31.5 C
Bogor
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1279

Jumlah KPM Alami Penurunan, Pemdes Sukamaju Tetapkan 210 Penerima

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Pemerintahan Desa (Pemdes) Sukamaju, Kecamatan Cigudeg menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Musdesus tersebut merupakan tindak lanjut finalisasi data tahun 2021 jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-DD yang kini mengalami penurunan.

Kepala Desa Sukamaju, Dahyudin menjelaskan, dalam Musdesus ini terdapat pengerucutan penerima bagi manfaat yang sebelumnya ada 420 KPM. “Jumlah KPM 2021 sekarang hanya 210 penerima,” kata Dahyudin saat pemaparan Musdesus yang berlangsung di gedung Yayasan Al-Amanah  Kampung Cilame RT 01 RW 03.

Ia menjelaskan, untuk persyaratan kriteria penerima pihaknya akan disesuaikan dengan aturan dari Kementerian Desa dan Perbup Bogor kaitan dengan penentuan KPM. “ Agar bantuan ini tepat sasaran nanti sesuaikan dengan aturan yang ada,” kata dia.

Ia menyebutkan, penentuan  KPM ini sering banyaknya  gejolak di bawah maka itu,  kedepan BLT DD ini benar-benar tersalurkan sesuai dengan kriteria calon penerima manfaat. Nantinya, kata Dahyudin setiap KPM akan diberikan bantuan sebesar 300.000 ribu per bulan, selama 12 bulan. Namun, saat ini belum bisa diberikan karena dana desa belum turun. 

“Masyarakat  yang mendapat  BLT- DD salah satunya untuk menunjang perekonomian. Minimal uang BLT itu bisa digunakan untuk kegiatan usaha,” tandasnya.

** Arip Ekon 

Diduga Akibat Prahara Rumah Tangga, Warga Citeureup Tewas Gantung Diri

0

Citeureup  | Jurnal Inspirasi

Diduga ada permasalahan keluarga, warga Kampung Gang Nangka, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Hal ini disampaikan Heri, Ketua RW 01 bawa kejadian tersebut diketahui warga sejak pukul 06.00 WIB, Minggu (21/03/2021).

 “Tadi pagi tuh, beberapa tetangga korban, datang ke rumah saya untuk menyampaikan, ada yang gantung diri” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (21/03/2021).

Heri pun menceritakan kronologis laporan dari warganya terkait kejadian tersebut. Menurut beberapa tetangganya, kejadian ini karena ada prahara rumah tangga yang sudah cukup lama, korban berinisial A (35) adalah warga yang sudah 10 tahun mengontrak di rumah tersebut.

 “Karena dia masih keturunan Cina, sekarang korban dibawa ke rumah duka di belakang Ramayana Cibinong untuk dikremasi,” tukasnya.

Senada, pemuda setempat bernama Solahudin (23) menambahkan, kejadian tersebut ramai diketahui warga sejak pukul 07.20 WIB. “Saya dapet info dari grup salah satu aplikasi, pas saya ke lokasi ternyata bener ada yang gantung diri. Kejadian itu dilakukan di rumah kontrakannya di seberang gedung Atoom Theater,” jelasnyanya.

Hingga berita ini turun, belum ada keterangan resmi yang diberikan pihak kepolisian Polsek Citeureup perihal tewasnya A.

** Nay Nur’ain

UPT Pengelolaan Sampah Wilayah III Akan Tetapkan Pembayaran Online

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi
Sistem pembayaran secara online akan diterapkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sampah Wilayah III kepada para pelanggan. Hal itu dikatakan Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah III, Rudi Andryanto di kantornya di komplek pemerintahan Kecamatan Ciawi.

Rudi mengatakan, pembayaran sistem online akan diterapkan kepada para pelanggan seperti, hotel, restauran, rumah sakit dan perumahan yang masuk kategori berkelas. Menurutnya, saat ini aplikasi untuk pembayaran pelanggan sampah di wilayahnya, sedang tahap proses penyempurnaan. Dimana, tim dari IT masih terus melakukan terobosan agar didalam aplikasi tersebut bukan hanya untuk melakukan transaksi pembayaran saja.

Di aplikasi tersebut, lanjut Rudi, ada juga call center, kritik dan saran serta pemberitahuan kepada para pelanggan bila belum melakukan pembayaran saat sudah jatuh tempo. “Lampu di aplikasi itu akan berkedip kalau ada pelanggan yang belum bayar di jatuh tempo. Pembayaran bisa dilakukan di Alfamart, Indomaret dan Bank,” ungkapnya kepada wartawan.

Rencananya, pembayaran melalui sistem online ditargetkan baru akan diterapkan di tahun 2022 mendatang. Alasannya, karena masih banyak beberapa sistem yang belum ada, termasuk melakukan sosialisasi kepada para pelanggan. “Walau nantinya sudah sistem online, kami juga masih membuka pembayaran secara manual,” papar Rudi.

Rudi mengaku sudah melaporkan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, terkait inovasi yang sudah dirancangnya untuk memberikan kemudahan kepada para pelanggan saat pembayaran. “Dan Kepala DLH merespon baik dan mendukung inovasi yang kami buat ini,” akunya.

Tujuan dari pembayaran secara online, Rudi menegaskan bagian dari pelayanan secara cepat kepada masyarakat terutama para pelanggan. Selain itu juga, untuk mencegah terjadinya kebocoran retribusi sampah. “Jadi bukan hanya pelayanan dalam pengangkutan sampah saja yang gerak cepat (Gercep), kami juga memberikan kemudahan untuk pembayaran,” imbuhnya.

Rudi menambahkan, di masa kepemimpinan nya di UPT Pengelolaan Sampah Wilayah III ini, ingin melakukan terobosan yang bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. “Kami juga mendukung program Bupati dan Wakil Bupati Bogor dengan slogan Gercepnya. Makanya rencana kami semua armada pengangkut sampah akan di brending dengan tulisan Gercep,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Implementasikan Pancakarsa, BPBD Gelar Forum Perangkat Daerah

0

Cibinong l Jurnal Inspirasi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor menggelar acara Forum Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2022 melalui offline dan via Zoom Meeting live streaming Youtube. Bertempat di aula BPBD acara dibuka dengan opening remarks dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor Ir. Yani Hassan.     

Pertemuan menghadirkan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor SES, Prodi Kebencanaan Universitas Pertahanan, Bappeda Litbang Kabupaten Bogor, Camat Jasinga Kabupaten Bogor, Staf Energy Geothermal Salak Ltd, dan Ketua Pandawa ICT.

Untuk peserta webinar lainnya dari dinas instansi, serta kecamatan, penggiat bencanna dan dunia usaha melalui zoom meeting , dengan tema percepatan pemulihan ekonomi daerah terkait, penanggulangan bencanna dengan moderator Ir. Budi Pranowo, Sekretaris BPBD Babupaten Bogor.  “Maksud dan tujuan  diadakannya forum ini adalah untuk mengimplementasikan  program Pancakarsa yang ingin dicapai oleh Bupati Bogor,” kata Budi Pranowo dalam rilisnya yang diterima Jurnal Bogor, baru baru ini.

Kegiatan tersebut, kata dia untuk penajaman indikator kinerja yang tepat dalam mendukung pelaksanaan dan fungsi prangkat daerah. Program Pancakarsa yang terkait dengan BPBD Kabupaten Bogor yaitu “Karsa Bogor membangun guna mewujudkan pembangunan daerah yang merata, berkeadilan dan berkelanjutan  tujuannya untuk mengurangi resiko bencana khususnya di Kabupaten Bogor.

Kepala  Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Yani Hassan menjelaskan bahwa wilayah Kabupaten bogor memiliki tipe morfologi, bervariasi sehingga banyaknya wilayah yang berada di zona rawan bencana seperti tanah longsor, banjir, angin kencang, kekeringan, pergeseran tanah, gempa bumi, kebakaran dan lain-lain .

Ia menyebutkan, visi, misi tujuan dan sasaran BPBD dalam RPJMD  Kabupaten Bogor tahun 2018-2023 adalah visi terwujudnya Kabupaten Bogor termaju, nyaman dan berkeadaban. “Mewujudkan pembangunan daerah yang merata, berkeadilan dan berkelanjutan tentu bisa mengurangi resiko  bencana alam,” sebutnya.

Terdapat tiga  sasaran dalam pelaksanaan, yaitu peningkatan mitigasi dengan peningkatan pelayanan tangkap darurat bencana dan peningkatan pelayanan pascabencana melalui kegiatan. Menurutnya, rehabilitasi rekontruksi indeks resiko bencana tertinggi tahun 2020 adalah banjir bandang dan longsor. “Targetnya 148 poin dan realisasi 133,75 poin,” ujarnya.

indikator kinerja BPBD tahun 2022 adalah indek resiko bencana daerah yaitu persentasi mitigasi yang di laksanakan, persentase, jumlah korban yang selamat, dan presentase masyarakat yang mendapatkan layanan, rehabilitasi dan rekontruksi.

Pada tahun 2020  di wilyaah kabupaten bogor mengalami kejadian bencana dengan total bencanna 1337 kejadianya dengan rincian tanah longsor, 428, banjir 175, kebakaran 41, angin kencang 375, kekeringan , pergeseran tanah 51, gempa bumi 18, dan lain lain 151.

Sebelum melaksakan forum perangkat BPBD Kabupaten Bogor telah melaksanakan pra forum perangkat daerah, pada 5 Maret 2021 yang menghadirkan dari berbagai wilayah di 13  kecamatan yang mengajukan usulan diantaranya  Kecamatan Rancabungur, Bojonggede, Nanggung, Jasinga, Pamijahan, Cisarua, Ciampea, Cigombong, Sukajaya, Kelapanunggal, Sukamakmur, Tenjolaya  dan Kecamatan Jonggol.

“Dengan usulan, pembentukan destana, penguatan destana serta relokasi untuk menindak lanjuti Musrenbang Kecamatan agar usulan dapat diakomodir  di forum perangkat daerah Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Propemperda 2021, Achmad Fathoni Ingatkan Bupati Segera Ajukan ke DPRD

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Terkait Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2021, Achmad Fathoni mengingatkan Bupati melalui Bagian Perundang-undangan Sekda agar segera memulai mengajukan Raperda ke DPRD untuk dibahas.

Karena dari total 13 Raperda yang sudah masuk Propemperda belum satu pun yang diajukan ke DPRD melalui Bapemperda, baik naskah akademik maupun Raperdanya. Baru Draft awal Rancangan Perubahan RPJMD yang sudah sempat disampaikan untuk mendapat masukan dari fraksi.

“Jika tidak segera mulai diajukan, Saya khawatir pembahasannya akan menumpuk di akhir tahun. Dan bisa dipastikan akan buru-buru dan tidak maksimal membahasnya,” kata Achmad Fathoni pada Jurnal Bogor.

Menurutnya, Terdapat beberapa Raperda yang memang ada ketentuan batas waktunya, seperti Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dan Raperda Perubahan APBD, namun melihat jumlah raperda yang tidak sedikit serta pembahasan yang cenderung molor, maka akan berdampak pada berkurangnya kualitas perda itu sendiri.

Seperti yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keerangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraaan Pemerintah Daerah kepada Masyarakat Pasal 16 dan 17 Ayat 1 bahwa LKPJ Akhir Tahun Anggaran disampaikan kepada DPRD paling lambat 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir.

 “Saya juga mengingatkan bahwa LKPJ mestinya sudah disampaikan ke DPRD maksimal 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir. Artinya, kan akhir maret ini, Sekarang baru Raperda Perubahan RPJMD yang sudah mulai dibahas draf awalnya,” jelas politisi PKS itu.

Menurutnya, sejauh ini DPRD masih menunggu pengajuan naskah akademik dan draf Raperda dari pihak Bupati. Mestinya pada Maret ini sudah dimulai pembahasan beberapa Raperda sehingga bisa dibahas dengan cukup waktu serta melibatkan lebih banyak pihak terkait. Memang tidak ada ketentuan kapan Raperda harus diajukan. Tapi jika dihitung jumlahnya 13 Raperda, dengan 3 Raperda reguler artinya untuk sekitar 7-8 bulan kedepan waktu efektif ada 13 Raperda yang mesti dibahas.

“Jika tidak segera dimulai pembahasannya dari sekarang akan semakin mepet waktu pembahasannya dan itu tentu menyebabkan kualitas perda kurang baik. Sekarang baru Raperda perubahan RPMJ yang sudah mulai dibahas draf awalnya, selain itu saya juga mengingatkan LKPJ mestinya sudah disampaikan ke DPRD maksimal 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir, artinya kan akhir bulan Maret ini,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Ada Dugaan Penggelapan, Warga Desa Sukamaju Protes Dianggap Menunggak Pajak

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Warga Desa Sukamaju  berbondong-bondong melaksanakan pembayaran kewajiban PBB P2 tahun 2021 dengan tunggakannya melalui mobil keliling yang disediakan UPT Pajak Kelas A Leuwiliang. Namun, tidak sedikit warga yang mengeluh. Pasalnya, selama ini mereka mengaku telah membayar pajak rutin, namun dianggap menunggak. Bahkan saat pembayaran pajak keliling pada Sabtu (20/3/2021) sempat terjadi ketegangan.

Seperti diungkapkan salah satu warga Desa Sukamaju, Harun. Ia heran selalu membayar secara rutin, namun dengan adanya mobil keliling terungkap pajaknya belum dibayara. “Selama ini saya bayar pajak yang dikolektif oleh petugas desa terdahulu selain saya ada warga lain yang menunggak padahal selalu bayar rutin,” kata dia.

Denga kejadian itu muncul dugaan penggelapan pajak setelah perangkat desa baru menyerahkan SPPT PBB P2 tahun 2021 ke warga. SPPT yang diserahkan, lengkap dengan informasi pajak 5 tahun terakhir. “Mayoritas wajib pajak terkejut melihat tunggakan pajak bertahun-tahun, padahal saya   setiap tahun sudah bayar,” kata Harun kepada wartawan.

Sementara itu Kepala Desa Sukamaju Cucum Ratna Suminar mencurigai laporan pajak sehingga pihaknya berinisiatif untuk mengadakan pembayaran pajak dengan langsung mendatangkan mobil pajak ke desanya itu.

“Dari hasil penelurusan perangkat desa, ditemukan dari tahun 2018 sampai 2020, berkas SPPT PBB P2, telah dilakukan perubahan dan modifikasi oleh oknum petugas desa yang lama, dengan cara menghilangkan informasi tagihan 5 tahun terakhir, sebagaimana kebijakan  Kepala Bappenda Bogor tahun 2018. Hilangnya sebagian informasi ini, menyebabkan warga tidak mengetahui riwayat pembayaran pajak selama 5 tahun terakhir. Salah satu akibatnya adalah rendahnya setoran pajak PBB P2 tahun 2020 yang hanya mencapai 37 persen,” kata  Cucum Ratna Suminar.

Atas kejadian itu ia meminta hal tersebut harus diungkap dan dituntaskan, mengingat banyaknya warga Desa Sukamaju yang protes atas tunggakan pajak bertahun-tahun. “Ditengah antusiasme warga untuk membayar pajak, banyak warga yang protes dan meminta pertanggung jawaban atas pajak warga yang sudah dipungut dan tidak disetorkan kepada UPT. Situasi memanas dan warga meminta pertanggung jawaban oknum perangkat desa lama. Sayangnya semua oknum desa lama tidak ada yang bisa dipanggil dan dimintai keterangan. HP mereka semuanya mati,” kata Cucum.

Cucum pun meminta  warganya untuk tetap tenang dan meminta kepada penegak hukum dan Kepala UPT ntuk mengusut penyimpangan ini. “Penggelapan pajak ini harus diusut tuntas dan harus dicari oknum yang terlibat di dalamnya, siapapun orangnya,” tegasnya.

Sementara itu menurut Kepala  UPT Pajak Kelas A Leuwiliang Indartini, selama 3 jam pelayanan total PBB terkumpul hampir mencapai 50 juta. “Ini adalah rekor tertinggi selama membuka layanan Mobil Keliling dan Antusiasme ini juga menunjukkan bahwa warga Desa Sukamaju untuk membayar pajak terkait keluhan warga pihaknya akan menelusuri dahulu apakah ada penyimpangan dugaan yang dilontarkan warga itu,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Peduli Covid-19, Gabungan Pengusaha Kabupaten Bogor Lakukan Aksi Sosial

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Para pelaku usaha di Kabupaten Bogor, menggelar aksi sosial untuk mencegah penyebaran Covid-19. Mereka membagikan masker, handsanitizer, dan nasi boks kepada masyarakat di tiga titik yakni Pasar Ciluar, Cibinong dan, kawasan lampu merah Cibinong City Mall, Jumat (19/3).

Dalam kegiatan tersebut, gabungan pelaku usaha yang terdiri dari Askonas, Gapeknas, Forum UMKM Kabupaten Bogor, ASITA, PHRI, Forum UMKM-IKM, INKINDO, HIPMI, Aspekindo, dan Bank Jabar Banten, dibantu oleh Satpol PP Kabupaten Bogor, secara bersamaan membagikan kepada warga.

Kordinator Gabugan Pelaku Usaha Kabupaten Bogor, Shinta Dhec Checawati mengatakan, selain membagikan masker, handsanitizer dan nasi boks, pihaknya juga memberikan edukasi kepada masyarakat betapa pentingnya menerapkan prokes pencegahan Covid-19 saat beraktivitas.

Dia pun berharap masyarakat memahami dan mengerti  soal masih bahayanya Covid-19. “Mudah mudahan dengan edukasi soal  bahaya Covid-19 ini masyarakat akan semakin disiplin dalam menerapkan prokes yang ketat,” tegas Shinta.

Selain masyarakat, gabungan para pelaku usaha juga memberikan paket masker kepada pewarta.  “Alhamdulillah kami juga kebagian masker,” tukas Age, wartawan Pakar wilayah timur Kabupaten Bogor.

** Dede Suhendar

Tiga Puskemas Terjun Vaksin Ratusan Guru di Cibungbulang

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Ratusan guru di Kecamatan Cibungbulang disuntik vaksin Covid-19 tahap pertama vaksin Sinovac di SMAN I Cibungbulang, Sabtu (20/3/2021). Vaksinasi itu termasuk guru-guru di SMAN I Cibungbulang yang saat ini menjadi percontohan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM).  Dalam kegiatan tersebut vaksinator  dilakukan oleh 3 petugas tenaga kesehatan dari Puskemas Cibungbulang, Situ Udik, dan Cijunjung.

“Untuk saat ini vaksinasi masal guru SMP dan SMA se Kecamatan Cibungbulang, teknisnya dilakukan secara masal agar semua sasaran bisa tercapai cakupannya di 15 desa se-Kecamatan Cibungbulang jumlahnya sekitar 900 guru SMP dan SMA,” kata Kepala Puskesmas Cibungbulang ,dr Doni Aria kepada wartawan.

Doni menyampaikan, untuk pelaksanaan dilakukan satu hari. Sementara dari total 900 guru SMP dan SMA yang dapat jatah dosis vaksin ada beberapa yang ditunda karena ada beberapa faktor lain. “Mereka yang ditunda mereka yang yang memiliki penyakit yang tidak boleh dilakukan vaksinasi sehingga harus ditunda,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Puskesmas Situ Udik dr Leny, untuk tenaga vaksinator dilakukan oleh tiga puskesmas tersebut. “Total tenaga yang melakukan vaksinasi itu hampir 30 tenaga medis mulai dari tahapan pendaftaran hingga observasi,” kata Leny.

Leny mengatakan setelah dosis pertama disuntikan kepada para tenaga pengajar, baik PNS atau honorer nantinya dosis kedua akan disuntikan menunggu 14 hari kedepan. “Untuk dosis kedua menunggu 14 hari kedepan,”katanya.

Sementara Camat Cibungbulang Yudi Nurjaman berharap dengan dilaksanakan vaksinasi terhadap guru-guru yang ada di Kecamatan Cibungbulang, uji coba PTM bisa berjalan aman. “Dan Alhamdulillah saat ini dari 40 kecamatan, Kecamatan Cibungbulang sudah jadi zona hijau mudah-mudahan kedepanya pelaksanaan PTM bisa dilaksanakan di semua sekolah dengan persetujuan gugus tugas Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

KMPB Sayangkan Kinerja Kadis PUPR Lambat Tangani Jalan Rusak

0

Tamansari | Jurnal Inspirasi

Keluarga Masyarakat Peduli Bogor (KMPB) menyoroti kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan UPT Jalan dan Jembatan  Wilayah Ciomas yang dianggap lambat dalam menangani jalan rusak  yang sudah sekian tahun dikeluhkan masyarakat. Bahkan setelah masyarakat protes baru ada respon padahal jalan tersebut sudah sejak lama minta diperbaiki karena sering memakan korban kecelakaan.

“Miris jalan setelah rame baru diperbaiki, kemaren kemana aja? Lambat kinerja PUPR tidak sesuai dengan  jargon Bupati Bogor Gercep. Jangan sampai perbaikan jalan tersebut hanya bertahan dalam hitungan hari/Minggu (jangan asal-asalan),” tegas Ketua KMPB Roby Faisal alias Botol, kepada wartawan, Sabtu (20/3/2021).

Botol pun selaku ketua KMPB meminta Bupati Bogor mengganti Kadis PUPR dan merotasi Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Ciomas karena dianggap gagal dalam melaksanakan tugas. “Tidak sesuai dengan  jargon Bupati Bogor Gercep, saya memintanya ganti kadis PUPR dan kepala UPT karena dianggap lambat,” pintanya.

Sementara itu Ketua Karang Taruna Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari mengucapkan terima kasih terhadap media yang objektif dalam menyampaikan persoalan ini. “Apresiasi juga buat soliditas dari warga masyarakat untuk berjuang bareng-bareng dalam proyek amal ini, sehingga Bupati, Kepala dinas PUPR , muspika kecamatan bisa mengeksekusi untuk mendorong percepatan perbaikan jalan ditempat ini dan tuntuntan kami lanjutnya hanya realisasi, karena ini menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak,” kata Asep.

Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Ciomas Andri mengaku, pihaknya sebenarnya sudah mengajukan jalan tersebut untuk perbaikan, bahkan sudah beberapa  kali mendorong agar jalan itu ada perbaikan.

“Mudahan-mudahan tahun ini segera terealisasi, dan sementara kita tambal sulam, hari ini sudah sebagian kita perbaiki saya dan muspika langsung terjun,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Ada Aliran Blukosuto di Cibungbulang, Camat Akui Kecolongan

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kecamatan Cibungbulang mengaku kecolongan terhadap adanya aliran Blukosuto di Kampung Leuwengkolot, Desa Leuwengkolot, Kecamatan Cibungbulang. Meskipun sudah lama keberadaan aliran itu, pemerintah desa dan kecamatan tidak mengetahui segala aktivitas yang dilakukan kelompok  yang diduga  pimpinan Eyang Suryo tersebut.

“Pihak kecamatan tahu dari sosial media, dan saya kecolongan bahwa Eyang Suryo itu pimpinan Blukosuto yang viral itu Desa Leuwengkolot,” kata Camat Cibungbulang, Yudi Nurjaman kepada wartawan.

Camat Cibungbulang bahkan mengaku belum pernah ketemu dengan pimpinan aliran Blukosuto yang disebut Eyang Suryo itu. “Saya juga belum pernah ketemu dengan Eyang Suryo dan yang di Pandeglang itu muridnya  atau bukan, atau ada kaitannya apa tidak, masih dalam penyelidikan pihak terkait juga,” ujar Camat.

Lanjutnya,  yang saat ini berada di Kampung Leuwengkolot  hanya anak dan keluarganya saja, rencananya Senin (22/3), pihak kecamatan akan mengumpulkan Ketua RT/RW dan desa untuk menanyakan kembali soal keberadaan aliran Blukosuto.

“Nanti Senin kami akan panggil pihak RT RW pemilik kontrakan desa untuk mendalami aliran Blukosuto dan Eyang Suryo itu yang katanya masih ada kaitannya dengan Hakekok itu. Tapi, saya perlu mendalami apakah betul ada kaitannya atau tidak belum tahu,” katanya.

Lebih lanjut dengan kejadian ini Camat mengimbau kepada para kepala desa untuk mewanti – wanti ketua RT dan RW serta masyarakat ketika ada tamu atau orang yang tidak dikenal harap lapor 3x 24 jam.

“Jangan sampai kecolongan lagi adanya hal seperti ini saya imbau kades untuk menekankan RT dan RW jangan sembarang menerima tamu atau kelompok yang belum jelas maksud dan tujuannya,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan