23.5 C
Bogor
Sunday, April 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1204

Raih WTP, DPRD Tetap Tingkatkan Fungsi Pengawasan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerima opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Turut hadir Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Atang Trisnanto dalam penyerahan Opini WTP ke lima kali secara berturut-turut di kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Kamis (20/5). Hal ini sesuai dengan UU no 15 tahun 2004 bahwa hasil pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah diserahkan kepada DPRD dan pimpinan entitas di tingkat daerah.

Dalam sambutannya, Atang mengucapkan terimakasih kepada BPK RI atas hasil penilaian dan kerja kerasnya dalam menghadirkan laporan hasil pemeriksaan di tengah pandemi. “Terima kasih kepada BPK yang telah bekerja keras penuh dedikasi, meskipun di tengah pandemi tetap menjalankan pemeriksaan dengan maksimal. Alhamdulillah, opini WTP akan sangat berarti bagi semangat kinerja ke depan. Arahan dan masukan serta catatan rekomendasi yang diberikan juga sangat penting dan berguna bagi perbaikan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD)”, jelas Atang.

“Seperti yang disampaikan oleh Kepala BPK Perwakilan Jawa Barat Bapak Agus Khatib, bahwa opini WTP ini tidak menjamin tidak adanya peluang fraud atau tidak adanya peluang penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara. Maka, Pemkot dan DPRD tetap harus meningkatkan kinerja dan menjalankan terus prinsip Good Corporate Governance (GCG),” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Atang juga memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Pemerintah Kota Bogor. Sebab, menurutnya opini BPK ini menjadi gambaran bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) di Kota Bogor sudah baik, meski tengah berada ditengah pandemi Covid-19. “Selamat kepada Walikota dan jajaran atas pencapaian opini WTP yang kelima kali berturut-turut. Ini adalah catatan yang menggembirakan sebagai bagian ikhtiar menghadirkan pemerintahan yang akuntabel, terlebih di tengah pandemi yang situasinya tidak mudah,” kata Atang.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa hal ini juga merupakan hasil dari bentuk kolaborasi eksekutif dan legislatif, dimana DPRD telah menjalankan fungsi pengawasan yang baik dan optimal. Sehingga kedepannya, ia memastikan bahwa DPRD akan terus meningkatkan fungsi pengawasan secara optimal agar tercapainya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

Kendati demikian, Atang mengungkapkan masih terdapat beberapa catatan dan rekomendasi berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK RI yang harus segera diselesaikan oleh Pemkot Bogor. “Pemerintah mesti tancap gas menyelesaikan dan menindaklanjuti catatan dan rekomendasi BPK tanpa harus menunggu 60 hari sebagaimana diatur didalam perundang-undangan”, tegas Atang.

Agar opini WTP bisa dipertahankan kembali tahun depan, Pemkot Bogor perlu secara menyeluruh mereview LHP BPK dalam 3 tahun terakhir. “Catatan rekomendasi LHP dari 3 tahun terakhir perlu dijadikan landasan perbaikan di tahun 2021 agar tetap terus WTP, khususnya terkait dengan penataan, penertiban, dan pengelolaan aset,” pungkasnya.

** Fredy Kristanto

PMBS Bakal Gali Informasi Soal Proyek Gedung MDG’S Mangkrak

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi
Presidium Masyarakat Bogor Selatan (PMBS), akan menggali informasi terkait mangkrak nya proyek pembangunan Gedung MDG’S di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi yang berasal dari dana Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat (Jabar) tahun 2020. Hal itu ditegaskan Ketua Umum (Ketum) PMBS, M. Muhsin, usai melakukan audiens dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) RSUD Ciawi, Kamis (20/5).

M. Muhsin menjelaskan, menggali informasi dari berbagai sumber perlu dilakukan PMBS. Itu untuk menyamakan informasi yang diutarakan perwakilan RSUD Ciawi dengan pernyataan pihak-pihak lain.

“Saat audiens, PPK RSUD Ciawi menerangkan prihal mangkraknya pembangunan Gedung MDG’S,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, berdasarkan keterangan PPK, ada beberapa faktor yang menyebabkan mangkraknya proyek Banprov Jabar dengan anggaran mencapai 34 miliar lebih tersebut, salah satunya tidak turun nya dana bantuan dari pemerintah pusat melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Ini kan aneh, kalau belum pasti dana PEN itu cair, kenapa harus ada lelang hingga dilakukan pengerjaan,” jelas M. Muhsin.

Selain itu, lanjutnya, yang membuat heran, pihak RSUD Ciawi sebagai instansi penerima bantuan, tidak melakukan pengawasan saat proyek pembangunan Gedung MDG’S dilanjutkan dengan biaya dari Banprov Jabar.

“Ini kan menurut saya aneh, pelaksana pemenang proyek pembangunan Gedung MDG’S malah di putus kontrak dan dibayar sesuai progres pengerjaan,” paparnya.

Sedangkan, kata M. Muhsin, kondisi serupa juga terjadi di proyek pembangunan Gedung Gizi yang bersumber anggaran dari APBD Kabupaten Bogor sebesar kurang lebih 35 miliar.

“Proyek tersebut juga sudah lewat batas waktu kontrak, tapi kenapa tetap di lanjutkan. Kalau memang alasannya, pelaksana proyek Gedung MDG’S terkena sanksi akibat waktu di kontrak habis, harusnya proyek pembangunan Gedung Gizi juga sama di kenakan sanksi,” tegasnya.

Untuk itu, sambung M. Muhsin, PMBS akan menggali informasi kepada pihak-pihak terkait, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan sumber lainnya yang memang berkompeten di bidang jasa konstruksi.

“Biar permasalahan yang terjadi di dua proyek di RSUD Ciawi terang benderang. Apalagi anggaran yang dikeluarkan pemerintah itu nilainya mencapai puluhan miliar,” ujarnya.

M. Muhsin mengungkapkan, ikut campur nya PMBS di permasalahan kedua proyek itu, semata-mata hanya ingin aset yang ada di wilayah selatan Kabupaten Bogor, tidak rusak akibat terjadi ketidak beresan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

“Bentuk perhatian kami di PMBS terhadap aset yang ada di selatan. Makanya, kami akan mengungkap sampai tuntas apa yang sebenarnya terjadi,” imbuhnya.

Sementara, PPK dua proyek RSUD Ciawi, Irawan menjelaskan, mangkrak nya proyek pembangunan Gedung MDG’S, disebabkan tidak turun nya bantuan PEN dan di putusnya kontrak karena pelaksana tidak tepat waktu.

“Batas waktu sesuai kontrak sudah habis dan kami putus kontrak nya. Kami bayar pelaksana pembangunan Gedung MDG’S sesuai dengan progres pengerjaan yakni senilai 7 miliar,” katanya dihadapan PMBS.

Terkait persoalan terlambat nya pengerjaan di proyek Gedung Gizi, Irawan menegaskan lebih kepada teknis maupun pengiriman bahan-bahan material.

“Ada yang harus di revisi, terutama dari gambar. Bukan itu saja, saat proyek mulai di kerjakan, terkendala pengiriman bahan material, pabrik nya tutup karena Covid-19,” tukasnya yang didampingi Kabag TU RSUD Ciawi, Mardani.

** Dede Suhendar

Tirta Pakuan Full Team Percepatan Normalisasi

0

Armada Tangki Terus Ditambah

Bogor | Jurnal Inspirasi

Perumda Tirta Pakuan terus mempercepat proses pemulihan jaringan di zona 1 setelah perbaikan pipa bocor ACP 21″ di Jalan Raya Ciawi-Sukabumi Kecamatan Caringin, Rabu (19/5/2021).

Tirta Pakuan mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki, sebagai ikhtar mempercepat pemulihan layanan.

Manager Humas dan Pelayanan Pelanggan, Perumda Tirta Pakuan, Sonny Hendarwan menjelaskan, normalisasi pipa untuk pelanggan di zona 1 sedang dipercepat.

“Kami sampaikan permohonan maaf kepada pelanggan zona 1, yang saat ini mengalami gangguan pelayanan air bersih Tirta Pakuan. Dipahami benar apa yang dirasakan dan dialami bapak ibu yang sangat membutuhkan pasokan air bersih, kami sedang berupaya mempercepat proses normalisasi pengaliran, pasca perbaikan pipa bocor 21 inch di daerah Caringin.”

Semua tim langsung turun ke lapangan untuk mengupayakan percepatan perbaikan. Banyak pertanyaan yang sampai pada kami, kapan air bisa ngalir lagi, terus katanya perbaikan pipanya sudah selesai kemarin, kok sampai sekarang belum ngalir,. Nah, perlu diketahui, bahwa sistem pelayanan teknis air bersih berbeda dengan listrik. Kalau listrik ketika perbaikan selesai, dalam hitungan menit semua rumah sudah bisa nyala, berbeda dengan air bersih, ketika pekerjaan perbaikan selesai, air tidak langsung bisa mengalir ke rumah, harus membuka pasokan air dari sumber atau reservoir, mengisi pipa yang kosong, buang udara yang terjebak di dalam pipa dan sebagainya, dan bisa berjam-jam atau berhari-hari,” papar Sonny.

Khusus untuk zona 1, masih kata Sonny, situasinya jauh lebih sulit, karena kontur tanah yang berbukit-bukit, sehingga teman-teman harus berjibaku dengan medan yang cukup berat. Petugas harus berkeliling 24 jam dari satu titik ke titik lain, hingga air benar-benar mengalir ke rumah pelanggan.

“Apakah selama proses normalisasi air benar-benar mati. Tentu tidak. air tetap ada ke rumah pelanggan, hanya belum normal, nyala beberapa jam, mati lagi beberapa jam, begitu terus hingga pasokan benar-benar kembali pulih kami menyediakan tangki air gratis untuk membantu kebutuhkan air bersih pelanggan zona 1 secara gratis.”

Sejak kemarin sore kami bahkan telah berkoordinasi dengan perumda lain untuk peminjaman beberapa tangki air, harapannya pasokan ke pelanggan akan lebih maksimal. Saat ini total armada tangki ada 6 tangki besar dan 1 tangki kecil semuanya melayani lokasi-lokasi yang terdampak seperti Kampung Cimanengah, Kertamaya, Dekeng, BNR Cipaku, Royal Tajur, Teras Hijau, Perum Unitex, Muarasari, Genteng. Silakan pelanggan menghubungi call center kami di nomor 0251-8324111 untuk pemesanan tangki atau hubungi ke akun instagram perumda Tirta Pakuan,” pesan dia.

Sedangkan, Dirut Perumda Tirta Pakuan Rino Indira menambahkan, jika proses perbaikan ini telah dimulai sejak minggu lalu, dan kondisi bocor yang telah terjadi sejak lama mengakibatkan pelayanan di zona 1 sudah lama kurang optimal.

“Untuk itu kita perbaiki segera. Proses perbaikan fisik telah selesai saat ini sedang proses pemulihan sedang berlangsung. Kami turunkan armada mobil tangki sebanyak 6 unit dan akan terus ditambah. Petugas lapangan di turunkan full tim untuk percepatan pemulihan. Kita ikhtiar terbaik yang bisa kita lakukan,” ungkap Rino.

Terpisah Dirtek Perumda Tirta Pakuan Ardani Yusuf menambah, jika recovery zona 1 cukup lama, bisa empat sampai tujuh hari baru bisa normal kembali pengalirannya. Pengalaman beberapa tahun lalu saat pipa di jalur Bocimi bocor, saat itu recovery cukup lama. Saat ini pihaknya memiliki resevoir Rancamaya, setelah dicek tadi cukup penuh levelnya ketinggian airnya. Ini bisa membantu pemenuhan kebutuhan air Sementara bagi pelanggan zona 1.

“Untuk penutupan aliran air dilakukan pukul 08.00 WIB, mudah-mudahan ini segera selesai tertangani. Bisa dibuka cepat kembali hingga recovery tidak terlalu lama. Untuk pipa besar stok masih ada yang lama, pada saat bulan Ramadan aksesoris sudah siap semua. Tinggal diperhitungkan waktu pengerjaan saja,” tandasnya.

Ardani menekankan, untuk bocor besar tercatat ada 14 titik yang sudah terselesaikan sisanya bocor kecil. Ini juga perlu kerjasama sub departemen kebocoran dan sub departemen pengaliran yang harus bersinergi artinya penutupan dan pembukaan harus dikomunikasikan.

“Ya, mudah-mudahan cepat teralirkan kembali untuk zona 1. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat,” pungkasnya.

** ass/rls

Terima BLT DD, Ratusan Warga Desa Cimande Hilir Tersenyum

0

Caringin | Jurnal Inspirasi
Ratusan warga Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, tersenyum bahagia usai keluar dari kantor desa, Kamis (20/5) siang. Sebab, disaat kondisi ekonomi sedang sulit, warga merasa terbantu setelah menerima uang sebesar Rp.300.000.

Majudin, warga Kampung Tenggek RT 02/02 Desa Cimande Hilir mangaku bersyukur mendapatkan kembali bantuan dari pemerintah. Dimana, bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan hidup.

“Alhamdulillah uang bantuan ini saya akan belikan beras dan kebutuhan keluarga lainnya,” akunya usai menerima bantuan.

Majudin mengatakan, di tahun ini dirinya sudah dua kali mendapat bantuan uang tunai dengan jumlah yang diterima sebesar Rp.300.000. “Bantuan yang saya terima utuh tanpa ada potongan apapun,” ujarnya.

Ia berharap, bantuan uang tunai yang diterimanya, terus ada setiap bulan diberikan Pemerintah Desa (Pemdes) Cimande Hilir. Alasannya, karena bantuan tersebut sangat dinantikan untuk membantu perekonomian keluarganya.

“Saya hanya kerja serabutan dan tidak punya penghasilan tetap. Makanya bantuan ini sangat saya harapkan,” imbuh Majudin.

Sementara, Sekretaris Desa (Sekdes) Cimande Hilir, Mulyadi mengatakan, bantuan yang saat ini diterima sebanyak 185 keluarga penerima manfaat (KPM), untuk tahap satu bulan ke dua di tahun 2021.

“Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) ini, diterima KPM setiap bulannya 300 ribu. Dan itu diberikan langsung kepada warga penerima, tidak bisa di wakilkan,” jelasnya.

Sekdes yang akrab dipanggil Damuy itu menghimbau, agar warga yang menerima BLT DD dapat memanfaatkan uang tersebut sebaik-baiknya. “Gunakanlah untuk keperluan rumah tangga dan hal positif lainnya,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Hendropriyono Rupanya Jadi Perancang Islamophobia di Indonesia

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Politikus Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana mengatakan bahwa jati diri Jenderal (Purn) AM Hendropriyono mulai nampak secara perlahan. Menurut Panca, Hendropriyono lah yang telah merancang islamofobia belakangan ini sehingga membuat kohesi sosial retak.

“Jenderal tua sisa orba ini lama-lama kebuka juga jati dirinya, yang merancang Islamophobia belakangan ini. Yang membuat kohesi sosial kita retak. Iya nggak sih?” kata Panca melalui akun Twitter @panca66, Kamis (20/5).

Panca mengatakan hal itu sebagai respons terhadap pernyataan Hendropriyono bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu mengurusi masalah Palestina dan Israel.

Menurut mantan Ketua Badan Intelijen Negara (BIN) itu, masyarakat lebih baik mengurusi negara sendiri yang kini juga menghadapi berbagai masalah.

“Palestina dan Israel bukan urusan kita (Indonesia), melainkan urusan mereka, bangsa Arab dan Yahudi. Urusan Indonesia adalah nasib kita dan hari depan anak cucu kita,” kata Hendropriyono pada Selasa, 18 Maret 2021, dilansir dari Berita Satu.

Namun ia melemparkan sorotan yakni bahwa Indonesia tengah diserang oleh ideologi khilafah. Hendropriyono menyampaikan itu di depan sesama anggota Kerukunan Keluarga (KEKAL) Akmil 1967.

“Untuk nasib bangsa kita, saya mohon KEKAL Akmil 1967 tidak diam saja, tapi mikir, ngomong dan berbuat sebisanya. Negara kita sedang diserang oleh pemikiran ideologi khilafah,” katanya.

Hendropriyono lantas mengajak masyarakat Indonesia untuk merapatkan barisan dan membela bangsa sendiri.

“Ironis sekali orang yang mengritik saya membela Pancasila, demi membela negeri sendiri, tapi dia menggebu-gebu membela Palestina,” ungkapnya.

Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) itu menuturkan bahwa ia tidak mau Indonesia menjadi hancur akibat propaganda kaum yang ingin menghancurkan NKRI dengan mengatasnamakan agama.

Menurutnya, para penganut ideologi-ideologi asing itu adalah orang yang terbawa arus sampai lupa diri dan lupa pula soal masa depan anak dan cucu mereka.

Hendropriyono lantas mengajak masyarakat untuk melawan narasi orang-orang yang menyebarkan ideologi khilafah dan ideologi lainnya.

“Lawan. Jangan takut. Jangan juga diam saja. Karena diam berarti melakukan pembiaran. Dan, itu adalah kejahatan juga. Disebut sebagai crime of omission, yakni kejahatan karena membiarkan orang melawan negara, bangsa kita sendiri,” tegasnya.

Sementara pernyataan mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono yang menyebut masalah Palestina bukan urusan Indonesia ternyata sampai ke telinga Brigade al-Qassam. Melalui akun twitternya, Brigade al-Qassam mengutip pernyataan mantan Presiden Soekarno dan Soeharto yang menyatakan bahwa masalah Palestina adalah urusan Indonesia.

“Bung Karno dan Bung Harto begitu jelas, tegas dan begitu sering kemerdekaan Palestina adalah urusan kita,” bunyi terjemahan tweet Brigade al-Qassam di akun Twiiternya , Rabu (19/5/2021). Tidak hanya itu, Brigade al-Qassam juga mengutip bunyi alinea pertama dari Undang-undang Dasar 1945.

“Saudara Hendropriyono. Dalam UUD 1945 terlihat jelas bahwa kemerdekaan sebenarnya adalah hak semua bangsa, sehingga dunia harus didekolonisasi karena tidak sejalan dengan prinsip kemanusiaan dan keadilan,” demikian tweet dari Brigade al-Qassam.

Meski begitu, akun Twitter Brigade al-Qassem ini tidak dapat diketahui apakah benar milik kelompok tersebut atau bukan karena tidak ada tanda centang biru sebagai bukti jika akun tersebut telah terverifikasi. Brigade al-Qassam atau Brigade Izzuddin al-Qassam adalah sayap militer kelompok Hamas yang dibentuk pada tahun 1991. Namanya diambil dari seorang pendakwah Palestina Izz Ad Din Al Qassam.

** ass/gelora

Pemimpin Hamas Surati Jokowi

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, mengirim surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meminta mobilisasi dukungan Indonesia ke negara Islam dan internasional terhadap Palestina.

Dilansir dari Anadolu Agency, Kamis (20/5/2021), surat itu disampaikan ke Jokowi pada Selasa (18/5) lalu. Dalam suratnya, militan Palestina itu menuliskan perihal agresi Israel ke Palestina yang terus meningkat.

“Kami meminta Anda untuk segera bertindak dan memobilisasi dukungan Arab, Islam, dan internasional, dan untuk mengambil sikap yang jelas dan tegas untuk mewajibkan pendudukan Israel segera menghentikan agresi dan terornya di Jalur Gaza,” kata Haniyeh dalam suratnya.

Haniyeh juga meminta Jokowi menyerukan diakhirinya kekerasan di Yerusalem dan penduduknya. Termasuk soal pengusiran paksa dan diskriminasi rasial terhadap warga Palestina.

“Termasuk skema Yudaisasi, permukiman, pengusiran paksa dan diskriminasi rasial, dan mencabut semua keputusan yang menargetkan pintu gerbang dan lingkungannya, terutama lingkungan Sheikh Jarrah,” lanjutnya.

Haniyeh juga meminta Jokowi memobilisasi dukungan internasional untuk mendesak Israel agar ‘menjauhkan tangannya’ dari Masjid Al-Aqsa, dan untuk menghentikan kekerasan terhadap jemaah dan mengizinkan mereka untuk menjalankan ibadah dengan bebas.

“Semoga Tuhan memberkati dan mengaruniakan kesuksesan, dan untuk kemajuan Indonesia lebih lanjut,” kata Haniyeh.

Diketahui, karier Ismail Haniyeh dimulai saat ia menjadi sekretaris pribadi pendiri Hamas, Syekh Ahmed Yassin. Dikutip dari laman ensiklopedia Britannica, Ismail Haniyeh, yang juga dieja Ismail Haniya dan Ismāʿīl Haniyyah, lahir pada 1962 di Kamp pengungsi Al-Shāṭiʾ, Jalur Gaza.

Haniyeh ditangkap oleh otoritas Israel pada 1988 dan dipenjara selama enam bulan karena partisipasinya dalam intifada pertama (pemberontakan melawan pendudukan Israel).

Dia dikenal sebagai politikus Palestina dan pemimpin Hamas yang menjabat perdana menteri Otoritas Palestina (PA) pada 2006-2007, setelah Hamas memenangi mayoritas kursi dalam pemilihan legislatif Palestina 2006.

Setelah pertempuran antarfaksi dengan saingannya, Fatah menyebabkan pembubaran pemerintah dan pembentukan pemerintahan otonom yang dipimpin Hamas di Jalur Gaza, Haniyeh menjabat pemimpin pemerintahan de facto di Jalur Gaza (2007-2014). Pada 2017, dia terpilih untuk menggantikan Khaled Meshaal sebagai kepala biro politik Hamas.

Namun, sebelum dikenal sebagai pemimpin Hamas, Haniyeh merupakan sekretaris pribadi pendiri Hamas, Sheikh Ahmed Yassin. Haniyeh dianggap sebagai orang kepercayaan pemimpin spiritual Hamas itu. Keduanya pernah menjadi sasaran upaya pembunuhan yang gagal oleh Israel pada 2003, meskipun Yassin dibunuh hanya beberapa bulan kemudian.

Saat konflik Israel dan Palestina memanas, ia pun menggalang dukungan dari negara-negara muslim. Misalnya, Haniyeh baru saja bertemu Menlu Qatar untuk memastikan dukungan dari negara tersebut.

Sementara itu, juru bicara Presiden Fajdroel Rachman belum menanggapi pertanyaan Anadolu Agency terkait surat tersebut. Sebelumnya pada 10 Mei, Haniyeh juga pernah mengirimkan surat ke Jokowi. Haniyeh saat itu mencari dukungan dan menyerukan umat Islam untuk berdiri bersama melawan agresi Israel di akhir bulan suci Ramadhan.

Untuk diketahui, setidaknya 227 warga Palestina telah tewas, termasuk 64 anak-anak dan 38 wanita. Sebanyak 1.620 warga juga dilaporkan terluka dalam serangan Israel ke Palestina sejak 10 Mei.

** ass/gelora

Lima Tahun Program IUWASH PLUS Hadir di Kota Bogor

0

Sungai Ciliwung dan Cisadane sesungguhnya merupakan anugerah bagi warga Kota Bogor. Keduanya bisa menjadi salah satu sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Sayangnya, masih ada sebagian masyarakat yang tinggal di bantaran sungai tersebut yang mencemarinya. Pencemaran ini jelas menjadi ancaman bagi ketersediaan bahan baku air bersih saat ini dan di masa mendatang.

Dalam rangka mengubah sikap perilaku yang merugikan itulah, USAID Indonesia menyelenggarakan program Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan Untuk Semua (IUWASH PLUS) di Kota Bogor. Sudah 5 tahun  USAID IUWASH PLUS memberi dukungan dalam bentuk “software” atau non infrastruktur kepada Pemerintah Kota Bogor.

“Kami melakukan pendampingan di sektor layanan air bersih, layanan sanitasi yang aman dan perilaku hidup bersih dan sehat,” jelas Wouter Sahanaya, Regional Manager dan Tim IUWASH PLUS Jawa Barat, DKI Jakarta dan Kabupaten Tangerang. Juga memfasilitasi Pemerintah Kota Bogor dalam pembentukan kebijakan-kebijakan terkait sanitasi, air dan pengarusutamaan gender dalam setiap kegiatan dan pembentukan perjanjian kerjasama lintas regional di bidang konservasi air. Di sektor layanan air bersih, program ini antara lain membantu PDAM Tirta Pakuan memasang 3 alat sensor pengukur tekanan air di jaringan pipa.

Jadi pencemaran Ciliwung akibat limbah cair, hanyalah salah satu isyu yang ditangani di sektor sanitasi pada program ini. Penanganan sektor sanitasi, diarahkan untuk mengubah sikap perilaku masyarakat untuk tidak lagi menjadikan sungai sebagai ‘septic tank besar’ atau ‘kakus mengalir’. Menurut Wouter, sebagian masyarakat di lima kelurahan memang masih mencemari Ciliwung. “Mereka berkontribusi besar dalam pencemaran sungai Ciliwung dengan perilaku buang air sembarangan (BABs) secara tertutup,”katanya.   

Dengan maksud mengubah perilaku masyarakat itulah, tim bekerjasama dengan Dinas PUPR Kota Bogor melakukan pendekatan ke masyarakat dengan membentuk Tim Monitoring dan Evaluasi Partisipatif di 5 kelurahan. Tim melakukan pendampingan kepada masyarakat untuk memetakan kebutuhan dan membuat rencana kerja masyarakat terkait sanitasi dan pola hidup bersih. “Hasil semua itu disampaikan kepada para pemangku kepentingan untuk mendapat dukungan anggaran dari pemerintah, swasta atau lembaga keuangan mikro dan pengusaha sanitasi,” lanjut Wouter.

Menjelang berakhirnya program IUWASH PLUS di Kota Bogor pada Oktober mendatang, tercatat adanya perbaikan sektor pengelolaan sanitasi yang membantu mengurangi tekanan pencemaran pada Ciliwung. Di Kelurahan Tanah Sareal dan Kelurahan Babakan Pasar telah terbangun masing-masing 30 septic tank individu. Sedangkan di Kelurahan Sempur jumlahnya mencapai 125 unit. Semuanya dibangun dari APBD Kota Bogor. “Khusus di Kelurahan Sempur, 8 rumah tangga mendapat kredit ringan dari lembaga keuangan mikro BAIK, untuk membangun septic tank individu,” tambah Wouter.

Catatan lain diperoleh dari monitoring yang dilakukan terhadap 4.762 KK di 5 kelurahan yang tergolong sebagai zona hotspot atau wilayah perkotaan yang padat penduduk. Pada cacatan itu diketahui,  masih ada 21 rumah tangga yang  melakukan BABs terbuka dan 1.993 rumah tangga melakukan BAB sembarangan secara tertutup. Artinya mereka masih mengalirkan kotoran tinja ke saluran air atau sungai.

Selain itu terdapat 10 rumah tangga numpang akses sanitasi belum layak dan 1987 memiliki akses ke sanitasi belum layak. Berikutnya tercatat 2 rumah tangga numpang akses ke sanitasi layak dan 592 rumah tangga mengakases sanitasi layak, seperti memiliki septic tank sendiri, septic tank komunal ataupun yang dikelola IPAL. Sedangkan mereka yang sudah memiliki akses sanitasi aman, jumlahnya baru mencapai 187 rumah tangga.

Pengelolaan sanitasi limbah dimestik (penyaluran tinja) yang aman dan kedap memang tidak hanya penting bagi masyarakat yang tinggal di tepian sungai. Melainkan juga perlu menjadi perhatian masyarakat yang tinggal di lokasi lain seperti di perumahan. Setiap rumah idealnya telah menggunakan jenis septic tank yang aman, kedap untuk menjaga kelestarian dan mutu air tanah yang dikonsumsi. Limbahnya disedot  secara berkala 2 sampai 3 tahun sekali oleh UPTD Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Terkait dengan itu Pemerintah Kota Bogor telah membangun IPAL komunal. Dalam hal ini maka IUWASH PLUS membantu pengelolaan dan perawatan IPAL. Saat ini tercatat ada 2.802 rumah tangga yang mendapat manfaat penyambungan ke IPAL. Termasuk diantaranya adalah 739 rumah tangga yang semula BABs, kini mempunyai sanitasi yang layak.

Langkah lanjut yang dilakukan IUWASH PLUS adalah melakukan sosialisasi tentang Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT). Saat ini tercatat relatif sudah banyak rumah mengakses LLTT, termasuk 1093 rumah tangga yang mengakses IPAL. Dalam waktu dekat IUWASH PLUS akan me-launching Layanan Lumpur Tinja Terjadwal. Sebab menurut Wouter, sudah waktunya program LLTT dilaksanakan di Kota Bogor. “Semua perangkat pendukung sudah ada seperti armada sedot yang memadai, SDM yang handal, pengaturan SPALD dan Management Information System yang baik untuk melaksanakan LLTT,” jelasnya.

Diharapkan paska launching nanti, semakin banyak masyarakat Kota Bogor yang mendaftar untuk memperoleh LLTT. Semakin banyak rumah yang memiliki septic tank aman dan kedap serta terjadwal penyedotan lumpur tinjanya, berarti semakin luas lahan yang air tanahnya lestari dan tidak tercemar. Kondisi itu bermanfaat bagi ketersediaan bahan baku air bersih di masa depan, yang akan dibutuhkan dan dinikmati oleh anak dan cucu kita semua.

**

Relevansi Food Safety Culture di Industri Pangan pada Era Revolusi Industri 4.0

0

Istilah Budaya, Kebudayaan dan Definisi Budaya Keamanan Pangan

Penulis:
Bangun Raharjo


Program Studi Ilmu Teknologi Pangan

SEKOLAH PASCA SARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Istilah Budaya atau Kultur menjadi trend yang menarik untuk diadopsi dalam sistem manajemen di organisasi, sebut saja Budaya Keselamatan Kerja (Safety Culture) untuk organisasi yang mengkampanyekan keselamatan pekerjanya dalam organisasi. Secara umum Kultur juga ditampilkan menjadi Nilai atau Value dari Organisasi yang kemudian dikampanyekan secara masif baik secara visual maupun sistematis melalui training dan praktik melalui aktivitas sehari-hari di semua lini dan fungsi organisasi.

Begitu juga di Industri Pangan , budaya atau kebudayaan tidak hanya muncul pada tingkatan Nilai-Nilai Organisasi secara umum atau universal, seperti Kepercayaan, Keterbukaan, Kedekatan, Kepemimpinan, Inklusivitas, Inovasi dan lain-lain dimana hal ini bisa dikembangkan oleh organisasi sesuai dengan believe atau keyakinan yang ingin ditanamkan oleh Pemimpin Organisasi atau Pemilik dari Perusahaan, tapi saat ini istilah kebudayaan di Industri Pangan semakin spesifik terhadap Main Needs atau Kebutuhan Utama dari industri pangan yaitu budaya yang perlu dibangun untuk mendukung terciptanya produk pangan yang aman dan berkualitas untuk konsumen.

Jika mengacu kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah Budaya sebagai kata benda memiliki arti, pikiran, akal budi, sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang atau dalam arti ragam cakapannya adalah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sukar dirubah. Sedangkan dalam KBBI pula, Kebudayaan secara definisi antropologinya diterangkan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya.

Jika melihat istilah budaya dan kebudayaan di KBBI di atas, maka titik tekan pada konsep budaya atau kebudayaan adalah unsur manusia dan perilakunya dalam suatu lingkungan. Maka istilah Kebudayaan Keamanan Pangan di Industri Pangan bisa didekatkan sebagai nilai yang diciptakan oleh manusia atau seluruh bagian organisasi baik pemimpin atau pemilik sampai karyawan yang kemudian menjadikannya sebagai pedoman tingkah laku dalam menerapkan atau mengimplementasikan program atau sistem keamanan pangan di dalam organisasi sehingga memberikan produk pangan yang aman dan berkualitas untuk konsumen. Sebagai referensi pembanding untuk istilah Budaya Keamanan Pangan, Global Food Safety Initiative (GFSI) sebagai organisasi swasta yang didirikan dan dikelola oleh asosiasi perdagangan internasional, yang mempertahankan skema untuk mengukur standar keamanan pangan bagi produsen serta standar jaminan pertanian, sudah mengenalkan skema dan istilah Kebudayaan Keamanan Pangan melalui dokumen A Culture Food Safety : A Position Paper from The Global Food Safety Initiative (GFSI) V1.0 yang dirilis pada tahun 2018. Menurut GFSI, Budaya Keamanan Pangan adalah nilai-nilai, keyakinan dan norma yang diyakini bersama, yang mempengaruhi pola piker dan perilaku terhadap Keamanan Pangan di dalam dan di seluruh organisasi.

Trend atau Kecenderungan Implementasi Kebudayaan Pangan di Industri Pangan Saat Ini

Kurang lebih dalam 1 dekade terakhir istilah Kebudayaan Keamanan Pangan mulai dikenalkan pada organisasi industri pangan internasional (multinational companies), dengan menggunakan istilah internal masing-masing seperti Fo-Qual (Focus on Quality ) yang dikenalkan mulai pada tahun 2013 di Danone Eary Life Nutrition (Produk Makanan Bayi), Intergrated Lean Six Sigma di Mondelez sejak tahun 2014 dimana Quality Management Pillar-nya juga menekankan Kebudayaan Keamanan Pangan dengan ditunjuknya Quality Champion / Ambassador di masing-masing fungsi,  The Coca-Cola Company (TCCC) yang memulai tahun 2019 membuat program Food Safety and QSE Culture pada seluruh Coke System (Company Owned Facilities dan Bottling Partners), YUM Group yang mulai mengevaluasi Budaya Keamanan Pangan pada checklist Audit terhadap suppliernya di 2020, dan terakhir di perusahaan waralaba internasional seperti McDonald yang pada tahun 2019 memperbaharui Global Food Safety Strategy -nya dimana salah satu prinsipnya adalah dengan mengembangkan Kebudayaan Food Safety dari Farm to Fork atau dari Hulu (disiapkan di lahan Pertanian) sampai ke Hilir (dikonsumsi di Rumah)

Dari sudut pandang Organisasi Dunia yang memimpin penetapan dan pengendalian Standar Internasional untuk bidang keamanan dan kualitas pangan seperti Codex Alimentarius juga mulai memasukan urgensi Food Safety Culture dalam perubahan (amandement) dari General Principles of Food Hygiene CXC 1 – 1969 yang diperbaharui pada akhir tahun 2020. Dalam dokumen tersebut, disebutkan beberapa elemen penting dalam menumbuhkan Food Safety Culture yang positif dalam suatu organisasi industri pangan adalah sebagai berikut :

  1. Komitmen Manajemen dan seluruh karyawan untuk penanganan dan produksi pangan yang baik dan aman
  2. Pemimpin membuat arahan yang tepat dan melibatkan semua karyawan dalam praktikpraktik kemanan pangan
  3. Kesadaran pentingnya Food Hygiene oleh semua pihak dalam organisasi
  4. Komunikasi yang terbuka dan jelas di antara karyawan di dalam organisasi , termasuk penyimpangan dan ekspektasi yang ada
  5. Ketersedian Sumber Daya untuk memastikan Sistem Food Hygiene terimplementasi

Dari 2 referensi internasional mengenai Kebudayaan Keamanan Pangan yaitu versi GFSI dan Codex, maka jelas penekanannya adalah kembali ke sumber daya manusianya, nilai- nilai atau norma yang akan di buat dan seluruh alat yang mungkin dipakai untuk mendesain, mengkomunikasikan, menjalankan dan mengevaluasi kebudayaan pangan agar terus dijalankan secara sadar dan berkelanjutan dalam rangka membuat produk pangan yang aman dan berkualitas kepada konsumen.

Apakah ada kontradiksi Food Safety Culture dengan Industri 4.0 di Industri Pangan?

Jika melihat definisi bebas atau umum untuk revolusi industri mulai dari Industri 1.0 sampai dengan Industri 4.0, dimana akhirnya di revolusi industri 4.0 kita mulai mengenal system autonomy, big data analytics dan komunikasi antar machine to machine, maka kita akan menemukan beberapa perbedaan antara arah perubahan Food Safety Culture yang sudah dibahas sebelumnya dengan arah perubahan revolusi industri 4.0. Beberapa perbandingan yang bisa disajikan secara umum adalah :

Area PerbandinganFood Safety CultureRevolusi Industri 4.0
Fokus PerubahanCenderung Konvensional : Pendekatan Proseduris dan Administratif dari Food Safety & Quality Manajemen System (QFSMS) yang dilengkapi dengan “Budaya Keamanan Pangan” yang menekankan nilai, norma petunjuk dan keyakinan manusia di dalam memproduksi produk panganCenderung Modern dan Futuristik : Pendekatan Mekanikal- Manual Konvensional dari produk fisik secara masif menjadi automisasi dan digitalized- connected dengan internet system dengan skala akses informasi yang lebih besar (big data)
Aktor Utama Perubahan“Pikiran dan Hati” Manusia secara individu dan organisasi“Ciptaan” manusia yang berupa teknologi, baik hard tech. (peralatan / mesin) atau soft tech. (informasi, internet, cloud)
Investasi untuk PerubahanRendah untuk teknologi dan equipment, Tinggi untuk menumbuhkan mindset dan praktik  budaya keamanan pangan  (Company value, Policy, Training, Coaching, Campaign, OJT, Rewarding dan Recognition)Tinggi untuk teknologi dan equipment, Rendah untuk investasi hard skill dan soft skill sumber daya manusia
Lead Time Perubahan dan faktor yang mempegaruhinyaCenderung Lama, karena yang disentuh adalah logika dan rasa manusia, bukan teknologi atau alat. Tapi seberapa cepat dan lamanya juga tergantung komitmen dan investasi Pemimpin dan seluruh bagian organisasi untuk investasi komitmen dan perhatian dalam berubahCenderung Cepat, karena yang diset up adalah Teknologi, informasi dan peralatan, jika Adapun terkait knowledge manusia untuk beradaptasi dengan industri 4.0, ini bisa dikejar cepat. Tapi  seberapa cepat penerapan teknologi industri 4.0 juga tergantung sebarapa besar investasi yang ditanamkan.
Dampak Perubahan terhadap Main Goals Industri Pangan (Pangan yang Aman dan berkualitas untuk konsumen)Cenderung Bertahan Lama terhadap kepuasan konsumen karena yang ditekankan adalah nilai-nilai budaya yang akan melekat kuat di manusia yang menjalankan organisasi untuk memenuhi “kebutuhan” utama / ultimate goal konsumen, yaitu produk yang aman dan berkualitas.Cenderung bisa berubah cepat tergantung seberapa cepat perubahan teknologi dan ekspektasi “tambahan” / “keinginan baru” dari seluruh customer dan konsumen. Kemajuan dan aplikasi teknologi akan dilihat dengan compatibility-nya terhadap proses industri pangan dan karakter bahan atau produk pangan

Dari perbandingan di atas sekilas terkesan terdapat beberapa area yang kontraproduktif antara perubahan yang dibawa oleh penerapan Food Safety Culture dan Revolusi Industri 4.0 di Industri Pangan, akan tetapi sebagai Praktisi atau Profesional di Industri Pangan langkah yang tepat adalah bukan sekedar menyajikan data perbedaan atau malah memperuncing perbedaan , justru yang diharapkan adalah memadukan 2 perbedaan ini menjadi Kekuatan Baru (Emerging Strength) dalam penerapan Sistem Keamanan Pangan di Industri Pangan . Hal ini senada dengan apa yang diteliti oleh Yiannas pada tahun 2008 yang dirangkum di dalam bukunya Food Safety Culture : Creating a Behavior-based Food Safety Management System, di mana ada 4 faktor keberhasilan yang penting dan diperlukan untuk membuat lompatan signifikan dari Sistem Manajemen Keamanan Pangan menjadi Kebudayaan Keamanan Pangan (Food Safety Culture) yaitu sebagai berikut :

  1. Kreativitas dan Inovasi : Definisi sederhana dari sebuah inovasi adalah tindakan memperkenalkan sesuatu yang baru. Dari perspektif keamanan pangan, suatu inovasi bisa menjadi praktik keamanan pangan yang meningkat atau baru, menjadi produk keamanan pangan yang baru atau menjadi produksi pangan dengan teknologi baru. Intinya adalah bahwa kreativitas dan inovasi mengarah pada perubahan dan perubahan dapat menyebabkan pengurangan yang lebih besar dalam risiko yang ditularkan melalui makanan penyakit. Sederhananya, tidak mungkin memajukan keamanan pangan tanpa perubahan
  2. Kepemimpinan : . Manajemen keamanan pangan berfokus pada administrasi prosedur yang ditetapkan dalam manajemen risiko yang ditetapkan sistem; Kepemimpinan keamanan pangan berfokus pada penciptaan yang baru dan ditingkatkan strategi, model, dan proses pengurangan risiko. Dengan kata lain, manajer keamanan pangan menangani perencanaan, mengarahkan, dan mengawasi rincian spesifik dari sistem. Pemimpin keamanan pangan, sebaliknya, melihat perlunya perbaikan, menciptakan visi yang menarik untuk perubahan, dan menginspirasi inovasi, semuanya menyebabkan penurunan yang lebih besar pada penyakit yang ditularkan melalui makanan
  3. Penelitian yang berkelanjutan : Organisasi perlu menjadi Organisasi pembelajar yang berkelanjutan dan lebih banyak penelitian diperlukan untuk menjawab beberapa pertanyaan keamanan pangan di zaman sekarang. Di era perubahan yang cepat ini, faktafakta ilmiah baru ditemukan di sebuah tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagai seorang profesional keamanan pangan, apakah Organisasi akan bertahan lama prinsip yang telah dibantah oleh sains terbaru? Dengan kata lain “Masalahnya bukanlah bagaimana memasukkan pikiran-pikiran baru yang inovatif ke dalam pikiran kita, tetapi bagaimana cara mengeluarkan yang lama. Setiap pikiran adalah ruangan yang dipenuhi dengan furnitur kuno. kita harus mendapatkan furnitur lama dari apa yang Kita ketahui, pikirkan, dan yakini sebelum sesuatu yang baru bisa masuk. ” Selain itu, Organisasi harus lebih baik dalam mengambil penelitian di luar “laboratorium” perusahaan dan menghubungkannya dengan masalah di dunia nyata (dengan cara yang efektif, andal, dan efisien). Organisasi juga butuh untuk belajar dari disiplin ilmu lain seperti kedokteran, teknologi informasi, dan bidang bioteknologi dan lain-lain. Karena bisa jadi solusi keamanan pangan masa depan bahkan mungkin tidak datang dari dalam bidang pangan keamanan saja, tapi bisa dari aspek yang lain
  4. Kolaborasi yang lebih baik : Perlu .selalu diingat bagaimana proses mendapatkan makanan from farm to the fork, sistem pangan, menjadi semakin kompleks dan saling bergantung pada banyak bisnis dan individu. Saat ini, lebih dari sebelumnya, keamanan pangan benar-benar menjadi tanggung jawab bersama (Shared Responsibility). Regulator, akademisi, konsumen, dan profesional / praktisi industri harus menyadari bahwa semua dapat berbuat lebih banyak untuk memajukan keamanan pangan bekerja sama daripada bekerja sendiri.

Pada akhirnya, Sumber Daya Akal dan Rasa Manusia dalam menciptakan budaya keamanan pangan serta Kemajuan Teknologi dan Informasi dalam menyediakan tools dan perangkat sistem yang lebih baik, bisa saling mendukung satu sama lain untuk mengisi area-area kosong yang tidak bisa dipenuhi oleh keduanya secara terpisah. Karena hakikatnya Teknologi juga merupakan ciptaan dari akal dan rasa manusia untuk membantu kehidupan manusia menjadi lebih baik.

Bentuk Keterkaitan (Relevansi) Penerapan Kebudayaan Pangan yang berbasis Teknologi Industri 4.0

Dari literasi, referensi dan perbandingan yang sudah secara jelas disampaikan sebelumnya, tantangan berikutnya adalah mencari bentuk kolaborasi yang baik antara Kebudayaan Keamanan Pangan dan Teknologi yang disediakan oleh Revolusi Industri 4.0. Berikut adalah contoh-contoh aplikasi teknologi dalam penerapan kebudayaan pangan dari beberapa praktik di industri pangan :

Contoh Aplikasi dan Kolaborasi Teknologi dalam Penerapan Kebudayaan Pangan

NoProgramDeskripsiTools / Perangkat TeknologiRelevansi Food Safety Culture
1Process Capability Index untuk Critical Process Parameter (CP dan CCP)Digunakan untuk mengukur hubungan kinerja antara proses aktual dengan batas spesifikasi yang diharapkan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan produktivitas SPC (Statistical Process Control)Kinerja yang konsisten baik dan memenuhi spesifikasi atau ekspektasi organisasi adalah bagian dari budaya keamanan pangan
2Supplier Risk Assessment and ReportingDigunakan untuk mengukur risiko existing supplier secara periodik baik supply maupun kualitasTableu, Power BI, Share PointProaktif dan Tranparan terhadap kinerja supplier serta mendahulukan Improvement Opportunity dan recognition untuk supplier menjadi nilai yang kita endorse ke supplier
3Food Risk Predictive AnalyticsDigunakan untuk mengukur emerging risk atau risiko baru yang akan muncul dengan perkembangan bisnis atau lingkungan industri ke depanBCP (Business Contingency Plan), Share PointSalah satu karakter organisasi yang matang dan proaktif adalah memiliki visi dan antisipasi jauh ke depan untuk peluang dan risiko yang muncul di masa depan
4Environmental Monitoring Program (EMP)Digunakan untuk mengukur hasil verifikasi GMP program di lingkungan industri pangan baik peralatan, bangunan dan manusia secara periodukSimple Excel Report, Power BI, Share PointDengan mengukur kualitas lingkungan berarti secara langsung mengukur hasil implementasi  GMP program yang ada. GMP adalah pre-requisites program untuk QFSMS
5Quality and Food Safety by DesignDigunakan saat New Product Development dengan mengukur semua risk end to end dari design produk, marketing insight, technical risk (QFS), supply chain, dan market acceptabilityProject Worksheet, Share PointSalah satu karakter organisasi yang matang dan proaktif adalah memiliki visi dan antisipasi jauh ke depan untuk peluang dan risiko yang muncul di masa depan. Termasuk salah satunya produk yang akan dikembangkan harus dipersiapkan secara matang khususnya dari sisi aspek Keamanan pangan dan kualitasnya
6CIP OptimizationDigunakan saat menghendaki improvement di CIP Lines untuk meningkatkan efektifitas cleaning maupun dalam hal produktivitasIntelliCIP, CIP Interlock SystemMengukur performance CIP secara proactive dan realtime menjadi bagian konsistensi untuk menjadikan Sanitasi sebagai pre-requisite program untuk QFSMS
7Integrated Barcoding SystemDigunakan untuk mistake proof system (end to end) mulai dari penerimaan material bahan baku, penangan bahan baku di proses (penimbangan, pemasukan dan produk jadi), sampai produk dispatch di WH barang jadiSAP, ThemisMenjamin tidak adanya Human Error adalah dengan menghadirkan Mistake-Proof System yang dikoneksikan dengan Proses Manufacturing yang ada, salah satunya adalah barcode scanning di setiap awal proses.
8Smart MaintenanceDigunakan untuk memprediksi performance alat dengan bantuan sensor dan komputasi sehingga tahu kapan diperluan maintenance secara proaktif.SAP, Predictive Maintenance with Smart SensorsMengukur performance Alat Produksi dan Utility secara proactive dan realtime menjadi bagian konsistensi untuk menjadikan Preventive Maintenance sebagai pre-requisite program untuk QFSMS
9On Line Pest Control ManagementDigunakan oleh modern Pest Control Contractor untyuk menyajikan report dan trend analysis yang lebih real time dan accessible via online (Paperless)Software / Application by 3rd party Pest Control ContractorProaktif dan Tranparan terhadap status Pest Control Program  serta mendahulukan Improvement Opportunity dan recognition menjadi nilai yang kita endorse ke vendor dan user (organisasi)
10Allergen ValidationDigunakan saat melakukan Allergen Validaton baik saat akan melakukan NPD (New Product Development), Validasi HACCP ataupun saat validasi cleaningSimple Excel Report, Share PointMenjamin tidak adanya “health concern” risk dari allergen di keseluruhan proses (end to end) adalah ciri dari organisasi yang proaktif terhadap keamanan konsumen sejak dini.
11Real Time Quality In-Process MonitoringDigunakan oleh production stakeholders seperti QA / QC Process dan Bagian Produksi (Operator, Spv dan Mgr) untuk mendapatkan informasi realtime dari proses yang berjalan, data bsia dianalisis dari Cpk dan trend, dan paperlessInterlock Recording System from Machine or Measuring Device to Computer. Connected to Notebook / TabletProaktif, Realtime dan Tranparan terhadap status proses dan kualitas product in-proses menunjukan komitmen organisasi untuk mengawal kualitas di sepanjang waktu dan proses produksi. Komunikasi monitoring dan penanganan Non Conformities (NC) juga semakin efektif dan efisien.
12GMP Audit ScannerDigunakan oleh Internal Auditor atau bagian audit (QA / QC) saat melakukan GMP Audit dengan menggunakan applikasi yang bisa diinstal di Hand Phone atau Tablet khusus, sehingga proses pencatatan dan risk assessment semua terecatat real time, terhubung dengan data base / central document dan paperlessSoftware / Application for GMP Audit or Scan. Connected to Notebook / TabletGMP Audit atau Scan adalah Proaktif Program yang dilakukan oleh internal organisasi untuk memastikan GMP Program berjalan dengan baik, dengan dikemas secara digital akan memudahkan setiap orang untuk berpartisipasi dalam audit karena lebih mudah, friendly user, connected dan paperless
13People Development Matrix (On Line)Digunakan untuk memetakan kompetensi, job description, people development dan goals /  objectives dari seroang karyawan di organisasi (individu)Workday, Hiris, Training Need AnalysisSalah satu ciri dari organisasi yang memiliki budaya keamanan pangan yang kuat, semua yang terkait input dan contributor agar seseorang memiliki knowledge dan awareness yang baik tentang keamanan pangan adalah orang tersebut bisa dianalisa, dikembangkan dan dievaluasi dengan baik.
14Food Safety Culture Campaign MediaDigunakan untuk mengkampanyekan program-program Food Safety Culture secara audio – visual di seluruh bagian fasilitas perusahaan maupun di alat komunikasi karyawanBanner (Physical, Electronic), Media Social (WA Group, Facebook, etc), Screen Saver, Computer Background, AdvertisingSalah satu cara untuk menanamkan tag line atau doktrin yang ingin dipahami oleh semua bagian organisasi adalah dengan kampanye yang massif dan konsisten. Semua jenis media audio visual dan program kampanye yang ada di organsiasi menjadi bagian utama untuk mengkatalis food safety culture di organisasi terutama di awal-awal penerapan food safety culture

Dari contoh-contoh kolaborasi teknologi dan relevansinya dengan penerapan kebudayaan pangan di atas, bisa disimpulkan bahwa Kebudayaan Keamanan Pangan dan Teknologi tidak bisa didikotomikan atau di kotak-kotakan sebagai sesuatu yang kontraproduktif atau berlawanan, justru inovasi ke depan harus bisa menjawab kebutuhan dan keinginan industri pangan dalam menerapkan Kebudayaan Keamanan Panagan yang Modern dan senantiasa bisa menyesuaikan dinamika perkembangan teknologi dan informasi. Sengan kalimat penutup sederhana, Industri Pangan masih memerlukan nilai dan idealisme yang kuat dalam menyediakan produk yang aman dan berkualitas untuk konsumen dengan cara mengadopsi kemajuan teknologi yang akan memudahkan mencapai tujuan tersebut untuk tetap bisa kompetitif di pasar. **

Pindah Domisili Diwajibkan Urus Identitas Kependudukan

0

 

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Pasca libur Idulfitri 1442 Hijriah atau 2021 Masehi, bagi warga yang pindah domisili diwajibkan mengurus identitas kependudukan, berupa e-KTP dan Kartu Keluarga. “Guna tertib administrasi kependudukan,” terang Adie Kurniawan, Kepala Sekai Pindah Datang dan Pendataan Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bogor, Kamis (20/05/2021)

Dia menerangkan, untuk membuat e-KTP dengan syarat berusia 17 tahun yang juga tertera pada perubahan Kartu Keluarga. Cara kepengurusannya membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) untuk melakukan perekaman e-KTP. 

“Jika dari daerah lain, membawa Surat keterangan pindah dari kota asal, yakni Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI). Jika dari luar negeri membawa surat keterangan pindah dari luar negeri, dan surat ini harus diterbitkan oleh instansi pelaksana bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang datang dari luar negeri karena pindah,” terangnya.

Kemudian, kata Adi menerangkan, di Kantor Kecamatan atau di Kantor Dinas Dukcapil akan dilakukan perekaman dan sidik jari. Selanjutnya,  membutuhkan proses penunggalan di Dirjen Dukcapil, sedangkan untuk pencetakan e-KTP menunggu penunggalan.

“Bisa tanya ke bagian identitas mengenai berapa lama menunggu e-KTP dicetak setelah penunggalan. Pada dasarnya, setiap Anda datang untuk membuat e-KTP atau dokumen lainnya akan mendapatkan arahan dari petugas di sana,” imbuhnya.

Terkait warga yang berasal dari daerah lain, warga yang pindah alamat dari daerah lain ke Kabupaten Bogor diwajibkan mengurus identitas kependudukan sesuai Perpres 96 Tahun 2018.

Persyaratan untuk mengurus identitas kependudukan berupa e-KTP dan Kartu Keluarga yakni membawa SKPWNI dari daerah asal. “Jika, yang bersangkutan tidak bisa kembali ke daerah asal karena sesuatu hal, bisa kita mohonkan dispensasi pindah,” jelasnya.

Dirinya juga menjelaskan harus melengkapi surat permohonan dan pernyataan dilengkapi e-KTP dan KK serta foto yang bersangkutan untuk memperoleh dispensasi pindah tersebut.

“Nanti kita buatkan surat ke daerah asal untuk dimohonkan SKPWNI. Ini sesuai Perpres No 96 Tahun 2018 tentang persayratan dan tata cara penduduk, pada pasal 17, untuk penerbitan e-KTP bagi warga yang pindah,” tambahnya.

Dia menambahkan, yang bersangkutan tidak perlu meminta surat pengantar dari RT dan RW maupun Desa dan Kecamatan. “Karena SKPWNI kuncinya untuk bisa pindah ke daerah tujuan,” tutupnya.

Untuk diketahui, setiap WNI hanya wajib memiliki 1 Nomor Induk Kependudukan (NIK) saja seumur hidupnya meskipun berpindah dari satu kota ke kota lainnya. Dilarang keras memiliki NIK ganda atau bisa dikatakan duplicate atau pemalsuan identitas kependudukan, seperti NIK, e-KTP, Kartu Keluarga, akta lahir, dan bentuk identitas pencatatan sipil lainnya, berupa fotokopi maupun lembar asli tapi palsu (aspal). 

Berdasarkan Pasal 97 Undang Undang Nomor 24 Tahun 2013 yang mengatakan bahwa setiap penduduk yang dengan sengaja mendaftarkan diri sebagai kepala keluarga atau anggota keluarga lebih dari satu KK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 ayat (1) atau untuk memiliki KTP lebih dari satu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (6) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan/atau denda paling banyak Rp.25.000.000.

**ass/rls/al-sbl

PBB Gelar Sidang Pleno

0

Zionis Israel Masih Lancarkan Serangan

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB akan menggelar sidang majelis umum guna membahas konflik yang terjadi antara zionis Israel yang melakukan tindak kekerasan pada sepekan terakhir ini terhadap Palestina dimana 219 meninggal dunia dan melukai ribuan warga. Sidang pleno ke-67 ini rencananya akan digelar Kamis, 20 Mei 2021.

Pada siding majelis umum ini nantinya akan dihadiri langsung oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L.P Marsudi yang saat ini dalam perjalanan dari Jakarta. Adapun sidang majelis umum PBB ini akan digelar di kantor pusat PBB di New York, Amerika Serikat. Di mana Indonesia sebelumnya telah mengutuk keras aksi militer Israel yang telah menyebabkan korban jiwa di Palestina.

Tak hanya itu, dukungan untuk mengakhiri konflik dan kebrutalan dari militer Israel terhadap Palestina juga disuarakan oleh Ketua Dewan Keamanan PBB saat ini yaitu China.

Pemerintah China bahkan kembali mendesak Israel untuk segera mengakhiri serangan militer dan pertempuran. China sangat mengecam kekerasan yang dilakukan Israel terhadap warga sipil di Palestina.

“Kami sekali lagi mendesak semua pihak, terutama Israel, untuk menghentikan serangan militer, pertempuran, dan melakukan dialog politik sesegera mungkin,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, di Beijing, Selasa 18 Mei 2021.

Sebagai Ketua DK-PBB, China telah mengeluarkan empat usulan terkait konflik Palestina-Israel seusai rapat pada Minggu, 16 Mei 2021 lalu.

pertama, gencatan senjata dan penghentian kekerasan menjadi prioritas utama. China mengutuk keras aksi kekerasan terhadap warga sipil dan sekali lagi mendesak kedua belah pihak segera menghentikan tindakan militer dan permusuhan serta menghentikan berbagai langkah yang dapat memperburuk situasi, termasuk serangan udara, serangan darat, dan peluncuran roket.

Kedua, bantuan kemanusiaan merupakan kebutuhan yang mendesak. China mendesak Israel agar bersungguh-sungguh memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian internasional, mencabut semua blokade dan pengepungan Gaza sesegera mungkin, menjamin keamanan dan hak-hak warga sipil di wilayah Palestina yang diduduki, dan memberikan akses bantuan kemanusiaan. 

Komunitas internasional harus memberikan bantuan kemanusiaan ke Palestina dan PBB harus melakukan langkah-langkah koordinatif untuk menghindari bencana kemanusiaan yang lebih serius.

Ketiga, dukungan internasional merupakan hal yang wajib. DK PBB harus mengambil tindakan tegas terhadap konflik Palestina-Israel dan turut mendinginkan situasi sejak dini.

Keempat, China mendukung kedua belah pihak melanjutkan pembicaraan damai secepat mungkin untuk mendirikan negara Palestina merdeka yang menikmati kedaulatan penuh dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota berdasarkan kesepakatan perbatasan pada 1967.

China mendesak Palestina dan Israel mewujudkan kehidupan yang harmonis di antara negara-negara Arab dan Yahudi demi terciptanya perdamaian abadi di Timur Tengah.

** ass/viva