27.6 C
Bogor
Thursday, August 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1201

Pemdes Bojong Nangka Launching Program Samisade

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Bojong Nangka melakukan launching program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) di aula desa, Senin (26/7). Kepala Desa Bojong Nangka H.Amir Arsyad menyampaikan rasa terimakasih kepada Bupati Bogor Ade Yasin yang sudah membuat program Samisade dan dia berharap program ini bukan hanya ada di tahun ini saja tapi menjadi program tahunan.

“Semoga kita sama-sama berdoa agar program ini ada setiap tahunnya sehingga mempercepat pembangunan desa dalam bidang infrasturktur,” ucap H.Amir.

Menurutnya, untuk Samisade saat ini baru turun 40% dan jika diuangkan itu sekitar 400 juta rupiah yang nantinya akan dialokasikan untuk betonisasi jalan desa dan untuk tahap pertama ini akan dilaksanakan di dua titik yaitu Dusun 05 dan 06.

“Untuk saat ini kita fokus kepada infrasturktur  mungkin yang sekarang kita buat jalan, tahap 2 nanti kita lihat kebutuhan urgent di masyarakat baik untuk irigasi atau pengaspalan nantinya,” jelas H.Amir.

Selain itu menurutnya, Samisade di Desa Bojong Nangka tidak akan diberikan kepada pihak ke-3 atau pemborong karena dimasa sulit saat ini kita akan ajak masyarakat untuk bekerja hingga mereka bisa mendapatkan penghasilan.

Sementara dalam launching Samisade tersebut turut hadir Ketua BPD, LPM , staf desa, Kadus dan RT/RW.

** Nay Nur’ain

Pemdes Citapen Imbau Warga Penerima Bantuan Harus Divaksin

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor menerima Bantuan Sosial Tunai (BST). Dalam pelaksanaan pembagian BST tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Citapen menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat, karena setiap KPM bukan hanya menggunakan masker, serta membawa KTP dan KK saat mengambil bantuan sebesar Rp.600 ribu, tapi juga harus menyertakan bukti surat pernah dilakukan vaksin.

Kepala Desa (Kades) Citapen, Eman Sulaeman mengatakan, pembagian BST periode lima dan enam di tahun 2021, setiap KPM diminta untuk menyertakan bukti pernah mengikuti vaksin. “Saya terapkan aturan itu kepada warga yang menerima bantuan dari pemerintah. Bukan KPM BST saja, tapi semua KPM yang terima bantuan disaat terjadinya pandemi Covid-19,” ungkapnya kepada wartawan saat menyalurkan BST di kantor Desa Citapen, Senin (26/7).

Menurutnya, persyaratan itu sengaja diterapkan Pemdes Citapen agar warga tidak terpapar Virus Corona. Eman menegaskan, setiap warga harus memenuhi hak dan kewajibannya, mendapat bantuan dari pemerintah itu sudah menjadi hak, tapi jangan anjuran pemerintah untuk divaksin juga harus dilakukan warga.

Di Desa Citapen, lanjutnya, ada sebanyak 361 KPM yang saat ini mendapatkan BST. Namun, informasi yang masuk ke desa, sekitar 55 warga mendapat bantuan susulan. “Penyaluran BST sekarang, KPM mendapatkan haknya dari bulan Mei dan Juni. Pencairan biasanya di kantor Pos, namun mengingat masih dalam masa PPKM akhirnya penyaluran dilaksanakan di kantor desa untuk mengurangi kerumunan,” jelas Eman.

Eman mengingatkan, untuk warga penerima BST agar memanfaatkan bantuan berupa uang tersebut dengan baik dan membeli kebutuhan pokok dimasa PPKM.  “Warga harus pintar menggunakan uang. Gunakan untuk keperluan yang memang betul-betul dibutuhkan dan jangan boros,” imbuhnya.

Sementara, penyaluran bantuan uang tunai dari pemerintah pusat di Desa Cileungsi dengan jumlah sekitar 90 KPM, dilakukan dengan cara teratur. Dimana, setiap KPM tidak datang secara bersamaan. “Karena jumlah yang mendapatkan bantuan di desa kami hanya sedikit, jadi satu persatu KPM mengambil bantuannya ke desa. Ini kami lakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan massa,” tukas Entis, salah satu staf Desa Cileungsi yang menyalurkan BST ke KPM.

** Dede Suhendar

Calon Penumpang Antre Masuk KRL di Stasiun Bojonggede

0

Bojonggede | Jurnal Inspirasi

Antrean panjang calon penumpang KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, Senin pagi (26/7/2021). Seperti diketahui pemerintah resmi memperpang PPKM level 4 hingga 2 Agustus 2021 dengan beberapa penyesuaian.

Sejumlah petugas tampak berjaga dan melakukan pemeriksaan STRP dan surat keterangan dari pemerintah desa bagi warga yang hendak melakukan perjalanan. Namun bagi mereka yang tidak bisa menunjukan surat keterangan dari pemerintah desa disuruh balik lagi oleh petugas.

Seperti yang dialami ibu paruh baya bernama Harniah (60), warga Bojonggede ini hendak berjualan di daerah Jakarta dan terpaksa tidak bisa naik KRL di Stasiun Bojonggede lantaran dirinya tidak memiliki surat keterangan dari pihak RT/RW dan Desa.

“Gak bisa naik, antre dari pagi ternyata harus pake surat dari desa, sama petugas suruh buat dulu di desa, ini pulang lagi gak bisa jualan sayuran di Jakarta,” kata Harniah.

Sementara menurut petugas Kepolisian Sektor Bojonggede Aiptu Sodikin, memang antrean itu sudah terjadi sejak pagi hari pukul 05.00 wib. Calon penumpang yang antre itu mereka yang hendak bekerja di daerah Jakarta dan sekitarnya.

“Mereka satu per satu diperiksa kalau yang tidak bisa menunjukan SRTP atau surat keterangan dari desa tidak akan bisa naik,” katanya.

Sodikin juga mengatakan terjadinya antrean yang padat ini kemungkinan karena adanya penyesuaian atau kelonggaran atas perpajangan PKKM hingga 2 Agustus 2021 mendatang. “Kemungkinan adanya antrean calon penumpang yang banyak itu ada kelonggaran,” katanya.

Meksipun demikian adanya petugas antrean yang panjang itu bisa diminimalisir hingga tidak terjadi hal yang diinginkan. “Alhamdulillah meksipun membludak tapi antrean bisa diminimalisir,” katanya.

Diketahui adanya perpanjangan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021 mendatang, PT KCI telah memberlakukan aturan baru untuk bisa menggunakan KRL Commuter Line. Seperti untuk perjalanan jauh menggunakan KRL Commuter Line calon penumpang wajib menunjukan RT- PCR maksimal 2x 24 Jam atau Surat Rapid Tes Antigen 1×24 Jam. Sementara untuk calon penumpang KRL commuter Line lokal itu wajib menunjukan STRP dan surat keterangan dari pihak pemerintah desa.

** Cepi Kurniawan

Ganjil Genap Kota Bogor Diperpanjang Sepekan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memutuskan memperpanjang Ganjil Genap (Gage) selama sepekan ke depan, dimulai 26 Juli hingga 1 Agustus mendatang.

Langkah itu diambila lantaran Gage efektif menekan mobilitas masyarakat. “Gage diberlakukan pada hari kerja, tak hanya akhir pekan. Itu berlangsung selama sepekan,” ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, kepada wartawan, Minggu (25/7).

Dengan adanya Gage diharapkan mobilitas warga dapat diatur. “Kami ingin mengubah dari melarang jadi mengatur, agar masyarakat menahan diri satu hari untuk tidak keluar untuk membelanjakan kebutuhan dan sebagainya,” katanya.

Menurut dia, keberhasilan penaganan Covid-19 sangat bergantung kepada masyarakat. “Gage berlaku 24 jam pada 17 titik sekat dengan 4 pola. Yang jadi pertimbangan apakah pada ruas-ruas tertentu, pada pola A, pola B, pola C, pola D,” jelas Kapolresta.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bogor Bima Arya mengklaim, Gage umefektif menekan mobilitas, hal itu terlihat dari adanya penurunan kasus covid, walau belum terlalu signifikan.

“Bisa dilihat angka kesembuhan naik. Kami melihat mobilitas warga perlu terus ditekan, karena trennya sudah baik,” imbuhnya.

** Fredy Kristianto

Jokowi Perpanjang Lagi PPKM

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Presiden Joko Widodo memutuskan untuk melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 2 Agustus mendatang. PPKM sendiri berakhir pada Minggu (25/7) dan keputusan tersebut diumumkan langsung Jokowi di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi dan dinamika sosial, saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021,” kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi mengatakan, pemerintah akan melakukan beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang dilakukan secara bertahap dengan pelaksanaan yang ekstra hati-hati. Salah satunya berkaitan dengan pasar rakyat.

“Pasar rakyat yang menjual sembako sehari-hari diperbolehkan untuk buka seperti biasa, dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Jokowi.

“Dan pasar rakyat yang menjual selain kebutuhan pokok sehari-hari, bisa buka kapasitas maksimum 50% sampai dengan pukul 15.00, di mana pengaturan lebih lanjut dilakukan oleh pemerintah daerah,” lanjutnya.

Selama PPKM Level 4 berlaku, dilakukan pembatasan pada sejumlah sektor, mulai dari perkantoran, pendidikan, pusat perbelanjaan, tempat makan atau restoran, transportasi, wisata, seni budaya, hingga sosial kemasyarakatan. Adapun PPKM Level 4 sudah berlaku selama lima hari, yakni 21-25 Juli 2021.

Kebijakan itu diterapkan di kabupaten/kota di Pulau dan Bali yang mencatatkan nilai asesmen level 4 dan 3. Level 4 artinya, setiap provinsi mencatatkan kasus Covid-19 lebih dari 150/100.000 penduduk per minggu. Kemudian, perawatan pasien di rumah sakit lebih dari 30/100.000 penduduk per minggu, dan kasus kematian lebih dari 5/100.000 penduduk per minggu.

Sementara level 3 berarti daerah yang mencatatkan kasus virus corona 50-150/100.000 penduduk per minggu. Lalu, perawatan pasien di rumah sakit mencapai 10-30/100.000 penduduk per minggu, dan kasus kematian berkisar 2-5/100.000 penduduk per minggu. PPKM Level 4 sendiri merupakan perpanjangan dari PPKM Darurat yang diberlakukan selama 3-20 Juli 2021 lalu.

Hingga Minggu ini kasus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 3.166.505 orang sejak awal pandemi berlangsung. Dalam 24 jam terakhir, ada penambahan 38.679 pasien atau kasus baru Covid-19. Adapun, angka kematian akibat Covid-19 kini berjumlah 83.279 orang setelah terjadi penambahan 1.266 pasien yang meninggal setelah terinfeksi virus corona. Selama PPKM Darurat dan PPKM Level 4 berlangsung, kasus Covid-19 di Indonesia justru memperlihatkan kenaikan tajam. Kasus malah terlihat turun seiring pemerintah mengurangi jumlah testing.

Sejak 3 Juli 2021 hingga saat ini, ada penambahan 909.654 kasus baru Covid-19. Adapun, angka kematian Covid-19 sejak 3 Juli 2021 hingga saat ini bertambah 23.252 pasien Covid-19. Indonesia juga tercatat sebagai salah satu negara dengan angka kematian Covid-19 yang tertinggi di dunia.

** ass

Menhub Sebut Ganjil Genap Kota Bogor Efektif

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menyambangi Balai Kota Bogor untuk membahas terkait kebijakan lalu lintas. Termasuk evaluasi penyekatan – penyekatan dan sistem Ganjil – Genap (Gage) yang diterapkan di Kota Bogor. Menurut Wali Kota Bogor, Bima Arya kedua menteri mengapresiasi kebijakan tersebut karena dinilai efektif dan efisien.

“Karena penyekatan kemarin membutuhkan energi yang besar juga tingkat keterpaparan yang tinggi di antara para petugas. Tapi bukan berarti penyekatan ditinggalkan. Ditambah dengan sistem Ganjil Genap yang diapresiasi Pak Menhub dan Pak Menko, mungkin akan juga dijalankan di kota – kota lain,” urai Bima Arya usai kegiatan penyerahan bantuan sosial kepada pengemudi transportasi di Balai Kota Bogor, Minggu (25/7).

Meski begitu, kebijakan Ganjil Genap ini bukan berarti akan diterapkan di hari – hari biasa setelah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berakhir. Kebijakan ini akan kembali dievaluasi Forkopimda. “Nanti akan kita putuskan apakah hari biasa berlanjut atau tidak. Sepertinya PPKM seperti yang disampaikan bapak Presiden, ke depan akan menyesuaikan dengan levelnya,” sahut Bima Arya.

Dengan maksud, masih kata Bima Arya, bagi yang indikator penularan Covid-19 di daerah membaik, maka bisa turun ke level 3 atau 2. Jika tidak, maka statusnya masih berada di level 4. “Tapi level 4 pun ada relaksasi saya lihat. Relaksasi dalam hal misalnya aktivitas ekonomi di pasar dan rumah makan. Tapi detailnya masih kita tunggu,” jelasnya.

Seperti diketahui pada akhir pekan ini, dari data yang ada, sejak Jumat (23/7) hingga Minggu (25/7) ada ribuan kendaraan yang terpaksa diputar balik. Tercatat, ada total 7.921 kendaraan roda empat dan 13.828 kendaraan roda dua yang diputarbalikkan.

** Fredy Kristianto

Fasilitasi Warga Isoman, IDI Buka Layanan Telekonsultasi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Tingginya angka warga ‘Kota Hujan’ yang menjalani isolasi mandiri (isoman) akibat terpapar Covid-19, membuat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan RSUD Kota Bogor membuka layanan telekonsultasi.

Seperti diketahui, berdasarkan data dari Dinkes, sedikitnya terdapat 7 ribu warga yang menjalani isoman.

Ketua IDI Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir mengatakan bahwa program itu dibuat lantaran tingginya angka isoman, dan terbatasnya tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas untuk melakukan pemantauan kepada warga isoman.

“Saat ini nakes yang ada di puskesmas, bekerja begitu keras. Tapi tidak semua bisa tercover. Sementara banyak warga isoman tak memiliki oximeter (alat pengukur saturasi oksigen), akibatnya banyak mereka yang tak tahu berapa saturasinya,” ujar Ilham kepada wartawan, Minggu (25/7).

Alhasil, banyak pasien isoman yang datang ke rumah sakit dengan saturasi oksigen jelek, yakni dibawah 85.

“Makanya kami membuka layanan telekonsultasi melalui whatsappa call center di nomor 0895346287624,” tegas Ilham.

Ilham yang juga Direktur Utama RSUD Kota Bogor ini juga menyatakan bahwa saat ini di RDUF terdapat 220 pasien dengan gejala sedang dan berat yang tengah ditangani. Sedangkan di RSUD 2 di GOR Pajajaran (eks RS Lapangan) terdapat 40 pasien yang tengah menjalani perawatan.

“Kapasitas RSUD sekarang sudah 70 persen untuk pasien Covid-19. Kami bisa naikan sampai 90 persen, bila angka positif terus bertambah. Tapi secara bertahap, paling kita sisakan nanti 50 bed untuk pasien esensial seperti jantung, hemodialisa, kanker dan lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, sambung dia, semua nakes yang bertugas di IGD juga telah diinstruksikan untuk fokus menangani pasien Covid-19 dengan saturasi oksigen buruk. Sebab, RSUD saat ini sudah menyediakan 373 bed bagi pasien covid.

“Jadi caranya agar tidak membludak. Kami gerak cepat dengan mengeluarkan pasien yang telah sembuh. Begitupun dengan mereka yang meninggal dunia untuk segera dimakamkan. Sehingga tenpat tidurnya dapat digunakan pasien lain. Dengan turn over yang cepat, tenda darurat tak digunakan, dan hanya sebagai tempat transit menunggu ruangan,” kata dia.

Selain itu, pihaknya bersana Dinkes dan IDI juga telah merekrut relawan vaksinator untuk menggeber vaksinasi massal Covid-19, agar herd immunity dapat segera terbentuk,” katanya.

** Fredy Kristianto

Desa Situ Udik Siapkan Lahan untuk Jalan dari Dana Samisade

0

Cibungbulang l Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor menyiapkan lahan sepanjang 650 meter dengan lebar 4 meter untuk membuka akses jalan antardesa. Pembuatan jalan di wilayahnya itu jika Pemdes Situ Udik menerima dana Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Kami harap Program Samisade segera adanya pencairan agar kami  bisa langsung mengalokasikan anggaran itu,” ujar Kepala Desa Situ Udik Mamat Sudin kepada wartawan, kemarin.

Program Samisade diakuinya sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat dengan pembangunan infrastruktur desa  dan meski belum ada kepastian pencairan Samisade, tetapi pihak Desa Situ Udik telah mempersiapkan lahan yang akan dijadikan pembangunan tersebut.

“Ketika jalan itu dibangun yakni bakal tembus antardesa yang berkelanjutan. Disana ada tempat bersejarah sebagai peristirahatan terakhir pahlawan nasional Kapten Dasuki Bakri. Sampai hari ini kami masih meninggu kabar dana Samisade itu keluar. Informasinya baru Desa Cimanggu 2 yang sudah bisa dicairkan, kata pak sekdes saat mengecek ke bank,” jelasnya.

Ia menjelaskan, proyek pengerjaan Samisade sudah direncanakan pada tahun 2020 mulai dari wilayah RT 01  RW 07 jalur  RT 03 RW 07, Kampung Sindang Sari. “Kedepan bisa ditembuskan ke Desa Situilir, namun  ada di ujung jalan yang belum diakomodir oleh tim perencanaan pembangunan desa, lantaran kondisi jalannya belum terbentuk,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Madaniah, yang bergerak di bidang pengkajian, Lulu Ajhari Lucky atau lebih akrab disapa Ki Jalu, menjamin tidak akan ada persoalan lahan akses jalan yang sudah dipersiapkan oleh Pemerintah Desa Situudik, yang bersumber dari Dana Samisade.

“Kebetulan lahan ini milik keluarga besar Mbah H. Arpin, dari mulai sini lahan saya, saya ikhlas karena untuk  kepentingan umum,” ujarnya.

“Begitu pun yang sebelah sana punya uwa, bibi, dan saudara saya, semuanya telah mengikhlaskannya dan tidak ada persoalan. Termasuk swadayanya,  kedepan Pemerintah Daerah harus berani menganggarkan untuk pengerjaan peningkatan,” kata dia.

“Saya harap kepada pemangku kebijakan jangan sampai nunggu masyarakat berbondong – bondong meminta dana Samisade kepada Bupati. Untuk itu anggaran Samisade untuk segera dicairkan, bukan hanya  Desa Situ Udik saja, tapi bagi seluruh desa yang menerima program tersebut,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Satgas Covid-19 Kecamatan Cigombong Miliki Relawan Pemulasaraan Jenazah

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Sekretaris Satgas Covid-19 Kecamatan Cigombong, Asep Achadiyat Sudrajat mengungkapkan jika di wilayah Cigombong jenazah Covid-19 bisa dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) masing-masing wilayah, asalkan warga sekitar.

Penegasan ini menyusul adanya kabar dua korban meninggal karena Covid-19 di Perumahan Lido Permai Desa Ciburuy yang akhirnya dikuburkan di Daerah Depok karena tidak adanya tempat pemakaman khusus jenazah Covid-19.

“Kalau TPU khusus mayat Covid-19 memang tidak ada di Kecamatan Cijeruk ini, tapi sampai hari ini tidak ada masalah mayat Covid-19 dimakamkan di TPU warga sekitar,” ujar Asep Achadiyat kepada wartawan.

Terkait korban meninggal warga Lido Permai yang dikubur di daerah Depok itu dipastikan karena permintaan keluarganya. “Yang meninggal itu suami-istri, keluarganya minta dikubur di Depok,” tegasnya

Satgas Covid-19 Kecamatan Cigombong bahkan telah menyiapkan relawan khusus pemulasaraan mayat Covid-19 di setiap desa yang sudah terlatih. Setiap relawan pemulasaraan di desa terdiri dari 1 Amil, 10 Linmas, 2 Kader wanita dan 1 Sopir Ambulan. “Relawan ini diberikan pelatihan dari KUA MUI dan Puskesmas,” ucapnya

Artinya, lanjut dia, Satgas Covid-19 Kecamatan Cigombong telah siap dengan resiko terjadinya banyak korban meninggal karena Covid-19.

** Dede Suhendar

Optimalkan Pembangunan, Pemdes Leuwisadeng Bangun Insfrastruktur Melalui Samisade

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor melakukan launching  Samisade yakni program satu miliar satu desa dengan membangun jalan antar dusun.

“Program Samisade tahun anggaran 2021 dari Bupati Bogor Ade Yasin memberikan  manfaat bagi warga desa terlebih saat pandemi Covid-19. Pengerjaan jalan sepanjang 2 kilometer dengan lebar 3 meter menerapkan sistem Padat Karya Tunai,” kata Kepala Desa Leuwisadeng Rohim Hidayatullah saat launcing Samisade yang dihadiri Muspika Kecamatan Leuwisadeng, kemarin.

Sebagian pelebaran jalan menggunakan alat berat, namun tidak meninggalkan kearipan lokal di jalan yang dibangun di kampung  Legokmanggu menuju Kampung Sukadamai di wilayah RW 08, RW 02  Dusun 02 dan Dusun 04, dimana kondisi jalan sekarang ini keadaannya masih tanah merah.

Proses pengerjaan jalan tersebut, kata Kades, secara berkala hingga pencairan kedua progresnya pada betonisasi jalan. “Alhamdulillah adanya program Samisade, kami bisa menjawab keingianan masyarakat dengan dibangunnya insfrastruktur, penataan jalan antar dusun dan jalan ini salah satu yang sudah direncakan sejak lama,” jelas Rohim Hidayatullah.

Posisi jalan, diakuinya sangat strategis karena pemanfaatannya selain lintas antar kampung secara otomatis berdampak positif bagi sektor pertanian. “Selain pintu masuk jalur alternatif maka pengalokasiannya harus ditata dengan baik,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Sekretaris Camat Leuwisadeng Hendarsyah menyatakan, bahwa program Samisade di Desa Leuwisadeng dijadikan target pembangunan. Sebelum pelaksaan, dilakukan evaluasi dulu agar pelaksanaan tidak ada masalah, baik segi tanah karena jalur yang akan dibangun sepanjang  2000 meter.

“Akses jalan yang akan dibangun masuk ke desa tetangga otomtis banyak tanah masyarakat yang digunakan. Setelah kita cek dengan Pak Kades dan  TPK  bahwa jalan akan dibangun tidak ada masalah,” kata dia.

“Kami minta bagaimana caranya pembangunan fokus kepada RAB yang dibuat, artinya  jangan keluar dari RAB. Intinya kami berpesan hati-hati dengan penggunaan dana Samisade sebab pemantauannya bukan hanya Bupati termasuk Kejaksaan dan Polres Bogor juga ikut memantau,” jelasnya.

** Arip Ekon