30.3 C
Bogor
Tuesday, April 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1166

Kasus Covid-19 Meningkat, DPRD Kota Bogor Semi Lockdown

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Bogor berdampak pula pada sektor kegiatan pemerintahan. Setelah Balaikota Bogor dinyatakan tertutup, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor pun memberlakukan kebijakan semi lockdown. Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto mengatakan, kebijakan ini diambil pasca terkonfirmasinya dua orang anggota DPRD Kota Bogor positif Covid-19.

“Kami tadi berunding dan mengambil langkah antisipatif dalam beberapa hari kedepan, yaitu dengan melakukan tracing tracking testing dan memberlakukan kebijakan semi lockdown kantor DPRD mulai Rabu (23/6) hingga Minggu (27/6),” kata Atang dalam siaran persnya, Selasa (22/6).

Atang menjelaskan kebijakan tersebut berupa pembatasan kegiatan perkantoran secara sangat ketat. Diantaranya adalah membatasi jumlah pegawai yang masuk ke kantor maksimal sebanyak 25 persen. “Pegawai yang diperbolehkan WFO adalah pegawai yang harus menyelesaikan pekerjaan secara mendesak dan tidak bisa ditunda, terutama yang terkait dengan kinerja dan pelayanan DPRD. Kalau bisa, jauh dibawah 25%,” ungkapnya.

Untuk agenda rapat yang dijadwalkan digelar di gedung DPRD Kota Bogor, akan digelar secara online melalui zoom meeting ataupun google meet. “Beberapa rapat di kantor DPRD seperti pembahasan Raperda oleh Pansus maupun AKD yang memang harus menyelesaikan target-target pembahasan, akan dilakukan secara online. Sedangkan untuk pengaduan maupun aspirasi masyarakat, masih akan diterima namun dengan prokes yang ketat dan jumlah terbatas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Atang menjelaskan, Rabu (23/6) DPRD Kota Bogor juga akan melakukan tracing testing dengan menggelar swab tes PCR bagi anggota dan pegawai DPRD Kota Bogor yang melakukan kontak erat dengan dua orang anggota DPRD yang terkonfirmasi positif.

“Semua kontak erat akan dilakukan uji swab untuk melakukan tindakan yang tepat selanjutnya. Selain itu sterilisasi dengan desinfeksi akan dilakukan reguler harian. Jadi, semua kebijakan tersebut diambil sebagai ikhtiar memperkecil penyebaran dan melakukan tindakan penanganan yang tepat, sekaligus tetap menjalankan fungsi peran dan kinerja DPRD”, pungkasnya.

Sementara mengenai meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Bogor menyebabkan tingkat bed occupancy ratio atau ketersediaan kasur bagi pasien berkurang, dimana berdasarkan catatan Satgas Covid-19 Kota Bogor saat ini tingkat keterisian sudah menyentuh 77 persen. Beberapa kebijakan telah diambil oleh Satgas, diantaranya percepatan vaksinasi, penguatan PPKM, hingga kebijakan ganjil genap dan pembatasan jam operasional rumah makan di malam hari.

Atas hal tersebut, Atang Trisnanto mengapresiasi beberapa langkah yang telah dilakukan. “Apresiasi kepada Pemkot termasuk TNI Polri yang cepat dan sigap melakukan kebijakan penting dan langkah-langkah taktis. Namun, langkah cepat ini perlu diresonansi sampai ke tingkat operasional di wilayah”, ungkap Atang.

Selanjutnya, ia tetap mendorong agar Pemkot Bogor menjalankan lima langkah percepatan sebagai langkah penanganan maupun pengurangan penyebaran Covid-19 di Kota Bogor. “Pertama, Pemkot Bogor agar berkoordinasi dengan RS rujukan Covid-19 di Kota Bogor untuk menambah jumlah kasur ataupun ruang perawatan. Termasuk mendorong RS non rujukan untuk menyiapkan ruang isolasi sebagai antisipasi kondisi terburuk”, tegasnya.

Langkah kedua adalah mengaktifkan kembali RS Lapangan yang berlokasi di GOR Padjajaran. “Selain penambahan ruangan di RS, Pemkot bisa mengaktifkan kembali RS Lapangan. Jika anggaran tidak tersedia dari Pusat, maka bisa melakukan percepatan refocusing anggaran ataupun penggunaan dana BTT”, jelasnya.

Lebih lanjut, politisi PKS ini juga meminta agar tracing, testing, dan treatment diintensifkan. Hal ini penting untuk menekan laju penyebaran. “Keempat, percepatan vaksinasi. Pemkot sudah membuka pendaftaran terbuka. Selanjutnya perlu diperbanyak lokasi vaksinasi agar target penerima vaksin meningkat cepat”, jelas Atang.

Terakhir, agar diperkuat Satgas Covid tingkat RW RT melalui pola pendekatan gotong royong swadaya masyarakat. “Kita memiliki masyarakat yang tinggi kepeduliannya. Kalau di pertahanan kita mengenal Hankamrata, saya kira kita perlu pendekatan serupa untuk menggalakkan partisipasi warga dalam Satgas Wilayah tingkat RW RT. Pelaksanaan prokes 5M akan efektif, terlebih mereka mengenal wilayahnya termasuk warganya. Tinggal Pemkot membuat panduan dan dukungan anggaran infrastrukturnya,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto/rls

Anggaran Pengadaan Laptop Dialihkan

0

Guru PAUD Ngaku Kecewa


Cibinong | Jurnal Inspirasi

Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) mengalihkan anggaran pengadaan laptop yang akan diberikan kepada lembaga Pendidikan Usia Dini (PAUD) di 40 kecamatan, senilai Rp 15 miliar membuat guru-guru PAUD kecewa, seperti diungkapkan Eneng. Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Ciawi itu mengatakan, pemberian laptop kepada lembaga PAUD itu bukan permintaan dari Himpaudi, tapi janji dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Kami tak meminta, tapi itu dijanjikan Pemerintah Kabupaten Bogor, diakhir tahun 2020 lalu, saat RAPBD 2021 dalam pembahasan di DPRD. Jadi, kalau rencana itu dibatalkan, dan anggaran dialihkan untuk pengadaan meubelair SD dan SMP jelas sangat mengecewakan kami,”kata Eneng, Selasa (22/06).

Apalagi, ungkap Eneng, rencana pemberian bantuan laptop itu sudah tersebar keseluruh lembaga dan guru PAUD yang tersebar di 40 kecamatan. “Tapi sih, kami masih berharap rencana pengalihan anggaran pengadaan laptop untuk meubelair itu dibatalkan, kenapa ? karena selain janji, laptop sangat dibutuhkan lembaga Himpaudi untuk menunjang kegiatan dan lain-lainnya, sebab selama ini input data siswa sebagian besar menggunakan laptop pribadi yang kapasitas ramnya kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Politisi Partai Golkar yang menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPRD Ridwan Muhibi menyebut, rencana pengalihan anggaran pengadaan laptop kemeubelair itu merupakan bentuk arogansi kepala Dinas Pendidikan. “Kami menyetujui dimasukannya anggaran pengadaan laptop untuk lembaga Himpaudi, karena merupakan skala prioritas dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), makanya saat diusulkan dan dibahas di badan anggaran, kami tidak mengutak-atik lagi,”ungkapnya.

Makanya, Ridwan mengatakan, Komisi IV awal Juli nanti akan memanggil kepala Dinas Pendidikan dan jajarannya untuk mempertanyakan alasan dibalik pengalihan anggaran pengadaan laptop kemeubelair. “Tadinya, pemanggilan akan kita lakukan Juni ini, namun karena ada peneriman siswa baru, pemanggilan diundur Juli nanti,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Juanda Darmansyah, seperti diberitakan Jurnal Bogor, edisi Senin (21/06), membenarkan adanya pergantian usulan yang awalnya untuk pengadaan laptop Himpaudi ke meubelair. “Anggaran kita alihkan kemeubelair,” ujarnya.

Menurut mantan kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP), pengadaan meubelair untuk saat ini sangat penting bila dibandingkan dengan pembelian laptop Himpaudi. Alasannya, pengalihan tersebut sebagai langkah Pemerintah Kabupaten Bogor dalam pemulihan pendidikan di masa pandemi Covid-19. “Makanya pengadaan meubelair lebih penting untuk pemulihan,” katanya.

Juanda beralasan, pengalihan laptop lebih kepada kebutuhan sekolah yang baru selesai dibangun, karena dari empat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang gedungnya baru selesai dibangun, tidak memiliki bangku dan kursi atau meubelair. “Termasuk ada juga SD yang belum memiliki meubelair. Total anggarannya Rp 15 miliar,”papar menutupi.

** Dede Suhendar

Lombok Tengah Berpacu dengan Waktu Siapkan SDM Pertanian Tangguh

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, program kerja Kementan 2021 akan diperkuat demi percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan pembangunan pertanian berkelanjutan. Pengejawantahan dari kebijakan tersebut, Badan Pengembangan dan Penyuluhan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melakukan berbagai terobosan programnya berupaya membangun kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mewujudkan percepatan penumbuhan dan penguatan sektor pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi, menyampaikan, “Sebagai bentuk dukungan terhadap program-program Kementerian sejumlah langkah sudah dilakukan, diantaranya dengan menggelar pelatihan bagi penyuluh, petugas lapangan, dan juga untuk petani serta generasi milenial yang memiliki minat untuk menekuni sektor pertanian.”

Sebagai wujud keseriusan penumbuhan dan pengembangan SDM Pertanian, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu melaksanakan kegiatan. Pelatihan Tematik Peningkatan Kapasitas Petugas Inseminator Dalam Melakukan  Deteksi Birahi dan Gangguan Reproduksi Pada Ternak Sapi bagi Aparatur kegiatan yang berlangsung dari 21-23 Juni 2021 dihadiri dan dibuka oleh Kadis pertanian Kabupaten Lombok Lalu Iskandar S.Pt. MM.

Hadir dalam acara tersebut Koordinator Penyelenggara Pelatihan Tata Sukmara, mewakili Kepala BBPP Batu. Prof. drh.  Aji Santoso Drajat M.Phil. P.hD praktisi dari Unram. Kepala Bidang peternakan Agus Mulyadi, S.Pt., Fajarudin S.Pt. Kasi pembibitan dan prod peternakan. Jumlah peserta sebanyak 30 orang terdiri dari 26 orang peserta jenis kelamin pria dan 4 orang peserta wanita.

Dalam arahannya Kepala Dinas Lalu Iskandar S.Pt, mengatakan bahwa populasi ternak sapi di Lombok Tengah yang terhimpun dari 12 kecamatan relatif sangat rendah, yaitu kurang dari 500 ribu ekor pertahunnya. Rendahnya peningkatan populasi sapi potong ini menandakan adanya problem yang serius, khususnya adalah problem kesehatan reproduksi.

Kesehatan reproduksi hewan tentunya memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan peningkatan populasi. Dengan adanya gangguan kesehatan reproduksi hewan atau dikenal dengan istilah gangguan reproduksi ditandai dengan efisiensi reproduksi dan produktifitas yang rendah.

Lebih lanjut Lalu menyampaikan bahwa kemampuan dokter hewan di lapangan untuk menentukan kasus-kasus seperti rendahnya angka kelahiran, tidak munculnya birahi dan umumnya sering terjadi pada sapi setelah beranak atau sapi dara, sudah dikawinkan lebih dari tiga kali, namun belum bunting.

Sapi belum mengalami dewasa kelamin, walau umurnya sudah mencapai lebih dari dua tahun, keterlambatan dewasa kelamin, peradangan uterus yang lebih berat. dan masalah lain yang mudah-mudah dapat terjawab dari kegiatan pelatihan ini, demikian pungkas Lalu.

** T2S /BBPP Batu

PKK Kabupaten Bogor Siapkan Desa Terbaik

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Sebanyak 9 desa di wilayah Kabupaten Bogor akan diseleksi untuk menjadi perwakilan dalam lomba Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiah Iwan mengatakan, pihaknya telah melaksanakan monitoring dan evalusai (Monev) terhadap program PKK.

“Kami telah melakukan monev terhadap semua desa akan 10 program PKK. Alhamdullilah dari penilaian yang dilakukan oleh dua tin itu ada 9 desa yang paling unggulan,” ujar Halimatu kepada Jurnal Bogor, Selasa (22/6).

Istri dari Wakil Bupati (Wabup) Bogor Iwan Setiawan itu menerangkan, pihaknya akan melakukan perampingan terhadap 9 desa yang tersebar di beberapa kecamatan wilayah Bumi Tegar Beriman.

“9 desa itu ada di Kecamatan Cigombong, Tanjungsari, Dramaga, Rumpin, Ciseeng, Nanggung, Gunung Putri, Ciawi dan Leuwisadeng. Nanti akan kembali diseleksi menjadi 4 desa, yang paling terbaik akan mewakili Kabupaten Bogor pada ajang tingkat Provinsi Jabar,” terangnya.

Lebih lanjut Bunda Literasi Kabupaten Bogor itu memaparkan, ada lima indikator penilaian yang seluruhnya menyasar terhadap perempuan dan anak.

“Indikator yang dinilai itu kesekretariatan, Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR), UP2K, Hatinya PKK dan Iva Test. Kami akan ambil yang terbaik untuk Kabupaten Bogor pada tingkat Provinsi Jabar nanti,” tandasnya.

** Noverando H

Citarasa Khas Ala Pempek HR17

0

Depok | Jurnal Inspirasi

Pempek merupakan makanan tradisional khas Palembang. Makanan yang diolah dengan Ikan Tenggiri yang digiling lembut, dicampur dengan tepung kanji ataupun sagu  serta dikomposisikan dengan beberapa bahan lain seperti telur, bawang putih dihaluskan, penyedap rasa, dan garam pada saat ini sangat mudah untuk ditemukan. Salah satunya pada Pempek Palembang Pak HR 17.

Pempek Palembang HR 17 ini, dapat kalian temukan tepat di Jalan Pemda Bogor, Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat. Tak hanya menjual Pempek Palembang, mereka juga menyajikan makanan khas Palembang lainnya yaitu Tekwan. “Pasti asli Palembang sih, karena bapaknya yang punya emang asli sana,” ujar salah satu pegawai Pempek Palembang HR17, Febi kepada Jurnal Bogor, Selasa (22/6).

“Untuk variannya banyak, ada yang kapal selam kecil, lenjar, adaan, kulit, terus ada juga yang kapal selam besarnya,” terangnya. Mereka menjualnya dengan harga paling murah yaitu Rp5.000 sampai yang mahalnya yaitu Rp17.000. Untuk Tekwan sendiri dijual dengan harga Rp10.000/perporsi. “Kalo dari pempeknya sendiri, dihitungnya per biji,” tambahnya.

Febi Menerangkan, jika menginginkan pempek saja tanpa digoreng harganya tetap sama. “Mau digoreng disini ataupun di rumah, harganya tetap sama,” terangnya. Untuk pempek frozen foodnya, kalian bisa membelinya dengan preorder. Tak lupa, Pempek Palembang HR17 hadir pada layanan ojek online (ojol).

Ia menjelaskan, para konsumennya datang dari kalangan menengah ke atas. “Dominannya dari orang yang lagi jalan, yang diluar daerah sini terus mampir,” tambahnya. Hal yang menarik dari pempek ini, terletak pada kuah cukanya yang tersendiri. Karena kuah cukanya terbuat dari gula merah asli yang berasal dari Palembang.

Untuk jam ramai disini, terjadi pada waktu sore sampai malam hari. Serta banyak yang membelinya untuk dibungkus atau dimakan di rumah. “Konsumen kebanyakan pilihnya yang kecil, yang Rp5.000 an,” tutupnya.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

Usai Bagikan BLT, Kades Cigudeg Andi Positif Covid 19

0

Cigudeg | Jurnal Inspirasi

Diduga usai membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di aula Kantor Desa, Kecamatan Pamijahan, Kepala Desa Cigudeg Andi Supriadi terkonfirmasi positif Covid-19. Bahkan tidak hanya dirinya, ia bersama istri dan anaknya juga dinyatakan Positif Covid 19. Kini dia dan keluarga tengah menjalani isolasi mandiri di kediamannya.

Kepala Desa Cigudeg mengumumkan dirinya positif Covid-19 dalam sebuah video yang ia buat dan ramai di grup perpesanan. Dia beserta keluarga dinyatakan positif setelah menjalani  rapid tes antigen pada Selasa (22/6/2021) pagi.

“Saya terpapar Covid-19 beserta anak dan istri saya dari hasil tes rapid antigen,” ungkapnya melalui video yang viral di grup perpesanan.

Sebelumnya Andi mulai merasakan gejala saat mengikuti kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) pada Sabtu, (19/6) lalu. Merasa khawatir, dirinya segera pergi ke salah satu dokter klinik namun dirinya belum dinyatakan positif.

Hingga pada malam di hari yang sama, dirinya mengalami demam tinggi. Keesokannya, dirinya kembali berobat ke dokter lain, namun hasilnya tak kunjung baik.

Memiliki firasat buruk, dirinya langsung meminta bantuan petugas medis Puskesmas Cigudeg untuk dilakukan test rapid antigen di rumahnya dan hasilnya positif.

Sebelumnya, 7 warga Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg dinyatakan positif Covid-19. Hal itu membuat desa tersebut masuk ke dalam zona merah sebaran Covid-19.

“Untuk itu saya mohon kepada warga masyarakat Desa Cigudeg, jangan mengabaikan protokol kesehatan,” ucapnya.

“Mohon doa dari semuanya agar saya bisa sembuh seperti sediakala, bisa melaksanakan tugas-tugas sebagai kepala desa, bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi,” sambungnya.

Kendati demikian, pelayanan di Kantor Desa Cigudeg tetap berjalan atas komando Sekretaris Desa dan dalam waktu dekat, seluruh staf akan menjalani tes Covid-19.

** Cepi Kurniawan

Warga Pamijahan Cemas Ada Pengeboran yang Dilakukan Star Energy

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Seiring ditengah berjalannya sosialisasi rencana drilling oleh PT Star Energy Geothermal Salak (SEGS) Ltd, sejumlah masyarakat masih mengkhawatirkan  dan cemas dampak lingkungan rencana pengeboran di beberapa desa di Pamijahan oleh PT SEGS Ltd.

Seperti yang diungkapkan warga Kampung Garehong yang terletak di Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor yang hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari PT Star Energy Geothermal Salak LTD.

Menurut tokoh masyarakat, Kubil (56), dampak positif dan negatif terhadap masyarakat tentu dirasakan akibat pengeboran yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

“Dampak positif ada apa lagi dampak negatif tentu ada, kalau dampak negatif saat pengeboran cerobongnya bocor racunnya itu langsung ke seluruh air sehingga ikan-ikan pada mati, itu sudah terjadi, pada pengeboran yang beberapa tahun lalu,” kata Kubil, Selasa (22/6/2021).

Menurutnya, dalam kejadian itu menang sudah diantisipasi oleh pihak perusahaan, kerugian yang di alami oleh warga pun mendapat kompensasi, namun itu yang menjadi kekhawatiran masyarakat sekitar ketika terjadi gempa tentu dampak yang dirasakan akan lebih besar dan mengancam nyawa.

“Intinya gini ketika sedang melakukan pengeboran dampak yang dirasakan oleh masyarakat meskipun sudah dijawab oleh perusahaan, namun masyarakat tetap khawatir,” tuturnya.

Lebih lanjut jika saat pengeboran menyebabkan dampak besar terhadap masyarakat tentunya pihak masyarakat sekitar akan menuntut terhadap perusahaan. “Tantu dampak lain kita rasakan, saat pengeboran pun kita merasakan getaran, seharusnya keseimbangan dan perhatian perusahaan,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Desa Purwabakti Tajudin Arifin mengatakan, ketika ada hal apapun baik sifatnya keluhan masyarakat, ataupun bencana alam, pihaknya selaku melaporkan kepihak perusahaan Star Energy.

“Saya selalu melaporkan kejadian apapun ketika menjadi keluhan terhadap masyarakat, mau itu getaran, longsor, kita selalu melaporkan,” ungkapnya kapada awak media.

Meskipun perusahaan belum melakukan pengeboran atau drilling akan tetapi masyarakat sudah merasakan getaran yang ada. Pemdes mensosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat terdekat.

“Yang saya tau sejauh ini belum ada kegiatan pengeboran, namun baru ada persiapan saja untuk pengeboran tersebut,” tungkasnya.

Sementara itu, pihak PT Star Energy Geothermal Salak Ltd melaui Manager Komunikasi Iwan Azop mengatakan, kegiatan sosialisasi guna membahas rencana kegiatan drilling yang akan dilakukan oleh SEGS guna menjaga pasokan uap lapangan Salak. Hal ini penting untuk mempertahankan produksi energi listrik objek vital nasional (Obvitnas) PLTP Salak sebesar 377 MW yang disalurkan ke masyarakat dan dunia usaha.

“Pelaksanaan kegiatan drilling sumur tambahan direncanakan akan mulai dikerjakan pada Juni 2021 hingga Januari 2022 mendatang,” katanya.

Terkait kekhawatiran warga, dia mengklaim dan memastikan kegiatan drilling tidak akan mempengaruhi sumber air milik masyarakat. “Manajemen SEGS juga memastikan bahwa kegiatan drilling ini juga dilaksanakan dengan menerapkan SOP dan protokol kesehatan guna menghindari penularan Covid-19 di kalangan pekerja,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Keluhan Warga Diabaikan, Pemdes Citeko Terima Saweran Puluhan Juta dari Perumda

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Lantaran sudah menerima saweran dari Perusahaan Umum Milik Daerah (Perumda) Pasar Tohaga puluhan juta rupiah, Pemerintah Desa (Pemdes) Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, terkesan memilih diam dan mengabaikan keluhan masyarakat terkait adanya aktivitas pekerjaan revitalisasi Pasar Cisarua tahap dua yang dinilai mengganggu.

Kepala Desa Citeko, Sahrudin tak menampik hal tersebut. Ia mengaku menerima uang kompensasi dari adanya revitalisasi Pasar Cisarua tahap dua yang dikemas dalam bentuk hibah berupa uang senilai Rp35 juta dari Perumda Pasar Tohaga.

“Benar dapat hibah Rp35 juta dari Perumda Pasar Tohaga, diberikan sebelum lebaran,” kata Sahrudin.

Kades Citeko mengaku tidak mengetahui apakah hibah uang tersebut kategori gratifikasi atau tidak. Namun dia menggunakannya untuk membeli baju linmas dan PKK, mendirikan sekolah sepakbola, dan THR pegawai desanya. “Sudah dibelikan untuk kebutuhan itu,” paparnya.

Sementara, Sekretaris Desa (Sekdes) Citeko, Agus mengungkapkan, hibah itu diberikan Perumda Pasar Tohaga berupa bekas bahan material pembongkaran kios Pasar Cisarua.

 “Namanya juga hibah, uangnya mau digunakan untuk apa juga terserah. Tapi lebih baik langsung saja konfirmasi ke kepala desa kalau soal hibah tersebut,” jelasnya saat didatangi ke kantor Desa Citeko, Senin (22/6).

Kepala Unit Pasar Cisarua, Mira Fatriana membenarkan bahan bekas bangunan kios di Pasar Cisarua yang tahun ini kembali mendapatkan bantuan untuk revitalisasi diberikan kepada Pemdes Citeko. “Bener di hibahkan ke Pemdes Citeko,” singkatnya.

Sebelumnya, diketahui, warga Kampung Pasanggrahan Kidul RT 02/02 Desa Citeko, mengeluhkan aktivitas perataan tanah dalam proyek revitalisasi Pasar Rakyat Cisarua Tahap II Blok A.

** Dede Suhendar

Devi Melenggang ke Fase 5 Besar Puteri Otonomi Daerah

0

Cibinong  | Jurnal Inspirasi

Devi Purnamasyari melenggang mulus memasuki fase 5 besar dalam ajang Puteri Otonomi Daerah 2021, Senin (21/6). Adapun perwakilan Puteri Otonomi Daerah dari kabupaten yang lain ialah Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Berau.

Berhasil masuk ke fase 5 besar ajang bergengsi ini, Devi menyampaikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, saya selalu mengucap syukur akhirnya usaha tidak mengkhianati hasil dan semua doa serta dukungan teman-teman di Kabupaten Bogor, akhirnya Devi bisa maju ke tahap selanjutnya dan siap menuju Pra Karantina di tanggal 23-24 Juni 2021,” ucapnya, Selasa (22/06).

Menurut Devi, untuk karantina 5 besar nanti, akan dilaksanakan di Jakarta pada 6 Juli 2021. “Penjurian 5 besar di tanggal 7-8 Juli 2021 dan malam grand final di tanggal 9 Juli 2021, semoga Devi bisa memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Bogor,” tutur Devi yang juga Mojang Kabupaten Bogor.

Sebelumnya di fase 8 besar, Devi berupaya memaksimalkan cara penyampaian melalui media sosial (medsos) Instagram sejak 18 hingga 20 Juni. Menurutnya, selama penilaian menuju 5 besar panitia selalu memantau akun instagramnya.

Selain upaya itu, Devi juga terus berdoa untuk bisa lolos ke 5 besar ini, karena devi yakin Allah melihat orang-orang yang mau berusaha.

Sudah tercapai tujuan awalnya, Devi mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat Kabupaten Bogor yang sudah mendukung dan mendoakannya selama proses pemilihan Puteri Otonomi Daerah hingga bisa lolos ke 5 besar ini.

“Devi berharap nanti di malam grand final, Devi bisa maksimal dan bisa memberikan yang terbaik,” harapnya.

Untuk 5 besar nanti, ia akan terus belajar mempersiapkan semua materi mengenai Kabupaten Bogor.  “Seperti melatih public speaking agar nanti bisa tampil maksimal dan pastinya mulai dari hari ini Devi mempersiapkan kondisi kesehatani,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Achmad Fathoni Ingatkan Aparat Bela Masyarakat

0

Klapanunggal | Jurnal Inspirasi

PT Fresh On Time Seafood telah menggelar rapat dengan beberapa instansi terkait. Menanggapi hasil notulensi rapat tersebut, Achmad Fathoni dari Komisi III DPRD Kabupaten Bogor mengingatkan aparat terkait untuk membela kepentingan masyarakat.

Achmad Fathoni mengatakan, menjaga lingkungan dan melakukan pengelolaan limbah itu sudah menjadi kewajiban perusahaan dan tidak bisa dinegosiasi.  “Menjaga lingkungan dan mengolah limbah itu kewajiban dan ada aturannya. Jadi perusahaan ikuti aja aturan karena aturan itu bukan sebagai bahan negosiasi, tapi untuk ditaati,” tegasnya, Selasa, (22/06).

Politisi PKS ini pun mengingatkan kepada aparat untuk tegas menegakkan keadilan. “Mengingatkan semua aparat terkait, baik DLH, Camat, Pemdes serta aparat lainnya, saya minta untuk bertindak tegas dalam menegakkan aturan. Pastikan semua pihak termasuk perusahaan ikuti aturan dengan benar,” ucap Achmad Fathoni.

Lebih lanjut, dia pun mengajak semua instansi terkait untuk membela kepentingan masyarakat. “Mari kita membela kepentingan masyarakat. Mereka sudah banyak dikorbankan, jangan terus dibiarkan menderita” tandasnya.

Menurutnya, perusahaan harusnya peduli dan mengutamakan kebaikan lingkungan. Jangan hanya mau untung sendiri, tapi tidak mau peduli dengan lingkungan sekitarnya.

“Sungguh semua tindakan kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa. jangan main-main dan dzolim ya, semua akan ada balasannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Riki, HRD Fresh On Time Seafood sejak 18 Juni hingga saat ini masih enggan memberikan keterangan. Nay Nur’ain