22.4 C
Bogor
Sunday, April 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1201

Bumbu Asli Home Made Jadi Ciri Khas Mau Seblak

0


Ciomas | Jurnal Inspirasi

Usaha kuliner tradisional banyak yang masih eksis. Salah satunya menu seblak. Ini adalah makanan khas Jawa Barat dengan bahan baku kerupuk, makaroni, berpadu bumbu pedas gurih.

Dengan cita rasa tersebut, seblak masih punya banyak peminat. Tak heran, penjualnya hingga kini masih gampang dijumpai.

Mulai gerobak hingga kedai dan restoran yang khusus menyajikan seblak sebagai menu utama. Maklum, makanan khas ini menjadi salah satu kuliner favorit bagi sebagian kalangan, terutama kaum milenial.

Dengan potensi tersebut, banyak orang yang membuka usaha bisnis seblak. Bahkan saat ini sudah ada seblak instan yang lebih mudah dan praktis, salah satunya Mau Seblak.

Owner Mau Seblak, Aqilla Padya Hayya menuturkan, ia membuka usaha seblak instan ini karena hobi dengan kuliner salah satunya seblak.

“Biasanya kan kalo seblak instan itu menggunakan bumbu serbuk, jadi cita rasa seblaknya nggak berasa. Jadi saya menyajikan seblak instan dengan bumbu asli home made agar cita rasa seblak tidak hilang meskipun instan,” ujar Aqilla.

Bisnis yang baru dirintis awal tahun 2021 bersama dengan ibunya sudah banyak pelanggannya. Dan juga bisa dijumpai di online shop atau bisa langsung mendatangi lokasi yaitu di Jl. Ciomas Permai, Kp. Bojongsari RT 1 RW 15 no 29, Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

“Saya rasa kalau kita melakukan sesuatu dengan perasaan yang happy akan terasa seneng aja. Saya juga disupport oleh keluarga dan Nurul sahabat yang sudah saya anggap keluarga jadi semakin percaya dengan menjalankan bisnis ini. Semoga Mau Seblak bisa memberikan yang terbaik untuk konsumen,” pungkasnya.

** Khoirun Nisa [MG/UIK-Jb]

WTP Ke-5 Diraih Kota Bogor

0


Pemerintah Kota Bogor kembali meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Barat. Prestasi tersebut diraih ketika pada Kamis (20/5/2021), Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat Agus Khotib, di Bandung menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2020.
Hasil pemeriksaan diterima langsung Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto. Dengan hasil ini, berarti untuk kelima kalinya secara berturut-turut sejak tahun 2016, Kota Bogor meraih prestasi yang sama.

“Opini WTP ini merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran laporan keuangan,” kata Bima.

Walaupun demikian ia menyadari, bahwa WTP ini bukan jaminan tidak adanya fraud , sebab fraud bisa saja terjadi dikarenakan tiga faktor, masing-masing sistem, alat dan manusianya.

“Kami yakin, rekomendasi dari BPK yang kemudian membimbing kami untuk ditindaklanjuti, dapat meminimalisir fraud tersebut sehingga tidak terjadi,” tambahnya.

Salah satu persoalan paling berat yang dihadapi Pemerintah Kota Bogor adalah memperbaiki penatausahaan aset. Diakuinya, daftar aset masih belum lengkap, sertifikasi masih belum maksimal dan begitupun beberapa hambatan lainnya.

“Sangat tidak mudah. Kemarin tim KPK juga datang ke Bogor, khusus menyoroti hal yang sama. Ini yang harus kami benahi terus menerus bersama-sama dewan,” ujar Bima.

Untuk itu Bima bertekad, Pemerintah Kota Bogor tidak akan berhenti berupaya menyelesaikan hambatan tersebut.

“Kita akan percepat, kita akselerasi untuk digitalisasi aset. Jadi, kita bisa mengakses secara realtime aset dimana saja, statusnya bagaimana,” lanjutnya.

Upaya tersebut adalah langkah yang memang perlu dilakukan. Sebab seperti yang dikatakan Bima, WTP yang diraih lima kali secara berturut-turut ini bukan hanya soal mempertahankan predikat. “Tapi juga untuk memperbaiki sistem yang ada, demi terwujudnya pemerintahan yang melayani, transparan dan akuntabel,” katanya.

Ia juga berharap perolehan WTP kelima ini dapat menjadi momentum penguatan untuk terus membangun dan memperbaiki sistem.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto memandang bahwa raihan predikat WTP kelima ini merupakan bentuk kolaborasi eksekutif dan legislatif demi tercapainya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Diakuinya, “Masih terdapat beberapa catatan dan rekomendasi berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK yang harus segera diselesaikan.”

Untuk itu, “Pemerintah Kota Bogor mesti tancap gas menyelesaikan dan menindaklanjuti catatan dan rekomendasi BPK tanpa harus menunggu 60 hari sebagaimana diatur dalam perundang-undangan. Semoga anggaran yang sudah kita keluarkan dan dioptimalkan untuk pembangunan masyarakat bisa bermanfaat dan membawa kebaikan untuk semua,” lanjut Atang seraya menambahkan, bahwa catatan dan rekomendasi LHP tiga tahun terakhir perlu dijadikan landasan perbaikan di 2021, agar predikat WTP bisa dipertahan dan bahkan diraih kembali di tahun depan.

Keberhasilan meriah pretasi WTP lima kali secara berturut-turut, memang tidak lepas dari adanya kerjasama yang baik antara Pemerintah Kota Bogor dan DPRD Kota Bogor dalam hal perencanaan, pengelolaan dan kontrol terhadap pelaksanaan anggaran daerah. Dalam kaitan itulah, Bima mengapresiasi jalinan kerjasama yang telah berlangsung diantara kedua belah pihak.

“Terimakasih kepada Ketua DPRD Kota Bogor dan jajaran karena terus menyempurnakan. WTP ini tidak mungkin didapat tanpa kritik dan evaluasi dari DPRD, terutama dalam hal mempertanggungjawabkan uang rakyat yang dikelola pemerintah,” ujarnya.

Dengan kerjasama yang baik pula, semoga tahun depan WTP dapat kembali diraih Kota Bogor.

**

Diusulkan B2P3 Jabar, Wagub Putar Lagu Indonesia Raya

0

Bandung | Jurnal Inspirasi

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengirimkan video ratusan santri senior yang sedang menyanyikan lagu Indonesia Raya saat dikonfirmasi pendapatnya perihal usulan dari Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila (B2P3) MPW Jawa Barat yang mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Jabar agar lagu Indonesia Raya diputar di setiap tempat usaha.

Entah bentuk dukungan atau bukan perihal usulan B2P3 Jabar tersebut, Uu Ruzhanul Ulum belum membalas konfirmasi dan malah mengirimkan video. Video tersebut berdurasi 1 menit 50 detik saat santri senior dikumpulkan Wakil Gubernur Jawa Barat  dalam menyambut Hari Kebangkitan Nasional di Indahnya Pantai Pangandaran.

Seperti disebutkan sebelumnya, B2P3 MPW Jawa Barat menilai penting lagu Indonesia Raya untuk meningkatkan semangat nasionalisme, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu untuk menanamkan jiwa kebangsaan, sehingga akan lahir kesadaran rasa kecintaan akan bangsa dan negara dengan semangat membangunkan jiwa patriot untuk Indonesia. “Kami mendukung lagu Indonesia Raya dinyanyikan di setiap tempat usaha di Jawa barat,” ujar Ketua Umum B2P3 Jabar Stenly Ngelo dalam keterangannya, baru-baru ini.

Gagasan dukungan menyanyikan lagu Indonesia Raya ini setelah Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X telah menerbitkan surat edaran agar lagu Indonesia Raya diputar di ruang publik pada setiap pukul 10.00.

“Sangat bangga dengan ide dan keputusan Gubernur DIY, kami B2P3 Jabar mengusulkan ke Pemerintah  Kabupaten/Kota dan Provinsi Jawa Barat, alangkah baiknya mencontoh hal yang baik ini. Menanamkan rasa nasionalisme,” ungkap Stenly.

Pemprov DIY sendiri pertama kali memperdengarkan Indonesia Raya ke ruang publik pada 20 Mei 2021 dan Surat Edaran bernomor 29/SE/V/2021/ tentang memperdengarkan lagu Indonesia Raya telah disebarluaskan ke Bupati/Walikota se-DIY, pimpinan perwakilan instansi pemerintah pusat, instansi pemerintahan di lingkup Pemda DIY, pimpinan BUMN dan BUMD, serta pimpinan perusahaan swasta.

** ass/cep

Klaster Griya Melati Ditetapkan KLB

0

58 Warga Dinyatakan Positif Covid-19

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kasus Covid-19 pada klaster perumahan Griya Melati, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, terus menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susattyo Purnomo pun kembali menggelar rapat untuk memutus mata rantai virus corona di kawasan hunian tersebut pada Minggu (23/5).

Menurut Bima, hingga Minggu (25/5) pukul 10.00 WIB, tercatat ada sebanyak 58 warga dinyatakan positif, dan masih ada yang menunggu PCR berdasarkan kontak erat.

“Saya minta yang sudah tes antigen untuk kembali di tes PCR. Sekarang kita fokus kepada yang sakit untuk semua dievakuasi ke BPKP atau ke RS, dan hari ini ada 21 orang yang dievakuasi,” ujar Bima kepada wartawan.

Bima mengatakan, warga yang telah sdinyatakan negatif akan dikarantina dan tidak boleh kemana mana. “Semuanya dibantu, logistik dan kepengurusan sampahnya dibantu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menyatakan bahwa kasus yang terjadi di Griya Melati sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), dan perlu adanya pembatasan aktifitas warga.

“Jangan sampai klaster ini menyebar ke tempat lain. Petugas, pengunjung dan yang lainnya akan dibatasi ketat. Mereka yang bertugas dipastikan orangnya tidak berganti-ganti dengan perlindungan APD maksimal, termasuk pendataan kontak erat yang masuk ke Griya Melati,” paparnya.

Lebih lanjut, kata Bima, apabila ada warga yang dites PCR dengan hasil negatif dan ada gejala klinis covid, harus diproses untuk mengetahui apakah itu termasuk jenis virus baru. Sebab, sambungnya, jika melihat perkembangannya penularan terjadi begitu cepat. Atas dasar itu, sebelumnya pemkot sudah berkomunikasi dengan Kemenkes.

“Jadi dalam waktu dekat, Kemenkes akan menurunkan tim kesini (Griya Melati) untuk melakukan pemeriksaan, apakah ada virus jenis baru dalam klaster Griya Melati ini,” katanya.

** Fredy Kristianto

Demokrat Bantu Korban Banjir Cibuluh

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

DPC Partai Demokrat Kota Bogor menyerahkan bantuan kepada 25 kepala keluarga RT 01 RW 03, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, yang terkena musibah banjir, beberapa waktu lalu.

Bantuan berupa sembako dan uang tunai tersebut diserahkan langsung Ketua DPC Partai Demokrat yang juga Anggota DPRD Kota Bogor, R. Dodi Setiawan.

Menurut Dodi, Partai Demokrat adalah partai yang selalu berkoalisi dengan rakyat, sehingga parpol berlambang bintang mercy tersebut memiliki kewajiban untuk meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana.

“Demokrat besar karena ada dukungan rakyat. Karena itu sudah sepatutnya Demokrat peka dengan apa yang menjadi permasalahan di masyarakat,” imbuhnya.

Dodi meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bertindak cepat dalam menangani permasalahan banjir Cibuluh. Salah satunya dengab memaksimalkan fungsi kolam retensi, dan membuat sodetan-sodetan agar aliran air dapat mengalir baik.

“Saya berharap pemerintah memaksimalkan fungsi kolam retensi. Ini harus menjadi prioritas, jangan biarkan warga terus menderita karena banjir,” katanya.

** Fredy Kristianto

Achmad Ru’yat: Buffer Stock Dinsos Jabar Perlu Ditingkatkan

0

Bandung | Jurnal Inspirasi

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Achmad Ru’yat terus melaksanakan tugas dan fungsinya selaku wakil rakyat dengan berbagai kegiatan dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Tercatat pada Senin (03/05/2021), dirinya bersama Komisi V DPRD Jawa Barat menggelar rapat bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat di Kota Cimahi, Jawa Barat.

Tujuan kunjungan dan rapat kerja kali ini ialah mendapatkan informasi terkait ketersediaan penguatan cadangan (Bufer Stock) di Dinas Sosial. Achamd Ru’yat pun menginginkan agar Cadangan Bantuan Bencana Dinsos Jabar perlu ditingkatkan.

Lebih lanjut, mantan Wakil Walikota Bogor ini menyatakan bahwa peningkatan anggaran untuk ketersediaan penguatan cadangan (Buffer Stock) mitigasi bencana di Jawa Barat menjadi sorotan dari DPRD Provinsi Jawa Barat. Dirinya pun akan terus berkoordinasi dengan Kemensos serta seluruh Kabupaten/ Kota di Jawa Barat mengenai buffer stock tersebut dan menurutnya peningkatan anggaran perlu dilakukan.

“Kami berharap kedepan agar adanya peningkatan anggaran terkait bufferstock ini, karena selama ini dirasakan ketika pada saat dibutuhkan selalu habis,” katanya.

Berlanjut pada Selasa (04/05/2021), Ru’yat bersama Komisi V DPRD Jabar rapat kerja dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jabar, dengan lokasi di Kantor Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Ru’yat menyoroti program Kotak Literasi Cerdas (Kolecer) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang harus ditingkatkan agar masyarakat pedesaan pun bertambah minat bacanya.

“Banyak masukan-masukan dari Komisi V agar kedepan user dalam hal ini adalah Kecamatan, bisa menarik pengunjung dalam layanan publik untuk bisa membaca dan tadi ada evaluasi juga bahwa ini bisa dipertajam sampai ke desa, karena masyarakat yang membutuhkan justru lebih banyak di tingkat desa,” ungkap Ru’yat saat mengevaluasi program Kolecer.

Pada Kamis (6/5/2021), jelang idul fitri Achmad Ru’yat pun turun langsung bersama melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Komisi I DPRD Jabar ke titik penyekatan di Rest Area KM 72 A Ruas Tol Cipularang. Dalam giat tersebut, Ru’yat memonitoring penerapan protokol kesehatan dalam arus lalu lintas jelang idul fitri.

“Selamat bertugas bagi aparat TNI/Polri serta jajaran Satgas penanganan Covid-19,” ujar Ru’yat kepada petugas di lapangan. Tidak lupa, dirinya pun berpesan kepada seluruh awak yang bertugas agar tetap bugar dan menjaga stamina agar selalu sehat.

Berlanjut pada hari berikutnya, Jum’at ((7/5/21), Ru’yat kembali melakukan penyidakan terhadap pos penyekatan mudik lebaran 2021 di Gerbang Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung. Achmad Ru’yat mengungkapkan, agar tidak meningkatkan akumulasi kerumunan yang berkepanjangan, pimpinan DPRD Jabar Fraksi PKS tersebut meminta para petugas di lapangan harus mampu menciptakan strategi dan juga terobosan-terobosan baru guna mewujudkan pengaturan lalu lintas yang tegas dan disiplin.

“Kami dari DPRD melalui Komisi I melakukan kunjungan ini untuk memastikan bahwa skenario pengaturan lalu lintas terkait dengan penyekatan larangan mudik berjalan dengan baik dan juga memenuhi protokol kesehatan,” ungkapnya. Politisi PKS ini pun berharap, seluruh lapisan masyarakat di Jawa Barat dapat mematuhi kebijakan Pemerintah mengenai anjuran pelarangan mudik, pasalnya dalam kondisi Pandemi saat ini hal itu harus betul-betul diwaspadai untuk mencegah kasus penularan Covid-19.

Terkait serangan Israel kepada Palestina, Achmad Ru’yat pun tidak tinggal diam, Demi menyuarakan kecaman terhadap serangkaian pelanggaran kemanusiaan terhadap masyarakat Palestina oleh Israel, 18 organisasi buruh di Jawa Barat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Barat untuk mengecam kekejaman itu.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Achmad Ru’yat yang hadir langsung mendukung masa aksi dalam orasinya di atas mobil komando mengatakan jika Sesuai Undang Undang Dasar Negara Indonesia Tahun 1945 bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa yang harus dihapuskan dimuka bumi ini.“Kami atas nama DPRD Jabar, bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu maka, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” katanya di Depan Kantor Gubernur Jawa Barat, Jl. Diponegoro Kota Bandung. Selasa, (18/5/21).

Menurutnya Ru’yat, persoalan Palestina bukan hanya mengenai agama dan perbutan wilayah semata, jauh dari itu sudah menyinggung persaudaraan antar umat islam serta kemanusiaan di tanah kelahiran para nabi tersebut. “Persoalan palestina bukan soal agama tapi soal persaudaraan dan kemanusiaan,” tuturnya.

Ru’yat menjelaskan, ketika Konferensi Asia Afrika pertama kali dilangsungkan di Bandung, Presiden Pertama Indonesia, Bung Karno juga mengutuk Israel yang masih menjajah Palestina dan pada saat itu hanya Palestina saja yang belum merasakan kemerdekaannya.

“Semua negara sudah merdeka kecuali palestina, kami sangat mengutuk intervensi israel ke palestina,” jelas Ru’yat yang juga Anggota DPRD Jabar dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pihaknya juga mengungkapkan mendukung penuh kebijakan politik luar negeri Indonesia yang menguatkan keberpihakannya pada Palestina sebagai pihak yang masih relatif lemah daya tawarnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Kami sangat mendukung kebijakan luar negri indonesia atas Palestina di PBB serta mengutuk perlakuan Israel yang kini terus memborbardir Tepi Barat Palestina dimana ada kehidupan di dalamnya,” tegasnya.

Maka dari itu, Ru’yat mengajak para kaum buruh untuk bekerjasama dengan pemerintah demi kehidupan layak bagi masyarakat Palestina yang harus diberikan simpati oleh Indonesia yang merupakan salah satu negara terbesar Umat Islam di Dunia.

“Mari sama sama bekerja untuk kehidupan masyarakat Palestina. Indonesia yang merupakan negara terbesar umat islam harus memberikan simpatik pada Palestina,” tambahnya.

** ass/rls

Polsek Nanggung Halal Bihalal, Kapolsek: Jaga Kondusifitas Wilayah

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Kepolisian dari Mapolsek Nanggung menyelenggarakan halal bihalal Idul Fitri 1442 H pada 10 Syawal. Acara yang dilaksanakan di Aula Polsek Nanggung tersebut diikuti  sejumlah anggota kepolisian dan para istri Bhayangkari dari anggota Mapolsek Nanggung.

Kapolsek Nanggung AKP Dedi Hermawan mengatakan, situasi pandemi Covid -19 halal bihalal ini hanya dihadiri sejumlah anggota kepolisian saja, serta para istri Bayangkari dari Mapolsek Nanggung. Melalui halal bihalal ini kata Kapolsek, selaku umat muslim tentu kita semua harus saling memaafkan.

Terlebih pihaknya juga mengajak seluruh anggotanya agar tetap menjaga kondusifitas wilayah Kecamatan Nanggung. “Alhamdulillah di wilayah Nanggung, tenteram, dan damai. Ini memang benar- benar kita jaga, karena  kekompakkan kita semua dan berkat bantuan semua pihak,” ujar AKP Dedi Hermawan.

Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa masyarakat Nanggung, mulai dari tokoh agama dan masyarakat mau bersama sama menjaga ketertiban lingkungan. Di samping itu, atas nama Posek Nanggung, pihaknya mohon maaf apabila selama  ini, belum bisa memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat. “Memang kami belum sempurna, tetapi kami selalu berusaha,” imbuhnya.

Pihaknya terus mengajak semua unsur  agar tetap menjaga situasi Nanggung lebih kondusif.

** Arip Ekon

Golkar Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Cigudeg

0

Cigudeg | Jurnal Inspirasi

Pascabencana banjir bandang yang menerjang beberapa desa di Kecamatan Cigudeg, membuat simpatik banyak pihak. Termasuk para pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor yang memberikan bantuan untuk korban banjir bandang. Bantuan sembako itu disalurkan di Desa Tegallega, Kecamatan Cigudeg pada Minggu (23/5), di Kampung Rahong Pasir Ipis RT 03, RW 10.

Ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor Wawan Hikal Kurdi mengatakan bahwa partainya turut hadir di tengah masyarakat khususnya bagi korban bencana yang terjadi di Cigudeg. “Jadi hari ini kami diamanahkan oleh ketua umum Pak Airlangga, dan kami hadir didampingi oleh semua pengurus,” ujarnya kepada media.

Bantuan yang dibagikan  Partai Golkar disampaikan Wanhai sebanyak 350 paket bantuan sembako dan 200 sak semen. Selain itu, pihaknya juga menyumbangkan uang Rp 10 juta untuk pembangunan mushola yang hancur tergerus banjir.

Dirinya juga telah memerintahkan Fraksi Partai Golkar untuk percepatan pembangunan infrastruktur pascabencana. “Mudah-mudahan bermanfaat untuk masyarakat Desa Tegallega,” harapnya.

Ketua Fraksi Golkar Kabupaten Bogor, A Tohawi menuturkan, melalui perubahan parsial APBD 2021, jajarannya akan mendorong pemulihan pascabencana. “Dengan perubahan parsial tentunya kami menunggu pelaporan dari tingkat RT, RW, desa sampai kecamatan, lalu dilaporkan ke kabupaten,” tuturnya.

Menurutnya, perlu penanganan khusus pascabencana, baik itu infrastruktur, sumber daya manusia, ekonomi, kesehatan maupun pendidikan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Aan Triana Al Muharom membeberkan, ada lima desa di Kecamatan Cigudeg yang mengalami bencana, baik itu banjir bandang maupun longsor. Dengan hadirnya Golkar, diharapkan dapat mengobati keluh kesah yang dialami masyarakat khususnya warga korban bencana.

“Kami tentunya, di DPRD akan support apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, infrastruktur dan seterusnya,” kata Aan mengakhiri.

** Cepi Kurniawan

Forum SRJ Galang Donasi untuk Banjir Bandang di Cigudeg

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Pascabencana alam banjir bandang dan longsor yang melanda lima desa di Kecamatan Cigudeg banyak mengundang perhatian mulai dari pemerintah maupun pihak lainnya. Seperti yang dilakukan sejumlah anggota Forum Silaturahmi Rider Jasinga (SRJ) Bogor Barat peduli sesama melakukan aksi penggalangan dana yang berlangsung  di Jalan  Raya Cigudeg-Bogor, kemarin.

Bagian admin Forum SRJ Bogor Barat Anton mengatakan, kegiatan sosial yang dilakukannya bersama para anggotanya guna membantu korban yang terkena bencana alam banjir bandang dan longsor di wilayah Kecamatan Cigudeg.

“Secara pribadi dan rekan-rekan, ini sudah menjadi suatu kewajiban kita untuk saling menolong dan peduli terhadap sesama,” ungkap Anton kepada Jurnal Bogor.

Kebetulan kata Anton, kita juga ada waktu luang, jadi saya dan rekan-rekan punya inisiatif mengumpulkan dan untuk disalurkan pada korban bencana dengan cara meminta sumbangan kepada para pengguna jalan (ngecrek) dengan seikhlasnya,” kata Anton.

Anton menuturkan, kegiatan dengan beberapa anggotanya yang tergabung dalam Forum SRJ ini dilaksanakan dari jam 11.00 wib. “Rencananya akan kita lanjutkan hingga nanti sore,” ujarnya.

Ia berharap, adanya kejadian musibah selain dari pemerintah setempat, pihak-pihak lainnya ikut mambantu meringankan beban mereka. “Untuk keluarga yang terkena musibah agar tetap diberikan kesabaran dan ketabahan,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Alami Gizi Buruk, Fajri Baru Dikunjungi Pemdes Saat Sudah Ramai di Sosmed

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Muhammad Fahmi Fajri minim pantauan dari pemerintah setempat. Dia mengalami gizi buruk, dan tak hanya itu, anak berusia 12 tahun ini juga menderita kanker hati. Hal ini disampaikan oleh Eko Priyono, orangtua Fajri.

Ditemui di kediamannya di RT.04/04, Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Eko Priyono menuturkan, gejala tersebut dialami oleh anaknya sejak bulan November tahun 2020 lalu. “Awalnya saya bingung karena si anak ini banyak makan tapi gak seperti anak-anak lain yang mana Fajri malah tambah kering dan perutnya membuncit,” tuturnya, Minggu (23/05/2021).

Menurut Eko, penyakit anaknya ini semakin hari semakin bertambah parah. Pasalnya di Rumah Sakit Gatot Subroto, dirinya mendapati kondisi Fajri tak seperti anak-anak lain yang mana diketahui anak-anak lain setelah 2-3 kali melakukan pengobatan sudah terlihat kesembuhannya.

 “Fajri ini beda sebab kita setiap dua minggu sekali mulai dari awal tahun 2021 selalu melakukan berobat jalan, tapi belum ada perubahan yang signifikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurut Eko, sejak awal anaknya mengidap penyakit ini tetangga-tetangganya sudah mengetahui hal tersebut, namun amat disayangkan tidak ditindaklanjuti Pemerintah Desa setempat.

 “Mereka (Pemdes) mengunjungi anak saya baru hari ini, setelah ramai informasi tentang penyakit anak saya yang dishare oleh guru sekolahnya,” lanjutnya.

Padahal, terus Eko, saat bulan puasa lalu, ia sudah memberitahu kepada RT tempatnya tinggal. “Pada saat itu, memang RT sudah menghubungi bidan desa dan datang pula, tapi hanya pada saat itu saja,” paparnya.

Sementara itu Kepala Desa Sanja Edi Yusuf mengatakan terkait pengobatan Fajri ini sudah dicover oleh BPJS. “Udah terdaftar BPJS ketenagakerjaan dari orangtuanya,” jawabnya singkat.

Padahal dalam penanganan gizi buruk, diperlukannya Pemdes sebagai pendamping masyarakat. Namun Kades mengatakan untuk upaya penyembuhan Fajri, sedang dilakukan berobat jalan. “Lagi menjalankan berobat jalan dan kami lagi berusaha membantu hal yang lainya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain