25.2 C
Bogor
Thursday, April 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1141

Oli Bekas Berceceran, Sejumlah Pengendara Motor Jatuh

0

Leuwisadeng | Jurnal Inspirasi

Sejumlah pengendara roda 2 yang melintasi di Jalan Raya Leuwisadeng  terjatuh akibat licinnya jalan karena banyak cairan oli bekas yang diangkut truk bernomor Polisi F 9498 AA berceceran pada Kamis (22/7/2021), pukul 17.00 Wib. Bahkan pengendara motor yang terjatuh menurut warga  tidak sedikit yang mengalami luka ringan.

Hal itu itu diungkapkan warga sekitar Ade (45)  bahwa sebanyak 4 motor terjatuh karena licin jalan akibat oli bekas yang berceceran di Jalan Raya Leuwisadeng dan pengendarnya terluka.

“Tadi ada sekitar 4 motor yang jatuh akibat oli yang berceceran di jalan raya tepatnya di depan kantor Kecamatan Leuwisadeng,” ungkap Ade kepada wartawan.

Terpisah pengendara lain, Rudi Hermawan mengatakan, tidak hanya di depan kantor kecamatan, di Jalan Raya Sadeng pun ada beberapa motor yang terjatuh akibat licinnya jalan yang disebabkan cairan oli bekas  yang berceceran di jalan raya itu.

“Itu motor pada jatuh di tikungan depan sekolah MIN Sadeng dekat pertigaan yang mau ke kantor Desa Sadeng,” kata Rudi.

Sementara sopir truk Sasmito (27) baru mengetahui oli tersebut berceceran setelan sebelumnya dikejar warga dan  berhenti di SPBU Pondok Bujang Desa Kalong 1, setelah dicek ternyata muatan oli bekas yang dibawanya itu mengalami kebocoran.

“Ini pake 5 Kepu atau semacam torn kotak pak, saya baru tau kalau itu berceceran dan sebabkan kecelakaan motor, pas saya berhenti disini, itu ketauannya di area Pom bensin bercecerannya,” katanya.

Sasmito mengaku, oli bekas yang dibawa menggunakan truknya itu akan dibawa menuju wilayah Cikande, Serang, Banten. “Ia tadi saya gak tau bang kalau itu bocor dan bececeran di jalan raya, ini oli bekas buat cetakan bata hebel dibawa dari daerah Cibungbulang mau bawa ke Cikande,” katanya.

** Cepi Kurniawan

Samisade Desa Ciamanggis Dibangun di Titik yang Sebelumnya Sudah Dibeton

0

Bojonggede | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor merealisasikan bantuan satu miliar satu desa (Samisade) di jalan penghubung kampung yang sebelumnya sudah dilakukan betonisasi. Pembangunan jalan tersebut di Kampung Kemuning 2 RW 01 dan RW 03 dan RW 04 dengan total bantuan di satu titik dengan anggaran  Rp 500 juta yang dibagi  dua termin 40 dan 60 Persen.

Ketua Tim Pelaksana Kerja (TPK) Desa Ciamanggis Hendra mengatakan, Desa Cimanggis pada program Samisade hanya mendapatkan Rp 500 juta yang dibagi tua tahap. “Kita tahap pertama turun 200 juta dibangun pengecoran di Kampung Kemuning 2 jalan yang menghubungkan antara RW,” kata Hendra.

Hendra menjelaskan, untuk jalan yang dibangun di satu titik  dengan betonisasi itu panjangnya sekitar 1026 meter dan lebar 3 meter dengan ketinggian 15 cm. “Awalnya sih panjangnya 800 meter  lebih karena ada kelebihan belanja meterial. Jadi, kami tambah panjangnya jadi 1026 meter,” katanya.

Memilih titik jalan yang sudah sebelum dibeton itu pihak desa beralasan karena banyaknya permintaan warga dan diklaim jalan itu sudah rusak. “Jalanya sudah retak retak jadi dipilihlah pembangunan Samisade di titik ini,” katanya.

** Cepi Kurniawan

Formacip Duga Proyek Sekretariat Gapoktan Bina Sejahtera Jadi Ajang Bancakan

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Keberadaan proyek pembangunan sekretariat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bina Sejahtera, di Kampung Ciherang Gede, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan. Kali ini, Forum Masyarakat Ciawi Peduli (Formacip) menilai, proyek yang didanai dari APBD Kabupaten Bogor tahun anggaran 2021 sebesar Rp.184 juta lebih itu, diduga menjadi ajang bancakan.

Dewan penasehat Formacip, Ujang Ka’mun mengatakan, dari awal pembangunan, informasi adanya proyek belanja hibah barang dan jasa kepada badan dan lembaga nirlaba bersifat sosial kemasyarakatan tersebut, sudah santer terdengar.

Informasi yang berkembang, lanjut Uka panggilan singkat Ujang Ka’mun, pihak penyedia jasa atau yang memenangkan proyek pembangunan sekretariat untuk Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) di Gapoktan Bina Sejahtera, tidak melaporkan terlebih dulu ke pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Cileungsi.

“Ini kan proyek negara, wajar saja sebelum ada pelaksanaan terlebih dulu melaporkan ke desa,” ungkapnya kepada wartawan.

Selain penyedia jasa dalam hal ini CV Augusta, kata Uka, pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Kelas A Wilayah VII pun sebagai kepanjangan dari Dinas Pertanian atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), terlebih dulu memberikan surat pemberitahuan kepada Pemdes Cileungsi selaku pemilik wilayah.

“Kalau seperti itu, terkesan ada persekongkolan jahat antara pihak penyedia jasa dengan UPT. Bisa jadi proyek itu hanya jadi bahan bancakan saja,” paparnya.

Uka minta agar Bupati Bogor menegur Dinas Pertanian untuk menjalankan Undang-undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

“Sudah jelas ini melanggar KIP. Dan semua yang terlibat dalam proyek tersebut harus ditindak tegas. Kuatir kalau dibiarkan, bisa jadi temuan lembaga korps Adhyaksa,” tegasnya.

Sementara, Kepala UPT Pertanian Kelas A Wilayah VII, saat didatangi ke kantornya, sedang tidak masuk. “Ibu UPT lagi WFH,” jelas salah seorang staf UPT Pertanian.

Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Cileungsi, Baban Subandi menyatakan, pihak desa tidak mengetahui adanya kegiatan proyek pembangunan gedung sekretariat Gapoktan Bina Sejahtera yang ada di Kampung Ciherang Gede tersebut.

“Belum ada laporan dari pihak pelaksana proyek maupun Ketua Gapoktan Bina Sejahtera. Makanya saya tidak tahu,” ungkapnya kepada wartawan.

Dikatakan Baban, seharusnya sebelum ada pelaksanaan pembangunan yang dikerjakan pihak ketiga dalam hal ini CV Augusta, terlebih dahulu dari pihak pelaksana atau pemenang proyek memberikan surat pemberitahuan ke desa. “Ini mah tidak ada laporan apapun, baik secara tertulis maupun lisan,” paparnya.

Baban menyayangkan juga sikap tidak kooperatif pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Kelas A Wilayah VII yang berada di komplek pemerintahan Ciawi. Dimana, instansi kepanjangan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bogor itu, tidak berkoordinasi dengan pemdes.

“Pihak UPT juga harusnya ada laporan ke kami, kalau di wilayah kami sedang ada proyek pembangunan bersumber anggaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Kelapa Hijau Banyak Dicari Warga

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Di masa pandemi yang juga belum mereda, saat ini banyak orang mencari kelapa hijau yang dianggap bisa menurunkan panas dan bisa meningkatkan imun. Seperti diungkapkan pedagang kelapa di sepanjang jalan raya Pondok Udik Kemang, Kabupaten Bogor. Saat ini banyak yang mencari kelapa hijau untuk menurunkan panas. Apalagi saat ini banyak yang sakit.

“Satu orang itu ada yang beli 2 sampai 3 buah, katanya sih buat nurunin panas, mereka beli dan meningkatkan imun,” kata pedagang kelapa hijau Maman, Kamis (21/7/2021).

Maman mengatakan, untuk penjualan kelapa hijau terjadi saat awal-awal kasus Covid-19 naik. Dia sampai kewalahan melayani pembeli, baik warga sekitar maupun pengguna jalan yang sengaja berhenti di lapaknya untuk membeli kelapa.

“Sempat kawalahan selain warga yang membeli lebih dari satu. Juga, pengguna jalan yang berhenti untuk membelinya,” kata Maman.

Maman mengatakan,  di lapaknya itu sempat kehabisan buah kelapa hijau. “Sempat terjadi kekosongan di lapak saya. Karena dua hari sempat gak jualan kelapa,” katanya.

Untuk harga saat ini sambung Maman, kelapa biasa itu ada kenaikan biasanya menjual Rp 10 ribu per buah saat ini Rp 12 ribu per buah. Sedangkan untuk kelapa hijau itu kenaikan cukup tinggi. Biasanya hanya menjual Rp 15 ribu per buah, sekarang bisa menjual Rp 35 ribu per buah.

“Untuk kelapa hijau paling murah itu Rp 25 ribu, kenaikan itu emang beli dari petaninya sudah mahal,” katanya.

Hal serupa diungkapkan penjual kelapa lain, Mega (34) dirinya biasa menjual 5 buah per hari sebelum kasus Covid 19 melonjak, namun untuk saat ini lebih dari 5 buah.

“Kalau sekarang kelapa hijau sebelum covid naik  biasanya hanya sebagian orang saja paling sehari 5 buah kelapa hijau. Tapi, sekarang saat banyak warga terpapar banyak yang mencari dan saya bisa menjual 10 buah kelapa hijau per harinya,” katanya.

Mega mengatakan kelapa hijau itu sebenernya hanya air buah kelapanya saja, yang diminum yang dipercaya sebagai obat untuk  menurunkan panas.

“Untuk kelapa hijau buahnya ada. Tapi jarang. kebanyakan orang membeli kelapa hijau itu airnya saja uang dikonsumsi atau diminum yang katanya biasa turunkan panas,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

LBH Bogor Timur Sorot Dugaan Pungli di SMAN 2 Cileungsi

0

Cileungsi | Jurnal Inspirasi

Kasus dugaan pungli yang terjadi di SMAN 2 Cileungsi menjadi catatan merah tersendiri dalam dunia pendidikan. Pasalnya, ditengah pandemi dan kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat, pihak pengelola SMAN 2 Cileungsi justeru menambah beban masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri dengan meminta pungutan yang jumlahnya cukup besar.

Praktik pungutan liar di dunia pendidikan ini pun menjadi sorotan tersendiri bagi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor Timur yang tengah menyiapkan gugatan hukum. “Kami prihatin dengan masih adanya pungutan liar di sekolah saat penerimaan siswa baru ini. Apalagi ditengah pandemi seperti ini dimana semua orang tengah kesulitan ekonomi. Seharusnya lembaga pendidikan turut meringankan beban masyarakat bukan sebaliknya malah menambah beban dengan meminta pungutan yang besar,” kata Ketua LBH Bogor Timur, Jamaluddin.

Menurut dia, praktik pungutan liar di lembaga pendidikan apalagi sekolah negeri tidak dapat ditolerir dengan alasan apapun. Pasalnya, seluruh kebutuhan di lembaga pendidikan sudah dipenuhi oleh negara dalam hal ini pemerintah provinsi atau kabupaten. Oleh karena itu, lembaga pendidikan tidak diperkenankan untuk meminta pungutan atau sumbangan kepada orang tua siswa, apalagi dengan nominal atau besaran yang sudah ditetapkan.

“Jadi untuk dugaan pungli di SMAN 2 Cileungsi ini kami temukan berbagai pungutan, mulai dari pengembangan sekolah yang nilainya jutaan rupiah, kemudian pungutan PPDB yang mencapai puluhan juta rupiah,” ujarnya.

Terkait hal itu, Jamaluddin mengaku tengah menyiapkan gugatan hukum terkait dugaan pungli di SMAN 2 Cileungsi. Ia juga mengaku tengah membangun komunikasi dengan pihak kejaksaan dan pengadilan terkait gugatan tersebut.

“Bagi kami ini ranahnya sudah tidak lagi kelalaian administrasi. Pungutan ini sudah diciptakan secara sistemik dan terstruktur, jadi akan kami bawa ke ranah pidananya,” tukasnya.

Sementara pihak SMAN 2 Cileungsi belum memberikan keterangan perihal dugaan pungli tersebut.

** Nay Nur’ain

Ada Buka Tutup Jalur Galian C Ilegal, Ahmad Kosasih: Saya Tidak Pernah Izinkan

0

Klapanunggal | Jurnal Inspirasi

Galian C atau galian tanah marak beroperasi dan tak jarang umumnya tanpa mengantongi izin operasional di lapangan. Seperti galian C di Kampung Pasir Saga yang biasa disebut jalur Bagogog, Desa Linggar Mukti, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor sering mengalami polemik karena kerap terjadi tutup buka jalan menuju galian C yang dilakukan oleh warga.

Salah satu warga RD memberikan sumber informasi kepada Jurnal Bogor mengatakan, di lokasi tersebut ada beberapa galian yang dikelola beberapa orang, baik galian limstone maupun tanah. “Ini udah sering ditutup jalur Bagogog ini namun hanya itungan jam dibuka kembali, terakhir hari ini jalur kita tutup pakai bambu , tapi dibuka kembali dalam hitungan jam,” katanya, Kamis (22/07).

Dia menambahkan, pemerintah seperti tutup mata karena lokasi yang masuk wilayah Desa Linggar Mukti tersebut seperti didiamkan oleh Pemdesnya dan lintasnya melewati jalan Desa Klapanunggal sehingga dua desa tersebut seperti ada pembiaran.

“Saat aktivitas apalagi di musim kemarau warga hanya merasakan dampak debunya saja, memang tidak melintasi jalur jalan warga, penggali-penggali itu lewat persis di jalan samping Polsek Klapanunggal,” jelas RD.

Terpisah, Achmad Kosasi Camat Klapnunggal saat dikonfirmasi via telepon mengatakan pernah ada yang menghadap berinsial “S” untuk melakukan kegiatan galian tanah di lokasi Desa Linggar Mukti tersebut namun tidak diizinkan karena tidak mengantongi izin apapun.

“Pernah ada yang menghadap, namun saat saya tanya izin tidak mengantongi izin apapun, makanya saya kaget saat dikonfirmasi ada galian tanah di lokasi yang pernah diajukan padahal saya tidak pernah mengizinkan,” jelas Achmad Kosasih.

Ia menjelaskan, untuk wilayah Klapanunggal jangan kan yang tidak berizin, yang berizin pun tidak pernah berkoordinasi dengan pihak kecamatan. “Saya akan turunkan Satpol PP ke lokasi tersebut dan jika masih berjalan maka upaya yang akan kita lakukan ialah untuk menutupnya,” pungkas Camat Klapanunggal.

** Nay Nur’ain

Melalui Samisade, Padat Karya Jadi Solusi Ekonomi Warga Desa

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Program Bupati Bogor Ade Yasin dengan satu miliar satu desa (Samisade) disambut antusias oleh warga Kabupaten Bogor. Samisade menjadi salah satu kegiatan Padat Karya Tunai melalui pengelolaan secara swakelola yang tengah berlangsung seperti di Desa Kalong 2, Kecamatan Leuwisadeng.

Kepala Desa Kalong 2, Ulul Azmi mengatakan, program Samisade melaui APBD Kabupaten Bogor dimanfaatkan untuk pelebaran akses  jalan desa  yang berlokasi di Kampung Kalongtonggoh di lingkungan RW 05 Dusun 03 menuju Kampung Cikamarang, Desa Kalong 1.

“Sebanyak 51 orang tenaga lokal dari warga desa mendapat upah dalam pelaksanaan Padat Karya Tunai tersebut. Program Samisade adalah satu solusi menjaga daya tahan desa terhadap situasi ekonomi saat ini,” ujar Ulul Azmi kepada Jurnal Bogor, Kamis (22/7).

Pembukaan akses jalan menuju desa tetangga sepanjag 1 kilometer dengan lebar 2,5 meter itu dikerjakan berikut pembangunan TPT dan gorong-gorong. ” Dari satu kilo meter yang dilakukan pelebaran sepanjang 333 meter,” jelas Ulul Azmi.

Selebihnya jalan tersebut sudah tembus menuju Kampung Cikamarang, namun baru tahap pengerasan.

Ia menerangkan, Pemdes Kalong 2 mendapatkan bantuan program Samisade guna membangun insfrastruktur dengan sistem anggaran secara berkala dan Desa Kalong 2 baru menerima sebesar 40 persen. “Hingga pencairan berikutnya 60 persen, progresnya secara menyeluruh  pada pengerjaan betonisasi,” terangnya.

Menurut Ulul Azmi, dengan memperkerjakan menyasar  masyarakat yang terdampak Covid-19, mereka bisa memanfaatkan upah tersebut untuk kebutuhan kehidupan dia dan keluarganya. “Masyarakat sangat terbantu ditengah situasi pandemi ini,” tambahnya.

Sementara tokoh agama setempat, Udin Saepudin menyambut baik program Samisade dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Bahwasanya dengan realisasi Padat Karya Tunai itu untuk memberikan penghasilan  bagi pekerja harian yang kehilangan pendapatan akibat  Covid-19.

“Samiade ini sudah lama dinanti warga dan akhirnya terwujud. Kami sangat bersyukur,  karena kehadiran program tersebut memberikan dampak positif ke masyarakat secara menyeluruh,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Sentul Highland Golf Club dan Artis Community Ajak Masyarakat Vaksinasi Covid

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sejalan dengan program vaksinasi massal Covid-19 yang sedang digencarkan Presiden Jokowi yang menargetkan pemberian satu juta vaksin perhari di bulan Juli dan dua juta perhari pada Agustus mendatang.

Sentul Highlands Golf Club (SHGC) sebagai salah satu pelaku bisnis yang berlokasi di Kabupaten Bogor turut berpartisipasi dalam mendukung program tersebut dengan menghadirkan kegiatan Vaksinasi Massal secara gratis.

Kegiatan bertajuk “ SHGC & Golf Community Berbagi 1000 Vaksin” akan digelar selama empat hari pada Rabu-Sabtu, 28-31 Juli 2021 di Sentul Highlands Golf Club. Adapun target peserta penerima vaksin ini adalah golfer beserta keluarganya dan juga masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar SHGC.

Aida Ristany selaku Commercial Director Sentul Highlands Golf Club menjelaskan bahwa kegiatan ini juga didukung oleh Brand Ambassador SHGC ; Samuel Zylgwyn, Aaliyah Massaid, Rory Hie dan Depaf Reguna Tarigan, para artis, influencer dan para ketua golf community untuk turut serta menyukseskan kegiatan vaksinasi ini dalam rangka mendukung program Pemerintah guna mempercepat pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

“Melalui promosi yang dilakukan oleh para artis, influencer serta ketua community club menjadi salah satu strategi kami agar kegiatan berbagi 1000 vaksin dapat mencakup masyarakat luas. Tak hanya itu, kami juga berharap melalui kegiatan ini, semakin banyak masyarakat yang paham akan pentingnya vaksinasi,” jelas Aida.

Masyarakat yang ingin memanfaatkan program vaksin gratis, wajib mengenakan masker dua rangkap (Double), menjaga protokol kesehatan 5M memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas dan mengindari kerumunan.

Disamping itu warga diharapkan datang tepat waktu, membawa fotocopy KTP, fotocopy Kartu keluarga dan pulpen. Adapun bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan program vaksinasi dapat menghubungi team registrasi di nomer telpon 08111157888 atau 021 – 87960266/68.

Aida pun berharap supaya kegiatan ini membantu negara dalam melawan penyebaran Covid- 19 di Indonesia. “Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan bersama menjadi sangat penting dimasa pandemi seperti saat ini. Kami percaya, dengan langkah kecil yang dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam menghentikan penyebaran Virus Covid-19 dapat membantu pemulihan ekonomi negara ini,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Menkominfo Diminta SMSI Sulsel dan Bengkulu Evaluasi Ulang Program Diseminasi KPCPEN

0

Makassar | Jurnal Inspirasi

Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyayangkan program kegiatan Diseminasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang dikelola Kementerian Kominfo (Menkominfo).

Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor media massa yang dilakukan Menkominfo dianggap tak adil. Hal ini nampak dari nilai kontrak kegiatan Diseminasi KPCPEN 2021 kepada media lokal di lapangan.

Ketua SMSI Sulsel, Rasid mengatakan kegiatan Diseminasi KPCPEN merupakan kebijakan yang meminta semua kementerian agar mengalihkan anggaran belanja iklan mereka, terutama iklan layanan masyarakat, kepada media-media lokal.

“Hanya saja, pelaksanaan di lapangan serasa mencederai rasa keadilan dan bahkan terkesan menindas media-media daerah anggota kami. Nilai kontrak yang diberikan mulai 6 juta, 5 juta, 4 juta bahkan ada yang 3 juta rupiah/kontrak,” kata Rasid dalam keterangan, Kamis (22/7).

Rasid menyebutkan dengan frekuensi konten 12-25 kali pemuatan/kontrak, di dapat nilai sebesar lebih kurang Rp100 ribu/konten. Padahal dengan alokasi anggaran yang luar biasa besar, seharusnya media-media daerah bisa memperoleh kompensasi antara Rp. 1 juta hingga Rp. 1,5 juta/artikel konten.

“Ibarat langit dan bumi jika kita bandingkan dengan nilai yang diperoleh media-media lain di Jakarta. Bahkan harga sekantong Bansos (bantuan sosial) untuk fakir miskin pun bernilai lebih besar dari yang diperoleh media-media daerah anggota kami,” sebutnya.

Karena itu pihaknya bersama pengurus SMSI pusat menyatakan protes dan keberatan atas perilaku tidak adil jajaran Kementerian Kominfo dan pihak ketiga selaku pemenang tender program tersebut.

Bentuk protes tersebut melalui surat yang dilayangkan pengurus SMSI pusat kepada Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate.

“Kami berharap Pak Menteri mengevaluasi kembali pelaksanaan daripada penyelenggaraan Diseminasi KPCPEN di Kementerian Kominfo secara seksama,” pungkasnya.

Hal serupa juga disampaikan Anggota komisi etik Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) sekaligus pengamat komunikasi dan pemerintahan, Firdaus Muhammad.

Ia menyebut kebijakan yang ada harus juga mempertimbangkan keberadaan media lokal yang ada. Sehingga kebijakan yang diambil kemudian dapat adil bagi semua elemen.

“Kebijakan itu seharusnya juga pertimbangkan keberadaan media lokal sehingga lebih adil terutama soal layanan iklan masyarakat. Kondisi media lokal butuh perhatian pusat melalui kebijakan,” ujar Dosen UIN Alauddin Makassar itu.

Ditempat terpisah, hal senada disampaikan juga Oleh Wibowo Susilo, ketua SMSI Bengkulu yang juga Direktur Bengkulutoday.com. Ia mengatakan, program ini sesungguhnya sangat mulia, tetapi jika jatuh ketangan penjahat, nilainya jadi buruk.
“Semestinya kebijakan dan program KPCPEN ini sangat mulia, tetapi jika jatuh ketangan yang salah, nilainya jadi buruk. Melihat indikator ini, saya khawatir Bapak Menteri kominfo tidak tahu hal seperti ini. Untuk itu, kami minta bapak menteri kominfo dapat mengevaluasi pelaksanaan program KPCPEN di lingkungannya”. Ujar Bowo.

Bowo juga menyampaikan “kami yakin, bapak menteri mau mendegar keluh kesah kami di daerah. Jika kami dari masyarakat pers saja diperlakukan seperti ini, kami khawatir ada yang lebih buruk diperlakukan dari pada kami” tandas bowo.

**ass/rls

PPMKP Jadikan Idul Adha Sebagai Momen Belajar Keikhlasan

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Hari Raya Idul Adha mengajarkan umat Islam untuk berbagi dengan tulus dan penuh keikhlasan. Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Yusral Tahir mengatakan momen Idul Adha memberikan kita pelajaran tentang keikhlasan.

“Banyak pelajaran yang harus kita ambil dari momen idhul adha ini, salah satunya keikhlasan kita untuk berkurban atau bersedekah atas pada yang paling kita cintai”, ucap Yusral membuka kegiatan penyembelihan hewan kurban yang diselenggarakan oleh PPMKP, Rabu 21 Juli 2021.

“Kita dapat mengambil pelajaran dari kisah Nabi Ibrahim AS, dimana beliau rela menyembelih anak yang paling dicintainya atas perintah Allah, hikmah yang bisa kita ambil yaitu jangan terlalu mencintai sesuatu karena semua yang ada di dunia ini milik sang pencipta dan kita semua akan kembali pada-Nya”. Jelas Yusral.

Lebih lanjut, Yusral menjelaskan bahwa sebaiknya kita harus bersyukur atas apa yang kita miliki, “Jadi bersyukurlah jika kita memiliki sesuatu, ya kita bersyukur saja tetapi tidak usah berlebihan. Dengan bersyukur Allah pasti akan menambah nikmat kita”, ungkapnya.

Dengan mengangat tema “Kurban Berkah, Berbagi di Tengah Pandemi”, Kegiatan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan dengan tetap menerapkan prortokol kesehatan di pelataran masjid Al Huda.
Shohibul Qurban (sebutan untuk orang yang melakukan ibadah kurban) merupakan pegawai PPMKP dan masyarakat sekitar, berpartisipasi dalam menyerahkan tiga ekor sapi dan dua ekor kambing untuk DKM Al Huda.

Sebanyak 582 paket daging kurban diserahkan untuk warga yang membutuhkan di sekitar lingkungan PPMKP, antara lain Kampung Jerorante Nono, Jerorante, Poncol, Pilar, dan Lebak Pilar.

Suganda, warga kampung Poncol mengapresiasi kegiatan ini, “Saya sangat berterimakasih, dan pastinya sangat berkah mendapat daging qurban setiap tahunnya dari masjid Al Huda dan PPMPKP.” Seperti diketahui bahwa PPMKP selalu menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban.

Menurut Henny Kurniasari, salah satu panitia sekaligus pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Al Huda menyampikan bahwa kegiatan dapat diselenggarakan dengan baik, atas kerjasama tim dan dukungan dari semua pihak. Ketua RT juga dilibatkan dalam pembagian daging kurban sehingga kegiatan dapat berjalan degan tertib, tanpa kerumunan jelasnya.

“Harapan ke depan semoga yang berqurban lebih banyak lagi. Sehingga bertambah lagi kampung yang dapat menerima daging kurban.” Ajak Heni di akhir kegiatan.

** Nita/ Osi WR/ PPMKP