25.7 C
Bogor
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1126

Penahan Dua Bocah Jadi Tersangka

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Seorang perempuan berinisial N yang diduga menahan dua bocah sebagai jaminan utang, akhirnya ditetapkan tersangka, setelah diperiksa Jajaran Polresta Bogor Kota, Senin (9/8). Sebelumnya, Yanto dan Mardiyah telah melaporkan N ke Polresta Bogor Kota lantaran cucunya yang berinisial MR(5) telah diambil paksa penguasaan atas anak dibawah umur. MR dikuasai lebih 20 hari sejak 16 Juli hingga 6 Agustus 2021.

Kepada wartawan, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Chondro mengatakan, kronoligis kasus berawal pada 6 Agustus 2021 Polresta Bogor Kota telah menerima laporan dari Bapak Yanto dan Ibu Mardiyah.

“Mereka buat laporan pengambilalihan atas anak atau dibawah umur secara melawan hukum oleh Ibu N,” ujar Kapolresta, Senin (9/8).

Menurut dia, hal yang dilakukan pertama kali sebagai tindakan kemanusiaan, unit PPA Satreskrim bergerak mencari dan menyelmatkan korban. MR akhirnya ditemukan dirumah dan kemudian diserahkan kembali kepada pihak keluarga.

Susatyo menjelaskan, pada 7 Agustus 2021 pihaknya berkorelasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bogor untuk memeriksa RM sekaligus pemulihan secara psikis. 

Kemudian, pada Minggu, 8 Agustus 2021 mulai dilakukan pemeriksaan kepada para saksi sebanyak lima orang saksi, sekaligus menyita akta kelahiran dan Kartu Keluarga (KK). “Hari ini, saudari Nurhalimah ditetapkan sebagai tersangka dengan persangkaan Pasal 88 Undang Undang Perlindungan Anak dan atau Pasal 330 KUHP, yang pada intinya mengambil alih penguasaan atas anak atau belum cukup umur secara melawan hukum,” tegasnya.

Menurut Susatyo, penyebab MR diambil penguasaan atas anak oleh tersangka dengan alasan utang piutang. Utang ini pemberiannya tidak langsung, namun total sekitar Rp 8,7 juta dan menjadi sekitar Rp 15,4 juta.

“Itu digunakan untuk kebutuhan sehari hari dari Bapak Yanto. Saat ini kami akan terus melakukan pemeriksaan terhadap perkara ini. Kami telah berkorelasi dengan saksi ahli sehingga perkara ini menjadi terang dan jelas,” ungkapnya.

Untuk alasan kemanusiaan, tambah Susatyo, maka Polresta Bogor Kota memberikan beasiswa kepada MR supaya kedepan MR bisa mendapat pendidikan selayaknya. Masih kata Susatyo, berdasarkan keterangan dari para saksi bahwa seolah Bapak Yanto ini berpindah pindah rumah sehingga sebagai jaminannya itu adalah cucunya. 

“Pak Yanto dan Ibu Mardiyah didalam tekanan untuk pasrah menerima cucunya itu diambil oleh Nurhalimah walaupun saat ditemukan MR dalam kondisi sehat dan terawat,” imbuhnya.

Kata Kapolresta, pihaknya fokus terhadap penanganan pengambilalihan anak atau dibawah umur. Terlebih kedua orang tuanya sudah tidak ada. “Jadi hak pengasuhan secara langsung jatuh kepada kedua orang tuanya tetapi ini diambil paksa oleh Nurhalimah,” ujarnya.

Sebelumnya, selama 20 hari dibawah pengawasan tersangka, beberapa kali Bapak Yanto dan Ibu Mardiyah berusaha menghubungi namun tidak diperkenankan termasuk Pak Yanto akhirnya melaporkan ke kepolisian. 

Kata Susatyo, lantaran tidak ada kekerasan secara fisik, maka polisi fokus pada penindakan kemanusiaan dan penanganan proses penegakan hukum. “Pengambilalihan anak belum cukup umur jelas melawan hukum. Jadi tidak ada alasan lainnya yang boleh mengambil alih penguasaan terhadap anak,” tambah dia.

Sementara itu, Mardiyah selaku nenek dari MR mengucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian dan P2TP2A.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Polresta Bogor Kota yang sudah membantu saya sampai cucu saya kembali. Kami juga mengucapkan  kepada P2TP2A yang telah membantu kami sampai hari ini,” ungkapnya.

** Fredy Kristianto

Indekos Terbakar, 22 Jiwa Diungsikan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebuah rumah indekos milik Mukid yang berlokasi di Kampung Lebak Kantin RT 02 RW 07, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, hangus dilalap api pada Senin (9/8) pukul 18.17 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa dari peristiwa kebakaran tersebut. Tetapi, sebanyak 7 KK dan 22 jiwa terpaksa harus diungsikan. Diduga kerugian mencapai Rp200 juta.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran, M Ade Nugraha mengatakan bahwa peristiwa kebakaran tersebut diakibatkan karena adanya arus pendek listrik .

“Berdasarkan keterangan saksi, awal mula api berasal dari rangkaian kabel listrik diduga terjadi arus pendek di lantai 2, banyaknya material mudah terbakar membuat api cepat membesar dan membakar seisi rumah, beruntung hujan yang turun sangat membantu proses pemadaman kebakaran di wilayah padat pemukiman tersebut,” ujar Ade kepada wartawan.

Menurut dia, penanganan kebakaran di rumah kosan tersebut pihaknya menerjunkan 4 unit truck pemadam kota Bogor dan 6 unit dari Kabupaten Bogor. “Unsur lain yang terlibat antara lain, BPBD, POLMAS, TAGANA dibantu warga dan Kelurahan Sempur,” ucapnya. Fredy Kristianto

Pelaku Wisata dan PKL di Puncak Dibantu Sembako

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Bupati Ade Yasin bersama Kapolres Bogor, AKBP Harun membagikan paket sembako kepada para pelaku wisata dan pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak pandemi di Jalur Puncak, Cisarua, Senin (9/8).

Ditemui selesai acara Bupati Bogor mengatakan bahwa kali ini 900 paket sembako yang dibagikan di Jalur Puncak tersebut dapat meringankan beban para PKL dan pelaku wisata di tengah pembatasan aktivitas selama pandemi Covid-19. “Karena mereka terdampak, tempat wisata ditutup otomatis tidak ada yang datang. Ini bentuk keprihatinan kita juga, bentuk perhatian kita,” ungkapnya dalam press release Diskominfo, Senin (9/8).

Bupati Bogor juga mengaku tak berdaya jika harus melakukan pelonggaran, karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dilakukan terpusat secara nasional. “Kita kan tergantung dari keputusan pusat, karena semuanya berdasarkan instruksi dari pusat. Keinginan kita ada pelonggaran sedikit, namun bila situasinya tidak memungkinkan bagaimana caranya agar kita tetap usaha berjalan tapi dengan aturan yang ada,” tuturnya.

Ade Yasin juga berharap Pemerintah pusat memberikan sejumlah kelonggaran setelah selesai masa perpanjangan PPKM level 4 periode 3-9 Agustus 2021. “Kita juga harus pelan-pelan memberikan pelonggarannya, kita sedang menunggu keputusan dari pusat seperti apa,” katanya.

Sementara, Kapolres Bogor, AKBP Harun meminta agar para PKL bersabar selama diberlakukannya pembatasan aktivitas masyarakat dan berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. “Semoga bantuannya bermanfaat dan mampu memberikan semangat untuk terus berkarya dan berinovasi di kala pandemi,” katanya.

** Nay Nurain/Diskominfo

Pandemi Covid-19, Pelantikan Pengurus PKS Dua Kecamatan Berlangsung Cepat

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Pandemi Covid-19 yang melanda tanah air sejak Maret 2020 lalu telah mengubah semua kebiasaan yang dilakukan ketika kondisi normal atau sebelum pandemi.

Aktivitas yang sifatnya mengundang kerumunan orang kini mulai ditinggalkan diganti dengan virtual atau online, seperti yang diterapkan DPD PKS Kabupaten Bogor, ketika melantik pengurus partai tingkat kecamatan.

“Sejak pandemi melanda, semua aktivitas kepartaian kita lakukan secara virtual dari mulai Musda, sampai pelantikan pengurus kecamatan, seperti yang dilakukan Jumát (06/08) pekan lalu, saat  melantik jajaran pengurus partai di Kecamatan Dramaga dan Pamijahan,” kata Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor, Dedi Aroza, Senin (09/08).

Ketika pengambilan sumpah pengurus partai Kecamatan Dramaga dan Pamijahan, kata Dedi, hanya ketua dan sekretaris  dan pengurus inti saja yang hadir keacara yang dilangsungkan di Perumahan Alam Sari, Dramaga, sedang pengurus lainnya berada di rumahnya masing-masing menyaksikan secara virtual.

Bahkan, kata Dedi, didampingi Sekretaris DPD Wasto dan Ketua Bidang Pengembangan Cabang 4, Moh.Sopian, pelantikan berlangsung singkat dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Ini bagian dari ikhtiar kita untuk mencegah penularan Covid -19, sekaligus membantu meringankan tugas Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid -19 Kabupaten Bogor,”tegas Anggota Komisi IV DPRD itu.

Dedi berpesan, pengurus dua kecamatan yang dilantik harus sering turun membantu masyarakat yang ekonomi keluarganya terdampak pandemi Covid p-19.

“Pengurus yang telah dilantik segera bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi dalam waktu dekat berbagai kegiatan pelayanan menanti, sepert pemberian bantuan sosial terdampak covid-19, dan peningkatan kapasitas anggota,” ujarnya.

Selain itu, Dedi pun mengingatkan, pengurus untuk melaksanakan program 5 M yang terdiri dari, mencari rida Allah, membuat perencanaan dan pencapaian secara matang, mengkonsolidasikan SDM internal dan eksternal, melayani masyarakat dan kelima meraih kemenangan.  “M kelima merupakan buah dari penerapan 4 M sebelumnya,”jelasnya.

Ketua DPC PKS Dramaga M.Hidayat  menegaskan, kesiapannya menjalankan program partai dan mempertahankan raihan suara hasil Pemilu 2019 lalu. “Suara PKS di Dramaga, pada Pemilu 2019 lalu berada diurutan pertama. Raihan ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan, kuncinya semua pengurus harus solid dan sering turun melayani masyarakat,”tegasnya diamini Ketua DPC PKS Pamijahan Ace Suhandi.

** Mochamad Yusuf

Karier.mu dan Kartu Prakerja Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi Pencaker

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Karier.mu dan pelaksana Kartu Prakerja berkolaborasi untuk meningkatkan kompetensi para pencari kerja (Pancaker)  yang terdaftar sebagai penerima program Kartu Prakerja, agar mereka memiliki daya saing.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari mengatakan, pemerintah berupaya meningkatkan kompetensi kerja dan kewirausahaan yang ditujukan untuk pencari kerja, buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja, dan buruh yang membutuhkan.

“Diprogram Kartu Prakerja, peserta bisa mendapatkan pembekalan kompetensi kerja atau kewirausahaan (skilling), peningkatan kompetensi kerja atau kewirausahaan  serta alih kompetensi kerja (reskilling),” katanya, Senin (09/08).

Denni menbatakan, pelatihan bagi para pencaker melalui Kartu Prakerja, tujuannya agar angkatan kerja Indonesia memiliki nilai tawar yang lebih baik.

Program Kartu Prakerja, yang telah berlangsung 1,5 tahun sangat bermanfaat bagi masyarakat, baik generasi muda yang akan masuk ke dunia kerja  maupun pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). “Sebanyak 35 persen  penerima program Kartu Prakerja tahun 2020 awalnya menganggur, pada saat dilakukan survei evaluasi mengatakan telah bekerja atau berwirausaha,”ujarnya Denni.

Sebagai informasi, Karier.mu merupakan mitra dari pelaksana Kartu Prakerja. Platform pelatihan kerja ini menghubungkan para peserta Kartu Prakerja dengan mentor-mentor yang memiliki kompetensi atau professional.

Chief Operation Officer Karier.mu Radinka Qiera mengatakan, kehadiran platform Karier.mu yang sebelumnya bernama Sekolah.mu tujuan untuk mendukung program Kartu Prakerja. Penerima Kartu Prakerja yang mendaftar melalui platform Karier.mu akan mendapatkan pendamping sampai mereka mendapatkan karier impiannya.

“Platform Karier.mu tersedia di web dan aplikasi yang mempermudah para pengguna untuk menyelesaikan pelatihan dan dapat diakses oleh penerima program Kartu Prakerja dengan waktu yang fleksibel. Kami siap membantu peserta selama 24 jam,” paparnya.

Radinka mengungkapkan, bonus demografi Indonesia yang diperkirakan akan terjadi pada kurun tahun 2030-2040 semestinya ditopang dengan kompetensi generasi yang mumpuni. makanyaplatform Karier.mu  telah menyiapkan program Talenta Siap Karier dan Talenta Siap Bisnis bagi para peserta sebagai tindak lanjut dari pelatihan yang diadakan.

“Kami menyediakan layanan baru Karier.mu Talent Hub dimana para alumni program Kartu Prakerja dapat langsung melamar dan terhubung dengan lowongan kerja yang tersedia,”jelasnya.

Selain itu, lanjut Radinka, penerima Kartu Prakerja  mendapatkan berbagai fasilitas, seperti fleksibilitas program yang memungkinkan penerima Kartu Prakerja untuk belajar di mana saja dan kapan saja, fasilitator berpengalaman, serta platform aplikasi digital untuk belajar yang efektif dan materi yang beragam.

“Karier.mu mengedepankan pelatihan yang tepat, baik untuk pembekalan karier atau vokasional, membantu proses penerbitan sertifikat lebih cepat, serta memiliki layanan penanganan jika terjadi kendala,”katanya.

Penerima Kartu Prakerja yang mengambil pelatihan di Karier.mu, kata Radinka, mendapatkan sertifikat setelah selesai mengikuti pelatihan dan bisa memanfaatkan fasilitas diskusi dengan metode personalisasi melalui fitur Tanya.mu.

Selain itu aktivitas pelatihan atau pembelajaran Program Kartu Prakerja di Karier.mu, sambung Radinka sangat interaktif karena dilakukan melalui video, kuis, dan media interaktif lainnya seperti infografis, aplikasi pertemuan daring, dan lain sebagainya.

“Kami juga memiliki beberapa mitra Kartu Prakerja di berbagai kota, antara lain yec.co.id (Yogyakarta), Founderplus (Depok), LKP LEAP (Surabaya), LA Language Academy (Yogya), Sekolah Vokasi IPB (Bogor), LKP Karya Jelita (Bandung), yang tersedia di platform prakerja.karier.mu dan mitra-mitra lain yang jumlahnya akan terus bertambah di 2021 ini,” pungkasnya.

** M.Yusuf

Petani Pepaya Merugi, Jika Virus Antraknosa Serang Batang Pohon

0

Rancabungur | Jurnal Inspirasi

Tidak hanya virus Covid-19 yang menyerang manusia dan hewan, tampaknya ada virus lain juga yang saat ini menyerang tanaman pohon papaya, bahkan sudah sejak lama dari tahun 2007. Diketahui virus yang disebut petani itu bernama Erminia atau Antraknosa yaitu virus yang menyerang batang pohon pepaya hingga menyebabkan busuk dan bahkan virus tersebut menular dari satu pohon ke pohon yang lainnya.

Seperti diungkapkan seorang petani asal Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Kiki Wijanarko, virus itu sudah ada sejak tahun 2007, hingga saat ini bahkan belum ditemukan obatnya.

Akibatnya banyak para petani pepaya saat ini banyak yang merugi. Pasalnya, banyak yang gagal panen karena banyak pohon pepaya yang busuk sehingga pepaya yang ditanam itu tidak semuanya bias dipanen.

“Sejak tahun 2007 memang sampai sekarang nama virus ini menyerang pohon papaya, baik pepaya Bangkok maupun California seperti tanaman pepaya California yang saya tanam dilahan 3000 meter ini gagal panen karen busuk batangnya,” kata Kiki Wijanarko.

Sampai saat ini dia menegaskan tidak ada obatnya, bahkan banyak petani pepaya yang saat ini tidak berani untuk mencoba kembali menanam pepaya lantaran virus tersebut masih ada.

“Tidak sedikit juga petani yang saat ini berani kembali untuk mencoba menanam pohon pepaya ini, seperti di Desa Mekarsari ini sejak dulu terkenal dengan para petani pepaya semenjak adanya virus tersebut kini mereka beralih bertani lainnya,” katanya.

Lebih lanjut kata Kiki, selain bertani ia juga sebagai produsen pepaya California sejak tahun 2021 untuk membantu para petani memasarkan hasil pertanian yang terdampak virus jahat ia menampung sejumlah hasil pertanian dari beberapa petani, baik yang di Bogor maupun luar Bogor seperti Lampung.

“Karena saya banyak permintaan dari pasar tradisional maupun modern seperti supermarket dan untuk harga lumayan tinggi saat ini karena pasokan pepaya sedikit,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Sebelum Pembangunan, Pengusaha Chevilly Datangi Rumah Saepudin

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Raut wajah sedih dan bahagia bercampur jadi satu, saat pengusaha lokal yang ada di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, mendatangi rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik Saepudin, warga Kampung Ciaul RT 04 RW 06, Desa Cibedug.

Kedatangan pengusaha Chevilly, Dafet ke lokasi rumah Saepudin itu untuk memastikan pelaksanaan pembangunan yang akan dikerjakan pekerjaannya. Dafet mengatakan, pihaknya tidak ingin berlama-lama untuk segera memperbaiki rumah warga yang kondisinya tidak layak huni.

Menurutnya, rumah Saepudin, memang masuk kategori layak dibantu, selain jauh dari kata sehat, kumuh dan khawatir ambruk terlihat dari bangunan rumah yang semi permanen tersebut. “Saya minta besok keluarga Pak Saepudin sudah mengosongkan rumahnya. Dan barang-barangnya biar diamankan dulu ke tempat aman,” kata Dafet.

Sesuai dengan gambar, lanjut Dafet, rencananya rumah yang akan dibangunkan untuk keluarga Saepudin yang dihuni dua kepala keluarga (KK) itu, dua lantai.  “Desain nya dilantai dua akan dibangun dua kamar dan satu kamar mandi. Sedangkan untuk lantai bawah, dua kamar, ruang tamu, dapur dan kamar mandi juga,” paparnya.

Dafet ingin pembangunan rumah yang akan dibangun pekerjanya itu, selesai dalam waktu satu setengah bulan. Sehingga, keluarga Saepudin bisa langsung menempati rumah yang baru selesai dibangun tersebut. “Nanti juga saya akan bantu untuk isi rumahnya, seperti kasur dan peralatan rumah lainnya,” jelasnya.

Tak hanya sampai disitu, memiliki jiwa sosial dan rasa kemanusiaan yang tinggi, pengusaha Chevilly pun akan memperkerjakan anak atau keluarga Saepudin agar bisa mendapatkan penghasilan cukup untuk kebutuhan sehari-hari. “Kalau memang anaknya mau bekerja keras, silakan kerja di tempat saya,” ucap Dafet.

Sementara, Saepudin yang mendengar rumahnya akan segera dibangun, tidak bisa menahan air matanya. Isak tangis haru pun pecah didalam rumah yang kumuh serta jauh dari kata sehat itu.

 “Saya tidak bisa berkata apa-apa, hanya ucapan terimakasih yang dapat saya katakan, baik kepada FWBS dan juga pengusaha Chevilly,” imbuhnya.

** Dede Suhendar

Agar tak Bermasalah, Kades Diingatkan Ikuti Juknis Samisade

0

Ciomas | Jurnal Inspirasi

Koordinator Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Bogor, Dadan Syarif mengingatkan para kepala desa di Kabupaten Bogor agar mengikuti Juknis (Petunjuk dan Arahan Teknis) agar program Samisadenya tidak bermasalah.

“Jika mau aman, saya mengimbau ke desa, TPK, dan pelaksana agar mengikuti Juknis. Sudah jelas semuanya  program Samisade ada dijuknis. Jika keluar dari Juknis hati-hati saja,” tegasnya.

Dadan mengatakan, Samisade merupakan barang baru dan hanya ada di Kabupaten Bogor.  Program yang digulirkan oleh Bupati Bogor sudah diperjuangkan sejak tahun 2019 dan tahun ini sudah mulai terealisasi.

“Sesuai dengan peruntukannya program Samisade diprioritas untuk jalan dan jembatan beton, MCK, drainase, tower dan untuk, kegiatan lain seperti pembangunan jembatan Rawayan, ” ujarnya.

Dadan mengungkapkan masih ada desa yang belum mengerti seutuhnya apa itu Samisade. Padahal, Samisade sama dengan kegiatan yang lain. Hanya saja sumber anggaranya yang berbeda. Ketika ada desa yang belum mendapatkan bantuan Program Samisade, kemungkinan masih ada beberapa usulan desa yang perlu direvisi.

Dirinya memastikan, jika administrasi sudah beres, anggaran Samisade sudah bisa dicairkan. “Bantuan keuangan program Samisade diatas Rp 200 juta sampai satu miliar. Saat ini, ada beberapa desa yang belum cair program Samisadenya kemungkin masih ada beberapa usulan yang perlu direvisi. Jika administrasi sudah beres, anggaran Samisade sudah bisa dicairkan, ” ungkapnya.

Selain itu, ketika desa mengusulkan pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh Program Samisade dan membutuhkan tenaga banyak, tentunya keterlibatan masyarakat di dalam Program Padat Karya (PKT) sangat penting. Akan tetapi, perlu diperhatikan juga tenaga teknisnya agar pekerjaan bisa maksimal dengan kualitas yang baik.

“Saya berharap program Samisade yang saat ini sudah bergulir bisa dimanfaatkan dengan baik oleh desa. Ketika ada persoalan tinggal dilihat Juknisnya saja,” tukasnya. 

** Cepi Kurniawan

Launching Samisade, Desa Cihideung Udik Bangun Akses Pertanian dan Wisata Cihud

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Setelah sekian lama menanti, akhirnya Pemerintah Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor bersama tokoh masyarakat, ketua RT dan RW serta, Pemerintah Kecamatan Ciampea, Senin (9/8/2021) melaunching Program Samisade untuk pembangunan jalan akses pertanian dan wisata Bendungan Cihideung Udik (Cihud) yang berlokasi di Kampung Cihideung Udik RT 02 RW 10.

Kepala Desa Cihideung Udik, Denny mengatakan, titik tersebut dipilih dengan alasan untuk  menghidupkan lagi jalan tersebut yang sudah sekian lama tidak dipergunakan. Apalagi di lokasi tersebut ada tempat wisata dan pertanian yang nantinya diharapkan bisa meningkatkan perekonomian warga Desa Cihideung Udik.

“Selain pertanian, disana juga ada wisata dengan dibangunnya jalan tersebut yang panjangnya 1450 meter, lebar 3 meter tinggi 15 cm bisa bermanfaat peruntukan bagi masyarakat,” kata Denny.

Sementara itu menurut Ketua Paguyuban Desa Kecamatan Ciampea A Yani, di Kecamatan Ciampea semua desa sudah mendapatkan Samisade walaupun tidak seluruhnya mendapatkan nominalnya 1 miliar.

“Saya menyarankan kepada rekan-rekan kepala desa yang mendapatkan program Samisade ini harus sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, intinya seperti yang dikatakan Bupati Bogor Ade Yasin  lokasi untuk pembangunan Samisade itu adalah yang benar-benar belum tersentuh pembangunan dan program  Samisade ini di Indonesia baru hanya di Kabupaten Bogor saja.

“Mudah-mudahan kedepanya seluruh desa se-Kabupaten Bogor ini bisa mendapatkan program unggulan Samisade ini bisa menjadi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Samisade di Desa Ciangsana Beton Jalan Perbatasan dengan Bekasi

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor mulai merealisasikan program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) tahap satu dengan membangun jalan yang berbatasan langsung   dengan jalan Kota Bekasi.

Kepala Desa Ciangsana, Udin Saputra mengatakan, anggaran Samisade yang diberikan oleh Bupati Bogor, Ade Yasin tersebut digunakan untuk betonisasi jalan yang berlokasi di dua dusun yakni Dusun 3 dan Dusun 7 dengan tiga RW.

“Alhamdulillah dengan sudah dicairkannya program Samisade tahap satu untuk Pemdes Ciangsana, kita melakukan betonisasi jalan yang menghubungkan langsung dengan Kota Bekasi,” kata Udin saat ditemui di lokasi pengerjaan betonisasi kepada Jurnal Bogor, Senin (9/8/21).

Dia menambahkan, kegiatan betonisasi tersebut memiliki panjang 1.138 meter, lebar 4 meter dengan ketebalan 0.15 dan memprioritaskan kualitas. Hal itu dilakukan agar jalan yang dibangun menggunakan anggaran Samisade tersebut bisa dirasakan manfaatnya oleh warga dengan waktu yang lama.

“Pembangunan jalan ini dikerjakan sesuai spek yang sudah diberikan. Kami juga mementingkan kualitas coran dengan memakai NFA K 300 agar lebih tahan lama dan tidak mudah retak. Dengan begitu manfaatnya dapat dirasakan berkepanjangan oleh masyarakat,” sambung Kades.

Udin sapaan akrabnya memaparkan, dengan adanya program Samisade yang diberikan kepada Pemdes Ciangsana untuk kepentingan masyarakat tersebut dapat meningkatkan laju perekonomian warganya.

“Kalau jalan sudah bagus yang didanai dari Samisade ini kan perekonomian bisa berjalan dengan baik. Apalagi, jalan yang dibangun ini menghubungkan antara Kabupaten Bogor, khususnya Desa Ciangsana menuju ke Kota Bekasi langsung,” paparnya.

Dalam pengerjaan betonisasi, lanjut Udin, pihaknya mempekerjakan warga sekitar dengan program padat karya dengan tidak melibatkan pihak ketiga agar masyarakat Ciangsana bisa menerima upah ditengah sulitnya mencari pekerjaan dimasa Pandemi Covid 19 tersebut. “Semua pekerja kita karyakan warga sekitar lingkungan agar merasakan manfaat dari adanya program Samisade ini,” pungkasnya.

Sementara itu saat melakukan monitoring, Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Gunung Putri, Adhitia Nugraha mengatakan, penyambungan betonisasi lewat program Samisade di Desa Ciangsana sudah sesuai dengan perencanaan.

“Saat kita lakukan monitoring pengerjaan proyek Samisade ini cukup bagus dan tidak ada masalah. Artinya sesuai dengan spek yang sudah diajukan,” ungkapnya.

** Nay Nur’ain