25.2 C
Bogor
Tuesday, April 21, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1315

Angka Positif Turun, Angka Kematian Naik

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Jumlah kasus positif covid 19 di Kota Bogor terus alami penurunan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor pada 22 Februari 2021, jumlah positif Covid 19 di Kota Bogor mengalami penurunan menjadi 82 orang, dari sebelumnya, yakni 98 kasus.

Namun angka mencengangkan terjadi dalam kasus meninggal. Dalam sepekan terakhir terlaporkan 11 orang dan akumulatif tercatat 190 kasus. Bahkan, hingga Senin (22/2) terdapat tambahan tiga orang sehingga menjadi 193.

Berdasarkan laporan harian pada Senin (22/2) terjadi penambahan 3 kasus pasien positif meninggal dunia. Sedangkan, dalam pekan kemarin, terlaporkan 8 kasus meninggal.

Kemudian, berdasarkan laporan data harian, Satgas Covid-19 Kota Bogor, Sabtu (20/2) juga terjadi penambahan 3 pasien positif meninggal. Sehari sebelumnya, Jumat (19/2) ada penambahan 4 kasus, dan Kamis (18/2) satu kasus.

Juru Bicara Satgas Covid-19, Sri Nowo Retno dalam keterangannya menuturkan, dengan peningkatan pasien positif meninggal, angka akumulasi berjumlah 193 kasus.

“Pasien meninggal disebabkan pasien mempunyai riwayat penyakit penyerta yang menahun. Sehingga dalam perjalanan penyembuhan Covid, pasien meninggal,” ujarnya kepada wartawan, Senin (22/2).

Selain penambahan kasus meninggal, laporan harian juga melaporkan penambahan kasus positif baru sebanyak 82 kasus dan pasien positif baru sembuh sebanyak 175.

Dengan penambahan itu, jumlah kasus positif di Kota Bogor mencapai 11.543 kasus. Dari jumlah itu, pasien yang masih dalam perawatan berjumlah 1.243 orang, pasien sembuh sebanyak 10.107, dan meninggal dunia 193 kasus.

** Fredy Kristianto

3 Tahun Rusak, Warga Pasir Jaya Harapkan Jembatan Penghubung Diperbaiki

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sudah tiga tahun warga RT 03/ RW 04 dan RW 05, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat tak bisa melalui jembatan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut lantaran kondisinya telah rusak parah.

Akibatnya warga yang ingin melintas di kawasan tersebut harus berputar. Padahal, sebelum jembatan ini rusak akses ini merupakan akses tercepat warga.

Salah satu warga RT 03/RW 04, Annisa meminta pemerintah segera memperbaiki jembatan ini tersebut lantaran sudah terlalu lama dibiarkan rusak.

“Sudah tiga tahun tak diperbaiki. Kami ingin cepat-cepat jembatan itu dipugar agar bisa dilalui oleh pejalan kaki dan motor yang lewat,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/2).

Menurut dia, para penggendara sepeda motor lebih memilih melewati jalur atas, apabila ingin ke jalan raya. “Karena ini tidak bisa dilalui khususnya untuk pengguna motor. Hanya bisa di lalui untuk pejalan kaki,” ucapnya.

** Fredy Kristianto

Waspada, Ada 20 Titik Bencana di Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Cuaca ekstrem yang tak menentu, membuat warga Kota Bogor harus waspada. Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana alam.

“Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah melakukan upaya mitigasi bencana. Mitigasi itu kan serangkaian upaya mengurangi resiko. BMKG dengan forecasting atau ramalan cuaca sedangkan BPBD dengan mengedukasi warga mencegah potensi bencana,” ujar Dedie kepada wartawan, Senin (22/2)

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Priyatna Syamsyah menerangkan, ada 20 titik bencana yang terjadi pada Jumat (19/2) dan Sabtu (20/2).

“Ada beberapa jenis bencana. Mulai dari pohon tumbang, tanah longsor, atap rumah ambruk, tembok jebol, dan bangunan ambruk,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Tempat Isolasi OTG Dipindah ke Ciawi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan memindahkan tempat isolasi Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 dari BNN Lido ke Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengawasan (Pusdiklatwas) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ciawi, Kabupaten Bogor.

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah Dwikorawati mengatakan, pemindahan itu lantaran tidak diperpanjangnya BNN Lido karena gedung itu rencananya akan digunakan BNN untuk pelatihan.

“Kami sudah koordinasi dengan bupati dan sudah diizinkan menggunakan gedung BPKP di Ciawi, sekarang prosesnya sedang dilakukan rekruitmen dan pelatihan tenaga,” ujar Syarifah kepada wartawan, Senin (22/2).

Menurut dia, tempat isolasi OTG di BPKP Ciawi tersebut memiliki 128 tempat tidur. “Ya, memadailah untuk menggantikan BNN Lido,” ungkap Syarifah.

Lebih lanjut, kata Syarifah, Pemkot Bogor sudah melayangkan surat izin kepada bupati mengenai rencana peminjaman gedung tersebut. “Surat permohonan izinnya sudah dilayangkan dari wali kota ke bupati. Yang pasti saat ini sedang berproses,” ungkapnya.

Disinggung mengenai rencana penggunaan Hotel Bogor Valley sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Syatifah menegaskan bagwa pihaknya sedang menunggu review dari

Ia menambahkan terkait hotel yang akan dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19, saat ini sedang menunggu review dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat. “Kalau untuk hotel saat ini masih di review oleh BPKP Jabar dan kita masih tunggu. Sebab harus melalui tahapan review,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Produksi Sampah Berkurang 16 Persen, Pemkot Diganjar DID

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berhasil mereduksi volume sampah sebanyak 16 persen pada 2020 lalu. Alhasil, Kota Bogor pun mendapat Dana Insentif Daerah (DID) dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya pada Senin (22/2).

Diketahui Kota Bogor menjadi salah satu dari 13 daerah di Indonesia yang diguyur DID. “Di tengah berbagai keterbatasan terkait dengan kondisi TPA dan lainnya, kami fokus pada upaya untuk mengurangi sampah pada sumbernya di lingkungan masing-masing dan melibatkan warga. Insya Allah hasil ini memberikan kami semangat untuk fokus mengurangi sampah,” ujar Bima Arya

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Deni Wismanto mengatakan, penghargaan ini terkait kinerja pengurangan sampah di Kota Bogor pada 2020. Terdapat 13 kota dan satu provinsi yang menerima penghargaan ini termasuk Kota Bogor.

Di 2020, Kota Bogor berhasil menurunkan sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga sebesar 16 persen dari 650 ton sampah setiap harinya.

“Di 2020 target Nasional pengurangan sampah 20 persen dan Kota Bogor berhasil menurunkan 16 persen. Di 2021 ini target kami bisa menurunkan sampai 20 persen karena target Nasional naik ke 24 persen,” ujar Deni.

Deni menuturkan, penurunan sampah ke TPA ini butuh dukungan masyarakat. Pasalnya, pengelolaan sampah atau mengurangi sampah (reduksi) harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah, sehingga sampah yang dibuang ke TPS bisa lebih sedikit.

Ia menjelaskan, ada dua cara mereduksi sampah yakni sampah anorganik melalui Bank Sampah dan yang organik bisa diolah menjadi budidaya maggot dan pupuk. “Di Kota Bogor ada 27 TPS 3R, dan 346 Bank Sampah sebagai tempat pengolahan sampah dan mereduksi sampah,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Bogor, Dimas Tiko mengatakan, di HPSN 2021 mengusung tema Sampah Sebagai Bahan Baku Ekonomi di Masa Pandemi.

Sebab, jika sampah organik dikelola dengan baik menjadi budidaya maggot dan pupuk bisa mendatangkan nilai ekonomis. Sementara sampah anorganik berkurang berkat program Bogor Tanpa Kantong Plastik (BOTAK) yang nantinya akan merambah ke pasar tradisional.

“Kami terus dorong inovasi untuk pengurangan sampah di Kota Bogor. Ini kali kedua penghargaan yang diterima Kota Bogor dan jumlah penurunan sampah semakin meningkat dari 14 persen di 2019 menjadi 16 persen di 2020,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Truk Tronton Tabrak Tiang di Jalan Adnan Wijaya

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Truk tronton bermuatan pasir mengalami kecelakan tunggal hingga naik ke atas trotoar dan menabrak tiang di Jalan Adnan Wijaya, tepatnya dekat di simpang Jambu Dua, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Senin (21/2).

Kepada wartawan, Paur Subbag Humas Polresta Bogor Kota Iptu Rachmat Gumilar mengatakan  menurut keterangan pengemudi truk berjalan dari arah Pandu Raya menuju Jalan KH Sholeh Iskandar melalui jalan Achmad Adnawidjaya,

Diduga kendaraan Hino Tronton No. Pol D 9790 GR mengalami rem blong, sehingga hilang kendali dan menabrak trotoar serta tiang. “Akibat dari kecelakaan tersebut, kendaraan Hino Tronton No. Pol. : D – 9790 – GR dan trotoar, pedestrian serta tiang telkom mengalami rusak,” kata Rahmat.

Sementara itu, Rosadi supir truk mengaku, truk yang dikemudikan nya ini berangkat dari Comangkok Sukabumi hendak menuju Leuwiliang mengantarkan pesanan pasir, truk melintas dari arah pandu raya ketika melintas di jalan menurun tepatnya di simpang jambu dua trus alami rem blong dan naik ke trotoar dan menabrak tiang listrik.

“Mau kirim pasir 45 ton ke Leuwiliang dari Sukabumi, melaju dari arah pandu raya ke arah Warung Jambu. Rem saya blong, langsung banting stir ke kiri aja dari pada nabrak kendaraan lain karena di depan lampu merah, saya juga bawa mobilnya pelan. Alhamdulillah tidak apa- apa,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Pegawai Terpapar Covid, Ruang Fraksi PAN Ditutup

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Fraksi Amanat Nurani (F-AN) DPRD Kota Bogor menutup sementara ruang fraksinya. Hal itu lantaran ada beberapa pegawai di gedung wakil rakyat yang terpapar Covid-19. Diketahui, penutupan itu dilakukan sejak Senin (22/2) hingga 26 Februari mendatang.

Ketua Fraksi Amanat Nurani DPRD Kota Bogor, Safruddin Bima mengatakan bahwa sejauh ini sudah ada lima orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Senin (22/2). “Ada belasan orang yang sudah kena,” ujar Safrudin kepada wartawan.

Ia menjelaskan bahwa penutupan itu dilakukan atas inisiatif fraksi untuk memutus mata rantai paparan virus corona. Terutama di F-AN. “Karena itu saya bersikap cepat, jelas dan tegas untuk keamanan, keselamatan dan kebaikan bersama,” ucapnya.

Kendati ditutup, sambungnya,  layanan dan komunikasi fraksi terhadap masyarakat serta berbagai pihak melalui media sosial. “Paling via whatsaap atau melalui staf,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Pengunjung Membludak, Cimory Riverside Diduga Langgar PPKM

0

Megamendung | Jurnal Inspirasi

Meski Pemerintah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, sudah mensosialisasikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro termasuk jam operasional resto, kafe, rumah makan maupun hotel, namun hal itu disinyalir tidak digubris pengusaha Cimory Riverside di Desa Cipayung Girang.

Pada Minggu (21/2) lalu, pengunjung ke Cimory Riverside membludak hingga dua area parkir dipadati kendaraan tamu yang didominasi plat nomor polisi luar daerah.

Fani, salah seorang pengendara roda dua mengaku heran dengan penuhnya lahan parkir pengunjung ke Cimory Riverside. Padahal, saat ini Pemerintah Kabupaten Bogor, sudah kembali memperpanjang PPKM dari tanggal 22 Februari sampai 8 Maret.

 “Aneh ya di Cimory Riverside pengunjung dibiarkan membludak. Seperti tidak ada PPKM,” ujarnya kepada wartawan.

Fani mempertanyakan Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Megamendung yang terkesan melakukan pembiaran. Seharusnya ada petugas yang memantau jumlah pengunjung. “Ini mah sepertinya tidak ada batasan jumlah pengunjung,” paparnya.

Ia menilai, PPKM yang saat ini sedang diterapkan pemerintah, hanya berlaku terhadap pengusaha resto dan kafe yang hanya skala kecil.  “Kalau mau benar diterapkan, PPKM harus berlaku juga kepada pengusaha sekelas Cimory. Biar tidak ada kecemburuan sosial dari pengusaha yang sama,” tegasnya.

Sementara, Kepala Seksi Trantib Kecamatan Megamendung, Iwan Relawan menyatakan, pihaknya sudah sering melakukan sosialisasi PPKM, termasuk kepada pengusaha Cimory.  “Kami pun minta agar kapasitas pengunjung hanya 50 persen dari jumlah kursi yang ada. Dan kami juga sering menegurnya,” imbuhnya.

Sampai saat ini, dari pihak pengusaha Cimory Riverside, belum memberikan keterangan apa pun terkait membludaknya pengunjung tersebut.

** Dede Suhendar

Perkuat Sinergi, Kalapas Sambangi Polres

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Kepala Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Mujiarto dan Kalapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Damari, bersama jajaran pejabat struktural terus memperkuat sinergi dengan menyambangi Markas Kepolisian Resort (Polres) Bogor, Senin (22/02/2021).

Kedatangan Kalapas Khusus dan Narkotika Gunung Sindur beserta jajaran pejabat struktural diterima langsung oleh Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Bogor, AKBP Harun dan Kasat Narkoba, AKP Eka Candra.

Kalapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Mujiarto, menyampaikan koordinasi bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus perkenalan dengan Kapolres Bogor dan memperkuat sinergi keamanan karena Lapas Gunung Sindur masuk dalam wilayah hukum Polres Bogor.

“Selain itu koordinasi juga sebagai upaya menjalin kerjasama dan sinergitas dengan Polres Bogor dalam deteksi dini gangguan Kamtib yang selama ini sudah berjalan dengan baik sehingga menjadi lebih baik lagi,” ujar Kalapas.

Kapolres Bogor, AKBP Harun, menyampaikan apresiasi atas langkah yang dilakukan Kalapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur dan Kalapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur dalam mewujudkan sinergitas dengan Polres Bogor. “Tentunya dalam bidang keamanan terutama terkait deteksi dini gangguan kemanan dan ketertiban dan pemberantasan narkotika,” jelas Kapolres.

** Cepi Kurniawan

Seluruh Kades di Dramaga Bakal Diperiksa Inspektorat

0

Dramaga | Jurnal Inpirasi

Kepala desa (Kades)  di Kecamatan Dramaga ramai-ramai bakal dilakukan pemeriksaan reguler oleh Inspektorat Kabupaten Bogor mulai dari penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD) BPHRD termasuk review anggaran yang diberikan Bupati Bogor sebesar Rp 1 miliar.

“Pemeriksaan itu meliputi 10 desa yang ada di Kecamatan Dramaga jadi di masing masing desa pemeriksaanya dari mulai 1-6 Maret 2021,” kata Camat Dramaga Ivan Pramudia, Senin (22/2/2021).

Selain pemeriksaan soal beberapa pengguna anggaran bantuan dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten juga bantuan anggaran Samisade senilai 1 miliar akan jadi bahan pemeriksaan pihak inspektorat. “Termasuk review Samisade nanti akan dilakukan pemeriksaan oleh pihak inspektorat,” singkatnya.

Lebih lanjut Ivan mengimbau  agar kepala desa menyesuaikan dengan ketentuan peraturan Bupati Bogor. “Saya imbau kepada para kepala desa jangan bermain main soal anggaran dan tetap ikuti ketentuan peraturan yang ada,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan