25.6 C
Bogor
Saturday, August 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1276

Jelang Lebaran, Gus AMI Minta Kader PKB se-Indonesia Aktif Berbagi

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H yang tinggal beberapa hari lagi, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) memerintahkan kepada kader dan pengurus PKB se-Indonesia untuk turun ke bawah untuk menyapa dan membantu para warga yang kurang mampu.

Dikatakan Gus AMI- sapaan akrab Abdul Muhaimin Iskandar, sejak awal Ramadhan, dirinya sudah menginstruksikan seluruh pengurus PKB di berbagai tingkatan untuk aktif melakukan kegiatan peduli sosial. ”Saat ini di hari-hari terakhir bulan suci Ramadhan, bulan berbagi, jangan sampai ada warga muslim, tetangga, keraban yang kurang mampu tidak bisa ikut merayakan Hari Kemenangan, Hari Raya Idul Fitri karena tidak memiliki cukup ekonomi. PKB sebagai partainya orang kecil maka kita harus peduli pada orang kecil. Peduli pada kaum duafa, para mustadh’afin,” ujar Gus AMI, Minggu (9/5/2021).

Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra ini menuturkan, sejak awal Ramadhan, pengurus PKB di semua tingkatan sudah cukup aktif melakukan kegiatan bakti sosial dengan berbagi sembako dan lainnya. Kendati begitu, mendekati Lebaran, cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri ini kembali mengingatkan kader dan pengurus PKB di semua tingkatan untuk menyisir jika ada warga miskin yang masih belum mendapatkan bantuan paket sembako atau dalam bentuk sumbangan lainnya.

Gus AMI menuturkan bahwa kader PKB harus aktif turun menyapa masyarakat, terutama dalam kondisi ekonomi yang serba sulit seperti saat ini akibat pandemi Covid-19. Hal yang sama juga dilakukan dalam berbgai situasi, misalnya ketika terjadi bencana banjir, longsor, letusan gunung dan kondisi sulit lainnya. ”Intinya saya mengingatkan kepada seluruh kader dan pengurus PKB agar rajin menyapa warga di bawah yang memang basis kita adalah basis suara orang kecil,” katanya.

Ketua Tim Pengawas Pelaksana Penanganan Bencana Covid-19 DPR RI ini mengaku bangga karena sejauh ini di berbagai daerah, sepanjang Ramadhan tahun ini, kadernya sudah cukup aktif turun ke lapangan untuk melakukan aksi bagi-bagi sembako. ”Dengan segala sumber daya dan keterbatasan yang kita miliki, di bulan yang penuh berkah ini, kita harus terus melakukan aksi kepedulian terhadap sosial, terutama di lingkungan terdekat kita masing-masing. PKB harus hadir untuk melayani masyarakat,” katanya.

** Cepi Kurniawan

Puncak Acara Ramadhan, Sahabat Yatim Nusantara Santuni Anak Yatim Piatu

0

Tamansari | Jurnal Inspirasi

Memasuki akhir momen bulan suci Ramadhan, komunitas Sahabat Yatim Nusantara sukses menggelar santunan dan buka puasa bersama (bukber) dengan anak yatim piatu bertema “Berkah Dengan Sedekah” yang diadakan di aula Setu Tamansari, Kabupaten Bogor, Minggu (09/05). Acara santunan tersebut dihadiri langsung Habib Husein Abdillah Shabab.

“Kami mengadakan beberapa perlombaan untuk ade-ade, seperti lomba adzan dan MTQ. setelahnya kita melakukan dzikir bareng serta mendengarkan tausiah dari Habib Husein Abdilah Shabab,” ujar Ketua komunitas Sahabat Yatim Nusantara, Asep Saepudin.

Agenda kegiatan saling berbagi dari komunitas Sahabat Yatim Nusantara dan Karang Taruna Tamansari inipun telah berjalan dari awal Ramadhan. Menurut Karang Taruna Desa Tamansari Muhammad Agus Setiono, total paket santunan sejauh ini sudah 27 paket, adapun kegiatan tebar sedekah pada Jumat sore sebanyak 10 paket yang sudah berjalan 4 minggu. Untuk keseluruhan total ada 67 paket dan ditambah santunan sekarang yang diperkirakan 100 paket.

“Kita berupaya memberikan apa yang kita mampu untuk menyalurkan amanah dari para donator, yang mana diawali dengan kegiatan memberi sedekah kepada masjid yang tengah dibangun, dilanjut dengan kegiatan sedekah shubuh yang mana ini full kita lakukan ke seluruh jompo dan janda tua di daerah Kabupaten Bogor,” kata dia.

Sementara Kepala Desa Tamansari Sunandar menyampaikan harapannya kepada komunitas Sahabat Yatim Nusantara untuk aksi kebaikan yang dijalankannya. “Istiqomah, kuat, sabar dan terus berjuang jangan menyerah tebarkan kebaikan, tebarkan manfaat untuk ummat meskipun tidak banyak yang kita berikan namun bisa dirasakan oleh anak-anak yatim dan orang yang membutuhkan,” jelasnya.

Atas dasar kepedulian yang tinggi terhadap kondisi sekitar, kata dia, terlebih perhatiaannya kepada anak-anak yatim di daerah Bogor menjadi satu tujuan bersama yang dicapai oleh ke-9 anggota komunitas Sahabat Yatim Nusantara, tentu mendapatkan dukungan dari Karang Taruna dan Kepala Desa Tamansari untuk selalu semangat dan tetap menjadi pribadi yang senang berbagai dengan hanya mengharapkan ridha Allah SWT.

Seperti diketahui, seluruh umat muslim berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan, terlebih di 10 hari terakhir bulan Suci Ramadhan dan  komunitas Sahabat Yatim Nusantara memanfaatkan momen ini untuk saling berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Komunitas sosial tersebut menjadi wadah penyalur infaq sedekah dari tangan donator kepada para anak yatim piatu yang tersebar di seluruh daerah Bogor.

Dalam kegiatan ini komunitas Sahabat Nusantara bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Tamansari Bogor dan para donator. Sebanyak 70 paket santunan, berupa bingkisan dan THR dibagikan kepada anak-anak yatim piatu serta dhuafa yang diundang di acara tersebut.

** Hesti Yuniar [MG/UIK-JB]

Perhimpunan Sadulur Salembur Tebar 1.000 Bingkisan Lebaran

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Perhimpunan Sadulur Salembur membagikan 1.000 paket bingkisan lebaran ke delapan kelurahan yang ada di Kecamatan Bogor Utara pada Minggu (9/5).

Ketua Panitia Pembagian Bingkisan, Resa Melania mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program kerja dan agenda rutin yang dilakukan setiap tahunnya

“Selain itu, Perhimpunan Sadulur Salembur sendiri sejak awal pendemi pada tahun lalu hingga kini sudah memberikan 3.508 bantuan mikro melalui program Sabaraya (Sadulur Berbagi Bersama Rakyat) yang disebarkan di Kecamatan Bogor Utara,” ujar Resa kepada wartawan.

Menurut dia, perhimpunan memiliki program 5 Gerakan Kebaikan yang akan terus diberikan kepada warga.

“Kami terus berikhtiar untuk membantu warga yang membutuhkan. Kami ingin warga ikut merayakan hari kemenangan,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Soal Kebijakan Larangan Mudik, Pemerintah Jangan Bingungkan Masyarakat

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sikap pemerintah pusat yang terkesan inkonsistensi dalam membuat kebijakan larangan mudik, terkecuali Jabodetabek, terus menuai kritik sejumlah pihak. Hal itu tak terlepas dari selalu berubahnya aturan yang dibuat. Teranyar, Satgas Covid-19 justru melarang mudik lokal pada wilayah aglomerasi sama-sama dilarang.

Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trinanto menilai bahwa langkah itu merupakan upaya menekan lonjakan kasus positif. “Namun, seiring berjalannya waktu kebijakan kembali diubah,” ujar Atang kepada wartawan, Minggu (9/5).

Ia pun meminta pemerintah pusat mematangkan kebijakan sebelum diumumkan ke khalayak. Sebab, dikhawatirkan masyarakat menjadi semakin bingung. “Jangan sampai membingungkan masyarakat. Kebijakan itu lebih baik dimatangkan dulu,” katanya.

Atang juga meminta pemerintah menyiapkan skenario lain untuk menekan lonjakan Covid-19. Namun, sambung dia, kebijakan yang dikeluarkan jangan bersifat parsial lantaran dinilainya tidak efektif.

Selain itu, Atang juga menyayangkan mengapa mudik dilarang, tetapi warga negara asing bisa masuk ke Indonesia. Apalagi, mereka datang dari negara yang terjangkit corona varian baru.

“Harusnya saat mudik dilarang, pintu masuk ke Indonesia mesti dibatasi. Penyekatan juga kurang maksimal karena tak sepanjang waktu. Padahal, itu pernah disampaikan saat evaluasi PSBB dan PPKM.

“Ya, kita memang memiliki keterbatasan, dan saya kira upaya TNI-Polri sudah maksimal. Sekarang hanya tinggal bagaimana kemudian bisa dioptimalkan melalui dukungan anggaran, sehingga bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Atang pun menyarankan agar satgas swadaya masyarakat dimaksimalkan dalam mengawasi pendatang.

Dalam kesempatan berbeda, Wali Kota Bogor Bima Arya mendukung langkah pusat melarang mudik mudik lokal.

“Acuan kita adalah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021, mudik dilarang total. Termasuk aglomerasi Jabodetabek dilarang mudik,” ucapnya.

Bima menegaskan bahwa kini pengawasan sudah diperketat sesuai dengan pembatasan di ruas jalan dengan titik penyekatan dan pemantauan di tingkat RT/RW masih-masing.

“Kan yang dilarang mudik karena mudik ini berpotensi meningkatkan penularan, termasuk silaturahmi keluarga,” paparnya.

** Fredy Kristianto

Diusir dari Kontrakan, Warga Tanah Baru Tinggal di Gubuk

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pasangan suami istri (pasutri) Agung (23) dan Yuliah (20), warga RT 03 RW 04, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, terpaksa tinggal di sebuah gubuk yang berada di dalam kebun yang berlokasi di Jalan Pangeran Shogiri, RW 04, Kelurahan Tanah Baru, hampir dua pekan ini.

Mirisnya, saat ini Yuliah tengah dalam kondisi mengandung anak pertama dengan usia kandungan tujuh bulan.

Keduanya harus tinggal di dalam gubuk dengan kondisi dinding hanya tertutup setengah lantaran diusir dari kontrakannya di kawasan Tanah Baru akibat tak sanggup membayar sewa kontrakan yang per bulannya Rp600 ribu.

Ketua Gerakan Masyarakat Kota Bogor (GMKB), R. Ridho yang mendapat pengaduan warga perihal tersebut langsung mendatangi lokasi gubuk tersebut. Berdasarkan pengakuan Agung, ia terpaksa tinggal di tempat tersebut lantaran diusir dari rumah kontrakan akibat menunggak pembayaran.

“Jadi dia baru dua bulan ngontrak. Tapi karena nggak bisa bayar, dia disuruh pergi oleh pemilik. Dia penghasilan minim karena hanya bekerja serabutan,” ujar Ridho kepada wartawan, Minggu (9/5).

Menurut Ridho, GMKB sudah melaporkan kejadian tersebut ke Wakil Wali Kota Dedie A. Rachim dan Kecamatan Bogor Utara. “Sudah dilaporkan dan Alhamdulillah sudah ada respon. Bahkan bantuan juga mengalir dari anggota DPRD Akhmad Saeful Bakhri, pemerintah serta PT Caraka Cipta Prima selaku agen tabung gas terbesar di Kota Bogor,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Bogor Utara, Marse Hendra Saputra mengatakan bahwa pasutri tersebut akan difasilitasi untuk tinggal di Rusunawa Cibuluh untuk tiga bulan kedepan, dan seluruh pembiayaannya ditanggung Wakil Wali Kota Dedie A. Rachim.

“Sementara ditanggung oleh Pak Wakil. Senin (10/5) kami akan koordinasikan dengan Dinas Sosial (Dinsos). Sementara ditanggung tiga bulan, selanjutnya kami pun mendorong yang bersangkutan untuk berusaha mencari penghasilan tambahan,” ucapnya.

Saat disinggung apakah setelah tiga bulan pasutri tersebut akan diberi kelonggaran untuk tinggal di Rusunawa. Marse menegaskan bahwa hal itu nantinya tergantung dari kebijakan Dinsos. “Nantinya kebijakan adanya di Dinsos. Tapi yang pasti saat ini kecamatan tak tinggal diam,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Pembangunan Sekolah Satu Atap Dilanjut

0

Disdik Masih Tunggu Penghitungan Bahan Bangunan

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pembangunan sekolah satu atap di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal akan dilanjutkan, setelah sebelumnya merampungkan pengerjaan tahap pertama, dan dilanjut dengan pengerjaan ruang kelas.

Kendati demikian, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi mengatakan, pemerintah masih menunggu penghitungan ulang bahan bangunan di Politeknik Bandung. “Itu agar ada konsistensi antara pondasi dan pembangunan berikutnya,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (9/5).

Menurut dia, pemerintah menganggarkan Rp11 miliar untuk pembangunan tersebut, dan ditarget rampung dalam enam sampai tujuh bulan.

Sejauh ini, kata Hanafi, semua konstruksi sudah baik dan bangunan ini akan menjadi salah satu sekolah terbaik. “Sudah dicek, semuanya bagus dan diharapkan ini bisa menjadi salah satu solusi bagi masalah kekurangan sekolah,” paparnya.

Dalam kesempatan berbeda, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa jumlah sekolah negeri di Kota Bogor belum bisa menampung semua siswa yang ada. Atas dasar itu, Bappeda telah diminta untuk membuat kajian dan menghitung ratio, tak hanya sekolah, tetapi juga pasar, sarana kesehatan, fasilitas penunjang, infrastuktur dan lainnya.

“Jadi mesti dihitung benar sesuai jumlah penduduk dan keseimbangan fasilitas,” bebernya.

** Fredy Kristianto

Muslimah dan Hima Mathla’ul Anwar Bagikan Takjil ke Pengguna Jalan

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Himpunan Mahasiswa (Hima) dan Muslimah Matthla’ul Anwar dan pengurus Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor menggelar kegiatan bagi bagi takjil di Jalan Raya Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Dalam kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan dengan membagikan 5000 takjil ke pengguna jalan.

Ketua Muslimah Matthla’ul Anwar Kabupaten Bogor Dini Pazrianti, mengatakan, kegian ini digagas oleh anak-anak Hima mahasiswa Mathla’ul Anwar, kemudian muslimah Mathla’ul Anwar mendukung kegiatan mereka.

“Awalnya memang salah satu program muslimah Kabupaten Bogor, jadi ini salah satu kerjasama kita bersama Hima, dan didukung juga oleh ketua PDFA Kabupaten Bogor,” ujarnya, Minggu (9/5/21).

“Jadi kegiatan ini bagi-bagi takjil dan sekaligus buka bersama, jadi takjil yang diberikan untuk para pengendara motor dan mobil saat lalu-lalang di jalan baru Galuga. Kegiatan ini dilaksanakan hari ini saja,” jelasnya.

Dibulan yang penuh berkah ini lanjutnya, kegiatan yang positif seperti berbuat baik terhadap sesama  untuk mendapat keberkahan dari Allah SWT.

** Cepi Kurniawan

Jelang Lebaran, Pembuat Manisan Pala di Dramaga Kebanjiran Pesanan

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Pembuat manisan pala di Kampung Manggis, Desa Dramaga, Kabupaten Bogor, jelang Lebaran tahun 2021  kebanjiran pesanan. Meksipun tidak seramai sebelum ada pandemi Covid-19, namun untuk Lebaran pesanan manisan pala ramai dibandingkan lebaran tahun sebelumnya.

Salah satunya pemilik industri rumahan pembuatan manisan pala, Zaenal. Dia mengatakan bahwa Lebaran tahun ini pesanan manisan pala cukup meningkat. “Untuk tahun ini alhamdulillah ramai, pesanan  manisan pala ramai. Meskipun tidak seramai sebelum ada pandemi,” kata Zaenal kepada wartawan, Sabtu (8/5/2021).

Zaenal mengatakan, omset yang didapat sekali produksi dengan waktunya 10 hari itu bisa mencapai Rp 9 juta -Rp 12 juta. “Omset naik kalau tahun lalu itu sepi malah di bawah 9 juta ,” katanya.

Zenal mengatakan, ada dua jenis olahan buah pala yang dijadikan manisan. “Ada dua, manisan yang dibikin di sini, pertama manisan pala kering, dan yang kedua manisan pala basah,” katanya.

Untuk penjualan, biasanya ia jual ke wilayah Bogor dan Jakarta. “Dijual ke daerah Jakarta dan Bogor, ke agen agen manisan dan ada juga masyarakat,” katanya.

Untuk satu kilo manisan kering ia jual Rp 27 ribu, sedangkan manisan basah Rp 20 ribu. “Manisan kering proses lebih lama dan juga banyak bahan baku yang digunakan sehingga mahal,” katanya.

Untuk proses pengolahan dari awal hingga air kering itu membutuhkan waktu paling lama 10 hari. “Proses dari awal dari pertama buah dikupas, lalu direndam, dan dibentuk seperti bunga, lalau direndam lagi selama dua hari dicampur gula, lalu diangkat, dikasih pewarna makanan selanjutnya diberi gula dan dikeringkan bisa dengan dijemur atau diopen,” bebernya.

Diketahui di Dramaga selama ini dikenal dengan produsen manisan pala bahkan di Kampung Manggis, Dramaga itu kurang lebih ada 10 produsen manisan pala. Untuk buah pala sendiri dikirim dari petani dari Nambo dan Leuwiliang. Buah pala biasanya berada di daerah dataran tinggi.

** Cepi Kurniawan

Juru Parkir di Leuwisadeng Tewas Tertabrak Truk Kardus

0

Leuwisadeng | Jurnal Inspirasi

Jelang Lebaran, juru parkir minimarket di Leuwisadeng tewas tertabrak truk bermuatan kardus  bernomor polisi F 8653 KP yang mengarah dari Jasinga menuju Bogor di Jalan Raya Leuwisadeng. Truk tersebut oleng sehingga menabrak juru parkir tersebut. Kejadian terjadi pada Minggu (9/5/21) pukul 16.15 Wib.

Polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung mengevakuasi korban dibantu anggota Dishub dan Babinsa Desa Sadeng. Korban kemudian dibawa ke RSUD Leuwiliang. Menurut anggota Lalulintas Polsek Leuwiliang Iptu Ahmad Sodikin, kondisi mobil melaju sangat kencang dan tidak sempat menghindari juru parkir hingga nyawanya tidak tertolong.

“Truk tersebut mau menuju arah ke Bogor namun di jalan raya Leuwisadeng tiba-tiba mobil oleng dan menabrak tukang parkir,” katanya kapada awak media.

Terpisah, ketua RW 04 Hari Mulyana mengatakan, informasi dari warga yang melihat kejadian, mobil tersebut melaju dari arah Jasinga menuju Bogor melaju cukup kencang, hingga tidak sanggup menahan tuas rem. “Kondisi truk tersebut melaju cukup kencang dan hingga tidak bisa menahan tuas rem,” kata dia.

Hari Mulyana mengatakan, saat ini sppir truk tersebut sudah diamankan di rumah ketua RT agar tidak menjadi bulan-bulanan masa dan sopir tersebut siap bertanggung jawab. “Biar kondusif dan tidak ada amukan dari warga, kita ungsikan dulu sopirnya di rumah RT, dan sopir tersebut siap bertanggung jawab atas kejadian ini,” tutur dia.

Kejadian pukul 16:15 WIB, korban atasa nama Nadi tersebut, merupakan warga Banten, namun sudah lama menetap di Kampung Paku Pasir. Menurut sopir truk Hamdani, dirinya saat mengemudi kendaraan mengaku tidak bisa menghindar saat sang juru parkir mengeluarkan mobil.

“Tukang parkir sedang mengeluarkan mobil, mobil sudah keluar dari parkiran tiba-tiba menghindar, tukang parkir tersebut mengindar terus tangannya kena kepala mobil saya dan langsung masuk kolong mobil,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa juru parkir dan kendaraannya sudah menghindar, namun naas sang juru parkir harus terhantam oleh kendaraannya. “Sudah sama-sama mengindar, mobil pun yang dikeluarkan pun sama sudah keluar dari jalan raya, kalo saya gak menghindar mungkin nambrak mobil tersebut,” kata dia.

** Cepi Kurniawan

Sambut Idul Fitri, Cibogor Berbagi Kebahagiaan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Menyambut hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah, pimpinan wilayah Kelurahan Cibogor yang terdiri dari Lurah, Babinkamtibmas, Babinsa dan LPM Cibogor melaksanakan kegiatan Berbagi Kebahagiaan dengan memberikan bingkisan untuk para Ketua RW, Ketua RT, Ketua Posyandu dan Posbindu, pejuang Kebersihan RT, juga pengurus LPM pada Jumat – Sabtu (7-8/5) di aula Kantor Kelurahan.

“Alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana berkat  bantuan dan dukungan dari para pelaku usaha atau donatur di wilayah, juga bantuan dari Ketua LPM Cibogor yang akhirnya bisa terkumpul 100 paket,” kata Lurah Cibogor, Mega Juliyanti Hutapea.

Kalau dibandingkan dengan bantuan, dukungan mereka (Ketua RT/RW, Ibu Ibu Kader) selama ini terhadap program kerja kelurahan bingkisan ini kecil sekali nilainya. “Tapi kami berharap bentuk perhatian ini bisa menambah soliditas dan semangat mereka dalam melayani masyarakat,” tambah Mega.

Ditempat yang sama, Eryko Bakti Ketua LPM Cibogor menambahkan bahwa kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan tiap tahunnya. “Semoga sinergitas kami dengan Lurah, Babinmas dan Babinsa dapat dirasakan manfaaatnya oleh masyarakat. Sinergitas dalam keberkahan untuk Cibogor Cantik,” jelasnya.

** Handy Mehonk