudin yang masa pinjam pakainya berakhir pada Mei 2021. “Kita sedang mengupayakan perpanjangannya kepada Dinkes untuk 5 tahun kedepan, sambil berpikir, berkerja dengan mewakafkan diri saya untuk masyarakat demi kemaslahatan umat, dalam mengatasi persoalan dengan solusi,” kata Haji Are, sapaan akrabnya.

Sementara Menurut Kepala Desa Girimulya Wardiman, sesuai visinya 1 x 24 jam berjuang untuk masyarakat lebih baik dengan menyiapkan SOTK yang baru. “Enggak ada keinginan saya untuk mengganti, namun ada komitmen apa saya tidak tahu, pada ingin mengundurkan diri saya sih legowo yang penting saya ingin berbuat lebih baik lagi untuk masyarakat saya akan berjuang untuk rakyat sesuai visi saya 1 x 24 jam untuk rakyat.”

“Saat ini saya udah siapkan, namun saya belum menerima surat pengunduran diri mereka, saya enggak mau banyak omong nanti dikira saya mecat, saya tunggu surat pengunduran dirinya, karena udah saya lobi saat ini tidak membedakan A, B, C, D, saya hanya berpikir bagaimana Girimulya lebih baik,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Sampaikan Instruksi Bupati, Camat Jonggol Adakan Apel di Alun-alun

0

Jonggol | Jurnal Inspirasi

Muspika Kecamatan Jonggol yang dipimpin Camat Jonggol Andri Rahman menggelar apel bersama di Alun-alun Jonggol, Sabtu (6/2). Apel ini untuk menyampaikan informasi yang diinstruksikan Bupati Bogor Ade Yasin tentang peningkatan kewaspadaan, pengaktifan posko dan peningkatan efektivitas Satgas penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Bogor.

Dalam apel bersama tersebut Camat Andri Rahman membacakan Instruksi Bupati Nomor 53/Covid-19/SEKRET/II/2021 yang terdiri dari beberapa poin penting dalam mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 untuk Kecamatan Jonggol khususnya.

“Saya berdiri disini, selain untuk menyampaikan instruksi Bupati Bogor juga mengingatkan kembali kepada seluruh hadirin yang mengikuti apel pada pagi ini untuk saling menjaga jarak guna memutus tali rantai penyebaran Covid-19, ” kata Andri Rahman.

Adapun isi instruksi Bupati Bogor adalah camat dan kepala desa agar meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan ditempat umum yang berpotensi memyebarkan dan menularkan Covid-19, melakukan pembatasan lebih ketat terhadap kegiatan sosial masyarakat termasuk kegiatan meniadakan resepsi pernikahan selama dua minggu kecuali bagi yang telah menyebarkan undangan dan mendapatkan surat izin dari satgas tingkat Kabupaten.

Meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan dan melakukan pengetatan guna mencegah penyebaran  covid-19 dan mewajibkan menunjukkan hasil rapid antigen bagi pengunjung wisata dari luar daerah, meningkatkan evektifitas satgas penanganan Covid-19 di tingkat Kecamatan, desa, atau tingkat RT/RW.

Kemudian membentuk posko penanganan Covid-19 di tingkat Kecamatan dan desa sebagai pusat kendali yang terdiri dari unsur TNI/POLRI, BPBD, Damkar, Dinkes, tokoh agama dan relawan lain, dan memfokuskan 4 penanganan covid-19 terhadap penyelamatan masyarakat yang terancam covid, masyarakat sehat dan terkonfirmasi Covid atau orang tanpa gejala, serta masyarakat terkonfirmasi positif dan bergejala, pasien positif yang meninggal dunia karena Covid, baik di rumah sakit maupun di rumah.

“Selain  hal tersebut Bupati Bogor pun menyampaikan jika dalam melaksanakan Diktum kesatu camat melakukan koordinasi dengan Forkopimcam di wilayah masing-masing dan melaporkan hasil pelaksanaan instruksi ini kepada Bupati selaku ketua satgas penanganan Covid-19,” jelas.

Dirinya berharap agar penanganan Covid-19 bukan hanya ada instruksi dari Bupati Bogor saja tapi melainkan timbulnya kesadaran dalam diri sendiri untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta sering mencuci tangan dan memakai masker, karena sehat itu mahal,” pungkasnya.

Sementara pada apel tersebut turut hadir Kapolsek Jonggol bersama Babinkamtibmas, Danramil Jonggol bersama Babinsa, Kepala KUA Jonggol, Ketua MUI Jonggol, Kepala Puskesmas se-Kecamatan Jonggol, Kades se-Kecamatan Jonggol beserta BPD, RT/RW dan Kadus, Pol PP Kecamatan Jonggol dan IPSM Kecamatan Jonggol.

** Nay Nurain

Tiap Jumat, Kades Tegal Waru dan Stafnya Sambangi Anak Yatim dan Jompo

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Kepala Desa Tegal Waru, Kecamatan Ciampea setiap Jumat pagi mendatangi anak yatim di setiap RT dan RW. Selain menyapa, Kades Tegal waru dan beberapa stafnya membagikan sembako dan santunan terhadap anak yatim dan para jompo.

“Kegiatan rutin Pemerintah Desa Tegal Waru ke setiap RT dan RW  menyantuni anak yatim. Dan Jumat ini RW 01 ada 65 anak yatim yang dibagikan santunan,” kata Kades Tegal Waru, Nunung Nuriyah, baru -baru ini.

Nunung mengatakan bahwa kegiatan ini rutin setiap hari Jumat pagi, selain yatim juga nanti bergantian jompo dan janda tua yang diberikan santunan. “Ini alokasi murni dari pribadi keluarga Haji Sadiman,” kata Kades.

Nunung mengatakan, tujuan dari kegiatan ini, sembari menyapa warga, ada juga warga yang harus diperhatikan saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. “Insya Allah kegiatan ini akan terus dilakukan bentuk komitmen Pemerintah Desa Tegal Waru yang peduli terhadap warganya,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Dua Ponpes di Wilayah Bogor Barat yang Hangus Terbakar Menanti Bantuan Bupati

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Dua pondok pesantren di wilayah Bogor Barat, Kabupaten Bogor  hangus dilahap si jago merah yakni Ponpes Raudlatul Ulum di Kampung Cibuntu Kaum RT 06, RW 01 Desa Cibuntu, Kecamatan Ciampea yang terjadi pada Jumat malam (5/2/2021). Sementara Ponpes  Taisirul Hikmah Kampung Bojong Reunde, Jasinga terbakar pada Sabtu siang (6/2/2021).

Menanggapi hal tersebut Kepala Desa Cibuntu, Kecamatan Ciampea Ahmad Yani mendorong Pemkab Bogor agar segera memberikan bantuan terhadap Ponpes yang sudah puluhan tahun berdiri itu. “Tentu kami dari pemerintah desa akan berupaya mendorong agar ponpes tersebut segera mendapatkan bantuan pembangunan,” kata Ahmad Yani.

Pihaknya pun mengatakan sudah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinsos terkait ponpes di desanya itu yang Jumat malam lalu hangus terbakar. “Kita pun sudah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinsos, ya mudah-mudahan berharap adanya bantuan pembangunan dari Pemkab Bogor dan segera terealisasi,” kata Ahmad Yani.

Sementara menurut Komite Perencanaan Pembangunan Strategi Kabupaten Bogor, Saepudin pihaknya akan mendorong dan akan berkoordinasi dengan Bupati dan Dinsos. “Nanti akan saya sampaikan ke Dinsos agar diupayakan,” singkatnya.

** Cepi Kurniawan

Sisa Pembongkaran Warung Oleh Pemdes Leuwiliang Masih Dibiarkan Berserakan

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Tumpukan sisa pembongkaran puluhan warung yang dibongkar Pemdes Leuwiliang hingga kini masih dibiarkan berserakan dan memberi kesan kumuh. Pembongkaran yang sebelumnya dilakukan Pemdes itu dilakukan lantaran menurut pihak desa, puluhan warung di sepanjang jalan menuju terminal itu diduga menjadi sarang maksiat.

Menanggapi sisa bongkaran bangunan warung yang masih berserakan Kades Leuwiliang Iman Nuraiman mengakui memang belum dilakukan pembersihan lantaran kendaraan yang akan mengangkut material bongkaran warung itu mengalami kerusakan. “Insya Allah itu dibereskan, minggu kemarin armada sampahnya masuk bengkel,” kata Iman Nuraiman melalui pesan singkatnya.

Kades Leuwiliang membantah jika disebut membiarkan tumpukan puing warung yang dibongkar beberapa waktu lalu itu. “Bukan dibiarkan memang belum diangkut,” kilahnya.

Rencananya warung-warung yang diduga dijadikan tempat maksiat itu dibongkar untuk didata meskipun sempat menuai pro-kontra lantaran diduga kades menyalahi aturan soal pembongkaran. Seperti yang diungkapkan, ketua komunitas pedagang Wandy, bahwa pembongkaran warung-warung yang berdiri di atas lahan milik PUPR Kabupaten Bogor itu terkesan akal-akalan.

“Saya menduga bahwa pihak pembongkar itu tidak memegang surat perintah dari instansi terkait,” ungkap wandy.

** Cepi Kurniawan

Gara-gara Ikuti Google Map, Kurir Terperosok ke Lumpur di Parung Panjang

0

Parung panjang | Jurnal Inspirasi

Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor menceritakan cerita unik yang mengevakuasi sebuah motor milik kurir yang terjebak  di perbukitan di Kampung Caringin, Desa Gorowong, Parung Panjang karena tersasar akibat mengikuti Google Map, Jumat (5/2/2021).

Danru Rescue Damkar Kabupaten Bogor Arman menceritakan, evakuasi itu  berawal dari pengendara sepeda motor yang dikendarai Cipta Wijaya (20) asal Tangerang sebagai kurir pengantar barang yang  ingin mengantarkan barang dengan petunjuk Google Map.

Namun ternyata kurir tersebut tanpa tersadar malah mengarah ke perbukitan dan jalan yang berlumpur sehingga ia pun terjebak hingga beberapa jam. “Kurir tersebut tersesat saat ingin mengantarkan barang malah diarahkan ke perbukitan sepi. Bahkan ia diarahkan ke jalan berlumpur hingga terperosok ke dalam kubangan lumpur sampai kelelahan, dan hampir tak sadarkan diri,” tutur Arman.

Kurir yang sudah berjam-jam kelelahan akhirnya menelpon rekannya yang di Bogor dan rekannya tersebut langsung menelepon Damkar Kabupaten Bogor untuk meminta pertolongan. “Mendapati laporan itu langsung tim Rescue bergegas meluncur dengan membawa alat perlengkapan evakuasi, tali karmantel, peralatan mountenering, kaca mata safety, P3K dan helm,” ujarnya.

“Alhamdulillah motor jenis bebek itu akhirnya bisa evakuasi pada pukul 18.00 wib. Kami menerima laporan  pukul 12. 50. Penanganan pukul  16. 30  dan alhamdulillah selesai evakuasi pukul 18.00 Wib dan kurir itu akhirnya bias kembali pulang dengan keadaan selamat,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Cegah Sebaran Covid, Polsek Parung Bentuk Satgas Rompi Hijau

0

Parung | Jurnal Inspirasi

Guna menekan angka sebaran Covid-19, Kapolsek Parung berinisiatif membentuk Satgas Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Rompi Hijau dengan melibatkan masyarakat, serta beberapa security di setiap perusahaan, pasar, tempat wisata dan tempat umum lainya yang ada di wilayah hukum Polsek Parung.

“Ini salah satu ikhtiar untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Polsek Parung dengan membentuk Satgas Rompi Hijau,” kata Kapolsek Parung, Kompol Fuji Astono, kepada wartawan, baru-baru ini.

Fuji menjelaskan Satgas Rompi Hijau ini nanti berperan sebagai relawan untuk membantu Gugus Tugas Kecamatan mensosialisasikan 3 M dan mendisiplinkan Prokes, baik di lingkungan pasar, perusahaan dan tempat umum lainya. “Berharap dengan ikhtiar ini angka sebaran Covid-19 di wilayah hukum Polsek Parung bisa teratasi,” ujarnya.

Fuji menjelaskan, untuk saat ini relawan Satgas Rompi Hijau yang sudah terbentuk yakni dari security PT Sierad Produce, Pasar Raya Parung, Pasar Tohaga Parung, security Hotel Transit, PT Tirta Sanita dan Wisata Wana Griya. “Semoga para relawan bisa menjalankan tugas dengan maksimal,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan