26.3 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1131

PPKM Diprotes Aksi Nekat

0

Ketua AKAR Coba Bunuh Diri dan Dinar Candy Berbikini di Tepi Jalan

Bandung | Jurnal Inspirasi

Aksi nekat percobaan bunuh diri dilakukan Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Jabar berinisial GB, Rabu (4/8). Aksi GB diduga sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Presiden Joko Widodo atas perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 9 Agustus. Aksi nekat protes lainnya disebut-sebut dilakukan artis Dinar Candy yang berbikini di pinggir jalan.

Dalam aksi GB, dia melukai diri sendiri di depan gerbang kantor Wali Kota Bandung. “Untuk luka, di leher dan perut,” kata petugas PMI Kota Bandung Ranting Astanaanyar Andi Yogapratama di lokasi kejadian, Rabu (4/8).

Andi menyebut luka yang ada di leher dan perut korban itu diduga sabetan senjata tajam. “Dugaan pisau,” ujarnya

Lelaki yang akrab disapa Bon-bon itu pun langsung dilarikan ke rumah sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS). Kabar itu pun dibenarkan oleh Humas RSHS, Ekky. “Ya, pasien (Bon-bon) ada di IGD, tapi kita belum bisa kasih statement,” kata Ekky.

Sebelum mencoba bunuh diri, Bon-bon, memberikan rekaman suara yang ditujukan kepada sejumlah wartawan. Rekaman yang berdurasi 3 menit 34 detik berisi kekecewaannya karena PPKM diperpanjang. Atas aksi tersebut, Wali Kota Bandung Oded M Danial menyampaikan keprihatinannya. Pihaknya sempat memfasilitasi AKAR dengan Pemkot Bandung membahas PPKM. “Mang Oded menyesalkan dan prihatin dengan kejadian ini,” kata Oded dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/8).

Oded menambahkan, sekarang Wakil Wali Kota Yana Mulyana sudah ke RSHS untuk menjenguk GB. “Wakil Wali Kota Bandung, Kang Yana (Yana Mulyana) saat ini sedang menuju RSHS untuk melihat kondisi dan perkembangan yang bersangkutan,” ucap Oded.

Oded mengatakan Pemkot Bandung memperpanjang PPKM hingga 9 Agustus mendatang, karena mengikuti keputusan dan arahan dari Pemerintah Pusat. “Pemerintah pusat juga melakukan hal ini semata-mata untuk menekan laju penularan Covid-19, agar korban tidak lebih banyak berjatuhan,” ujarnya.

Di samping itu, Pemkot Bandung sudah berupaya keras dalam mencegah dan menangani pandemi COVID-19. “Kami sudah berupaya menekan angka penularan Covid-19 dan BOR, juga membuka tutup jalan, sebagai upaya agar ekonomi bergerak. Sehingga PPKM level 4 bisa turun ke level 3,” ujarnya.

“Pemkot Bandung juga sudah mengirimkan surat permohonan relaksasi agar restoran bisa buka,” tambahnya.

Ulung mengatakan, GB sekitar pukul 13.10 Wib, Rabu (4/8) sedang berada di area Wali Kota Bandung tepatnya di depan pintu gerbang sedang melakukan percobaan bunuh diri. Saat itu, ia menelepon salah seorang teman yang merupakan PNS di bagian Humas Kota Bandung memberitahukan bahwa berada di area kantor Wali Kota Bandung.

Sementara aksi protes PPKM dilakukan wanita berbikini merah sambil membawa papan bikin heboh pengguna jalan di Jakarta Selatan. Wanita berperawakan mirip publik figure Dinar Cany itu mondar-mandir di trotoar Jalan Lebak Bulus Raya, Cilandak, Jakarta Selatan. Aksi wanita berbikini itu diunggah akun Instagram @jakartaselatan24jam, Rabu (4/8).

“Dinar Candy akan menggunakan bikini di jalan raya jika kelak PPKM level 4 kembali diperpanjang,” tulis akun @jakartaselatan24jam.

Warganet pun beraksi. “Ni di simpangan Adiaksa ya min arah jalan Lebak Bulus dekat Hotel Keraton kalau benar ane tiap hari lewat situ,” celetuk @rahmanpebriansyah.

Dion (25) saksi sekaligus juru parkir sebuah restoran mengaku sempat melihat aksi wanita berbikini tersebut. “Kemarin sih saya dari rumah ngeliat tau-tau di situ (trotoar) ada cewek pakai bikini. Itu sekitar jam 2 siang,” ujarnya.

Dia mengaku mendengar sosok wanita berpakaian bikini itu publik figur ternama. Namun, dia belum memastikan benar atau tidaknya.

** ass

Anton: Kebersamaan dan Gotong Royong Mesti Terus Dibina

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Wakil Ketua Komisi I DPR RI yang juga menjabat Sekretaris Fraksi Demokrat MPR RI, H Anton Sukartono Suratto menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR di aula terbuka DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Minggu (1/5/2021).

Dalam acara yang dihadiri tokoh masyarakat Kecamatan Gunung Putri tersebut, Kang H. Anton menyampaikan, kebersamaan dan rasa gotong royong harus terus dibina agar tidak terprovokasi oleh isu apapun yang membawa perpecahan di Negara Kesatan Republik Indonesia (NKRI).

Kang H. Anton, meminta kepada masyarakat supaya terus menanamkan 4 Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar Negara kita, kemudian hukum tertulis Negara kita yaitu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika.

“Hendaknya kita terus amalkan dalam menata setiap aspek kehidupan. Dimulai dari lingkup yang paling dekat misal keluarga, tetangga atau komunitas lain yang terdekat dari kehidupan kita, untuk mengingatkan bergotong royong, saling toleransi,” pintanya.

Dalam era sekarang ini, semuanya masih berjuang melawan pandemi Covid 19. Oleh sebab itu, menurut pria yang juga menjabat Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dan menjaga pola hidup sehat dan bersih harus dilaksanakan.

Acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan, ditutup dengan kuis dimana pertanyaanya ialah merupakan materi yang sudah disampaikan Kang H. Anton dalam acara ini. Pada kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan buku 4 pilar kebangsaan secara simbolis.

**GP

Puluhan Karyawan PT TMM Geruduk Perusahaan Tuntut Pembayaran Gaji

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Puluhan karyawan PT Trinitans Medals and Mineral berdemo di depan gerbang pabrik yang berada di Kampung Parung Tanjung Nomor 89, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (4/8).

Salah seorang karyawan PT TMM, Dodi Erwandi mengatakan, aksi yang dilakukan bersama teman – temannya adalah untuk menuntut haknya yang belum dikeluarkan oleh pihak perusahaan, mulai dari pembayaran gaji bulan Juni 2021 yang belum dibayarkan 30% lagi, ditambah sisa uang Tunjangan Hari Raya (THR) sebanyak 40% dan gaji pada bulan Juli 2021 ini sebanyak 100% yang belum dibayarkan oleh pihak perusahaan.

“Kami menuntut hak kami karena selama bulan Juni 2020 sampai dengan bulan Juli kami masuk kerja seperti biasa normal walaupun di dalam tidak ada pekerjaan,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (4/8).

Masih kata dia, dari 30 orang karyawan, ada 21 orang yang di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan yang 9 orang dirumahkan sejak tanggal 2 Agustus 2021, dengan uang PHK penawaran dari pihak manajemen 0.5 PMTK dengan mengacu kepada UUD Cipta Kerja dengan alas an pabrik merugi selama 2 tahun.

“Kami tidak menerima apa yang diajukan oleh pihak perusahaan karena ini adalah keputusan sepihak yang diambil oleh pihak perusahaan,” jelasnya.

Dia mengatakan, walaupun sudah dilakukan surat pemutusan hubungan kerja, sama sekali belum menerima uang sepeser pun sehingga jangankan uang pesangon, hak yang normatif saja masih banyak yang menggantung.

Selain itu BPJS Ketenagakerjaan yang seharusnya dibayarkan justru tidak disetorkan oleh pihak perusahaan yang diketahuinya setelah dicek di BPJSKU tidak ada tambahan saldo. “BPJS bulan September 2020 itu pun baru dibayarkan bulan Februari 2021, sedangkan periodik bulan Oktober 2020 sampai bulan Juli 2021 sudah dipotong di slip gaji, namun tidak disetorkan ke BPJS Ketenagakerjaan, hanya BPJS Kesehatan saja yang disetorkan oleh perusahaan,” pungkasnya.

Terpisah , Hendrawan Direksi PT Trinitan Medals and Mineral saat dimintai keterangan tidak memberikan jawaban perihal demo karyawannya. “Sebentar ya saya tidak bisa menjelaskan sedang dirapatkan,” katanya singkat.

Nay Nur’ain

Pensiunan Polisi Kecewa tak Bisa Vaksin

0

Cimapea | Jurnal Inspirasi

Kekecewaan dirasakan oleh seorang pria pensiunan anggota Polri lantaran niat untuk melakukan vaksinasi Covid-19 malah tidak bisa. Yaitu Siswadi, warga Komplek Griya Salak Asri RT 02 RW 09, Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Dia merasa aneh dan sempat menanyakan hal itu ke pihak RT dan desa mengenai data kependudukanya saat mendaftar vaksin malah muncul NIK nama orang lain.

Siswadi mengaku sudah 2 kali datang ke lokasi penyelanggaraan vaksinasi di kantor desa, namun  pihak panitia penyelenggara tidak dapat melakukan vaksinasi terhadap dirinya. “Saya daftar melalui RT dan saat datang ke kantor Desa Cinangka justru data saya tidak tercatat, malah nama orang,” ujar Siswandi .

Siswadi mengaku kecewa ditengah gencarnya imbauan pemerintah untuk melakukan vaksinasi, namun di lapangan masih banyak kesalahan teknis yang akhirnya masyarakat yang sudah antusias untuk divaksinasi malah tidak bisa.

“Tentu kecewa saya sudah berkali-kali mendaftar untuk vaksin malah tidak bisa karena alasan NIK ganda,” katanya.

Menanggapi hal itu Ketua RT setempat Wildan Hidayat ( 43) mengatakan, setelah  melakukan pengecekan ke dinas terkait, yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, ternyata data warga tersebut sudah benar.

“Saya sudah berkoordinasi langsung dengan kepala dinas dan jajaran Kabid dan Kasi di Disdukcapil di Cibinong dan jawaban dari Disdukcapil adalah data sudah benar dan NIK itu dari pertama dibuat tidak berubah,” kata Wildan.

** Cepi Kurniawan

Rumah Terbakar, Dua Lansia Ditemukan Tewas

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Dua orang lanjut usia (lansia) meninggal dunia saat kebakaran pada Rabu dini hari (4/8/2021) sekitar pukul 01.00 WIB di Kampung Hambulu, Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Penyebab kebakaran diduga dari obat nyamuk yang dinyalakan pemilik rumah.

Akibat kebakaran tersebut, dua lansia yang berada di dalam rumah, menjadi korban dan meninggal dunia. Saat kejadian, kedua korban diduga sedang tidur lelap. Kedua korban merupakan orang tua dari pemilik rumah.

“Saat kejadian kondisi di dalam rumah hanya diisi dua orang lansia tersebut. Karena pemilik rumah sedang lembur kerja sebagai buruh harian lepas. Sementara istri dan tiga anaknya sedang takjiah dan menginap di rumah keluarganya yang meninggal dunia,” kata Kepala Desa Tegal, Kasim Sunardi (4/8/2021).

Kasim mengatakan, akibat  peristiwa kebakaran  tersebut selain menelan dua korban jiwa meninggal dunia yaitu atas nama Acah berusia 85 tahun dan Sanin 89 tahun, juga menghanguskan harta benda pemilik rumah. Sementara kedua orang korban langsung di bawa ke RS Dompet Dhuafa oleh pihak desa dan keluarga.

Kasim sapaan akrabnya menjelaskan, menerima informasi ada kebakaran sekitar pukul 01.30 WIB. Dirinya saat itu langsung ke lokasi bersama sejumlah warga. Setiba di lokasi, kobaran api sudah sangat besar dan ia pun langsung menghubungi pihak Pemadam Kebakaran dan diduga penyebab kebakaran karena dari obat nyamuk yang dinyalakan pemilik rumah.

“Kobaran api membesar dan menjalar di ruang tamu, kamar hingga ke atap rumah. Ternyata di dalam ada juga satu unit sepeda motor matic milik anak korban ikut hangus terbakar,” ucapnya.

Sementara itu menurut anak korban Nuraida, saat kejadian ia hanya bisa pasrah melihat kobaran api yang langsung membesar. Bahkan dirinya langsung berteriak karena  di dalam ada  kedua orangtuanya.

“Saya teriak minta tolong, api langsung membesar warga menjebol tembok namun nenek saya tidak terselamatkan dan kakek berada di ruang tengah dia kondisi bandannya sudah hangus,” katanya.

Dari informasi didapat, kedua korban kebakaran itu kini telah dimakamkan ditempat berbeda. Karena dua lansia tersebut bukan suami istri merupakan besanaan yang saat kejadian tinggal di rumah anaknya yang kebakaran.

** Cepi Kurniawan

FWBS Gandeng Chevilly Bantu Pembangunan Rutilahu Saepudin

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS) mengandeng pengusaha Chevilly, melakukan pengukuran rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik Saepudin, warga Kampung Ciaul RT 04 RW 06 Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Dede Boris, Ketua FWBS membenarkan adanya pengukuran terhadap rumah Saepudin yang kondisinya memprihatinkan. Menurutnya, pengukuran itu dilakukan setelah rekan-rekan FWBS mengandeng pengusaha yang ada di wilayah Ciawi untuk ikut membantu membangun rumah milik Saefudin.

 “Alhamdulillah akhirnya perjuangan rekan FWBS untuk membantu membangun rumah milik Saepudin terealisasi, setelah pengusaha Chevilly sepakat melakukan pembangunan,” ungkapnya kepada wartawan.

Dijelaskan Boris, panggilan akrab Ketua FWBS, nasib Saepudin dan keluarganya yang berjumlah delapan orang itu, tidak sebaik orang lain. Dimana, setiap hari harus tidur dan istirahat di rumah yang benar-benar tidak layak ditempati.

 “Saya sangat prihatin melihat kondisi keluarga Saepudin. Makanya saya dan rekan-rekan FWBS bergerak mencari donatur,” ujar wartawan Jurnal Bogor ini.

Boris berharap, agar banyak lagi para pengusaha yang ada di Kecamatan Ciawi khususnya peduli terhadap warga, terutama warga yang taraf hidupnya dibawah garis kemiskinan.  “Mudah-mudahan akan ada lagi pengusaha yang terketuk hatinya untuk mau membantu kesusahan warga,” sambung A. Kurniawan, rekan FWBS yang bekerja di Harian Pakar.

Sementara, Saepudin, pemilik Rutilahu menyatakan rasa terimakasih kepada FWBS dan Chevilly yang sudah bersedia membantu melakukan pembangunan rumahnya.  “Saya ucapkan rasa terimakasih. Dan saya merasa mimpi rumah yang sudah puluhan tahun ditempatinya dapat bantuan,” kata bapak beranak enam yang sehari-hari hanya sebagai pengrajin tali bambu tersebut.

Terkait status tanah yang ditempatinya, Saefudin mengaku jika lahan yang sampai saat ini ditempati, warisan dari uyut atau orangtuanya kakek nenek. “Jadi ini lahan pribadi, bukan milik pemerintah,” jelasnya.

Berdasarkan surat pernyataan yang dikeluarkan Pemerintah Desa (Pemdes) Cibedug tanggal 3 Maret 2020, Saepudin adalah pemilik atau waris sebidang tanah yang terletak di Kampung Ciaul RT 04 RW 06, Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor, tercatat dalam buku C Desa Nomor : 81 Persil : 81a Kelas : D.III Blok : 007 Luas 172 M2 Atasnama : Kaiman bin Sandelu.

** Dede Suhendar

Achmad Fathoni Ajukan Tiga Poin ke Disdik

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Komisi III DPRD Kabupaten Bogor rapat kerja dengan Dinas Pendidikan (Disdik) membahas perkembangan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, Selasa (3/8). Anggota Komisi III Achmad Fathoni pun mengajukan beberapa pertanyaan sekaligus ucapan selamat bekerja kepada kepala Dinas Pendidikan Djuanda Dirmansyah.

“Saya mengajukan tiga poin pertanyaan kepada kepala Dinas Pendidikan terkait pembangunan SMPN 4 Gunung Putri dan SMPN 3 Jonggol,” ujar Fathoni dalam keterangannya kepada Jurnal Bogor, Rabu (4/8).

Politisi PKS ini  mengatakan,  tiga poin pertanyaan yang saya ajukan kepada Kadisdik diantaranya, pertama  adalah tentang nilai nominal program pembangunan sarana dan prasarana pendidikan sekitar 280 miliar, berapa yang ditender dan kapan jadwal mulai pengerjaan?. Yang kedua adalah terkait pekerjaan 2020, kenapa banyak pekerjaan ruang kelas yang tidak tuntas seperti keramik yang belum ada, atau plafon belum terpasang, dan lain sebagainya yang katanya sebagian besar beralasan anggaran yang mengakibatkan ruangan tersebut tidak bisa dipakai, dan poin yang ke tiga perihal proses pembangunan sekolah baru dan Ruang Kelas Baru (RKB)  seperti SMPN 4 Gunungputri dan SMPN 3 Jonggol,” jelasnya.

“Kadisdik Djuanda Dirmansyah saat itu  menyampaikan untuk poin pertama akan dijelaskan dengan data lengkap dan saat ini sedang proses tender , dan untuk poin dua Kadisdik  minta maaf atas kesalahan pada 2020 dan berjanji dipastikan tidak akan terjadi lagi di 2021 dan berikutnya, sedangkan untuk poin yang ketiga menurutnya SMPN 4 Gunungputri dan SMPN 3 Jonggol dibangun 2021 ini,” jelas Fathoni.

Dia berharap, dengan angka untuk pembangunan sekolah dan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang jumlahnya cukup besar ini jangan sampai disalahgunakan, sehingga proses lelang harus baik sehingga mendapatkan penyedia jasa yang memang betul – betul berkompeten.

“Saya minta pelaksanaan tender dan pengerjaannya bisa segera dimulai. Sehingga cukup waktu dan tidak terburu-buru,” katanya.

Dia mengajak untuk sama – sama mengawal pembangunan sekolah dalam upaya mewujudkan pendidikan yang baik kedepannya. “Karena siswa yang berkualitas bisa dihasilkan dari fasilitas pendidikan yang baik dan guru yang profesional pula,” tandasnya.

Nay Nur’ain

Bupati dan Wakasal Tinjau Vaksinasi Warga Cariu di Stasiun Radio TNI AL

0

Cariu | Jurnal Inspirasi

Dalam rangka pelaksanaan percepatan vaksinasi Covid-19 serta guna mendukung program pemerintah satu juta vaksin per hari, Markas Besar Angkatan Laut melalui Diskomlekal bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor melaksanakan Vaksinasi Tahan ke-2 kepada warga Kecamatan Cariu. Kegiatan vaksin dilaksanakan di Stasiun Radio TNI Angkatan Laut, Kecamatan Cariu, Rabu (4/8).

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI, Ahmad Heri Purwono didampingi oleh Bupati Bogor, Ade Yasin memantau langsung jalannya kegiatan vaksin yang mendapatkan animo besar dari warga Kecamatan Cariu. Selepas memantau jalanya vaksinasi, Wakasal Ahmad Heri Purwono mengatakan, sebagian besar sumber daya manusia Angkatan Laut sedang difokuskan untuk menyukseskan program pemerintah dalam hal ini herd immunity.

“Sebagian besar SDM kita sedang difokuskan untuk mensukseskan program pemerintah dalam hal mempercepat herd immunity. Kenapa kita laksanakan di Cariu, karena kita memang punya kantor disini, ini adalah Kantor Stasiun Radio Angkatan Laut. Alhamdulillah kita bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, yang hari ini Bupatinya juga langsung hadir mendampingi saya. Kegiatan ini merupakan yang kedua, seminggu yang lalu kita juga laksanakan. Kalau kita lihat tadi antusias masyarakat Cariu sangat besar terhadap kegiatan vaksinasi ini, itu yang menjadikan motivasi bagi kita, artinya bahwa kita semua sadar bahwa kita butuh herd immunity disaat seperti ini,” kata Heri Purwono dalam press release Diskominfo.

Lebih lanjut, Heri juga mengingatkan kepada masyarakat yang sudah di vaksin untuk tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat. “Tentunya saya juga ingatkan kepada masyarakat walaupun sudah divaksin harus tetap menjaga protokol kesehatan seperti menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, menjaga tubuh, mengurangi mobilitas atau yang sekarang kita kenal dengan 6 M. Saya yakin kalau kita semua mempunyai kesadaran yang sama untuk menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar, mudah-mudahan masalah Covid-19 di Indonesia akan cepat selesai,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Bupati Bogor Ade Yasin menginginkan kolaborasi percepatan vaksin ini terus bergulir. “Hari ini saya mendampingi Bapak Wakil Kepala Staf Angkatan Laut untuk meninjau langsung kegiatan vaksinasi, saya tidak menyangka di daerah yang jangkauannya jauh ini tetapi masyarakatnya sudah mulai sadar untuk ikut divaksin. Mudah-mudahan penyelenggaraan ini terus bergulir, kami dari Pemerintah Daerah, TNI dan juga Polri harus terus berkolaborasi untuk mempercepat vaksinasi,” kata Ade Yasin.

Ade juga menyampaikan vaksinasi di Kabupaten Bogor rutin dilaksanakan di 40 Kecamatan. “Kita punya cukup banyak vaksinator di Kabupaten Bogor, vaksinator yang terlatih sudah ada 1.070 orang ditambah dengan tenaga-tenaga relawan. Kami juga Pemkab Bogor menyediakan vaksinasi setiap hari Senin dan Rabu di 40 Kecamatan, satu kecamatan targetnya 2.000, jadi dalam satu hari itu bisa 80.000 dikali dua 160.000, itu diluar dari hari Kamis yang kita laksanakan di Stadion Pakansari. Jadi kita kebut terus, mudah-mudaham target 20 persen untuk bulan Agustus itu 1,2 juta bisa tercapai dengan kolaborasi seperti ini,” ujarnya.

“” Nay Nurain/Diskominfo

Teknik Pengendalian OPT Antarkan Petani Padi Panen Besar

0

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Teknik pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) yang dilakukan  petugas pengamat organisme tumbuhan (POPT), di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten sukses mengantarkan petani padi panen besar.

Selama Juli 2021, lahan padi seluas 210 hektar di wilayah ini berhasil dipanen dengan hasil sangat memuaskan 7 – 8 ton/ha. Sementara luas panen keseluruhan pada musim tanam April – September diperkirakan 775 ha dengan puncak musim panen pada September.

Hilman Jayadiningrat, POPT Kecamatan Mandalawangi menuturkan  untuk mengamankan potensi hasil dari gangguan hama dan dampak fenonena iklim seperti banjir dimusim penghujan dan kekeringan di musim kemarau Ia menerapkan berbagai kiat di lapangan.

 “Kiat POPT dilapangan harus pengamatan untuk mengetahui populasi dan intensitas serangan hama. Itu memang tugas utama POPT. Selain itu  petani juga diedukasi supaya mempunyai kemampuan mengelola, terutama padi “ ujar Hilman, Rabu (4/8/2021).

Edukasi ke petani dilakukan dengan mengajak petani  bertani tidak hanya untuk makan tetapi berusaha tani dengan melaksanakan budidaya tanaman sehat agar lebih hemat dan memberikan keuntungan maksimal.

Budidaya tanaman sehat menurut Hilman dimulai dari persiapan lahan sawah  dengan menggunakan bahan organik  sebagai pupuk dasar  agar sawah bisa kembali  subur. Dalam pemilihan benih  menggunakan garam agar mendapat benih yang bernas. Pada saat persemaian diupayakan pengumpulan kelompok telur penggerek batang padi tidak menggunakan bahan kimia melainkan dengan mekanik.

Saat tanaman dipindah ke lahan sawah harus dalam keadaan sehat tidak dipotong dan tidak mengandung penyakit, tidak luka pada bagian akar sehingga tanaman mudah tumbuh.

“ Dengan kondisi tersebut tanaman menjadi lebih sehat seperti bayi saja pada manusia jika bayi sehat jarang sekali terkena penyakit,” ujarnya.

Budidaya tanaman sehat akan berimbas pada beras yang dihasilkan. Rasanya akan lebih pulen dan tidak gampang basi serta aman dikonsumsi karena minim kandungan kimia dan bernilai jual tinggi.

Menurut Hilman, kecamatan Mandalawangi tempatnya bertugas memiliki keunikan yakni tiap hari tanam, tiap hari panen, sehingga POPT harus tetap siaga 24 jam.

 “Maksudnya, setiap hari ada aja yang tanam padi karena air selalu tersedia, dan ujung – ujungnya panen pun tiap hari juga,” ucapnya.

Keunikan itu berdampak terhadap hama penyakit/Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).  Karena tidak ada pemutusan rantai makanan maka tanaman rentan terserang hama penyakit. Penggunaan bahan kimia secara terus menerus pada tanaman akan membuat hama menjadi resisten sehingga dapat menimbulkan ledakan hama.

“Kita berupaya agar ekosistem tetap seimbang sehingga walaupun ada hama tidak merugikan petani.  Penggunaan refujia serta pelestarian musuh alami agar pertanaman tetap aman. Namun pengendalian hama harus dilakukan jika terdapat peningkatan jumlah populasi hama terutama WBC,” tuturnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan bahwa sektor pertanian adalah sektor penting, terutama dalam meningkatkan ekonomi nasional. Untuk itu petani harus melakukan cara-cara bertani yang modern, membuat inovasi sebagai upaya bersama pemerintah dalam meningkatkan produksi dan membuka lapangan kerja bagi rakyat Indonesia.

“Kita tidak lagi menggunakan pendekatan bantuan-bantuan. Tapi kita mau melatih petani yang berpikir, menggunakan intelektualnya. Kerja dan berpikir keras untuk kemajuan pertanian Indonesia, “ katanya.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi menyebut bahwa Target Kementerian Pertanian yaitu peningkatan produktivitas dan hal ini dapat diraih jika ada yang menggerakkan.

“Tokoh penggerak utama pembangunan pertanian adalah penyuluh, petani dan petugas lapangan lainnya seperti POPT atau petugas alsintan. Pengamatan secara rutin dan pengendalian sejak dini dapat menekan angka OPT sehingga target dapat tercapai secara optimal. Secara berkala petani bersama petugas lapangan dan POPT melaksanakan gerakan pengamatan guna tercapainya target produksi yang optimal,” ujarnya.

** Regi/PPMKP

4 Pilar Kebangsaan ke Generasi Muda jadi Modal Penting Hadapi Pandemi

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat MPR RI H. Anton SUkartono Suratto melakukan sosialiasi 4 Pilar Kebangsaan kepada generasi muda dilingkungan Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Acara yang berlangsung di aula terbuka DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, dikuti oleh jajaran pengurus dan anggota karang taruna Kecamatan Cibininong.

Dalam acara tersebut, pria yang akrab disapa Kang H. Anton mengatakan, 4 Pilar Kebangsaan menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19.

”Indonesia memiliki empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang luar biasa, Salah satu dari empat pilar itu adalah Pancasila. Ini adalah ideologi bangsa, falsafah hidup, dan dasar negara, yang digali Bung Karno dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa Indonesia, pertama kali dicetuskan Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945. Artinya, Pancasila itu memang bersumber atau berasal dari rakyat Indonesia sendiri,” ujar KAng H. Anton dalam acara sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Rabu (28/4/2021)

Menurut pria yang juga menjabat ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Pancasila harus menjadi nilai dan semangat untuk seluruh rakyat Indonesia memajukan negeri. Sehingga tidak ada lagi membedakan suku, ras, agama maupun kepentingan antar golongan. Pancasila tidak hanya berhenti dalam wacana semata. Melainkan harus menjadi gaya hidup dan semangat seluruh warga negara Indonesia.

“Keragaman dan keberagamaan yang berbeda-beda menjadi spirit pemersatu. Bukan malah memecah belah atau memperbesar jurang perbedaan,” paparnya.

Kang H. Anton menambahkan, tantangan Indonesia kekinian setidaknya ada dua. Pertama, memulihkan dampak pandemi Covid-19, mulai dari sektor kesehatan, sosial, hingga ekonomi. Kedua, makin masifnya radikalisme agama.

”Nilai-nilai dalam 4 Pilar Kebangsaan dapat menjawab tantangan kekinian. Misalnya bagaimana kita membangun gotong royong dan kepedulian. Coba tengok tetangga kanan dan kiri, jangan sampai ada yang kesusahan, atau bahkan tak bisa makan. Mari saling bantu,” kata Anton.

Kang H. Anton juga mengajak warga untuk selalu menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama. ”Meski berbeda agama, meski berbeda suku; kita berada dalam satu rumah besar: Indonesia tercinta. Kalau kita bertengkar karena beda agama, negara tidak akan bisa maju, daerah kita tidak akan bisa maju,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi I DPRI juga menegaskan akan pentingnya menjaga 4 Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Karena 4 pilar adalah pondasi negara Indonesia, maka dari itu pelaksanaan sosialisasi penting untuk di lakukan dengan tujuan agar masyarakat memahami dan mengamalkan dalam kehidupan sehari – hari.

“Yang penting dan harus di lakukan warga saat ini dalam melawan Covid-19 adalah jaga kondisi kesehatan, pakai masker jika keluar rumah dan sering cuci tangan pakai sabun atau pakai hand sanitizer,” imbuhnya.

Karang Taruna Kecamatan Cibinong yang hadir dalam kegiatan ini turut memberikan apresiasi, karena melalui Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini masyarakat bisa secara langsung menyampaikan aspirasinya serta mampu mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat.

*” GP