27.6 C
Bogor
Wednesday, August 26, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1199

PPKM Level 4, Sebaran Covid di Kabupaten Bogor Masih Tinggi

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan bahwa saat ini meskipun angka kesembuhan pasien Covid-19 meningkat, namun Kabupaten Bogor masih memberlakukan PPKM Level 4 karena masih tingginya sebaran Covid sesuai keputusan pemerintah pusat.

Kapolres mengatakan masyarakat pihaknya bersama Forkopimda Kabupaten Bogor terus berupaya menekan angka penyebaran Covid-19. Selain melaksanakan beberapa penyeketaan, pihaknya pun terus  melakukan imbauan secara persuasif kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kami bersama Bupati, Pak Dandim dan semua pihak terus bersama sama melaksanakan penanganan Covid-19 seperti menggencarkan vaksinasi massal baik yang digelar oleh pihak Pemda, Kodim maupun jajaran Polres sendiri,” kata Kapolres Bogor AKPB Harun saat dikonfirmasi, Rabu (28/7/2021).

Selain vaksinasi massal, Kapolres  mengatakan untuk membantu mereka yang terdampak pandemi Covid-19, telah menginstruksikan kepada jajaran Polres dan Polsek untuk selalu peduli terhadap sesama.

“Dengan memberikan bantuan sembako bagi mereka yang sedang isoman dan terdampak Covid-19,” katanya.

Sementara itu agar PKKM cepat berhenti dan tidak diperpanjang lagi, dia meminta kepada masyarakat untuk mematuhi segala peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. “Karena kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tentu itu sudah untuk kebaikan penanganan Covid agar segera berakhir,” katanya.

Bahkan Kapolres mengatakan Kabupaten Bogor masih berada di PKKM Level 4 tentu segala kegiatan yang dilarang seperti hajatan untuk ditunda terlebih dahulu sesuai aturan. “Masyarakat harap memaklumi segala keputusan dan mematuhinya aturan,”pungkasnya.  Cepi Kurniawan

Achmad Fathoni: Proyek di Lokasi Strategis Saja Berantakan, Bagaimana yang di Pelosok

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor memiliki banyak catatan saat meninjau mega proyek Pedestrian Kandang Roda – Sentul, Kecamatan Babakan Madang, yang masuk dalam Program Pancakarsa Bupati Bogor. Proyek tersebut dinilai karena pengawasan yang buruk dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bogor.

Achmad Fathoni

Hal itu disampaikan Achmad Fathoni, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, dalam peninjauan mega proyek tersebut pada Selasa (27/7). Dia menyebutkan, masih banyak ditemukan pemasangan box culvert yang tidak rapi dan tidak rapat sehingga banyak pasir dan tanah masuk ke dalam box culvert itu.

“Saya menyayangkan pengawasan yang kurang bagus. Padahal ini kan proyek strategis Bupati, masuk dalam Pancakarsa, pengawasnya berlapis, ada yang khusus konsultan pengawas, kemudian Dinas PUPR juga punya kewajiban mengawasi,” geramnya.

Padahal, sambung pria yang akrab disapa Fathoni itu, proyek yang dikerjakan oleh PT.Hutomo Mandala Sepuluh Sebelas (KBO), dengan nilai Anggaran Rp 84.029.000.000,00, tersebut memiliki pengawasan berlapis dalam pengerjaan, namun masih banyak temuan-temuan pekerjaan yang kurang baik. Catatan yang dimaksud, salah satunya adalah material yang tidak memiliki hasil uji laboratorium.

“Tadi juga kita sudah pastikan sendiri material produksi yang tidak memiliki hasil uji laboratorium untuk tidak dipakai kembali. Kenapa bisa banyak catatan yang kita temukan. Padahal kita hanya ngecek beberapa menit saja,” tuturnya.

Achmad Fathoni berharap, kedepannya proyek ini dan proyek-proyek lainnya bisa diperbaiki di segi proses pengawasannya. “Ini lokasinya sangat strategis, setiap hari dilewati orang banyak. Saya jadi berpikir, gimana ya nasibnya untuk proyek yang di pelosok-pelosok sana,” pungkasnya.

** Nay Nurain

Keluarkan Aroma Bau Busuk, Tumpukan Sampah di Jalan Banjarsari-Tapos Dikeluhkan

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Tumpukan sampah di Jalan Banjarsari-Tapos, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, dikeluhkan warga. Sebab, sampah bekas rumah tangga yang ada di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di ruas jalan tersebut, sudah menggeluarkan aroma bau busuk.

Wawan, warga Kampung Caringin, Desa Banjarsari mengungkapkan, keberadaan sampah bekas rumah tangga yang ada di TPS itu, sangat mengganggu warga dan pengguna jalan.  “Bau busuk dari sampah sangat menyengat dan membuat sesak nafas,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, keberadaan TPS yang berlokasi di pinggir jalan dan di sekitar bantaran kali, sangat tidak tepat. Karena, sampah yang menumpuk akibat tidak rutinnya pengangkutan dari petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berserakan dipinggiran jalan.  “Jalan jadi kotor dan terlihat jorok. Jauh dari kata sehat,” ujar Wawan.

Pria putih yang sudah memiliki dua anak itu menyayangkan dengan lambatnya penanganan dari petugas DLH, dalam hal ini Unit Pelaksana (UPT) Pengelolaan Sampah Kelas A Wilayah III. “Gara-gara sampah di TPS menumpuk, aliran irigasi jadi tercemar. Makanya sering banjir di Jalan Banjarwaru-Telukpinang akibat luapan aliran kali, salah satu penyebabnya banyak sampah,” tegasnya.

Wawan minta Bupati Bogor untuk menegur DLH maupun UPT terkait apabila dalam kinerjanya kurang bagus, terutama dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.  “Yang saya tahu sudah ada perjanjian antara UPT dengan petugas sampah di Desa Banjarsari untuk penanganan nya. Dan itu ada retribusi nya juga alias tidak gratis,” imbuhnya.

Sementara, salah satu petugas UPT Pengelolaan Sampah Kelas A Wilayah III Desa Banjarsari, Marno mengakui, jika pihaknya sudah ada kerjasama dengan pengelola sampah di Desa Banjarsari untuk pengangkutan.

 “Awalnya tidak banyak volume sampahnya. Tapi kenapa semakin kesini, volume sampah terus bertambah, seperti sampah warga satu desa. Padahal awalnya hanya beberapa Rukun Warga (RW) saja,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Ketersedian Vaksin Masih Minim, Puskesmas di Nanggung Minta Bantuan ke Antam

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Minat masyarakat terhadap vaksin Covid-19 termasuk masih minim, bahkan tidak sedikit warga yang menolak. Namun kini antusiasme warga Kabupaten Bogor bagian barat naik berkali lipat. Seperti di Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, warga antre saat digelar vaksinasi massal Covid-19, Rabu (28/7).

Kepala Puskesmas Curugbitung dr Ridwan menyatakan, pelaksanan vaksinasi tahap satu dan dua di wilayah Puskesmas Curugbitung,  Kecamatan Nanggung melebihi target. Warga dari  Desa Cisarua dan Bantarkaret terus berdatangan untuk mengikuti vaksinasi Covid- 19. Namun, disayangkan vaksin yang di sediakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor masih terbatas.

Ridwan mengakui  jumlah warga yang datang untuk mengikuti vaksinasi saat ini, melebihi target sehingga membeludak. “Ketersediaan vaksin tidak sebanding dengan jumlah warga yang datang, artinya jumlah vaksin yang disediakan sangat minim,” kata Kepala Puskesmas dr Ridwan Kepada Jurnal Bogor.

Meski jumlah vaksin hanya sedikit, kata dr Ridwan, pihaknya mengupayakan semua masyarakat yang datang bisa divaksin. “Karena  jumlah vaksin tidak mencukupi kami mencoba meminta bantuan ke PT Antam. Mengingat  kondisi vaksin kita kurang,  sehingga pihak perusahaan PT antam akan membantu, ” ungkapnya.

“Dengan quota satu desa 175 orang, saat ini jumlah yang datang  bisa mencampai 600 orang. Tetap diakomodir meski terkesan dipaksakan,” ujarnya.

Ridwan menjelaskan, tujuan vaksinasi agar masyarakat bisa terbebas dari Covid-19. “Maka itu kami  harap masyarakat yang mengikuti vaksinasi bisa mencapai 70 perse,” jelasnya.

Menurut Ridwan, empat desa di wilayahnya saat ini  masih berlangsung vaksinasi pada setiap Senin, Rabu dan Kamis.

Kepala Desa Cisarua, H Ipid Idris mengakui, sebelumnya minat masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi terbilang sangat minim. Kini, sebaliknya antusias masyarakat untuk vaksin terlihat cukup  banyak.  

“Karena ini suatu keharusan sesuai anjuran pemerintah. Sejauh ini   warga desa sudah cukup banyak yang divaksin dibanding sebelumnya,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Dukung Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, PPMKP MoU dengan Fakultas Pertanian UNS

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Dalam rangka mendukung penyelenggaraan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) menyambut baik ajakan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk memfasilitasi praktik kerja profesi bagi mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian UNS.

Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama (Mou/Memorandum Of Understanding) Kepala PPMKP dengan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Selasa (27/7). Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Workshop Penyusunan Modul Pembelajaran Praktik Kerja Profesi dan Penyusunan Modul Praktik Kerja Profesi di Instansi Kepemerintahan yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

Samanhudi, Dekan Fakultas Pertanian UNS menjelaskan bahwa pihaknya berupaya untuk membangun ekosistem Merdeka Belajar – Kampus Merdeka melalui kemitraan perguruan tinggi dengan dunia industri atau dunia profesi. “Aspek peningkatan kualitas lulusan dapat diukur dengan kesiapan kerja lulusan, sehingga diperlukan pengalaman belajar mahasiswa paling sedikit 20 SKS di luar kampus.”

Hal ini disambut baik oleh Yusral Tahir, Kepala PPMKP, dalam sambutannya mengucapkan “Kami mengapresiasi program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka ini, harapan kami teman – teman mahasiswa nantinya dapat berkontribusi dalam memberikan ide atau inovasi di sektor pertanian kita”, jelas Yusral. 

Yusral memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berperan serta dalam memaksimalkan fungsi PPMKP sebagai laboratorium sosiologi pedesaan, laboratorium penyuluhan, dan laboratorium komunikasi agar mahasiswa dapat mengembangkan diri, dibimbing oleh supervisor internal yang akan mendampingi mahasiswa/ kelompok mahasiswa.

Dengan praktik kerja profesi, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman yang cukup, melalui pembelajaran langsung di tempat kerja (experiential learning). Diharapkan selama praktik kerja profesi, mahasiswa akan mendapatkan hardskills (keterampilan, complex problem solving, analytical skills), maupun soft skills (etika profesi/kerja, komunikasi, kerjasama), sesuai dengan tujuan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka.

Di kesempatan sebelumnya, Kementerian Pertanian telah menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka.

Mentan, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan komitmen Kementan dalam menyiapkan SDM pertanian yang  berjiwa wirausaha terus dilakukan dan menjadi salah satu focus utama.  “Kami menargetkan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial lahir hingga tahun 2024 dan kami mewujudkan hal tersebut melalui penyuluhan, pelatihan dan pendidikan vokasi pertanian,” tegasnya.

“Kekuatan pendidikan vokasi pertanian berada dimana peserta didik tak hanya menguasai ilmu yang mereka dapat secara teori semata, namun mereka mengerti cara mempraktekannya dan menerapkan ilmunya tersebut,” tambahnya.

Ditegaskan juga oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi “Kerjasama Merdeka Belajar dengan memanfaatkan segala fasilitas kampus, jaringan kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri, serta memanfaatkan program Kementan untuk mendukung Merdeka Belajar, khususnya terkait implementasi dengan 8 (delapan) indikator kinerja utama dan 8 (delapan) program kampus merdeka dalam pendidikan pertanian,” terannya.

** Nita/ Osi/ PPMKP

Bersama Korem 061/SK, Telkom Bogor Gelar Vaksinasi Massal

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Telkom Bogor bersama Korem 061/Surya Kencana menggelar vaksinasi massal di kantor Telkom Bogor, Rabu (28/7). Upaya ini hasil diskusi lapangan bersama tim Korem (Kolonel Sigit), Dir TelkoMedika dan tim Witel Bogor.

“Dengan beberapa pertimbangan maka pelaksanaan Vaksin Tahap-1 di Telkom Bogor akan dilaksanakan 2 kali di minggu ini yakni  Hari Rabu (28/7), target 200 orang dan komitmen tim 400 orang. Lalu pada Hari Jum’at (30/7), target 200 orang dan komitmen tim 400 orang,” ujar GM Witel Bogor Muskab Muzakkar dalam keterangan laporan kepada Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana Brigjen TNI Achmad Fauzi.

“Insya Allah jika peserta berlimpah, maka akan kita jadwalkan tahap 2 di minggu berikutnya,” jelas Muskab Muzakkar.

Dia berharap sinergi Telkom dan Korem 061/SK berjalan dengan lancar dan sukses serta penuh keberkahan Allah SWT.

** Prast/rls

Telkom Alokasikan Bantuan Hingga Rp420 juta di Kuartal II 2021

0

Melalui Program IndiHome Charity, Telkom Regional I-VII mendistribusikan bantuan kepada masyarakat sekitar yang terkena dampak pandemi. Di kesempatan tersebut, diselenggarakan juga kejutan “Karya Tanpa Batas Bersama IndiHome”.

Jakarta | Jurnal Bogor

IndiHome, layanan fixed broadband unggulan milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) tidak pernah berhenti berbakti kepada negeri. Kali ini, melalui program “IndiHome Charity 2021”, IndiHome mengalokasikan dana maksimal senilai Rp420 juta untuk masyarakat yang terkena dampak pandemi di sekitar wilayah kerja Telkom di seluruh Indonesia.

Executive Vice President Telkom Regional II Teuku Muda Nanta (kedua dari kiri) didampingi Deputy Executive Vice President Marketing Telkom Regional II Teddy Hartadi (paling kiri) dan Pejabat Pengganti Sementara Operation Senior Manager Consumer Marketing Telkom Regional II Kus Indartama, MMT (paling kanan) menyerahkan bantuan Program IndiHome Charity 2021 “Maju Terus Bersama IndiHome” kepada perwakilan Yayasan Nurul Hidayah At-Thabraniah, Masjid Darul Ulam dan Pondok pesantren Nurussa’adah putra secara virtual di Grha Merah Putih Telkom, Jakarta, Rabu (27/7).

Seperti yang sudah berjalan sebelumnya, proses distribusi charity, diserahkan secara langsung melalui lembaga, organisasi masyarakat, sekolah, serta yayasan yang sudah ditentukan oleh masing-masing Telkom Regional. Setiap Telkom Regional diberikan alokasi hingga Rp60 juta, dibagi menjadi tiga paket charity yang besarannya disesuaikan dengan kebutuhan di setiap Telkom Regional.

Program charity di kuartal kedua (Q2) bertajuk “Karya Tanpa Batas Bersama IndiHome” tersebut, bertujuan untuk menghadirkan semangat produktif dan kreatif kepada masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi pandemi Covid-19.

E. Kurniawan, Vice President Marketing Management Telkom menjelaskan, program IndiHome Charity adalah bagian dari implementasi misi IndiHome menyeimbangkan aspek bisnis dan sosial. Bahwa, kehadiran IndiHome sebagai #InternetnyaIndonesia selalu terpanggil untuk membantu sesama, khususnya masyarakat yang terkena dampak Covid-19.

“Dengan strategi Connectivity, IndiHome mampu menghadirkan pemerataan akses internet hingga pelosok desa. Kemudian dengan Creativity, IndiHome ikut mendukung inovasi, kreasi dan produktivitas bangsa. Serta dengan Charity, IndiHome ikut serta menyambung kebahagiaan dan menumbuhkan semangat masyarakat Indonesia agar tetap kuat dan tangguh menghadapi pandemi,” E. Kurniawan menjelaskan saat membuka penyerahan IndiHome Charity 2021 secara virtual pada Selasa (27/7).

Selain menggelar IndiHome Charity, dalam kesempatan tersebut juga diselenggarakan program kejutan “Karya Tanpa Batas Bersama IndiHome” yang diselenggarakan secara hybrid, serentak di seluruh Telkom Regional I-VII. Peserta yang hadir di lokasi acara di masing-masing regional diterapkan protokol kesehatan.

Hadir dalam acara tersebut seluruh EVP Telkom Regional I-VII, perwakilan penerima IndiHome Charity 2021, dan penerima program kejutan “Karya Tanpa Batas Bersama IndiHome” di masing-masing regional.

** Prast/rls

4 Stasiun Vaksinasi Massal Pengguna KRL

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) dan masyarakat sekitar akan mendapat program vaksinasi massal Covid-19 di stasiun. Pihak KAI Commuter Line menyatakan pada Rabu (28/7), ada empat stasiun yang mengadakan kegiatan vaksinasi massal.

“Besok vaksinasi akan berlangsung di Stasiun Duri, Stasiun Angke, Stasiun Rangkasbitung, dan Stasiun Jakarta Kota pukul 10.00–14.00 WIB,” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/7).

Peserta vaksin adalah para pengguna KRL Commuter Line dan masyarakat yang beraktivitas ataupun tinggal di sekitar stasiun.  Khusus untuk pengguna KRL yang melakukan perjalanan guna mengikuti vaksinasi tersebut dapat melakukan pendaftaran melalui situs resmi KAI Commuter https://vaksinasi.krl.co.id.

Dengan mengikuti pendaftaran tersebut, pengguna akan mendapatkan bukti pendaftaran yang dapat dicetak dan digunakan sebagai dokumen syarat perjalanan menggunakan KRL.

Sejak berjalan untuk pertama kalinya di Stasiun Duri pada Minggu (25/7) lalu, telah 1.150 orang mengikuti vaksinasi. Pada Selasa (27/7) sekitar 500 orang telah mendapat vaksinasi dosis pertama, terdiri dari 300 peserta di Stasiun Duri dan 200 peserta di Stasiun Angke.

“Seluruh peserta vaksinasi juga wajib mengikuti protokol kesehatan yang berlaku di stasiun yaitu menggunakan masker ganda, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman dengan mengantre secara tertib selama mengikuti tahapan vaksinasi,” tambah Anne Purba.

Pihak KAI Commuter juga telah melakukan tes acak antigen di enam stasiun. “Hari ini dari 124 sampel pengguna, tidak ditemukan hasil tes antigen yang positif,” ucap Anne Purba.

** ass

Vaksin Sinovac Diteliti Ulang

0

Antibodi Menurun Usai 6 Bulan Divaksin

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Vaksin Sinovac akan diteliti ulang setelah sejumlah penelitian gabungan Sinovac dan institusi China melaporkan antibodi dalam tubuh yang dihasilkan dari vaksin Sinovac ditemukan menurun setelah 6 bulan walau telah mendapatkan dua dosis secara lengkap sehingga diperlukan dosis ketiga alias booster untuk meningkatkan atibodi yang dihasilkan.

“Untuk peserta yang menerima dua dosis, dua atau empat minggu terpisah, hanya 16,9% dan 35,2% masing-masing masih memiliki tingkat antibodi penetralisir di atas ambang batas enam bulan setelah dosis kedua,” tulis hasil penelitian tersebut dikutip dari Reuters, Selasa (27/7).

Penelitian yang publikasikan Minggu (25/7) ini, memang terbilang baru dan belum mendapatkan tinjauan. Namun, para peneliti mengingatkan bahwa perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk melihat berapa lama antibodi usai suntikan dosis ketiga bisa bertahan dalam tubuh. 

Hasil penelitian ini didapatkan dari pengecekan sampel darah orang dewasa sehat berusia 18-59 yang dibagi menjadi dua kelompok dengan peserta masing-masing lebih dari 50 orang. Hasilnya, tak sampai dari separuh peserta memiliki antibodi di atas ambang batas.

Sementara studi dilakukan dengan mengambil sampel darah orang dewasa berusia 18 hingga 59 tahun. Data penurunan ini didasarkan pada dua kelompok yang terlibat penelitian, masing-masing terdiri dari 50 peserta.

Peneliti juga memberi dosis ketiga Sinovac pada 540 peserta. Ketika peserta diberi booster, sekitar enam bulan dari suntikan kedua, tingkat antibodi meningkat sekitar tiga hingga lima kali lipat. “Antibodi meningkat terlihat setelah 28 hari vaksin booster,” kata tim peneliti.
Namun, para peneliti memperingatkan bahwa penelitian ini tidak menguji efek antibodi terhadap varian yang lebih menular, dan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menilai durasi antibodi setelah suntikan ketiga.
Studi ini dilakukan oleh para peneliti di otoritas pengendalian penyakit di provinsi Jiangsu, Sinovac, dan China lainnya. Indonesia dan Thailand telah sepakat untuk memberikan suntikan ketiga dari Moderna dan Pfizer masing-masing untuk beberapa orang yang divaksinasi penuh dengan vaksin Sinovac. Hal itu dilakukan di tengah kekhawatiran atas efektivitas Sinovac terhadap varian Delta yang lebih menular dari virus corona awal.
Turki juga telah mulai menawarkan dosis ketiga dari Sinovac atau Pfizer kepada beberapa orang yang telah mendapatkan suntikan Sinovac. Hingga akhir Juni, Sinovac telah mengirimkan lebih dari 1 miliar dosis vaksin, alat vaksinasi utama di China, Brasil, Indonesia, dan Chili.

** ass


Pemdes Cimanggis Jadikan TPU Biasa untuk Covid-19

0

Bojonggede | Inspirasi

Hampir penuhnya ketersediaan TPU rujukan Covid 19 Tajurhalang, membuat Pemerintah Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede mencari alternatif lain dengan memakamkan warganya yang meninggal akibat Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunungputri Kemuning, Desa Cimanggis, Kabupaten Bogor.

Petugas pemakaman, Said mengatakan sebenarnya yang dijadikan alternatif ini merupakan TPU biasa. “Tapi karena situasi dan kondisi pandemi Covid-19, kita sebagai saudara sesama manusia ya harus cepat mengambil keputusan ataupun keputusan,” kata Said, Selasa (27/7/2021).

Sementara itu, Said mengaku bahwa sejauh ini warga yang dimakamkan di TPU Gunungputri Cimanggis jumlahnya terus meningkat. “Untuk saat ini sudah tujuh orang warga Desa Cimanggis yang dimakamkan di sini, itu sudah kewajiban kita sebagai manusia,” bebernya.

Selain itu, Said membeberkan, TPU Gunungputri Kemuning memiliki luas 1000 meter. “Saat ini TPU Kemuning luasnya 1 hektare dan nanti akan ditambah 3000 meter lagi,” tuturnya.

Said menegaskan, penyebaran Covid-19 di Indonesia khususnya di Desa Cimanggis angkanya memang bertambah dibandingkan dengan tahun lalu. “Dulu mah sebelum Covid-19 per RT itu cuma seorang yang meninggal, nah semenjak ada Covid-19 per RT bisa empat orang yang meninggal,” tandasnya.

** Cepi Kurniawan