28.1 C
Bogor
Thursday, August 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1234

Momen Peresmian KRL, Pemdes Bantarkaret dan DLH Tebar Benih Ikan di Curug Love

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Leuwicatang Indah yang berada di Desa Bantarkaret,  Kecamatan Nanggung telah diresmikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, baru baru ini.

Peresmian kampung ramah lingkungan tersebut bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2021. Pada kesempatan itu pihak DLH Kabupaten Bogor melakukan penanaman pohon dan menebar benih ikan di wisata Curug love yang merupakan kampung peduli atasi sampah.

Rombongan dari DLH dan DarmaWwanita Kabupaten Bogor  tersebut disambut oleh warga dan pemerintahan desa setempat dengan meriah.

Kepala Desa Bantarkaret Hotib mengatakan, semua kampung di Desa Bantarkaret mempunyai kampung ramah lingkungan yang mana dapat menjadi ikon Desa Bantarkaret bersih dari sampah.

“KRL ini bukan hanya sebatas di Kampung Bitung, Kampung Tugu dan sekarang Kampung Leuwicatang Indah saja, harapan kedepan di semua Kampung Ramah Lingkungan yang tidak kumuh,” harapnya.

Sehingga kata Hotib sampah juga dapat  terkelola dan bisa memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. “Untuk semua pihak terutama warga memanfaatkan sekecil apapun lahan yang mereka miliki,  untuk bisa ditanami sayuran ataupun tanaman yang bisa bermanfaat,” tukasnya.

** Arip Ekon

Berada di Kawasan Perhutani, Air Terjun Ciawi Tali Destinasi Wisata Tersembunyi

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Berada di kawasan hutan milik Perhutani atau tepatnya berada dibawah Kaki Gunung Pangrango, Air Terjun Ciawi Tali yang berlokasi di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, merupakan kekayaan potensi wisata alam yang indah.

Air terjun ini juga salah satu destinasi wisata alam yang harus dikunjungi. Terlebih saat menuju ke lokasi, para wisatawan akan dihadapkan dengan  pemandangan indah dan sejuknya udara pegunungan.

 “Dengan keindahan panorama alam yang ada, wisatawan bisa dimanjakan dengan keindahan alam. Sehingga saat sampai di lokasi, rasa lelah usai berjalan kaki bisa hilang,” kata pengelola Air Terjun Ciawi Tali, Irpan.

Menurutnya, untuk sampai lokasi air terjun tersebut bisa ditempuh melalui jalur Kampung Sungapan Bohlam, Desa Srogol dan jalur Wates perbatasan Desa Wates Jaya, Cigombong dengan Desa Benda, Cicurug, Sukabumi atau dapat melalui informasi Desa Wates Jaya.

 “Aksesnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 1 jam dan bisa dibilang butuh tenaga ekstra, sebab akan berpetualang menembus areal pertanian warga dan kawasan hutan lindung,” ungkapnya.

Irpan menerangkan, air terjun Ciawi Tali memiliki ketinggian kurang lebih 35 meter dan masih terbilang alami. Karena, selain dikelilingi pepohonan tinggi juga jarang terjamah oleh wisatawan.

 “Belum banyak wisatawan yang mengetahui. Jadi situasinya benar-benar masih alami,” jelasnya.

Selain air terjun, lanjutnya, di sekitar lokasi tersebut juga terdapat tempat wisata alam lain yang bisa menarik untuk dikunjungi, seperti wisata sensasi River Tubing dan camping ground.

 “Makanya, bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan pemandangan yang masih alami dan kesejukan udara, silahkan datang saja bagi ke tempat wisata ini. Sebab, di lokasi itu juga disajikan coffee drink, kopi asli desa sini,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Mewakili Kabupaten Bogor, Devi Masuk 8 Besar Puteri Otonomi Daerah 2021

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Masuk nominasi 8 besar dalam ajang Puteri Otonomi Daerah 2021, Devi Purnamasyari memperkenalkan Kabupaten Bogor sebagai daerah yang bisa berkembang, namun tak melupakan nilai luhur budaya.

Devi Purnamasyari, Puteri Otonomi Daerah Kabupaten Bogor 2021, mengucapkan puji syukurnya karena bisa lolos seleksi hingga masuk 8 besar dalam ajang Puteri Otonomi Daerah yang diselenggarakan di Jakarta.

“Allhamdululah setelah melalui tahap seleksi yang diikuti oleh Kabupaten se-Indonesia, hari ini resmi Kabupaten Bogor masuk 8 besar,” ucapnya saat dihubungi Sabtu (19/06).

Devi yang juga mojang Kabupaten Bogor, meminta doa dan dukungan dari masyarakat Kabupaten Bogor untuk bisa masuk ke posisi 5 besar dalam Ajang Puteri Otonomi Daerah 2021 ini.

“Mohon doa dan dukungannya untuk berjuang medapatkan posisi 5 besar mewakili Kabupaten Bogor di ajang Puteri Otonomi Daerah 2021. Semoga bisa memberikan yang terbaik, Harapan saya dalam ajang ini bisa lolos ke tahap berikutnya, dengan tujuan untuk bisa mengenalkan potensi yang dimiliki Kabupaten Bogor dalam jangkauan lebih luas lagi, karena dengan mengikuti ajang ini, kesempatan saya untuk bisa berperan aktif dalam berkontribusi di tingkat yg lebih tinggi semakin terbuka,” jelasnya.

Selain harapan untuk hal yang sedang ia perjuangkan, Devi pun berharap pemuda-pemudi yang ada Kabupaten Bogor bisa termotivasi dan mencintai budaya sendiri.

“Dan untuk pemuda-pemudi segenerasi saya Kabupaten Bogor, semoga dengan cara ini bisa memotivasi agar kita semua bisa berdampak positif dan memotivasi generasi muda lainnya khususnya yang ada di Kabupaten Bogor, agar tetap mencintai budaya sendiri dan tidak berhenti untuk selalu berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik,” paparnya.

Dalam ajang bergengsi yang digelar hingga 9 Juli mendatang ini, Devi mewakili Kabupaten Bogor, mensosialisasikan potensi Sumber Daya Manusia (SDM), wisata, budaya dan potensi lainnya.

“Hal ini menjadi bentuk tanggung jawab dan pengalaman istimewa dalam perjalanan hidup saya,” ucapnya.

Terlahir di Kabupaten Bogor, lanjut Devi, merupakan anugerah yang luar biasa. Karena menurutnya Kabupaten Bogor adalah tanah kelahiran yang mandiri karena sejuta potensi.

“Tidak hanya sumber daya alam, Kabupaten bogor merupakan daerah yang mampu berkembang namun tidak melupakan nilai luhur budaya”

Sejuta Potensi yang dimaksud Devi adalah Kabupaten Bogor dengan sejuta pesona, potensi wisata yang terkandung didalamnya mulai dari pesona wisata budaya, alam, agrowisata, religi dan lain sebagainya.

“Menjadikan Kabupaten Bogor sebagai daerah yang memiliki potensi untuk berkontribusi memajukan wisata dalam negeri. Mencintai daerah kelahiran adalah langkah awal mencintai negeri ini. Bersama Puteri Otonomi Daerah 2021 jadikan semangat membangun potensi diri untuk mengabdi pada ibu pertiwi,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Ketua PWI Kabupaten Bogor Kecam Pembunuhan Terhadap Wartawan

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Terkait kasus pembunuhan terhadap wartawan media online di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara bernama Marasalem Harahap, Sabtu (19/6/21) dini hari, dimana Marasalem ditemukan warga sekitar 300 meter dari rumahnya di Huta VII, Pasar III Nagori Karang Anyer, Kabupaten Simalungun. Kasus pembunuhan ini membuat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor, murka dan mengeluarkan kecaman.

Ketua PWI Kabupaten Bogor, H. Subagiyo, S.Ip, menyatakan turut berdukacita atas wafatnya Marasalem Harahap. Menurutnya, ini adalah bentuk kriminalitas terhadap pahlawan pena. Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Kepolisian harus mengusut tuntas.

“Innalillahi wa innaillahirojiun, dunia jurnalis berduka atas meninggalnya rekan seperjuangan kita yaitu Marasalem Harahap yang diduga meninggal ditembak orang tak dikenal (OTK, red). Saya mengecam keras terhadap pelaku, yang begitu tega menghilangkan nyawa seseorang. Ini tak bisa dibiarkan begitu saja, harus ada tindakan tegas dari aparat kepolisian segera menangkap pelakunya,” ucap H. Subagiyo, Minggu (20/6).

H. Subagiyo menyebutkan, kematian Marasalem menambah daftar panjang kasus kekerasan terhadap jurnalis. Menurutnya, hal ini menjadi ancaman serius terhadap kebebasan Pers di Indonesia. “Berbagai kekerasan terhadap jurnalis, berarti preseden buruk buat dunia pers. Tak ada kata lain, Polisi harus bersikap tegas. Karena tanpa adanya jurnalis maka tak akan ada pula informasi di tengah-tengah masyarakat untuk diketahui. Ini bukan saja pidana, tapi juga membunuh kebebasan pers,” tegas H. Subagiyo.

H. Subagiyo juga meminta agar Dewan Pers sebagai wadah para jurnalis, yang memiliki dasar hukum yaitu Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dimana fungsinya untuk melindungi kehidupan pers di Indonesia, agar terus mengawal kasus penembakan terhadap Marasalem.

“Salah satu fungsi Dewan Pers adalah melindungi kemerdekaan pers dari campur tangan pihak lain. Maka apabila kebebasan kita sudah dirampas apalagi sampai menghilangkan nyawa, sudah wajib Dewan Pers terus bergerak. Kawal kasus ini sampai tuntas dan pelaku pembunuhan terhadap Marasalem di hukum setimpal agar tak ada lagi kejadian serupa terjadi,” tandasnya.

“Saya meminta kepada rekan-rekan jurnalis di seluruh Indonesia, agar mendoakan saudara kita Marasalem. Mari kita semua kompak, beritakan segala sesuatu sesuai fakta dan jangan mundur sedikitpun menyampaikan kebenaran selama itu sesuai kode etik jurnalistik. Bisa jadi kita akan mengalami nasib serupa dengan Marasalem, maka dari itu jangan lupa juga selalu tetap jaga diri,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Rampas Uang Belanja Ditengah Jalan, Satu Pelaku Ditangkap Warga

0

Rumpin | Jurnal Inspirasi

Erna (23), warga Kampung Pabuaran RT 03/05 Desa Kertajaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor menjadi korban perampasan pada akhir pekan kemarin. Dia menceritakan saat itu sedang mengendarai sepeda motornya hendak berbelanja untuk kebutuhan dapur.

Namun di perjalanan korban diadang oleh dua orang pria mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion.

“Saya mau belanja keperluan dapur di warung dekat kantor Desa Kertajaya, di perjalan saya bersama keponakan saya berumur 7 tahun dicegat oleh dua orang pria mengendarai sepeda motor,” katanya.

Ia menjelaskan, pelaku sempat menariknya hingga terjatuh di jalan kampung Bojonggede, Desa Kertajaya, pelaku langsung mengambil uang tunai RP. 500 ribu, dan handphone di dalam box motor.

“Satu orang pelaku turun dari motor sambil menanyakan alamat dan mengambil handphone di box motor dan uang tunai 500 ribu. Saya langsung berteriak meminta tolong, sambil menarik motor pelaku,” terangnya.

Lanjut Erna, melihat banyaknya warga yang berdatangan, pelaku langsung melarikan diri dengan berlari, sehingga saya tersungkur dan jatuh, karena tertarik oleh pelaku.

“Ada warga yang berdatangan dan kedua pelaku langsung kabur ke arah Desa Mekarsari, satu orang pelakunya ditangkap oleh warga yang mengejar, “tuturnya.

Sementara itu, Kanit Sabara selaku panwas Polsek Rumpin Ipda Ahmad mengatakan, Polsek Rumpin, setelah menerima laporan dari warga terkait kejahatan perampasan langsung mendatangi tempat kejadian.

Ahmad juga menjelaskan, satu orang pelaku sudah tertangkap oleh warga berinisial X, dan diserahkan ke Polsek Rumpin.

“Satu pelaku melarikan diri membawa barang berharga milik korban yaitu, handphone dan uang tunai RP. 500.000 ribu, satu pelaku lainnya berhasil ditangkap oleh warga, “terangnya.

Lanjut Ahmad menambahkan, massa yang menangkap satu orang pelaku berinisial X sempat dipukuli dan membakar kendaraan sepeda motor milik pelaku.

“Pelaku dan sependa motor kami bawa ke Polsek Rumpin, guna kepentingan penyidikan. Pelaku diancam pasal 368 tentang perampasan dan pengancaman atau dikenakan pasal 365, tentang pencurian dengan kekerasan dan terancam hukuman kurungan penjara 9 tahun penjara, ” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Galian C di Wates Rumpin Kena Tegur Pol PP

0

Rumpin | Jurnal Bogor

Rumpin selain dikenal sejarahnya, Rumpin juga dari dulu hingga saat ini masih tidak bisa dihilangkan dengan cap area pertambangan dan galian C.

Di sejumlah titik masih ada beberapa galian yang dapat dijumpai, utamanya galian C yang membuat wilayah Rumpin penuh dengan polusi.

Belum lama ini Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kecamatan Rumpin menegur pemilik galian C, di Kampung Wates, Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin. Musababnya galian C tersebut banyak dikeluhkan masyarakan, karena menyebabkan jalan licin dan banyak sepeda motor terjatuh.

Danton satpol PP Kecamatan Rumpin Sopian menyampaikan, sudah banyak masyarakat yang mengeluh karena licin hingga banyak tanah merah tercecer dijalanan.

Ia juga mgatakan, waktu pertama surat teguran satu, tidak ditanggapi tetap buka galian, dan diteguran kedua ini akan kita berikan kembali karena tindakan dia SR selaku penanggung jawab di lokasi galian.

“Kami satpol pp, datang kelokasi untuk menegur kegiatan galian tanah merah, teguran ini merupakan yang kedua, dan yang pertama sudah kita berikan, “katanya.

Lanjut Sopian menambahkan, dalam upaya kami satpol PP Kecamatan Rumpin, dalam tindakan surat teguran ke tiga, nantinya penanganannya oleh satpol PP Kabupaten Bogor.

Galian tanah merah di Kampung Wates Desa Sukasari ini, meresahkan warga karena tercecernya tanah di jalanan sehingga banyak warga yang terjayuh dan tidak ada izin, “pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Diorama Hortikultura Magnet Baru Bagi Petani Dibangun di Purwakarta

0


Purwakarta | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat melalui Dinas Pangan dan Pertanian membangun eduwisata agro hortikultura yang didalamnya terdapat diorama hortikultura, di kawasan Tajug Gede Cilodong. Diorama tersebut akan menjadi pusat informasi pertanian terutama hortikultura dan diharapkan menjadi magnet bagi petani yang ingin mendapatkan informasi terkait hortikultura.

Hal tersebut diungkapkan Sri Jaya Midan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta saat menghadiri Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani yang dihelat Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Bogor, Sabtu (19/06/2021).

“Ketika petani datang ke lokasi ini, dengan mudah petani akan mendapatkan informasi lengkap dari mulai pembibitan hingga budidaya dan panen, ” ungkapnya.

Tajug Gede merupakan mesjid yang dibangun Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi yang sebelumnya adalah Bupati Purwakarta. Kawasan ini kini menjadi icon baru Kabupaten Purwakarta sebagai ruang publik. Selain menjadi pusat pembelajaran agama Islam, lokasi ini dikembangkan jadi pusat pertanian modern.

Diorama hortikultura ini melengkapi koleksi plasma nutfah padi gogo yang sudah lebih dulu dikoleksi dilokasi tersebut.

“Kawasan ini adalah sentra atau show window plasma nutfah padi gogo. Ada 140 varietas padi gogo ditanam disini, ” ungkapnya.

Kata Sri Jaya Midan meski menjadi Kabupaten terkecil di Jawa Barat dengan luas 97.000 KM dan luas lahan pertanian 4.790 hektar, Purwakarta concern pada pertanian untuk menyediakan pangan bagi warganya.

Sementara itu Yusral Tahir Kepala PPMKP Ciawi Bogor menegaskan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus mendorong peningkatan kapasitas sumberdaya manusia pertanian.

Meningkatnya kapasitas SDM dibidang pertanian ini diharapkan dapat memacu produktifitas dan kualitas pertanian, sehingga komoditas pertanian Indonesia bisa bersaing di pasar global.

“Hal ini bisa mendukung gratieks yaitu gerakan tiga kali ekspor program Kementerian Pertanian dibawah kepemimpinan Menteri Syahrul Yasin Limpo, ” ucapnya.

Menurut Yusral untuk dapat menembus pasar global tidaklah mudah dan membutuhkan proses. Ia mengajak petani untuk memulai dari kelas lokal, kemudian tingkat regional, nasional dan akhirnya masuk pasar global.

Ia pun mengajak petani untuk membangun kelompok atau tim agar posisi tawar menjadi kuat. Ia berharap bimtek bisa dijadikan ajang berbagi baik antar petani maupun dengan pemateri.

“Jika yang disampaikan tidak sesuai dengan lokasi, bisa dikembalikan ke pemateri untuk meminta solusi hingga terjadi diskusi, ” sarannya.

Dalam membangun pertanian yang maju, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo membangun sinergi dengan berbagai pihak salah satunya dengan komisi IV DPR RI.

“Pertanian itu bukan hanya tentang makan. Pertanian itu lapangan kerja. Pertanian itu memperkuat perekonomian suatu daerah, dalam krisis apapun jawabannya panganmu aman,” tegas SYL.

Berbicara mengenai pembangunan pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menekankan pada pentingnya pembangunan SDM yang terlebih dahulu dilakukan.

“Yang terpenting adalah memberdayakan SDM, memberdayakan petani, memberdayakan penyuluh, memberdayakan petani milenial, dan memberdayakan seluruh stakeholder pertanian,” tutur Dedi.

Menurut Dedi Nursyamsi, dengan pemberdayaan SDM maka produktivitas akan meningkat. Baik produktivitas dari tingkat desa, kecamatan, produktivitas kabupaten atau kota, provinsi, bahkan produktivitas nasional ikut meningkat.

**Regi/PPMKP

Baru 2 Jam Pelaksanaan Gage, 800 Kendaraan Diputar Balik

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Ganjil Genap di Kota Bogor kembali dilakukan oleh Satgas Covid 19 dan unsur Forkopimda. Ini merupakan ganjil genap jilid ketiga yang dilakukan oleh Satgas dan Forkopimda selama pandemi Covid-19.

Di hari pertama penerapan ganjil genap 800 kendaraan dari roda dua dan empat diputarbalikkan yang melintas di Simpang Terminal Baranangsiang.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa Ganjil Genap dan penyekatan penutupan ini targetmya bukan saja mengurangi mobilitas aktivitas warga Bogor. Namun, juga menyampaikan pesan kepada warga Jakarta dan sekitarnya untuk berhitung dan memikirkan kembali apabila ingin mengunjungi Bogor.

“Karena kebanyakan yang datang ke Bogor itu pagi dan siang. Mangkanya kemudian jamnya itu jam 10.00-16. dan kita liat di lapangan arusnya berkurang memang kemungkinan kita liat warga sudah mulai sadar kondisinya seperti apa,” jelas Bima, Sabtu (19/6).

Dalam kesempatan yang sama, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menjelaskan bahwa selama 2 jam ini sebanyak 600 kendaraan roda 4 dan sekitar 200 kendaraan roda dua telah diputarbalikkan.

Jumlah tersebut menunjukan bahwa sosialisasi itu cukup baik dan masyarakat cukup paham apa yang dilaksanakan oleh satgas Covid kota Bogor itu Demi untuk menekan tingginya angka Covid di Kota Bogor,” ucapnya

Saat disinggung soal penutupan akses di tol, Susatyo mengungkapkan bahwa penutupan Akses ini dilaksanakan secara insidentil.

“Apabila memang ruas di penyekatan baranangsiang itu cukup padat maka kami akan memberlakukan tutup di pintu tol arah Bogor baik dari Jagorawi,” katanya.

** Fredy Kristianto

Semarak Milad UIKA, Walikota Anggarkan 250 Juta untuk Masjid Al-Hijr

0

Bogor | Jurnal Inspirasi


Semarak perayaan Milad ke -60 Tahun Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Pemkot Bogor sumbangkan sebanyak 250 juta APBD pada perayaan Milad UIKA ke 60 tahun yang difungsikan untuk pembangunan masjid Al- Hijr di kampus UIKA Bogor.

Walikota Bogor Dr.Bima Arya yang hadir dalam perayaan milad tersebut menjelaskan, capaian keberhasilan UIKA sepanjang usia 60 tahun harus diberikan apresiasi. Menurutnya, UIKA turut serta dalam berbagai sektor pembangunan negeri ini.

Menurut Bima, pemikiran kesilaman dan kebangsaan alumni berprestasi UIKA telah berkontribusi untuk pembangunan umat dan negara khususnya bidang ekonomi. Lulusan UIKA berhasil menciptakan banyak lapangan pekerjaan dan menyerap banyak tenaga kerja.

“Kota Bogor membutuhkan UIKA percepatan pembangunan di segala bidang khususya sumbangsih pemikiran,” ungkap Walikota Bogor dalam rangkaian perayaan milad sekaligus penandatangan MoU bersama Pemkot.

Tema perayaan Milad UIKA 1442 H kali ini adalah “60 Tahun UIKA Berkhidmat untuk Umat”. Dijelaskan Dr. Ending Mujahidin dalam sambutannya, dalam rangkaian milad ke-60 ini sekaligus akan diresmikan penerbitan buku 60 tahun berkhidmad untuk umat.

Kampus yang berdiri sejak 1961 tersebut telah meluluskan lebih dari 20.000 cendikiawan muslim yang berkiprah di masyarakat di tingkat sarjana, magister dan doktoral.

“60 tahun sudah kami berkhidmad untuk masyarakat, banyak lagi capaian yang harus diraih untuk melahirkan cendikiawan muslim yang berkontribusi untuk bangsa dan negara,” jelas Dr. H. Endin Mujahidin Rektor UIKA Bogor, usai peresmian perayaan Milad UIKA Bogor ke-60 di Aula Prof H Abdullah Siddiq Kampus UIKA, Jumat (18/6/2021).

Dalam perayaan milad tersebut Dr. Didi Hilman Ketua Yayasan UIKA juga meresmikan pembangunan Kampus Dua UIKA yang berada di Citra Indah, Kabupaten Bogor.

“Diharapkan dengan peresmian kampus dua UIKA ini akan lebih luas lagi layanan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat Bogor kedepannya,’ katanya.

**ass/rls

Dewan Sorot Buruknya Pembangunan Jalan Cibeber-Cisarua

0

Pengawasan Dinas Terkait Lemah

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Nurodin menyebutkan buruknya kwalitas hasil pembangunan ruas jalan Cibeber- Cisarua Malasari, Kecamatan Nanggung lantaran pengawasan dari dinas terkait sangat lemah seakan membiarkan pembangunan dilaksanakan semaunya.

Menurutnya, bukan hanya persoalan kwalitas bangunan yang diturunkan, termasuk pengurangan volume dengan dalih pengalamannya dan pada pengerjaan lain.

“Jika dihitung secara detail bangunan jalan  ini pun sangat berpotensi merugikan rakyat,” tegas anggota DPRD dari fraksi PKB Nurodin, Jumat (18/6).

Hanya saja, arena pada pengerjaan jalan tersebut, pihak pelaksana berdalih adanya pekerjaan TPT dan lain lain. “Saya pikir ini hanya alasan klasik saja,” beber Nurodin.

Pada dasarnya, kata dia, mengapa karena pekerjaan satu ruas jalan ini sudah dibuat perencanaannya secara detail oleh pihak konsultan perencana dengan dibayar mahal pakai uang rakyat

Dan saat masyarakatpun mencoba ikut mengawasi dengan semangat partisipasi demi kwalitas jalan yang lebih baik dan pihak PUPR terkesan banyak membnela pemborongnya.

‘”Jadi kalau sudah begini rakyatlah yang dirugikan,” paparnya.

Walapun terjadi perubahan bentuk di lapangan karena adanya bencana longsor tetapi kalau perubahan terlalu panjang memotong volume pekerjaan hampir lebih kurang 1 Kilometer.

“Dinas PUPR sebelumnya sudah kita ajak turun ke lapangan melakukan sidak sekitar beberapa bulan yang lalu. Intinya pihak perusahaan siap memperbaiki kerusakan ini.”

“Kalau ternyata tidak diindahkan saya minta pihak PUPR memberikan sangsi sesuai perundang undangan atau kontrak yang mereka tanda tangani kedua belah pihak.”

Sebelumnya  Kepala Desa Cisarua H Ipit Idris mengatakan, sikap dari PT.Dovlen Seventy yang merupakan pelaksana pengerjaan jalan  yang terkesan kurang bertanggung jawab  dalam penanganan perbaikan jalan tersebut.

Jalan Cibeber  Cisarua pertama dibangun pada Oktober terhitung hingga selesai awal Januari, tetapi hasil bangunannya tidak memuaskan.

Setelah selesai pengerjaan, selang satu minggu jalan itu sudah kembali rusak namun pihak PT.Dovlen Saventy sampai sekarang belum memperbaikinya.

“Sudah bulan Juni lagi, jalan tersebut masih dibiarkan rusak,” kata H Ipit Idris.

Pembangunan jalan Cibeber Cisarua Malasari tersebut menelan anggaran sebesar, Rp 4.280.386.000.00 dari APBD Kabupaten Bogor, akan tetapi kondisi sekarang kerusakannya lebih parah.
“Sudah beberapa kali kami layangkan permohonan untuk perbaikan jalan itu,” tandasnya.

“Kami tegaskan jalan tersebut belum ada perbaikan sama sekali meski kodisinya sudah kembali rusak,” tegas Ipit Idris lagi. Ipit menyebut anggaran bangunan jalan yang digelontorkan oleh Pemkab Bogor itu tidak sedikit.

“Kami hitung sekarang sudah masuk Juni  harusnya sudah ada perbaikan dan perawatan. Namun satu kali pun belum ada perbaikan,” pungkasnya .

** Arip Ekon