28 C
Bogor
Monday, August 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1128

Junsam Siap Berikan Kadeudeuh Buat Ayat Supriatna

0

Sentani | Jurnal Inspirasi

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin, mengaku bangga atas kontribusi medali emas yang baru saja dipersembahkan Ayat Supriatna untuk Kontingen Jawa Barat dari cabang gantole kategori Ketepatan Mendatar (KTM) Kelas A perorangan, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, yang digelar di kawasan Bandar Sentani Papua, Selasa (28/9/2021).

“Saya bangga Kang Ayat sukses menyumbangkan satu medali emas untuk Jawa Barat dari cabang gantole KTM Kelas A perorangan,” ujar Junaidi Samsudin.

Bukan itu saja, pria yang akrab disapa Junsam sangat mengapresiasi atas kerja keras Ketua Umum Pengcab Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia (PGPI) Kabupaten Bogor, Wawan Hikal Kurdi berserta tim gantole Jawa Barat, yang selama ini fokus mempersiapkan pilot-pilot terbaiknya tampil memperkuat Kontingen Jawa Barat di ajang PON 2021 ini.

“Kita sangat mengapresiasi kerja keras Kang Wanhai dkk. Apalagi kerja keras tersebut berbuah medali emas, artinya perjuangan mereka benar-benar matang dalam merebut medali emas untuk Jawa Barat,” tegasnya.

Junsam berharap, kontribusi medali emas yang baru saja dipersembahkan Ayat Supriatna, harus menjadi motivasi bagi para pejuang olahraga Kabupaten Bogor, yang tengah berjuang untuk Jawa Barat di ajang PON 2021.

“Yang pasti kita sudah memikirkan kadeudeuh untuk atlet peraih medali di ajang PON Papua,” pungkasnya.

**as.pangrango

Ayat Supriatna Sabet Emas Untuk Jawa Barat

0

Sentani | Jurnal Inspirasi

Pilot nomor Gantole Jawa Barat, binaan Pengcab Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia (PGPI) Kabupaten Bogor, Ayat Supriatna, berhasil menyumbangkan satu medali emas untuk Kontingen Jawa Barat, dari nomor Gantole Ketepatan Mendarat (KTM) Kelas A perorangan putra, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, yang berlangsung di kawasan Bandara Sentani, Papua, Selasa (28/9/2021).

Satu medali emas, sukses dipersembahkan Ayat Supriatna, setelah pilot asuhan Wawan Hikal Kurdi, sukses meraih total poin 1141 (R1 111, R2 299, R3 125, R4 217, R5 90, R6 190, R7 109) dari tujuh sorty yang dimainkan pada nomor KTM Kelas A perorangan putra.

Sementara urutan kedua ditempati pilot asal Sumatera Barat, Khaidir Anas, dengan catatan poin 2725 (R1 236, R2 321, R3 285, R4 41, R5 1022, R6 138, R6 682). Sedangkan urutan ketiga ditempati Glider KTM asal Sumatera Barat, Rijalul Fathani dengan catatan poin 3758 (R1 182, R2 530, R3 407, R4 156, R5 1239, R6 692, R7 552).

Atas capaian tersebut, Manajer Tim Gantole Jawa Barat, Wawan Hikal Kurdi, yang juga Ketua Umum PGPI Kabupaten Bogor, mengaku bangga dan puas dengan raihan satu medali emas dari cabang gantole.

“Raihan satu medali emas dari cabang gantole KTM Kelas A perorangan ini, tidak terlepas buah dari kerja keras Ayat dan tim. Sehingga hasilnya sangat memuaskan,” kata pria yang tercatat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor ini.

Politisi Partai Golkar ini juga berkeyakinan, cabang gantole masih berpeluang besar menyumbangkan medali emas untuk Jawa Barat di ajang PON 2021. Karena masih ada beberapa nomor yang masih dimainkan.

“Cabang gantole berpeluang meraih medali emas. Apalagi di nomor beregu KTM Kelas A, tim gantole Jawa Barat masih memimpin, artinya masih ada tambahan medali emas untuk Jawa Barat di ajang PON 2021,” pungkasnya.

**as.pangrango

DD Tahap Dua Cair, Pemdes Ciburuy Kembali Bangun Jaling

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa (Pemdes) Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor kembali melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan lingkungan (jaling) yang dibiayai dari pemerintah pusat melalui Dana Desa (DD) tahap dua tahun anggaran 2021.

Pelaksana teknis lapangan, Sabarudin menyebutkan ada 2 titik kegiatan yang dianggarkan dari DD, yakni di Kampung Cisalopa RT 04 RW 06 dan di Kampung Swadiri RT 03 RW 08.  “Dari 2 titik ini, kami kerjakan yang di Kampung Cisalopa dengan volume 833 meter, 1 titiknya lagi yakni di Kampung Swadiri dikerjakan sama rekan kami,” katanya kepada wartawan.

Ia mengaku, selama pembangunan pihaknya mengedepankan transparansi. Hal ini dimaksudkan agar dapat diketahui oleh warga maupun pihak terkait.  “Kami transparan dan papan proyek juga ada tidak disembunyikan” ujar Sabarudin.

Kasi Ekonomi dan Bangunan (Ekbang) Desa Ciburuy, Dede Surachman menjelaskan, untuk papan proyek yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan baik itu mengenai volume, lokasi dan sumber dana dipasang di lokasi kegiatan.

 “Kami pasang, hanya saja memang untuk pemasangannya telat satu hari karena waktu itu dipadatkan oleh kegiatan monev dan suntik vaksin. Tapi kan yang penting dipasang dan pengerjaannya berjalan lancar,” jelasnya.

Dede menegaskan, soal adanya halaman depan rumah warga yang diaspal, itu dilaksanakan setelah pengerjaan selesai.  “Itu mutlak kebijakan dari pelaksana kegiatan. Lagian dikerjakannya juga setelah selesai dari pelaksanaan pembangunan tanpa mengurangi volume yang ada, kami sebagai pemerintah desa juga tidak merasa dirugikan,” terang Dede yang sering disapa Ongcuy ini.

Sementara, Kepala Desa Ciburuy, Suherman menyatakan, dalam pelaksanaan pembangunan jalan lingkungan dikerjakan Tim Pelaksan Kegiatan (TPK) Desa Ciburuy. Hanya saja, dalam hal ini melibatkan tim teknis yang mengetahui soal kontruksi.

“Pengerjaannya oleh TPK, begitu pun soal anggarannya kami serahkan semua ke pihak TPK. Adapun tim teknis yang terlibat dalam pelaksanaan itu memang benar, yang penting tidak menyalahi aturan dan menjalankan program padat karya,” ucap Suherman.

Terpisah, salah satu warga setempat, Akew menjelaskan pengerjaan jalan lingkungan secara hotmix pada rumah warga pemilik rumah makan atas permintaan sendiri.  “Adapun hal lainnya merupakan kebijakannya juga yang ingin memberi atas jasa dari aspal tersebut. Jadi, kalau ada yang mempermasalahkan mungkin itu ulah dari oknum yang tidak suka saja kepada pihak pelaksana,” tukasnya.

**dedesuhendar

Sungai Cikuluwung Meluap Hanyutkan Tiang Jembatan

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Akibat intensitas hujan yang tinggi yang mengguyur wilayah Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Selasa sore (28/9) mengakibatkan aliran Sungai Cikuluwung meluap. Bahkan dalam video rekaman warga,  luapan air Sungai  Cikuluwung melintasi wisata kuliner Kopi Tubing dan membuat tiang jembatan terbawa arus sungai.

Kepala Desa Ciasihan Lilih membenarkan bahwa Sungai Cikuluwung meluap akibat hujan yang cukup deras. “Iya hujan cukup deras, sehingga mengalami pondasi tengah jembatan terbawa arus,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui via telepon.

Menurutnya, dengan luapanSsungai Cikuluwung dirinya belum berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor. “Ya belum laporan kesiapa pun, nanti kita akan laporan ke Unit Pelayanan Teknis (UPT) jalan dan jembatan,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya wisata kuliner yang sampai bibir sungai tersebut, dirinya menilai tidak menjadi persoalan mengingat luapan sungai tersebut baru kali ini saja.

“Engga jadi persoalan ya, karena itu baru pertama kali sungai tersebut meluap, lagian tidak sampai ke area Kopi Tubing,” tutupnya. 

**cepikurniawan

Ubi Jalar yang Digarap Petani Cihideung Udik Ekspor ke Singapura

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Ditengah pandemi Covid-19, petani ubi jalar berkolaborasi dengan PT Multi Japanika mendongkrak perekonomian para petani ubi jalar dengan melakukan ekspor perdana ubi jalar ke Singapura, Selasa (28/9).

Pertanian ubi jalar yang berada di Kampung Sempurna, Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor dengan luas 1 hektare itu digarap oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Harapan yang berasal dari Cihideung Udik.

Project Specialist PT. Multi Japanika Adi Purnomo mengatakan, permintaan ekspor sangat tinggi untuk ubi madu atau ubi jalar dengan  kisaran 20 ton per minggunya. “Beraneka ragam harga dari grade  A, 6 ribu, grade B, 4 ribu dengan kondisi kulit ubi madu yang sudah halus dan bersih karena kita ada keterlambatan dan keterbatasan disuplay dari para petani jadi kita kirim 8 ton per minggunya,” kata Adi Purnomo.

Sementara itu menurut Kepala Desa Petir Sukardi, meskipun area pertanian itu hanya masuk  wilayah batas desa, pihaknya sangat mengapresiasi ubi jalar bias diekspor keluar negeri.

Di tempat yang sama Kepala Desa Cihideung Udik  H Denny mengatakan, keterpurukan ekonomi di masa pandemi ini jadi salah satu upaya untuk mendongkrak perekonomian masyarakat para petani.

“Mudah-mudahan dengan adanya ekspor ubi jalar yang ada di Desa Cihideung Udik para Gapoktan Harapan tetap konsisten dalam langkah awal menuju go internasional dalam bidang pertanian ubi madu,” pungkasnya. 

**cepikurniawan

Bima: Wisata GLOW di Kebun Raya Bogor Kaji Dulu

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wali Kota Bogor Bima Arya meminta pengembangan wisata GLOW di Kebun Raya Bogor (KRB) untuk dikaji terlebih dahulu sebelum dibuka untuk umum. Permintaan tersebut menyusul adanya kekhawatiran dari sejumlah elemen masyarakat. Ia menyebut wisata GLOW berpotensi mengubah keheningan malam KRB.

Penggunaan lampu berlebihan di waktu malam, sambungnya, berpotensi mengganggu perilaku dan fisiologi serangga penyerbuk, nokturnal maupun diurnal.

“Saya minta agar konsep GLOW ini dikaji dengan melibatkan pakar untuk bisa memberikan jawaban terkait kekhawatiran publik. Apakah nantinya adanya GLOW bakal mengganggu spesies di KRB atau seperti apa, ini semua harus dilakukan kajian secara ilmiah,” ujar Bima Arya kepada wartawan, Selasa (28/9).

Kata dia, KRB sudah berumur lebih dari dua abad dan tidak terpisahkan dari masyarakat Bogor, dan sekaligus sebagai ikon kebanggaan. Bahkan, Kebun Raya juga tengah diusulkan sebagai world heritage.

“KRB yang menyelamatkan Kota Bogor. Kalau tidak ada KRB, Kota Bogor tidak akan seperti ini. Pemkot Bogor selalu berkoordinasi dengan LIPI untuk mendorong KRB sebagai pusaka dunia,” katanya.

Bima meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  untuk segera berkoordinasi dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang kini dilebur menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk bersama-sama melakukan kajian.

“Apapun hasilnya nanti akan kami koordinasikan lagi dengan pihak PT Mitra Natura Raya. Pada intinya kita akan pastikan semua berjalan sesuai dengan karakteristik Kota Bogor,” ungkapnya.

Namun, berdasarkan hasil pertemuan dengan PT Mitra Natura Raya selaku pengelola Kebun Raya Bogor, sangat menyetujui dengan adanya kajian terlebih dahulu sebelum konsep wisata GLOW diterapkan.

“Kami menyepakati bahwa KRB adalah pusat konservasi juga tempat kajian dan riset selain tempat wisata. Karena itu konsep KRB harus selalu berpedoman kepada prinsip tadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Koleksi Ilmiah Kedeputian Infrastruktur Riset BRIN, Hendro Wicaksono mengatakan bahwa baru akan melakukan kajian terkait rencana pengembangan wisata GLOW di KRB.

“Jadi arahan Pak Wali Kota perlu dikaji terkait pengaruh-pengaruhnya karena kan belum pernah dibuka nih. Jadi kita belum tahu, ini akan mengkaji,” jelasnya.

Kata dia, konservasi tumbuhan dan penelitian harus tetap dijaga dengan baik. Sesuai dengan Peraturan LIPI no. 4 th 2019 tentang Pembangunan Kebun Raya, batas luas maksimal pembangunan fisik (pengerasan lahan) di Kebun Raya Bogor adalah 20 persen dari luasan total.

“Sebetulnya tidak melampaui. Justru itu kita jaga terus konsistensinya. Soal jalan setapak yang sudah ada dari jaman Belanda kita perbaiki karena sudah bolong-bolong. Secara fisik tidak ada perubahan,” ungkapnya.

Komisaris Utama PT. Mitra Natura Raya (MNR) Ery Erlangga memastikan akan mengedepankan eduwisata, konservasi tumbuhan, penelitian, pendidikan, wisata ilmiah dan jasa lingkungan.

“Semangat kami ada pada pelestarian lingkungan. Kami juga tidak akan berani mengambil langkah yang melawan upaya pelestarian lingkungan,” jelasnya.

Kata dia, PT Mitra Natura Raya juga akan menerima masukan dan siap untuk berdialog dengan sejumlah elemen masyarakat yang keberatan dengan wisata GLOW.

“Insya Allah kami siap menjelaskan dan berdialog dengan seluruh elemen masyarakat,” paparnya.

**fredykristianto

Dukung Percepatan Vaksinasi, Pemdes Laladon Jemput Bola Vaksin Warga Tiap RW

0

Ciomas | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kabupaten Bogor yang menggencarkan program vaksinasi Covid-19 direspons Pemerintah Desa Laladon, Kecamatan  Ciomas, Kabupten Bogor dengan menggelar vaksinasi jemput bola bekerja sama dengan Puskesmas Laladon  membuka beberapa sentra vaksinasi untuk semua  masyarakatnya yang berasal dari 12  RW diantaranya di SMKN 1 Ciomas dan Puskesmas Laladon.

“Alhamdulilah sekitar 60 persen lebih warga di Desa Laladon  sudah melakukan vaksinasi,” ujar Kepala Desa Laladon, Rusmin disela sela vaksinasi dengan pola jemput bola  di RW 02, Desa Laladon,  Selasa (28/9).      

Upaya ini untuk mendukung program Pemkab dan percepatan vaksinasi Covid-19 di wilayahnya. Rusmin mengatakan, masyarakat di desanya ada yang ikut vaksinasi di sentra yang telah ditetapkan  dan ada juga yang melakukan vaksinasi di tempat tempat kerja atau kantornya masing-masing.

“Untuk mayoritas warga yang tinggal diperumahan kebanyakan mengikuti program vaksinasi di kantor kerjanya masing masing,” beber Rusmin didampingi  Casminto dari Babinsa dan Galih, Babinkamtibmas.

Rusmin menambahkan,  ia juga menggulirkan program atau sistem  vaksinasi jemput bola  dengan menggelar vaksinasi  di tiap-tiap RW yang ada di Laladon. “ Saat ini kami baru melakukan jemput bola di RW 02. Alhamdulilah masayarakatnya sangat antusias,” tegasnya

Jenis vaksin Covid-19 di RW 02 adalah Sinovac dengan dosis 1 dan dosis 2. Terkait masalah kuota,  kata Rusmin, program vaksinasi dengan sistem jemput bola di RW 02  kuotanya sekitar 500. “Saya senang masyarakat  di RW 02 sangat  antusias ikut pogram vaksinasi  yang didatangi langsung oleh pihak  Satgas Covid-19 tingkat Desa Laladon,” ujarnya.

**as.pangrango

Tempati Urutan Lima Besar, Salsabila Melaju ke Final PON

0

Mimika | Jurnal Inspirasi

Climber putri Jawa Barat, binaan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bekasi, Salsabila melaju ke putaran final kategori boulder perorangan putri pada pertandingan pertama panjat tebing Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, yang berlangsung di arena Panjat Tebing SP2 Mimika, Senin (27/9/2021).

Wanita yang akrab disapa Sabila tersebut berhasil menempati peringkat lima besar, usai melewati rintangan di hari pertama babak penyisihan kategori boulder perorangan putri. Bahkan Salsabila, mampu meraih poin yang cukup untuk bersaing dengan empat atlet terbaik lainya.

Untuk kategori boulder Salsabila menempati peringkat lima besar. Sementara di urutan pertama ditempati atlet asal Jawa Timur, Fitria Hartani, disusul di peringkat kedua, Nurul Iqamah dari NTT, peringkat ketiga, keempat dan keempat masing-masing ditempati Kharisma Ragil Rakasiwi (Jawa Timur) dan Apriana Nasution (Sumbar).

Pada nomor boulder putri, tim Jawa Barat menurunkan dua pemanjat. Hanya saja, Betti Nawa Fatus Yoganota gagal mengikutu jejak yang dicapi Salsabila. Betti harus puas menempati peringkat 16 cabor panjat tebing itu.

Selain melaju ke putaran final boulder, Salsabila juga masuk ke putaran final kategori lead perorangan putri. Sabila menempati posisi tiga besar. Urutan pertama ditempati rekan satu timnya Widia Fujiyanti (Jawa Barat), dan urutan kedua tempati atlet Papua, atas nama Triara Putri, urutan empat Kharisma Ragil (Jawa Timur), kelima Choirul Umi (Jawa Timur), keenam Syarifah (DKI Jakarta), ketujuh Ayu Fatullah (Nusa Tenggara Barat), dan urutan kedelapan Nadya Putri (Bali).

Para pemanjat putri Jawa Barat ini, akan bertanding di partai final pada Rabu (29/9/2021). Bahkan kedua pemanjat putri tersebut berpeluang meraih medali untuk Jawa Barat.

**as.pangrango

Widia Fujianti Akan Tampil All Out di PON XX Papua 2021

0

Mimika | Jurnal Bogor

Atlet panjat tebing putri Jawa Barat, asal Kota Bogor, Widia Fujiyanti akan berjuang dengan maksimal, pada putaran final perebutan medali emas kategori lead perorangan putri cabang olahraga panjat tebing Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, yang berlangsung di arena Panjat Tebing SP2 Mimika, Rabu (29/9/2021) Waktu Indonesia Timur (WIT).

Melalui pesan WhatsApp-nya, Widia Fujiyanti mengaku sudah siap bertanding di putaran final. Bahkan saat ini, dirinya juga sedang fokus mengontrol emosi, serta menguatkan konsentrasi dirinya agar lebih tenang, pada saat pertandingan final kategori lead.

“Alhamdulilah saya masuk putaran final di urutan pertama, dan saya harus optimis untuk final nanti. Namun saya tidak mau terlalu berambisi, karena yang saya ingin lakukan di final nanti, saya bisa melakukan yang paling terbaik. Tapi sebelum saya bertanding, saya ingin lebih fokus mengontrol diri saya, supaya bisa tetep stabil, dan pestinya konsentrasi tenang serta ikhlas,” kata Widia Fujiyanti, Selasa (28/9/2021).

Remaja yang akrab disapa Wiwi ini menjelaskan, bahwa lawan terberat pada pertandingan final nanti adalah dirinya sendiri, dan jalur yang akan panjat. Jadi konsentrasi serta mengontrol emosi merupakan kunci utama di partai final tersebut.

“Kami yang lolos ke putaran final ini adalah atlet-atlet terbaik perwakilan dari masing-masing provinsi. Apalagi disini kami semua rata punya kualitas pemanjatan yang baik. Hanya saja tinggal bagaimana kuasa Tuhan kasih juara untuk siapa, namun apapun yang saya dapat nanti InsyaAllah saya ikhlas dengan hasil tersebut,” tegasnya.

Namun, tambah Wiwi dirinya akan berjuang keras untuk mempersembahkan prestasi emas dari cabor panjat tebing kepada Jawa Barat, pada pentas olahraga paling akbar empat tahunan di tanah air tahun 2021 ini.

Untuk diketahui, Widia Fujiyanti tampil maksimal dalam babak penyisihan kategori lead perorangan putri. Remaja kelahiran Kota Bogor ini, sukses menempati urutan pertama, disusul urutan kedua tempati atlet Papua, atas nama Triara Putri, ketiga ditempati rekan satu timnya yakni Salsabila, urutan keempat Kharisma Ragil (Jawa Timur), kelima Choirul Umi (Jawa Timur), keenam Syarifah (DKI Jakarta), ketujuh Ayu Fatullah (Nusa Tenggara Barat), dan urutan kedelapan Nadya Putri (Bali).

**as.pangrango

Junsam Suport Atlet Golf Kabupaten Bogor di ajang BK Porprov XIV Jabar 2021

0

Bandung | Jurnal Inspirasi

Atlet golf Kabupaten Bogor, Nabil meraih poin bagus pada pelaksanaan hari pertama Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat, di Dago Heritage, Kota Bandung, Selasa (28/9/2021).

Pria yang baru berumur 16 tahun itu berhasil meraih 75 poin over 5, atau berada di posisi tiga besar. Nabil sendiri mengaku siap memperbaiki catatatnnya pada pelaksanaan hari kedua, Rabu (29/9/2021). “Tadi banyak over terutama di lima hole terakhir,” kata Nabil.

Posisi Kabupaten Bogor sendiri masih aman karena ketujuh atletnya meraih hasil maksimal. Untuk putri, Giantika Mahardhika, dan Juriah tampil fantastis, dan punya peluang besar tampil di Porprov 2022. “Untuk putri aman, dan semuanya bakal ditentukan di hari kedua besok,” kata manajer tim Golf Kabupaten Bogor, Rizki Akbar.

Sementara itu, pada pelaksanaan hari pertama, Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin memberikan support dengan menonton langsung jalannya pertandingan. Junsam sapaan akrabnya berharap, ketujuh atlet golf bisa tampil lebih baik, dan meraih tiket final Porprov. “Hari pertama saya kira hasilnya bagus. Masih ada kesempatan untuk memperbaiki peringkat di hari kedua,” kata Junsam.

**as.pangrango