30.4 C
Bogor
Thursday, April 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1139

Ganjil Genap Kota Bogor Diperpanjang Sepekan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memutuskan memperpanjang Ganjil Genap (Gage) selama sepekan ke depan, dimulai 26 Juli hingga 1 Agustus mendatang.

Langkah itu diambila lantaran Gage efektif menekan mobilitas masyarakat. “Gage diberlakukan pada hari kerja, tak hanya akhir pekan. Itu berlangsung selama sepekan,” ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, kepada wartawan, Minggu (25/7).

Dengan adanya Gage diharapkan mobilitas warga dapat diatur. “Kami ingin mengubah dari melarang jadi mengatur, agar masyarakat menahan diri satu hari untuk tidak keluar untuk membelanjakan kebutuhan dan sebagainya,” katanya.

Menurut dia, keberhasilan penaganan Covid-19 sangat bergantung kepada masyarakat. “Gage berlaku 24 jam pada 17 titik sekat dengan 4 pola. Yang jadi pertimbangan apakah pada ruas-ruas tertentu, pada pola A, pola B, pola C, pola D,” jelas Kapolresta.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bogor Bima Arya mengklaim, Gage umefektif menekan mobilitas, hal itu terlihat dari adanya penurunan kasus covid, walau belum terlalu signifikan.

“Bisa dilihat angka kesembuhan naik. Kami melihat mobilitas warga perlu terus ditekan, karena trennya sudah baik,” imbuhnya.

** Fredy Kristianto

Jokowi Perpanjang Lagi PPKM

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Presiden Joko Widodo memutuskan untuk melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 2 Agustus mendatang. PPKM sendiri berakhir pada Minggu (25/7) dan keputusan tersebut diumumkan langsung Jokowi di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi dan dinamika sosial, saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021,” kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi mengatakan, pemerintah akan melakukan beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang dilakukan secara bertahap dengan pelaksanaan yang ekstra hati-hati. Salah satunya berkaitan dengan pasar rakyat.

“Pasar rakyat yang menjual sembako sehari-hari diperbolehkan untuk buka seperti biasa, dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Jokowi.

“Dan pasar rakyat yang menjual selain kebutuhan pokok sehari-hari, bisa buka kapasitas maksimum 50% sampai dengan pukul 15.00, di mana pengaturan lebih lanjut dilakukan oleh pemerintah daerah,” lanjutnya.

Selama PPKM Level 4 berlaku, dilakukan pembatasan pada sejumlah sektor, mulai dari perkantoran, pendidikan, pusat perbelanjaan, tempat makan atau restoran, transportasi, wisata, seni budaya, hingga sosial kemasyarakatan. Adapun PPKM Level 4 sudah berlaku selama lima hari, yakni 21-25 Juli 2021.

Kebijakan itu diterapkan di kabupaten/kota di Pulau dan Bali yang mencatatkan nilai asesmen level 4 dan 3. Level 4 artinya, setiap provinsi mencatatkan kasus Covid-19 lebih dari 150/100.000 penduduk per minggu. Kemudian, perawatan pasien di rumah sakit lebih dari 30/100.000 penduduk per minggu, dan kasus kematian lebih dari 5/100.000 penduduk per minggu.

Sementara level 3 berarti daerah yang mencatatkan kasus virus corona 50-150/100.000 penduduk per minggu. Lalu, perawatan pasien di rumah sakit mencapai 10-30/100.000 penduduk per minggu, dan kasus kematian berkisar 2-5/100.000 penduduk per minggu. PPKM Level 4 sendiri merupakan perpanjangan dari PPKM Darurat yang diberlakukan selama 3-20 Juli 2021 lalu.

Hingga Minggu ini kasus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 3.166.505 orang sejak awal pandemi berlangsung. Dalam 24 jam terakhir, ada penambahan 38.679 pasien atau kasus baru Covid-19. Adapun, angka kematian akibat Covid-19 kini berjumlah 83.279 orang setelah terjadi penambahan 1.266 pasien yang meninggal setelah terinfeksi virus corona. Selama PPKM Darurat dan PPKM Level 4 berlangsung, kasus Covid-19 di Indonesia justru memperlihatkan kenaikan tajam. Kasus malah terlihat turun seiring pemerintah mengurangi jumlah testing.

Sejak 3 Juli 2021 hingga saat ini, ada penambahan 909.654 kasus baru Covid-19. Adapun, angka kematian Covid-19 sejak 3 Juli 2021 hingga saat ini bertambah 23.252 pasien Covid-19. Indonesia juga tercatat sebagai salah satu negara dengan angka kematian Covid-19 yang tertinggi di dunia.

** ass

Menhub Sebut Ganjil Genap Kota Bogor Efektif

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menyambangi Balai Kota Bogor untuk membahas terkait kebijakan lalu lintas. Termasuk evaluasi penyekatan – penyekatan dan sistem Ganjil – Genap (Gage) yang diterapkan di Kota Bogor. Menurut Wali Kota Bogor, Bima Arya kedua menteri mengapresiasi kebijakan tersebut karena dinilai efektif dan efisien.

“Karena penyekatan kemarin membutuhkan energi yang besar juga tingkat keterpaparan yang tinggi di antara para petugas. Tapi bukan berarti penyekatan ditinggalkan. Ditambah dengan sistem Ganjil Genap yang diapresiasi Pak Menhub dan Pak Menko, mungkin akan juga dijalankan di kota – kota lain,” urai Bima Arya usai kegiatan penyerahan bantuan sosial kepada pengemudi transportasi di Balai Kota Bogor, Minggu (25/7).

Meski begitu, kebijakan Ganjil Genap ini bukan berarti akan diterapkan di hari – hari biasa setelah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berakhir. Kebijakan ini akan kembali dievaluasi Forkopimda. “Nanti akan kita putuskan apakah hari biasa berlanjut atau tidak. Sepertinya PPKM seperti yang disampaikan bapak Presiden, ke depan akan menyesuaikan dengan levelnya,” sahut Bima Arya.

Dengan maksud, masih kata Bima Arya, bagi yang indikator penularan Covid-19 di daerah membaik, maka bisa turun ke level 3 atau 2. Jika tidak, maka statusnya masih berada di level 4. “Tapi level 4 pun ada relaksasi saya lihat. Relaksasi dalam hal misalnya aktivitas ekonomi di pasar dan rumah makan. Tapi detailnya masih kita tunggu,” jelasnya.

Seperti diketahui pada akhir pekan ini, dari data yang ada, sejak Jumat (23/7) hingga Minggu (25/7) ada ribuan kendaraan yang terpaksa diputar balik. Tercatat, ada total 7.921 kendaraan roda empat dan 13.828 kendaraan roda dua yang diputarbalikkan.

** Fredy Kristianto

Fasilitasi Warga Isoman, IDI Buka Layanan Telekonsultasi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Tingginya angka warga ‘Kota Hujan’ yang menjalani isolasi mandiri (isoman) akibat terpapar Covid-19, membuat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan RSUD Kota Bogor membuka layanan telekonsultasi.

Seperti diketahui, berdasarkan data dari Dinkes, sedikitnya terdapat 7 ribu warga yang menjalani isoman.

Ketua IDI Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir mengatakan bahwa program itu dibuat lantaran tingginya angka isoman, dan terbatasnya tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas untuk melakukan pemantauan kepada warga isoman.

“Saat ini nakes yang ada di puskesmas, bekerja begitu keras. Tapi tidak semua bisa tercover. Sementara banyak warga isoman tak memiliki oximeter (alat pengukur saturasi oksigen), akibatnya banyak mereka yang tak tahu berapa saturasinya,” ujar Ilham kepada wartawan, Minggu (25/7).

Alhasil, banyak pasien isoman yang datang ke rumah sakit dengan saturasi oksigen jelek, yakni dibawah 85.

“Makanya kami membuka layanan telekonsultasi melalui whatsappa call center di nomor 0895346287624,” tegas Ilham.

Ilham yang juga Direktur Utama RSUD Kota Bogor ini juga menyatakan bahwa saat ini di RDUF terdapat 220 pasien dengan gejala sedang dan berat yang tengah ditangani. Sedangkan di RSUD 2 di GOR Pajajaran (eks RS Lapangan) terdapat 40 pasien yang tengah menjalani perawatan.

“Kapasitas RSUD sekarang sudah 70 persen untuk pasien Covid-19. Kami bisa naikan sampai 90 persen, bila angka positif terus bertambah. Tapi secara bertahap, paling kita sisakan nanti 50 bed untuk pasien esensial seperti jantung, hemodialisa, kanker dan lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, sambung dia, semua nakes yang bertugas di IGD juga telah diinstruksikan untuk fokus menangani pasien Covid-19 dengan saturasi oksigen buruk. Sebab, RSUD saat ini sudah menyediakan 373 bed bagi pasien covid.

“Jadi caranya agar tidak membludak. Kami gerak cepat dengan mengeluarkan pasien yang telah sembuh. Begitupun dengan mereka yang meninggal dunia untuk segera dimakamkan. Sehingga tenpat tidurnya dapat digunakan pasien lain. Dengan turn over yang cepat, tenda darurat tak digunakan, dan hanya sebagai tempat transit menunggu ruangan,” kata dia.

Selain itu, pihaknya bersana Dinkes dan IDI juga telah merekrut relawan vaksinator untuk menggeber vaksinasi massal Covid-19, agar herd immunity dapat segera terbentuk,” katanya.

** Fredy Kristianto

Desa Situ Udik Siapkan Lahan untuk Jalan dari Dana Samisade

0

Cibungbulang l Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor menyiapkan lahan sepanjang 650 meter dengan lebar 4 meter untuk membuka akses jalan antardesa. Pembuatan jalan di wilayahnya itu jika Pemdes Situ Udik menerima dana Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Kami harap Program Samisade segera adanya pencairan agar kami  bisa langsung mengalokasikan anggaran itu,” ujar Kepala Desa Situ Udik Mamat Sudin kepada wartawan, kemarin.

Program Samisade diakuinya sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat dengan pembangunan infrastruktur desa  dan meski belum ada kepastian pencairan Samisade, tetapi pihak Desa Situ Udik telah mempersiapkan lahan yang akan dijadikan pembangunan tersebut.

“Ketika jalan itu dibangun yakni bakal tembus antardesa yang berkelanjutan. Disana ada tempat bersejarah sebagai peristirahatan terakhir pahlawan nasional Kapten Dasuki Bakri. Sampai hari ini kami masih meninggu kabar dana Samisade itu keluar. Informasinya baru Desa Cimanggu 2 yang sudah bisa dicairkan, kata pak sekdes saat mengecek ke bank,” jelasnya.

Ia menjelaskan, proyek pengerjaan Samisade sudah direncanakan pada tahun 2020 mulai dari wilayah RT 01  RW 07 jalur  RT 03 RW 07, Kampung Sindang Sari. “Kedepan bisa ditembuskan ke Desa Situilir, namun  ada di ujung jalan yang belum diakomodir oleh tim perencanaan pembangunan desa, lantaran kondisi jalannya belum terbentuk,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Madaniah, yang bergerak di bidang pengkajian, Lulu Ajhari Lucky atau lebih akrab disapa Ki Jalu, menjamin tidak akan ada persoalan lahan akses jalan yang sudah dipersiapkan oleh Pemerintah Desa Situudik, yang bersumber dari Dana Samisade.

“Kebetulan lahan ini milik keluarga besar Mbah H. Arpin, dari mulai sini lahan saya, saya ikhlas karena untuk  kepentingan umum,” ujarnya.

“Begitu pun yang sebelah sana punya uwa, bibi, dan saudara saya, semuanya telah mengikhlaskannya dan tidak ada persoalan. Termasuk swadayanya,  kedepan Pemerintah Daerah harus berani menganggarkan untuk pengerjaan peningkatan,” kata dia.

“Saya harap kepada pemangku kebijakan jangan sampai nunggu masyarakat berbondong – bondong meminta dana Samisade kepada Bupati. Untuk itu anggaran Samisade untuk segera dicairkan, bukan hanya  Desa Situ Udik saja, tapi bagi seluruh desa yang menerima program tersebut,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Satgas Covid-19 Kecamatan Cigombong Miliki Relawan Pemulasaraan Jenazah

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Sekretaris Satgas Covid-19 Kecamatan Cigombong, Asep Achadiyat Sudrajat mengungkapkan jika di wilayah Cigombong jenazah Covid-19 bisa dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) masing-masing wilayah, asalkan warga sekitar.

Penegasan ini menyusul adanya kabar dua korban meninggal karena Covid-19 di Perumahan Lido Permai Desa Ciburuy yang akhirnya dikuburkan di Daerah Depok karena tidak adanya tempat pemakaman khusus jenazah Covid-19.

“Kalau TPU khusus mayat Covid-19 memang tidak ada di Kecamatan Cijeruk ini, tapi sampai hari ini tidak ada masalah mayat Covid-19 dimakamkan di TPU warga sekitar,” ujar Asep Achadiyat kepada wartawan.

Terkait korban meninggal warga Lido Permai yang dikubur di daerah Depok itu dipastikan karena permintaan keluarganya. “Yang meninggal itu suami-istri, keluarganya minta dikubur di Depok,” tegasnya

Satgas Covid-19 Kecamatan Cigombong bahkan telah menyiapkan relawan khusus pemulasaraan mayat Covid-19 di setiap desa yang sudah terlatih. Setiap relawan pemulasaraan di desa terdiri dari 1 Amil, 10 Linmas, 2 Kader wanita dan 1 Sopir Ambulan. “Relawan ini diberikan pelatihan dari KUA MUI dan Puskesmas,” ucapnya

Artinya, lanjut dia, Satgas Covid-19 Kecamatan Cigombong telah siap dengan resiko terjadinya banyak korban meninggal karena Covid-19.

** Dede Suhendar

Optimalkan Pembangunan, Pemdes Leuwisadeng Bangun Insfrastruktur Melalui Samisade

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor melakukan launching  Samisade yakni program satu miliar satu desa dengan membangun jalan antar dusun.

“Program Samisade tahun anggaran 2021 dari Bupati Bogor Ade Yasin memberikan  manfaat bagi warga desa terlebih saat pandemi Covid-19. Pengerjaan jalan sepanjang 2 kilometer dengan lebar 3 meter menerapkan sistem Padat Karya Tunai,” kata Kepala Desa Leuwisadeng Rohim Hidayatullah saat launcing Samisade yang dihadiri Muspika Kecamatan Leuwisadeng, kemarin.

Sebagian pelebaran jalan menggunakan alat berat, namun tidak meninggalkan kearipan lokal di jalan yang dibangun di kampung  Legokmanggu menuju Kampung Sukadamai di wilayah RW 08, RW 02  Dusun 02 dan Dusun 04, dimana kondisi jalan sekarang ini keadaannya masih tanah merah.

Proses pengerjaan jalan tersebut, kata Kades, secara berkala hingga pencairan kedua progresnya pada betonisasi jalan. “Alhamdulillah adanya program Samisade, kami bisa menjawab keingianan masyarakat dengan dibangunnya insfrastruktur, penataan jalan antar dusun dan jalan ini salah satu yang sudah direncakan sejak lama,” jelas Rohim Hidayatullah.

Posisi jalan, diakuinya sangat strategis karena pemanfaatannya selain lintas antar kampung secara otomatis berdampak positif bagi sektor pertanian. “Selain pintu masuk jalur alternatif maka pengalokasiannya harus ditata dengan baik,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Sekretaris Camat Leuwisadeng Hendarsyah menyatakan, bahwa program Samisade di Desa Leuwisadeng dijadikan target pembangunan. Sebelum pelaksaan, dilakukan evaluasi dulu agar pelaksanaan tidak ada masalah, baik segi tanah karena jalur yang akan dibangun sepanjang  2000 meter.

“Akses jalan yang akan dibangun masuk ke desa tetangga otomtis banyak tanah masyarakat yang digunakan. Setelah kita cek dengan Pak Kades dan  TPK  bahwa jalan akan dibangun tidak ada masalah,” kata dia.

“Kami minta bagaimana caranya pembangunan fokus kepada RAB yang dibuat, artinya  jangan keluar dari RAB. Intinya kami berpesan hati-hati dengan penggunaan dana Samisade sebab pemantauannya bukan hanya Bupati termasuk Kejaksaan dan Polres Bogor juga ikut memantau,” jelasnya.

** Arip Ekon

Sumbangan Pendaftaran Offline Capai 10 Juta, Dedy: Kami Kurang Ruang Kelas

0

Cileungsi | Jurnal Inspirasi

Merasa lelah mengajukan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pembangunan ruang kelas baru, Kepala Sekolah SMAN 2 Cileungsi meminta sumbangan kepada orang tua siswa yang melakukan pendaftaran offline sebesar Rp8-10 juta per siswa.

Dedy mengatakan, awalnya sudah menutup pendaftaran, namun karena tingginya animo masyarakat yang menginginkan sekolah disana akhirnya pihak sekolah setelah berkoordinasi dengan KCD Kabupaten Bogor mencatat siswa yang ingin tetap bersekolah disana yang jumlahnya mencapai 100 orang lebih.

“Kita sudah tolak tapi mereka memaksa, dan kami katakan jika kami tidak punya ruang kelas, mereka (wali siswa) menyanggupi angka 10 juta per siswa untuk ikut partisipasi membangun gedung sekolah,” jelas Dedy kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, pihak sekolah sudah melakukan konsultasi dengan KCD dan bahkan sudah berkunjung ke sekolah. KCD sendiri sudah mengetahui jika adanya sumbangan dari orang tua siswa sebesar tersebut dan menyetujui, bahkan saat konsultasi KCD meminta untuk mencatat berapa jumlah siswa yang masih ingin sekolah disana.

“KCD meminta kami mencatat berapa jumlah siswa yang melakukan pendaftaran offline catat aja dulu, dan soal pembangunan ruang kelas baru dari anggaran yang diminta dari orang tua siswa nunggu lampu hijau dari provinsi untuk membangunnya,” kata Dedy lagi.

Masih menurut Dedy, dari angka 10 juta yang sudah disepakati pun tidak semuanya membayar sebesar itu kepada pihak sekolah karena ada yang 8 juta bahkan ada yang 1 juta yang memberikan kepada sekolah.

“Tak hanya itu kita juga kadang dilema makanya dibukalah pendaftaran offline karena ada beberapa dari unsur organisasi masyarakat yang juga ikut menitipkan anak ke sekolah kami,” ungkap Dedy.

Hal yang sama juga dikatakan Wakil Kepala Sekolah Aca Hendra. Sumbangan untuk membangun ruang kelas baru itu sifatnya tidak memaksa orang tua siswa bahkan angka 10 juta sendiri adalah inisiatif orang tua siswa. Sejak awal pihak sekolah sudah menyatakan kekurangan ruang kelas baru bahkan beberapa ruang seperti perpustakaan, ruang guru dan lab disekat menjadi 2 bagian agar menjadi ruang kelas.

“Kami tau ini menabrak aturan tapi disini kami harap pemerintah provinsi juga memikirkan animo masyarakat, karena jika Pemprov tidak setuju dengan niat kami membangun RKB dari dana sumbangan pendaftaran secara offline ini maka kami akan kembalikan kepada mereka justru akan ricuh kondisinya,” ucap Aca.

Terpisah, pemerhati pendidikan Heri GS mengatakan, apapun alas an yang dilontarkan oleh pihak sekolah atau kepala sekola itu tetap menyalahi prosedur yang sudah ditentukan dan tidak ada alasan mereka meminta sumbangan kepada orang tua siswa dengan nominal tertentu apalagi untuk dalih membangun ruang kelas baru.

“Kan ada kapasitas serta ada proses, zona tahap 1 dan tahap 2, jika itu sudah memenuhi syarat ya sudah tutup pendaftaran jangan lagi dibuka melalui offline,” cetus Heri.

Heri menuding hal itu hanya akal-akalan pihak sekolah untuk mengambil keuntungan dari PPDB dan disini orang tua pun seharusnya jangan memaksakan anak untuk tetap masuk ke sekolah tersebut, jika kapasitas sudah tidak mungkin dan jangan teriak ketika diminta sumbangan tapi anak tetap dipaksa masuk ke sekolah tersebut.

“Orang tua jangan takut untuk melaporkan jika memang terjadi penyimpangan, apalagi disaat jaman sulit seperti ini, begitupun KCD jika overload itu kurang dari 30, namun jika sampai 3 kelas itu bukan overload tapi memang sengaja dibuka kesempatan untuk offline” tegasnya.

Dirinya berharap, dalam hal ini baik KCD maupun Pemprov Jabar harus tegas kepada pihak sekolah atau kepala sekolah yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Pembangunan ruang kelas apalagi untuk sekolah negeri itu sudah menjadi tanggung jawab pemerintah jangan dibebankan kepada wali siswa.

“Jika orang tua ingin menyumbang jangan disaat moment PPDB toh kalo memang mereka niat untuk membantu sekolah membangun gedung kenapa tidak dari tahun-tahun kemarin saja, jangan disaat moment PPDB dan jika hanya mencatat kenapa harus ada uang masuk yang diterima pihak sekolah, berarti itu sudah terencana dan dirancang oleh pihak sekolah meminta sumbangan dengan dalih kekurangan ruang saat moment PPDB,” pungkas Heri.

Sekedar diketahui, pada tahun ajaran 2020 lalu, SMAN 2 Cileungsi pun pernah heboh dengan surat edaran yang dibuat oleh kepala sekolah yang meminta sumbangan kepada wali siswa untuk gaji guru honorer. Hingga berita ini turun, belum ada penjelasan resmi dari KCD Kabupaten Bogor perihal menyetujuinya sumbangan yang diambil SMAN 2 Cileungsi.

** Nay Nur’ain

UNIDA Bogor Gelar Sidang Senat Secara Daring, Luluskan 371 Mahasiswa

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor melepas 371 wisudawan dalam prosesi pelantikan wisudawan sarjana dan sekolah pascasarjana ke-43 yang diselenggarakan secara daring, Jumat (24/7/2021). Prosesi wisuda dengan ketentuan senat dan panitia yang hadir secara luring terbatas dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat serta telah melakukkan Swab Antigen dan dinyatakan negatif sebelumnya.

Dari 371 peserta wisuda tersebut, sebanyak 39 orang berasal dari Fakultas Pertanian (FAPERTA), 44 orang dari Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL), 77 orang dari Fakultas Ekonomi (FE), 32 orang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), 44 orang dari Fakultas Hukum (FH), 21 orang dari Fakultas Ekonomi Islam (FEI), 94 orang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta 20 orang dari Sekolah Pascasarjana.

Plt. Rektor UNIDA Bogor, Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I. sambutannya memaparkan bahwa diharapkan wisuda daring ini tidak mengurangi rasa bangga serta rasa syukur khususnya para wisudawan yang diwisuda. Semoga ilmu dan gelar sarjana yang diraih dapat diamalkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, keluarga, agama dan bangsa dikarenakan dengan ilmu yang diraih di UNIDA Bogor dapat disumbangkan di masyarakat dan mendorong wisudawan menjadi pemimpin yang mampu menggenggam dunia, meraih akhirat.

Dengan mahasiswa yang telah menyelesaikan proses belajar,  Universitas Djuanda Bogor berkewajiban memberikan bukti kelulusannya berupa Ijazah, SKPI, Transkrip Nilai yang dapat dipergunakan untuk dasar mencari pekerjaan, mengurus kenaikan pangkat bagi yang telah bekerja dan lain sebagainya. Oleh sebab itu diperlukan adanya wisuda agar proses tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya, maka dengan sangat terpaksa dilakukan secara daring.

“Selamat kami ucapkan bagi para wisudawan UNIDA Bogor yang hari ini tentu sangat berbahagia karena diwisuda dalam Wisuda ke-43 UNIDA Bogor yang digelar secara daring. Universitas Djuanda Bogor menyadari dengan sepenuhnya bahwa para wisudawan menginginkan dilakukan secara Luring atau tatap muka yang dihadiri oleh orang tua atau suami atau Istri, tetapi kondisi akibat covid-19 ini tidak memungkinkan untuk dilaksanakan secara luring ditambah sekarang berlaku Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dikarenakan terus meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia.”

“Perlu kita ketahui Lulusan tahun 2020 pada wisuda ke-43 ini memiliki rata-rata IPK sebesar 3,44 dengan IPK tertinggi 3,99. Rata-rata lama studi 4.53 tahun dengan lama studi tercepat 3 tahun 5 bulan 15 hari untuk Program Sarjana, sedangkan untuk Program Pascasarjana memiliki rata-rata IPK sebesar 3,53 dengan IPK tertinggi 3,86 dengan lama studi rata-rata 3,17 tahun,” ungkap Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I. dalam siaran persnya.

Pencapaian UNIDA Bogor sesuai perubahan visi Universitas Djuanda tahun 2016 dari “Menjadi universitas berkualitas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang menyatu dalam tauhid” menjadi “Menjadi universitas riset yang menyatu dalam tauhid dan diakui dunia” telah mengantarkan Universitas Djuanda pada peringkat ke-49 dalam hal riset pada tahun 2019 dan menempatkan Universitas Djuanda pada Kluster Utama.

Berdasarkan hasil pemeringkatan perguruan tinggi terbaik oleh Ristekdikti, UNIDA Bogor sudah 5 tahun berturut-turut masuk dalam 100 perguruan tinggi terbaik di seluruh Indonesi dan pada tahun 2020, UNIDA Bogor berada pada peringkat ke-71 dari 2.141 perguruan tinggi negeri dan swasta nonpoliteknik (non vokasi) seluruh Indonesia.,” pungkas Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I.

Ketua Umum Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI), Dr. Bambang Widjojanto, M.Sc. dalam sambutannya menyatakan bahwa wisuda merupakan kegiatan rutin UNIDA Bogor yang pada saat ini dilaksanakan daring tetapi diharapkan berjalan khidmat dan tetap memberikan kesan mendalam bagi para wisudawan dan Para Wisudawan merupakan lulusan luar biasa karena telah berhasil menyelesaikan pendidikan walaupun berada disituasi darurat sekalipun, ketika Pandemi COVID-19 varian Delta dengan sangat ganas tengah menyerbu labirin peri kehidupan kita.

Pada titik ini, wisudawan telah membuktikan, Pandemi Covid 19 tidak berhasil menghentikan proses penyelesaian & pencapaian pendidikan serta banyak pelajaran penting yang dapat dipetik sebagai hikmah atas situasi pandemi ini karena perjalanan suatu kehidupan senantiasa berhadapan dan dihadapkan pada tantangan dan peluang.

“Para mahasiswa & mahasiswi Universitas Djuanda Bogor yang hari ini akan menjadi wisudawan dan wisudawati, izinkan saya sebagai Ketua Umum Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia, menghaturkan ucapan selamat karena telah berhasil menyelesaikan kuliahnya. Kami menduga, disebagian saudara yang kini memakai toga, ada yang sedang tafakur, mengingat kembali semua perjalanan kuliahmu, waktu belajar hingga larut malam dan kurang tidur,serta pengorbanan atas segala kesenangan, dan kesabaran untuk mengikuti proses pembelajaran. Disini, di saat ini, anda akan menerima imbalannya, di hari wisuda ini.”

Sekali lagi, selamat untuk kalian semua. Dan diharapkan wisudawan tidak akan pernah berhenti belajar karena dalam islam hendaknya sepanjang hidupnya belajar di kandung badang hingga di ujung hayat. Dan saya mohon izin untuk menitipkan pesan pada para wisudawan & wisudawati. Jangan lupakan almamatermu, jaga nama baik UNIDA Bogor karena kalian terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas dan senantiasa memberi kontribusi terbaik bagi kemasalahatan publik. Yang juga sangat penting, kendati sudah di wisuda, kita harus tetap berkomunikasi dan membangun kolaborasi. Universitas Djuanda dengan senang hati membuka kedua belah tangannya dan akan siap bersama saudara-saudara di setiap perjalanan karirnya di masa yang akan datang,” ungkap Dr. Bambang Widjojanto, M.Sc.

Chancellor UNIDA Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH. dalam pengarahannya menyatakan bahwa Walaupun dalam suasana pandemi, Seluruh insan UNIDA Bogor dapat melangkah dalam derap langkah yang sama dengan misi dan visi UNIDA. UNIDA Bogor masih konsisten dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai lembaga pendidikan tinggi, dalam melakukan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, peningkatan profesionalitas, serta pendalaman dan penajaman ketauhidan, untuk penajaman ketauhidan UNIDA telah berhasil membuat Buku Pedoman dan Pengajaran 21 Karakter Kampus Bertauhid Universitas Djuanda yang dapat digunakan sebagai pegangan bagi dosen pengampu dan pengajar MK PKB (Pendidikan Kampus Bertauhid ) untuk mahasiswa serta insan UNIDA seluruhnya.

Dengan demikian, Universitas Djuanda di tahun 2021 ini mengusung semangat baru yaitu menggenggam dunia untuk meraih akhirat dan UNIDA Bogor akan selalu meningkatkan kualitas proses pembelajaran, sumber belajar serta selalu upayakan pengembangan sarana dan prasana UNIDA Bogor untuk menciptkan lulusan pencipta kerja bukan hanya pencari kerja.

“Kepada panitia wisuda 43 izinkan saya mengucapkan terima kasih kepada rektor dan jajaran panitia atas jerih payahnya mempersiapkan rangkaian acara wisuda ini dalam suasana COVID sehingga memerlukan persiapan yang luar biasa dan wisuda daring yang kita jalankan kali ini insya Allah dapat berjalan dengan baik, amin. Terima kasih juga saya ucapkan kepada Senat Universitas Djuanda yang saat ini telah berkenan melaksanakan wisuda ke 43 secara daring dan saya haturkan selamat kepada para wisudawan yang diwisuda.”

Diharapkan dengan wisuda daring ini tidak mengurangi persahabatan kita, para wisudawan, pembimbing dan para dosen, seraya berdoa semoga hubungan kita masih tetap terjalin, walaupun Anda berada di seberang sana, mungkin Anda di seberang pulau, bahkan di luar negeri, tapi hati kita tetap ada di sini, di Kampus Kita Tercinta, Universitas Djuanda Bogor.

“Izinkan kami menyampaikan 3 pesan untuk para wisudawan yang pertama yaitu jadilah yang terbaik, karena ke depan, persaingan di luar sana sangat berat, insya Allah bekal dari Universitas Djuanda dapat anda pergunakan untuk menghadapi persaingan di dunia yang penuh dengan rintangan.”

“Kedua yaitu meningkatkan pendidikan lagi ke jenjang yang lebih tinggi, ke jenjang S2 dan S3 serta pesan yang ketiga yaitu jaga nama baik almamater kita Kampus Bertauhid Universitas Djuanda, dengan menunjukkan kepribadian Anda yang terpuji, karena sikap prilaku, prestasi dan dedikasi Anda untuk kebaikan dapat menjadi bukti kepribadian 21 karakter bertauhid tentang semangat menggenggam dunia untuk meraih akhirat,” tutur Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH.

Prast/rls

Demokrat: Wamendes Budi Arie Fokus Saja Ke Pandemi, Jangan Sibuk Fitnah Kami

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Demokrat mengecam keras sikap Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi, yang mengunggah poster hoax yang memfitnah Partai Demokrat dan adik-adik mahasiswa di laman facebook pribadinya.

Tuduhan keji dan tidak berdasar dari seorang Wakil Menteri pemerintahan Joko Widodo kepada Partai Demokrat, kembali membuat Partai Demokrat mempertanyakan kesungguhan Wamendes ini membantu Presiden menangani pandemi covid-19.

Di saat situasi negara sedang genting dan darurat covid-19 dengan semakin banyaknya nyawa anak bangsa bergelimpangan karena kehabisan oksigen, kehabisan obat, kehabisan kamar perawatan di rumah sakit, maupun tidak mendapatkan penanganan layak selama isolasi mandiri, seorang Wakil Menteri di Kabinet Presiden Joko Widodo malah sibuk menebar fitnah kepada kami.

Seharusnya sebagai salah satu pejabat penting di kabinet, Budi Arie Setiadi bisa memfokuskan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk membantu memastikan penanganan covid-19 di Desa, Daerah Tertinggal, dan daerah Transmigraso, bisa berjalan dengan lebih baik.

Lebih baik tenaga, pikiran, dan waktu Wamendes Budi Arie Setiadi, misalnya, bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah pencairan dana desa yang masih sangat rendah. Padahal, setiap daerah di pelosok Indonesia, termasuk Desa, sangat membutuhkan dukungan dana dalam menangani pandemi covid-19 ini.

Janganlah kemudian, banyak rakyat kita di desa, yang meninggal karena tidak diketahui menderita covid-19 maupun tidak mendapatkan perawatan dan bantuan layak dari pemerintah ketika positif covid-19, karena salah satu Wakil Menteri-nya sibuk menyebar fitnah kepada kami.

Dalam siaran pers yang disampaikan Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, Demokrat menyatakan, dalam poster yang diunggahnya, Wamendes Budi Arie Setiadi berusaha memfitnah Partai Demokrat dengan tulisan DE-MO-K-RA-T. Dengan menyebutkan “Pakai Tangan Adik-adik Mahasiswa Lagi Untuk Kepentingan Syahwat Berkuasanya”.

Ditambah tagar BongkarBiangRusuh, dan meletakkan kata Demokrat di bawahnya dalam poster/meme tersebut, sangat tegas dan jelas, Budi Arie Setiadi telah berusaha memfitnah Partai Demokrat sebagai biang rusuh dan menggunakan tangan adik-adik mahasiswa untuk kepentingan syahwat berkuasa.

Demokrat pun mempertanyakan, mengapa kemudian di tengah semakin memburuknya situasi Indonesia karena pandemi covid-19, fitnah dan hoax berupa tuduhan tak berdasar kepada Partai Demokrat semakin banyak dilancarkan oleh pendukung pemerintah, termasuk para pendengung, dan kali ini oleh seorang Wamendes.

Mengapa kegagapan pemerintah menangani pandemi, kemudian mau dialihkan dengan terus-terusan memfitnah Partai Demokrat?

Kalau pola pikir seperti ini yang mendarah daging di para pendukung pemerintah, pantas saja jika nyawa rakyat tidak menjadi prioritas, karena pemerintah bisa hilang fokus, dan terkesan sibuk mengalihkan persoalan dan mencari kambing hitam.

Partai Demokrat sendiri saat ini sedang fokus membantu rakyat yang sedang kesulitan karena pandemi covid-19 dan belum terjangkau bantuan pemerintah. Bagaimana agar yang positif covid-19, bisa dibantu penyediaan oksigen, obat-obatan, maupun pengantaran ke rumah sakit menggunakan ambulan yang dimiliki oleh kader Partai Demokrat.

Bagaimana agar yang isolasi mandiri, bisa mendapatkan bantuan obat dan kebutuhan harian secukupnya. Sangat disayangkan di tengah keseriusan kader-kader kami di seluruh Indonesia membantu rakyat, malah hoax dan fitnah yang kemudian ditebar oleh pemerintah dan pendukungnya.

Tidak ada yang lebih berharga dari nyawa manusia, seperti yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. Inilah semangat yang dipegang teguh oleh kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia.

Seharusnya, seluruh elemen Pemerintah bisa memiliki semangat yang sama, dan berfokus mencegah melonjaknya korban meninggal karena covid-19, daripada sibuk menebar hoax dan fitnah. Rakyat butuh aksi nyata, bukan pencitraan tak berguna apalagi janji-janji belaka.

**gp/rls