28.3 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1211

Diusir dari Kontrakan, Warga Tanah Baru Tinggal di Gubuk

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pasangan suami istri (pasutri) Agung (23) dan Yuliah (20), warga RT 03 RW 04, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, terpaksa tinggal di sebuah gubuk yang berada di dalam kebun yang berlokasi di Jalan Pangeran Shogiri, RW 04, Kelurahan Tanah Baru, hampir dua pekan ini.

Mirisnya, saat ini Yuliah tengah dalam kondisi mengandung anak pertama dengan usia kandungan tujuh bulan.

Keduanya harus tinggal di dalam gubuk dengan kondisi dinding hanya tertutup setengah lantaran diusir dari kontrakannya di kawasan Tanah Baru akibat tak sanggup membayar sewa kontrakan yang per bulannya Rp600 ribu.

Ketua Gerakan Masyarakat Kota Bogor (GMKB), R. Ridho yang mendapat pengaduan warga perihal tersebut langsung mendatangi lokasi gubuk tersebut. Berdasarkan pengakuan Agung, ia terpaksa tinggal di tempat tersebut lantaran diusir dari rumah kontrakan akibat menunggak pembayaran.

“Jadi dia baru dua bulan ngontrak. Tapi karena nggak bisa bayar, dia disuruh pergi oleh pemilik. Dia penghasilan minim karena hanya bekerja serabutan,” ujar Ridho kepada wartawan, Minggu (9/5).

Menurut Ridho, GMKB sudah melaporkan kejadian tersebut ke Wakil Wali Kota Dedie A. Rachim dan Kecamatan Bogor Utara. “Sudah dilaporkan dan Alhamdulillah sudah ada respon. Bahkan bantuan juga mengalir dari anggota DPRD Akhmad Saeful Bakhri, pemerintah serta PT Caraka Cipta Prima selaku agen tabung gas terbesar di Kota Bogor,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Bogor Utara, Marse Hendra Saputra mengatakan bahwa pasutri tersebut akan difasilitasi untuk tinggal di Rusunawa Cibuluh untuk tiga bulan kedepan, dan seluruh pembiayaannya ditanggung Wakil Wali Kota Dedie A. Rachim.

“Sementara ditanggung oleh Pak Wakil. Senin (10/5) kami akan koordinasikan dengan Dinas Sosial (Dinsos). Sementara ditanggung tiga bulan, selanjutnya kami pun mendorong yang bersangkutan untuk berusaha mencari penghasilan tambahan,” ucapnya.

Saat disinggung apakah setelah tiga bulan pasutri tersebut akan diberi kelonggaran untuk tinggal di Rusunawa. Marse menegaskan bahwa hal itu nantinya tergantung dari kebijakan Dinsos. “Nantinya kebijakan adanya di Dinsos. Tapi yang pasti saat ini kecamatan tak tinggal diam,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Pembangunan Sekolah Satu Atap Dilanjut

0

Disdik Masih Tunggu Penghitungan Bahan Bangunan

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pembangunan sekolah satu atap di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal akan dilanjutkan, setelah sebelumnya merampungkan pengerjaan tahap pertama, dan dilanjut dengan pengerjaan ruang kelas.

Kendati demikian, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi mengatakan, pemerintah masih menunggu penghitungan ulang bahan bangunan di Politeknik Bandung. “Itu agar ada konsistensi antara pondasi dan pembangunan berikutnya,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (9/5).

Menurut dia, pemerintah menganggarkan Rp11 miliar untuk pembangunan tersebut, dan ditarget rampung dalam enam sampai tujuh bulan.

Sejauh ini, kata Hanafi, semua konstruksi sudah baik dan bangunan ini akan menjadi salah satu sekolah terbaik. “Sudah dicek, semuanya bagus dan diharapkan ini bisa menjadi salah satu solusi bagi masalah kekurangan sekolah,” paparnya.

Dalam kesempatan berbeda, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa jumlah sekolah negeri di Kota Bogor belum bisa menampung semua siswa yang ada. Atas dasar itu, Bappeda telah diminta untuk membuat kajian dan menghitung ratio, tak hanya sekolah, tetapi juga pasar, sarana kesehatan, fasilitas penunjang, infrastuktur dan lainnya.

“Jadi mesti dihitung benar sesuai jumlah penduduk dan keseimbangan fasilitas,” bebernya.

** Fredy Kristianto

Muslimah dan Hima Mathla’ul Anwar Bagikan Takjil ke Pengguna Jalan

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Himpunan Mahasiswa (Hima) dan Muslimah Matthla’ul Anwar dan pengurus Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor menggelar kegiatan bagi bagi takjil di Jalan Raya Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Dalam kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan dengan membagikan 5000 takjil ke pengguna jalan.

Ketua Muslimah Matthla’ul Anwar Kabupaten Bogor Dini Pazrianti, mengatakan, kegian ini digagas oleh anak-anak Hima mahasiswa Mathla’ul Anwar, kemudian muslimah Mathla’ul Anwar mendukung kegiatan mereka.

“Awalnya memang salah satu program muslimah Kabupaten Bogor, jadi ini salah satu kerjasama kita bersama Hima, dan didukung juga oleh ketua PDFA Kabupaten Bogor,” ujarnya, Minggu (9/5/21).

“Jadi kegiatan ini bagi-bagi takjil dan sekaligus buka bersama, jadi takjil yang diberikan untuk para pengendara motor dan mobil saat lalu-lalang di jalan baru Galuga. Kegiatan ini dilaksanakan hari ini saja,” jelasnya.

Dibulan yang penuh berkah ini lanjutnya, kegiatan yang positif seperti berbuat baik terhadap sesama  untuk mendapat keberkahan dari Allah SWT.

** Cepi Kurniawan

Jelang Lebaran, Pembuat Manisan Pala di Dramaga Kebanjiran Pesanan

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Pembuat manisan pala di Kampung Manggis, Desa Dramaga, Kabupaten Bogor, jelang Lebaran tahun 2021  kebanjiran pesanan. Meksipun tidak seramai sebelum ada pandemi Covid-19, namun untuk Lebaran pesanan manisan pala ramai dibandingkan lebaran tahun sebelumnya.

Salah satunya pemilik industri rumahan pembuatan manisan pala, Zaenal. Dia mengatakan bahwa Lebaran tahun ini pesanan manisan pala cukup meningkat. “Untuk tahun ini alhamdulillah ramai, pesanan  manisan pala ramai. Meskipun tidak seramai sebelum ada pandemi,” kata Zaenal kepada wartawan, Sabtu (8/5/2021).

Zaenal mengatakan, omset yang didapat sekali produksi dengan waktunya 10 hari itu bisa mencapai Rp 9 juta -Rp 12 juta. “Omset naik kalau tahun lalu itu sepi malah di bawah 9 juta ,” katanya.

Zenal mengatakan, ada dua jenis olahan buah pala yang dijadikan manisan. “Ada dua, manisan yang dibikin di sini, pertama manisan pala kering, dan yang kedua manisan pala basah,” katanya.

Untuk penjualan, biasanya ia jual ke wilayah Bogor dan Jakarta. “Dijual ke daerah Jakarta dan Bogor, ke agen agen manisan dan ada juga masyarakat,” katanya.

Untuk satu kilo manisan kering ia jual Rp 27 ribu, sedangkan manisan basah Rp 20 ribu. “Manisan kering proses lebih lama dan juga banyak bahan baku yang digunakan sehingga mahal,” katanya.

Untuk proses pengolahan dari awal hingga air kering itu membutuhkan waktu paling lama 10 hari. “Proses dari awal dari pertama buah dikupas, lalu direndam, dan dibentuk seperti bunga, lalau direndam lagi selama dua hari dicampur gula, lalu diangkat, dikasih pewarna makanan selanjutnya diberi gula dan dikeringkan bisa dengan dijemur atau diopen,” bebernya.

Diketahui di Dramaga selama ini dikenal dengan produsen manisan pala bahkan di Kampung Manggis, Dramaga itu kurang lebih ada 10 produsen manisan pala. Untuk buah pala sendiri dikirim dari petani dari Nambo dan Leuwiliang. Buah pala biasanya berada di daerah dataran tinggi.

** Cepi Kurniawan

Juru Parkir di Leuwisadeng Tewas Tertabrak Truk Kardus

0

Leuwisadeng | Jurnal Inspirasi

Jelang Lebaran, juru parkir minimarket di Leuwisadeng tewas tertabrak truk bermuatan kardus  bernomor polisi F 8653 KP yang mengarah dari Jasinga menuju Bogor di Jalan Raya Leuwisadeng. Truk tersebut oleng sehingga menabrak juru parkir tersebut. Kejadian terjadi pada Minggu (9/5/21) pukul 16.15 Wib.

Polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung mengevakuasi korban dibantu anggota Dishub dan Babinsa Desa Sadeng. Korban kemudian dibawa ke RSUD Leuwiliang. Menurut anggota Lalulintas Polsek Leuwiliang Iptu Ahmad Sodikin, kondisi mobil melaju sangat kencang dan tidak sempat menghindari juru parkir hingga nyawanya tidak tertolong.

“Truk tersebut mau menuju arah ke Bogor namun di jalan raya Leuwisadeng tiba-tiba mobil oleng dan menabrak tukang parkir,” katanya kapada awak media.

Terpisah, ketua RW 04 Hari Mulyana mengatakan, informasi dari warga yang melihat kejadian, mobil tersebut melaju dari arah Jasinga menuju Bogor melaju cukup kencang, hingga tidak sanggup menahan tuas rem. “Kondisi truk tersebut melaju cukup kencang dan hingga tidak bisa menahan tuas rem,” kata dia.

Hari Mulyana mengatakan, saat ini sppir truk tersebut sudah diamankan di rumah ketua RT agar tidak menjadi bulan-bulanan masa dan sopir tersebut siap bertanggung jawab. “Biar kondusif dan tidak ada amukan dari warga, kita ungsikan dulu sopirnya di rumah RT, dan sopir tersebut siap bertanggung jawab atas kejadian ini,” tutur dia.

Kejadian pukul 16:15 WIB, korban atasa nama Nadi tersebut, merupakan warga Banten, namun sudah lama menetap di Kampung Paku Pasir. Menurut sopir truk Hamdani, dirinya saat mengemudi kendaraan mengaku tidak bisa menghindar saat sang juru parkir mengeluarkan mobil.

“Tukang parkir sedang mengeluarkan mobil, mobil sudah keluar dari parkiran tiba-tiba menghindar, tukang parkir tersebut mengindar terus tangannya kena kepala mobil saya dan langsung masuk kolong mobil,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa juru parkir dan kendaraannya sudah menghindar, namun naas sang juru parkir harus terhantam oleh kendaraannya. “Sudah sama-sama mengindar, mobil pun yang dikeluarkan pun sama sudah keluar dari jalan raya, kalo saya gak menghindar mungkin nambrak mobil tersebut,” kata dia.

** Cepi Kurniawan

Sambut Idul Fitri, Cibogor Berbagi Kebahagiaan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Menyambut hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah, pimpinan wilayah Kelurahan Cibogor yang terdiri dari Lurah, Babinkamtibmas, Babinsa dan LPM Cibogor melaksanakan kegiatan Berbagi Kebahagiaan dengan memberikan bingkisan untuk para Ketua RW, Ketua RT, Ketua Posyandu dan Posbindu, pejuang Kebersihan RT, juga pengurus LPM pada Jumat – Sabtu (7-8/5) di aula Kantor Kelurahan.

“Alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana berkat  bantuan dan dukungan dari para pelaku usaha atau donatur di wilayah, juga bantuan dari Ketua LPM Cibogor yang akhirnya bisa terkumpul 100 paket,” kata Lurah Cibogor, Mega Juliyanti Hutapea.

Kalau dibandingkan dengan bantuan, dukungan mereka (Ketua RT/RW, Ibu Ibu Kader) selama ini terhadap program kerja kelurahan bingkisan ini kecil sekali nilainya. “Tapi kami berharap bentuk perhatian ini bisa menambah soliditas dan semangat mereka dalam melayani masyarakat,” tambah Mega.

Ditempat yang sama, Eryko Bakti Ketua LPM Cibogor menambahkan bahwa kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan tiap tahunnya. “Semoga sinergitas kami dengan Lurah, Babinmas dan Babinsa dapat dirasakan manfaaatnya oleh masyarakat. Sinergitas dalam keberkahan untuk Cibogor Cantik,” jelasnya.

** Handy Mehonk

Indonesia Jadi Tempat Pembuangan Sampah Plastik

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wali Kota Bogor Bima Arya mengajak para komunitas peduli lingkungan hingga jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor menonton film ‘Pulau Plastik’ di XXI Boxies123 Mall, baru-baru ini. Film ini membawa pesan sederhana, berusaha menggugah kesadaran masyarakat akan bahaya plastik sekali pakai.

Usai menyaksikan film berdurasi 1 jam 42 menit ini, Bima Arya mengatakan ada tiga hal yang bisa menjadi perhatian bersama.

“Pertama ternyata Indonesia menjadi target dari pembuangan sampah plastik dari negara-negara maju yang selama ini mengklaim telah berhasil mengelola plastik. Ini sesuatu hal yang menurut saya sangat menyedihkan karena seolah-olah kita tidak bisa apa-apa, seolah-olah kita ditipu oleh negara-negara itu dengan showcase-nya yang luar biasa tetapi ujung-ujungnya sampahnya dibuang ke kita,” ungkap Bima.

Kedua, lanjut Bima, ternyata bahan plastik pun yang selama ini digaungkan bisa diurai dalam waktu yang sangat cepat, di film ini menunjukan bahwa tidak bisa.

“Kota Bogor akan melakukan uji sampling terhadap bahan-bahan itu karena sudah banyak digunakan di Kota Bogor. Kita akan ambil sampel-sampel itu lalu kita akan uji semua. Kalau ternyata tidak lolos uji, kita akan umumkan bahwa itu tidak benar,” jelasnya.

Ketiga, sambung Bima Arya, jumlah mikroplastik yang tak sengaja terkonsumsi masyarakat Indonesia sangat tinggi.

“Yang lebih juga mengkhawatirkan ternyata didalam tubuh kita ada mikro plastik yang disebabkan oleh sampah plastik di lingkungan kita, tidak saja di laut atau sungai, tetapi di bahan makanan yang lain,” kata Bima.

“Artinya ini masih PR besar. Langkah kita baru sedikit, melarang kantong plastik di toko modern baru langkah kecil saja. Tahun depan Insya Allah akan diperluas kebijakannya di pasar tradisional, kita harus lebih agresif lagi. Tapi kata kuncinya adalah kita harus bisa menggerakan kesadaran warga lebih kuat lagi. Pemerintah tidak bisa sendiri. Kita berterimakasih ada teman-teman komunitas. Mari kita bergerak lebih semangat lagi,” tambahnya.

Hingga 2020, tercatat sudah 29 kabupaten dan kota yang telah menerapkan larangan kantong plastik di Indonesia. Kota Bogor merupakan kota keempat di Tanah Air yang melarang penggunaan kantong plastik di retail modern, seperti minimarket hingga supermarket. Saat ini, Kota Bogor sedang melakukan sosialisasi untuk menerapkan pengurangan penggunaan kantong plastik di pasar tradisional.

“Sudah lebih dari dua tahun untuk pelarangan penggunaan kantong plastik di toko atau retail modern. Sekarang sudah masuk fase sosialisasi untuk pasar tradisional. Kita berharap, kita targetkan tahun depan sudah berjalan. Jadi seperti kemarin kita mulai awal tahun juga, jadi sekarang kita akan intensifkan sosialisasi sampai akhir tahun,” tandas Bima.

Kebijakan ini ditanggapi positif oleh aktivis lingkungan hidup Tiza Mafira yang juga Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik. Menurutnya, melakukan perubahan untuk masa depan bukan hal mudah, tapi bisa dimulai dari hal kecil. Juga dibutuhkan niat, konsistensi, dan motivasi kuat demi kebaikan bersama.

“Kami menyambut dengan sangat baik, bahkan kami senang sekali Pemkot Bogor terbuka untuk berkolaborasi dengan semua, kebetulan untuk pasar bebas plastik ada kerjasama dengan gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik. Relawan kami sudah mulai masuk untuk mendata plastik sekali pakai jenis apa yang dipakai di pasar tradisional di Bogor, dan bagaimana cara-cara untuk menguranginya. Bagaimana program training untuk pedagang pasar supaya bisa mengurangi ketergantungan kepada plastik sekali pakai,” kata Tiza.

Baginya, regulasi yang dibuat oleh pemerintah sangat penting untuk keberlangsungan gerakan ini. “Pemerintah daerah selama ini sudah bergerak lebih maju, lebih cepat. Kota Bogor adalah Kota keempat di Indonesia yang melarang kantong plastik. Ini sesuatu yang sangat progresif. Pemda-pemda bergerak dengan cepat, pemerintah pusat pun melihat. Dan akhirnya pemerintah pusat menggerakan kebijakan dimana plastik sekali pakai dilarang tahun 2030, tetapi Pemda boleh jalan duluan,” jelas dia.

Pulau Plastik merupakan sebuah film dokumenter yang menceritakan tentang tiga individu dan perjuangan melawan polusi plastik sekali pakai. Ketiganya adalah Gede Robi, vokalis band Navicula asal Bali; Tiza Mafira, pengacara muda yang juga aktivis Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik; dan Prigi Arisandi, ahli biologi dan penjaga sungai dari Jawa Timur.

Ketiga protagonis ini menelusuri sejauh mana jejak sampah plastik menyusup ke rantai makanan kita, dampaknya terhadap kesehatan manusia, dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi krisis polusi plastik.

** Fredy Kristianto

Warga Sentul City Serahkan Bingkisan Lebaran kepada Petugas Keamanan dan Kebersihan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sejumlah warga yang bermukim di kawasan hunian Sentul City (SC) memberikan bingkisan lebaran kepada petugas pelayanan publik (public service) PT Sukaputra Graha Cemerlang (SGC). Mereka yang mendapat bingkisan lebaran dari sejumlah warga antara lain petugas keamanan yang berjaga 24 jam di seluruh kluster kawasan hunian Sentul City dan petugas kebersihan

“Setiap tahun selalu ada warga Sentul City dari seluruh kluster yang berjumlah 47 kluster memberi bingkisan lebaran kepada anggota kami. Selain ke anggota kami bingkisan lebaran juga diberikan kepada petugas kebersihan,” jelas Paulus Krisdiyanto, Kepala Keamanan PT SC dalam keterangan persnya, belum lama ini.

Bingkisan lebaran yang diterima antara lain dari warga 47 kluster antara lain: beras, minyak goreng, gula, mie instan, susu, biscuit, kopi dan the, sirop, margarin dan tepung serta kebutuhan rumah tangga lainnya

“Jumlahnya cukup banyak ya. Ada warga yang memberikan bingkisan dalam bentuk uang. Ada juga yang ngasih kurma,”papar Paulus.

Menurut Frans, warga kluster BGH bingkisan lebaran diberikan kepada petugas keamanan dan petugas kebersihan PT SGC sebagai apresiasi dan wujud ucapan terima kasih atas pelayanan prima yang diberikan selama ini. Hal senada diungkapkan Maria, warga Kluster Andalusia.

“Kami rutin membayar BPPL dan didalamnya ada pelayanan untuk keamanan dan kebersihan. Kenapa kami masih memberikan bingkisan lebaran? Karena kami ingin berbagi di bulan Ramadhan juga bentuk apresiasi atas kinerja petugas keamanan dan kebersihan atas dedikasinya selama ini,” ucap Maria.

Kata Paulus, bingkisan lebaran dari warga langsung diteruskan ke petugas keamanan dan kebersihan PT SGC.

“Tentu bingkisan lebaran ini sangat berarti buat anggota. Saya atas nama teman-teman mengucapkan beribu terima kasih atas atensi warga seluruh kluster,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Relawan Siaga, De’Roti, dan PKBM Insan Mandiri Berbagi Takjil di Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Relawan Siaga yang berkolaborasi dengan De’Roti dan PKBM Insan Mandiri berbagi takjil di dua titik Kota Bogor, yaitu Jalan R.E Martadinata dan Jalan Otista.

Takjil yang dibagikan sebanyak 200 nasi kuning, 200 roti De’Roti, dan 200 pack kurma. Selain takjil, pada kegiatan itu juga dibagikan 200 hand sanitizer dan 200 masker.

“Program berbagi takjil ini sebagai wujud kepedulian Relawan Siaga kepada sesama, sekaligus juga untuk memperkenalkan Relawan Siaga agar makin dikenal masyarakat Kota Bogor,” kata Burhan, koordinator kegiatan tersebut.

Sementara Eka Yanuar, Owner De’Roti, mengatakan bahwa De’Roti sangat mendukung kegiatan atau program yang dilaksanakan oleh Relawan Siaga sebab aktivitas Relawan Siaga semata-mata demi kemanusiaan.

“De’Roti berkomitmen untuk senantiasa memberikan support bagi organisasi, seperti Relawan Siaga, yang menebar manfaat bagi mereka yang membutuhkan,” pungkas Eka.

Pada kesempatan yang sama, Kepala PKBM Insan Mandiri, Doni Kurniawan mengatakan bahwa kolaborasi tiga institusi, yaitu Relawan Siaga, De’Roti dan PKBM Insan Mandiri, dalam berbagi kebaikan merupakan yang pertama kali, tetapi akan terus berlanjut ke depannya sebab kebaikan tidak bisa dimonopoli oleh satu lembaga atau institusi saja. “Kita berkolaborasi agar mendapatkan manfaat yang maksimal,” jelas Doni.

Seperti diketahui, Ramadhan, bulan yang selalu dirindukan kehadirannya oleh umat muslim di seluruh dunia, akan segera berakhir beberapa hari lagi. Mengapa selalu dirindukan, karena Allah SWT memanjakan hamba-hamba-Nya dengan limpahan pahala berlipat yang dijanjikan. Tak salah jika Ramadhan disebut sebagai bulan panen raya.  Abu Bakr al-Warraq al-Balkhi mengatakan: “Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya’ban bulan untuk mengairi, dan Ramadhan bulan untuk memanen.”

Pada bulan Ramadhan, pahala semua ibadah dilipat gandakan. Rasulullah saw. bersabda, ”Semua amalan anak Adam akan dilipat gandakan (balasannya): satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat.” (HR Muslim).

Pada bulan Ramadhan juga dapat kita saksikan umat Muslim, baik sendiri-sendiri maupun lewat organisasi atau berkelompok, berlomba-lomba dalam kebaikan, seperti berbagi takjil di jalan-jalan dan memberi santunan bagi anak yatim atau orang duafa lainnya. Bahkan, di hari-hari akhir Ramadhan, umat Muslim makin banyak beramal saleh dan berbagi dengan sesama seolah-olah khawatir tidak bertemu dengan Ramadhan pada tahun depan.

*Wa2N H

? HADITS HARI INI

0


07 Mei 2021
25 Ramadhan 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ الضُّبَعِيُّ عَنْ كَهْمَسِ بْنِ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِي اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Qutaibah menceritakan kepada kami, Ja’far bin Sulaiman Adh-Dhaba’i menceritakan kepada kami dari Kahmas bin Al Hasan, dari Abdullah bin Buraidah dari Aisyah radliallahu ‘anha, dia berkata: Aku berkata:
“Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu seandainya aku mengetahui kapan malam Lailatul Qadar itu. Apa yang akan aku baca pada malam itu ?”.
Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:

Bacalah (olehmu): Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun lagi Maha Pemurah yang suka memberikan ampunan. Maka, ampunilah aku.

HR Tirmidzi No. 3513 dan Ibnu Majah No. 3850.

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ