25.2 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1254

Ada Pengecualian dari Aturan Larangan Mudik

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pemerintah memang te;ah resmi melarang mudik Lebaran tahun 2021 ini. Namun ada beberapa pengecualian untuk masyarakat yang diperbolehkan mudik. Selain itu ada beberapa simpul transportasi yang diperbolehkan tetap beroperasi.

“Pelarangan mudik lebaran itu masih ada potensi pergerakan tapi kecil,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI, Rabu (7/4).

Budi menjelaskan saat ini delapan menteri terkait juga gugus tugas sedang melakukan rapat paripurna dengan presiden membahas larangan mudik. Setelah aturan itu terbit regulasi akan disiapkan dari Kementerian Perhubungan baik untuk transportasi darat, laut, udara, maupun kereta api.

“Seperti apa yang yang tidak boleh, apa yang yang masih diperbolehkan,” jelas Budi.

Artinya, secara umum pergerakan kendaraan dan moda transportasi tidak diperbolehkan pada tanggal 7-16 Mei 2021 nanti. Tapi masih ada peluang orang yang dapat melakukan perjalanan baik aparatur sipil maupun masyarakat yang boleh melakukan perjalanan.

“Boleh melakukan perjalanan untuk kepentingan khusus seperti ada orang tua sakit, orang tua meninggal, atau kepentingan tugas. Dan ada persyaratan ada surat tugas dan keterangan yang ditunjukkan,” jelas Budi.

Setelah aturan besarnya keluar, Direktorat Jenderal akan menerbitkan Surat Edaran terkait teknis kapasitas kendaraan, kendaraan umum yang beroperasi dari operator, juga terminal dan simpul transportasi yang boleh dibuka.

“Jadi Menhub sudah berikan arahan untuk Jakarta dari banyaknya terminal, mungkin arahannya kami buka hanya 2 terminal yang melayani perjalanan luar daerah,” jelas Budi.

Sebelumnya, kebijakan mudik lebaran sudah final diputuskan pemerintah mulai pada 6 – 17 Mei 2021. Berlaku bagi swasta, pegawai BUMN/BUMD maupun aparatur negara.

Larangan mudik akan berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Sebelum dan sesudah tanggal 6-17 Mei 2021, masyarakat diimbau tidak melakukan pergerakan atau kegiatan ke luar daerah kecuali keadaan mendesak dan perlu. Selain itu mudik lokal di wilayah Jabodeabek pun tidak diizinkan.

** ass

Mahasiswa UIKA Lakukan Penggalangan Dana untuk Korban Bencana di NTT

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Mahasiswa Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA) mengadakan penggalangan dana untuk korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur, dimana salah satu wilayah paling terdampak adalah Flores Timur. Penggalangan dana ini dilakukan di Mcd Yasmin Kota Bogor, Selasa (6/4/21)

Semua unsur organisasi seperti BEM, MPM, DPM, P2UM dan juga Ormawa yang berada di lingkungan UIKA turun ke jalan dengan hadirnya ketua umum setiap perwakilan yakni Mohamad Rohim selaku ketua BEM, Mohammad Nasrum ketua MPM, Faisal Zefri ketua DPM, dan Alfat Nur Fauzan selalu ketua P2UM.

“Diadakannya penggalangan dana ini sebagai bentuk kesadaran kita sebagai mahasiswa untuk membantu keluarga kita yang terkena musibah bencana alam seperti banjir bandang di wilayah Flores,” ujar Faisal Zefri.

“Dan juga respon masyarakat yang mendukung penggalangan dana ini, mereka mensupport dan juga mengapresiasi kegiatan ini,” jelasnya.

** Nur Anisah Rahmahnda [MG/UIK-Jb]

GPK Sayap Partai PPP Dihidupkan untuk Menangkan Ade Yasin 2 Periode

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Meskipun masih jauh kurang lebih hampir 3 tahun lagi jelang Pilkada serentak 2024, sejumlah sayap partai di Kabupaten Bogor mulai memanaskan mesin politiknya. Tak terkecuali bagi sayap partai PPP yaitu Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) di Kabupaten Bogor.

Bahkan pengurus GPK setiap kecamatan mulai dihidupkan untuk kembali memenangkan Ade Yasin  2 periode pada Pilkada 2024 mendatang. Hal ini diungkapkan Ketua Korwil  GPK Kecamatan Pamijahan Jaenal Abidin.

Ia mengatakan, GPK yang belum lama ini dikukuhkan dan diketuai oleh Reno di Kabupaten Bogor merupakan sayap partai PPP yang dibentuk untuk  kembali memenangkan Ade Yasin pada Pilkada 2024 mendatang.

“Tentunya tujuan kami dengan adanya GPK ini bisa membawa dan mewujudkan ibu Ade Yasin ini menjadi dua periode itu tujuan kami yang paling utama,” kata Jaenal Abidin kepada wartawan, Rabu (7/4/2021).

Tujuan kedua, khususnya di Pamijahan ini lanjut Jaenal,  dengan adanya GPK aktif kembali bisa menghidupkan suasana baru perpolitikan di Kabupaten Bogor. “Karena kami juga berharap orang -orang yang tadinya diluar bisa kembali pulang kepada Ka’bah karena saat ini masih banyak diluar sana yang masih belum PPP, maka kami disini kami GPK ingin kembali menjayakan PPP khususnya di Kabupaten Bogor,” kata Jaenal.

Untuk sasaran yang akan ditargetkan, GPK sesusaia instruksi Ketua DPC GPK Kabupaten Bogor untuk kembali memenangkan Ade Yasin 2 periode yakni kaum milenial. “Untuk sasaran kami disini setiap organisasi mempunyai visi misi yang berbeda-beda. Tapi kami GPK ini menyentuh bagaimana merekrut anggota milenial dan masyarakat yang awalnya tidak tahu PPP bisa lebih cinta PPP dan Ibu Ade Yasin,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Dewan Minta Disdik Matangkan Sistem PTM

0

6 Ribu Tenaga Pendidik Bakal Divaksin

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Juli mendatang. Hal itupun membuat Anggota Komisi IV DPRD, Devie P. Sultani angkat bicara. Menurutnya, pemerintah wajib menyiapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat agar tak menimbulkan permasalaham baru.

“Harus diatur prokesnya. Misalnya berapa kapasitas per kelas, jaga jarak dan lain sebagainya,” ujar Devie kepada wartawan, Rabu (7/4).

Ia meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) mempersiapkan sistem apa yang akan digunakan saat PTM. Devie pun menyarankan agar Disdik memberlakukan shift belajar pada tiap kelas dan sebaiknya kapasitas rombongan belajar (rombel) hanya diisi 50 persen.

“Dengan demikian, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jangan dulu dihilangkan. Kemudian tenaga pendidik yang berstatus honorer pun semuanya mesti divaksin terlebih dahulu. Dan kami pun akan kontrol terlebih dahulu kesiapan PTM,” kata dia.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Disdik, pada Juli nanti PTM baru akan dilaksanakan 30 persen, khususnya bagi sekolah yang berada di zona hijau. “Walau begitu, saya meminta agar PTM tidak dulu diberlakukan untuk PAUD, TK dan SD. Sebab, tingkat kesulitan dalam memberikan pemahaman prokes berbeda dengan siswa SMP,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu arahan pemerintaj pusat untuk membuka PTM, sambil melakukan berbagai persiapan. “Untuk PTM kita menunggu arahan dari pemerintah pusat. Sekarang masih persiapan,” ujar Dedie.

Salah satu upaya persiapan adalah dengan melaksanakan vaksinasi massal yang menyasar 6.000 tenaga pendidik di Kota Bogor dari tingkat SMP dan SMA. Menurutnya, vaksinasi bagi tenaga didik memang menjadi prioritas saat ini di Kota Bogor.

Dedie mengaku, jika rencana PTM ini nyatanya sudah dimulai Juli nanti, maka para guru, kepala sekolah, hingga perangkat lain yang ada di sekolah lebih siap karena sudah divaksin.

“Kalau semua atau seluruh stakeholder di sektor pendidikan sudah divaksin, pemerintah akan lebih percaya diri. Terutama dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka di bulan Juli nanti,” kata Dedie.

Ia juga mengaku sepakat dengan kebijakan pemerintah di tingkat pusat, jika memang PTM dimulai. Apalagi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dilakukan oleh semua instansi pendidikan.

“Begitu juga dengan pembatasan ruangan hingga jam pembelajaran. Vaksin ini menjadi salah satu indikator dimana pelaksanaan PTM itu akan menjadi aman apabila nantinya diberlakukan,” ucapnya.

** Fredy Kristianto

Duh, Ribuan Guru Honorer Belum Gajian

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Malang nian nasib ribuan guru honor di Kota Bogor. Pasalnya, sudah tiga bulan honor mereka belum dibayarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Alhasil, perwakilan guru honorer pun mendatangi Komisi IV DPRD untuk untuk meminta ‘pertolongan’ pada Rabu (7/4).

Purwita, salah seorang guru honorer di SDN Pondok Rumput mengatakan, keterlambatan pembayaran gaji selama tiga bulan cukup ‘mencekik’ mereka lantaran banyak kebutuhan yang tak mampu tercover. “Ada rekan kami yang sampai diusir dari kontrakan, dan ada juga yang rumahnya sampai disegel karena menunggak. Urusan perut kan tidak bisa ditunda,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (7/4).

Apalagi, kata Purwita, pekan depan sudah memasuki bulan Ramadhan, dimana harga bahan pangan mulai mengalami kenaikan. “Ya, kami berharap pekan ini honor dapat segera dicairkan. Tapi kami sudah pasrah saja. Ada sekitar seribu orang yang belum gajian,” ungkapnya.

Purwita mengaku bahwa keterlambatan pembayaran honor paling lama baru terjadi pada tahun ini. Bila sebelumnya, sambung dia, keterlambatan hanya sebulan hingga dua bulan. “Kalau untuk honor guru honorer yang berasal dari APBN sudah cair pekan lalu. Tapi untuk yang berasal dari APBD belum,” ucapnya.

Purwita menjelaskan bahwa honor tiap guru berbeda tergantung dari masa kerjanya. “Untuk yang masa kerjanya 10 tahun ke atas bisa Rp2 juta. Sedangkan 10 tahun ke bawah Rp1,5 juta,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi IV, Ence Setiawan mengatakan bahwa berdasarkan rapat terakhir dengan Disdik, tertundanya pembayaran honor guru honorer lantaran adanya peralihan sistem keuangan dari SIMRAL ke SIPD.

“Permasalahannya itu yang jadi penghambat. Mudah-mudahan pekan ini bisa dicairkan. Kalau tidak, kami akan mendorong lagi agar hak guru bisa diselesaikan,” kata Ence.

Kata Ence, seharusnya pemerintah membuat sistem keuangan yang tidak terlalu menyulitkan, sehingga bisa memicu permasalahan baru. “Sebenarnya bila membuat aturan itu simple saja, asal tak melawan hukum. Jangan dibuat terlalu sulit,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Disdik, Hanafi mengatakan bahwa keluhan para guru honorer sudah ditindaklanjuti, dan telah disampaikan kendalanya kepada Komisi IV. “Sebenarnya untuk BOS Kota Bogor sudah ada dan diajukan ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Tapi mekanismenya harusbtertuang dalam SIPD dan pergeseran,” ucapnya.

Pemkot, kata dia, menggunakan sistem SIPD lantaran adanya regulasi yang mengatur hal itu. Yakni, Peraturan Pemerintah Nomor 12, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 dan 90 Tahun 2021 tebtang sistem pemerintah daerah. “Dan itu berlaku se-Indonesia,” katanya.

Hanafi berharap, dalam waktu dekat ini honor para guru dapat segera dicairkan. “Ya, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dicairkan, karena sudah diajukan ke keuangan,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Remaja di Rumpin Dikabarkan Tenggelam di Lokasi Bekas Galian

0

Rumpin | Jurnal Inspirasi

Seorang remaja berusia 20 tahun, warga Kampung Leuwiranji RT 04, RW 02, Desa Sukamulya tenggelam usai mencuci karpet di bekas galian pasir Maung pada Rabu (7/4/2021) sore pukul 17.00 wib. Hingga Rabu malam korban belum ditemukan.

“Saat itu korban Lufty usia 20 tahun santri tercebur saat berenang bersama temannya setelah selesai mencuci karpet pada sore hari menjelang magrib, “ungkap Ustadz Ulis kepada wartawan.

Ia mengatakan dari informasi yang didapat saat itu korban diajak oleh temannya bernama Iman untuk mencuci karpet di bekas galian pasir Maung. Namun, Lufty sempat menolak karena sudah mendekati Magrib.

Menurunya, korban (Lufty) dibujuk terus oleh temannya untuk mencuci karpet di bekas galian itu. Setelah selesai mencuci karpet, lufty dengan temannya berenang, langsung kelelep kemudian, Iman berlari minta bantuan warga.

“Kejadiannya sekita pukul 17. 30 Wib, Lufty tenggelam di bekas galian. Sekarang warga bersama karang taruna membantu pencarian korban yang hilang di bekas galian menggunakan rakit dan bambu, “kata Ulis.

Sementara itu Babinmas Desa Sukamulya Bripka Asep Mulyadi mengatakan, dirinya belum bisa memastikan bahwa korban (Lufty) itu hilang karena tenggelam meski dilaporkan ditemukan terakhir di tepi bekas galian ini.

“Memang untuk saat ini dinyatakan hilang belum tentu tenggelam. Memang, terahir ditemukan menurut keterangan orang yang sedang mancing berada di tepi bekas galian ini, tapi saat ini kita bersama warga dan karang taruna masi berupaya melakukan pencarian, “pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Bupati Minta Pihak Sekolah Awasi Siswa Jangan Jajan Diluar

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Bupati Bogor Ade Yasin saat melakukan Kegiatan Rabo Keliling atau Boling bersama Wakil  Bupati Iwan Setiawan dan SKPD di Kecamatan Pamijahan menemukan masih banyak sekolah yang melaksanakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) keluar syarat PTM itu sendiri, misalnya masih banyak siswa yang jajan diluar.

“Tadi saya liat (saat boling) masih banyak sekolah di Pamijahan yang siswanya berkerumun jajan diluar, tidak memakai masker, padahal dalam aturan PTM itu tidak boleh,” tegasnya Bupati saat dikonfirmasi, usai Boling, Rabu (7/4/2021).

Bupati menjelaskan dalam aturan PTM uji coba yang dilaksanakan oleh 170 sekolah di Kabupaten Bogor, baik dari tingkat SD maupun SLTA itu waktu kegiatan belajar mengajar tidak boleh lama dan tidak ada waktu istirahat.

“Tadi saya liat ada yang jajan istirahat jajan cilok dalam uji coba murid tidak boleh makan diluar tidak ada istirahat. Dalam uji coba harus ada  prokes yang ketat  jadi sekolah harus terus memantau,” kata Bupati.

Bupati pun meminta Disdik dan Gugus Tugas Covid melakukan evaluasi dan lebih melakukan pengetatan terhadap sekolah yang melaksanakan PTM. “Jangan sampai ini jadi masalah yang terus berkepanjangan dan harus ada evaluasi bahwa Prokes harus ketat saat PTM,” kata Bupati.

Bupati menjelaskan, Kabupaten Bogor menjadi salah satu daerah yang pertama melaksanakan uji coba PTM. “Kenapa Kabupaten Bogor berani melakukan uji coba PTM ini karena kami ingin ketika PTM Juni 2021 serentak dilakukan sudah ada persiapan yang matang, termasuk vaksinasi terhadap guru-guru terus dilakukan vaksinasi,”pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Evaluasi LKPJ dengan Diskominfo, Achmad Fathoni: Jangan Ada Area Blank Spot di Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Dalam rapat Komisi 3 DPRD kabupaten Bogor dengan agenda evaluasi Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati dengan Diskominfo, Selasa (6/4/2021), Achmad Fathoni menyampaikan beberapa catatan. Politisi dari fraksi PKS tersebut menyoroti program wifi yang sudah dilaksanakan pemasangannya di 6 desa per kecamatan agar bisa dievaluasi dan dimonitoring sehingga semua desa tersedia wifi.

“Saya minta Diskominfo bisa memenuhi keinginan masyarakat agar tidak ada are blank spot di Kabupeten Bogor, Diskominfo segera panggil operator dan provider untuk bicarakan ini, dan siap-siap sambungkan dan dorong Pemdes melalui BUMDes untuk kerja sama pemasangan BTS,” ujarnya

Dia juga menyampaikan khususnya untuk di 3 daerah di Bogor Timur segera harus bagus sinyal handphone dan jaringan internet mengingat di tiga daerah tersebut banyak wisata-wisata.

“Iya seperti Sukawangi dan sekitarnya membawahi tempat – tempat wisata seperti Ciherang, Cipamingkis dan Villa Kahyangan, Sukaharja dan sekitarnya dimana ada Gunung Batu, dan Cikutamahi dan sekitarnya ada wisata Green Canyon,” ujar Fathoni.

** Nay Nur’ain

Pertarungan Sejati, Sapta Siap Bela Pemuda Ubah Paradigma

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Digadang-gadang maju menjadi calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Bogor periode 2021-2024, Sapta Bela Alfaraby miliki tujuan yang sangat mulia, yaitu berkeinginan mewujudkan dan mengubah paradigma politik di kalangan kaum milenial khususnya pemuda di Kota Bogor.

“Zaman sekarang para pemuda itu harus memiliki komitmen yang tinggi dalam hal perpolitikan. Itu demi menciptakan regenerasi pemuda yang lebih baik lagi kedepannya. Nah, kalau sudah berkomitmen maka pantang untuk berkhianat,” ucap pria yang akrab disapa Bela saat ditemui wartawan, Rabu (7/4).

Dalam kontestasi pemilihan calon Ketua DPD KNPI Kota Bogor periode 2021-2024, Bella yang juga ketua PC Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Bogor mengaku akan melakukan open manajemen. Karena, baginya itu sangat penting demi kesejahteraan bersama.

“Ya karena dengan adanya keterbukaan itu, maka semua akan berdampak baik bagi seluruh anggotanya. Ini menurut saya penting dan harus dilakukan,” kata putra dari mantan Direktur Utama PDAM  yang saat ini Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Helmi Sutikno.

Kontestasi pemilihan calon Ketua DPD KNPI Kota Bogor yang akan digelar belum lama lagi, sampai saat ini sudah ada dua kandidat. Pertama Sapta Bela Alfaraby, dan kandidat kedua yakni Rivaldo Surya Darmawan yang sekaligus Bendahara Umum DPD KNPI Kota Bogor. Keduanya akan bertarung menduduki kursi Ketua Umum DPD KNPI Kota Bogor yang kini dijabat Bagus Maulana Muhammad.

** Handy Mehonk

Masifkan Ketahanan Pangan, ACT Segera Gulirkan Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan

0

Dramaga l Jurnal Inspirasi

Relawan kemanusiaan yang tergabung dalam Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyikapi persoalan kesenjangan sosial di lingkup wilayah Kabupaten Bogor, khususnya bagian barat. ACT dalam salah satu programnya memasifkan ketahanan pangan dan dalam waktu dekat akan menggulirkan Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan (GSPR).

“Program rutin saat ini yang harus masifkan adalah program pangan, karena pendemi covid-19 ini belum terlihat berakhir yang kita rasakan bersama dampaknya,” ujar  Kepala Cabang ACT Bogor Barat Eka Saputra dalam konferensi pers di Dakara Coffe Jalan Lingkar Baru Laladon Dramaga, Rabu (7/4).

GSPR diakuinya sebagai salah satu upaya ketahanan pangan yang menjadi salah satu kebutuhan yang harus dikuatkan. Menurutnya, ketika ketahanan pangannya sudah cukup,  insya Allah masyarakat  yang diberi  bisa merasakan manfaatnya. ” Agar program tersebut tepat sasaran kita prioritaskan keluarga pra sejahtera sebagai penerima bantuan,” imbuhnya.

Eka menjelaskan, bahwa ACT juga tidak hanya memberikan ketahanan pangan saja tetapi ada beberapa program seperti penguatan sektor pertanian begitu pula pembuatan sarana air bersih. Petani juga di bantu dengan cara pemberian permodalan usaha sesuai apa  yang dibutuhkan. “Sistemnya hasil dari para petani dalam kegiatan pertanian tepatnya di Tanjungsari uang dari berbagai program kita kembalikan ke masyarakat,” jelasnya.

Eka menjelaskan bahwa program masterpiece dan GSPR adalah inisisasi  yang telah berjalan hasil swadaya dari berbagai donatur. “Program ini mendapat dukungan dari berbagai unsur dan  bersinergi dengan pihak TNI, Polri serta pemerintah yang berada di wilayah setempat,” jelasnya.

Dikesempatan itu, Kasi Pendidikan Kecamatan Ciampea Erna Rohani yang merupakan tamu undangan  mengaku  sangat mendukung dengan adanya sejumlah relawan dari ACT tersebut. Menurut dia, program- program yang digagas relawan ACT sangat bagus dan menarik.

“Pihak Kecamatan Ciampea tentu saja sangat mendukung berjalannya kegiatan ACT. Kaitan dasar  kebutuhan masyarakat, progresnya dilakukan mappng dengan melibatkan pemerintah desa setempat,” ujarnya.

“Para relawan ACT berjiwa sosial yang tinggi, kami pihak kecamatan mendukung dan akan bekerjasama dengan ACT,” tukasnya.

** Arip Ekon