27 C
Bogor
Monday, August 31, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1314

Pemuda Depresi di Tanah Baru Masuk Sumur

0

Bogor | Jurnal Bogor

Diduga depresi, seorang pemuda warga Tanah Baru RT 03 RW 05, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, nekat masuk ke dalam sumur di rumahnya.

Namun, korban yang bernama Ilham (28) berhasil selamat, ysai hampir dua jam berada di dalam sumur pada Sabtu (10/4).

Kepada wartawan, Lurah Ciparigi, Uay Sutiawan mengatakan, awalnya korban sempat mengikuti selamatan dilanjut salat Dzuhur. Tetapi, tiba-tiba ia sudah berada di dalam sumur rumahnya pada pukul 12.00 WIB.

Keluarga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melapor ke RT dan kelurahan. Kemudian, kelurahan langsung menghubungu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor.

“Alhamdulillah hasil konfirmasi bujuk rayu dari unsur kelurahan, BPBD, Babinsa dan Babikantibmas, yang bersangkutan naik pada pukul 13.46 WIB. Kondisi tidak luka,” paparnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran M. Ade Nugraha menjelaskan bahwa korban berada di dalam sumur hampir dua jam. Ia diduga depresi, sehingga Ilham nekat masuk ke dalam sumur. “Dia turun sendiri ke sumur. Alhamdulilah selamat,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Devie Serap Aspirasi Warga Pasir Jaya

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Anggota DPRD Kota Bogor, Devie Prihartini Sultani mendengarkan aspirasi masyarakat melalui reses masa sidang kedua di RW 07 dan RW 08, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Sabtu (10/4).

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh pengurus RT, RW, tokoh ulama, kader dan pemuda, wanita yang akrab disapa DPS menerima berbagai aspirasi, seperti soal BPJS, rumah tidak layak huni (RTLH) dan lain sebagainya.

Politisi NasDem ini mengemukakan, masyarakat masih banyak yang terkendala dengan BPJS Kesehatan, terutama peserta BPJS mandiri menjadi kesulitan membayar iuran karena adanya pandemi Covid-19.

Dengan demikian, lanjut DPS, untuk bisa beralih ke peserta BPJS PBI (penerima bantuan iuran), maka tunggakan milik masyarakat itu harus dilunasi terlebih dahulu.

Oleh karenanya, ia akan meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat khususnya mengenai pembayaran tunggakan BPJS tersebut.

“Insyaallah akan kami perjuangkan kesulitan masyarakat ini, agar mereka bisa memiliki kembali BPJS miliknya, karena hal ini sangat penting bagi mereka untuk mempunyai rasa nyaman ketika mereka harus berobat ke rumah sakit,” ucap DPS.

Selain itu, DPS menyampaikan dirinya mendapat aspirasi masyarakat terkait masalah RTLH, dimana program itu masih banyak yang belum terealisasi hingga kini.

“Ada yang mengadu kepada saya bahwa katanya rumahnya sudah disurvei, bahkan sudah difoto dari 2 atau 3 tahun lalu, namun sampai saat ini belum juga ada reaslisasi dari Pemkot Bogor. Bisa dibilang masyarakat kena PHP,” katanya.

Begitu juga, sambungnya, korban bencana longsor di wilayah Kelurahan Pasir Jaya yang sudah dilaporkan bahkan mengajukan perbaikan, namun belum juga terealisasi.

Untuk ini, DPS meminta kepada Pemkot Bogor agar lebih serius lagi menangani hal-hal semacam itu dan  tidak usah PHP kepada masyarakat. Menurut dia, kerja sama RT, RW, lurah dan camat serta Kemas sangat dibutuhkan sinergisitas dan keseriusannya.

“Saya akan mengawal aspirasi mereka ini, karena mereka layak mendapatkannya sebagai warga Kota Bogor,” tegas anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor itu.

Dalam kesempatan itu, DPS menyempatkan menyapa warga dan mengunjungi warga yang tengah sakit dan memerlukan kursi roda. Ia juga membagikan masker, obat herbal dan membagikan sembako bagi warga yang membutuhkan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan oleh DPS dengan menyerahkan e-KTA Partai NasDem kepada para kader.n

** Fredy Kristianto

Saluran Air Kecil, Jalan Perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor Selalu Alami Kerusakan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Ruas jalan yang berada di perbatasan antara Kabupaten dan Kota Bogor selalu mengalami kerusakan. Terdapat banyak lubang di Jl. Kencana, Tanah Sareal, Kota Bogor dan Jl. Kali Murni Cilebut Barat, Sukaraja, Kabupaten Bogor.

“Karena resapan airnya kurang. Nah, dan disitu saluran aliran airnya memang kecil jadi mungkin tidak memadai atau tidak bisa menampung air. Sehingga air sering meluap ke jalan dan lama-lama terkikis juga,” ujar Iis (21) salah satu pengendara motor, Sabtu (10/4).

Kerusakan jalan yang diperkirakan sepanjang 100 meter sudah terjadi sangat lama dan baru saja mendapat perbaikan pada 6 bulan lalu. “Sebenernya ini sih udah lama ya. Kalau untuk dari terakhir perbaikan perkiraan 6 bulan lalu,” kata Iis.

Jalan yang selalu ramai dan padat ini bukan hanya dilalui oleh kendaraan kecil saja seperti motor dan mobil pribadi. Tapi kendaraan berat seperti truk yang mengangkut sejumlah barang sering melewati jalan ini. Hal ini menyebabkan jalan yang semakin rusak.

Sejumlah kendaraan sering mengalami kerusakan akibat jalan yang licin dan berlubang, pengendara juga harus berhati-hati untuk melewatinya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, terutama sehabis hujan.

“Kalau kecelakaan sih ga ada, cuma paling agak kepeleset-kepeleset dikit. Cuman, jarang sih kalau kecelakaan yang sampe jatoh. Cuman ya lumayan ngerusak kendaraan karena lewat jalan sini,” imbuhnya.

Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor dianggap lambat dalam mengangani jalan yang rusak ini. “Kalau dari pemerintah sih, kadang responnya sedikit lambat. Memang jalan ini sering diperbaiki juga, cuma ditambal-tambal dengan aspal. Tapi kan saluran airnya yang kurang dan airnya sering meluap ke jalan, kendaraan besar yang sering lewat jadi (jalan) bakalan sering rusak lagi,” tegas Iis.

Menurutnya, baik Pemkot dan Pemkab seharusnya  melakukan pengecoran, pelebaran resapan air atau saluran air dalam memperbaiki jalan yang sering rusak ini, dan bukan hanya sekedar tambal sulam. “Mungkin sih pemerintah harus melakukan tindakan lebih lanjut dengan pengecoran atau pelebaran saluran air. Jadi, gak gampang rusak jalannya,” imbuhnya.

** Livia [MG/UIK-Jb]

Gedung SDN Parakanmuncang 01 Akhirnya Diperbaiki

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi.

Tidak menunggu waktu lama, bangunan  gedung bertingkat SDN Parakanmuncang 01, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung  sebelumnya telah mengalami kebocoran akhirnya dilakukan perbaikan oleh pihak pelaksana dari CV Pangkaljaya, Sabtu (10/4). Pembangunan gedung sekolah tersebut menelan anggaran Rp.747.000.000

Saat ditemui di lokasi pembangunan sekolah, penyedia Jasa CV Pangkaljaya, Rahmat berjanji pihaknya akan memperbaiki kembali bangunan gedung sekolah SDN Parakanmuncang 01. “Sebelum dilakukan pengacian, diawali dengan membersihkan sisa material pasir dibangunan coran atas,” kata Rahmat kepada Jurnal Bogor.

Bersama konsultan pengawas dari CV. Catur Prima Karya serta disaksikan penjaga sekolah SDN Parakanmuncang 01, Rahmat mengatakan, bahwa perbaikan ini bentuk tanggung jawabnya sebagai pelaksana.

Sebanyak 4 atau 5 orang dengan melibatkan pekerja sekitar, kata dia, progresnya pada Minggu (11/4)  perbaikan gedung sekolah tersebut sudah mulai dikerjakan. Selain pengacian di lantai atas, pihaknya juga akan mengecat ulang pada bagian dalam karena terlihat sudah berjamur akibat rembesan air hujan. “Ketika ada kerusakan lainnya, kami siap  memperbaikinya,” ungkapnya.

“Setelah selesai lantai atas dan sudah terlihat rapi, lanjut bagian bawah untuk pengecatan ulang,” ujarnya.

Ia menerangkan, kalau ada kendala tinggal komunikasikan saja. “Saya juga bertanggung jawab yang penting saya kerja sudah maksimal sesuai dengan apa yang diintruksikan oleh dinas. Gambar ada, ya kami laksanakan, kendala sedikit sedikit wajar lah,” tukasnya.

Sementara, konsultan pengawas dari CV. Catur Prima Karya Eka Yuda menyatakan bahwa dari pembangunan gedung sekolah ini jangka waktu selesai pada 21 Desember 2020, namun masih dalam perawatan selama 180 hari.

Menurutnya, resiko jenis bangunan dengan dak itu kalau tidak dilakukan bangunan bertingkat maka sewaktu waktu-akan terjadi  rembes. “Agar tidak terjadi rembes, seharusnya  selama 4 bulan itu langsung dibangun gedung bertingkat,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Lama PJU Mati, Cibatok Gelap Gulita

0

Cibungbulang l Jurnal Inspirasi

Kondisi Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berada di jalan Kapten Dasuki Bakri, Desa Cibatok 2, Kecamatan Cibungbulang sudah lama dikeluhkan pengguna jalan maupun warga sekitar. Musababnya, penerangan umum di beberapa titik lokasi itu sudah lama tak menyala  dan belum ada perbaikan.

Pantauan di lokasi, terlihat beberapa titik lampu PJU di sepanjang Jalan Kapten Dasuki Bakri yang tidak berfungsi, mulai dari Kantor Desa Cibatok 2 menuju perempatan Jalan Cisauk. “Lampu ini sudah rusak. Jadi jalanan gelap kalau malam,” kata warga setempat, Baron, Sabtu (10/4).

Baron menuturkan, kondisi ini membuat warga maupun pengendara merasa tidak nyaman pada malam hari. Terlebih, kondisi jalan kerap agak berlubang dan bergelombang, hingga kendaraan yang melintasi jalur tersebut lari kencang, sehingga membahayakan pengendara atau pengguna jalan.

“Pengendara selalu ramai yang melintasi jalan ini, tapi lampu jalan tidak berfungsi bagi warga pengguna jalan, ini jadi keluhan,” sambung pengguna jalan lainnya, Nudin.

Olehnya, ia berharap pihak pemerintah seperti UPT Dishub Leuwiliang segera memperbaiki lampu jalan tersebut agar kembali berfungsi dengan baik.

Sementaar Kepala Desa Cibatok 2 Abdurrohim mengakuinya, dalam beberapa malam ini lampu penerangan jalan persis depan Desa Cibatok 2 rusak sehingga kondisi jalanan gelap, mulai dari Tugu Macan Kampung Cibeureum sampai toko bangunan pertigaan Kampung Cibeureum Ibo.

“Saya harap pihak terkait segera ditindaklanjuti karena Jalur tersebut ramai dilintasi kendaraan 24 jam yang melintas,” tukasnya.

Kepala UPT Dishub wilayah IV Leuwiliang  Ika Sobariah saat dikonfirmasi via selulernya mengaku belum bisa menjadwalkan untuk perbaikan penerangan umum yang berada di Jalan Kapten Dasuki Bakri Cibatok 2. “Ya nanti bagian teknisi menjadwalkan ke lokasi untuk memperbaiki PJU yang mati itu. Namun sekarang hari libur kami gak tahu jadwal perbaikannya,” pungkasnya.

** Arip Ekon

? HADITS HARI INI

0


10 April 2021
27 Sya’ban 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُطَرِّفٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لَا يَدْخُلُهُ إِلَّا الصَّائِمُونَ

Telah bercerita kepada kami Sa’id bin Abu Maryam, telah bercerita kepada kami Muhammad bin Mutharrif berkata, telah bercerita kepadaku Abu Hazim dari Sahal bin Sa’ad radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Di Surga ada delapan pintu, diantaranya ada yang dinamakan pintu Ar-Rayyan yang tidak akan memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa.

HR Bukhari No. 3017.

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Disdik Kota Bogor Siapkan Alternatif PTM

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) tengah mempersiapkan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SD, SMP dan SMA atau sederajat. Hal ini dilakukan atas dasar dari Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri. Sebut saja Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

“Kalau dari pusat menjadwalkan pelaksanaan tatap muka Juli mendatang,” ujar Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi, Jumat (9/4).

Hanafi mengatakan, secara umum semua daerah mempersiapkan pelaksanaan tatap muka. Nantinya pembelajaran tatap muka ini hanya kegiatan belajar mengajar saja alias kantin dan ekstrakurikuler belum diperbolehkan beroperasi, sehingga anak-anak harus membawa bekal dari rumah.

“Disdik mengambil langkah teknis dengan membentuk Satgas Covid-19 pelajar, beberapa sekolah sudah mempersiapkan sarana prasarananya. Mulai dari tempat mencuci tangan, desinfektan, cek suhu dan nanti dilakukan uji coba terlebih dahulu,” tutur Hanafi.

Khusus Sekolah Dasar (SD) kata dia, situasinya lebih pelik mengingat jumlah SD di Kota Bogor cukup banyak, siswanya pun banyak dan yang paling dikhawatirkan penerapan 3M, terutama jaga jarak sesama siswa. Pihaknya pun akan mempersiapkan dengan matang sebelum membuka sekolah, sementara TK dan Paud perlu ditinjau kembali mengingat resikonya lebih besar.

“Sebelum tatap muka, kami akan minta persetujuan orang tua melalui polling, apakah orang tua setuju sekolah dibuka atau tidak,” imbuhnya.

Disdik merencanakan beberapa alternatif untuk pembelajaran tatap muka ke depan. Sebab, pembelajaran tatap muka tidak akan 100 persen atau akan dibagi 30 persen tatap muka dan 70 persen daring. Alternatif lainnya setiap kelas masuk bergantian mulai dari kelas 9, kelas 8 dan kelas 7 namun ini sedikit akan repot.

“Alternatif ketiga dilakukan per-pekan, satu minggu sekali dengan jumlah 50 : 50 persen dan sepertinya ini lebih efektif karena bisa dimonitor kondisi siswanya,” terangnya.

Ia menambahkan, SMA walaupun urusan provinsi tapi lokasinya ada di Kota Bogor tetap menjadi perhatian Disdik. Kekhawatiran SMA setelah pulang sekolah apakah langsung pulang ke rumah atau tidak.

“Jadi kami harus koordinasikan ke Satgas Covid-19 Kota Bogor, Dewan Pendidikan dan lainnya. Kami juga akan uji coba PTM beberapa sekolah yang sudah membuat video,” katanya.

** Fredy Kristianto

Berkat Daun Singkong, KWT Cengek Cilegon Raup Omzet 40 Juta per Bulan

0


Cilegon | Jurnal Inspirasi

Keterampilan Kelompok Wanita Tani (KWT ) Cengek Lingkungan Kapu Denok Julalen Kecamatan Citangkil Kota Cilegon Banten mengolah daun singkong menjadi keripik, meraup omzet hingga Rp. 40 Juta per bulan. Hal ini sangat membantu kelompok dan meningkatkan perekonomian keluarga anggota.

Siti Hasanah Ketua KWT Cengek mengatakan keripik ini dikemas dan dinamai Hanna Koe. Harganya Rp 15.000 per bungkus ukuran 125 gram dengan tiga varian rasa, original paru, rasa rendang dan pedas. Selain pasar lokal produk ini bahkan sudah dipasarkan keluar negeri melalui pihak yang membantu memasarkan atau dibawa sebagai oleh – oleh warga yang memiliki kerabat di luar negeri. Dan kini ada pula perusahaan yang mengajak kerja sama untuk ekspor.

” Kami bisa memproduksi 50 – 100 kilogram kripik paru daun singkong per bulannya. Pemasaran sudah masuk supermarket di Jakarta dan mini market, “ ujarnya Jum’at (09/04/2021).

Mengolah sejak tahun 2012, Siti Hasanah mengaku ide mengolah daun singkong menjadi camilan renyah dan gurih menggugah selera, serta bernilai ekonomi tinggi berawal dari banyaknya petani didaerahnya yang membudidayakan singkong.

“ Selama ini daun singkong biasanya hanya digunakan sebagai bahan sayuran atau lalapan yang tidak semua orang suka, terutama anak – anak. Padahal didaun singkong banyak kandungan gizinya, “ tuturnya.

Selain daun singkong sebagai bahan utama bahan lain yang digunakan terbilang sederhana seperti telur, tepung mocaf (Modified Cassava Flour), minyak nabati, garam dan rempah-rempah. Cara membuatnya pun tidak sulit.

“Bahan kripik ini campuran daun singkong, telor, tepung mocaf. Bahan baku mocaf nya diperoleh dari Pandeglang, “ katanya.

Selain anggota KWT, kelompok ini memberdayakan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja. Bahkan kini sudah mampu mendatangkan ahli masak untuk menjaga kualitas rasa dan kualitas produk.

Mengacu pada instruksi Presiden RI Joko Widodo bahwa pertanian Indonesia ke depan harus berbasis korporasi selaku korporasi petani yang dikelola dengan manajemen profesional.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dalam beberapa kesempatan menyampaikan pengembangan korporasi ke depan akan diperluas dimensinya. Sehingga tidak hanya mengelola seluruh rantai produksi usaha tani dengan teknologi modern, pengolahan, budidaya, pasca panen dan pemasaran. Juga hingga mampu menciptakan produk turunan dari komoditas yang ada.

“Korporasi petani juga ditargetkan berimplikasi pada penumbuhan semangat generasi milenial untuk terjun memajukan sektor pertanian yang inovatif dan berdaya saing, “ ucap Mentan.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi mengajak petani di seluruh Indonesia jangan lagi menjual hasil panen mentahan.

“Poses dahulu menjadi produk olahan bernilai tambah, sehingga petani meraih laba setelah dilepas ke pasaran, “ ucapnya.

** Regi/PPMKP

ACT Launching Program Ramadhan di Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

ACT (Aksi Cepat Tanggap) bekerja sama dengan Kodim 0606 Kota Bogor menjalankan program kegiatan “Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan”. Launching kegiatan ini dilaksanakan di Kodim 0606, Jumat (9/4/21).

“Kegiatan Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan ini untuk mengajak masyarakat saling membantu satu sama lain, apalagi jika ada masyarakat yang terkena dampak selama pandemi, oleh karena itu kami mengajak lapisan masyarakat, TNI, Polri, dan juga pengusaha-pengusaha agar gerakan sedekah ini bisa dilakukan secara bersama-sama,” ujar Subhed Ragional Jabar ACT Bogor, Catur Widodo.

Apalagi masyarakat selama bulan Ramadhan kata dia, memiliki keinginan kuat untuk memberikan bantuan yang lebih maksimal lagi kepada masyarakat yang kurang mampu.

Menurut Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, kegiatan seperti ini bisa membantu penyaluran bantuan pangan dalam rangka penanganan dampak Covid Kota Bogor dengan jenis bantuannya terdiri dari beras dan air mineral masing-masing sebanyak 250 paket yang akan disebarkan kepada masyarakat pra sejahtera.

“Bantuan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, khususnya yang terdampak pandemi covid  di Kota Bogor,” ujarnya.

Sedangkan kata Danrem 0601 Suryakencana Brigjen TNI Ahmad Fauzi SIP.M.M, upaya bantuan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian semenjak adanya covid. Banyak masyarakat kata dia, mengalami kesusahan, namun ada juga masyarakat yang dermawan ingin menyumbangkan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Masih ada yang saling memperhatikan satu sama lain, inilah yang disebut sebagai mempererat persatuan sebagai bentuk amal bentuk kasih, sesama bangsa dan tanah air,” ujarnya.

Selain dihadiri petinggi Kodam, Korem dan Kodim, juga hadir Bhabinkamtibmas, Babinsa, Menwa, Pramuka, dan relawan MRI ACT Bogor Raya. Penyaluran bantuan ini akan dibagikan ke seluruh Bogor yang dimulai hari ini hingga sepanjang bulan Ramadhan.

“Sangat membantu sekali, sangat berterima kasih sekali kepada pihak-pihak yang mengadakan kegiatan seperti ini. Untuk harapannya Indonesia bisa lebih cerah lagi untuk kedepannya semuanya. Semoga covid ini segera berakhir,” ujar salah seorang Ketua RT, Cun Mansyur.

** Nur Anisah Rahmahnda [MG/UIK-Jb]

Gedung SDN Parakanmuncang 01 Bakal Dicek

0

Disdik Perintahkan Kabid Sarpras Periksa Kerusakan

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Gedung SDN Parakanmuncang 01, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung yang belum lama dibangun namun sudah mengalami kerusakan, kini disikapi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Entis Sutisna. Bahkan dia memerintahkan langsung Kepala Bidang Sarana dan Prasarana untuk mengecek kondisi sekolah tersebut.

Entis Sutisna

“Saya perintahkan Kabid Sarpras untuk ke lapangan mengecek keadaan bangunan SDN Parakanmuncang 01,” kata Entis melalui WhatsApp, Jumat (9/4).

Ketika ditanya kapan pengecekan ke lokasi SDN Parakanmuncang 01, pihaknya belum bisa bersedia merincinya. Namun yang pasti, pengecekan bakal dilakukan.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Sekolah SDN Parakanmuncang 01, Enggan Stiarenggana mengaku tidak puas terhadap gedung sekolah bertingkat dengan 4 ruang yang dibangun oleh CV Pangkaljaya pada Agustus 2020. “Usia bangunan sekolah baru berumur  8 bulan tetapi hasilnya sangat mengecewakan,” katanya.

Dengan kondisi ini, kata Enggan, proses kegiatan belajar mengajar bagi guru dan peserta didik dipastikan tak nyaman untuk. “Bangunan sekolah ini masih sangat baru, kami minta pemborong harus bertanggung jawab,” tegas Enggan.

Padahal bangunan sekolah gedung bertingkat itu, beber Enggan, anggarannya tidak sedikit. “Masa dengan anggaran ratusan juta tetapi kualitas bangunannya terkesan asal asalan,” beber dia.

Ia menyebutkan, seharusnya pemborong bertanggungjawab karena pekerjaannya masih menimbulkan masalah kebocoran. “Kami berharap dirapikan lagi lah, sebelum kerusakan bertambah parah,” paparnya.

Ia tak menampik, bangunan tersebut memang sempat ada perbaikan,  tetapi kenyataannya masih bermasalah dengan kebocoran.

** Arip Ekon