24.6 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1150

Warga Isoman di Desa Tegal Diberi Sembako

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Gugus Tugas Kecamatan Kemang bersama Desa Tegal dan tim Bogor Gercep Kabupaten Bogor membagikan ratusan sembako untuk warga Desa Tegal yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumahnya masing-masing, Kamis (8/7).

Hal itu dilakukan mengingat Desa Tegal pada kasus Covid-19 terbilang tertinggi di Kecamatan Kemang yang hampir menebus angka 400 kasus. “Ada 200 sembako yang kita bagikan  tersebar di beberapa RT dan RW yang ada di wilayah Desa Tegal yang sedang menjalankan isoman,” kata Camat Kemang, Edi Suwito kepada wartawan, kemarin.

Camat mengatakan, warga yang sedang melaksanakan isoman itu paling banyak klaster perumahan dan sisanya di perkampungan. “Yang terbanyak itu perumahan, ada perumahan Candraloka dan BKR sisanya di perkampungan,” katanya.

Lebih lanjut kata Camat, untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 selain gencar melakukan vaksinasi, juga meminta Gugus Tugas Desa untuk kembali memfungsikan Gugus Tugas tingkat RT dan RW. “Upaya yang kita lakukan di klaster tertinggi perumahan dilakukan lockdown, edukasi prokes dan mensinergikan fungi Satgas RT dan RW dan mendorong kesiapan logistik di desa,” jelasnya.

Tidak hanya itu kata Camat, di wilayah Kemang sendiri kasus Covid-19 kini total ada 640 yang terpapar dan kebanyakan dari klaster perumahan. “Rencananya kita juga akan meminta Dishub untuk menjadikan gedung Diklat sebagai ruang isolasi mandiri,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

PKN Jadi Ajang Pembangunan Kompetensi Pemimpin

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2021 yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dan diselenggarakan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, dinilai sangat terkait dan bisa menjadi ajang pembangunan kompetensi pemimpin.

Hal ini disampaikan Basseng Deputy Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia dalam pembukaan PKN Tingkat II Angkatan XVIII tahun 2021 secara virtual.

Ia melanjutkan kompetensi pemimpin mengelola dirinya sendiri, mengelola tugas, dan mengelola orang lain sangatlah dibutuhkan di Era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity) seperti saat ini.

Pada era ini menurutnya mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang cepat oleh karena itu Ia berharap dengan keterbatasan yang ada, kompetensi yang akan dibangun tetap dapat dicapai, menghasilkan alumni yang mumpuni untuk dapat mengambil keputusan yang cepat dan tepat.

“Era VUCA adalah sebuah zaman yang penuh dengan ketidakpastian karena segala sesuatunya bergerak dengan cepat. Sebagai akibat dari hadirnya revolusi industri 4.0, ditandai dengan artificial intelligent, internet of things, dan teknik robot, “ ujarnya.

Basseng menyampaikan era VUCA tersebut berbanding terbalik dengan kondisi saat ini, dimana era pandemi Covid 19 yang telah terjadi diawal 2020 hingga saat ini menghantam segala sektor membuat penyelenggaraan pemerintahan menjadi lambat.

“Paradoks, era VUCA menginginkan percepatan perubahan, sedangkan era pandemi menghadirkan pembatasan. Keadaan ini menuntut pemimpin birokrasi khususnya pemimpin JPT yang dapat memimpin unit pelaksanaan untuk bergerak cepat memenuhi VUCA namun juga memperhatikan kesehatan pegawainya dan kesehatan masyarakatnya”, tegas Basseng.

PKN Tingkat II yang digelar pada masa ini dinilai Basseng istimewa karena diikuti dari berbagai lokasi berbeda, di waktu yang sama. Hal ini merupakan bukti betapa pandemi benar – benar membentuk kebiasaan baru di seluruh sektor dan lapisan masyarakat, termasuk dalam mencetak karakter pemimpin nasional yang adaptif untuk menyelenggarakan pemerintahan.

Sebagai informasi PKN Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2021 diikuti 60 peserta. Mereka adalah Pimpinan Tinggi Pratama dari Kementerian Pertanian RI, Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Kementerian Perindustrian RI, Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian Negara RI.

Membuka pelatihan secara virtual Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menekankan agar para pemimpin harus mau berubah untuk mencapai kesejahteraan melalui praktik good governance.

“Pemimpin harus bergerak mengikuti zaman dengan kapabilitas yang semakin meningkat, serta akuntabel. Di tengah pandemi, pemimpin harus Cepat, Cermat, dan Akurat. Hal inilah yang mempertahankan sector pertanian tetap bertahan di era pandemi..” ucapnya langsung dari Kabupaten Maros Sulawesi Selatan.

Sementara, Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nuryamsi dalam laporannya menuturkan PKN Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2021 secara keseluruhan pelatihan akan dilakukan secara blended learning.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi kepemimpinan yang akan berperan strategis dalam melaksanakan tugas di instansinya masing – masing.”

** Osi WR/ Regi – PPMKP

AHY: Saat Ini Masalah Genting, Mampukah Negara Menyelamatkan Rakyatnya?

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Bank Dunia (World Bank) menurunkan Indonesia dari kategori negara berpenghasilan menengah ke atas (upper middle income) pada 2019 menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah (lower middle income) pada 2020.

Dari publikasi yang diperbarui setiap 1 Juli tersebut, Bank Dunia mencatat Pendapatan Nasional Bruto (GNI) Indonesia turun dari US$4.050 menjadi US$3.870. Penurunan status Indonesia lantaran dampak pandemi Covid-19 yang memukul penghasilan masyarakat.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi turunnya Indonesia jadi negara berpenghasilan rendah dan pandemi Covid dinilai jadi masalah genting.

“Idealnya, kita selalu naik kelas. Jangan tinggal kelas, apalagi turun kelas. Masalah gentingnya, bukan dimana status kelas kita saat ini, tapi mampukah negara ini menyelamatkan rakyatnya dari Covid?,” ucap AHY dalam siaran pers yang disampaikan Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, Rabu (7/7).

“Hampir sekian menit sekali terdengar sirine kencang ambulans. Hampir sekian jam sekali terima berita duka dari yang kita kenal. Ini mengkonfirmasi, setiap hari ada rekor baru, baik jumlah yang positif terpapar, maupun yang meninggal dunia. Sampai kapan Indonesia?”

Ketum AHY menegaskan komitmen Partai Demokrat untuk terus berjuang, membantu rakyat menghadapi pandemi Covid-19.

**ass/rls

Ribuan Warga Bogor Isoman

0

Pemkot Didesak Naikan Kapasitas Tempat Tidur, 1 Nakes Layani 17 Pasien

Bogor | Jurnal Inspirasi

Lonjakan kasus positif Covid-19 di Kota Bogor, yang rata-rata per hari mencapai ratusan orang, membuat situasi di ‘Kota Hujan’ semakin genting. Apalagi lonjakan pasien tak dibarengi dengan ketersediaan tempat tidur, tenaga kesehatan (nakes) dan mulai minimnya stok oksigen.

Akibatnya, ribuan warga yang terpapar Covid-19 terpaksa melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing. Bed Occupancy Ratio (BOR) sudah menyentuh 82 persen atau 909 tempat tidur telah terisi dari total 1.109 pada Selasa (6/7).

Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor per 1 Juli 2021, jumlahnya 4.446 orang, yang tersebar di 6 kecamatan se-Kota Bogor.

Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PPP, Akhmad Saeful Bakhri (ASB) mendesak agar Wali Kota Bima Arya segera mengeluarkan kebijakan untuk menambah kapasitas tempat tidur RS terutama untuk ruang rawat inap pasien covid hingga 40 persen atau lebih. “Termasuk di RSUD, harus dinaikan sampai 63,5 persen. Sebab, banyak warga yang isoman tidak tertolong,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (7/7).

Namun, sambung dia, apabila Pemkot Bogor ingin menaikan kapasitas tempat tidur, harus dibarengi dengan penambahan jumlah tenaga kesehatan (nakes). Salah satunya dengan bekerjasama dan melibatkan mahasiswa jurusan keperawatan atau sekolah kesehatan.

“Nantinya mereka (mahasiswa) yang terlibat diberi apresiasi, dan penambahan nilai akademis,” katanya.

Sebab, kata dia, apabila situasi ini biarkan, maka fasilitas kesehatan dapat colapse. Akibatnya, angka kematian akan semakin tinggi. “Begitupun soal pasokan oksigen. Pemerintah harus bekerjasama dengan perusahaan pembuat oksigen dan pemerintah pusat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Kota Bogor, dr Ilham Chaidir mengatakan bahwa saat ini satu perawat telah menangani 17 pasien. Seharusnya, satu perawat menangani enam pasien.

“Dapat dibayangkan bagaimana lelahnya nakes yang ada. Hampir 400 perawat kita libatkan yang terbagi 3 shift, pake APD, dan ada pengaturan interval, agar tak sakit dan kelelahan. Rekruitmen nakes pun sedang berjalan,” katanya.

Ilham juga mengatakan bahwa ketersediaan oksigen di ambang kritis. Sebab, kapasitas 10 ton tangki oksigen yang dimiliki RSUD harus diisi dalam dua hari sekali. “Tabung di IGD dan ruang non Blok 3 per hari bisa 150 tabung. Sedangkan pasokannya jauh berkurang,” ungkapnya.

Tetapi, kata dia, saat ini relawan-relawan yang menyumbangkan oksigen mulai bermunculan. “Ya, alhamdullilah. Mudah-mudahan akan semakin banyak,” katanya.

Sementara berdasarkan data dari Dinkes Kota Bogor pada Rabu (7/7), terjadi penambahan kasus 497, sehingga total kasus sejak awal pandemi mencapai 23.582, dengan rincian yang masih sakit 6.072.

Sedangkan untuk pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 17.219, dan jumlah korban meninggal dunia mencapai 291 orang.

** Fredy Kristianto

Alat Berat Diterjunkan, Gali Makam Khusus Covid-19 di Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor membantu Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) untuk menyediakan lubang makam bagi warga yang meninggal akibat Covid-19 dengan menggunakan alat berat.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaqi menuturkan, saat ini kondisi angka kasus positif di Kota Bogor terus melonjak. Di sisi lain angka kematian karena Covid-19 juga meningkat, sehingga diperlukan percepatan dalam membuat lubang pemakaman.

Untuk itu kata Chusnul, pihaknya menerjunkan alat berat untuk membantu petugas pemakaman membuat lubang makam atau liang lahat.

“Alat berat backhoe membantu penggalian makam. Kami mendukung alat untuk percepatan di tempat pemakaman, kita juga membantu logistik termasuk membantu untuk pemulasaraan,” ujar Chusnul, Rabu (7/7/2021).

Menurut dia dari pantauan di lapangan, para penggali kubur terlihat kewalahan akibat angka kematian Covid-19 terbilang tinggi, sehingga alat berat ini diperbantukan di TPU Situ Gede agar setiap harinya ketersediaan lubang makam selalu siap.

“Kalau penggalian manual tentu butuh waktu, sedangkan kita harus cepat. Di sisi lain, tenaga penggali juga kurang,” kata dia.

Selain di TPU Situ Gede, PUPR juga akan membantu petugas di TPU Kayumanis selama angka penyebaran Covid-19 masih tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih menyebutkan, jumlah kasus kematian karena Covid-19 belakangan ini terus meningkat. “Karena status jumlahnya cukup tinggi, kita siap untuk membuat lubang dibantu Dinas PUPR,” tuturnya.

Ia mengaku merasa terbantu dengan bantuan alat berat untuk penyediaan lubang makam. “Mereka membantu untuk pembukaan lahannya dan membantu terkait untuk mencari lubang awal,” kata dia.

Tercatat, data dari Disperumkim Kota Bogor, ketersediaan lahan makam Covid-19 Kota Bogor masih tersisa sekitar 10 hektar lebih.

Rinciannya, di TPU Kayumanis dari total lahan 5 hektar baru terpakai 1 hektar, di TPU Situ Gede dari 5 hektar baru terpakai setengah hektar.

Kemudian di TPU Mulyaharja baru terpakai seperempat hektar dari total lahan sekitar 5 hektar. “Saat ini masih aman untuk ketersediaan lahan, setiap harinya kami menyiapkan 10 lubang di masing-masing TPU,” katanya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Bogor, Selasa (6/7), jumlah pasien yang masih dalam perawatan mencapai 5.670 orang dan 291 orang meninggal dunia karena Covid-19.

** Fredy Kristianto/rls

Bogor Dikepung Kemacetan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kemacetan parah mewarnai hari pertama penyekatan wilayah perbatasan Kota Bogor pada Rabu (7/7). Diketahui, hal itu terjadi pada tiga titik pos penyekatan seperti di simpang Pomad, Ciawi dan Dramaga. Pada pos sekat Pomad sempat terjadi kemacetan di lampu merah. Hal itu lantaran kendaraan yang melaju dari arah Kabupaten Bogor ke Kota Bogor dialihkan masuk ke Jalan Pangeran Asshogiri, Kelurahan Tanah Baru. Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan bahwa pada Rabu (7/7) pagi situasi lalu lintas memang terlihat ramai. “Ya, memang tiga titik itu cukup padat namun kita tetap bertahan untuk bisa menjelaskan kepada masyarakat terkait PPKM Darurat ini,” katanya.

Kemacetan juga terjadi seputaran jalur SSA, atau tepatnya di Jalan Otto Iskandardinata hingga Simpang Empang. Hal itu lantaran adanya penyekatan jalan di depan BTM. Akibatnya sejumlah pengendara sepeda motor nekat menerobos dengan menaiki pedestrian lingkar SSA. Alhasil, petugas tak bisa berbuat banyak lantaran mereka tengah sibuk memeriksa perlengkapan pengendara.

Sebelumnya, tingginya angka positif Covid-19, dan masih tingginya mobilitas warga saat PPKM Darurat, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor beserta Polresta Bogor Kota akan melakukan penyekatan di enam titik ruas jalan termasuk pintu tol keluar masuk Kota Bogor.

Diketahui, penyekatan diberlakukan sepanjang hari, mulai Rabu (7/7) sejak pukul 06.00 WIB. Titik penyekatan meliputi selepas pintu gerbang Tol Bogor. Kendaraan dari arah Jakarta akan diputar balik selepas keluar gate tol. Begitu juga sebaliknya, kendaraan dari Kota Bogor mengarah Jakarta diputar balik sebelum pintu masuk Tol Bogor.

Lantas, Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) arah Sentul, titik penyekatan dilakukan di keluar tol Kedung Halang-Kedung Badak dan pintu keluar Yasmin. Tak hanya menutup keluar tol menuju Kota Bogor, petugas gabungan juga akan melakukan penyekatan pada enam titik lokasi di perbatasan antara Kota dan Bogor.

Sedangkan titik penyekatan di jalan raya meliputi Simpang Pomad, Simpang Salabenda, Simpang Ciawi dan Dramaga. “Total ada enam titik penyekatan. Dua di tol dan empat titik lainnya di perbatasan kota dan kabupaten,” ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Condro Purnomo.

Ia mengatakan, penyekatan diberlakukan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. “Jadi seterusnya kita sekat. Namun, sewaktu-waktu bisa diganti, di pinggiran atau batas kota. Kita lihat dinamika di lapangan seperti apa,” jelasnya.

Kata dia, petugas akan memutar balik kendaraan, terkecuali mereka yang diperbolehkan berdasarkan peraturan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. Misalnya, angkutan umum, ambulans, mobil dinas, dan pekerja di sektor esensial dan kritikal.

“Kami akan selektif, sesuai dengan ketentuan. Kalau karena alasan darurat atau pekerjaan, maka diperbolehkan melintas dan mereka yang memiliki Surat Tanda Registrasi Pekerja,” jelasnya.

** Fredy Kristianto

Klaim Covid RSUD Ditunggak Rp35 M

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor mendapat angin segar. Pasalnya, klaim penanganan pasien Covid-19 sebesar Rp35 miliar dipastikan akan dibayarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kepala Bagian Keuangan RSUD Kota Bogor, Rifki Mubarok mengatakan bahwa klaim yang belum terbayarkan adalah penanganan sejak Januari hingga Mei 2021. Namun, ia mengaku belum mengetahui terkait kapan pembayaran akan direalisasi.

“Memang kami belum koordinasi lagi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Tapi yang pasti tinggal menunggu pembayaran saja. Jumlah nominalnya Rp30 miliar hingga Rp35 miliar,” ujar Rifky kepada wartawan, belum lama ini.

Menurut Rifky, belum dibayarkannya klaim lantaran Kemenkes kemungkinan memiliki jadwal tersendiri. Ia pun memastikan bahwa RSUD telah mengajukan permohonan pembayaran klaim sebelum batas waktu yang ditentukan, yakni 60 hari setelah tanggal pelayanan.

Rifky juga menegaskan bahwa permenkes yang mengatur soal klaim covid hanya berbicara soal batas waktu pengajuan klaim dan kriteria penjamin serta kadarluarsa klaim. “Dan syarat-syarat yang dimiliki RSUD sudah sesuai,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri (ASB) mengatakan, perlu adanya solusi bagi RSUD Kota Bogor yang sudah berjasa dalam hal penanganan pandemi Covid-19.

Sebab, apabila berkaca pada daerah lain, Bekasi contohnya. Hutang klaim covid menunggak hingga ratusan miliar dan menyebabkan RSUD Bekasi terancam gulung tikar.

Ia berharap hal tersebut tidak terjadi di Kota Bogor, terlebih saat ini tengah terjadi gelombang kedua pandemi Covid-19.

“Saat ini kondisi semua sedang siaga 1. Jangan sampai karena ada peraturan baru ini malah membuat rumah sakit kewalahan. Kita harus mengapresiasi semua nakes dan rencananya pekan depan kami akan duduk bersama 21 kepala rumah sakit se-Kota Bogor untuk menyelesaikan masalah ini dan isu pandemi,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Masih Banyak Pekerja Non Esensial Kerja di Jakarta Gunakan KRL

0

Bojonggede | Jurnal Inspirasi

Antrean calon penumpang di KRL Commuter Line Stasiun Bojonggede terus terjadi sejak Senin kemarin hingga Rabu (7/7/2021). Namun untuk saat ini antrean mulai tertib tidak seperti pada hari Senin lalu karena ada beberapa petugas, baik dari pihak PT KRL dan Gugus Tugas Kecamatan Bojonggede.

Menurut salah seorang pengguna KRL di Stasiun Bojonggede, Ismi Kurnia Sari (27), ia terpaksa masuk  kerja dan menggunakan KRL karena di beberapa titik menuju Depok dan Jakarta dilakukan penyekataan.

“Kalau aku kerja di Jamsostek dibagian call center jadi gak bisa WFH, biasanya menggunakan kendaraan pribadi, tapi lagi ada penyekataan jadi menggunakan kereta di Stasiun Bojonggede ini,” katanya.

Ismi sebenarnya mengaku khawatir, apalagi saat ini kasus Covid 19 meningkat. “Antrean panjang ini was was sih, tapi kalau untuk di gerbong itu dibatasi hanya 50 orang setiap gerbongnya,” katanya.

Menurut petugas Gugus Tugas Kecamatan Bojonggede, Momo pihaknya diinstruksikan oleh pimpinan untuk melakukan pemantauan antrean di Stasiun KRL Bojonggede yang sejak Senin kemarin terus terjadi.

Menurut Momo antrean yang panjang karena para penumpang yang bekerja di daerah Jakarta dan sekitarnya menggunakan KRL guna menghindari penyekataan.

“Untuk mengantisipasi kericuhan antrean kita ditugaskan untuk memantau antrean dan protokol kesehatan terhadap para penumpang dan diwajibkan calon penumpang menggunakan masker dobel,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Diduga Pungli, SDN 01 Cicadas Dikeluhkan Wali Murid

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) banyak dikeluhkan para siswa dan wali murid. Hal itu terjadi lantaran banyaknya dugaan adanya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh beberapa sekolah di Kabupaten Bogor. Tak terkecuali di SDN 01 Cicadas yang terletak di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Para wali murid tersebut mengeluhkan terkait biaya perpisahan (akhir tahun) senilai Rp 200 ribu, dan juga soal dana masuk sekolah Rp 800 ribu serta diwajibkan membayar formulir pendaftaran Rp 50 ribu.

“Harusnya masuk sekolah negeri itu gratis tapi kok ini mah bayar ya. Formulir pendaftaran aja kudu bayar” ujar salah satu orang tua yang akan mendaftarkan anaknya dan tidak bersedia namanya disebut, Rabu (7/7).

Selain itu, salah satu wali murid merasa keberatan membayar uang perpisahan sebesar Rp 200 ribu dengan dalih untuk biaya cetak sampul raport dan sampul ijazah.

“Padahal aturan sudah jelaskan mulai dari Kementrian Pendidikan hingga peraturan Bupati, bahwa untuk siswa–siswi yang bersekolah di sekolah negeri semuanya ditanggung pemerintah pusat maupun daerah, dari dana BOS ini koh bayar ya,” keluhnya.

Sementara itu Kepala sekòlah SDN 01 Cicadas, Syazili saat dikonfirmasi terkait impormasi ini melalui WhatsApp tidak menanggapi hingga berita ini diturunkan.

** Nay Nur’ain

Loncat dari Truk, Sapi Masuk Pemukiman dan Rumah Sakit Dhuafa

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Warga Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor dikagetkan dengan seekor sapi yang kabur ke pemukiman warga di Kampung Jampang Pulo. Bahkan sapi yang rencananya akan dijadikan hewan qurban itu masuk ke area RS Rumah Sehat Terpadu (RST) Dhuafa, Kemang.

Menurut warga Jampang Yadi (45), sapi berwarna putih berukuran besar itu loncat dari mobil truk di Jalan Raya Jampang Perapatan. “Saat sedang diangkut infonya mau dibawa ke Rumpin itu tiba tiba sapi itu talinya lepas dan sapi loncat, warga kaget karena sapi lari ke area pemukiman warga,” kata Yadi menceritakan, Rabu (7/7/2021).

Selain itu juga kata Yadi, saat sapi hendak ditangkap oleh pemiliknya dibantu warga sapi tersebut semakin liar, bahkan berlari ke kampung Pulo. Tidak hanya itu, sapi tersebut juga masuk ke area Rumah Sakit hingga ke selasar gedung bagian gizi. “Di kejar-kejar malah lari ke kampung Pulo dan masuk ke Rumah Sakit Duafa,” kata Yadi.

Hal serupa diungkapkan Humas Rs RST Duafa Afdal, sapi tersebut masuk area rumah sakit karena ketakutan saat hendak ditangkap. “Sapi tersebut loncat dari truk, masuk ke perkampungan terakhir ke rumah sakit tapi sudah dijinakan oleh pemiliknya (dengan cara ditembak),” pungkasnya.

Dari informasi yang diterima setelah dilumpuhkan selama hampir 2 jam, kini sapi tersebut dibawa pemiliknya ke daerah Gobang, Rumpin untuk langsung dipotong.

** Cepi Kurniawan